Menu

Ketenagakerjaan (101)

KDEI Di Taipei Menghadiri Seminar Bertajuk "Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan"

 Taipei City, KDEI (17/12) – Seminar Bertajuk “Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan” sukses diselenggarakan di Auditorium Kampus National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Kegiatan ini diselenggarakan oleh PCI Muhammadiyah Taiwan bekerja sama dengan NTUST-ISA (Indonesian Student Association) dan Formmit (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia Taiwan).

Dalam seminar ini menghadirkan tiga nara sumber utama yaitu :

  1. Dr. Haedar Nashir (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah), dengan topik Mengasah Karakter Berkemajuan Melalui Organisasi dan Dakwah selama di Taiwan.
  2. Prof. Dr Yunahar Ilyas, Lc (Wakil Ketua MUI Pusat), dengan topik Nilai-nilai Islam yang berkemajuan untuk majunya Indonesia.
  3. Wakil dari KDEI di Taipei, Farid Ma’ruf (Analis Bidang Ketenagakerjaan), dengan topik Peran WNI/TKI di Indonesia di Taiwan.

Turut hadir juga dalam seminar ini Kadir, selaku Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja. Sekitar pukul 14.00, para peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Taiwan sudah mulai berdatangan di lokasi penyelenggaran di auditorium kampus terbesar di Taipei tersebut. Acara ini diselenggarakan dengan maksud untuk menjalin silaturahmi, kekeluargaan dan wadah untuk mempersatukan umat melalui seminar dengan tema membangun karakter Indonesia Berkemajuan, kolaborasi nilai Islam dan adat ketimuran Taiwan guna memajukan masyarakat muslim Indonesia. 

KDEI di Taipei yang diwakili oleh Farid Ma’ruf menyampaikan tentang pentingnya peran masyarakat Indonesia (WNI/TKI) di Taiwan serta informasi seputar ketenagakerjaan di Taiwan. Diawali dengan penyampaian seputar data dan fakta seputar ketenagakerjaan, antara lain trend penempatan yang masih didominasi oleh tingkat pendidikan setingkat SMP, disusul SMU dan SD. Trend permasalahan TKI masih didominasi oleh ketidakharmonisan hubungan kerja antara TKI dan pengguna, serta ketidakmampuan bekerja. 

Berdasarkan data yang ada disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia di Taiwan tergolong besar yaknir ± 275.000, dengan komposisi mahasiswa sekitar 4.300 orang, TKI sekitar 241.000 orang, kawin campur sekitar 29.000 orang. Tentunya, hal ini merupakan potensi yang sangat besar untuk dapat mempromosikan Indonesia secara luas ke masyarakat Taiwan maupun memanfaatkan peluang-peluang yang ada di Taiwan untuk kemaslahatan umat.

“Dalam meningkatkan perlindungan kepada TKI diharapkan kepada seluruh masyarakat Indonesia di Taiwan khususnya mahasiswa kiranya dapat mensosialisasikan kepada TKI agar menghindari kaburan maupun pelanggaran hukum lainnya”, tegasnya dalam mengakhiri sambutannya di hadapan peserta seminar.

Usai paparan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta seputar tema Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan.. Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan tertib sampai pukul 17.00. (*kdr).

 

 

Read more...

KDEI Di Taipei Hadir Dalam Event SAVE BMI Di Taichung

Taichung City, KDEI (11/12) – Acara pentas Seni dan Budaya TKI yang digagas oleh perkumpulan TKI di Taiwan baru-baru ini berlangsung meriah. Peserta yang berasal dari kalangan TKI di sekitar Taichung turut hadir meramaikan acara tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan oleh salah satu organisasi TKI di Taiwan yakni Save BMI, yang mempunyai tagline “together to save others”.

Sekitar pukul 10.00, para peserta sudah mulai berdatangan memadati tempat pelaksanaan acara yang bertempat di Piramid Taichung. Acara ini diselenggarakan dengan maksud untuk menjalin kekerabatan dan kekeluargaan sesama TKI serta sebagai ajang apresiasi terhadap buruh migran Indonesia di Taiwan yang mempunyai bakat istimewa dan juga mengangkat berbagai seni budaya asli Indonesia.

KDEI di Taipei diwakili oleh Kepala Shelter KDEI di Taichung, Ibu Rita Njo, dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh TKI yang hadir agar tetap menjaga hubungan baik dan memperkokoh nilai kekeluargaan sesama TKI/BMI di Taiwan.

“Diharapkan kepada seluruh TKI agar tetap rukun, kompak, mewaspadai berbagai penipuan, menghindari narkoba, serta jangan menjadi TKI Kaburan”, tegasnya dalam mengakhiri sambutannya di hadapan ratusan TKI.

Acara ini diisi dengan pertunjukan seni dan budaya, perform musik, dan kegiatan lainnya. Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan tertib sampai pukul 17.00. (*kdr).

 

Read more...

Tabligh Akbar Bersama FOKWIT, Momentum untuk Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

 

Taipei, KDEI (11/12) – Tabligh Akbar FOKWIT (Forum Kerukunan Warga Indonesia Taiwan), 11 Desember 2016, berlangsung sukses. Acara dengan tema Taiwan Berzikir ini diselenggarakan dalam rangka ulang tahun ke VIII. 

Ribuan jamaah yang sebagian besar adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) turut hadir dalam kegiatan keagamaan ini yang merupakan hasil kerja sama antara FOKWIT dengan organisasi TKI/WNI di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, PT. SBL dan pihak terkait lainnya.

Sekitar pukul 09.00, dalam kondisi cuaca dingin, para TKI mulai berdatangan dari berbagai penjuru Taiwan, mulai memadati lokasi di samping Taipei Main Station (TMS).

Kepala KDEI di Taipei, Robert J Bintaryo, mengapresiasi kegiatan positif ini sebagai salah satu upaya dalam rangka pembinaan TKI/WNI. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi, memantapkan nilai-nilai iman serta dapat mengingatkan kita agar selalu bertakwa kepada Allah SWT,” ujarnya dalam sambutan di hadapan ribuan jamaah. 

Dalam kesempatan ini juga turut disampaikan tentang perlunya dukungan dari segenap masyarakat Indonesia di Taiwan dalam peningkatan perlindungan WNI/TKI khususnya di Taiwan. Terkait dengan kebijakan ketenagakerjaan di Taiwan yakni perpanjangan kontrak tanpa harus pulang ditegaskan bahwa KDEI di Taipei mendukung, namun masih diperlukan pertemuan dengan pihak Taiwan guna meningkatkan perlindungan TKI. 

Sebelum kegiatan utama, kegiatan ini diawali dengan serangkaian program FOKWIT bekerja sama dengan PT. SBL, perusahaan Travel terkemuka di Indonesia. Dalam sesi acara tabligh akbar, yang diwakili oleh Bapak Fatahillah disampaikan ceramah agama serta sambungan jarak jauh via telepon dengan Bapak Ustadz Arifin Ilham.

Acara ini diselingi dengan undian dan door prize dari panitia, berlangsung tertib dan diakhiri pada pukul 16.00 (*kdr)

Read more...

KDEI Di Taipei Menyapa TKI Dalam Acara The Foreign & Local Employees Get-Together Party

 

Tainan City, KDEI (27/11) – Acara ketenagakerjaan, The Foreign & Local Employees Get-Together Party Of Tainan City Government 2016 yang digagas oleh Pemerintah Kota Tainan, 27 November 2016, berlangsung meriah. Peserta yang berasal dari tenaga kerja lokal dan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari berbagai negara antara lain Indonesia, Filipina, dan Vietnam turut hadir meramaikan acara tersebut. Kegiatan ini bertema kekeluargaan/kekerabatan yang dipersembahkan bagi tenaga kerja lokal maupun tenaga kerja asing. 

Sekitar pukul 09.00 dalam kondisi hujan rintik disertai udara dingin, para peserta mulai berdatangan memadati tempat pelaksanaan acara di No. 36, Ln. 42, Zhong Xing Rd., Xinhua Dist., Tainan City. Acara ini diselenggarakan dengan maksud untuk menjalin kekerabatan dan kekeluargaan yang dipersembahkan bagi tenaga kerja lokal maupun tenaga kerja asing termasuk TKI. Dalam acara ini TKI peserta sebagian besar bekerja pada sektor manufaktur yang berada di sekitar wilayah Tainan.

Wakil Kepala KDEI di Taipei, Siswadi, dalam sambutannya menuturkan, pihaknya mendukung kegiatan positif ini serta mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Tainan dalam memberikan perhatian serta mengakui existensi TKI telah banyak berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Tainan. 

“Diharapkan kepada seluruh TKI agar tetap menjaga martabat dan nama baik Indonesia di Taiwan, sehingga ke depan pemerintah Indonesia dan masyarakat Taiwan tetap mengharapkan kehadiran TKI di Taiwan serta agar menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan tindak pidana serta perpecahan dan pekelahian khususnya antar sesama TKI”, tegasnya dalam mengakhiri sambutannya di hadapan ratusan TKI.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Directory General BLA Tainan, Yu Pao-Hsien dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih kepada perwakilan Sending Countries yang telah hadir serta kepada masyarakat Tainan dan tenaga kerja asing yang ikut pada acara ini walaupun dalam kondisi cuaca hujan. 

Acara ini diisi dengan games seru antara lain perlombaan memasukan piring plastik ke dalam gawang, lomba gigit sendok yang diisi pingpong serta diselingi dengan acara perform musik yang diisi secara bergantian oleh TKA dan warga lokal. Dalam kesempatan ini TKI juga turut mengambil bagian dengan membawakan lagu dangdut yang disambut meriah oleh TKI lainnya.

Turut hadir dalam acara ini Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja, Kadir dan lokal staf. Di sela-sela acara, KDEI di Taipei juga menyapa beberapa TKI serta menyampaikan berbagai informasi terbaru seputar ketenagakerjaan. Selain itu juga menerima beberapa pengaduan, serta konsultasi mengenai hak-hak yang harus diketahui oleh TKI selama bekerja di Taiwan.

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib sampai pukul 14.00. Di akhir acara Wakil Kepala KDEI di Taipei turut menyerahkan hadiah berupa piala kepada pemenang yang dinilai secara kumulatif dari kedua games tersebut. Pada kesempatan ini TKI mendapatkan piala sebagai juara dua (*kdr).

Read more...

KDEI-Taipei Menyapa ABK Nelayan Indonesia di Pelabuhan Donggang

Donggang, 26 November 2016, Ka KDEI-Taipei, Bapak Robert James Bintaryo, bersama dengan Kepala Bidang Tenaga Kerja, Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan, dan Kepala Subbagian Protokol dan Konsuler,  melakukan silaturahmi ke Sekretariat Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia (FOSPI) di Donggang.

Dalam kesempatan tersebut, selain memperkenalkan diri sebagai Kepala KDEI-Taipei yang baru, juga dilakukan sosialisasi informasi dan diskusi dengan para ABK Nelayan terkait isu-isu ketenagakerjaan di Taiwan, meliputi respon kebijakan baru Taiwan mengenai perpanjangan masa kerja, prosedur verifikasi ABK Nelayan, dan penanganan jenazah TKI.

Di akhir kunjungan, tim KDEI-Taipei berkesempatan melihat bangunan yang akan digunakan sebagai masjid, yang pembeliannya diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara sukarela oleh ABK Nelayan di wilayah Donggang dan hasil sumbangan dari para Donatur. By

Read more...

Partisipasi KDEI Taipei Di Pertemuan Apec Skill Development Capacity Building Alliance

Taichung, Rabu (02/11) – KDEI di Taipei baru-baru ini berpartisipasi dalam Pertemuan APEC Skills Development Capacity Building Alliance. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Workforce Development Agency, Ministry of Labor Taiwan bekerja sama dengan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). KDEI di Taipei diwakili oleh Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Devriel Sogia Raflis dan didampingi oleh Asisten Senior Bidang Tenaga Kerja, Kadir. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari negara lain antara lain Filipina, USA, Canada, Japan, Australia, Vietnam, dan negara lainnya.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan, dalam paparannya menyampaikan kebijakan Indonesia terkait dengan perlindungan TKI khususnya PLRT, kebijakan peningkatan skill TKI yang diberikan pelatihan sebelum ditempatkan di Taiwan, best practice kerjasama pertukaran pelatihan dan sertifikasi bidang konstruksi, kegiatan pemberdayaan TKI yang terintegrasi, serta saran kerjasama bilateral terkait dengan bidang peningkatan kualitas tenaga kerja antara lain bahwa dalam MoU yang akan ditandatangani antara IETO dan TETO dimasukan salah satu butir penting tentang program pertukaran vocational training kedua belah pihak. Indonesia membuka kerja sama investasi dengan negara lain di bidang pelatihan, terutama negara-negara yang membutuhkan jasa tenaga kerja Indonesia. Dengan adanya investasi pelatihan tersebut, diharapkan kompetensi yang dimiliki TKI benar-benar sesuai dengan kebutuhan negara penempatan.

Best practice pertukaran pelatihan yang sudah berjalan adalah antara lain kerjasama pembinaan konstruksi yang sudah ditetapkan dalam tahapan Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan kompetensi antara Indonesia dan Malaysia.

Acara ini diselenggarakan dengan tema Facilitating Talent and Skills Mobility for Quality Growth, dikaikan dengan kebijakan New Southbound Policy. Secara umum disampaikan bahwa pentingnya peningkatan skill, minat dan bakat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Diharapkan Taiwan dapat memanfaatkan peluang yang baik di kancah global dalam mengimplementasikan Smart Machine Industries khususnya di Taichung sebagai model kota terbaik di Taiwan. 

Dalam mewujudkan itu tentunya perlu kerjasama dan kolaborasi yang erat antara pemerintah, universitas, pengusaha dan industri. Perubahan perspektif dari teknologi lama ke teknologi baru Smart Machine Industries diharapkan dapat diterapkan guna meningkatkan produktivitas. 

 Dalam kerangka New Southbound Policy yang salah satu aspeknya menyangkut peningkatan talent exchange adalah bidang pendidikan (program beasiswa), bakat industri (link dan match dunia pendidikan dan industri) dan bagi imigrant baru (membantu imigrant untuk mendapatkan sertifikasi dan peluang kerja). (Kdr)

Read more...

Pertemuan Rutin Dengan Satgas TKI dan TKS Untuk Perlindungan TKI Di Taiwan

TAIPEI – KDEI di Taipei kembali mengadakan rapat dengan Satgas (Satuan Tugas) TKI dan TKS (Tenaga Sukarela) Rapat pada tanggal 6 November 2016, pukul 11.00 – 16.00 bertempat di ruang rapat KDEI di Taipei. 

Pertemuan dipimpin oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja, yang didampingi oleh Asisten Senior Bidang Tenaga Kerja, seluruh staff Bidang Tenaga Kerja serta dihadiri oleh Kepala Bidang Imigrasi. Pertemuan ini dihadiri anggota Satgas TKI dan TKS.

Maksud dari pertemuan ini adalah untuk memantau kinerja Satgas dan TKS, sharing informasi dan pengetahuan seputar ketenagakerjaan, identifikasi kendala-kendala yang ditemukan di lapangan, serta saran dan masukan untuk perbaikan ke depan.

Dalam pertemuan ini disampaikan tentang statistik TKI di Taiwan yang berisi data penempatan, data trend kasus TKI, isu tentang perpanjangan perjanjian kerja tanpa harus pulang, serta penguatan koordinasi dan kolaborasi dalam upaya peningkatan perlindungan kepada TKI di Taiwan. Secara umum kuantitas kasus pada tahun 2016 ini lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2016 per 6 November, aduan yang diterima sebanyak 803 kasus dan telah terselesaikan sebanyak 668 kasus  (83,2 %). Hal ini mengalami penurunan dari tahun 2015 yang sebanyak 1.084 kasus dan terselesaikan 992 kasus (91,5 %). Menurut data MoL Taiwan, jumlah TKI yang masuk ke Taiwan mengalami peningkatan yaitu 236.526 orang (2015) menjadi 239.257 orang (update September). 

Beberapa hal pokok yang dibahas dalam pertemuan antara lain :

  1. Terkait isu perpanjangan kerja tanpa harus pulang adalah isu yang paling banyak ditanyakan karena hampir seluruh TKI di Taiwan ingin segera mendapatkan kejelasan tentang informasi tersebut. Disampaikan bahwa walaupun kebijakan amandemen peraturan tersebut sudah diumumkan berlaku sejak tanggal 5 November 2016, namun sampai dengan saat ini KDEI di Taipei masih dalam proses koordinasi dan menunggu petunjuk teknis dari MoL Taiwan. KDEI di Taipei juga akan mengagendakan rapat dengan MoL dan pihak Sending Countries lainnya guna kelancaran pelaksanaan kebijakan tersebut.
  2. Terkait dengan pengurusan paspor bahwa strategi untuk mempercepat pelayanan penerbitan paspor akan segera disusun dan akan diterapkan guna kelancaran pelayanan.
  3. Disampaikan juga tentang kasus-kasus TKI yang saat ini sedang ditangani oleh Satgas dan TKIS. Beberapa kasus yang sering ditemukan adalah maraknya TKI Kaburan, pemutusan kontrak sepihak, salah job dan lain sebagainya.
  4. Terkait dengan pembebanan biaya berlebihan (overcharging), KDEI di Taipei telah memperketat dalam verifikasi dokumen kerjasama penempatan antara agensi dan PPTKIS, hanya membatasi jumlah maksimal pembiayaan yang dibebankan kepada TKI yang mendekati nilai KUR Pembiayaan Penempatan TKI.

