Menu

Ketenagakerjaan (131)

Latih Kewirausahaan, TKI di Taiwan Belajar Membuat Minuman Chenchu Naicha

TAIPEI – Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei kembali menggelar exit program untuk TKI di Taiwan. Kali ini, TKI dari berbagai daerah diajak berlatih membuat minuman khas chenchu naicha. Para TKI pun dengan antusias menyimak sesi pelatihan yang digelar di Café Yang Dining Academy, Taipei, selama sehari penuh, Minggu (15/5).

TKI yang datang, tak hanya berasal dari Taipei, melainkan juga dari New Taipei City, Taoyuan, Chungli, dan sekitarnya. Umi Sugiharti, salah satu TKI, yang ikut pelatihan menuturkan, ini adalah kali pertama dirinya ikut pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan semacam ini sangat bermanfaat bagi TKI. 

Saya sudah 5 (lima) tahun bekerja di Taiwan. Kedatangan kedua ini saya mulai belajar bagaimana mengelola keuangan. Saya saat ini sudah merintis usaha di kampung dengan beternak kambing, satu bulan satu kambing. Tujuannya, setelah saya kembali ke Indonesia, saya sudah siap mandiri,” urai TKI asal Magetan, Jawa Timur, yang pernah menjuarai lomba puisi di Taipei ini.

TKI lainnya, Eva, menjelaskan, dirinya tergerak untuk membuka usaha chenchu naicha sekembalinya ke Indonesia. “Kalau di daerah saya, Cirebon, belum banyak. Sepertinya bisa dikembangin di sana. Tapi saya belum tahu apa bahan dasar chenchu naicha sudah bisa dibeli di Indonesia,” katanya.

Kepala KDEI di Taipei Arief Fadillah didampingi Kepala Bidang Ketenagakerjaan Devriel Sogia Raflis berpesan kepada duapuluh lebih TKI yang hadir mengikuti pelatihan, agar para TKI terus mengasah jiwa kewirausahaannya. 

Belajar yang tekun. Tanya kepada pengajar apabila ada yang kurang jelas. Jika nanti kembali ke Indonesia, kembangkanlah kewirausahaan, jangan berpikir menjadi TKI lagi,” tandasnya.

Kepala KDEI di Taipei berharap, TKI menjadi sosok yang mandiri sekembalinya ke Tanah Air. Caranya, dengan membuka lapangan usaha sendiri dan sebisa mungkin untuk tidak kembali lagi menjadi TKI.

Selain pelatihan membuat minuman khas Taiwan chenchu naicha, KDEI di Taipei juga menggelar pelatihan pemandu wisata, pelatihan bercocok tanam organik, dan sejumlah pelatihan lain. (*)

 

Read more...

Ratusan TKI Antusias Ikuti Sosialisasi Ketenagakerjaan, Keimigrasian, dan Penegakan Hukum

TAIPEI – Ratusan TKI dari berbagai wilayah di Taiwan antusias mengikuti sosialisasi ketenagakerjaan yang di gelar Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) di Taipei, Minggu (8/5/2016). Melalui kegiatan ini para TKI bisa berdiskusi terkait hak dan kewajiban sebagai TKI sekaligus bersilaturahmi dengan sesama TKI.

Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Ketenagakerjaan, Keimigrasian, dan Penegakan Hukum” disambut positif seratus lebih TKI di seantero Taiwan. Sejak pukul 09.00, puluhan TKI telah mulai berdatangan ke Caesar Park Hotel Taipei tempat lokasi acara. Tak hanya dari Taipei, sebagian peserta sosialisasi berasal dari wilayah New Taipei City, Keelung, Yilan, Hsinchu, Changhua, hingga Taichung.

Sosialisasi dibuka oleh Kepala KDEI di Taipei, Arief Fadillah. Dalam sambutannya, Kepala KDEI di Taipei menyampaikan, jumlah TKI di Taiwan yang hingga Mei 2016 ini mencapai 240.000 TKI berimbas pada kompleksitas permasalahan yang dihadapi para TKI. “Kami imbau, ada permasalahan apapun, para TKI jangan kabur. Jika TKI memutuskan kabur, implikasinya akan sangat banyak,” tandasnya. Kepala KDEI di Taipei mengimbau, apabila menghadapi permasalah yang ada, TKI harus bisa mencari solusi melalui saluran yang ada yaitu melalui KDEI di Taipei maupun Depnaker setempat.

