Menu
Perindustrian

Perindustrian (9)

Perwakilan KDEI Taipei menghadiri 1st Taiwan Indonesia Steel Dialogue di Jakarta.

 

14-15 November 1st Taiwan Indonesia Steel Dialogue telah digelar di Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah dan private sector dari Taiwan dan Indonesia. Steel Dialogue diadakan dengan maksud menjadi satu mutual platform antara Taiwan dan Indonesia khususnya dalam menjalin diskusi dan mencari jalan kluar untuk hambatan dalam industri besi baja kedua belah pihak.

Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Bpk. Ngakan Timur ; Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Bpk. Doddy Rahadi ; Ketua Umum of Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA), Bpk. Mas Wigrantoro Roes Setiyadi; Executive Director IISIA, Bpk. Hidajat Triseputro ; Wakil Kepala KDEI Taipei, Bpk. Siswadi ; Kepala bidang Industri, Bpk. Syahroni Ahmad dan beberapa perwakilan dari pemerintahan dan private sector lainnya (Krakatau Steel Tbk., PT. Moon Lion, etc) dengan total 26 orang perwakilan dari Indonesia.  

Delegasi dari pihak Taiwan dipimpin oleh Deputy Director General, Mr. GJ Lee; Chairman of Taiwan Steel & Iron Industries Association (TSIIA), Mr. Horng-Nan Lin; Secretary General of TSIIA, Mr. Alex Shen; Kepala Taiwan Economic and Trade Office Jakarta, Mr. John C. Chen dan beberapa perwakilan dari pemerintahan dan private sector lainnya (China Steel Corp., Chung Hung Steel, Yieh Hui Enterprise Co., Ltd., Yieh United Steel Corp., etc) dengan total 25 orang.

Pertemuan Steel Dialogue ini dimulai dengan penjelasan keadaan ekonomi dari pihak Taiwan dan Indonesia, dan juga beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah khususnya di bidang steel industry. Lalu dilanjutkan oleh penjelasan perkembangan dan potensi kerjasama industri besi baja dari kedua belah pihak private sector.

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Bpk. Doddy Rahadi menyampaikan bahwa kebutuhan besi baja di Indonesia sangat tinggi karena Indonesia sedang dalam tahap mendorong pembangunan infrasturktur nasional, sedangkan Taiwan memiliki keunggulan dan pengalaman yang kuat dalam industri besi baja. Pihak Indonesia mengharapkan agar Taiwan juga dapat melakukan investasi yang lebih baja dalam sektor ini.

Deputy Director General, Mr. GJ Lee juga menyampaikan bahwa saat ini produksi besi baja dunia sedang mengalami over-production dan banyak negara mengambil langkah yang konservatif dalam sektor industri ini. Maka beliau juga mengharapkan Steel Dialogue ini dapat menjadi platform yang menguntungkan Taiwan dan juga Indonesia. 

Penyerahan cinderamata dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Bpk. Ngakan Timur kepada Deputy Director General Bureau of Foreign Trade (BOFT), Mr. GJ Lee

 

Penyerahan cinderamata dari Deputy Director General Bureau of Foreign Trade (BOFT), Mr. GJ Lee kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Bpk. Ngakan Timur

 

Read more...

KDEI Taipei mengadakan International Forum "Indonesian Fisheries and Seafood Trend 2017" di Kaohsiung Taiwan

Pada tanggal 9 November 2017, KDEI Taipei bekerjasama dengan Kaohsiung City Government menyelenggarakan kegiatan International Forum dengan tem aIndonesian Fisheries and Seafood Trend 2017di Kaohsiung Exhibition Center, Kaohsiung, Taiwan. Kegiatan ini dilangsungkan di tengah acara Taiwan International Fisheries & Seafood Show dan Taiwan Agriculture Week 2017 yang diselenggarakan pada 9-11 November 2017 di lokasi yang sama. Acara dibuka oleh Kepala KDEI, Robert J. Bintaryo dan Deputy Director-General Economic Development Bureau Kaohsiung City Government, Wang, Hong-Rong.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Taiwan Frozen Seafood Industries Association dan Taiwan Fishing Gear Manufacturing Industries Association. Kegiatan Business Forum tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi Indonesia serta kebijakan-kebijakan terkait investasi serta industri perikanan di Indonesia.

