Menu

KDEI Di Taipei Berpartisipasi Pada Immigrants Day 2016

KDEI di Taipei berpartisipasi pada perayaan “2016 Immigrants Day” yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri Taiwan pada hari Sabtu, tanggal 17 Desember 2016 bertempat di Taipei City Hakka Cultural Park, Kota Taipei.

Acara yang dibuka dengan tari Bali (kreasi tari Kecak dan Janger) dihadiri oleh Presiden Taiwan, Menteri Dalam Negeri, Walikota Taipei, Kepala Perwakilan Negara Vietnam, Thailand, Indonesia dan Pejabat Imigrasi Taiwan serta masyarakat Taiwan.

Pada perayaan Immigrants Day kali ini, booth Indonesia (Wonderful Indonesia) memamerkan aneka barang-barang budaya, brosur pariwisata, pemutaran video wonderful Indonesia, dan sepasang busana pengantin Bali  serta pakaian seragam pegawai Imigrasi Indonesia (PSL dan PDL). 

Yang menarik di acara ini adalah kunjungan Presiden Taiwan ke booth Indonesia didampingi oleh Menteri Dalam Negeri, Walikota Taipei dan Kepala KDEI (Bapak Robert J. Bintaryo) melakukan demo bersama pembuatan Kue Lemper dilanjutkan dengan pemotongan Tumpeng sebagai lambang persahabatan dan kesejahteraan antara Indonesia dengan Taiwan, dan diakhiri dengan penyerahan cendera mata kepada Presiden Taiwan oleh Kepala KDEI.

Read more...

Dikti Bridging Program and Non Degree Training Program

Pada hari senin tanggal 14 November 2016, Kepala KDEI di Taipei (Robert  J. Bintaryo) menghadiri acara pembukaan “ DIKTI Bridging Program and DIKTI Overseas Non-Degree Training Program” yang dilaksanakan di Kampus CYCU (Chung Yuan Christian University) Taiwan. Acara ini dihadiri pula oleh Deputy Director General Ministry of Education (Ms. Rebecca H. Lan), Leader of Elite Study in Taiwan Ministry of Education (Dr. Wan-Lee Cheng), Perwakilan dari Universitas di Taiwan dan Perwakilan dari Kemenristek dan Dikti.

Program kerjasama pendidikan antara Indonesia (Kemenristek dan Dikti) dengan Taiwan (Elite Study in Taiwan, Ministry of Education) kali ini  merupakan  bridging program yang diperuntukkan bagi para Dosen berbagai Universitas di Indonesia  sebanyak  21 orang serta Non-Degree Training on Human Resource Management Program bagi Pejabat/Staf Kemenristek dan Dikti  sebanyak 12 orang. 

Dalam sambutannya, Kepala KDEI di Taipei  menyampaikan  bahwa  program kerjasama di bidang pendidikan sudah sejak lama terjalin, dan saat ini diperkuat lagi dengan kebijakan new southbound policy dari pemerintahan baru Taiwan, sehingga kerjasama ke dua negara tidak hanya di bidang ekonomi, namun meluas ke bidang-bidang lainnya seperti pendidikan, pariwisata dan budaya. Deputy Director General Ministry of Education juga menyampaikan bahwa kerjasama pendidikan yang dilaksanakan melalui Elite Study in Taiwan Project Office (ESIT) telah berhasil mengundang banyak mahasiswa asing untuk kuliah di Taiwan, termasuk Indonesia.

Peserta Bridging Program nantinya akan disebar ke 3 Universitas (masing-masing 7 orang) yaitu Chung Yuan  Christian University,  Tunghai University dan National Kaohsiung University of Applied Schiences, selama 3 bulan, sedangkan peserta Training on Human Resource Management akan mendapatkan pelatihan di Chung Yuan  Christian University selama 7 hari.

 

Read more...

Partisipasi Indonesia pada Asia Pacific Culture Day 2016

Untuk ketiga kalinya Indonesia (KDEI Taipei) berpartisipasi  pada Asia Pacific Culture Day 2016 (APCD) yang dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 5 dan 6 November 2016 di Hall Taipei Main Station, Taipei.

APCD yang digelar  oleh Ministry of Foreign Affairs (MoFA) telah memasuki tahun ke lima dengan melibatkan 21 negara regional di Asia Pacific seperti Australia, Brunai,  Filipina,  Fiji,  India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Kepulauan Marshall, Kepulauan Solomon, Kiribati, Myanmar, Malaysia, Nauru, Palau, Singapura, Selandia Baru Tuvalu,  Thailand, Vietnam, dan Taiwan (Taipei City, Kaohsiung City, Tainan City, Taichung City, New Taipei City, Taoyuan City dan Hsinchu County).

Acara yang dibuka oleh Wakil Presiden Taiwan (Chen, Chien-jen) dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (David Towei Lee) dan Kepala Perwakilan Negara Asia Pacific. Dalam sambutan pembukaannya Wakil Presiden menyatakan bahwa kebijakan baru southbound  pemerintah Taiwan  tidak saja diwujudkan dalam kerjasama bidang Ekonomi dengan negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan, serta Selandia Baru dan Australia,  juga meluas dalam bidang pendidikan, pariwisata dan budaya. Asia-Pacific Culture Day 2016 ini merupakan salah satu wujud kebijakan tersebut. 

Partisipasi Indonesia pada APCD 2016 kali ini menampilkan budaya (tarian), promosi barang-barang seni kerajinan, busana (selendang dan busan batik) dan produk (Mie, Coconut Chips), serta brosur pariwisata di Booth Wonderful Indonesia. Tarian yang ditampilkan di panggung utama adalah Lenggangnyai (Betawi/Jakarta), Sajojo (Papua) dan Sundaram (Bali) yang dibawakan oleh 14 orang mahasiswa Indonesia di Taiwan.   Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi Ibu-ibu Dharma Wanita KDEI di Taipei. 

Selama berlangsungnya acara, booth Indonesia mendapat kunjungan dari Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri Taiwan di hari pertama dan kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri di hari kedua. APCD 2016 ditutup secara resmi pada tanggal 6 November 2016 oleh Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan (Leo Chen-jan Lee), dengan ajakan agar negara-negara peserta dapat kembali berpartisipasi pada  APCD tahun 2017.

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

Our website is protected by DMC Firewall!