Senada dengan Kepala KDEI di Taipei, Deputi Perlindungan BNP2TKI Lisna Y. Poeloengan mengimbau TKI agar jangan sedikitpun terbersit pikiran untuk kabur. Lisna menyampaikan, menjadi TKI kaburan akan sangat riskan dan membahayakan TKI. Deputi Perlindungan BNP2TKI juga menyerukan agar TKI berpikiran mandiri. “Jangan berpikir untuk kembali lagi menjadi TKI. Untuk itulah BNP2TKI ada upaya pendampingan terhadap TKI purna menuju sukses,” tuturnya. Lisna menguraikan, pendampingan dilakukan kepada para TKI purna yang antara lain merintis usaha dan jasa di sejumlah wilayah di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagakerjaan Devriel Sogia Raflis menjelaskan, mengingat latar belakang TKI yang beragam, permasalahan TKI yang masuk ke KDEI di Taipei sangat beragam. “Baik masalah sepele hingga berat sekali pun, semua ada, semua kami tangani sebagai bentuk dari hadirnya Negara,” tegasnya.

Sosialisasi ketenagakerjaan berlangsung hingga pukul 16.00. Ratusan TKI yang hadir benar-benar memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menanyakan berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Sosialisasi turut menghadirkan perwakilan dari Imigrasi, Denpaker, dan Kepolisian Taiwan. (*)

Read more...

KDEI Taipei Dorong Perluasan Lapangan Kerja Sektor Manufaktur

TAIPEI - Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei telah melakukan kunjungan ke beberapa perusahaan di Taiwan yang berminat berinvestasi di Indonesia. Kunjungan dilakukan sebagai salah satu upaya mendorong perluasan lapangan kerja TKI sektor manufaktur.

Kunjungan dipimpin oleh Kepala KDEI di Taipei Arief Fadillah, didampingi Kepala Bidang Ketenagakerjaan Devriel Sogia Raflis, Kepala Bidang Pariwisata dan Transportasi Agung Sepande, serta Kepala Bidang Investasi Mohamad Faisal.

Sejumlah perusahaan terkemuka di Taiwan yang telah dikunjungi antara lain: Imei Food Company, Q Yo Biotech Company, Ho Ta Industrial Company, Apex Dynamic Inc, Taiwan Hon Chuan (THC), CSBC, KYMC, Thung Hwa Construction, CHC Forging Industrial, Thacangtsuo Machinery Industrial, dan Leadray Company.

Sebagaimana diketahui, pemerintah baru Taiwan di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Tsai Ing Wen menerapkan kebijakan “go to South” bagi pengembangan sektor ekonomi Taiwan. Kebijakan tersebut menempatkan negara-negara di Asia Tenggara menjadi pilihan terbaik bagi Taiwan untuk melakukan pengembangan kerja sama di bidang ekonomi khususnya investasi, perdagangan, dan  industri.

Sebagai upaya mengantisipasi kebijakan tersebut, diperlukan adanya langkah langkah penyiapan di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) khususnya penyiapan tenaga kerja. Diharapkan, momentum pengembangan kerja sama di bidang investasi, perdagangan, dan industri yang dilakukan Taiwan ke Asia Tenggara, dapat berdampak positif bagi penyiapan SDM Indonesia.

Terkait dengan hal itu, KDEI di Taipei telah melakukan strategi baru dengan melakukan pembicaraan kepada beberapa perusahaan seperti di bidang pengembangan bio teknologi (jamur), manufaktur, konstruksi pelabuhan, dan pengolahan makanan. Adapun hasil kunjungan antara lain disepakati adanya kesepahaman untuk melakukan program pelatihan di jalur produksi selama kurun waktu 2 s/d 3 tahun di perusahaan dalam bentuk pemagangan.

Sebagai gambaran dari sejumlah perusahaan terkemuka tersebut, Taiwan Hon Chuan (THC) merupakan produsen kemasan minuman terbesar di Taiwan yang berpusat di Taichung. Saat ini THC telah memiliki dua line produksi di Indonesia yang terletak di Karawang, Jawa Barat  dan Pandaan, Jawa Timur. Pihak perusahaan berpendapat saat ini SDM Indonesia yang berada di dua line produksi Karawang dan Pandaan, masih kurang memiliki keterampilan dan kemampuan di bidang produksi, sehingga menghambat rencana ekspansi/ perluasan bisnis THC di Indonesia. Kabid Ketenagakerjaan KDEI di Taipei Devriel Sogia Raflis menyampaikan, terkait hal ini telah meminta THC agar mengirimkan detail kebutuhan tenaga kerja yang meliputi latar belakang pendidikan, sertifikasi yang telah dimiliki, serta materi yang akan diberikan selama masa pelatihan.

Perusahaan lainnya, CSBC, merupakan perusahan galangan kapal terbesar di Taiwan. CSBC dapat menerima peserta training sebanyak 150 orang untuk dilatih di line produksi sebagai welder, piping, mekanik pemasangan mesin, steel work, painting dan cutting.

Pihak CSBC menyatakan bahwa pihak perusahaan bersedia untuk meningkatkan kemampuan SDM Indonesia melalui program pelatihan di perusahaan, diharapkan setelah pelatihan selesai para peserta pelatihan dapat mengisi pasar kerja di galangan kapal di dalam negeri.

Dalam rangka menyeleksi calon peserta pelatihan, pihak CSBC akan langsung melakukan seleksi di Balai Latihan Kerja di Indonesia. Dan bagi peserta terpilih pihak CSBC mengharapkan diadakan adanya pelatihan pra pemberangkatan berupa pelatihan bahasa mandarin serta pengenalan budaya kerja di perusahaan Taiwan khususnya CSBC.

 

Read more...

Dialog Kepala BNP2TKI dengan Stakeholder Ketenagakerjaan di Taiwan

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menggelar dialog bersama stakeholders ketenagakerjaan di Taipei, Taiwan, baru-baru ini. Kegiatan dilakukan untuk menyerap aspirasi baik dari kalangan agensi maupun user yang selama ini merekrut TKI.

Salah satu isu yang paling hangat dibicarakan adalah dibukanya kembali pelayanan penempatan TKI Pelaut Perikanan/ TKI Nelayan di Taiwan sejak 29 September 2015 lalu. Beberapa agensi dan user berharap Pemerintah Indonesia mengkaji kembali besaran penghasilan tambahan untuk TKI Nelayan sebesar NTD5.000 untuk ex Taiwan dan NTD3.000 bagi pemula.

Menanggapi hal ini, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menyampaikan, adanya tambahan penghasilan bagi ABK Nelayan dikarenakan sektor pekerjaan dengan tingkat risiko sangat besar. “Kita pakai hukum rasionalitas. TKI formal digaji NTD20.008, apakah tidak masuk akal ABK dengan risiko pekerjaan sangat besar memperoleh penghasilan lebih?” ujarnya di hadapan puluhan peserta dialog di Ruang Pertemuan Hotel Victoria, Taipei, 28 Desember 2015 lalu.

 

Join Training ABK

Demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) ABK Nelayan, lanjut Nusron, pihaknya menawarkan kepada Pemerintah Taiwan untuk mengadakan join training. Pada intinya, join training diperlukan untuk mencari SDM unggul sebelum diberangkatkan ke Taiwan. Tim antara Indonesia dan Taiwan akan menggodok kurikulum pelatihan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Nantinya, calon TKI yang dinyatakan lolos dalam tahap seleksi di Indonesia, akan diberangkatkan ke Taiwan. 

Pelatihan yang ada selama ini, kami akui masih ada kelemahan. Oleh karena itu kita adakan join training, sehingga kalau ada yang tidak lolos menjadi tanggung jawab,” jelasnya.

