Menu

Perdagangan (33)

Transaksi Meningkat 150% Pada Pameran Kopi dan Teh Di Taiwan

Partisipasi Indonesia untuk ke tiga kalinya pada pameran “Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2016” yang berlangsung pada tanggal 18-21 Nopember 2016 bertempat di Nangang Exhibition Center  - Taipei, mendapatkan perhatian yang cukup banyak oleh pengunjung. Selama 4 hari pameran berlangsung, Paviliun Indonesia  yang disiapkan KDEI Taipei bekerjasama dengan Ditjen. PEN, Kemendag dikunjungi oleh sekitar 3.700 orang yang terdiri dari importir, produsen, pemilik café, para pakar,  media masa, dan pengunjung umum dibidang kopi dan teh. 

Penyelenggaraan Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2016 tahun 2016 diikuti oleh  216 perusahaan yang menempati 810 booth yang terdiri dari peserta lokal Taiwan dan peserta luar negeri. Peserta Asing dari 12 negara yaitu dari Indonesia, Italia, Negara2 di Amerika Tengah (Honduras, Guatemala, Elsalvador, Panama), Malaysia, Viet Nam, Afrika Selatan, Jerman, Hong Kong dan Jepang yang menempati 70 booth. 

Indonesia pada pameran ini diikuti oleh 12 perusahaan eksportir kopi dan teh yaitu Adijaya Naturaindo (kopi, teh), Billie Coffee Corp (kopi), Ara Savis Sejahtera (teh), Domba Bali Persada (kopi), Kopanindo Mitra Servistama (kopi), Kharisma Cantik Bermakna (kopi), Healthy Sweet Indonesia (teh), Lima Bintang Pasifik (kopi), Goesar Trading Persada (kopi), Golden Malabar Indonesia (kopi), Wahana Sinar Kentjana (teh), dan Santama Arta Nami (kopi).

Seiring dengan banyaknya buyer yang mengunjungi Paviliun Indonesia, para peserta telah berhasil meraih transaksi sekitar USD. 4.12 juta, jumlah ini meningkat lebih dari 250% jika dibandingkan dengan transaksi yang diperoleh pada tahun 2015 yaitu sebesar USD. 1.65 juta.

Adapun produk yang banyak diminati oleh buyer pada partisipasi tahun 2016 ini antara lain kopi Arabika Mandailing, Arabika Toraja, Arabika Gayo Takengon, kopi Sumatera Lintong dan Kopi Luwak Mandailing. Adapun produk Teh yang diminati adalah Jasmine Tea, White Tea dan Black Tea with Stevia.

Selama pameran berlangsung pada setiap hari pukul 14.00  - 15.00, Paviliun Indonesia melakukan cupping (testing rasa kopi) yang diikuti oleh para pengunjung Pameran. Kegiatan ini dipandu oleh Mr. Edward Wang dari Billie Coffee Corp. yang telah mengantongi sertifikat Key Grader. Selama 4 hari pameran diperoleh pemenang hasil cupping yaitu jenis kopi yang banyak diminati oleh peserta cupping adalah masing-masing Kopi Arabika Gayo dari PT. Goesar Trading Persada, Kopi Arabika Luwak Sumatera dari PT. Kopanindo Mitra Servistama, Kopi Arabika Gayo dari PT. Goesar Trading Persada dan Kopi Arabica Bajawa Flores dari PT. Bintang Lima Pacific.

Melihat dari animo dan antusias dari para pengunjung dan buyer terhadap produk kopi dan teh yang dipamerkan oleh para peserta pada Paviliion Indonesia selama pameran berlangsung, memberikan gambaran bahwa produk kopi dan teh Indonesia  memiliki potensi pasar yang sangat bagus di Taiwan khususnya dan pasar luar negeri pada umumnya.

“ Dengan sukses yang diperoleh Indonesia pada pameran ini, Kepala  sangat optimis nilai ekspor kopi dan teh Indonesia akan terus meningkat dimasa mendatang  “ ujar  Kepala KDEI Taipei Robert. Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda yang mengatakan bahwa transaksi yang meningkat secara fantastis menunjukkan bahwa kopi Indonesia semakin jaya di pasar Internasional.

Diharapkan partisipasi Indonesia pada kegiatan yang sama pada tahun mendatang dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kinerja ekpor kopi dan teh Indonesia di Taiwan.

Suasana Kontak Bisnis

 

Suasana Cupping

Read more...

Pameran di Kaoshiung, KDEI di Taipei Menghasilkan Kontak Dagang Sebesar USD. 10.79 juta

Kekayaan sumber alam Indonesia berupa produk perikanan dan hasil laut merupakan produk yang santa potensial di Pasar Taiwan terutama stelah diberlakukan maratorium oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada bulan Oktober 2014 permintaan produk tersebut terus meningkat. Disamping produk perikanan,  produk buah-buahan dan sayur mayur permintaannya juga terus meningkat sebagai akibat seringnya terjadi musibah Typhoon dan musim panas yang cukup panjang ditahun 2016 .  Guna mempromosikan serta meningkatkan pangsa pasar produk perikanan dan kelautan serta produk buahdan sayur mayur ke Taiwan, KDEI di Taipei berpartisipasi untuk kedua kalinya pada pameran Taiwan International Fisheries and Seafood Show (TIFSS)  yang yang berlangsung pada tanggal 9-11  Nopember 2016 dan juga Pameran  Taiwan Fruits and Vegetables Show (TFVS) yang berlangsung  pada tanggal 10-12 Nopember 2016 bertempat di Kaoshiung Exhibition Center.

Partisipasi pada pameran TIFSS, KDEI Taipei telah mengundang total 8 perusahaan dari Indonesia yang terdiri dari: PT. Nusantara Alam Bahari, CV. Bintang Mandiri Waskito, PT. Samudra Kencana  Mina, CV. Pacific Harvest, PT. Natural Nutrisi Global, PT. Cahaya Bahari Jakarta, PT. Sukses Jaya Makmur dan PT. Sekar Laut/TIA Enterprise.  Produk-produk perikanan dan kelautan yang dipemerkan  dan banyak diminati pengunjung pada saat pameran berlangsung antara lain seperti ikan marlin, tripang, rumput laut, ikan tenggiri, snack rumput laut, udang, kepiting, ikan layur, cumi, ikan bandeng, lobster, ikan kakap merah,  ranjungan, dan lain sebagainya. Pengunjung dan peminat akan produk Indonesia bukan hanya dari penduduk lokal Taiwan saja, tetapi juga dari berbagai negara seperti: Korea, Hongkong, Vietnam, Filipina, Honduras, Jepang , Australia, Cina, Qatar, Malaysia, Singapura dan juga dari Afrika Selatan. Selama 3 hari pameran TIFSS ini, Indonesia mendapatkan transaksi sebesar US$ 9.78 juta. 

Suasana Kontak Dagang Pada Saat Pameran TIFSS Berlangsung

 
Kepala Bidang Perdagangan, Perwakilan dr Ditjen PEN bersama peserta Taiwan Fruits and Vegetables Show 2016

 

Suasana Kontak dagang Pada Saat pameran TFVS berlangsung

Read more...

Kunjungan Kepala KDEI pada Perusahaan Pembibitan Gaharu di Changhua

Pada tanggal 27 April 2016, Kepala bersama beberapa Kepala Bidang di KDEI Taipei telah melakukan kunjungan ke perusahaan pembibitan gaharu di Changhua. Perusahaan ini telah melakukan pemanfaatan teknologi kultur jaringan dan penyuntikan pada pohon gaharu untuk memperpendek masa tunggu produksi dari gaharu. Hasil yang dicapai adalah gaharu di Taiwan telah dapat menghasilkan getah/minyak gaharu dalam waktu yg kebih cepat, hanya dalam waktu 3 hingga 5 tahun. Perusahaan ini sendiri telah banyak melakukan ekspor gaharu ke China dan Vietnam.

Read more...

Penandatanganan Letter of Intent antara KDEI dan TETO dalam rangka Peningkatan Hubungan Ekonomi dan Perdagangan

Pada 11 Maret 2016 di Jakarta, Taipei Economic and Trade Office, Indonesia (TETO) dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI) menandatangani Letter of Intent (LOI) tentang kerjasama ekonomi dan perdagangan. LOI tersebut menunjukkan kerjasama yang baik antara kedua instansi selama bertahun-tahun dalam upaya meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam hubungan ekonomi dan perdagangan, baik Indonesia dan Taiwan. LOI ini akan semakin memperkuat kerjasama yang sudah terjalin antara TETO dan KDEI. Lebih lanjut, penandatanganan LOI ini akan membuka lebih banyak peluang berinteraksi antara kedua pihak dalam hal peningkatan kapasitas, seperti joint workshop, training, serta beragam seminar mengenai ekonomi dan perdagangan.

Read more...

Pertemuan Kepala KDEI dengan Kepala TAITRA

Pada tanggal 20 Januari 2016 telah diadakan pertemuan antara Kepala KDEI taipei dengan Chairman Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) Mr. Francis Kuo-Hsin Liang guna meningkatkan kerjasama peningkatan program promosi perdagangan, industri dan investasi antara Indonesia dan Taiwan. Pada pertemuan tersebut Mr. Francis menyampaikan bahwa Indonesia merupakan partner bisnis yang sangat potensial dan merupakan pangsa pasar yang besar di Asia Tenggara bagi produk, industri dan Investasi Taiwan. Sebagai implementasi peningkatan kerjasama dengan Indonesia, pada tahun 2016, TAITRA akan melakukan sekitar 40 aktivitas di Indonesia diantaranya berpartisipasi pada 16 pameran di Indonesia, misi dagang dan dalam bentuk joint and business forum guna meningkatkan pangsa pasar produknya di Indonesia yang akhir-akhir ini terus mengalami penurunan. Dibidang Investasi Taiwan berminat untuk berpartisipasi pada peningkatan pembangunan infrastruktur di Indonesia diantaranya dibidang manajemen dan konstruksi subway, jalan tol, jalan kereta api dan pelabuhan laut karena Taiwan memiliki pengalaman dan tenaga ahli yang baik dibidang tersebut.

Diakhir pertemuan kedua belah pihak menyampaikan akan saling mendukung terhadap seluruh aktifitas peningkatan hubungan perdagangan, industri dan investasi dimasa mendatang.

 

Read more...

Kepala KDEI Menerima Kunjungan Perwakilan Group Indofood di Taiwan

Pada tanggal 11 Januari 2016, Kepala KDEI Taipei, Bapak Arief Fadillah menerima kunjungan perkenalan dari Amy Kao sebagai Country Manager Taiwan, Group Indofood Sukses Makmur.

Dalam rangka pengembangan pasar di Taiwan, Amy Kao menyampaikan rencana untuk meningkatkan pangsa pasar Indomie yang masih berkisar antara 1,5% – 2 % dari pangsa pasar mie instan di Taiwan yang nilainya mencapai NTD 10 milyar. Rencana pengembangan pasar tersebut akan difokuskan pada riset tentang selera konsumen di Taiwan.

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Desember 2015 : Total Perdagangan Indonesia Bulan September 2015 Tumbuh 6,04 Persen

Total Perdagangan Indonesia bulan September 2015 tumbuh 6,04 persen, memacu kenaikan surplus perdagangan sebesar 54,73 persen (mom).

Investasi Taiwan di Indonesia hingga TW-III/2015 mencapai USD 96,43 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan periode bulan September 2015 mencapai USD 738,44 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Agustus 2015 yang mencapai USD 696,39 juta, naik 6,04 persen. Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya transaksi perdagangan migas sebesar 22,63 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan September 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 17,38 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-September 2015 mencapai USD 7,19 milyar, turun 15,82 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan, yang juga diperkuat dengan menurunnya permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar. Selain itu, rendahnya harga komoditas dunia turut memberi andil turunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan September 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang naik 54,73 persen (mom), mencapai USD 340,66 juta, dan bila dibandingkan bulan September 2014 mengalami peningkatan sebesar 17,11 persen (yoy), yang pada bulan September 2014 mencapai USD 220,17 juta. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh tingginya kenaikan neraca perdagangan migas yang mencapai 88,94 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-September 2015 mencapai surplus sebesar USD 2,50 milyar, turun 8,82 persen (yoy). KDEI-Taipei terus meningkatkan pertemuan bisnis dan promosi produk Indonesia di Taiwan guna, setidaknya, mencapai nilai perdagangan dan surplus yang sama dengan tahun 2014, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan September 2015 mencapai USD 539,55 juta, atau naik 17,73 persen dibanding bulan Agustus 2015 (mom), namun turun 8,91 persen dibanding bulan September 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 72,62 persen terhadap nilai ekspor. Membaiknya performa ekspor Indonesia bulan September 2015 dipengaruhi oleh positifnya kinerja baik ekspor migas (23,71 persen) maupun non migas yang naik 15,63 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-September 2015 mencapai USD 4,84 milyar, terkoreksi 14,12 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan September 2015 mencapai USD 198,88 juta, atau turun 16,47 persen dibanding bulan Agustus 2015. Apabila dibandingkan dengan September 2014, impor Indonesia juga mengalami penurunan sebesar 34,02 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada September 2015 didominasi oleh gas alam, batu bara, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 147,51 juta, USD 137,11 juta, dan USD 84,73 juta.

 

Sementara, tekstil dan produk tekstil, komponen permesinan, plastik dan besi-baja menjadi produk impor terbesar bulan September 2015 dengan nilai masing-masing USD 41,98 juta, USD 39,74 juta, USD 19,23 juta, dan USD 18,69 juta.

 

Perkembangan Investasi 

Perkembangan investasi di Indonesia (PMA dan PMDN) hingga Triwulan-III/2015 mencapai Rp. 400 triliun, meningkat 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun sektor dengan nilai realisasi penanaman modal asing terbesar antara lain: pertambangan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, industri alat angkutan dan transportasi lainnya, dan listrik, gas dan air. Sedangkan berdasarkan lokasi, nilai realisasi penanaman modal asing terbesar ada di Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Banten.

Taiwan merupakan negara asal investasi terbesar ke-14 dengan nilai sebesar USD 96,43 juta. Sedangkan dari sisi Taiwan, hingga Oktober 2015, Indonesia merupakan negara tujuan investasi ke-8. Peningkatan peringkat destinasi investasi Taiwan terus menjadi fokus utama Indonesia, mengingat Vietnam, Thailand, dan Filipina masih berada di atas Indonesia.

Sementara, selama bulan November 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain partisipasi pada “Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2015”, partisipasi pada “Taiwan International Fisheries & Seafood Expo 2015”, partisipasi pada “New Taipei City International Sourcing Fair”, kunjungan ke importir produk mainan anak Ryh Chun International Co. Ltd dan Great Sunway Enterprises Ltd, pertemuan dengan importir pinang Sun Union International Corp, pertemuan dengan Industrial Development Bureau, Hsinchu Industrial Park Service Center, Hsinchu Science Park Bureau, dan Kaohsiung Industrial Park Service Center dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai kebijakan investasi pada kawasan-kawasan industri di Taiwan.

 

Perkembangan Pariwisata

Terkait pariwisata, pada bulan Oktober 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 12.820 orang, turun 11,02 persen dibanding September 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Oktober 2015 mencapai 154.078 orang, atau naik 4,94 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Oktober 2015 mencapai 14.966 orang, naik 12,84 persen dibanding bulan September 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai 146.531 orang, atau turun 2,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Harso

Pada tanggal 8 November 2015, seorang TKI a.n Harso meninggal dunia akibat tersengat listrik. Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak agensi Taiwan, TKI tersengat listrik saat sedang memangkas pohon di dalam areal pabrik. Musibah ini telah disampaikan kepada istri alm. Harso, yang juga bekerja sebagai TKI di Taipei.

Untuk menyelesaikan kasus tersebut, KDEI Taipei pada tanggal 16 November 2015 telah memanggil agensi, perwakilan perusahaan tempat alm. Harso bekerja, dan istri alm. Harso. Dalam pertemuan tersebut pihak majikan sepakat memberikan uang santunan dan asuransi sebesar NTD2.000.000 kepada ahli waris alm. Harso.

Selanjutnya jenazah alm. Harso telah dipulangkan pada tanggal 2 Desember 2015, dengan didampingi oleh istri alm. Harso dalam pesawat yang sama.

2.TKI a.n. Dedi Mulyono

Pada tanggal 18 November 2015, KDEI Taipei menerima informasi dari pihak agensi Taiwan di Kaohsiung bahwa seorang TKI-ABK Nelayan a.n Dedi Mulyono terjatuh dan hilang dalam pelayaran di perairan Ciayi Putai, Taiwan. 

Berdasarkan kronologi kejadian yang disampaikan agensi, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 5 November 2015 saat kapal memasuki perairan Ciayi Putai. ABK yang tengah berada di bagian belakang kapal terjatuh ke laut. Kru kapal bersama dengan Tim SAR Taiwan, kemudian, melakukan pencarian selama 3x24 jam di lokasi jatuhnya ABK namun tidak membuahkan hasil.

Pada tanggal 23 November 2015, pihak agensi telah mengirimkan uang sebesar NTD170.000 kepada ahli waris ABK Nelayan Dedi Mulyono. Uang tersebut telah diterima oleh istri ABK dalam kurs rupiah sebesar Rp70.720.000. Adapun perincian uang tersebut terdiri atas gaji terakhir ABK (setelah dipotong hutang), tabungan ABK, santunan dari pemilik kapal F/V Shuenn Feng Maan, serta santunan dari agensi Taiwan.

