Menu
Perindustrian

Perindustrian (14)

Acara Ambassadors’Day ke Taiwan Agricultural Research Institute (TARI) di Taichung

 

Taipei 17 Mei 2018 – Kepala KDE Taipei, Robert James Bintaryo didampingi oleh Kepala Bidang Perindustrian, Syahroni berkunjung ke Taiwan Agricultural Research Institute (TARI) di Taichung. Dalam  mendorong kebijakan New Southbound Policy khususnya dalam riset dan pengembangan serta kerjasama di bidang pertanian, maka Office of Trade Negotiation, Executive Yuan yang dipimpin oleh Minister without portfolio, John Deng, mengundang para perwakilan dari negara tujuan New Southbound Policy untuk berkunjung ke Taiwan Agricultural Research Institute (TARI). Kunjungan ini dihadiri oleh Representative Tran Duy Hai (Vietnam), Executive Director Thongchai Chasawath (Thailand), Director General Sridharan Madhusudhanan (India), President Datuk Pung Shuk Ken Adeline (Malaysia), Resident Representative & Chairman Angelito Tan Banayo (Filipin), dan didampingi oleh Director General, Jenny Yang from Bureau of Foreign Trade (BOFT); Deputy Director Chen from Council of Agriculture (COA), Executive Yuan dan Director General, Junne-Jih Chen from Taiwan Agricultural Research Institute (TARI). Para perwakilan diundang untuk melihat hasil penelitian TARI dalam bidang pengembangbiakan jamur dan buah markisa, inovasi alat-alat pertanian serta integrasi teknologi Remote Sensing (RS) dan Geographic Information System (GIS) dalam manajemen pertanian di Taiwan.

Taiwan Agricultural Research Institute (TARI) yang berdiri sejak tahun 1895 ini merupakan pusat penelitian yang sangat penting dalam bidang pertanian Taiwan, khususnya dalam kerjasama pertanian yang beragam, pelatihan para ahli pertanian, teknologi yang maju, penelitian bibit baru dan pengembangan sistem manajemen lahan pertanian yang dapat menjawab setiap kebutuhan para pelaku UKM pertanian. Saat ini TARI juga telah menjalin kerjasama teknologi dengan beberapa negara. 

Dengan setiap teknologi dan keunggulan Taiwan dalam bidang pertanian, Executive Yuan berharap agar para perwakilan dapat melihat potensi kerjasama pertanian guna meningkatkan kualitas dan kapasitas hasil panen para petani dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional. Delegasi dari Kementerian Pertanian RI sendiri telah beberapa kali mengunjungi TARI dimana dalam waktu dekat akan direalisasikan kerjasama pertanian antara Indonesia dan Taiwan.

Read more...

Kunjungan KDEI Taipei ke TCI Co., Ltd.

Taipei  11 Mei 2018 – Tim Ekonomi  KDEI Taipei yang dipimpin oleh Kepala KDEI, Robert James Bintaryo melakukan  kunjungan ke TCI Co,. Ltd. ke Pingtung.  Kepala KDEI, Robert James Bintaryo didampingi oleh  Kabag Administrasi, Tri Djuliyanto,  Kabid Industri, Syahroni Ahmad, serta delegasi dari Biro Hukum Kementerian Perindustrian dan 3 orang lokal staff.  

Kunjungan disambut oleh General Manager TCI, Aaron Chen. TCI berdiri sejak tahun 1980 dan telah berhasil menerapkan konsep industri 4.0 di seluruh pabriknya baik di Pingtung, Taiwan, maupun di Shanghai, China. TCI juga merupakan perusahaan pertama di Taiwan yang tergabung ke dalam RE100, kumpulan perusahaan yang memiliki komitmen 100% Renewable Energy. TCI berkontribusi sebesar 15% terhadap ekspor functional food Taiwan, 20% terhadap ekspor functional drink Taiwan, dan 30% terhadap ekspor masker kesehatan Taiwan ke seluruh dunia.

Saat ini TCI juga telah berhasil masuk ke pasar Indonesia dan tengah melakukan kolaborasi dalam bidang R&D. Tahapan selanjutnya yang akan dijalankan TCI yaitu manufacturing process di Indonesia. 

