Menu

Siaran Pers KDEI Bulan November 2014 : Surplus Perdagangan Indonesia Lampaui Tahun 2013

Siaran Pers KDEI Bulan November 2014 : Surplus Perdagangan Indonesia Lampaui Tahun 2013

Ekspor Indonesia-Taiwan bulan Agustus 2014 mencapai USD 751,10 juta, nilai tertinggi selama periode Jan 2013 s.d. Agt 2014, neraca perdagangan Indonesia periode Jan-Agt/2014 melampaui surplus tahun 2013, mencapai USD 2,45 milyar.

Download

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Agustus 2014 mencapai USD 1,10 milyar, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan bulan Juli 2014 yang mencapai USD 0,89 milyar, naik 24,18 persen. Peningkatan dipicu meningkatnya transaksi perdagangan migas sebesar 63,24 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-Agustus/2014 mencapai USD 7,65 milyar, turun 2,97 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah kegiatan promosi melalui ekshibisi yang akan diselenggarakan oleh KDEI-Taipei dan aktivitas temu usaha diharapkan akan meningkatkan aktivitas perdagangan kedua pihak.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Agustus 2014 tidak berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 400,38 juta, atau turun 17,65 persen (mom), namun bila dibandingkan bulan Agustus 2013 terjadi peningkatan sebesar 292,94 persen (yoy). Penurunan tersebut utamanya didorong oleh penurunan neraca perdagangan non-migas sebesar 77,10 persen (mom). Secara kumulatif selama periode Januari-Agustus/2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 2,45 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 137,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Catatan surplus perdagangan Indonesia periode Januari-Agustus/2014 berhasil melampaui catatan surplus tahun 2013. KDEI-Taipei akan terus melakukan sejumlah promosi dan pendekatan bisnis terhadap dunia usaha di Taiwan guna menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia. 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Agustus 2014 mencapai USD 751,10 juta, atau tumbuh 9,37 persen dibanding Juli 2014 (mom), dan naik 59,17 persen apabila dibanding Agustus 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 50,16 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia Agustus 2014 utamanya didorong oleh peningkatan ekspor migas yang lebih besar (59,08 persen) dibanding ekspor non migas yang justru turun 16,54 persen (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Agustus/2014 mencapai USD 5,05 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Agustus 2014 mencapai USD 350,72 juta, atau naik 74,89 persen dibanding bulan Juli 2014, dengan impor komoditi migas memperkuat peningkatan dengan naik sebesar 126,79 persen.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Agustus 2014 adalah gas alam dan batu bara, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 223,25 juta dan USD 196,38 juta. Hampir seluruh komoditi non migas mengalami penurunan ekspor, dengan penurunan terbesar pada komoditi/produk ammonia, tembaga, dan besi turun masing-masing 72,02%, 61,96%, dan 43,62% dibanding bulan Juli 2014 (mom). Sebaliknya, kapasitor (elektrikal) dan kertas naik masing-masing 56,29% dan 69,88%. 

Sementara, besi (hot-rolled), produk tekstil, dan komponen mesin menjadi tiga nilai impor non migas terbesar Agustus 2014 dengan nilai USD 19,42 juta, USD 8,98 juta, dan USD 8,55 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain besi (cold-rolled), tekstil (kain sintetis), dan komponen mesin dengan masing-masing naik 99,82%, 39,07%, dan 53,13%. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. produk ikan (20,24%) dan produk tekstil (0,86%).

 

Pelaksanaan Trade Expo Indonesia ke-29 di Jakarta

Kunjungan buyer dari Taiwan yang difasilitasi oleh KDEI-Taipei pada Trade Expo Indonesia (TEI), tanggal 8-12 Oktober 2014 di Jakarta International Expo Kemayoran (JIEK) membukukan transaksi sebesar USD 3,325,433.00 atau mengalami kenaikan 1.600% dibanding keikutsertaan pada even yang sama tahun 2013 lalu dimana mencapai USD190,719.80. Kenaikan yang sangat siginifikan tersebut terjadi karena peserta pada tahun lalu lebih banyak melakukan transaksi yang bersifat trial order, mengingat peserta didominasi oleh peserta baru. Sedangkan pada tahun 2014, sebagian merupakan peserta yang telah ikut TEI pada tahun lalu. Namun demikian, jumlah transaksi tersebut diperkirakan akan mengalami kenaikan, mengingat masih terdapat kontak bisnis yang akan segera ditindaklanjuti paska pelaksanaan TEI.

Selama kunjungan pada pameran tersebut, para buyer dari Taiwan tampak antusias dalam melakukan kontak bisnis dengan para peserta pameran yang dipandang menampilkan produk-produk berkulitas namun dengan harga yang kompetitif, dan menyatakan kepuasannya dalam melakukan kunjungan bisnis ke Trade Expo Indonesia 2014.

Pada umumnya produk-produk yang ditransaksikan oleh buyer dari Taiwan antara lain adalah: frozen seafood, tuna, coffee, tea, home decoration and handicraft, fashion and acessories, furniture, essential oil, palm oil, snack and crackers, food and beverages, leather bag, silver and pearl jewelry, spa product, dan coconut juice.

 

Perkembangan Investasi Triwulan-III 2014

Realisasi investasi proyek penanaman modal pada Triwulan III (Juli - September) tahun 2014 adalah sebesar Rp 119,9 triliun. Terlihat peningkatan sebesar 19,3% bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2013 (Rp 100,5 triliun). Bila dibandingkan dengan Triwulan II 2014 (Rp. 116,2 triliun), peningkatannya adalah sebesar 3,2%. Jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 41,6 triliun (34,7%) dan jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 78,3 triliun (65,3%).

Pada periode Januari – September Tahun 2014, realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 193,3 triliun (56,4%) dan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp 149,4 triliun (43,6%). Apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2013, terjadi peningkatan distribusi realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar 1,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013.

Pada periode Januari-September 2014, lima besar sektor usaha PMDN adalah: Listrik, Gas dan Air (Rp  34 triliun);  Industri  Makanan  (Rp  14 triliun); Transportasi,  Gudang  dan  Telekomunikasi  (Rp  9,8 triliun); Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 9,6 triliun); dan Industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi (Rp 9 triliun). Sedangkan lima besar sektor usaha PMA adalah: Pertambangan  (US$ 3,8 miliar); Transportasi, Gudang  dan Telekomunikasi (US$ 2,8 miliar); Industri Makanan (US$ 2,5 miliar); Industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi (US$ 2 miliar); dan Tanaman Pangan dan Perkebunan (US$ 1,6 miliar).

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia pada periode Januari-September 2014 adalah sebesar USD 107,5 juta. Dengan nilai realisasi investasi tersebut, Taiwan menduduki peringkat ke-17 dari negara-negara asal investasi.

Pada periode Januari-September 2014, Indonesia menempati peringkat ke-sembilan negara tujuan investasi Taiwan, sedangkan untuk periode Januari–Desember 2013 Indonesia menduduki peringkat ke-20.

Sementara, selama bulan Oktober 2014, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei, antara lain kunjungan kerja ke Cheng Shin Rubber Ind. Co, Ltd. (MAXXIS), kunjungan kerja ke E-United Group (perusahaan dengan fokus usaha industri baja), kunjungan kerja ke CPC Corporation, fasilitasi pertemuan antara Telkom Taiwan Ltd. dengan Ambit Microsystems Corporation (subsidiari dari Foxconn Technology Group), Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID) dan Trade and Investment Seminar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, penyelenggaraan seminar “Explore the Potential Market in Indonesian Textile Industry”, kunjungan kerja ke Taiwan Textile Federation dalam rangka penjajakan kerjasama di bidang penelitian dan pengembangan industri tekstil dan alas kaki serta pertukaran tenaga ahli di bidang tekstil, kunjungan kerja ke Da Kong Enterprise.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Agustus 2014

Terkait pariwisata, pada bulan Agustus 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 15.447 orang, turun 4,19 persen dibanding Juli 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Agustus 2014, mencapai 119.577 orang, atau naik 4,37 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 7,5 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Agustus 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (88.781) dan Oseania (82.159). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Vietnam (235.043), Thailand (261.469), Singapura (203.551), Malaysia (142.514).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Agustus 2014 mencapai 14.602 orang, turun 26,63 persen dibanding bulan Juli 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 121.061 orang, atau tumbuh 6,15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Peningkatan Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia

A. Pelatihan Pembibitan Sayur

Pada tanggal 2 November 2014, KDEI-Taipei mengadakan Exit Program Pelatihan Pembibitan Sayur bagi TKI di Taiwan. Program ini diadakan di perkebunan Purple City, Yangmei, dan diikuti oleh 23 orang.

Tujuan diadakannya pelatihan adalah untuk memberikan pengetahuan tentang teknik pembibitan sayur kepada para tenaga kerja Indonesia, agar tenaga kerja Indonesia memiliki kemampuan dasar cara bercocok tanam sayur dengan benar. Dalam program tersebut, para peserta juga dibekali tata cara pengelolaan perkebunan yang efisien.

Pemilik perkebunan (Mr. Lin) juga membuka kesempatan kepada para peserta untuk melakukan konsultasi dalam berbagi seluruh teknik bercocok tanam yang benar kepada para peserta. Pelatihan pembibitan sayur dilaksanakan secara berkelanjutan pada tanggal 9 dan 16 November 2014.