Di akhir pertemuan disimpulkan bahwa diharapkan masing-masing anggota Satgas TKI dan TKS agar tetap semangat dan pro aktif dalam menjalankan tugas untuk meningkatkan perlindungan kepada TKI. Koordinasi, konsultasi dan komunikasi dengan KDEI di Taipei tetap diharapkan guna meningkatkan perlindungan kepada TKI. Hendaknya berhati-hati dalam penyelesaian kasus-kasus TKI karena sensitif, menghindari publisitas yang berlebihan di media sosial, maupun berita ke jaringan informasi TKI lainnya yang berpotensi dapat mempersulit penyelesaian permasalahan TKI atau demi kerahasiaan data TKI yang sedang bermasalah.

Sebagai tindaklanjut bahwa akan diadakan kembali pertemuan rutin berikutnya, jadwal akan disampaikan kembali. Forum komunikasi intensif melalui grup media social Line dan Facebook akan terus ditingkatkan guna meningkatkan perlindungan kepada TKI di Taiwan. (Kdr).

Read more...

Indonesia Music Festival Berlangsung Meriah

Taipei, OK Prepaid Card Indonesia Music Festival yang dihelat di Taipei, Taiwan, 13 November 2016, berlangsung meriah. Ribuan pengunjung yang sebagian besar adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) hadir dalam event hasil kerja sama Pemerintah Kota Taipei, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Taipei City Foreign and Disabled Labor Office, dan sponsor.

Sekitar pukul 11.00, dengan cuaca yang belum begitu stabil, para TKI mulai berdatangan memadati Taipei Expo Park. Acara ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada para TKI yang bekerja di Taiwan.

Kepala KDEI di Taipei, Robert J Bintaryo, menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi sekaligus berterima kasih dengan adanya kegiatan positif ini. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan hiburan kepada para TKI yang bekerja di Taiwan serta yang paling penting adalah untuk meningkatkan hubungan antara KDEI di Taipei dan Pemerintah Taipei City,” tandasnya dalam sambutan di hadapan ribuan TKI. 

Menurutnya, jumlah TKI yang bekerja di Taiwan saat ini sekitar 239.257 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun organisasi TKI yang berada di Taiwan tercatat lebih dari 100 organisasi. Organisasi TKI di Taiwan lebih dari 100-an, tentunya merupakan potensi yang sangat besar untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara luas ke masyarakat Taiwan dengan berbagai cara, antara lain melalui festival musik.

Masih dalam nuansa Peringatan Hari Pahlawan ke-71 dengan tema “Satukan Langkah untuk Negeri”, beliau juga menyerukan semangat agar tetap semangat dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan melalu bekerja, menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

“Mari kita sukseskan acara ini dengan tetap menjaga ketertiban, saling mengingatkan, dan tetap bersatu. Marilah kita tunjukkan bahwa kita bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang berbudaya,” tambahnya.

Sementara itu, Director of Taipei City Foreign and Disabled Labor Office, Hui–Chi Chen menyampaikan terima kasih atas kontribusi TKI yang sangat penting di Taipei Taiwan. “Kami berterima kasih atas perjuangan TKI untuk bekerja di Taiwan,” ujarnya disambut gemuruh hadirin. Menurutnya, TKI lebih unggul dibandingkan dengan TKA yang lain selain jumlah yang besar juga terkenal dengan keuletannya dalam bekerja.

Acara puncak kemeriahan OK Prepaid Card Indonesia Music Festival adalah dengan penampilan Geisha Band, salah satu band terkenal di Indonesia. Perform music yang dilantunkan oleh vokalis Momo berhasil membakar semangat penonton dengan lagu-lagu andalan seperti Jika Cinta Dia, Takkan Pernah Ada, Kamu Yang Pertama, dan Lumpuhkan Ingatanku. Suasana semakin meriah, khidmat dan mengharukan ketika Geisha Band menyanyikan lagu populer nasional, Tanah Airku serta Gebyar-gebyar yang diikuti serempak oleh penonton. (Kdr)

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

Our website is protected by DMC Firewall!