Pada sambutannya, Kepala KDEI Taipei antara lain menyampaikan pentingnya pembanguna nindustri perikanan bagi Indonesia dan tantangan-tantangan dalam mewujudkannya. Salah satunya adalah fasilitas cold-storage yang kurang memadai. Namun demikian telah banyak upaya-upaya pemerintah untuk menaikkan daya saing dan daya tarik investasi di sektor perikanan dan kelautan. Lebih lanjut, pengusaha-pengusaha Taiwan yang memiliki kemampuan untuk melakukan investasi, penerapan teknologi, pengetahuan, ranta ipasok industri, penelitian dan pengembangan, juga dapat menjadikan Indonesia sebagai hub country di Asia Pasifik.

Deputy Director-General Economic Development Bureau Kaohsiung City Government, Wang, Hong-Rong menyampaikan bahwa Kaohsiung City mendukung upaya-upaya Indonesia untuk meningkatkan investasi, perdagangan dan industri, termasuk sektor kelautan dan perikanan mengingat Kaohsiung sendiri merupakan kota pelabuhan dan industri. Selain itu dukungan Kaohsiung City juga dengan mendorong pelaku-pelaku usaha di Kaohsiung untuk mengikuti aturan di Indonesia antara lain dengan mendapatkan sertifikat Halal bagi produk-produknya, sehingga bisa masuk ke dalam pasar Indonesia.

Acara International Forum diisi dengan paparan dari :

  1. Kepala Bidang Industri KDEI di Taipei,Syahroni Ahmad yang menyampaikan kondisi industri pengolahan perikanan dan hasil laut Indonesia.
  2. Kepala Bidang Investasi KDEI di Taipei,Mochammad Firdaus yang menyampaikan peluang investasi perikanan dan hasil laut Indonesia.
  3. Chief Financial Officer PT. Siger Jaya Abadi, Bambang Ardayantoyang mengenalkan produk-produk unggulan serta prospek da ntantangan pengusaha perikanan dan produk hasil laut indonesia.

Pada kegiatan International Forum dengan tema Indonesian Fisheries and Seafood Trend 2017 terdapat beberapa pertanyaan pada sesi tanya jawab, di antaranya kemungkinan bagi pengusaha asing melakukan kegiatan tambak ikan baik di laut lepas maupun di sepanjang garis pantai Indonesia, Kurangnya peserta eksibisi di bidang budidaya perikanan, serta kemungkinan bagi pengusaha Taiwan untuk mendapatkan Tuna dan Bandeng untuk ekspor keluar Indonesia.

 

Read more...

Perwakilan KDEI melakukan kunjungan ke China Steel Corporation (CSC)

Perwakilan KDEI melakukan kunjungan ke Headquarter China Steel Corporation di Kaoshiung pada 31 Oktober 2017 dan disambut oleh Assistant Vice President, Mr. Huang. Berdiri pada tahun 1971, China Steel merupakan perusahaan besi baja yang terbesar di Taiwan.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan KDEI membahas rencana dan proses Steel Dialogue yang akan digelar pada 14-15 November 2017 di Jakarta. Pihak KDEI menjelaskan tentang peluang investasi bagi China Steel untuk mendirikan pabrik baja di Indonesia. Mr. Huang menyampaikan bahwa saat ini hanya ada dua negara di Asia Tenggara yang sangat berpotensi dalam pasar industri besi baja, yaitu Vietnam dan Indonesia. Perkembangan dan percepatan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia mendongkrak kebutuhan untuk besi baja domestik. Namun banyak tantangan yang dihadapi oleh China Steel, salah satunya yaitu adanya hambatan dalam ekspor besi baja ke Indonesia. 