Pelatihan Pelayanan, Pengaduan dan Penanganan Permasalahan TKI

Pada tanggal 25 - 26 Oktober 2014, KDEI-Taipei bekerjasama dengan BNP2TKI dan Pusat Mediasi Indonesia melaksanakan kegiatan pelatihan pelayanan pengaduan, dan penanganan permasalahan TKI bagi staf lokal KDEI-Taipei, Tim Satuan Tugas Ketenagakerjaan, serta Tenaga Kerja Sukarela. 

Kegiatan pelatihan ini telah diikuti oleh 10 (sepuluh) orang staf lokal KDEI-Taipei dan 23 orang anggota Tim Satuan Tugas Ketenagakerjaan dan Tenaga Kerja Sukarela yang berasal dari berbagai wilayah di Taiwan, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang handal agar mampu menangani permasalahan TKI dengan lebih baik. Pelatihan dihadiri narasumber Direktur Pelayanan Pengaduan BNP2TKI dan Kepala Pusat Mediasi Indonesia. 

B. Update Penanganan TKI

TKI a.n. Rina Ertianah

TKI a.n Rina Ertianah menderita patah tulang punggung akibat terjatuh dari lantai 4 karena mencoba untuk melarikan diri dari rumah majikan. Pihak dokter menyatakan bahwa yang bersangkutan telah cukup stabil dan dapat kembali ke Indonesia. Kondisi TKI masih belum mampu berjalan dengan sendiri, sehingga membutuhkan terapi untuk jangka waktu yang cukup panjang.

Pada tanggal 30 Oktober 2014, KDEI Taipei mendampingi pemulangan TKI dimaksud.

TKI a.n. Eka Oktaviana

TKI a.n Eka Oktaviana adalah seorang TKI yang diduga mengalami kondisi gangguan kejiwaan. Pihak imigrasi kota Hsinchu telah mencoba memulangkan yang bersangkutan sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 16 dan 20 Oktober 2014. Tetapi dalam dua kesempatan tersebut, TKI tidak bersedia untuk duduk diam dan terus berteriak di dalam pesawat. Atas alasan keselamatan, pihak penerbangan menolak untuk menerbangkan TKI.

Pada tanggal 30 Oktober 2014, KDEI Taipei mendampingi pemulangan TKI dimaksud.

C. Jumlah penghuni shelter (s.d. awal November 2014)

Kota Taoyuan sebanyak 16 orang, kota Chungli sebanyak 9 orang, dan kota Taichung sebanyak 10 orang.

 

Pemberian Bantuan Pendidikan kepada Mahasiswa Universitas Terbuka

Pada tanggal 2 November 2014, Kepala KDEI-Taipei hadir memberikan motivasi dan bantuan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi Universitas Terbuka Taiwan. Pada kesempatan tersebut, yang juga dihadiri oleh Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka - Layanan Luar Negeri, Kepala KDEI-Taipei tampil di depan untuk memberikan paparan dan motivasi. “Saya bangga kepada seluruh mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan yang selalu bersemangat dalam menempuh pendidikan tinggi di tengah padatnya waktu bekerja”, sambut Arief Fadillah, Kepala KDEI-Taipei. Selain memberikan motivasi, Kepala KDEI-Taipei juga memberikan Piagam Penghargaan kepada Sdri. Eulis Komariah, mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan yang berhasil memperoleh 3 medali emas dan 1 medali perak pada Kejuaraan Dunia Tai Chi di Taipei tahun 2014. Selain piagam penghargaan, Kepala KDEI-Taipei juga memberikan bantuan pendidikan KDEI-Taipei selama satu semester kepada Sdri. Eulis Komariah.

 

Rencana Bulan November 2014

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2014, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan November 2014 adalah sebagai berikut:

1.Kunjungan delegasi ekonomi Taiwan ke Jakarta, 3-5 November 2014.

2.Partisipasi pada “Taipei International Travel Fair”, Taipei, 7-10 November 2014.

3.Partisipasi pada seminar “Standard Chartered's ASEAN and India Corridors Seminar”, Taipei, 11 November 2014.

4.Kunjungan ke federasi alas kaki di Changhwa dan ITRI, M2 November 2014.

5.Pelatihan Pembibitan Sayur, Yang-Mei, 9 dan 16 November 2014.

6.Partisipasi pada 2014 Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo, di Taipei World Trade Center, 14-17 November 2014.

7.Forum bisnis “Business Forum on Investment & Trade Opportunities in Indonesia”, Kaohsiung, 20 November 2014.

8.Penyelenggaraan “Angklung goes to school”, Binjiang Elementary School Taipei, 21 November 2014.

9.Pertemuan dengan “Frozen Seafood Importer”, Taipei, 24 November 2014.

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : vibiznews.com

 

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is a Joomla Security extension!