Menu

Perdamaian Pekerja Indonesia di Chung-Li

 

Perselisihan antara tenaga kerja Indonesia dengan membawa nama daerahnya masing-masing yang sering terjadi akhir-akhir ini, membuat khawatir berbagai pihak. Oleh karena itu pihak Kantor dagang dan Ekonomi Indonesia berinisiatif untuk melakukan dialog yang mempertemukan beberapa kelompok tersebut. Maka pada tanggal 23 November 2008 yang lalu atas prakarsa KDEI-Taipei dan tokoh pemuda Indonesia diadakanlah pertemuan yang akan membahas masalah perselisihan yang sering terjadi selama ini. Pertemuan yang berlangsung di salah satu rumah makan Indonesia di Chung-Li ini dihadiri oleh kurang lebih 70 orang Tenaga Kerja Indonesia dan dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia Suwarno Budisusetyo didamping bagian Tenaga Kerja KDEI-Taipei Pangkuh Rubiyono.

Pada akhirnya pada pertemuan ini disepakati agar sesama Warga Indonesia di Taiwan untuk dapat menjaga nama baik Indonesia dengan bekerja dengan baik dan selalu mengedepankan musyawarah apabila ada masalah diantara satu dengan lainnya dengan tidak membawa nama masing-masing daerah darimana mereka berasal. Pereslisihan juga sering terjadi diawali dengan minum-minuman keras, oleh karena itu dihimbau juga untuk menghindari minuman keras dan barang yang memabukkan lainnya.


Read more...

RTI jembatan komunikasi bagi Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan

Pada tanggal 13 November lalu Kepala KDEI Suhartono ditemani oleh Kepala Bagian Tata Usaha Fauzi Muchtar dan Kepala Bidang Imigrasi AdeGagah Aziz, berkesempatan mengunjungi Radio Taiwan Internasional atau RTI memenuhi undangan dari pihak RTI. Agenda pertemuan pada hari itu adalah perkenalan kepala RTI yang baru yang sekarang dijabat oleh Mrs. Alice Huei-eu Kao.

 



Sebelum menjabat sebagai Kepala RTI, Mrs. Kao sebelumnya bekerja di kantor surat kabar United Daily News selama 20 tahun dan jabatan dan jabatannya di RTI saat ini merupakan yang pertama di bidang penyiaran. Pada kesempatan ini Mrs. Kao meminta dukungan dan kerjasamanya dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia dalam kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan Indonesia, karena tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini pendengar asal Indonesia adalah salah satu pendengar yang paling banyak di RTI.

 



Beberapa kegiatan yang telah dilakukan RTI dengan para pendengar asal Indonesia antara lain temu pendengar di beberapa kota di Taiwan seperti Tainan, Taipei, dan Kaosiung, pembentukan RTI Fans Club (RTIFC), dan Pentas Lomba Nyanyi TKA Sejuta Bintang. Pada bulan Desember ini juga akan di lakukan temu pendengar dengan pendengar di Indonesia yang tempatnya masih akan ditentukan nanti.

 



Setelah pertemuan dengan Kepala RTI, selanjutnya rombongan KDEI diajak melihat berkeliling ke kantor RTI dan berkesempatan bertemu dan berbincang-bincang dengan sejumlah penyiar RTI siaran Indonesia. Acara dilanjutkan dengan sesi wawancara Kepala KDEI; Bapak Suhartono dengan salah satu penyiar RTI siaran Indonesia Tomy Thamsir yang nantinya akan disiarkan secara tunda di siaran RTI berbahasa Indonesia.

 



RTI sendiri memulai siaran bahasa Indonesia sejak 1957 dan saat ini minat dan perhatian para pendengar terhadap RTI terutama siaran Bahasa Indonesia sangat besar, terbukti dengan banyaknya surat maupun email yang masuk, baik dari Indonesia, Taiwan maupun belahan dunia lainnya. Mengikuti perkembangan di Indonesia, dan menyampaikan gambaran tentang Taiwan kepada para pendengar di Indonesia, memberikan informasi penting dan hiburan bagi Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan, bahkan menjadi jembatan komunikasi bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ada di Taiwan dengan keluarga mereka yang ada di tanah air merupakan suatu tugas yang mulia yang diemban RTI.

 



Mengingat peran dan fungsinya yang penting, maka KDEI telah lama menjalin hubungan yang baik dengan RTI terutama dalam hal pembinaan para Tenaga Kerja Indonesia yang berada di Taiwan. Bapak Suhartono berharap di waktu yang akan datang kerjasama antara KDEI dapat terus ditingkatkan.



Read more...

Halal Bihalal Masyarakat Muslim Indonesia di Taiwan 2008

Pada hari minggu tanggal 5 Oktober 2008, tepatnya di taman Da-an Taipei dalam rangka merayakan Hari raya Idul Fitri 1429H maka dilaksanakan acara Halal Bihalal Masyarakat Muslim Indonesia di Taiwan.


Meskipun perayaan Hari raya Idul Fitri untuk wilayah Taipei dan sekitarnya berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan oleh pihak Masjid Besar Taipei telah jatuh pada hari Selasa 30 September 2008, tidak menyurutkan minat masyarakat Indonesia yang berada di Taiwan untuk datang ke Taman Da-an pada hari itu. Tentunya karena pelaksanaan acara ini di laksanakan pada hari minggu yang merupakan hari libur sebagian besar masyarakat Indonesia di taiwan,


Penyelenggaraan acara Halal Bihalal ini merupakan kegiatan tahunan yang diprakarsai oleh Majelis Taklim Yasin Taipei (MTYT) bekerjasama dengan Chinese Muslim Association, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia dan Depnaker Taipei; dan pada tahun ini telah memasuki tahun penyelenggaraan ketiga. Seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya yang selalu menampilkan ulama dari Indonesia, pada tahun ini Bapak K.H. Hasyim Muzadi akan tampil sebagai pembicara atau penceramah.


Acara dimulai dengan sambutan Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Bapak Suhartono. Pada sambutannya Bapak Suhartono sekali lagi mengingatkan kepada segenap masyarakat Indonesia untuk bekerja dengan baik sesui dengan tujuannya datang ke Taiwan dan memanfaatkan segala pengalaman dan pengetahuan yang didapat selama bekerja di Taiwan untuk dimanfaatkan dengan baik ketika kembali ke Indonesia nanti.


K.H. Hasyim Muzadi pada ceramahnya berpesan “Jika kita hidup di negeri orang, taatilah hukum yang ada. Selagi hukum yang ada tidak bertentangan dengan agama, kita harus patuhi.” Pada kesempatan ini pula K.H. Hasyim Muzadi yang juga Ketua Umum PBNU meresmikan kepengurusan baru di luar negeri atau Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) di Taiwan. Ikut dalam rombongan Bapak K.H. Hasyim Muzadi antara lain Wakil Katib Syuriyah PBNU Masrur Ainun Najih, Direktur GCN Sdn Bhd Malaysia Henry Supanny, dan Emha Nabil Haroen sendiri yang juga pengurus Lajnah Ta'lif wan Nasyr (LTN) NU Jatim dan Pemred Majalah Misykat Pondok Pesantren Lirboyo.


Menjelang waktu Dzuhur Bapak K.H. Hasyim Muzadi mengakhiri ceramahnya dan meninggalkan panggung acara di Taman Da-an untuk melakukan sholat dzuhur di Masjid Besar Taipei, setelah itu acara di lanjutkan dengan dialog antara masyarakat muslim Indonesia di Taiwan dengan Bapak Hasyim MUzadi. Sedangkan acara di Taman Da-an sediri di lanjutkan dengan penampilan grup-grup musik qasidah yang datang dari berbagai organisasi muslim Indonesia di penjuru Taiwan membawakan musik-musik bernuansa islami.


Beberapa kesenian budaya Indonesia juga ditampilkan dalam kesempatan ini antara lain tarian daerah, kesenian angklung dan lagu bengawan solo. Disela-sela acara diadakan pemberian hadiah yang disediakan oleh sponsor.


Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

Our website is protected by DMC Firewall!