Beliau juga berharap agar kebijakan pemerintah dapat mendukung para investor dan eksportir untuk dapat bekerjasama dengan Indonesia. Hal ini akan menjadi topik yang akan didiskusikan lebih lanjut pada Steel Dialogue yang akan digelar pada 14-15 November di Jakarta. Steel Dialogue ini akan dihadiri oleh beberapa perwakilan dari pemerintahan dan juga asosiasi dari Taiwan dan Indonesia.

Read more...

Taiwan Indonesia Industrial Collaboration Summit (TIICS) 29-31 Maret 2017

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang  terus meningkat dan guna merespon kebijakan Pemerintah Taiwan, New Southbound Policy, maka pada tanggal 29-31 Maret 2017 telah diselenggarakan rangkaian Taiwan Indonesia Collaboration Summit (TIICS) di Grand Hi-Lai Hotel, Kaohsiung yang diorganisir oleh Industrial Development Bureau Taiwan (IDB). TIICS Kaoshiung ini merupakan  yang pertama kali diselenggarakan oleh Pemerintah Taiwan dan diharapkan dapat menjadi platform dan starting point  kerjasama antara Taiwan dan Indonesia di sektor industri.

TIICS ini diselenggarakan atas kerjasama Industrial Development Bureau (IDB), Ministry of Economic Affair (MOEA) dan Indonesian Economic and Trade Office  to Taipei (IETO). TIICS ini mengundang stakeholder dari pemerintah, media, asosiasi, akademisi, perusahaan dari Taiwan dan Indonesia.   Pihak Taiwan dihadiri oleh Ministry of Economic Affair (MOEA), Chinese National Federation of Industries (CNFI), Asosiasi industry Taiwan, Perusahaan BUMN dan Swasta Taiwan, sebaliknya  Indonesia  diwakili oleh Kementerian Perindustrian, Kemenko Perekonomian, BKPM, BPPT, LIPI, Pemda Makasar, KADIN Indonesia, Asosiasi,  dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI). TIICS ini dihadiri lebih dari 400 peserta.

Rangkaian  TIICS dimulai dengan kunjungan ke lembaga research and development dan kebeberapa industri seperti : MIRDC, China Steel dan CSBC.Selain itu juga dilakukan pertemuan High Level, dan pertemuan di 5 sektor industri sub-forum discussion yaitu sektor shipbuilding, ICT/Smart City, SINOTEC/Biotechnology, Food Processing, dan Baja/Logam .

CTIICS dimulai dengan sambutan dari Chairman Chinese National Federation of Industries (CNFI) Taiwan, Mr. Hsu,  dilanjutkan dengan  Minister of Ministry of Economic Affair Taiwan (MOEA), Mr. Chih-Kuang Lee. Selanjutnya Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan beliau mengharapkan banyaknya kerjasama Industri yang dapat dilakukan dimulai dari TIICS ini. Selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan dari Vice Chairman KADIN Indonesia, Ibu Rini Lestari.

Pada kesempatan ini, Kepala KDEI Taipei, Robert J. Bintaryo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Summit ini merupakan satu platform yang sangat baik untuk menjalin kerjasama antara Taiwan dan Indonesia. Beliau juga mengharapkan agar para peserta juga dapat berpartisipasi di TIICS tahun 2018 di Jakarta. 

Selanjutnya keynote speech dari Chairman of KENDA, dan Deputy Chairman BKPM menyampaikan bahwa TIICS ini diharapkan dapat menarik kesempatan berinvestasi di Indonesia. Deputy Director dari ITRI-IEK, Mr. Jack Chuang dan Deputy Director dari LIPI, Ibu Tri Nuke Pudjiastuti juga menyampaikan peluang kerjasama industri antara Taiwan dan Indonesia. 

Pada acara  TIICS telah dilakukan penandatanganan sebanyak 6 (enam) MOU oleh beberapa industri, asosiasi dan perusahaan  yakni : CNFI dengan KADIN, AGV Products Corp. dengan BOSOWA Corp., CSBC dengan SOECHI Corp. Indonesia, CSBC dengan PT. Sumber Marine Yard, dan Asia Hydrogen Energy Ltd. Co. dengan PT. Prima Gasifikasi Indonesia. 

Pada Official High Level meeting telah disepakati oleh kedua belah pihak untuk penyelenggaraan TIICS selanjutnya tahun 2018 akan dilaksanakan di Jakarta atau di Surabaya. Penyelenggaraan tersebut masih akan dilakukan koordinasi dengan beberapa institusi terkait. Selain itu kedua belah pihak juga sepakat untuk menyelenggarakan adanya Steel Dialog Forum yang rencananya akan diselenggarakan di Bali pada bulan Juni 2017 dan akan dihadiri oleh industri Baja/logam dan asosiasi logam Taiwan dan Indonesia. 

Pada pertemuan di 5 sektor industry sub-forum discussion yakni sektor shipbuilding, ICT/Smart City, SINOTEC/Biotechnology, Food Processing, Baja/Logam diharapkan masing-masing sektor dapat saling tukar pikiran, pengalaman dan menjalin peluang kerjasama industri, perdagangan dan investasi. Pada Sub-forum ini  dilakukan presentasi dari kedua belah pihak, selanjutnya dilakukan panel discussion untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan serta potensi yang dapat dikerjasamakan oleh masing-masing pihak.  TIICS diakhiri dengan jamuan makan malam  oleh Vice Minister of MOEA, Mrs. Mei-Hua Wang.

 

Read more...

Seminar Pengembangan Kerjasama Industri Galangan Kapal antara Indonesia dan Taiwan

Sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri galangan kapal dalam negeri serta mendorong penjajakan peluang kerjasama pengembangan industri galangan kapal di Indonesia dengan pihak industri galangan kapal, dan shipbuilding komponen Taiwan, KDEI Taipei telah menyelenggarakan seminar dengan thema: “Fostering the Cooperation Betwen Indonesia and taiwan in Shipbuilding Industry” di Kaohsiung Exhibition Center tanggal 23 April 2015. Seminar dihadiri sejumlah pelaku usaha industri shipbuilding, shipbuilding komponen industri Taiwan.

Delegasi Indonesia diketuai oleh Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan, Kemenperin didampingi oleh Wakil Kepala KDEI, Kepala Bidang Industri, KDEI Taipei, Deputi Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan, Kemenperin dan Presiden Direktur  PT. Dumas Tanjung Perak  Shipyard, Asistan Bidang Investasi dan Analis Tenaga Kerja.

 

Bentuk kerjasama Indonesia dan Taiwan  diwujudkan dalam 3 hal, yakni:

(i)  Teknologi: kerjasama dibidang desain kapal

(ii)  Training: Pelatihan tenaga ahli di bidang manajement project, engineering 

          production

(iii)  Joint-project 

 

Read more...

Penjajakan Kerjasama Industri Tekstil dan Alas Kaki

Untuk menjajaki kerjasama di bidang industri antara Indonesia dan Taiwan,  pada tanggal 22 Oktober 2014, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) yang dalam kesempatan ini diwakili Kepala Bidang Industri Bpk. Heru Nugroho melakukan kunjungan ke kantor Taiwan Textile Federation. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi penjajakan kerjasama di bidang penelitian dan pengembangan, serta pertukaran tenaga ahli di bidang tekstil dan alas kaki (persepatuan) antara Balai Besar Tekstil Bandung dengan industri di Taiwan, khususnya yang tergabung dalam asosiasi Taiwan Textile Federation.

Read more...

Seminar "Explore the Potential Market in Indonesian Textile Industry"

Dalam rangka meningkatkan kerjasama industri melalui akses pasar produk industri tekstil Indonesia dan Taiwan, bertempat di Nangang Exhibition Hall, KDEI di Taipei menyelenggarakan seminar dengan tajuk ”Explore The Potential Market in Indonesian Textile Industry”  pada tanggal 15 Oktober 2014.