Selain persoalan ABK, dialog juga menyoroti fenomena jual beli job dan sistem penggajian TKI secara non tunai atau menggunakan rekening bank. Terkait jual beli job, Nusron Wahid menegaskan akan menindak jika kasus tersebut terbukti. Adapun terkait penggajian TKI melalui rekening bank, pihaknya berpendapat bahwa itu lebih aman dan menguntungkan.

Selain Kepala BNP2TKI, turut hadir dalam dialog tersebut Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan BNP2TKI Wisantoro, Direktur Mediasi dan Advokasi BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono, Tenaga Profesional BNP2TKI Bidang Pembiayaan, Remitansi dan Pemberdayaan, Anjani Amitya Kirana, Wakil Kepala KDEI Taipei Siswadi, Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei Devriel Sogia Raflis, Analis Ketenagakerjaan Dwi Anto, dan sejumlah pejabat lain.

 

Read more...

“Lambaian Formosa” Antar TKW Blitar Juara Pertama Lomba Puisi di Taiwan

Puisi berjudul “Lambaian Formosa” berhasil mengantarkan Kaminasih sebagai Juara Pertama Lomba Puisi Dan Karangan yang digelar Taipei City Foreign and Disabled Labor Office pada Minggu (29/11). TKI asal Blitar, Jawa Timur, ini berhasil menyisihkan kompetitor tenaga kerja asing (TKA) dari negara-negara lain seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina.

Usai penyerahan hadiah, wanita yang memiliki nama pena Asih Aspalia ini tak mampu membendung rasa bahagianya. “Saya dedikasikan kemenangan ini untuk kedua putri saya di Indonesia. Mereka yang memberi semangat untuk saya,” tutur ibu dari dua putri ini.

Atas kemenangannya tersebut, TKI yang telah 9 (sembilan) tahun bekerja di Taiwan ini berhak atas piala serta uang tunai NTD10.000. Ini adalah kemenangan ketiga untuk Asih setelah pada tahun 2008 menyabet Juara Harapan 2 dan pada 2014 lalu menggondol Juara 3 pada perlombaan yang sama.

Dalam kategori yang sama, 2 (dua) TKI lainnya yaitu Didit Wardoyo dan Amir Mahmud berhasil menjadi Juara Harapan. Sedangkan untuk kategori Lomba Cerpen, tiga TKI masing-masing Siti Romdiyah, Evi Agustika, dan Sri Retno Yuliyanti juga berhasil meraih Juara Harapan. Lomba Puisi dan Karangan digelar rutin setiap tahun. Tahun 2015 ini merupakan perhelatan ke-15 dan mengambil tema ”Taipei Dengarkanlah Aku”.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei, Devriel Sogia Raflis menyampaikan, kemenangan para TKI dalam Lomba Puisi dan Karangan di Taiwan menjadi inspirasi bagi TKI lainnya. 

“Semoga ini bisa menjadi teladan bagi TKI yang lain. Prestasi gemilang ini juga menunjukkan bahwa TKI tidak hanya kompeten menjalani tugas dan kewajibannya sehari-hari tapi mereka juga memiliki bakat luar biasa. Dari prestasi para TKI ini kita juga bisa melihat, bahwa kisah para TKI tak hanya kesedihan, duka, dan air mata. Mereka juga mampu berkarya dan membanggakan,” tandasnya.

Kepala Jawatan Tenaga Kerja Kota Taipei, Lai-Hsiang-lin menuturkan, puisi “Lambaian Formosa” karya Kaminasih berhasil menyentuh perasaan Dewan Juri. “Melalui puisi tersebut, kami dapat merasakan hubungan yang telah mereka jalin dengan orang Taiwan laksana hubungan kerabat dan teman. Terpancar pula jiwa yang teguh dan tidak menyerah dari para TKI,” ujarnya.

 

Read more...

TKI di Taiwan Penuh Semangat Belajar Menjadi Pemandu Wisata

Bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri bukanlah tujuan akhir setiap TKI. Para TKI juga harus mampu mengeksplorasi keahlian dan kemampuannya sebagai bekal setelah kelak tidak lagi menjadi TKI. Atas dasar itulah, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Minggu (29/11) menggelar pelatihan pemandu wisata yang diikuti oleh para TKI di Taiwan.

Pelatihan pemandu wisata, berlangsung di dua objek wisata di Taipei yaitu di Chiang Kai-shek Memorial Hall dan Gedung Taipei 101. Para peserta pelatihan rata-rata telah menguasai bahasa Mandarin dengan baik, karenanya tidak mengherankan jika selama sesi pelatihan para peserta bisa praktek dengan sangat lancar.

Saya bercita-cita membuka usaha travel agent sekembalinya nanti ke Indonesia. Selagi saya masih bekerja di Taiwan, saya akan memaksimalkan waktu luang untuk belajar sebagai pemandu wisata,” tutur Betty Artanita Saputri.

Betty yang telah 5 (lima) tahun menjadi TKI di Taiwan ini mengungkapkan, untuk menambah wawasan di bidang kepariwisataan, dia sering membaca buku serta internet di sela-sela bekerja sebagai caretaker di daerah Neihu, Taipei. Selain itu, jika ada waktu luang, jelas Betty, dia manfaatkan waktunya untuk mengambil kursus di salon kecantikan.

Sementara itu, Dinda, TKI lainnya menuturkan ingin bisa menggapai mimpinya menjadi pemandu wisata di Taiwan. Selain giat berlatih menjadi pemandu wisata, TKW asal Jawa Timur yang bekerja di daerah Changhua ini juga aktif di kesenian Reog di Taiwan. “Saya juga ikut kesenian tradisional Reog Singo Barong dan sering tampil di Taiwan,” ujar Dinda yang kerap disapa Dinda Reog.

Selama pelatihan, para TKI mendapat teori dan praktek langsung dari Adi Carlo, seorang pemandu wisata yang telah mengantongi lisensi sebagai pemandu wisata dari Kementerian Pariwisata Taiwan. Pelatihan lebih banyak diisi praktek, sejak dari dalam bus wisata, di lokasi wisata, hingga melepas atau berpisah dengan rombongan wisatawan.

Pelatihan juga diisi dengan tips-tips apabila seorang pemandu wisata mengalami masalah di lapangan. Sebagai contoh, rombongan wisata hilang dari rombongan, atau saat seorang pemandu kesulitan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peserta tour.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei Devriel Sogia Raflis berpesan kepada TKI agar terus belajar. “Bukalah wawasan. Bacalah buku. Jika ada waktu libur, pergunakanlah untuk kegiatan positif. Mengikuti pelatihan semacam ini misalnya. Sebab ini sangat berguna untuk bekal TKI ke depannya,” terangnya.

Sementara itu, Analis Ketenagakerjaan KDEI Taipei, Dwi Anto menuturkan, Indonesia kaya akan ragam budaya, kuliner, dan lokasi wisata. Peluang menjadi pemandu wisata yang piawai berbahasa Mandarin menurutnya adalah kesempatan emas bagi para TKI. “Jangan berpikir selamanya jadi TKI. Setelah memiliki modal yang cukup, kembangkanlah diri di Indonesia. Menjadi pemandu wisata atau bukalah travel agent,” tandasnya.

Read more...

Meriahnya Festival Budaya Nusantara di New Taipei City

NEW TAIPEI CITY – Perhelatan Festival Budaya Nusantara yang digelar di New Taipei City 20 September lalu berlangsung meriah. Ratusan pengunjung yang rata-rata adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) hadir dalam kegiatan hasil kerja sama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Departemen Tenaga Kerja New Taipei City dan sponsor ini.

Sekitar pukul 10.00 para TKI mulai berdatangan memadati Alun-alun Balai Kota New Taipei City. Acara yang diadakan setiap tahun ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada para TKI yang bekerja di wilayah New Taipei City. Saat ini, tercatat sekitar 35.000 TKI bekerja di wilayah ini.

“Festival Budaya Nusantara ini akan menampilkan beragam kesenian khas Indonesia. Kami menyampaikan rasa gembira sekaligus apresiasi sebesar-besarnya terhadap terselenggaranya acara ini. Terima kasih kami sampaikan pula kepada Pemerintah New Taipei City,” tutur Kepala KDEI Taipei, Arief Fadillah, dalam sambutan di hadapan ribuan pengunjung Festival Budaya Nusantara. 

Walikota New Taipei City Eric Zhu dalam sambutannya menyampaikan, keberadaan TKI di wilayahnya memiliki peran sangat berarti. Karenanya, pihaknya pun menyampaikan terima kasih atas kerja keras para TKI.

Prosesi Festival Budaya Nusantara dibuka dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala KDEI Taipei Arief Fadillah didampingi Walikota New Taipei City Eric Zhu. Kemeriahan acara semakin terasa dengan atraksi tari Reog yang ditampilkan para TKI. Tepuk tangan bergemuruh semakin menambah meriah suasana.

Dalam perhelatan tersebut, KDEI turut mengisi 4 (empat) stand yang terdiri dari stand BNP2TKI, Kepariwisataan, dan Informasi Bisnis Waralaba di Indonesia. Di sela-sela kemeriahan acara, sejumlah TKI memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengunjungi stand KDEI Taipei untuk berkonsultasi seputar masalah ketenagakerjaan, dan lain-lain.

Puncak acara dipungkasi dengan penampilan istimewa LYLA Band. Band beranggotakan 5 (lima) orang yakni Naga (vocal), Fare (gitar), Dharma (piano, keyboard), Dennis (bass) dan Amec (drum) berhasil membius penonton. Penonton semakin histeris saat Naga membagi-bagikan suvenir.

 

Read more...

Pemerintah Jamin Permudah Investasi di Indonesia

Pemerintah Indonesia menjamin proses perijinan investasi dari investor Taiwan ke Indonesia akan semakin dipermudah. Pemerintah juga akan semakin mendukung agar iklim ketenagakerjaan semakin kondusif.

Demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI Hanif Dhakiri saat membuka Indonesia – Taiwan Business Forum on Service 2015, di Taipei, 25 Agustus 2015, lalu. Hadir dalam forum tersebut Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Cheng Hsiung-wen, serta puluhan perwakilan perusahaan yang ada di Taiwan.

“Pemerintah Indonesia akan berusaha menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif untuk mendapatkan kepercayaan para pengusaha Taiwan dalam melakukan aktivitas investasi di Indonesia,” tegas Menaker Hanif Dhakiri.

Beberapa hal yang akan dilakukan, jelas Menaker, di antaranya menyederhanakan prosedur pengurusan ijin kerja, serta membangun sistem online untuk pengajuan aplikasi ijin kerja. “Kami menyadari bahwa iklim ketenagakerjaan yang harmonis dan baik sangat menunjang aktivitas perdagangan dan investasi,” tuturnya.

Menaker mengungkapkan, kerja sama antara Indonesia dan Taiwan telah dijalin sejak tahun 1971 dan terus berkembang sampai saat ini di berbagai sektor seperti perdagangan, investasi, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan ketenagakerjaan. Pada bulan Mei 2015, total perdagangan antara Indonesia dan Taiwan mencapai USD895,33 juta. Taiwan juga tercatat sebagai investor ke-9 terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Kepala KDEI Taipei, Arief Fadillah, dalam sambutannya menuturkan, hubungan antara Indonesia dan Taiwan kini memasuki babak baru. “Forum ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran Taiwan dalam penempatan pekerja Indonesia,” tandasnya.

Arief Fadillah merinci, jika pada tahun 2000, jumlah TKI di Taiwan hanya 77.830 orang, jumlah ini melesat menjadi 236.007 orang pada Juni 2015. “Hal ini menyiratkan betapa pekerja Indonesia memiliki pasar yang bagus di Taiwan, dan Taiwan pun mendapat tempat tersendiri mengingat gaji yang atraktif, kehidupan sosial dan kondisi lingkungan yang baik,” terangnya.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

Our website is protected by DMC Firewall!