Pada kesempatan yang sama Kepala KDEI Taipei, Robert J. Bintaryo menyatakan sangat menyambut baik rencana TCI untuk berkembang di Indonesia dan akan menyediakan bantuan dan konsultasi yang diperlukan. Turut disampaikan oleh Kabid Industri beberapa peluang kerjasama R&D dengan lembaga litbang/perguruan tinggi yang dapat dijalankan oleh TCI dan Indonesia.

Read more...

Opening Ceremony, Taiwan Innovative Agricultural Machinery Pavilion

 

Taipei - Kepala Bidang Industri, Syahroni mewakili KDEI Taipei hadir pada acara Taiwan Innovative Agricultural Machinery Pavilion tanggal 27 April 2018. Acara yang dihadiri oleh para Ambassador negara sahabat serta perwakilan dari kantor representatif negara-negara cakupan New Southbond Policy ini dimulai dengan sambutan dari Minister Tsung Hsien Lin of Council of Agriculture (COA) dan sambutan dari Mayor Cheng Wen-tsan of Taoyuan City, dilanjutkan dengan kunjungan ke setiap booth serta kunjungan ke lokasi demo mesin.

Beberapa mesin dan teknologi unggulan yang dipamerkan diantaranya mesin pengupas nanas yang hanya memerlukan waktu 4 detik, gunting listrik/baterai untuk memangkas kayu  (electrical pruning shears), drone penyemprot anti hama (agriculture UAV), mesin pemanen sayur, grain dryer (sudah banyak diekspor ke Indonesia), agricultural cloud sensing system, dan soybean sorting machine.

Khusus soybean sorting machine (pemilah kedelai)  dioperasikan oleh 2 orang mahasiswa asal Indonesia yang melanjutkan kuliah di National Pingtung University. Pada kesempatan kali ini Kabid. Industri mendapat kehormatan untuk turut menumpahkan kedelai yang belum dipilah ke dalam mesin pemilah tersebut bersama Menteri COA, Tsung Hsien Lin.

Diharapkan semangat untuk melahirkan inovasi-inovasi di bidang alat mesin pertanian tersebut dapat ditiru oleh lembaga-lembaga litbang dan institusi lainnya di Indonesia.

Read more...

Opening Ceremony Indonesia Food Safety and Regulation Course di Food Industry Reasearch & Development Institute (FIRDI), Hsinchu

24 April 2018 telah dilakukan acara Opening Ceremony Indonesia Food Safety and Regulation Course di Food Industry Reasearch & Development Institute (FIRDI) di Hsinchu.  Indonesia Food Safety and Regulation Course yang digelar FIRDI ini dilaksanakan selama 4 hari di Hsinchu dan Chiayi. Peserta yang hadir terdiri dari perwakilan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan dan memiliki minat besar untuk menjalin hubungan dengan Indonesia. Pelatihan ini diadakan dengan maksud memberikan informasi lebih detail kepada para pengusaha industri makanan Taiwan mengenai kondisi dan regulasi industri makanan termasuk regulasi Halal di Indonesia. 

 

Pada pelatihan ini, FIRDI secara khusus mengundang Peneliti Senior, Bpk. Ir. Agus Sudibyo dan  Kepala Seksi Kerjasama, Bidang Pengembangan Jasa Teknik, Bpk. Achmad Taufik sebagai narasumber dari Balai Besar Industri Agro (BBIA) untuk menyampaikan informasi terkait standarisasi dan regulasi industri makanan di Indonesia. Selain itu, FIRDI juga mengundang Kepala KDEI Taipei, Bpk. Robert James Bintaryo untuk dapat memberikan kata sambutan pada pelatihan tersebut didampingi oleh Kepala bidang Industri, Bpk. Syahroni Ahmad dan Kasubbag Konsuler dan Protokol, Bpk. Nugroho Priyo Pratomo. 

 

Kehadiran Kepala KDEI Taipei merupakan salah satu komitmen untuk mempererat kerjasama diantara kedua institusi tersebut, sebagaimana diketahui bahwa FIRDI dan KDEI Taipei telah menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) pada Indonesian Week 2018 tanggal 22 Maret lalu.

 

Deputy Director FIRDI, Ms. Yu-Fen Chen juga menyampaikan terima kasih untuk kesediaan KDEI Taipei telah hadir dan memberikan dukungan kepada para peserta pelatihan ini.  Bpk. Robert menyampaikan bahwa potensi industri makanan di Indonesia sangat besar. Letak geografis dan kebiasaan setiap daerah yang beragam merupakan salah satu keunikan Indonesia. Beliau juga menghimbau para pengusaha Taiwan untuk tetap ramah lingkungan saat mengembangkan industri mereka di Indonesia.