Pembicara seminar terdiri dari : Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Direktorat Tekstil dan Aneka - Kementerian Perindustrian, Direktorat Pengembangan Fasilitasi Industri - Kementerian Perindustrian, dan Taiwan Textile Research Institute.

 

Read more...

'Round Table Discussion' Kementerian Perindustrian dengan Ministry of Economic Affair

Tanggal 12 September 2014 dengan bertempat di Grand Hyyat Hotel, KDEI di Taipei menyelenggarakan Round Table Discussion Taipei dihadiri oleh Kepala Bidang Industri KDEI, Bapak Ngakan - Kepala Pusat Industri Hijau, perwakilan dari Biro Perencanaan Kemenperin, sedangkan dari pihak Taiwan diwakili oleh Industrial Development Bureau Ministry of Economic Affair, CPC China Production Centre dan Foundation of Taiwan Industry on Service.

Dalam pembahasan diskusi tersebut dibahas mengenai persiapan rencana Seminar dengan Tema “ Green Industry” di Kementerian Perindustrian Jakarta.

Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak menyepakati rencana :

  • Rundown kegiatan seminar green industry di Jakarta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan seminar green industry, yaitu akan diadakan pada tanggal 6 - 10 Oktober 2014 bertempat di Gedung Kementerian Perindustrian Ruang Garuda dan akan dibuka oleh Bapak Sekretaris Jenderal Kemenperin.
  • Company visit, yaitu kunjungan ke Perusahaan Tekstil, Baja, dan Semen di daerah Tangerang dan Cilegon dan Bekasi Jawa Barat.
Read more...

Penjajakan Kerjasama Teknologi di Bidang Plant Fiber

Dalam rangka menjajaki kerjasama teknologi di bidang plant fiber mat whole plant equip di Yilan County, pada tanggal 10 September 2014, KDEI di Taipei yang diwakili Kepala Bidang Industri dan Biro Perencanaan Kementerian Perindustrian telah melakukan kunjungan ke Perusahaan SHENG TZZ CO, LTD., dan diterima oleh Ms. Lee (selaku President) dan Mr. Yi-Ji, Chiu (Direktur). Pada pertemuan tersebut, Ms. Lee menjelaskan terkait dengan product line  yaitu (i) Plants Fiber Separation Equipment; (ii) Fiber Mat Whole Plant  Equipment, (iii) Fiber Dryng Machine; (iv) Hydraulic Baling Machine; (v) Dust Blocking Machine (vi) Fiber Mat Laminating Machine; (vii) Coconut Husking; (viii) Organic Material Processing; (ix) Milling Machine (x) Pelleting Machine (xi) Pineapple leaft stripping machine.

Perusahaan tersebut berminat untuk mencari partner di Indonesia dan sekaligus dapat bekerjasama, antara lain dalam pembuatan fiber machine, milling, pineaplle, coconut dan pelleting machine dengan kualitas tinggi. Ms. Lee juga menyampaikan bahwa pada tahun 2007 telah ada pemesanan fiber machine untuk memproses serat kelapa dan pineapple yang akan dijadikan menjadi matras yang dapat digunakan sebagai penyubur tanah, menahan abrasi dari Manado Provinsi Sulawesi Utara dan telah dikirimkan tenaga ahlinya untuk memastikan mesin terpasang dan dan dapat berproduksi.

Delegasi menyampaikan, bahwa di Indonesia khususnya di Propinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi dan Lampung juga sangat membutuhkan peralatan mesinyang seperti itu¸ mengingat mesin-mesin tersebut tidak memerlukan teknologi tinggi dan cocok untuk potensi komoditi di darah tersebut. Untuk itu, pembuatan mesin-mesin tersebut dapat dijadikan program bantuan peralatan permesinan Kemenperin khususnya pada Industri Kecil dan Menengah Kemenperin.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is a Joomla Security extension!