Menu

Pariwisata (77)

TCC Kemenpar: 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) Terdampak Gempa di Sulawesi Tengah

Jakarta 29 September 2018 — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Tim Crisis Center (TCC) melakukan monitoring dan pendataan terkait dampak gempa terhadap ekosistem pariwisata di Sulawesi Tengah yang terjadi Jumat (28/9) kemarin. 

Dari hasil pemantauan awal, diketahui tiga hal utama terkait pariwisata, yakni 3A yang terdiri dari atraksi, amenitas, dan aksesibilitas di Kota Palu dan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah terkena dampak gempa.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti, mengatakan, salah satu atraksi yang terdampak adalah Pantai Talise yang terkena terjangan gelombang tsunami.

"Daya tarik pantai Talise terdampak karena diterjang tsunami, namun untuk atraksi yang berbasis budaya belum terdata dan sedang dalam upaya koordinasi," ujar Guntur Sakti yang juga Ketua Tourism Crisis Center (TCC) Kemenpar, Sabtu (29/09).

Saat gempa terjadi, Kemenpar tengah mendukung pelaksanaan Festival Palu Nomoni yang menjadi salah satu Calendar of Event (CoE) Nasional. Namun saat itu juga diputuskan pelaksanaan Festival Palu Nomoni dibatalkan, begitu juga dengan rangkaian peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) yang berlangsung di Kota Palu sejak 29 September hingga 03 Oktober 2018 mendatang.

"Info panitia HHD dibatalkan, dan atraksi buatan lainnya dalam upaya koordinasi. TCC juga akan terus memperbaharui informasi secara berkala untuk melaporkan perkembangan ekosistem pariwisata," ujar Guntur Sakti.

Sementara terkait aksesibilitas, untuk transportasi udara Bandara Mutiara SIS Al Jufrie Kota Palu ditutup sampai dengan tanggal 29 September 2018 pukul 19.20 WITA berdasarkan pengumuman resmi AirNav Indonesia NOTAM No. H0737/18 tanggal 28 September 2018 yang menjelaskan terjadi kerusakan pada Tower ATC.

Berdasarkan pantauan, dari sepanjang 2.500 meter runway bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu, 500 meter retak dan Tower ATC lantai 4 runtuh. "Tim Kemenhub akan membawa alat navigasi baru pukul 08.00 WITA berangkat dari Makassar," ujar Guntur, merujuk pada sumber dari UPT Kemenhub Palu.

Namun kondisi bandara lain di sekitar Kota Palu seperti Bandara Jalaludin - Gorontalo, Bandara Kasiguncu - Poso, Bandara Tj. Api Ampana Kab. Tojo Una-Una masih dalam kondisi aman.

"Untuk transportasi laut, Pelabuhan Pantoloan Palu dan Pelabuhan Donggala belum terdata karena jaringan komunikasi terputus, Pelabuhan Ampana dan Luwuk aman. Pelabuhan Ogoamas retak di talud dan terjadi pergeseran dermaga ke sisi kanan sepanjang 3 cm," ujarnya.

Untuk akses darat, jembatan Vatulemo yang merupakan ikon kota Palu rusak karena tsunami. Lokasi ini berdekatan dengan pantai Talise. Sedangkan akses jalan darat menuju Palu cuma ada dua, lewat Mamuju atau lewat Poso. Sebenarnya ada bandara terdekat menuju Palu yaitu bandara Tanjung Api Ampana atau Bandara Kasiguncu Poso. Namun jalur yang melewati Poso, jalannya terputus di Parigi dan di Kebun Kopi. Jadi satu-satunya jalan darat adalah lewat Mamuju. 

Lebih lanjut Guntur menyampaikan, dari pendataan informasi awal TCC juga diketahui gempa memberikan dampak pada amenitas. Sedikitnya ada 270 kamar hotel yang rusak dan terdampak.

"Santika Palu Hotel ada 140 kamar terdampak, Mercure Palu Hotel 130 kamar terdampak. Akomodasi terdampak lainnya masih dalam penelusuran data tingkat kerusakan," ujar Guntur.

Guntur memastikan TCC Kemenpar akan terus bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam penanganan dampak gempa di Sulawesi Tengah. 

"TCC Kemenpar juga telah membuat Holding Statement dan menyebarluaskannya kepada berbagai pihak seperti Visit Indonesia Tourisme Officer (VITO) serta pihak kedutaan besar," ujar Guntur.

Sebelumnya Menteri Pariwisata Arief yahya mengatakan Kemenpar mengaktifkan Tourism Crisis Center (TCC) guna memantau akses, amenitas dan atraksi yang terkait langsung dengan wisatawan di Donggala dan sekitarnya.

"Pertama, saya turut prihatin dan berduka yang mendalam atas musibah bencana alam, gempa bumi di Donggala, Sulawesi Tengah," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/09).