Read more...

KDEI Taipei menghadiri acara Teleconference antara Balai Besar Industri Agro Indonesia (BBIA) dan Food Industry Research and Development Institute (FIRDI) di Hsinchu

Pada hari Senin 22 November 2017 telah diadakan acara teleconference di Food Industry Research and Development Institute (FIRDI) di Hsinchu. FIRDI yang telah berdiri sejak 50 tahun lalu, merupakan pusat penelitian dan pengembangan industri makanan dan minuman di Taiwan. 

Acara ini dihadiri oleh Bpk. Ngakan Timur Antara selaku Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Industri (BPPI) dan Bpk. Umar Habson selaku Kepala Balai Besar Industri Agro (BBIA) di Bogor. Sedangkan dari pihak FIRDI, dihadiri oleh Ms. Yan-Hwa Chu, Director of Product and Process Research Center, dan Mr. Tony J. Fang, Deputy Director General of FIRDI. Sebagai fasilitator, acara ini dihadiri juga oleh KDEI Taipei, yakni Bpk. Syahroni Ahmad, Kepala Bidang Industri, dan Juliana yang dalam hal ini juga berperan sebagai penerjemah.

Pada acara teleconference ini, BBIA dan FIRDI melakukan diskusi lanjutan dalam 3 (tiga) topik bahasan. Pertama, BBIA menyampaikan keinginannya agar FIRDI dapat membantu teknologi dalam memproduksi refined carrageenan dari skala laboratorium menjadi skala industri/mass production. Kedua, pihak BBIA juga ingin menaikkan kualitas produk CBS cocoa butter yang diperoleh dari palm kernel oil. Ketiga, kerjasama penelitian pada minyak dari buah merah Papua yang khasiatnya telah dirasakan masyarakat Papua sejak ratusan tahun yang lalu. Pihak FIRDI menyampaikan kesediaannya untuk bekerjasama dan memberikan bantuan dalam penelitian ketiga topik tersebut dengan menggunakan teknologi yang dimiliki.

Pihak BBIA, FIRDI, dan KDEI Taipei akan terus saling berkomunikasi untuk lebih meningkatkan kerjasama di antara keduanya. BBIA dan FIRDI juga menyampaikan akan merancangkan MOU untuk kerjasama kedua belah pihak. Hasil akhir dari kerjasama penelitian antara BBIA dan FIRDI ini akan bermuara pada kerjasama business-to-business antara industri Indonesia dengan industri Taiwan.

Read more...

Perwakilan KDEI Taipei menghadiri 1st Taiwan Indonesia Steel Dialogue di Jakarta.

14-15 November 1st Taiwan Indonesia Steel Dialogue telah digelar di Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah dan private sector dari Taiwan dan Indonesia. Steel Dialogue diadakan dengan maksud menjadi satu mutual platform antara Taiwan dan Indonesia khususnya dalam menjalin diskusi dan mencari jalan kluar untuk hambatan dalam industri besi baja kedua belah pihak.

Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Bpk. Ngakan Timur ; Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Bpk. Doddy Rahadi ; Ketua Umum of Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA), Bpk. Mas Wigrantoro Roes Setiyadi; Executive Director IISIA, Bpk. Hidajat Triseputro ; Wakil Kepala KDEI Taipei, Bpk. Siswadi ; Kepala bidang Industri, Bpk. Syahroni Ahmad dan beberapa perwakilan dari pemerintahan dan private sector lainnya (Krakatau Steel Tbk., PT. Moon Lion, etc) dengan total 26 orang perwakilan dari Indonesia.  

Delegasi dari pihak Taiwan dipimpin oleh Deputy Director General, Mr. GJ Lee; Chairman of Taiwan Steel & Iron Industries Association (TSIIA), Mr. Horng-Nan Lin; Secretary General of TSIIA, Mr. Alex Shen; Kepala Taiwan Economic and Trade Office Jakarta, Mr. John C. Chen dan beberapa perwakilan dari pemerintahan dan private sector lainnya (China Steel Corp., Chung Hung Steel, Yieh Hui Enterprise Co., Ltd., Yieh United Steel Corp., etc) dengan total 25 orang.

Pertemuan Steel Dialogue ini dimulai dengan penjelasan keadaan ekonomi dari pihak Taiwan dan Indonesia, dan juga beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah khususnya di bidang steel industry. Lalu dilanjutkan oleh penjelasan perkembangan dan potensi kerjasama industri besi baja dari kedua belah pihak private sector.

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Bpk. Doddy Rahadi menyampaikan bahwa kebutuhan besi baja di Indonesia sangat tinggi karena Indonesia sedang dalam tahap mendorong pembangunan infrasturktur nasional, sedangkan Taiwan memiliki keunggulan dan pengalaman yang kuat dalam industri besi baja. Pihak Indonesia mengharapkan agar Taiwan juga dapat melakukan investasi yang lebih baja dalam sektor ini.

Deputy Director General, Mr. GJ Lee juga menyampaikan bahwa saat ini produksi besi baja dunia sedang mengalami over-production dan banyak negara mengambil langkah yang konservatif dalam sektor industri ini. Maka beliau juga mengharapkan Steel Dialogue ini dapat menjadi platform yang menguntungkan Taiwan dan juga Indonesia. 

Penyerahan cinderamata dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Bpk. Ngakan Timur kepada Deputy Director General Bureau of Foreign Trade (BOFT), Mr. GJ Lee

Penyerahan cinderamata dari Deputy Director General Bureau of Foreign Trade (BOFT), Mr. GJ Lee kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Bpk. Ngakan Timur

 

 

Read more...

KDEI Taipei mengadakan International Forum "Indonesian Fisheries and Seafood Trend 2017" di Kaohsiung Taiwan

Pada tanggal 9 November 2017, KDEI Taipei bekerjasama dengan Kaohsiung City Government menyelenggarakan kegiatan International Forum dengan tem aIndonesian Fisheries and Seafood Trend 2017di Kaohsiung Exhibition Center, Kaohsiung, Taiwan. Kegiatan ini dilangsungkan di tengah acara Taiwan International Fisheries & Seafood Show dan Taiwan Agriculture Week 2017 yang diselenggarakan pada 9-11 November 2017 di lokasi yang sama. Acara dibuka oleh Kepala KDEI, Robert J. Bintaryo dan Deputy Director-General Economic Development Bureau Kaohsiung City Government, Wang, Hong-Rong.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Taiwan Frozen Seafood Industries Association dan Taiwan Fishing Gear Manufacturing Industries Association. Kegiatan Business Forum tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi Indonesia serta kebijakan-kebijakan terkait investasi serta industri perikanan di Indonesia.

Pada sambutannya, Kepala KDEI Taipei antara lain menyampaikan pentingnya pembanguna nindustri perikanan bagi Indonesia dan tantangan-tantangan dalam mewujudkannya. Salah satunya adalah fasilitas cold-storage yang kurang memadai. Namun demikian telah banyak upaya-upaya pemerintah untuk menaikkan daya saing dan daya tarik investasi di sektor perikanan dan kelautan. Lebih lanjut, pengusaha-pengusaha Taiwan yang memiliki kemampuan untuk melakukan investasi, penerapan teknologi, pengetahuan, ranta ipasok industri, penelitian dan pengembangan, juga dapat menjadikan Indonesia sebagai hub country di Asia Pasifik.

Deputy Director-General Economic Development Bureau Kaohsiung City Government, Wang, Hong-Rong menyampaikan bahwa Kaohsiung City mendukung upaya-upaya Indonesia untuk meningkatkan investasi, perdagangan dan industri, termasuk sektor kelautan dan perikanan mengingat Kaohsiung sendiri merupakan kota pelabuhan dan industri. Selain itu dukungan Kaohsiung City juga dengan mendorong pelaku-pelaku usaha di Kaohsiung untuk mengikuti aturan di Indonesia antara lain dengan mendapatkan sertifikat Halal bagi produk-produknya, sehingga bisa masuk ke dalam pasar Indonesia.

Acara International Forum diisi dengan paparan dari :

  1. Kepala Bidang Industri KDEI di Taipei,Syahroni Ahmad yang menyampaikan kondisi industri pengolahan perikanan dan hasil laut Indonesia.
  2. Kepala Bidang Investasi KDEI di Taipei,Mochammad Firdaus yang menyampaikan peluang investasi perikanan dan hasil laut Indonesia.
  3. Chief Financial Officer PT. Siger Jaya Abadi, Bambang Ardayantoyang mengenalkan produk-produk unggulan serta prospek da ntantangan pengusaha perikanan dan produk hasil laut indonesia.

Pada kegiatan International Forum dengan tema Indonesian Fisheries and Seafood Trend 2017 terdapat beberapa pertanyaan pada sesi tanya jawab, di antaranya kemungkinan bagi pengusaha asing melakukan kegiatan tambak ikan baik di laut lepas maupun di sepanjang garis pantai Indonesia, Kurangnya peserta eksibisi di bidang budidaya perikanan, serta kemungkinan bagi pengusaha Taiwan untuk mendapatkan Tuna dan Bandeng untuk ekspor keluar Indonesia.

 

Read more...

Perwakilan KDEI melakukan kunjungan ke China Steel Corporation (CSC)

Perwakilan KDEI melakukan kunjungan ke Headquarter China Steel Corporation di Kaoshiung pada 31 Oktober 2017 dan disambut oleh Assistant Vice President, Mr. Huang. Berdiri pada tahun 1971, China Steel merupakan perusahaan besi baja yang terbesar di Taiwan.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan KDEI membahas rencana dan proses Steel Dialogue yang akan digelar pada 14-15 November 2017 di Jakarta. Pihak KDEI menjelaskan tentang peluang investasi bagi China Steel untuk mendirikan pabrik baja di Indonesia. Mr. Huang menyampaikan bahwa saat ini hanya ada dua negara di Asia Tenggara yang sangat berpotensi dalam pasar industri besi baja, yaitu Vietnam dan Indonesia. Perkembangan dan percepatan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia mendongkrak kebutuhan untuk besi baja domestik. Namun banyak tantangan yang dihadapi oleh China Steel, salah satunya yaitu adanya hambatan dalam ekspor besi baja ke Indonesia. 

Beliau juga berharap agar kebijakan pemerintah dapat mendukung para investor dan eksportir untuk dapat bekerjasama dengan Indonesia. Hal ini akan menjadi topik yang akan didiskusikan lebih lanjut pada Steel Dialogue yang akan digelar pada 14-15 November di Jakarta. Steel Dialogue ini akan dihadiri oleh beberapa perwakilan dari pemerintahan dan juga asosiasi dari Taiwan dan Indonesia.

Read more...

Taiwan Indonesia Industrial Collaboration Summit (TIICS) 29-31 Maret 2017

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang  terus meningkat dan guna merespon kebijakan Pemerintah Taiwan, New Southbound Policy, maka pada tanggal 29-31 Maret 2017 telah diselenggarakan rangkaian Taiwan Indonesia Collaboration Summit (TIICS) di Grand Hi-Lai Hotel, Kaohsiung yang diorganisir oleh Industrial Development Bureau Taiwan (IDB). TIICS Kaoshiung ini merupakan  yang pertama kali diselenggarakan oleh Pemerintah Taiwan dan diharapkan dapat menjadi platform dan starting point  kerjasama antara Taiwan dan Indonesia di sektor industri.

TIICS ini diselenggarakan atas kerjasama Industrial Development Bureau (IDB), Ministry of Economic Affair (MOEA) dan Indonesian Economic and Trade Office  to Taipei (IETO). TIICS ini mengundang stakeholder dari pemerintah, media, asosiasi, akademisi, perusahaan dari Taiwan dan Indonesia.   Pihak Taiwan dihadiri oleh Ministry of Economic Affair (MOEA), Chinese National Federation of Industries (CNFI), Asosiasi industry Taiwan, Perusahaan BUMN dan Swasta Taiwan, sebaliknya  Indonesia  diwakili oleh Kementerian Perindustrian, Kemenko Perekonomian, BKPM, BPPT, LIPI, Pemda Makasar, KADIN Indonesia, Asosiasi,  dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI). TIICS ini dihadiri lebih dari 400 peserta.

Rangkaian  TIICS dimulai dengan kunjungan ke lembaga research and development dan kebeberapa industri seperti : MIRDC, China Steel dan CSBC.Selain itu juga dilakukan pertemuan High Level, dan pertemuan di 5 sektor industri sub-forum discussion yaitu sektor shipbuilding, ICT/Smart City, SINOTEC/Biotechnology, Food Processing, dan Baja/Logam .

CTIICS dimulai dengan sambutan dari Chairman Chinese National Federation of Industries (CNFI) Taiwan, Mr. Hsu,  dilanjutkan dengan  Minister of Ministry of Economic Affair Taiwan (MOEA), Mr. Chih-Kuang Lee. Selanjutnya Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan beliau mengharapkan banyaknya kerjasama Industri yang dapat dilakukan dimulai dari TIICS ini. Selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan dari Vice Chairman KADIN Indonesia, Ibu Rini Lestari.

Pada kesempatan ini, Kepala KDEI Taipei, Robert J. Bintaryo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Summit ini merupakan satu platform yang sangat baik untuk menjalin kerjasama antara Taiwan dan Indonesia. Beliau juga mengharapkan agar para peserta juga dapat berpartisipasi di TIICS tahun 2018 di Jakarta. 

Selanjutnya keynote speech dari Chairman of KENDA, dan Deputy Chairman BKPM menyampaikan bahwa TIICS ini diharapkan dapat menarik kesempatan berinvestasi di Indonesia. Deputy Director dari ITRI-IEK, Mr. Jack Chuang dan Deputy Director dari LIPI, Ibu Tri Nuke Pudjiastuti juga menyampaikan peluang kerjasama industri antara Taiwan dan Indonesia. 

Pada acara  TIICS telah dilakukan penandatanganan sebanyak 6 (enam) MOU oleh beberapa industri, asosiasi dan perusahaan  yakni : CNFI dengan KADIN, AGV Products Corp. dengan BOSOWA Corp., CSBC dengan SOECHI Corp. Indonesia, CSBC dengan PT. Sumber Marine Yard, dan Asia Hydrogen Energy Ltd. Co. dengan PT. Prima Gasifikasi Indonesia. 

Pada Official High Level meeting telah disepakati oleh kedua belah pihak untuk penyelenggaraan TIICS selanjutnya tahun 2018 akan dilaksanakan di Jakarta atau di Surabaya. Penyelenggaraan tersebut masih akan dilakukan koordinasi dengan beberapa institusi terkait. Selain itu kedua belah pihak juga sepakat untuk menyelenggarakan adanya Steel Dialog Forum yang rencananya akan diselenggarakan di Bali pada bulan Juni 2017 dan akan dihadiri oleh industri Baja/logam dan asosiasi logam Taiwan dan Indonesia. 

Pada pertemuan di 5 sektor industry sub-forum discussion yakni sektor shipbuilding, ICT/Smart City, SINOTEC/Biotechnology, Food Processing, Baja/Logam diharapkan masing-masing sektor dapat saling tukar pikiran, pengalaman dan menjalin peluang kerjasama industri, perdagangan dan investasi. Pada Sub-forum ini  dilakukan presentasi dari kedua belah pihak, selanjutnya dilakukan panel discussion untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan serta potensi yang dapat dikerjasamakan oleh masing-masing pihak.  TIICS diakhiri dengan jamuan makan malam  oleh Vice Minister of MOEA, Mrs. Mei-Hua Wang.

 

Read more...

Seminar Pengembangan Kerjasama Industri Galangan Kapal antara Indonesia dan Taiwan

Sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri galangan kapal dalam negeri serta mendorong penjajakan peluang kerjasama pengembangan industri galangan kapal di Indonesia dengan pihak industri galangan kapal, dan shipbuilding komponen Taiwan, KDEI Taipei telah menyelenggarakan seminar dengan thema: “Fostering the Cooperation Betwen Indonesia and taiwan in Shipbuilding Industry” di Kaohsiung Exhibition Center tanggal 23 April 2015. Seminar dihadiri sejumlah pelaku usaha industri shipbuilding, shipbuilding komponen industri Taiwan.

Delegasi Indonesia diketuai oleh Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan, Kemenperin didampingi oleh Wakil Kepala KDEI, Kepala Bidang Industri, KDEI Taipei, Deputi Direktur Industri Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan, Kemenperin dan Presiden Direktur  PT. Dumas Tanjung Perak  Shipyard, Asistan Bidang Investasi dan Analis Tenaga Kerja.

 

Bentuk kerjasama Indonesia dan Taiwan  diwujudkan dalam 3 hal, yakni:

(i)  Teknologi: kerjasama dibidang desain kapal

(ii)  Training: Pelatihan tenaga ahli di bidang manajement project, engineering 

          production

(iii)  Joint-project 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is a Joomla Security extension!