Menu

Ketenagakerjaan (131)

Pesan Perlindungan WNI/TKI dalam Konser Asik 2017 Judika 

Taipei, KDEI (09/04/17) Konser Asik 2017 sukses digelar di Taipei yang berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan pengunjung yang sebagian besar adalah tenaga kerja Indonesia (TKI). Sekitar pukul 11.00, dengan cuaca yang belum begitu stabil, para TKI mulai berdatangan memadati TWTC Hall 3 (Samping Taipei 101). Acara ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk apresiasi dan hiburan yang diberikan oleh sponsor utama kepada para pelanggan yang umumnya TKI yang bekerja di Taiwan.

Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya turut membakar semangat para hadirin untuk sejenak mengingat tanah air dan mengetuk jiwa nasionalismenya.

Wakil Kepala KDEI di Taipei, Siswadi, mengapresiasi kegiatan positif ini, sebagaimana disampaikan dalam sambutannya. Lebih lanjut ditegaskan bahwa jumlah TKI yang bekerja di Taiwan saat ini sekitar 248,953 orang, serta organisasi TKI di Taiwan lebih dari 100-an, tentunya merupakan potensi yang sangat besar untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara luas ke masyarakat Taiwan dengan berbagai cara, antara lain bisa melalui perform music live seperti ini. 

Turut disampaikan juga bahwa KDEI di Taipei sangat concern terhadap perlindungan TKI/WNI bersama dengan pihak-pihak terkait di Taiwan, berupaya untuk melakukan pembinaan terhadap TKI/WNI antara lain melalui pemberian hukuman terhadap pelaku yang terlibat dalam tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Hal ini merupakan satu tindakan nyata sebagai bentuk hadirnya negara dalam perlindungan optimal terhadap seluruh TKI/WNI yang berada di Taiwan, serta dalam rangka menjaga nama baik bangsa Indonesia.

Di akhir sambutannya, beliau mengajak kepada seluruh TKI agar agar TKI jangan mau dipengaruhi oknum-oknum tertentu untuk kabur dari tempat kerja, dengan iming-iming gaji tinggi atau fasilitas yang lebih baik, karena menjadi kaburan sangat beresiko. Jika sudah kaburan maka semua hak-haknya sebagai TKA di Taiwan akan hilang. Hendaknya bila ada permasalahan Saudara (i) kita dapat dilaporkan ke KDEI di Taipei untuk segera ditindaklanjuti melalui kontak person yang telah disebar melalui website KDEI, tim Satgas/TKS.

Acara puncak kemeriahan Konser Asik 2017 adalah dengan penampilan Judika, salah satu penyanyi terkenal di Indonesia. Perform music yang dilantunkan oleh Judika berhasil membakar semangat penonton dengan lagu-lagu hitsnya yang berlangsung sekitar satu jam.. Suasana semakin meriah, khidmat dan mengharukan ketika diselingi dengan menyanyikan lagu populer nasional, Tanah Airku serta ditutup dengan lagu Rumah Kita yang diikuti serempak oleh para penonton. (Kdr)

Read more...

Tabligh Akbar bersama Gus Nur hadir kembali di Taiwan

Taipei, KDEI (09/04/2017).  Wakil Kepala KDEI di Taipei, Siswadi bersama jajarannya menghadiri Tabligh Akbar bertajuk "Dengan Bersholawat Satukan Niat Menuju Umat Yang Kuat". Tabligh Akbar yang dipersembahkan oleh Pesantren Darus Syafa’ah dengan bekerja sama dengan organisasi di Taiwan menghadirkan kembali pembicara utama Gus Nur serta hadir pula Habib Muchsin Alhamid. 

Acara keagamaan ini berlangsung dengan hikmat dan sukses yang dilaksanakan di Taipei Main Station South 2 Gate yang dihadiri oleh ratusan orang yang umumnya berasal dari TKI sudah mulai memadati tempat kegiatan sekitar pukul 09.00 pagi. 

Wakil Kepala KDEI di Taipei dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh WNI/TKI yang berada di Taiwan untuk tetap menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan. Dalam sambutannya juga disampaikan tentang kebijakan baru terkait perpanjangan kontrak tanpa pulang, himbauan agar menghindari perkelahian, menghindari narkoba, menghindari modus penipuan, menghindari pergaulan bebas, serta mencegah jangan sampai menjadi TKI kaburan. 

Pendekatan atau solusi yang dapat dilakukan adalah dengan saling mengingatkan antar sesama WNI/TKI atau pun dengan meningkatkan peran dari organisasi-organisasi TKI yang ada.

Di akhir sambutannya beliau juga menegaskan sebaiknya agar menghindari paham yang mengarah ke radikal yang dapat merugikan WNI/TKI semua.  Acara berlangsung tertib dan damai sampai menjelang sore hari.

Read more...

KDEI-Taipei Berkoordinasi Dengan WDA terkait Rakor Peningkatan Kualitas Penanganan TKI

KDEI (6/4/17) melakukan koordinasi dengan WDA (MoL) Taiwan. 

