Menu

Penandatanganan Letter of Intent antara KDEI dan TETO dalam rangka Peningkatan Hubungan Ekonomi dan Perdagangan

Pada 11 Maret 2016 di Jakarta, Taipei Economic and Trade Office, Indonesia (TETO) dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI) menandatangani Letter of Intent (LOI) tentang kerjasama ekonomi dan perdagangan. LOI tersebut menunjukkan kerjasama yang baik antara kedua instansi selama bertahun-tahun dalam upaya meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam hubungan ekonomi dan perdagangan, baik Indonesia dan Taiwan. LOI ini akan semakin memperkuat kerjasama yang sudah terjalin antara TETO dan KDEI. Lebih lanjut, penandatanganan LOI ini akan membuka lebih banyak peluang berinteraksi antara kedua pihak dalam hal peningkatan kapasitas, seperti joint workshop, training, serta beragam seminar mengenai ekonomi dan perdagangan.

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Februari 2016 : Ekspor Indonesia ke Taiwan Bulan Nopember 2015 Mencapai USD 388,21 juta

  • Published in Berita

Ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 388,21 juta,
mendorong surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 130,55 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 645,87 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Oktober 2015 yang mencapai USD 640,11 juta, naik 0,90 persen. Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya transaksi perdagangan migas sebesar 22,63 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Nopember 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 22,89 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Nopember 2015 mencapai USD 8,47 milyar, turun 18,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan, yang juga diperkuat dengan menurunnya tingkat permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar, yang terjadi hampir sepanjang tahun 2015.

Relatif meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Nopember 2015 tidak berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang turun 32,70 persen (mom), mencapai USD 130,55 juta, dan bila dibandingkan bulan Nopember 2014 mengalami penurunan sebesar 42,80 persen (yoy), yang pada bulan Nopember 2014 mencapai USD 228,25 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh tingginya penurunan neraca perdagangan non migas yang mencapai 47,62 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Nopember 2015 mencapai surplus sebesar USD 2,82milyar, turun 14,56 persen (yoy). KDEI-Taipei terus meningkatkan pertemuan bisnis dan promosi produk Indonesia di Taiwan guna, setidaknya, mencapai nilai perdagangan dan surplus yang sama dengan tahun 2014, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 388,21 juta, atau turun 6,91 persen dibanding bulan Oktober 2015 (mom), dan turun 27,16 persen dibanding bulan Nopember 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 73,39 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya performa ekspor Indonesia bulan Nopember 2015 dipengaruhi oleh menurunnya kinerja baik ekspor migas (turun 9,64 persen) maupun non migas yang turun 5,88 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-Nopember 2015 mencapai USD 5,65 milyar, terkoreksi 17,18 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 257,66 juta, atau naik 15,51 persen dibanding bulan Oktober 2015. Apabila dibandingkan dengan Nopember 2014, impor Indonesia turun sebesar 15,43 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada Nopember 2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan minyak (crude) dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 107,16 juta, USD 84,24 juta, dan USD 18,92 juta.

 

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, plastik, dan besi-baja menjadi produk impor terbesar bulan Nopember 2015 dengan nilai masing-masing USD 42,51 juta, USD 40,62 juta, USD 25,67 juta, dan USD 20,91 juta.

 

Perkembangan Investasi 

Realisasi investasi di Indonesia pada tahun 2015 mencapai Rp 545,4 triliun, meningkat sebesar 17,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tersebut terdiri atas realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 179,5 triliun, dan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) adalah sebesar Rp 365,9 triliun. Berdasarkan data tersebut, Taiwan menempati posisi ke-15 sumber investasi di Indonesia dengan nilai setara dengan US$ 107,95 juta.

Selama bulan Januari 2016, dalam rangka memperkuat dan memperluas jejaring kinerja serta menjajaki kemungkinan kerjasama, telah dilakukan kunjungan dan pertemuan dengan sejumlah perusahaan, institusi keuangan (perbankan), serta asosiasi-asosiasi di Taiwan. 

 

Perkembangan Pariwisata Tahun 2015

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia tahun 2015 mencapai 176.478 orang, atau naik 3,63 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan tahun 2015 mencapai 177.712 orang, atau turun 2,73 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia menunjukkan adanya pengaruh promosi pariwisata yang dilakukan KDEI-Taipei yang didorong dengan adanya fasilitas bebas visa kunjungan wisata ke Indonesia bagi warga Taiwan.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Karsini
Pada tanggal 21 Januari 2016, KDEI-Taipei menerima informasi dari agensi Fang Guang Manpower Co., Ltd bahwa TKI a.n Karsini, mengalami sakit gagal ginjal kronis (chronic kidney disease-CKD) stadium 5 dan masih menjalani perawatan di Mackay Memorial Hospital, Taipei, dan hingga kini telah dirawat selama 1 (satu) bulan.

Selanjutnya, pada tanggal 22 Januari 2016, KDEI-Taipei membesuk TKI dimaksud di Mackay Memorial Hospital. Menurut penjelasan tim medis, selama 1 (satu) bulan terakhir, TKI secara rutin menjalani cuci darah sebanyak 3 (tiga) kali dalam seminggu. Lebih lanjut, dengan kondisinya tersebut, ada 2 (dua) opsi untuk menunjang kehidupan TKI yaitu menjalani cuci darah seumur hidup atau donor ginjal. Apabila 2 (dua) opsi tersebut tidak dilakukan, maka dapat membahayakan kondisi TKI.

TKI tersebut telah memahami penjelasan tim medis dengan sakit yang dideritanya. Setelah bermusyawarah dengan keluarga, TKI berkeinginan untuk pulang dan melanjutkan perawatan di Indonesia. Pihak majikan dan agensi menyatakan kesiapannya membantu segala hal yang diperlukan untuk proses kepulangan TKI. Berdasarkan penjelasan tim medis, TKI diperkenankan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat. TKI direncanakan kepulangannya pada awal Februari 2016. KDEI-Taipei telah berkoordinasi dengan instansi terkait di Indonesia sebagai persiapan untuk perawatan lanjutan TKI setibanya di Indonesia.

2.TKI a.n Markus Rudianto

Pada tanggal 18 Januari 2016, KDEI-Taipei telah memenuhi panggilan dari Taiwan Kaohsiung District Prosecutors Office dalam persidangan kasus meninggalnya TKI a.n Markus Rudianto akibat kecelakaan lalu lintas. Persidangan dilakukan untuk mengeluarkan surat kematian alm. Markus Rudianto. Dalam persidangan tersebut, turut hadir pihak agensi Yong Cheng International Exploitative Ltd. Majelis hakim, selanjutnya, mengeluarkan surat kematian resmi alm. Markus Rudianto, dalam hal lain, jenazah telah dapat dipulangkan ke Indonesia.

Setelah mendapat kepastian dari pihak maskapai penerbangan, jenazah telah dipulangkan pada tanggal 30 Januari 2016 dengan pesawat China Airlines CI0761 nomor kargo 297-56473023 dari Taoyuan International Airport pukul 09.15 menuju Bandara Soekarno-Hatta dan tiba sekitar pukul 13.30 WIB.

KDEI-Taipei masih terus melakukan koordinasi dengan pihak agensi terkait pengurusan sisa gaji, asuransi kematian, dan segala sesuatu yang menjadi hak almarhum.

3.Pengambilan Sampel DNA Keluarga ABK Korban Tabrakan Kargo 

Pada tanggal 7 Januari 2016, KDEI-Taipei telah melakukan pertemuan dengan agensi Step Up Manpower Resources yang merupakan agensi ketiga ABK yang hilang dalam musibah tabrakan dengan kapal kargo di Perairan Chuwei, Pantai Utara Taiwan, pada tanggal 18 September 2015 lalu. 

Ketiga ABK tersebut adalah: Tasam, Sanip, dan Kusnali. Pertemuan tersebut membahas permintaan Coast Guard di Hsinchu terkait pengambilan sampel DNA keluarga ketiga ABK yang hingga saat ini jenazahnya belum ditemukan.

Pada tanggal 14 Januari 2016, KDEI-Taipei telah menghubungi perwakilan PT Arafah Bintang Perkasa dan PT Jatim Krida Utama di Indonesia terkait biaya pengambilan sampel DNA keluarga ketiga ABK. Perwakilan kedua PT tersebut menyampaikan seluruh biaya pengambilan sampel DNA ditanggung bersama agensi Step Up Manpower Resources di Taiwan.

Pada tanggal 15 Januari 2016, telah dilakukan pengambilan sampel DNA keluarga ketiga ABK dimaksud. Diperkirakan bulan Februari 2016 ini seluruh sampel DNA telah dapat dikirim ke Taiwan dan disampaikan kepada pihak terkait.

 

Agenda Bulan Februari 2016

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2016, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Februari 2016 adalah sebagai berikut:

1.Pertemuan dengan dunia usaha, Makassar, 1-3 Februari 2016.

2.Penyelenggaraan forum bisnis Exclusive Business Forum, Taipei, M4 Februari 2016.

3.Layanan KDEI Sunday Service, Taipei, 21 Februari 2016.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : merdeka.com

Read more...

Ringkasan Kinerja Tahun 2015 : Perdagangan Indonesia 2015 Surplus USD 2,69 Milyar, ditengah Tekanan Perdagangan Indonesia-Taiwan yang Berkontraksi 17,58%

  • Published in Berita
(credit : (pic) costumstoday.com.pk)

Perdagangan Indonesia 2015 tetap tercatat surplus USD 2,69 milyar, ditengah tekanan perdagangan Indonesia-Taiwan yang berkontraksi 17,58 persen.

Indonesia sebagai TOP-10 daerah tujuan investasi Taiwan dengan nilai investasi USD 96,43 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-Oktober 2015 mencapai USD 7,83 milyar (kontraksi 17,58 persen, yoy), dengan nilai ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai USD 5,26 milyar atau turun 16,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan, nilai impor Indonesia mencapai USD 2,57 milyar, atau turun 20,03 persen (yoy). 

Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami tekanan, yang juga diperkuat dengan menurunnya permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar. Selain itu, rendahnya harga komoditas dunia turut memberi andil turunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan.

 

Surplus perdagangan Indonesia selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai USD 2,69 milyar. Surplus tersebut turun sebesar 12,47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor migas, terutama gas alam, berkontribusi 64,11 persen dari total surplus perdagangan Indonesia.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan meliputi batu bara, gas alam, minyak, logam (termasuk emas dan perak), kayu olahan, nikel, komponen elektronik, dan timah. Sementara, produk Taiwan yang diimpor oleh Indonesia antara lain komponen permesinan, plastik, komponen elektronik, produk tekstil, besi lembaran, kimia organik, dan komponen kendaraan bermotor.

 

Dalam upaya meningkatkan promosi produk Indonesia, KDEI-Taipei secara berkelanjutan melakukan partisipasi promosi di sejumlah ekshbisi berskala internasional antara lain pada Taipei Food 2015, Taiwan International Franchise and Chain Exhibition 2015, International Tea, Coffee and Wine Expo 2015 dan Taiwan International Fisheries & Seafood Show 2015, dengan total potensi transaksi sebesar USD 13,76 juta.

Selain itu, KDEI-Taipei juga mendorong pengusaha Taiwan untuk ke Indonesia dalam kegiatan buying mission melalui Tour de Coffee ke Jawa Timur dan Bali dan Trade Expo Indonesia 2015, dengan total potensi transaksi sebesar USD 13,58 juta.

Selain itu, KDEI-Taipei melakukan kolaborasi ekonomi antar sektor dengan melibatkan substansi perdagangan-investasi-industri-tenagakerja dengan penyelenggaraan forum bisnis di sejumlah kota industri di Taiwan antara lain di Changhwa, New Taipei City dan Hsinchu

 

Perkembangan Investasi 

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia hingga triwulan ketiga (Januari-September) 2015, adalah sebesar US$ 96,43 juta yang terdiri atas 171 proyek.

Beberapa perusahaan besar asal Taiwan telah difasilitasi dalam investasinya di Indonesia, diantaranya:

  • Arima Communication Corporation, perusahaan manufaktur komponen telepon seluler telah menandatangani MoU dengan PT Tiphone Mobile Indonesia untuk membentuk perusahaan dan membangun pabrik telepon seluler di Indonesia. Perusahaan joint venture tersebut telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal dari BKPM atas nama PT. Adi Reka Mandiri dengan rencana nilai investasi sebesar USD 36 juta.
  • China Steel Corporation, industri besi-baja, telah menandatangani MoU dengan PT. Artha Metal Sinergi dan sedang dalam proses untuk mendirikan perusahaan Joint Venture. Kerjasama tersebut ditekankan pada produksi plat baja dengan target investasi sebesar USD 500 juta.
  • Fu Chun Shin Machinery Manufacture Co., Ltd, industri pembuatan mesin plastic injection molding, telah memiliki Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM dengan rencana nilai investasi sebesar USD 1,2 juta.
  • San Neng Bakeware, perusahaan penghasil peralatan baking terbesar di Asia, telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM untuk kantor distribusinya sebagai langkah awal sebelum memutuskan untuk mendirikan pabrik di Indonesia.
  • E-United Group yang pada tahun 2014 telah memiliki Izin Prinsip Penanaman Modal untuk bidang usaha industri besi dan baja dasar, mengajukan Izin Prinsip Perubahan, yaitu menambah investasinya dengan rencana membangun kawasan industri, sehingga nilai rencana investasinya menjadi USD 1.096,5 juta.
  • Fuburg Industrial, Co., Ltd, industri kain non-woven dengan produk utama adult diaper telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal dengan bidang usaha perdagangan besar.
  • ControlNet International, Inc., berencana untuk membangun industri pembekuan makanan dengan energi surya. Perusahaan ini telah melakukan survey beberapa lokasi di Indonesia dan telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM.
  • Celxpert Energy Corporation, industri baterai, telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM dan ditargetkan untuk memulai produksi pada bulan Februari 2016.
  • Taiwan Hon Chuan Enterprise, Co., Ltd., industri kemasan plastik, telah mendapatkan Izin Usaha Industri dari BKPM dengan nilai investasi sebesar USD 53 juta.
  • Topco Technologie Corp., distributor produk silikon, telah memperoleh Izin Usaha Perdagangan dari BKPM.
  • Ching Fu Group, galangan kapal dan penangkapan ikan, telah melakukan penandatanganan MoU dengan PT. Jababeka Morotai dalam rangka pengembangan pulau Morotai.
  • Pou Chen Group, industri alas kaki, yang telah memiliki Badan Hukum Indonesia atas nama PT. Pou Yuen Indonesia telah melakukan peresmian pabriknya di Cianjur, yang dihadiri antara lain oleh Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja, dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Beberapa perusahaan yang telah menunjukkan keseriusannya dan sedang mengumpulkan informasi untuk menginisiasi investasi di Indonesia antara lain: Gogoro Corp, industri skuter elektrik; Joson-Care Enterprise Co, Ltd., industri kerangka tempat tidur dan matras rumah sakit; Sunrise Agarwood Biotech Corporation, perkebunan jarak pagar dan gaharu; Amaxe Protech Co., Ltd, (CIC), industry transformer listrik; Sunyeer Technology Co., Ltd., industry LED; dan Finetek, Co, Ltd., industri sensor.

 

Kerjasama Industri

  • Fasilitasi dalam penjajakan kerjasama industri galangan kapal Indonesia-Taiwan terhadap PT. Dok Kodja Bahari (DKB) dengan Taiwan Shipbuilding Industry Association (TSIA) dan Taiwan Yacht Industry Association (TYIA) yang menawarkan 3 (tiga) skema kerjasama kepada industri perkapalan dalam negeri.
  • Pada sektor energi, terdapat peluang kerja sama antara Indonesia dan Taiwan untuk pengilangan minyak dan penelitian and pengembangan teknologi pengolahan perminyakan.  
  • KDEI-Taipei bekerja sama dengan  Foundation of Taiwan Industry Service (FTIS) menyelenggarakan seminar yang bertema “Green Factory Technology” pada tanggal 20 Mei 2015 di Bandung, serta kunjungan konsultasi ke 2 (dua) perusahaan yaitu PT. Graha Cemerlang Paper Utama dan PT. Trisula International dengan melibatkan ahli dari FTIS dan sejumlah pakar/tim ahli Taiwan.
  • Fasilitasi terhadap penandatanganan Letter of Intent on Cooperation Between CSBC Corporation Taiwan dan Indonesia Shipbuilding and Offshore Industries Association (Ikatan Perusahaan  Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia), pada tanggal 11 Juni 2015 di Surabaya.
  • Penandatanganan MOU Between Innovation & Incubation Center Chung Yuan Cristian University and Center of Industrial Education and Training, Kementerian Perindustrian, 19 Oktober 2015.

 

Perkembangan Pariwisata

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia selama Januari-Nopember 2015 mencapai 165.565 orang, atau naik 4,18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan selama Januari-Nopember 2015 mencapai 159.962 orang, atau turun 2,00 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Berbeda dengan tahun 2013 dan 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia tahun 2015 lebih besar dibanding wisatawan Indonesia ke Taiwan. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh promosi pariwisata yang dilakukan KDEI-Taipei yang didorong dengan adanya fasilitas bebas visa kunjungan wisata ke Indonesia bagi warga Taiwan.

 

Perkembangan Ketenagakerjaan

  • Sampai dengan akhir Nopember 2015, jumlah TKI yang ditempatkan di Taiwan berjumlah 236.440 tenaga kerja, atau naik 4 persen y-o-y, dengan bekerja di sektor :
    oPertanian, perhutanan, perikanan dan peternakan: 7.798 orang
    oManufaktur: 49.852 orang
    oKonstruksi: 1.563 orang
    oKesehatan, pekerja sosial dan jasa lainnya : 177.227 orang
    oLain- lain: 1.554 orang 
  • Gaji TKI sektor domestik (perawat orang sakit dan penata laksana rumah tangga), sejak tanggal 1 September 2015, telah dinaikkan menjadi NTD 17.000 (naik 7,32 persen dari NTD 15.840), setara ±Rp 7,3 juta. Selain itu disepakati juga bahwa pihak Taiwan akan melakukan penyesuaian tehadap gaji tenaga kerja sektor domestik setiap tahun, sebagaimana halnya dengan upah tenaga kerja di sektor industri (manufaktur, konstruksi, perikanan-ABK Nelayan) dan jasa kesehatan lainnya (panti jompo).
  • Pemberlakuan integrasi penuh antara KDEI-Taipei dan BNP2TKI melalui sistem penempatan TKI (endorsement.online) dan BNP2TKI (SiskoTKLN) dan integrasikan sistem penanganan TKI (SIMPATI) dan Crisis Center BNP2TKI. Hal tersebut semakin meningkatkan tata kelola penempatan dan perlindungan TKI di Taiwan.
  • Sebanyak 957 dari total 1.082 kasus permasalahan ketenagakerjaan yang termonitor dapat diselesaikan, atau setara 88,4 persen diselesaikan. Demikian halnya, jumlah aduan kepada KDEI Taipei telah meningkat hampir sebesar 100 persen dibanding tahun 2014 yang mencapai 547 kasus ketenagakerjaan yang termonitor (dengan tingkat penyelesaian kasus sebesar 50,27 persen).
  • Hal tersebut merefleksikan tingkat kepercayaan TKI terhadap kemampuan KDEI di Taipei yang semakin baik dalam penanganan permasalahan, sehingga keberadaan pemerintah dirasakan secara langsung, sekaligus menjadi tantangan dalam perbaikan penyelesaian permasalahan TKI di masa mendatang.
  • KDEI-Taipei telah mengupayakan hak-hak TKI berupa gaji dan asuransi sejumlah NTD 16.522.137, atau meningkat 18 kali lebih tinggi, jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 yang berjumlah NTD 896.074.
  • Guna menyebarluaskan ketersediaan tenaga kerja terampil kepada masyarakat Taiwan, promosi ketenagakerjaan dilakukan melalui media transportasi bus di Taipei, Taichung, dan Kaohsiung.

 

Kegiatan Layanan dan Pembinaan

  • KDEI-Taipei meluncurkan layanan KDEI Sunday Service dalam hal peningkatan kemudahan dan pelayanan keimigrasian dan kekonsuleran dengan memanfaatkan hari Minggu selama 2 kali setiap bulan. Hal tersebut memperkaya layanan khusus KDEI-Taipei, setelah tahun sebelumnya telah meluncurkan KDEI Mobile Service ke sejumlah daerah padat WNI.
  • KDEI-Taipei mendukung peningkatan kualitas SDM TKI melalui jalur pendidikan formal tingkat SMA dan S1, melalui penyelenggaraan program “Kejar Paket C” dan Kuliah Universitas Terbuka di Taiwan. Lebih lanjut, pada tahun 2016, diadakan wisuda kelulusan pertama UT Taiwan pada bulan pertengahan tahun 2016.
  • KDEI-Taipei menyelenggarakan layanan pernikahan massal antar WNI di Taiwan yang beragama Islam pada 18 Oktober 2015, dengan diikuti oleh 5 (lima) pasangan pernikahan dan langsung mendapatkan buku nikah. Layanan pernikahan tersebut, atas kerja sama Kementerian Agama RI, dengan dilatarbelakangi pada upaya untuk melakukan tindak pencegahan hubungan tidak resmi yang tidak tercatat oleh negara, sekaligus sebagai bentuk perlindungan terhadap WNI perempuan.
  • Sementara itu, guna memenuhi aspirasi WNI di Taiwan perihal administrasi kewarganegaraan, KDEI-Taipei bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM RI telah menyelenggarakan sosialisasi administrasi kewarganegaraan yang meliputi perolehan kewarganegaraan RI, kehilangan kewarganegaraan RI, dan perolehan kembali kewarganegaraan RI.
  • KDEI Taipei memberikan bantuan advokasi dan pendampingan hukum, melalui pengacara, terkait permasalahan WNI secara umum, maupun terkait khusus ketenagakerjaan, antara lain pendampingan hukum bagi 8 (delapan) ABK Nelayan yang dituduh melakukan pembunuhan kapten dan juru mesin kapal, tuduhan pembocoran informasi perusahaan, tuduhan pelecehan seksual, dan melakukan pendampingan bagi TKI korban Toko “Hi Indo” di Tainan.
  • Pemberdayaan bagi WNI, khususnya bagi tenaga kerja Indonesia, dilakukan melalui pelatihan keterampilan yang bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah, antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BNP2TKI, dan juga bekerjasama dengan instansi teknis dan Lembaga Swadaya Masyarakat Taiwan, meliputi pelatihan pembuatan “Cencu Naica” (minuman khas Taiwan), pembuatan keramik berbahan tanah liat, pelatihan pemandu wisata berbahasa mandarin, pelatihan pertanian, pertemuan dengan waralaba Indonesia dan pembinaan melalui kegiatan kesenian dan olahraga.

 

 

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesia.gr

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

Our website is protected by DMC Firewall!