Menu

Ketenagakerjaan (155)

Anggota SATGAS KDEI Taipei Jadi "TKI Inspiratif TEMPO 2017"

Taipei, KDEI (16/05/17). Dwi Tantri (49), perempuan yang akrab dipanggil “Bunda Tantri” ini terpilih sebagai “TKI Inspiratif Pilihan Tempo 2017” mewakili seluruh TKI yang ada di Taiwan. Penganugerahan tersebut diselenggarakan di Jakarta pada Senin, 15 Mei 2017. Dalam penganugerahan tersebutbeliau diwakili oleh keluarganya.

Dwi Tantri, sebagai sosok penggerak yang memperjuangkan dan menyuarakan hak-hak TKI di Taiwan. Setiap hari minggu beliau dapat dijumpai di “Taman Baca Mobile”, Aula Taipei Main Station (TMS). Rutinitas mulia tersebut dilakukannya guna mengedukasi TKI agar gemar membaca, konsultasi terkait permasalahannya. Keramahan, kebaikan dan ketulusannya menjadi magnet bagi TKI/WNI Taiwan sehingga tidak mengherankan ketika berada di Taman Baca tersebut banyak dikerumunibaik untuk silaturahmi, diskusi maupun sekedar menceritakan pengalamannya.

TKI yang bekerja sebagai perawat orang sakit (care giver)di Keelung tersebut merupakan anggota Satgas KDEI di Taipei. Sudah tidak terhitung lagi berapa kali media lokal Taiwan maupun asing yang meliputi aktivitas beliau dalam mengadvokasi, memperjuangkan atau mengedukasi TKI dengan tujuan agar dapat mengetahui hak dan kewajibannya, sehingga dapat meminimalisir permasalahan TKI.

Beliau sangat aktif dalam berbagai kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh KDEI di Taipei maupun kegiatan lain terkait perlindungan TKI. Di sela-sela kesibukannya, bila ada waktu luang, beliau juga mengunjungi ABK Nelayan pada beberapa pelabuhan di Taiwan guna memastikan kondisi dan keadaan mereka, mendamaikan bila ada yang berselisih serta mencari solusi bila ada permasalahan di Taiwan.

Selain di dunia nyata, beliau juga sangat aktif di chanel pengaduan TKI melalui media sosial guna menyampaikan pesan-pesan perlindungan TKI, baik melalui wall pribadi atau melalui grup facebook “Pengaduan TKI Taiwan” bersama dengan rekan-rekan TKI lainnya. Grup kolaborasi tersebut saat ini sudah beranggotakan sekitar 40.487 orang dan trendnya terus bertambah. Menetapkan visi mewujudkan perlindungan TKI Taiwan berbasis komunitas atas prinsip gotong royong. Tujuan khusus yang ingin dicapai antara lain meningkatkan pemahaman TKI tentang hak dan kewajibannya sebagai TKI di Taiwan, meningkatkan kualitas pelayanan penempatan Tenaga Kerja Indonesia, meningkatkan kualitas perlindungan serta pemberdayaan TKI.

Melalui postingannya di wall Facebook (15/05/17), beliau menulis bahwa bahagia telah terpilih sebagai TKI Inspiratif, tidak menduga dalam perjuangannya tersebut ada pihak yang memberinya Penganugerahan tersebut.

“Tak saya sangka saya dapat Sebuah Piala Penganugerahan dari majalah berkelas di tanah air, majalah Tempo”, tulisnya.

Dalam tulisannya tersebut beliau juga menghimbau kepada TKI yang lain agar tidak lelah untuk berjuang dan berkreasi, serta mengajak agar TKI memberikan contoh kepada yang lainnya dan bukan sebagai orang yang selalu di rendahkan.TKI harus handal dalam menghadapi segala permasalahan yang ada dengan ketegaran dan kecerdasan. Serta agar memanfatkan waktu libur agar bisa jadi TKI yang mantap dalam setiap langkah.

“Terima kasih KDEI yang telah membimbing dan beri ilmu serta arahan kepada saya”, tambahnya.

Penganugerahan tersebut diharapkan dapat memotivasi serta menginspirasi TKI lainnya di Taiwan agar tetap bekerja dengan baik, berkarya positif, memberi manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan TKI lainnya (kdr).

Read more...

KDEI di Taipei  menyapa TKI dalam acara Generation Trans Sumatera

 

Taoyuan, KDEI (14/05/17) KDEI di Taipei hadir dalam acara silaturahmi yang digagas oleh Generation Trans Sumatera atau yang biasa disingkat GTS. 

Acara ini mengusung tema "Dengan semangat kebersamaan kita raih kesuksesan bersama", tagline "salam persaudaraan" serta mengenalkan visi menciptakan BMI yang kreatif, inovatif, dan aktif, dihadiri oleh ratusan TKI yang sudah mulai memadati lokasi acara di gedung Cong Fong Lu, Taoyuan yang beralamat di No. 110, Yongguang Rd, Pingzhen District, Taoyuan City 324, Taiwan, sejak pukul 10.00 pagi.

Acara diawali dengan seremonial dari GTS antara lain penganugerahan beberapa anggota yang berprestasi (juara dalam lomba Hari Kartini), penyerahan Santunan kepada TKI, serta acara simbolis "Mother Day".

Sebagai organisasi yang baru diresmikan, tentunya ke depan perlu bimbingan dan arahan dan KDEI di Taipei, ujar ketua GTS dalam sambutannya.

Melalui acara ini, KDEI di Taipei menyampaikan himbauan seputar ketenagakerjaan serta peranan organisasi dalam berkontribusi membantu upaya perlindungan WNI/TKI di Taiwan.

Beberapa informasi seputar hukum di Taiwan turut disampaikan mengingat selama ini antar organisasi rentan dari pertikaian. Selain itu diharapkan juga agar demi ketetertiban anggota organisasi hendaknya keanggotaan agar didata.

Melalui acara ini diharapkan terbangunnya kebersamaan dan solidaritas dari anggota organisasi tersebut guna menjalin kekompakan, persatuan dan kesatuan di Taiwan, sehingga tujuan utama bekerja di Taiwan dapat tercapai serta menghindari pertikaian yang mencoreng nama baik Indonesia di Taiwan.

Terkait pengaduan dan info seputar ketenagakerjaan diharapkan dapat mengakses chanel pengaduan yang ada melalui media sosial maupun kontak person bidang ketenagakerjaan yang telah dipublikasikan oleh KDEI di Taipei. 

Acara ini dihadiri ratusan anggota GTS yang datang dari seluruh penjuru Taiwan. 

Acara ini diisi juga dengan ceramah agama oleh Bapak Arif Yudi dari PCI NU Taiwan yang diikuti oleh peserta dengan penuh khidmat.

Dalam moment tersebut pihak panitia juga menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah terbangun dengan KDEI di Taipei selama ini khususnya dalam kerjasama dalam penanganan permasalahan salah satu TKI sakit bulan November 2016 lalu. Semoga ke depan kerjasama ini tetap berlanjut dan lebih baik lagi.

Acara ini berlangsung dengan sukses sampai dengan selesai (kdr)

Read more...

Pendampingan KDEI-Taipei Untuk Penyelesaian Masalah ABK LG Wahyudin Jufri 

Taipei, KDEI (13/05/17), KDEI di Taipei telah berupaya maksimal dalam melakukan pendampingan dalam penyelesaian  ABK LG (letter of guarantee) a.n Wahyudin Jufri, antara lain monitoring perkembangan kesehatan, fasilitasi pemenuhan hak (pembayaran sisa gaji, tiket kepulangan, asuransi), serta  pelunasan biaya perawatan di rumah sakit melalui serangkaian pertemuan dan mediasi dengan pihak-pihak terkait di Taiwan dan Indonesia.

Kasus Wahyudin Jufri tersebut adalah salah satu contoh dari sederet kasus ABK LG. ABK LG Sektor Perikanan adalah ABK yang bekerja secara non prosedural dengan menggunakan surat jaminan (letter of guarantee), berlayar di perairan internasional pada kapal berbendera Taiwan, umumnya berangkat dengan menggunakan visa kunjungan, tidak tercatat pada Kemenaker, BNP2TKI, KDEI di Taipei maupun pada pemerintah Taiwan, gaji rendah, rentan eksploitasi, serta tidak ada jaminan terhadap hak-hak pekerja.

KDEI di Taipei kerap mendapatkan laporan pengaduan tentang permasalahan ABK LG Sektor Perikanan. Prosedur penempatan ABK LG tersebut memang tidak sesuai dengan peraturan di Indonesia terkait dengan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri. Beberapa permasalahan lainnya antara lain TKI meninggal, gaji tidak lunas, ekploitasi, kekerasan, penelantaran, dan lain sebagainya. Penempatan ABK LG tersebut sulit dihentikan dan permasalahan terus muncul.

Wahyudin Jufri, pemuda kelahiran Sinjai, Sulawesi Selatan ini satu tahun yang lalu berangkat kerja keluar negeri melalui PT Satya Berdikari Nusantara, bekerja pada kapal perikanan berbendera Taiwan (Kapal Hai Ren 31). Sejak Maret 2016 mengarungi lautan dengan tekad untuk merubah nasib yang lebih baik.    
Hampir 10 bulan Wahyudin berlayar di kapal tersebut bergumul kerasnya perjuangan hari demi hari mengarungi samudera. Akhirnya momen dinantikan datang, saatnya kapal ikan Longline tersebut berlabuh di Kaohsiung, awal Januari 2017.

Awalnya Wahyudin sudah merasakan dadanya sakit dan sesak, kemudian jatuh pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan dari dokter rumah sakit. Selanjutnya Wahyudin dirawat di Chung Ho Memorial Hospital. Menurut diagnosa dokter bahwa ABK LG tersebut menderita penyakit langka yakni hipertensi paru-paru (stress cardiomyopathy), salah satu jenis penyakit berbahaya yang bisa menyerang semua jenis umur dan datangnya tiba-tiba, dikenal dengan sindrom patah hati menyerupai serangan jantung. Perawatan di rumah sakit tersebut akhirnya menuai hasil dan kondisi yang bersangkutan stabil dan dinyatakan sudah bisa melakukan perjalanan kembali ke Indonesia menggunakan pesawat. 

Namun permasalahan timbul karena biaya perawatan dan pengobatan sangat besar hal ini dikarenakan ABK tersebut tidak dicover oleh Asuransi Kesehatan Taiwan. 

Saat ini Asuransi Kesehatan Taiwan, hanya mengcover untuk ABK/Nelayan yang bekerja di dalam teritorial Taiwan. KDEI di Taipei sebagai representasi kehadiran negara dalam menjalankan fungsi perlindungan kepada WNI turun tangan dalam menyelesaikan permasalahan ini, dengan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah Taiwan dalam hal ini Marine Bureau Kaohsiung, serta mengupayakan mediasi antara ABK LG, agensi, owner dan perusahaan di Indonesia yang memberangkatkan Wahyudin Jufri.

Pada tanggal 05 April 2017, KDEI di Taipei melaksanakan pertemuan di kantor KDEI di Taipei guna  pembahasan lanjutan yang sebelumnya telah dilakukan di Kantor Marine Bureau Kaohsiung (23/03/2017) mengenai solusi permasalahan ABK LG (letter of guarantee) a.n Wahyudin Jufri. Turut hadir dalam pertemuan tersebut pihak terkait dari Kaohsiung yakni dari perwakilan rumah sakit, agensi, Marine Bureau Kaohsiung, PT. Satya Berdikari Nusantara (PT. SBN) yang didampingi oleh Kesatuan Pelaut Indonesia Perjuangan (KPIP).

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa biaya pengobatan ABK LG tersebut sebesar NT$ 1.030.000,- (satu juta tiga puluh ribu NT), atau setara dengan                 Rp. 454.320.635 (empat ratus lima puluh empat juta tiga ratus dua puluh ribu enam ratus tiga puluh lima rupiah). Mengingat biaya yang cukup besar tersebut sehingga perlu cost sharing dengan pihak terkait. Pada rapat tersebut PT. SBN bertanggung jawab dengan menanggung biaya perawatan 50 % dari total biaya (sudah termasuk dengan hasil klaim asuransi di Indonesia). PT. SBN langsung melunasi biaya perawatan 50 %. Sedangkan sisa biaya yang belum lunas akan menjadi tanggungjawab pihak majikan (owner) dan agensi. Pihak agensi meminta waktu untuk penyelesaian kewajiban terhadap biaya tersebut. Setelah tiga minggu kemudian, akhirnya sisa pembayaran dapat diselesaikan oleh Pihak agensi/owner dengan dukungan dari pihak lembaga sosial dan dukungan dari Pemerintah Kaohsiung Government City dalam hal ini Marine Bureau Kaohsiung.

Terkait dengan hak-hak ABK seperti sisa gaji, uang jaminan dan tiket kepulangan ke Indonesia sudah dipenuhi oleh pihak agensi dan majikan. Klaim asuransi di Indonesia sudah cair dan sudah termasuk dalam biaya yang disetorkan oleh pihak PT. SBN ke pihak rumah sakit tersebut.

Pada tanggal 22 April 2017, KDEI di Taipei mengunjungi Wahyudin Jufri, pasca perawatan intensif di rumah sakit. Yang bersangkutan ditampung sementara di Kantor Labour Concern Center, Kaohsiung sambil menunggu proses administrasi dan jadwal kepulangan. Kondisi kesehatannya sudah semakin membaik. ABK LG tersebut menyampaikan terima kasih atas upaya KDEI di Taipei dalam penanganannya selama ini. Sebagai informasi bahwa pada saat itu yang bersangkutan sedang dalam proses menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia, serta pelunasan biaya perawatan di rumah sakit oleh pihak agensi dan majikan. Terkait dengan sisa gajinya sudah dibayarkan oleh pihak majikan.

Puncak penyelesaian permasalahan ABK LG ini pada tanggal 26 April 2017, KDEI di Taipei diundang dalam acara seremonial/syukuran yang dilaksanakan oleh Marine Bureau Kaohsiung City Government sebagai sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan berbagai pihak dalam penyelesaian permasalahan ABK LG a.n Wahyudin Jufri tersebut. Pihak Pemerintah Kaohsiung dalam hal ini Marine Bureau secara khusus mengucapkan terima kasih kepada KDEI di Taipei atas upayanya dalam membantu mengawal dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Ucapan yang sama juga disampaikan kepada pihak Labour Concern Center, Pihak Rumah Sakit, pihak agensi/owner, PT. SBN/KPIP serta tak lupa juga disampaikan kepada lembaga sosial, agensi/owner yang telah membantu dalam mengupayakan penyelesaian sisa biaya pengobatan ABK dimaksud.

Mengingat saat ini kondisi TKI sudah stabil, seluruh hak-haknya telah terpenuhi serta menanggapi permintaan ABK yang menginginkan agar segera pulang ke Indonesia, KDEI di Taipei saat ini langsung mengkoordinasikan rencana pemulangan tersebut. 

Akhirnya yang bersangkutan kembali ke Indonesia pada Jum’at malam tanggal 28 April 2017, berangkat dari Kaohsiung International Airport pukul 21.25, transit di Hong Kong International Airport pukul 22.55, selanjutnya melanjutkan perjalanan pada pukul 00.20, dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta, pada tanggal 29 April 2017 pukul 04.00 WIB. Yang bersangkutan dijemput oleh PT yang memberangkatkan beserta keluarga, Ibu Siti Saenab. Selanjutnya pada sore harinya langsung melanjutkan penerbangan ke kampung halaman ke Makassar, Sulawesi Selatan bersama dengan keluarganya.

Saat ini Wahyudin Jufri sudah berada di rumah orang tuanya di Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. 

“Kemarin magrib saya bicara dengan Wahyudin, dia baik-baik saja”, jawaban Siti Saenab, bibi Wahyudin Jufri ketika membalas pesan singkat dari KDEI di Taipei guna memastikan keadaan terbaru Wahyudin.

Melihat substansinya pada dasarnya ABK Nelayan di Taiwan saat ini terbagi dalam dua kelompok besar yakni ABK Nelayan di dalam teritori dan ABK Nelayan di luar teritori (ABK LG/longline)

Penempatan ABK Nelayan di Taiwan saat ini adalah mengacu Surat Kepala BNP2TKI Nomor B.167/KA/IX/2015 tanggal 29 September 2015 tentang Penempatan TKI Nelayan di Wilayah Teritorial Taiwan. Dalam surat ini disampaikan bahwa pelayanan penempatan TKI Pelaut Perikanan/TKI Nelayan khusus TKI Nelayan di wilayah Teritorial Taiwan dapat dibuka kembali dengan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh majikan/agensi guna memberikan perlindungan yang optimal kepada ABK Nelayan.

Sedangkan skema ABK Nelayan yang di luar teritori taiwan (yang biasa dikenal dengan ABK LG) tersebut sedang dalam upaya pembahasan/perumusan tata kelola penempatan, serta peraturan atau kebijakan terkait penempatan ABK Nelayan di luar teritori secara aman dan terlindungi. 

Diharapkan rumusan tata kelola ABK LG tersebut dapat segera terwujud demi terlindunginya WNI yang bekerja sebagai ABK LG tersebut.

Sebagai informasi bahwa sejak 20 Januari 2017, Pemerintah Taiwan telah memberlakukan Peraturan terkait Pelaut Perikanan (Act For Distant Water Fisheries) telah diresmikan oleh pada tanggal 20 Juli 2016. 

Peraturan ini mengatur tentang hak-hak pekerja pelaut perikanan (ABK/Nelayan) yang bekerja pada kapal Taiwan, baik yang bekerja pada wilayah teritorial maupun di luar teritorial Taiwan. Peraturan ini diharapkan dapat menjadi payung hukum yang dapat melindungi ABK-LG (Letter of Guarantee) yang selama ini belum dilindungi oleh Undang-Undang Taiwan dan Indonesia. Selama ini penempatan ABK-LG tersebut terjadi di luar sistem penempatan dan perlindungan tenaga kerja baik di Taiwan maupun Indonesia.

Perwakilan KPIP juga turut mengapresiasi keberhasilan dalam penyelesaian permasalahan ini. Lebih lanjut disampaikan bahwa KPIP sebagai sebagai organisasi pelaut Indonesia akan turut mendorong penyelesaian permasalahan terkait penempatan ABK LG ini  kepada Pemerintah Indonesia untuk segera membuat peraturan bersama antar instansi terkait di Indonesia, sehingga ke depan ABK LG akan terlindungi (kdr).

 

 

 

 

 

 

 

Read more...

KDEI-Taipei melakukan koordinasi ke BNP2TKI terkait Penempatan dan Perlindungan TKI di Taiwan

 

Jakarta, (02/05/17). Baru-baru ini KDEI-Taipei melakukan kunjungan koordinasi ke BNP2TKI guna membahas beberapa pending matter terkait penempatan dan perlindungan TKI di Taiwan. 

Wakil Kepala KDEI di Taipei, Siswadi dalam paparannya menegaskan tentang perlunya pengaturan tentang biaya penempatan yang lebih transparan dan berpihak kepada TKI.  Saat ini biaya penempatan ke Taiwan tergolong tinggi dikarenan ada komponen biaya lain di luar cost structure (biaya penempatan) yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan pemangku kepentingan di Indonesia dapat lebih melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap PPTKIS yang diduga atau berpotensi melakukan penyimpangan tersebut.

Isu lain yang turut menjadi perhatian bersama adalah TKI kaburan yang trendnya terus meningkat, mendekati 10 %. 

Turut hadir dalam pertemuan ini Kabid naker, Devriel Sogia Raflis dan Analis Bidang Naker, Farid Ma'ruf. 

Dalam kunjungan tersebut juga dibahas tentang rencana tata kelola  penempatan dan perlindungan TKI di Taiwan. 

Direncanakan dalam waktu dekat  BNP2TKI akan melakukan kunjungan ke Taiwan guna menindaklanjuti pembahasan tersebut.

Read more...

Sembilan TKI di Hsinchu juga meraih predikat TKI Teladan Tahun 2017

Hsinchu, (29/04/17), KDEI-Taipei kembali menghadiri acara penyerahan sertifikat tenaga kerja teladan yang diselenggarakan oleh BLA Hsinchu. Acara tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah Hsinchu terhadap kinerja, dedikasi, kerja keras dan sumbangsih para pekerja asing terhadap Hsinchu.

Acara tahunan tersebut dibuka langsung oleh Walikota Hsinchu City, Mayor Lin Chih-chien.  Tujuan utama diadakannya acara tersebut diharapkan dapat memicu tenaga kerja lainnya untuk dapat berkinerja lebih baik. 

Adapun 9 (sembilan) TKI yang berhasil menjadi finalis juara yang telah mengungguli puluhan TKI pendaftar lainnya adalah Agus, Giyem, Nur Khasanah Bt Sanadji Ngarsi, Suyatin, Sumilah, Mujiati, Susi Widayati, Mimin Yuliarti, dan Misilah. Even seperti ini biasanya didominasi oleh TKI dari sektor domestik, namun pada even ini seorang TKI jabatan ABK/Nelayan juga berhasil mendapatkan predikat kategori TKI Teladan tersebut yakni Agus. 

Semoga TKI yang lain dapat menunjukkan dedikasi terbaiknya dalam bekerja sehingga mengharumkan kembali nama Indonesia di Taiwan.

Read more...

KDEI-Taipei Hadiri Employment Busines Meeting BNP2TKI

Denpasar, (27/04/2017), KDEI-Taipei hadir dalam Employment Busines Meeting (EBM) ke sembilan yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Kerjasama Luar Negeri dan Promosi, BNP2TKI. Kegiatan tersebut dilaksanakan di di Ruang Kharisma Ballroom Discovery Kartika Hotel Denpasar, Bali.

Deputi KLN dan Promosi, Elia Rosalina Sunityo dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu dari kegiatan yang menjadi prioritas BNP2TKI di tahun 2017 ini adalah perluasan penempatan TKI formal (terampil) ke berbagai negara tujuan penempatan. Terkait dengan prioritas penempatan TKI formal itu, salah satu cara yang ditempuh adalah memperkuat cakupan pasar kerja luar negeri melalui kerjasama berbagai skema penempatan TKI serta peningkatan fungsi Labour Market Inteligence di Perwakilan Republik Indonesia.

EBM ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesempatan kerja serta pasar kerja bagi tenaga kerja Indonesia di negara-negara kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah serta Eropa. Juga mendapatkan komitmen penempatan TKI sektor formal baik skema G to G, G to P maupun P to P dari potential employer, employment agencies dan stakeholder lainnya. Serta sharing  informasi mengenai kualifikasi, kompetensi dan sertifikasi Tenaga Kerja Indonesia berbagai sektor unggulan dan permintaan tenaga kerja di pasar kerja luar negeri. 

Prioritas penempatan TKI formal terampil ini merupakan arah kebijakan Pemerintah khususnya dalam perluasan kesempatan kerja luar negeri di bidang penempatan dan perlindungan TKI ke luar negeri adalah, peningkatan TKI formal (terampil), profesional, dan mandiri.

Perwakilan yang turut hadir dalam kegiatan ini dari jajaran pemerintahan Kerajaan Arab Saudi Deputy Minister of International Labor Affair, Ziyad Al Saigh, dan 9 (Sembilan) Perwakilan RI di luar negeri yaitu KBRI Doha, KBRI Riyadh, KBRI Muscat, KBRI Bandar Seri Begawan, KBRI Singapura, KJRI Istanbul Turki, KJRI Osaka Jepang, KJRI Penang, KDEI Taipe, serta beberapa Employer dari bermacam-macam perusahaan yang membawa info demand langsung untuk formal sektor, serta 70 PPTKIS yang akan menindaklanjuti info demand yang didapat dalam rapat EBM ini.

Sementara itu Sekretaris Utama BNP2TKI Hermono menambahkan EBM ini merupakan upaya promosi yang sangat strategis. EBM ini dilakukan sebagai kegiatan yang memfasilitasi pertemuan calon pengguna jasa(users) dengan sumber supply di dalam negeri.

Hermono menyebutkan sekarang ini banyak permintaan tenaga kerja sektor folrmal di Timur Tengah seperti di kontruksi, restoran, kemudian sektor kesehatan itu cukup banyak permintaanya. ini tantangan bagi kita untuk menyiapkan supply yang sesuai dengan persyaratan yang diminta user.

Program up grading skill menjadi prioritas utama BNP2TKI untuk memenuhi permintaan tenaga kerja formal yang trampil dan siap kerja, kata Hermono. 

Siswadi, Wakil Kepala KDEI di Taipei dalam paparannya menyampaikan beberapa hal yang menjadi informasi dan peluang sekaligus tantangan dalam penempatan dan perlindungan TKI di Taiwan antara lain terkait lowongan kerja profesional (white collar) yang dapat diisi oleh tenaga kerja profesional dari Indonesia, adanya revisi Peraturan baru Taiwan yang pro terhadap TKA antara lain perpanjangan kontrak tanpa pulang, cuti dengan gaji tetap dibayar, maupun peraturan perlindungan terhadap ABK (act distant water). Selain itu sejalan dengan kebijakan baru tentang New South Bound Policy, pihak Taiwan mencoba melakukan investasi ke Indonesia yang secara langsung membutuhkan tenaga kerja. Salah satu skema penempatan yang perlu dilakukan penjajakan adalah Taiwan telah memberlakukan Direct Hiring (perekrutan langsung TKA tanpa  mekanisme agensi/PT), saat ini beberapa sending countries telah mencoba skema tersebut. 

Beliau juga menegaskan bahwa salah satu kendala saat ini terkait dengan penempatan TKI di Taiwan adalah masalah pembebanan biaya (overcharging) yang memberatkan TKI, tentunya hal ini perlu pembenahan yang serius.

Di akhir penyampaiannya beliau juga menyampaikan bahwa saat ini Taiwan sedang menggodok RUU baru yakni “Act for the Recruitment and Employment of Foreign Profesional Tallent” tentang kebijakan untuk menarik lebih banyak pekerja professional, diutamakan dari alumni perguruan tinggi. 

Turut hadir dalam even tahunan tersebut yakni Devriel Sogia Raflis selaku Kepala Bidang Tenaga Kerja, Farid Ma’ruf, dan Analis Bidang Tenaga Kerja.

Sampai pada penutupan acara ini, diperoleh ribuan job indikasi yang selanjutnya dapat difollow up oleh BNP2TKI untuk dapat ditindaklanjuti menjadi job ril dan diharapkan terjadi matching antara supply dan demand sehingga dapat berlanjut pada proses penempatan TKI ke luar negeri sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Read more...

Kunjungan Kerja Deputi Penempatan BNP2TKI guna Peningkatan Kualitas Penempatan TKI ke Taiwan

Taipei, (04/05/17), Kepala KDEI-Taipei, Robert J Bintaryo menerima kunjungan kerja Deputi Penempatan BNP2TKI, Agusdin Subiantoro. Kunjungan kerja ini dalam rangka pembahasan isu-isu strategis terkait dengan upaya-upaya terobosan baru dalam rangka peningkatan kualitas penempatan TKI ke Taiwan. Kunjungan kerja di Taiwan diawali dengan courtesy visit ke KDEI di Taipei. Dalam courtesy visit tersebut sempat dibahas beberapa rencana yang akan diperjuangkan saat ini yakni terkait dengan peningkatan integrasi sistem KDEI di Taipei dan BNP2TKI (Sistem endorsement dan Sistem Simpati). Isu lain juga sempat disinggung antara lain terkait rencana skema penempatan zero cost bagi caregiver rumah tangga, rencana penyesuaian gaji sektor domestik, pembahasan tentang ABK LG, isu perpanjangan kontrak tanpa pulang, isu overcharging, rencana pengalihan biaya rekrut dan fee agency bagi TKI konstruksi pada proyek pemerintah kepada pengguna, serta isu-isu lainnya seputar ketenagakerjaan di Taiwan. Isu-isu penting tersebut diharapkan dapat diinisiasi dalam kunjungan ini, serta dapat ditindaklanjuti guna terwujudnya penempatan dan perlindungan TKI yang lebih baik dan menguntungkan bagi TKI. Dalam kunjungan ini, Deputi Penempatan bersama dengan Kepala KDEI di Taipei beserta jajarannya juga memberikan pengarahan langsung di hadapan ratusan TKI di ruang pelayanan Imigrasi KDEI di Taipei. Sempat juga diadakan dialog interaktif singkat dengan beberapa TKI. Acara kunjungan diakhiri dengan pose bersama TKI yang tampak gembira dan antusias dengan kehadiran pejabat BNP2TKI tersebut. Selanjutnya rangkaian kunjungan tersebut dilanjutkan dengan pertemuan dengan stakeholder terkait lainnya di Taiwan.

Read more...

KDEI-Taipei Hadiri Musyawarah Bersama Majelis Islam di Taiwan

 

Taipei (30/04/2017), Kepala KDEI-Taipei beserta jajarannya hadir dalam Musyawarah Bersama Majelis Islam di Taiwan. Tujuan utama pelaksanaan musyawarah ini adalah mencari solusi bersama dalam rangka kelancaran syiar Islam di Taiwan. Salah satu hal utama yang menjadi fokus pembahasan adalah menyikapi pemakaian cadar yang menimbulkan keresahan warga Taiwan. Atas nama perlindungan kepentingan WNI/TKI di Taiwan dipandang perlu untuk duduk bersama sehingga diperoleh kesimpulan untuk menyikapi hal tersebut guna melindungi kepentingan WNI/TKI di Taiwan.

Dalam rapat ini disimpulkan bahwa hendaknya umat muslim Indonesia dapat saling menghormati dan toleran terhadap umat non muslim terutama warga asli Taiwan, pemerintah Taiwan mempunyai peraturan khusus dimana dapat mengambil tindakan terhadap hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan publik. Dikarenakan pemakaian cadar saat ini sedikit banyak meresahkan warga Taiwan, maka diharapkan kerjasama yang baik dari organisasi-organisasi muslim di Taiwan untuk bisa menyesuaian atau mengkondisikan hal tersebut.

Dengan adanya sikap kooperatif tersebut diharapkan dapat selalu terbinanya kerjasama yang baik dan ada kepercayaan dari Pemerintah Taiwan untuk memberikan kebebasan beribadah seperti selama ini, kemudahan izin dalam kegiatan keagamaan (tabligh akbar, pengajian) dan lain sebagainya.

Read more...

Empat TKI Berhasil Menjadi “TKI Teladan” di New Taipei City 

New Taipei City, (27/04/17), KDEI di Taipei kembali menghadiri acara penganugerahan tenaga kerja teladan bertempat di gedung aula BLA New Taipei City. Acara tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah New Taipei City terhadap kinerja, kerja keras dan sumbangsih para pekerja terhadap masyarakat khususnya tenaga kerja asing, driver bus umum dan taksi terbaik. 

Acara tahunan tersebut dibuka langsung oleh Walikota New Taipei City, Mayor Eric Zhu.  Dalam sambutannya beliau menyampaikan gambaran umum tentang New Taipei City sebagai salah satu kota terbesar di Taiwan dengan populasi kurang lebih 4 juta penduduk. Terdapat berbagai macam perusahaan dengan begitu banyak pekerja yang telah memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap masyarakat. Di akhir sambutannya beliau berharap agar setiap instansi teknis terkait dapat bekerja sama untuk memberikan perlindungan terbaik bagi para pekerja di Taiwan.

Dengan diadakannya acara tersebut diharapkan dapat memicu tenaga kerja lainnya untuk dapat berkinerja lebih baik. Adapun 4 (empat) TKI yang berhasil menjadi finalis juara yang telah mengungguli puluhan TKI pendaftar lainnya adalah Murniawati, Nafsiyah, Mohammad Samsuri dan Wawa Wardiyanto. Semoga TKI yang lain dapat menunjukkan dedikasi terbaiknya dalam bekerja sehingga mengharumkan kembali nama Indonesia di Taiwan.

Read more...

4 TKI di Kaohsiung Berhasil Menjadi TKI Teladan

Kaohsiung, (22/04/17), KDEI di Taipei menghadiri Festival Labor 2017, acara tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kaohsiung. Acara ini dibuka langsung oleh Director Labor Affairs Bureau of Kaohsiung City Government, Cheng Su Ling鄭素玲。Turut hadir juga Mayor of Kaohsiung City, Chen Chu.

Dalam sambutannya keduanya menyampaikan bahwa tujuan diadakannya acara tersebut adalah sebagai bentuk apresiasi pihak Pemerintah Kaohsiung terhadap seluruh pekerja baik warga Taiwan sendiri maupun tenaga kerja asing atas dedikasinya terhadap majikan/perusahaan di Kaohsiung khususnya. Dengan diadakannya acara tersebut diharapkan dapat memicu tenaga kerja lainnya untuk dapat berkinerja lebih baik.

Adapun 4 (empat) TKI yang berhasil menjadi finalis juara yang telah mengungguli puluhan TKI pendaftar lainnya adalah Mahmudah Siti, Kuriah, Siti Asisah, dan Nuraeni Bt Jumed Omo. Semoga Kartini-Kartini yang lain dapat menunjukkan dedikasinya dalam bekerja sehingga mengharumkan kembali nama Indonesia di level Kaohsiung City, Taiwan.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

Our website is protected by DMC Firewall!