Menpar Arief Yahya mengatakan, TCC terus melakukan pemantauan dan pelaporan; memberikan layanan informasi termasuk holding statement ke beberapa negara melalui Visit Indonesia Tourism Officer (VITO); menghentikan seluruh aktivitas promosi di lokasi terdampak; sekaligus memantau kondisi wisatawan dan ekosistem pariwisata (3A) di lokasi terdampak.

  

Contact Person :
PIC TCC Kemenpar
Dessy Ruhati
081221702739
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Read more...

SIARAN PERS KOMBLIK/18/IX/2018

Pemerintah Pastikan Pemulihan Pariwisata di NTB Sesuai Rencana

 

Gili Trawangan, 16 Sept’18— Proses recovery #NTBBangkit dipastikan berjalan sesuai rencana. Pasalnya dua Menteri Kabinet Kerja, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur NTB TGB Zainul Majdi mengawal langsung program pemulihan pariwisata pasca gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Setibanya di Lombok, Minggu (16/9). Menkomar Luhut Binsar Pandjaitan, Menpar Arief Yahya didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi langsung menuju Gili Trawangan melalui dermaga Teluk Nara.

"Pulau ini luar bisa. Saya tidak bayangkan pulau ini bisa menarik turis dengan sangat hebat. Ada 3 hal yang harus disiapkan agar pulau ini menjadi tourist destination. “Pertama, manajemen pengelolaan sampah harus lebih baik dan terintegrasi;Kedua, penataan jalan lingkungan harus dibenahi; dan Ketiga, Jetty/dermaga sandar kapal agar dibuat lebih bagus dan berstandar internasional. Ketiga program tersebut harus  didukung dengan budaya masyarakat lokal yg baik,” ujar Menkomar Luhut B. Pandjaitan saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Normalisasi Pariwisata Pasca Bencana Gempa Lombok di depan Hotel Villa Ombak Gili Trawangan, Minggu (16/9).

Dalam Rakor yang dihadiri, Bupati Lombok Timur, Bupati Lombok Barat, BNPB, BPBD, BMKG, serta seluruh stakeholder pariwisata di NTB Menkomar Luhut juga menyebut, gempa yang terjadi di NTB tidak melulu berbicara tentang musibah. Menurutnya dari musibah yang terjadi ada pelajaran yang bisa dipetik. Semisal di Gili Trawangan sistem sampah di pulau yang menjadi destinasi wisata andalan NTB mempunyai sistem pengelolaan yang masih buruk.

"Sistem sampah di sini jelek. Ini harus diberesakan. TPA Sampah memang saya lihat sudah ada tapi kurang lebar, 3 hektar kalo bisa dan 10 ton perhari. Benchmarknya yang kita lakukan di Labuan Bajo, sampah 150 ton di sana di bawa kedaratan. Kalau pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, pulau ini akan terus lestari," kata Luhut.

Terkait aksesibilitas di Gili juga perlu diperhatikan. Transportasi Cidomo (andong) harus dipertahankan dan dikelola dengan baik. Kemudian lanjut Luhut, pihaknya sudah menyurati Kementerian PUPR untuk memperbaiki jalan. Yang rencananya bulan November 2018 pengerjaanya akan dilakukan.

"Jalannya apakah aspal atau paving blok biar PUPR yang atur bagaimana baiknya. Lalu saya sudah berbicara dengan Kemenhub. Dermaga (Jetty) di sini tidak memenuhi syarat dan standar internasional. Padahal banyak turis yang datang menghasilkan revenue yang besar bagi negara. Masa Jetty-nya tidak memenuhi standar. Rencananya November sudah jalan," tambah Luhut.

Kesempatan yang sama Menteri Pariwisata Arief Yahya juga memastikan tiga strategi recovery NTB berjalan on the track. Pertama terkait Sumber Daya Manusia (SDM) fokusnya ke pelaku pariwisata di NTB. Kedua, pemulihan destinasi dan ketiga yaitu promosi dan pemasaran tetap dilakukan untuk mempromosikan NTB diberbagai kesempatan.

"Untuk Industri pariwisata, OJK telah memberikan relaksasi jasa keuangan. Relaksasi pemulihan dan keringanan pembayaran listrik dan air, retribusi daerah, modal usaha dan dan hutang di bank melalui koordinasi dengan K/L Terkait," kata Menpar Arief Yahya. 

Terkait 3A (atraksi, amenitas, aksesibilitas) pariwisata. Kemenpar juga sudah melakukan koordinasi dan bersurat ke Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk pembenahan Gili.

"Pertama melakukan rehabilitasi terumbu karang yang rusak di perairan 3 Gili dan penataan kembali jalur, trekking Rinjani. Kemudian melakukan Inventarisasi dampak gempa terhadap atraksi pariwisata. Ini memerlukan waktu lama tapi kami terus mendorong," ujarnya.

Dari sisi aksesibilitas, Menpar Arief Yahya juga sudah bersurat ke Kementerian Perhubungan untuk rehabilitasi kerusakan pelabuhan di destinasi yang terdampak. Yang utama adalah perbaikan Pelabuhan Penyeberangan Teluk Nara. Dermaga Gili Trawangan, Dermaga Publik Senggigi, Pelabuhan Wisata Bangsal, Dermaga Gili Air.

"Amenitasnya juga diperhatikan yaitu perbaikan homestay di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Shelter Sembalun, Senaru, dan Tete Batu. Serta perbaikan prasarana lampu jalan sepanjang jalur strategis pariwisata wilayah Senggigi, Lombok Utara dan pembersihan dan penataan 3 Gili," ujar Menpar Arief Yahya.

Gubernur NTB TGB Zainul Majdi juga menyambut baik langkah cepat pemerintah pusat untuk penanganan pasca gempa di NTB. Menurutnya, perlu adanya promosi masif agar sektor pariwisata di NTB cepat bangkit. Semisal di daerah Mataram masih banyak yang digunakan terutama untuk MICE.

“Pariwisata NTB ditengah musibah tetap bisa survive. Kawasan yang tidak terdampak harus kita promosikan untuk menunjukan bahwa Lombok tetap siap menerima wisatawan," pungkasnya. 

 

Guntur Sakti

08127024856 / 081299097620

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kepala Biro Komunikasi Publik

Kementerian Pariwisata

Read more...

SIARAN PERS KOMBLIK/19/IX/2018

Hadir di Trauma Healing, Menpar Arief Yahya Pastikan Kawal Pemulihan Pariwisata NTB

Lombok 16 September 2019 — Komitmen Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya untuk membangkitkan kembali pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) kian terasa. Hal itu dibuktikan langsung saat menghadiri kegiatan Trauma Healing ke pelaku Industri Pariwisata di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB, Minggu (16/09).

“Kalian masyarakat NTB tidak sendiri. Kami pemerintah, terus bersama kalian. Saya berjanji setiap bulan akan berkunjung ke NTB memastikan recovery pariwisata on the track. Saya berharap masyarakat akan segera dapat tersenyum kembali,” kata Menpar Arief Yahya di Gili Trawangan. 

Di depan ratusan pelaku industri pariwisata di Gili Trawangan, Menpar Arief juga mengajak untuk sama-sama menginventarisasi dampak gempa terhadap amenitas pariwisata. Nantinya setelah terdata, Kemenpar akan menginformasikan ke publik jumlah real amenitas di NTB yang tidak terdampak dan siap untuk menerima wisatawan. 

"Saat terjadi bencana, tugas kita memberikan informasi ke publik dengan akurat. Untuk menyatakan aman tidak mudah. Kemenpar mencatat ada 70% amenitas di NTB yang aman untuk dikunjungi dan ditempati," ujar Menpar Arief Yahya. 

Setelah diinformasikan, lanjut Menpar Arief Yahya, Kemenpar sendiri yang berjanji setiap kegiatan di lingkungan Kementerian diprioritaskan untuk diselenggarakan di Lombok. 

"Semua akan diadakan di sini untuk meyakinkan wisatawan jika NTB telah siap. Bantu saya untuk menginventarisasi. Bahwa hotel-hotel ini sudah dan bisa dikunjungi. Serta melakukan pemulihan hidup normal dalam keadaan normal kembali," ujar Menpar Arief Yahya.

Kemenpar dalam hal ini akan sebagai pionir dalam melakukan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Mataram. Setelah itu diikuti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang juga melakukan kegiatan serupa. Goal-nya meyakinkan wisatawan bahwa tidak semua wilayah NTB terdampak bencana. 

Di penghujung kegiatan Trauma Healing, Menpar Arief Yahya menghibur para korban bencana dengan membawakan satu tembang lagu milik Band Amtenar. "Lombok I Love You, manjakan aku dengan alammu. Lombok I Love You semai Rinduku untuk kembali lagi". Semua penonton yang hadir ikut bernyanyi dan berjoget dengan Lantunan musik reggae itu. 

"Saya ingin NTB harus Bangkit. Bali itu recovery 6 bulan. Saya harapkan November selesai dan Januari 100% NTB Bangkit," kata Menpar Arief Yahya.

Gili Terawangan pun sudah mulai bebenah, baik masyarakat setempat dan industri pariwisata sudah mulai membuka tempat wisatanya. Wisatawan pun sudah mulai banyak berdatangan, hal tersebut menunjukkan bahwa geliat wisata di Lombok khususnya Gili Trawangan mulai bangkit dan kembali normal.

Diakhir kunjungan kerjanya, Menpar AY beserta jajaran Kemenpar didampingi Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wiryawan, melakukan peninjauan ke area ITDC Mandalika.

Menpar Arief Yahya meninjau area kios cinderamata untuk UKM, dan fasilitas pantai The Mandalika di ITDC. “Saya sangat mengapresiasi progres ITDC dalam pengembangan Area Kios Cinderamata untuk UMKM, dikerjakan dengan cukup serius, terutama pengembangan area hijau di lingkungan ITDC” ujar Menpar Arief.

Dalam pengembangannya area tersebut ditargetkan bisa diresmikan pada 28 Oktober 2018 bersamaan dengan hari Sumpah Pemuda dan sekaligus menyambut TNI Marathon pada 4 November 2018.

Menpar juga memberikan arahan kepada ITDC agar memberikan keringanan pembayaran bagi UKM penyewa kios selama periode awal sewa. Hal tersebut penting dilakukan untuk pengembangan sektor UKM Pariwisata di Mandalika. Peninjauan Menpar di area Mandalika diakhiri dengan peninjauan fasilitas di pantai The Mandalika.

Guntur Sakti

08127024856 / 081299097620

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kepala Biro Komunikasi Publik

Kementerian Pariwisata

Read more...

KDEI Taipei Menghadiri Sales Mission 2018

Taipei 11 Mei 2018 - Kepala KDEI, Bpk.Robert James Bintaryo didampingi oleh Kepala Bagian Administrasi, Bpk.Tri Djuliyanto,  menghadiri dan memberikan sambutan serta sekaligus mengakhiri rangkaian acara Sales Mission yang diselenggarakan oleh  Kementerian Pariwisata yang diadakan di 3 kota, yaitu, Taipei, Taichung, dan Kaohsiung. 

Dalam kata sambutannya Kepala KDEI menyampaikan bahwa hubungan people to people antara masyarakat Indonesia dan Taiwan sudah terjalin baik sejak lama, beliau berharap dengan adanya kerja sama antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan Taiwan ini akan  mampu lebih lagi mendorong kunjungan wisata masyarakat Taiwan ke Indonesia ataupun sebaliknya.

Sales Mission yang berkonsep B to B dan yang dilakukan dalam rangka pencapaian target Kementerian Parwisata mendatangkan 240.000 wisatawan Taiwan ke Indonesia pada tahun ini, diikuti oleh 5 pelaku Industri pariwisata Indonesia dan sekitar 150 orang pelaku industri pariwisata di Taiwan termasuk tamu undangan.

Read more...

KDEI Hadiri Indonesia Culture Exhibition di NTUST

Pembukaan Art Performance Indonesian Culture Exhibition 2018. Kegiatan ICE diselenggarakan oleh PPI NTUST, dan berlangsung setahun sekali. Tujuan kegiatan ini untuk mempromosikan budaya Indonesia ke dunia luar.  Supaya penonton bukan hanya orang Indonesia, panitia memberikan beberapa doorprize dari sponsor seperti IPAD, Sepeda, dan Smartphone.

Read more...

Kepala KDEI menghadiri sekaligus membuka acara Consumer Selling di Mall Miramar, Taipei

Kepala KDEI Taipei, Robert James Bintaryo yang di dampingin Plt. Kabid Pariwisata (Kabag Administrasi) dan Kasubag Prokon  menghadiri sekaligus membuka acara Consumer Selling di Mall Miramar, Taipei. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama KDEI Taipei dan Kementerian Pariwisata dengan bentuk kegiatan promosi pariwisata yang diadakan di area publik seperti mall dan pusat perbelanjaan. Promosi dilakukan  dengan melakukan penjualan langsung produk wisata Indonesia oleh industri pariwisata lokal Taiwan, serta memberikan pemahaman mengenai pariwisata Indonesia. Program kegiatan ini selain promosi wisata juga mempertunjukkan kesenian Indonesia, photo corner dan doorprize bagi para pengunjung yang datang ke Stand Indonesia. Acara ini berlangsung tanggal 16 dan 17 Desember 2017.

Read more...

KDEI Taipei Hadiri Pembukaan Acara Indonesia Sales Mission 2017 di Taipei Garden Hotel

(14/12/17) Kegiatan Sales Mission  merupakan kegiatan promosi pariwisata yang bersifat business to business yang mempertemukan industri pariwisata Indonesia dengan pelaku industri pariwisata Taiwan dalam menjual paket wisata Indonesia,  sehingga dapat terjadi transaksi penjualan paket-pakat wisata ke seluruh destinasi yang ada di Indonesia. 

Sales Mission  ini merupakan kerjasama antara Kementerian Pariwisata dengan KDEI Taipei dalam rangka mempromosikan budaya dan destinasi wisata Indonesia di Taiwan, dengan harapan dapat menumbuhkan minat wisatawan Taiwan untuk berkunjung ke Indonesia.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd