Menu

Ketenagakerjaan (124)

Meriahnya Festival Budaya Nusantara di New Taipei City

NEW TAIPEI CITY – Perhelatan Festival Budaya Nusantara yang digelar di New Taipei City 20 September lalu berlangsung meriah. Ratusan pengunjung yang rata-rata adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) hadir dalam kegiatan hasil kerja sama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Departemen Tenaga Kerja New Taipei City dan sponsor ini.

Sekitar pukul 10.00 para TKI mulai berdatangan memadati Alun-alun Balai Kota New Taipei City. Acara yang diadakan setiap tahun ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada para TKI yang bekerja di wilayah New Taipei City. Saat ini, tercatat sekitar 35.000 TKI bekerja di wilayah ini.

“Festival Budaya Nusantara ini akan menampilkan beragam kesenian khas Indonesia. Kami menyampaikan rasa gembira sekaligus apresiasi sebesar-besarnya terhadap terselenggaranya acara ini. Terima kasih kami sampaikan pula kepada Pemerintah New Taipei City,” tutur Kepala KDEI Taipei, Arief Fadillah, dalam sambutan di hadapan ribuan pengunjung Festival Budaya Nusantara. 

Walikota New Taipei City Eric Zhu dalam sambutannya menyampaikan, keberadaan TKI di wilayahnya memiliki peran sangat berarti. Karenanya, pihaknya pun menyampaikan terima kasih atas kerja keras para TKI.

Prosesi Festival Budaya Nusantara dibuka dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala KDEI Taipei Arief Fadillah didampingi Walikota New Taipei City Eric Zhu. Kemeriahan acara semakin terasa dengan atraksi tari Reog yang ditampilkan para TKI. Tepuk tangan bergemuruh semakin menambah meriah suasana.

Dalam perhelatan tersebut, KDEI turut mengisi 4 (empat) stand yang terdiri dari stand BNP2TKI, Kepariwisataan, dan Informasi Bisnis Waralaba di Indonesia. Di sela-sela kemeriahan acara, sejumlah TKI memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengunjungi stand KDEI Taipei untuk berkonsultasi seputar masalah ketenagakerjaan, dan lain-lain.

Puncak acara dipungkasi dengan penampilan istimewa LYLA Band. Band beranggotakan 5 (lima) orang yakni Naga (vocal), Fare (gitar), Dharma (piano, keyboard), Dennis (bass) dan Amec (drum) berhasil membius penonton. Penonton semakin histeris saat Naga membagi-bagikan suvenir.

 

Read more...

Pemerintah Jamin Permudah Investasi di Indonesia

Pemerintah Indonesia menjamin proses perijinan investasi dari investor Taiwan ke Indonesia akan semakin dipermudah. Pemerintah juga akan semakin mendukung agar iklim ketenagakerjaan semakin kondusif.

Demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI Hanif Dhakiri saat membuka Indonesia – Taiwan Business Forum on Service 2015, di Taipei, 25 Agustus 2015, lalu. Hadir dalam forum tersebut Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Cheng Hsiung-wen, serta puluhan perwakilan perusahaan yang ada di Taiwan.

“Pemerintah Indonesia akan berusaha menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif untuk mendapatkan kepercayaan para pengusaha Taiwan dalam melakukan aktivitas investasi di Indonesia,” tegas Menaker Hanif Dhakiri.

Beberapa hal yang akan dilakukan, jelas Menaker, di antaranya menyederhanakan prosedur pengurusan ijin kerja, serta membangun sistem online untuk pengajuan aplikasi ijin kerja. “Kami menyadari bahwa iklim ketenagakerjaan yang harmonis dan baik sangat menunjang aktivitas perdagangan dan investasi,” tuturnya.

Menaker mengungkapkan, kerja sama antara Indonesia dan Taiwan telah dijalin sejak tahun 1971 dan terus berkembang sampai saat ini di berbagai sektor seperti perdagangan, investasi, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan ketenagakerjaan. Pada bulan Mei 2015, total perdagangan antara Indonesia dan Taiwan mencapai USD895,33 juta. Taiwan juga tercatat sebagai investor ke-9 terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Kepala KDEI Taipei, Arief Fadillah, dalam sambutannya menuturkan, hubungan antara Indonesia dan Taiwan kini memasuki babak baru. “Forum ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran Taiwan dalam penempatan pekerja Indonesia,” tandasnya.

Arief Fadillah merinci, jika pada tahun 2000, jumlah TKI di Taiwan hanya 77.830 orang, jumlah ini melesat menjadi 236.007 orang pada Juni 2015. “Hal ini menyiratkan betapa pekerja Indonesia memiliki pasar yang bagus di Taiwan, dan Taiwan pun mendapat tempat tersendiri mengingat gaji yang atraktif, kehidupan sosial dan kondisi lingkungan yang baik,” terangnya.

Read more...

Menaker RI Undang Tong Yang Group Berinvestasi di Indonesia

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Republik Indonesia Hanif Dhakiri mengundang Tong Yang Group untuk berinvestasi di Indonesia. Menaker mengungkapkan, selain memiliki sumber daya alam yang luas, sumber daya manusia di Indonesia juga terampil dan handal. “Kami mendorong perusahaan Tong Yang Group untuk membuka investasi pabrik di Indonesia, karena eks TKI siap untuk bekerja berdasarkan pengalaman di Taiwan,” jelas Menaker RI Hanif Dhakiri, saat kunjungan ke perusahaan Tong Yang Group, di Tainan, Taiwan, 26 Agustus 2015 lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, Menaker berterimakasih karena Tong Yang Group telah merekrut para TKI bekerja di sektor otomotif pada perusahaan tersebut. “Kiranya, mereka dapat dibina dan ditingkatkan skill-nya agar dapat mempraktekkannya kemudian hari bila kembali ke Indonesia,” ujar Menaker. Menaker di sela-sela kunjungannya memantau langsung para TKI yang tengah melakukan perakitan juga menyampaikan harapannya agar Tong Yang Group dapat menarik lebih banyak TKI. “Kami berharap jabatan lain dapat diisi oleh TKI, mengingat banyak TKI yang memiliki skill terampil di bidang otomotif,” tambahnya.

Tong Yang Group adalah perusahaan manufaktur mobil yang mempekerjakan sekitar 950 TKI. Dalam kunjungan tersebut, Menaker yang didampingi Wakil Kepala KDEI Taipei, Siswadi, dan Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei, Devriel Sogia Raflis, beserta rombongan menyempatkan bertemu dan berdialog dengan para TKI di sela-sela aktivitas mereka bekerja. Selain Menaker RI Hanief Dhakiri, turut serta dalam kunjungan ini Ibu Marifah Hanif Dhakiri, Dirjen Binapenta Herry Sudarmanto, Dirjen Binalattas Chairul Anwar, Kepala BNSP Sumarna, Staf Ahli Menteri Bidang Kerja Sama Internasional Guntur Witjaksono, Kasubdit Kerja Sama Internasional Dit PTKLN I Nyoman Darmanta, Staf Khusus Menaker Dita Indah Sari, dan Pembantu Pimpinan Miftahudin.

 

Read more...

Menaker RI Resmikan Promosi Ketenagakerjaan dan Investasi

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI Hanif Dhakiri baru-baru ini meresmikan Promosi Ketenagakerjaan dan Investasi di Taipei, Taiwan. Peresmian dilakukan dalam rangka meningkatkan jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor formal ke Taiwan. Selain itu, melalui promosi ini diharapkan dapat menggenjot investasi ke Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arief Fadillah, menuturkan, promosi ketenagakerjaan dilakukan melalui pemasangan iklan pada 30 bus yang tersebar di 3 (tiga) kota, yaitu Taipei, Taichung, dan Kaohsiung. 

“Ini merupakan periode kedua kalinya melakukan pemasangan iklan promosi ketenagakerjaan dan investasi pada transportasi publik di Taiwan,” tandas Kepala KDEI Taipei, Arief Fadillah, saat memberi sambutan dalam Peresmian Promosi Ketenagakerjaan dan Investasi, di pelataran Twin Head Building, Selasa, 25 Agustus 2015.

Puluhan bus dengan trayek khusus tersebut akan memajang iklan selama 3 (tiga) bulan, dari awal September hingga akhir November 2015, mendatang. Sedangkan, promosi investasi telah dimulai sejak pertengahan Agustus lalu dan berakhir pada pertengahan November 2015. Untuk promosi investasi ini, dilakukan pada 20 bus di 2 (dua) kota, yaitu Taipei dan Kaohsiung.

“Dengan dilakukannya promosi secara berkelanjutan, diharapkan jumlah penempatan tenaga kerja terampil Indonesia di sektor manufaktur, konstruksi, dan perawat, serta realisasi investasi Taiwan ke Indonesia dapat semakin meningkat, sebagaimana telah menjadi rencana kerja dari pemerintah untuk periode 5 (lima) tahun ke depan,” tambah Arief.

Selain Menaker RI Hanief Dhakiri, Peresmian Promosi Ketenagakerjaan dan Investasi turut dihadiri oleh Ibu Marifah Hanif Dhakiri, Dirjen Binapenta Herry Sudarmanto, Dirjen Binalattas Chairul Anwar, Kepala BNSP Sumarna, Staf Ali Menteri Bidang Kerja Sama Internasional Guntur Witjaksono, Kasubdit Kerja Sama Internasional Dit PTKLN I nyoman Darmanta, Staf Khusus Maenaker Dita Indah Sari, dan Pembantu Pimpinan Miftahudin.

Usai peresmian, Menaker RI Hanif Dakhiri, Kepala KDEI Taipei Arief Fadillah, Wakil Kepala KDEI Taipei Siswadi, beserta rombongan berkesempatan menaiki bus yang memajang iklan promosi ketenagakerjaan dan investasi.

 

Read more...

Gaji TKI Sektor Domestik Naik menjadi NT$ 17.500

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei per 1 Juli 2015 telah menetapkan kenaikan gaji TKI sektor domestik/ informal meliputi caregiver, caretaker, domestic helper, menjadi NT$.17.500,- bagi TKI yang baru datang/ re entry hiring.

Dengan gaji sebesar NT$.17.500,- dibandingkan dengan gaji sebelumnya sebesar NT$.15.840, maka terjadi kenaikan sebesar NT$.1.660. Kenaikan gaji tersebut juga didukung oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), serta 2 (dua) negara yang mengirimkan tenaga kerja asing ke Taiwan yaitu Filipina dan Vietnam.

Kenaikan gaji ini dilakukan berdasarkan kajian yang telah dilakukan KDEI Taipei terkait standar gaji buruh informal di Taiwan. Selain itu, telah dipandang perlu untuk menaikkan gaji TKI sektor domestik/ informal dikarenakan dalam kurun waktu 15 tahun terakhir tidak ada kenaikan gaji.

Bagi TKI yang saat ini telah bekerja atau menjalani kontrak selama 3 (tiga) tahun, KDEI Taipei mengharapkan yang bersangkutan dapat melakukan negosiasi besaran gaji kepada majikan yang mempekerjakan.

Adapun bagi tenaga kerja sektor manufaktur/ formal seperti ABK, nelayan, kontruksi, pabrik, sesuai Labor Standards Act Artiche 22 Pasal 2, Ministry of Labor (MoL) Taiwan No. 1030131880 tanggal 15 September 2014, besaran gaji per 1 Juli 2015menjadi NT$.20.008, atau dari gaji sebelumnya NT$.19.273 mengalami kenaikan sebesar NT$.735,-



Pic from : http://cliparts.co

Read more...

Kunjungan Kerja KDEI Taipei ke CTCI Corporation

Dalam rangka meningkatkan penempatan Tenaga Kerja Formal, investasi serta perdagangan di bidang Industri di Taiwan, pada hari  Kamis tanggal 29 Mei 2015 Kepala Bidang Ketenagakerjaan bersama dengan Kepala Bidang Perdagangan dan  Kepala Bidang Investasi bersama dengan staff KDEI Taipei, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat CTCI Corporation di taipei. 

Pada kegiatan kunjungan kerja ini, antara lain dibicarakan kemungkinan adanya penempatan bagi Tenaga Kerja yang telah memiliki pengalaman kerja atau memiliki Skill keterampilan yang tinggi untuk ditempatkan di perusahan-perusahan yang bernaung di CTCI Corporation. Selain itu juga dibicarakan kemungkinan CTCI Corporation melakukan Investasi serta perdagangan yang diikuti dengan alih teknologi pada bidang Hydrocarbon, Enviromental Resources, Infrastructure, Environtment & Power, serta Plant Maintenance Service.

Pihak CTCI menyatakan pihaknya saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan tinggi untuk ditempatkan pada sejumlah proyek CTCI yang berada di Taiwan maupun di luar Taiwan. Adapun tenaga kerja yang dibutuhkan adalah yang memiliki keterampilan di bidang teknologi mekanik, elektricity.

Terhadap kebutuhan dari kedua perusahaan tersebut, KDEI Taipei menyatakan agar pihak CTCI dapat segera mengirimkan surat resmi terkait kebutuhan dan kualifikasi dari tenaga kerja yang akan direkrut serta minat untuk melakukan investasi dan perdagangan di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, KDEI Taipei diterima oleh jajaran Direksi CTCI antara lain President CTCI dan Senior Vice President Administration dan PR Division.

 

Read more...

KDEI Taipei Bekali TKI dengan Seni Kerajinan Clay (Tanah Liat)

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei terus meningkatkan kegiatan pembekalan dan pelatihan untuk para tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan. Baru-baru ini, Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei menggelar pelatihan seni kerajinan clay. Pelatihan ini disambut antusias oleh para TKI.

Clay adalah salah satu kerajinan yang bisa menggambarkan ide-ide dalam bentuk ruang. Meski terkesan rumit, namun sesi pelatihan berjalan dengan santai. Belasan TKI yang hadir dalam pelatihan seni kerajinan clay di Taichung menyimak dengan serius penjelasan pelatih dari Wow Dough Figurines Museum.

Salah satu TKI, Fidati, mengatakan, setelah berlatih tekun selama 6 bulan, dia bisa meraih dua sertifikat clay. “Saya ingin bisa buat usaha boneka clay setelah pulang ke Indonesia nanti,” tutur perempuan berjilbab ini.

TKI asal Banyumas, Jawa Tengah ini menambahkan, selain belajar clay, dia pun tak segan untuk membagi kemampuannya dengan sesama TKI. “Saya sudah setahun terakhir mempelajari seni clay. Tim pengajar dari Wow Dough Figurines Museum sangat membantu,” ujarnya dengan senyum terkembang.

TKI lain, Supiyaningsih, menjelaskan, meski baru sekali ikut pelatihan, dirinya langsung menikmati sesi pelatihan. “Menurut saya, susah tidaknya tergantung niat dan minat. Saya sangat tertarik dengan seni clay,” ujar TKI asal Tulungagung, Jawa Timur.

TKI yang biasa disapa Via ini menambahkan, karena baru bekerja 10 bulan di Taiwan, dia berharap bisa berlatih clay di masa-masa mendatang. “Daripada nongkrong ngga jelas, saya lebih suka mengisi waktu dengan ikut pelatihan clay. Ini jadi bekal di Indonesia nanti agar bisa buka usaha clay. Yang pasti, kumpulkan modal dulu dan tingkatkan keterampilan,” tandasnya otpimis.

Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei Devriel Sogia Raflis menuturkan, pelatihan seni kerajinan clay bertujuan memberi pembekalan para TKI. Ke depannya, pihaknya berharap, TKI memiliki diversifikasi keahlian yang dapat dikembangkannya di Tanah Air.

“Dengan pelatihan ini, kami berharap kelak kemampuan seni clay ini bisa jadi alternatif mata pencaharian mereka. Apalagi di Indonesia bahan dasar kerajinan clay juga mudah didapat,” jelasnya.

Devriel mengungkapkan, pelatihan seni kerajinan clay adalah kerja sama antara KDEI dengan Wow Dough Figurines Museum dan Ministry of Culture, Taiwan. Wow Dough Figurines Museum yang didukung penuh oleh Ministry of Culture berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja asing (TKA), khususnya dari Indonesia.

Sebagai tahap awal, pelatihan seni clay ini memang belum diprogram secara menyeluruh dalam paket pembelajaran dari tahap pemula ke mahir. Karena, diakui Devriel, pihaknya juga masih menjajaki minat dan bakat para TKI.

“Ke depan, kami harapkan pelatihan bisa dilakukan sampai tahap mahir hingga TKI dapat ijazah,” tandasnya. Setelah di Taichung, rencananya pelatihan seni clay akan diselenggarakan di Taipei dan Tainan Agustus mendatang.

 

Read more...

Ratusan TKI Hadiri Pelatihan Perencanaan Kewirausahaan dan Keuangan Hasil Kerjasama KDEI dengan OJK

Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan antusias mengikuti Pelatihan Perencanaan Keuangan dan Kewirausahaan yang digelar oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei di Hotel Cosmos, Taipei, Minggu (17/5). Selain memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan keuangan, TKI juga mendapat ilmu kewirausahaan sebagai bekal selepas mereka kembali ke Tanah Air.

Sampai dengan bulan Februari 2015, jumlah TKI di Taiwan mencapai 233.046 orang. Sebanyak 70% di antaranya bekerja di sektor informal, sisanya 30% bekerja di sektor formal. Merujuk data dari Bank Indonesia, pada tahun 2014 remitansi TKI di Taiwan mencapai USD 668.971.854 atau sekitar Rp8,5 triliun. Namun hingga saat ini masih saja terjadi kasus penipuan dalam transaksi keuangan. Misalnya, kasus penipuan bermodus jasa pengiriman uang melalui salah satu toko Indonesia di Tainan, Taiwan. 

Kejahatan lain yang patut diwaspadai oleh TKI adalah investasi abal-abal. “Sekarang ini banyak investasi abal-abal. TKI harus berhati-hati,” tandas Kepala Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anto Prabowo, didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei, Devriel Sogia Raflis, kepada ratusan TKI di lokasi pelatihan Perencanaan Keuangan dan Kewirausahaan bagi TKI. Turut mendampingi, Kepala Seksi Dit PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Hannan Hadi.

Sebagai lembaga pengawas industri jasa keuangan terpercaya, OJK berkomitmen melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, serta mewujudkan industri jasa keuangan agar menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global.

OJK, lanjut Anto, juga akan membantu para TKI untuk mendapatkan akses permodalan dari bank. Syaratnya, TKI setidaknya sudah menjalankan usahanya minimal dua tahun. Dengan bantuan permodalan ini, diharapkan kelak setelah TKI kembali ke Indonesia akan ada hasil yang dicapai. 

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Remitansi Bisnis BNI Hari Satriyono dan General Manager BNI Hong Kong Mucharom Hadi Prayitno mengungkapkan, edukasi perbankan yang diberikan oleh BNI meliputi tiga pokok bahasan yaitu pengelolaan keuangan, tabungan, dan remintasi. Edukasi perbankan ini perlu diberikan kepada TKI, karena tidak selamanya mereka menjadi TKI. Selain itu, menghadapi masa tua para TKI harus dapat mengelola penghasilan dengan baik. Pengelolaan keuangan meliputi perencanaan keuangan, penyusunan anggaran, dan pengendalian anggaran.

Dalam merencanakan keuangan, penting untuk memperhatikan sumber pendapatan, membicarakan dan menyepakati tujuan keuangan bersama keluarga. Sedangkan hal utama yang harus dilakukan dalam menyusun anggaran adalah mendahulukan kebutuhan dan tidak konsumtif. Untuk mewujudkan cita-cita dan menyiapkan keuangan masa depan dengan cara menabung. Penting diingat, menabung sebaiknya dengan cara menyisihkan penghasilan sejak awal dan bukan menyisihkan pengeluaran.

Tak hanya mendapatkan ilmu, sebanyak 215 TKI yang hadir dalam pelatihan ini juga larut dalam sesi tanya jawab. Kemeriahan kian terasa dengan pembagian puluhan hadiah dalam sesi tanya jawab hingga acara berakhir pukul 16.00. 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is a Joomla Security extension!