Menu

Indonesia Investment Business Forum

KDEI Taipei bekerjasama dengan Taichung City Government pada tanggal 14 November 2016 telah mengadakan Indonesia Investment Business Forum Kantor Taichung City Government yang dihadiri sekitar 61 pengusaha dari berbagai perusahaan di Taiwan khususnya dari Kota Taichung. 

Kegiatan ini bertujuan untuk merespon Industrial Development and Investment Promotion Committee of Taichung City (IDIPC) yang bermaksud membangun kawasan industri khusus untuk investor Taiwan di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk merespon tingginya minat investasi dari perusahaan di kota Taichung. 

Acara dibuka oleh Bapak Wakil Kepala KDEI yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa masih banyak ruang untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Taiwan, dan dapat diwujudkan melalui kerjasama pada sektor swasta. Usaha-usaha yang dilakukan untuk memajukan hubungan Indonesia-Taiwan akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kedua pihak yang pada akhirnya menuju kesejahteraan bagi rakyat.

Kemudian dilanjutkan sambutan dari Deputy Mayor of Taichung, yang menyampaikan bahwa sehubungan dengan adanya Taiwan New Southbound Policy maka Indonesia merupakan pasar yang besar dan partner yang sangat potensial bagi Taiwan. Pemerintah kota Taichung bersama dengan KDEI siap memfasilitasi investor dari Taichung yang akan berinvestasi ke Indonesia.

Pembicara pembicara dari KDEI yaitu Kepala Bidang Perdagangan, Investasi, dan Industri yang memaparkan peluang dan potensi investasi di Indonesia.

Kepala Bidang Perdagangan menyampaikan statistik perdagangan antara Indonesia dan Taiwan, produk unggulan Indonesia, fasilitasi yang dilakukan KDEI dan penjelasan mengenai Trade Expo Indonesia.

Kepala Bidang Investasi menyampaikan potensi investasi, paket kebijakan ekonomi, insentif perpajakan dan deregulasi yang terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Kepala Bidang Industri menyampaikan kebijakan di bidang industri, sektor-sektor prioritas beserta data penunjang dan insentif yang diberikan.

Pada sesi tanya jawab, forum berjalan cukup interaktif di mana banyak peserta antusias mengajukan pertanyaaan diantaranya mengenai kemudahan layanan 3 jam, visa kerja, partner lokal, insentif pajak, dan kawasan industri. Pasca acara dilanjutkan dengan makan siang dan networking diantara para peserta dan pembicara.

Read more...

Pameran di Kaoshiung, KDEI di Taipei Menghasilkan Kontak Dagang Sebesar USD. 10.79 juta

Kekayaan sumber alam Indonesia berupa produk perikanan dan hasil laut merupakan produk yang santa potensial di Pasar Taiwan terutama stelah diberlakukan maratorium oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada bulan Oktober 2014 permintaan produk tersebut terus meningkat. Disamping produk perikanan,  produk buah-buahan dan sayur mayur permintaannya juga terus meningkat sebagai akibat seringnya terjadi musibah Typhoon dan musim panas yang cukup panjang ditahun 2016 .  Guna mempromosikan serta meningkatkan pangsa pasar produk perikanan dan kelautan serta produk buahdan sayur mayur ke Taiwan, KDEI di Taipei berpartisipasi untuk kedua kalinya pada pameran Taiwan International Fisheries and Seafood Show (TIFSS)  yang yang berlangsung pada tanggal 9-11  Nopember 2016 dan juga Pameran  Taiwan Fruits and Vegetables Show (TFVS) yang berlangsung  pada tanggal 10-12 Nopember 2016 bertempat di Kaoshiung Exhibition Center.

Partisipasi pada pameran TIFSS, KDEI Taipei telah mengundang total 8 perusahaan dari Indonesia yang terdiri dari: PT. Nusantara Alam Bahari, CV. Bintang Mandiri Waskito, PT. Samudra Kencana  Mina, CV. Pacific Harvest, PT. Natural Nutrisi Global, PT. Cahaya Bahari Jakarta, PT. Sukses Jaya Makmur dan PT. Sekar Laut/TIA Enterprise.  Produk-produk perikanan dan kelautan yang dipemerkan  dan banyak diminati pengunjung pada saat pameran berlangsung antara lain seperti ikan marlin, tripang, rumput laut, ikan tenggiri, snack rumput laut, udang, kepiting, ikan layur, cumi, ikan bandeng, lobster, ikan kakap merah,  ranjungan, dan lain sebagainya. Pengunjung dan peminat akan produk Indonesia bukan hanya dari penduduk lokal Taiwan saja, tetapi juga dari berbagai negara seperti: Korea, Hongkong, Vietnam, Filipina, Honduras, Jepang , Australia, Cina, Qatar, Malaysia, Singapura dan juga dari Afrika Selatan. Selama 3 hari pameran TIFSS ini, Indonesia mendapatkan transaksi sebesar US$ 9.78 juta. 

Suasana Kontak Dagang Pada Saat Pameran TIFSS Berlangsung

 
Kepala Bidang Perdagangan, Perwakilan dr Ditjen PEN bersama peserta Taiwan Fruits and Vegetables Show 2016

 

Suasana Kontak dagang Pada Saat pameran TFVS berlangsung

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan April 2016

  Momentum awal tahun, perdagangan Indonesia-Taiwan tercatat USD 641,11 juta, naik 19,68 persen (mom)

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 535,68 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Nopember 2015 yang mencapai USD 645,87 juta, turun 17,06 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya transaksi perdagangan migas sebesar 61,38 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Desember 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 40,32 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Desember 2015 mencapai USD 9,01 milyar, turun 19,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan tahun 2015 secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan. Selain itu, melemahnya nilai tukar NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar sepanjang tahun 2015 juga turut memicu menurunnya tingkat permintaan diantara keduanya.

Relatif meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Januari 2016 berbanding lurus dengan neraca perdagangan yang menujukkan angka surplus bagi Indonesia, yakni sebesar 57,96 persen (mom), mencapai USD 165,25 juta, namun bila dibandingkan bulan Januari 2015 mengalami penurunan sebesar 61,47 persen (yoy), yang pada bulan Januari 2015 mencapai USD 428,93 juta. Peningkatan pada Januari 2016 tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan migas yang mencapai 153,67 persen (mom). 

Meski penurunan yang terjadi di tahun 2015 berakibat dari tekanan ekonomi, namun pada Januari 2016 dapat ditinjau adanya pergerakkan positif dalam neraca perdagangan Indonesia-Taiwan. KDEI- Taipei akan terus-menurus melakukan pengembangan dan penajaman fokus pada sejumlah faktor pendorong pertumbuhan perdagangan antara Indonesia-Taiwan, seperti Letter of Intent antara KDEI dan TETO yang ditandatangani pada 11 Maret 2016 lalu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia-Taiwan sehingga dapat mencapai kembali nilai perdagangan sesuai dengan yang telah ditargetkan. 

 

Nilai ekspor Indonesia ke Taiwan pada bulan Januari 2016 mencapai USD 403,18 juta, atau naik 25,94 persen dibandingkan nilai Desember 2015 (mom), namun turun 15,37 persen dibanding bulan Januari 2015 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 72,19 persen terhadap nilai ekspor. Meningkatnya performa ekspor Indonesia bulan Januari 2016 dipengaruhi oleh peningkatan kinerja baik ekspor migas (naik 150,86 persen) maupun non migas yang naik 5,67 persen (mom). Meski nilai ekspor Indonesia ke Taiwan sejak September 2015 terus mengalami penurunan, akan tetapi dapat dilihat adanya kemajuan postif yang terjadi pada bulan Januari 2016 pada nilai ekspor migas dan non migas, dan diharapkan akan menjadi momentum untuk terus meningkat.

Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Januari 2016 mencapai USD 237,93 juta, atau naik 10,39 persen dibanding bulan Desember 2015 (mom). Apabila dibandingkan dengan Januari 2015, impor Indonesia turun sebesar 15,37 persen (yoy). 

Bertambahnya permintaan produk migas dari Indonesia berkontribusi besar akan kenaikan total impor Indonesia dari Taiwan pada Januari 2016 sebesar 49,06 persen (mom). Sedangkan kenaikan total impor Indonesia dari Taiwan akan produk non migas berperan sebesar 10,18 persen (mom). 

 

Perkembangan Investasi 

Komitmen investasi di bulan Februari 2016 sebesar USD 26,3 milyar atau naik 167% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut diperoleh dari izin prinsip PMDN sebesar USD 5,5 milyar (naik 66%) dan izin prinsip PMA sebesar USD 20,8 milyar yang juga meningkat 218% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, terkait dengan distribusi lokasi komitmen investasi, tercatat Sulawesi menjadi penyumbang terbesar komitmen investasi sebanyak 66% dengan nilai investasi sebesar USD 17,4 milyar, kemudian diikuti oleh Sumatera dengan nilai komitmen investasi sebesar USD 5,3 milyar. Selanjutnya posisi ketiga adalah Jawa dengan kontribusi USD 2,9 milyar, Kalimantan di posisi keempat dengan nilai komitmen USD 370,4 juta, Papua dan Maluku di posisi keenam sebesar USD 251,9 juta dan terakhir Bali, Nusa Tenggara dengan nilai komitmen USD 37 juta.

Sepanjang bulan Maret 2016, tim ekonomi KDEI Taipei (meliputi perdagangan, industri, dan investasi) telah melaksanakan beberapa aktivitas, yaitu kunjungan ke beberapa perusahaan, pertemuan dengan pelaku usaha asal Taiwan, serta pertemuan dengan pelaku usaha dan perbankan asal Indonesia yang sedang menjajaki peluang bisnis di Taiwan, diantaranya pertemuan dengan Apex Precision Technology Corp, Hung Shen Propeller, Shin Chin Industrial Co. Ltd., Yi Cheng Rubber, dan Small and Medium Enterprise Administration (SMEA) MOEA.

 

Perkembangan Pariwisata Februari 2016 

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia pada bulan Februari 2016 mencapai 16.789 orang, atau naik 34,98 persen dibanding bulan Januari 2016, namun turun 2,09 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Februari 2016 mencapai 13.766 orang, atau turun 3,00 persen dibanding bulan Januari 2016 dan turun 8,74 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

 

Penanganan Ketenagakerjaan

 

1.TKI a.n Ellysabet Sami

        Salah satu TKI a.n Ellysabet Sami, turut menjadi korban meninggal dalam musibah gempa bumi di Tainan, 6 Februari 2016 lalu. Setelah melewati beberapa tahap identifikasi dan pengurusan dokumen pemulangan jenazah, pada tanggal 23 Maret 2016, KDEI Taipei memenuhi panggilan Taiwan Tainan District Prosecutors Office yang menggelar persidangan untuk mengeluarkan surat kematian resmi alm. Ellysabet Sami. Setelah persidangan, KDEI Taipei menerima surat kematian dimaksud dan jenazah telah dapat dipulangkan ke Indonesia.

      Setelah mendapatkan kepastian dari maskapai penerbangan, selanjutnya jenazah telah dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 27 Maret 2016, dengan penerbangan China Airlines CIO761, nomor kargo 297- 57547615 dari Taoyuan International Airport pukul O8.45 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 13.10 WIB.

 

2.TKI a.n Dindi

       TKI a.n Dindi (bekerja sebagai ABK Nelayan) tenggelam dan hilang dalam insiden tabrakan dengan kapal kargo milik perusahaan Wan Hai Ltd di perairan Kezailiao, Kaohsiung tanggal 29 Februari 2016 lalu. Hingga kini, upaya pencarian terhadap ABK belum membuahkan hasil.

      Usai terjadinya musibah tersebut, KDEI Taipei telah melakukan koordinasi dengan pihak agensi Chiun Da Development Co., Ltd sebagai agensi yang menempatkan ABK ke Taiwan, Kaohsiung Coast Guard, Depnaker Kaohsiung, serta perusahaan Wan Hai Ltd. 

        Pada tanggal 31 Maret 2016, telah dilakukan mediasi yang difasilitasi oleh Depnaker Kaohsiung dengan memanggil pihak agensi, majikan ABK, perwakilan perusahaan Wan Hai Ltd, dan Kaohsiung Coast Guard, untuk bertemu dengan KDEI Taipei membahas hak-hak bagi alm. Dindi.

      Pada pertemuan tersebut disepakati bahwa pihak majikan akan menyelesaikan seluruh hak ABK berupa gaji dan asuransi. Adapun perusahaan Wan Hai Ltd akan bertanggung jawab memberikan santunan kepada ahli waris ABK yang besarannya masih didiskusikan di pihak internal perusahaan Wan Hai dengan memperhatikan saran dan masukan dari KDEI Taipei, agensi ABK, majikan ABK, dan Depnaker Kaohsiung.

 

3. Pelatihan Tour Guide

       Pada tanggal 10 April 2016, KDEI Taipei kembali menggelar Pelatihan Tour Guide Tingkat Dasar Berbahasa Mandarin bagi TKI di Taiwan. Tujuan pelatihan adalah untuk memberikan pengetahuan dasar serta pemahaman tentang pemandu wisata kepada para TKI, sehingga diharapkan setelah setelah kembali ke Indonesia bisa menekuni dan berprofesi pemandu wisata berbahsa mandarin.

 

 

 ------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd