Menu

Pameran di Kaoshiung, KDEI di Taipei Menghasilkan Kontak Dagang Sebesar USD. 10.79 juta

Kekayaan sumber alam Indonesia berupa produk perikanan dan hasil laut merupakan produk yang santa potensial di Pasar Taiwan terutama stelah diberlakukan maratorium oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada bulan Oktober 2014 permintaan produk tersebut terus meningkat. Disamping produk perikanan,  produk buah-buahan dan sayur mayur permintaannya juga terus meningkat sebagai akibat seringnya terjadi musibah Typhoon dan musim panas yang cukup panjang ditahun 2016 .  Guna mempromosikan serta meningkatkan pangsa pasar produk perikanan dan kelautan serta produk buahdan sayur mayur ke Taiwan, KDEI di Taipei berpartisipasi untuk kedua kalinya pada pameran Taiwan International Fisheries and Seafood Show (TIFSS)  yang yang berlangsung pada tanggal 9-11  Nopember 2016 dan juga Pameran  Taiwan Fruits and Vegetables Show (TFVS) yang berlangsung  pada tanggal 10-12 Nopember 2016 bertempat di Kaoshiung Exhibition Center.

Partisipasi pada pameran TIFSS, KDEI Taipei telah mengundang total 8 perusahaan dari Indonesia yang terdiri dari: PT. Nusantara Alam Bahari, CV. Bintang Mandiri Waskito, PT. Samudra Kencana  Mina, CV. Pacific Harvest, PT. Natural Nutrisi Global, PT. Cahaya Bahari Jakarta, PT. Sukses Jaya Makmur dan PT. Sekar Laut/TIA Enterprise.  Produk-produk perikanan dan kelautan yang dipemerkan  dan banyak diminati pengunjung pada saat pameran berlangsung antara lain seperti ikan marlin, tripang, rumput laut, ikan tenggiri, snack rumput laut, udang, kepiting, ikan layur, cumi, ikan bandeng, lobster, ikan kakap merah,  ranjungan, dan lain sebagainya. Pengunjung dan peminat akan produk Indonesia bukan hanya dari penduduk lokal Taiwan saja, tetapi juga dari berbagai negara seperti: Korea, Hongkong, Vietnam, Filipina, Honduras, Jepang , Australia, Cina, Qatar, Malaysia, Singapura dan juga dari Afrika Selatan. Selama 3 hari pameran TIFSS ini, Indonesia mendapatkan transaksi sebesar US$ 9.78 juta. 

Suasana Kontak Dagang Pada Saat Pameran TIFSS Berlangsung

 
Kepala Bidang Perdagangan, Perwakilan dr Ditjen PEN bersama peserta Taiwan Fruits and Vegetables Show 2016

 

Suasana Kontak dagang Pada Saat pameran TFVS berlangsung

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan April 2016

  Momentum awal tahun, perdagangan Indonesia-Taiwan tercatat USD 641,11 juta, naik 19,68 persen (mom)

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 535,68 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Nopember 2015 yang mencapai USD 645,87 juta, turun 17,06 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya transaksi perdagangan migas sebesar 61,38 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Desember 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 40,32 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Desember 2015 mencapai USD 9,01 milyar, turun 19,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan tahun 2015 secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan. Selain itu, melemahnya nilai tukar NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar sepanjang tahun 2015 juga turut memicu menurunnya tingkat permintaan diantara keduanya.

Relatif meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Januari 2016 berbanding lurus dengan neraca perdagangan yang menujukkan angka surplus bagi Indonesia, yakni sebesar 57,96 persen (mom), mencapai USD 165,25 juta, namun bila dibandingkan bulan Januari 2015 mengalami penurunan sebesar 61,47 persen (yoy), yang pada bulan Januari 2015 mencapai USD 428,93 juta. Peningkatan pada Januari 2016 tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan migas yang mencapai 153,67 persen (mom). 

Meski penurunan yang terjadi di tahun 2015 berakibat dari tekanan ekonomi, namun pada Januari 2016 dapat ditinjau adanya pergerakkan positif dalam neraca perdagangan Indonesia-Taiwan. KDEI- Taipei akan terus-menurus melakukan pengembangan dan penajaman fokus pada sejumlah faktor pendorong pertumbuhan perdagangan antara Indonesia-Taiwan, seperti Letter of Intent antara KDEI dan TETO yang ditandatangani pada 11 Maret 2016 lalu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia-Taiwan sehingga dapat mencapai kembali nilai perdagangan sesuai dengan yang telah ditargetkan. 

 

Nilai ekspor Indonesia ke Taiwan pada bulan Januari 2016 mencapai USD 403,18 juta, atau naik 25,94 persen dibandingkan nilai Desember 2015 (mom), namun turun 15,37 persen dibanding bulan Januari 2015 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 72,19 persen terhadap nilai ekspor. Meningkatnya performa ekspor Indonesia bulan Januari 2016 dipengaruhi oleh peningkatan kinerja baik ekspor migas (naik 150,86 persen) maupun non migas yang naik 5,67 persen (mom). Meski nilai ekspor Indonesia ke Taiwan sejak September 2015 terus mengalami penurunan, akan tetapi dapat dilihat adanya kemajuan postif yang terjadi pada bulan Januari 2016 pada nilai ekspor migas dan non migas, dan diharapkan akan menjadi momentum untuk terus meningkat.

Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Januari 2016 mencapai USD 237,93 juta, atau naik 10,39 persen dibanding bulan Desember 2015 (mom). Apabila dibandingkan dengan Januari 2015, impor Indonesia turun sebesar 15,37 persen (yoy). 

Bertambahnya permintaan produk migas dari Indonesia berkontribusi besar akan kenaikan total impor Indonesia dari Taiwan pada Januari 2016 sebesar 49,06 persen (mom). Sedangkan kenaikan total impor Indonesia dari Taiwan akan produk non migas berperan sebesar 10,18 persen (mom). 

 

Perkembangan Investasi 

Komitmen investasi di bulan Februari 2016 sebesar USD 26,3 milyar atau naik 167% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut diperoleh dari izin prinsip PMDN sebesar USD 5,5 milyar (naik 66%) dan izin prinsip PMA sebesar USD 20,8 milyar yang juga meningkat 218% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, terkait dengan distribusi lokasi komitmen investasi, tercatat Sulawesi menjadi penyumbang terbesar komitmen investasi sebanyak 66% dengan nilai investasi sebesar USD 17,4 milyar, kemudian diikuti oleh Sumatera dengan nilai komitmen investasi sebesar USD 5,3 milyar. Selanjutnya posisi ketiga adalah Jawa dengan kontribusi USD 2,9 milyar, Kalimantan di posisi keempat dengan nilai komitmen USD 370,4 juta, Papua dan Maluku di posisi keenam sebesar USD 251,9 juta dan terakhir Bali, Nusa Tenggara dengan nilai komitmen USD 37 juta.

Sepanjang bulan Maret 2016, tim ekonomi KDEI Taipei (meliputi perdagangan, industri, dan investasi) telah melaksanakan beberapa aktivitas, yaitu kunjungan ke beberapa perusahaan, pertemuan dengan pelaku usaha asal Taiwan, serta pertemuan dengan pelaku usaha dan perbankan asal Indonesia yang sedang menjajaki peluang bisnis di Taiwan, diantaranya pertemuan dengan Apex Precision Technology Corp, Hung Shen Propeller, Shin Chin Industrial Co. Ltd., Yi Cheng Rubber, dan Small and Medium Enterprise Administration (SMEA) MOEA.

 

Perkembangan Pariwisata Februari 2016 

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia pada bulan Februari 2016 mencapai 16.789 orang, atau naik 34,98 persen dibanding bulan Januari 2016, namun turun 2,09 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Februari 2016 mencapai 13.766 orang, atau turun 3,00 persen dibanding bulan Januari 2016 dan turun 8,74 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

 

Penanganan Ketenagakerjaan

 

1.TKI a.n Ellysabet Sami

        Salah satu TKI a.n Ellysabet Sami, turut menjadi korban meninggal dalam musibah gempa bumi di Tainan, 6 Februari 2016 lalu. Setelah melewati beberapa tahap identifikasi dan pengurusan dokumen pemulangan jenazah, pada tanggal 23 Maret 2016, KDEI Taipei memenuhi panggilan Taiwan Tainan District Prosecutors Office yang menggelar persidangan untuk mengeluarkan surat kematian resmi alm. Ellysabet Sami. Setelah persidangan, KDEI Taipei menerima surat kematian dimaksud dan jenazah telah dapat dipulangkan ke Indonesia.

      Setelah mendapatkan kepastian dari maskapai penerbangan, selanjutnya jenazah telah dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 27 Maret 2016, dengan penerbangan China Airlines CIO761, nomor kargo 297- 57547615 dari Taoyuan International Airport pukul O8.45 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 13.10 WIB.

 

2.TKI a.n Dindi

       TKI a.n Dindi (bekerja sebagai ABK Nelayan) tenggelam dan hilang dalam insiden tabrakan dengan kapal kargo milik perusahaan Wan Hai Ltd di perairan Kezailiao, Kaohsiung tanggal 29 Februari 2016 lalu. Hingga kini, upaya pencarian terhadap ABK belum membuahkan hasil.

      Usai terjadinya musibah tersebut, KDEI Taipei telah melakukan koordinasi dengan pihak agensi Chiun Da Development Co., Ltd sebagai agensi yang menempatkan ABK ke Taiwan, Kaohsiung Coast Guard, Depnaker Kaohsiung, serta perusahaan Wan Hai Ltd. 

        Pada tanggal 31 Maret 2016, telah dilakukan mediasi yang difasilitasi oleh Depnaker Kaohsiung dengan memanggil pihak agensi, majikan ABK, perwakilan perusahaan Wan Hai Ltd, dan Kaohsiung Coast Guard, untuk bertemu dengan KDEI Taipei membahas hak-hak bagi alm. Dindi.

      Pada pertemuan tersebut disepakati bahwa pihak majikan akan menyelesaikan seluruh hak ABK berupa gaji dan asuransi. Adapun perusahaan Wan Hai Ltd akan bertanggung jawab memberikan santunan kepada ahli waris ABK yang besarannya masih didiskusikan di pihak internal perusahaan Wan Hai dengan memperhatikan saran dan masukan dari KDEI Taipei, agensi ABK, majikan ABK, dan Depnaker Kaohsiung.

 

3. Pelatihan Tour Guide

       Pada tanggal 10 April 2016, KDEI Taipei kembali menggelar Pelatihan Tour Guide Tingkat Dasar Berbahasa Mandarin bagi TKI di Taiwan. Tujuan pelatihan adalah untuk memberikan pengetahuan dasar serta pemahaman tentang pemandu wisata kepada para TKI, sehingga diharapkan setelah setelah kembali ke Indonesia bisa menekuni dan berprofesi pemandu wisata berbahsa mandarin.

 

 

 ------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

 

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Februari 2016 : Ekspor Indonesia ke Taiwan Bulan Nopember 2015 Mencapai USD 388,21 juta

  • Published in Berita

Ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 388,21 juta,
mendorong surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 130,55 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 645,87 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Oktober 2015 yang mencapai USD 640,11 juta, naik 0,90 persen. Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya transaksi perdagangan migas sebesar 22,63 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Nopember 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 22,89 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Nopember 2015 mencapai USD 8,47 milyar, turun 18,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan, yang juga diperkuat dengan menurunnya tingkat permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar, yang terjadi hampir sepanjang tahun 2015.

Relatif meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Nopember 2015 tidak berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang turun 32,70 persen (mom), mencapai USD 130,55 juta, dan bila dibandingkan bulan Nopember 2014 mengalami penurunan sebesar 42,80 persen (yoy), yang pada bulan Nopember 2014 mencapai USD 228,25 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh tingginya penurunan neraca perdagangan non migas yang mencapai 47,62 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Nopember 2015 mencapai surplus sebesar USD 2,82milyar, turun 14,56 persen (yoy). KDEI-Taipei terus meningkatkan pertemuan bisnis dan promosi produk Indonesia di Taiwan guna, setidaknya, mencapai nilai perdagangan dan surplus yang sama dengan tahun 2014, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 388,21 juta, atau turun 6,91 persen dibanding bulan Oktober 2015 (mom), dan turun 27,16 persen dibanding bulan Nopember 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 73,39 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya performa ekspor Indonesia bulan Nopember 2015 dipengaruhi oleh menurunnya kinerja baik ekspor migas (turun 9,64 persen) maupun non migas yang turun 5,88 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-Nopember 2015 mencapai USD 5,65 milyar, terkoreksi 17,18 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Nopember 2015 mencapai USD 257,66 juta, atau naik 15,51 persen dibanding bulan Oktober 2015. Apabila dibandingkan dengan Nopember 2014, impor Indonesia turun sebesar 15,43 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada Nopember 2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan minyak (crude) dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 107,16 juta, USD 84,24 juta, dan USD 18,92 juta.

 

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, plastik, dan besi-baja menjadi produk impor terbesar bulan Nopember 2015 dengan nilai masing-masing USD 42,51 juta, USD 40,62 juta, USD 25,67 juta, dan USD 20,91 juta.

 

Perkembangan Investasi 

Realisasi investasi di Indonesia pada tahun 2015 mencapai Rp 545,4 triliun, meningkat sebesar 17,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tersebut terdiri atas realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 179,5 triliun, dan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) adalah sebesar Rp 365,9 triliun. Berdasarkan data tersebut, Taiwan menempati posisi ke-15 sumber investasi di Indonesia dengan nilai setara dengan US$ 107,95 juta.

Selama bulan Januari 2016, dalam rangka memperkuat dan memperluas jejaring kinerja serta menjajaki kemungkinan kerjasama, telah dilakukan kunjungan dan pertemuan dengan sejumlah perusahaan, institusi keuangan (perbankan), serta asosiasi-asosiasi di Taiwan. 

 

Perkembangan Pariwisata Tahun 2015

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia tahun 2015 mencapai 176.478 orang, atau naik 3,63 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan tahun 2015 mencapai 177.712 orang, atau turun 2,73 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia menunjukkan adanya pengaruh promosi pariwisata yang dilakukan KDEI-Taipei yang didorong dengan adanya fasilitas bebas visa kunjungan wisata ke Indonesia bagi warga Taiwan.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Karsini
Pada tanggal 21 Januari 2016, KDEI-Taipei menerima informasi dari agensi Fang Guang Manpower Co., Ltd bahwa TKI a.n Karsini, mengalami sakit gagal ginjal kronis (chronic kidney disease-CKD) stadium 5 dan masih menjalani perawatan di Mackay Memorial Hospital, Taipei, dan hingga kini telah dirawat selama 1 (satu) bulan.

Selanjutnya, pada tanggal 22 Januari 2016, KDEI-Taipei membesuk TKI dimaksud di Mackay Memorial Hospital. Menurut penjelasan tim medis, selama 1 (satu) bulan terakhir, TKI secara rutin menjalani cuci darah sebanyak 3 (tiga) kali dalam seminggu. Lebih lanjut, dengan kondisinya tersebut, ada 2 (dua) opsi untuk menunjang kehidupan TKI yaitu menjalani cuci darah seumur hidup atau donor ginjal. Apabila 2 (dua) opsi tersebut tidak dilakukan, maka dapat membahayakan kondisi TKI.

TKI tersebut telah memahami penjelasan tim medis dengan sakit yang dideritanya. Setelah bermusyawarah dengan keluarga, TKI berkeinginan untuk pulang dan melanjutkan perawatan di Indonesia. Pihak majikan dan agensi menyatakan kesiapannya membantu segala hal yang diperlukan untuk proses kepulangan TKI. Berdasarkan penjelasan tim medis, TKI diperkenankan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat. TKI direncanakan kepulangannya pada awal Februari 2016. KDEI-Taipei telah berkoordinasi dengan instansi terkait di Indonesia sebagai persiapan untuk perawatan lanjutan TKI setibanya di Indonesia.

2.TKI a.n Markus Rudianto

Pada tanggal 18 Januari 2016, KDEI-Taipei telah memenuhi panggilan dari Taiwan Kaohsiung District Prosecutors Office dalam persidangan kasus meninggalnya TKI a.n Markus Rudianto akibat kecelakaan lalu lintas. Persidangan dilakukan untuk mengeluarkan surat kematian alm. Markus Rudianto. Dalam persidangan tersebut, turut hadir pihak agensi Yong Cheng International Exploitative Ltd. Majelis hakim, selanjutnya, mengeluarkan surat kematian resmi alm. Markus Rudianto, dalam hal lain, jenazah telah dapat dipulangkan ke Indonesia.

Setelah mendapat kepastian dari pihak maskapai penerbangan, jenazah telah dipulangkan pada tanggal 30 Januari 2016 dengan pesawat China Airlines CI0761 nomor kargo 297-56473023 dari Taoyuan International Airport pukul 09.15 menuju Bandara Soekarno-Hatta dan tiba sekitar pukul 13.30 WIB.

KDEI-Taipei masih terus melakukan koordinasi dengan pihak agensi terkait pengurusan sisa gaji, asuransi kematian, dan segala sesuatu yang menjadi hak almarhum.

3.Pengambilan Sampel DNA Keluarga ABK Korban Tabrakan Kargo 

Pada tanggal 7 Januari 2016, KDEI-Taipei telah melakukan pertemuan dengan agensi Step Up Manpower Resources yang merupakan agensi ketiga ABK yang hilang dalam musibah tabrakan dengan kapal kargo di Perairan Chuwei, Pantai Utara Taiwan, pada tanggal 18 September 2015 lalu. 

Ketiga ABK tersebut adalah: Tasam, Sanip, dan Kusnali. Pertemuan tersebut membahas permintaan Coast Guard di Hsinchu terkait pengambilan sampel DNA keluarga ketiga ABK yang hingga saat ini jenazahnya belum ditemukan.

Pada tanggal 14 Januari 2016, KDEI-Taipei telah menghubungi perwakilan PT Arafah Bintang Perkasa dan PT Jatim Krida Utama di Indonesia terkait biaya pengambilan sampel DNA keluarga ketiga ABK. Perwakilan kedua PT tersebut menyampaikan seluruh biaya pengambilan sampel DNA ditanggung bersama agensi Step Up Manpower Resources di Taiwan.

Pada tanggal 15 Januari 2016, telah dilakukan pengambilan sampel DNA keluarga ketiga ABK dimaksud. Diperkirakan bulan Februari 2016 ini seluruh sampel DNA telah dapat dikirim ke Taiwan dan disampaikan kepada pihak terkait.

 

Agenda Bulan Februari 2016

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2016, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Februari 2016 adalah sebagai berikut:

1.Pertemuan dengan dunia usaha, Makassar, 1-3 Februari 2016.

2.Penyelenggaraan forum bisnis Exclusive Business Forum, Taipei, M4 Februari 2016.

3.Layanan KDEI Sunday Service, Taipei, 21 Februari 2016.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : merdeka.com

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is a Joomla Security extension!