Pihak agensi menjelaskan, pemilik kapal F/V Shuenn Feng Maan telah mengasuransikan ABK dengan nilai pertanggungan sebesar NTD300.000 dan masih dalam proses.

3.TKI a.n. Maryatun

Pada tanggal 28 Oktober 2015, KDEI Taipei menerima laporan dari pihak agensi Taiwan bahwa ada TKI a.n Maryatun mengidap penyakit leukimia.

Pihak dokter telah menginformasikan kepada TKI bahwa pengobatan yang dapat dilakukan adalah melalui kemoterapi, dengan tingkat keberhasilan 50 persen. TKI yang telah berdiskusi dengan pihak keluarga kemudian memutuskan untuk pulang ke Indonesia.

Pada tanggal 6 November 2015, pihak dokter melakukan pemeriksaan kondisi TKI serta melakukan transfusi darah agar kadar leukosit dan eritrosit dalam diri TKI tersebut lebih stabil.

Selanjutnya pada tanggal 12 November 2015, TKI telah pulang ke Indonesia didampingi oleh perwakilan dari pihak agensi Taiwan.

4.Pelatihan Pemandu Wisata untuk TKI

KDEI-Taipei, pada tanggal 29 November 2015, telah menggelar pelatihan pemandu wisata yang diikuti oleh para TKI di Taiwan. Pelatihan pemandu wisata, berlangsung di dua tempat wisata terkemuka di Taipei yaitu Chiang Kai-shek Memorial Hall dan Menara Taipei 101. 

Para peserta pelatihan rata-rata telah menguasai bahasa Mandarin dengan baik, karenanya selama sesi pelatihan para peserta bisa praktek dengan sangat lancar.

Selama pelatihan, para TKI mendapat teori dan praktek langsung dari Adi Carlo, seorang pemandu wisata yang telah mengantongi lisensi sebagai pemandu wisata dari Kementerian Pariwisata Taiwan. Pelatihan lebih dititikberatkan pada praktek, sejak dari dalam bus wisata, di lokasi wisata, hingga melepas atau berpisah dengan rombongan wisatawan.

 

Agenda Bulan Desember 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Desember 2015 adalah sebagai berikut:

1.Penyelenggaraan forum bisnis perdagangan dan investasi, Hsinchu, 8 Desember 2015.

2.Pertemuan dengan Taiwan Telematics Industry Association, Taipei, 10 Desember 2015.

3.Pertemuan dengan Taiwan Rubber and Elastomer Association, M2 Desember.

4.Pertemuan dengan importer batubara dan nikel di Taiwan, M3 Desember.

5.Layanan KDEI Mobile Service, Taoyuan, 13 Desember 2015.

6.Layanan KDEI Sunday Service, KDEI-Taipei, 6 dan 20 Desember 2015.

7.Penyelenggaraan forum bisnis dengan anggota “Taiwan Indonesia Business Council”, M4 Desember.

 

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesia.gr

Read more...

Partisipasi Indonesia di Taiwan International Fisheries & Seafood Show 2015 Catat Kontak Bisnis Sebesar USD 7 Juta

Dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia ke Taiwan khususnya produk perikanan dan hasil laut, KDEI Taipei bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Berpartisipasi pada pameran “Taiwan International Fisheries & Seafood Show 2015” yang berlangsung di Kaoshiung Exhibition Center – Kaoshiung pada tanggal 19 – 21 Nopember 2015. Pameran yang diorganizir penyelenggaraannya oleh TAITRA Kaoshiung dan My Exhibition Co. Ltd  merupakan pameran produk perikanan dan peralatan perikanan berskala internasional yang diikuti oleh 210 peserta dari berbagai negara diantaranya Korea, Jepang, Vietnam, Indonesia, Malaysia, Peru, Canada, Amerika Serikat, India, Thailand, Israel, Bahrain, dan Inggris. Pameran tersebut dikunjungi  oleh sekitar 7.500 pengunjung dari dalam dan luar negeri menampilkan berbagai sektor produk terkait dengan produk perikanan dan hasil laut yaitu Fishery Equipment and Technology, Aquaqulture, Seafood and Value added Seafood, Processing Equipment dan Fishery Services.

Mengusung tema “Trade with Remarkable Indonesia”, Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 54 m2  berlokasi di areal peserta Internasional, ditempati oleh 6 (enam) perusahaan yang bergerak di bidang perikanan dan produk perikanan, yaitu PT Medan Tropical Canning & Frozen Industries, PT Alam Jaya, PT Arafura Prima Indopasifik, CV Buana Laut Nusantara, dan PT Sekar Bumi. Menampilkan aneka produk perikanan dan hasil laut, antara lain tuna, udang, gurita, rajungan, ikan beku, ikan kerapu beku, gurita beku, udang beku, dan makanan olahan beku serta makanan olahan hasil laut dalam kaleng dan kemasan tetrapack. Pada partisipasi kali ini peserta pameran selain promosi juga melakukan demo masak produk ikan yang dibagikan kepada para pengunjung.

Selama pameran berlangsung peserta pameran dari Indonesia memperoleh kontak bisnis sebesar USD. 7.07 juta untuk produk Octopus, WR Poulp Squid, baby octopus, cuttlefish, frozen grouper, tenggiri, bandeng, squid, maroaji, layur, sleeper lobster, octopus, pasteurized crab meat, srimp Leather Jacket HL, skin off cutted dan Processed Food. Kontak bisnis tersebut terdiri dari transaksi yang diperoleh pada saat pameran berlangsung sebesar USD. 1.73 juta dan kontak bisnis yang perlu ditindak lanjuti selama satu tahun mendatang sebesar USD. 5.34 juta. Dengan melihat nilai kontak bisnis yang diperoleh dari pameran tersebut, maka KDEI Taipei dapat mentargetkan peningkatan nilai ekspor produk perikanan dan hasil laut ke Taiwan pada dapat meningkat sebesar USD. 37 juta ditahun mendatang.

Read more...

Partisipasi Indonesia pada Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2015 Hasilkan Kontak Dagang Sebesar USD 1.65 Juta

Partisipasi KDEI Taipei pada pameran Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2015 yang berlangsung di Taipei Nangang Exhibition Center – Taipei pada tanggal  13 – 16 Nopember 2015, telah berlangsung dengan sukses. 

Pameran tersebut diikuti oleh sebanyak 603 perusahaan baik peserta Internasional antara lain dari Indonesia, Brazil, Amerika Latin, Vietnam, China dan Papua Nugini serta peserta lokal Taiwan menempati 1.514 booth , dimana  168 diantaranya adalah pengusaha kopi dan menempati 652 booth, dan sisanya diisi oleh produk teh dan permesinan serta perlengkapan pengolahan kopi dan teh.

Pada partisipasi yang kedua tahun 2015 ini, Paviliun Indonesia diisi oleh 12 perusahaan yang menampilkan berbagai jenis produk kopi dan teh yaitu  PT. Wahana Sinar Kentjana (teh organik), CV. Sukses Group (kopi biji Arabika), PT. Mulia Sari Permai (kopi biji jampit), PT. Aneka Coffee Industry (kopi biji Jawa Tengah dan Lampung), CV. Duta Jaya Tea (teh Dua Tang), CV. Neera Bali (kopi biji kintamani), PT. Golden Malabar Indonesia (kopi biji Jawa Barat), PT. Adi Jaya Naturindo (biji kopi dan kopi bubuk kemasan), PT. Santama Arta Nami (kopi biji mandeling), CV. Donya Drop Daruet (kopi biji Aceh Gayo), PT. Sumantran Organic Spice (kopi biji Flores dan NTB) dan Billie Coffee Corp (kopi roasted luwak, mandheling, jampit dan kintamani).

Selama pelaksanaan pameran tersebut pada, antusias pengunjung untuk mengunjungi Paviliun Indunesia cukup tinggi dan diperkirakan dikunjungi oleh sekitar 12.000,  hal ini juga ditunjang oleh dengan penyelenggaraan cupping yang dilakukan setiap siang hari, selama 1 jam. Adapun  kontak bisnis yang terjadi selama pameran berlangsung diperoleh sebesar USD. 1,65 juta dimana 85% untuk produk kopi dan sisanya untuk produk teh dan Spices. Kontak bisnis tersebut diperoleh selama pameran sebesar USD. 455 ribu dan sisanya sebesar USD. 1.15 juta merupakan inquiry yang perlu ditindaklanjuti dimasa mendatang.  Dengan melihat hasil transaksi yang diperoleh pada pameran tersebut, KDEI Taipei dapat mentargetkan ekspor produk kopi dapat meningkat sebesar USD.1.5 juta pada tahun 2016.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

Our website is protected by DMC Firewall!