Tujuan koordinasi ini adalah untuk membahas rencana pelaksanaan rapat koordinasi teknis peningkatan kualitas penanganan permasalahan TKI yang ditangani oleh KDEI di Taipei dan BLA di Taiwan.

Kedatangan KDEI di Taipei disambut dan direspon positif oleh Deputi Director Cross-Border Workforce Management Division, Workforce Development Agency (WDA), Ministry of Labor. Beliau menyampaikan bahwa ide gagasan tersebut sangat baik dan sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh WDA, MoL Taiwan. 

Sebagai tindaklanjut terkait teknis pelaksanaan rapat tersebut akan didiskusikan lebih lanjut. Perkiraan pelaksanaan pada bulan Mei 2017.

Read more...

Pertemuan KDEI di Taipei dengan Ditjen Perikanan, Council of Agriculture (CoA) Taiwan

Pada Hari Kamis tanggal 23 Maret 2017, KDEI di Taipei melakukan pertemuan dengan Ditjen Perikanan, Council of Agriculture (CoA) Taiwan, guna membicarakan hal-hal terkait ABK LG yang bekerja di Kapal Taiwan. KDEI di Taipei dan Ditjen Perikanan sepakat untuk bekerja sama lebih erat dalam rangka tukar menukar informasi dan meningkatkan perlindungan bagi ABK LG.

Pertemuan dilakukan dalam rangka melakukan perlindungan bagi ABK LG yang bekerja di Kapal Ikan berbendera Taiwan. Dalam kesempatan ini, Wakil Kepala KDEI di Taipei, Bpk. Siswadi menyampaikan bahwa sejak tahun 2015 sampai dengan bulan Maret 2017, telah terjadi permasalahan ABK LG sebanyak 162 kasus yang dilaporkan ke KDEI Taipei dengan tiga kategori permasalahan yang dominan yaitu gaji tidak dibayar, meninggal kecelakaan kerja, dan over contract.

Selain itu juga disampaikan kepada Dirjen Perikanan dan staff, dikarenakan mekanisme penempatan yang dilakukan tidak mengacu pada penempatan Tenaga Kerja Asing ke Taiwan, antara lain tidak adanya pengesahan Perjanjian Kerja oleh KDEI di Taipei dan Ministry of Labor Taiwan, maka jika terjadi permasalahan yang timbul, KDEI Taipei mengalami kesulitan untuk melakukan penyelesaian masalah antara ABK LG dan majikan.

Dirjen Perikanan menyampaikan terimakasih atas kunjungan KDEI di Taipei dan menyampaikan bahwa informasi adanya 162 permasalahan ABK LG, merupakan masukan bagi Ditjen Perikanan untuk dapat memperbaiki mekanisme dan proses penempatan ABK LG yang dilakukan. Selain itu permasalahan ABK LG saat ini merupakan salah satu prioritas dari pemerintah Taiwan, saat ini Ditjen Fisheries sedang menyempurnakan mekanisme penempatan serta pengawasan terhadap penempatan ABK LG, dengan harapan dapat meningkatkan perlindungan bagi ABK LG yang bekerja di Kapal Taiwan.

Dirjen Perikanan juga menyampaikan bahwa saat ini lebih kurang sekitar 10.000 ABK LG asal Indonesia bekerja di Kapal Taiwan yang beroperasi di luar wilayah perairan Taiwan. Selain itu Ditjen Perikanan saat ini sedang melakukan penambahan petugas pengawas di negara yang berdekatan dengan wilayah perairan tempat beroperasinya kapal ikan Taiwan, Ditjen Perikanan juga secara intensif melakukan pemeriksaan kepada Agency, Majikan dan Kapal Nelayan sehingga jika terjadi sesuatu hal maka dapat segera dilaporkan ke petugas tersebut untuk diselesaikan permasalahannya.

Permasalahan ABK LG selain disebabkan oleh majikan juga disebabkan oleh ketidaksiapan ABK  yang diperkerjakan, tidak ada pelatihan yang diberikan kepada ABK LG sebelum diberangkatkan sehingga tidak mengetahui pekerjaannya sebagai ABK Pelaut Perikanan. Selain itu ABK LG yang ditempatkan, tidak terbiasa hidup/bekerja dilaut dikarenakan berasal dan tinggal di wilayah pegunungan. Terkait hal tersebut, KDEI Taipei menyampaikan bahwa hal ini terjadi dikarenakan penempatan ABK LG tidak mengikuti peraturan dan persyaratan penempatan Tenaga Kerja ke Taiwan, sehingga tidak diketahui kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seorang ABK LG.

KDEI Taipei menyarankan agar penempatan ABK LG dapat dilakukan sesuai mekanisme penempatan Tenaga Kerja ke Taiwan, sehingga sebelum dilakukan penempatan ke Taiwan seorang ABK LG dilakukan pelatihan untuk memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan untuk bekerja sebagai ABK LG. Selain itu kepada Ditjen Perikanan disarankan pula agar dilakukan pertemuan rutin, antara perwakilan KDEI di Taipei dan Ditjen Perikanan sebagai ajang untuk tukar menukar informasi dan membahas serta menyelesaikan permasalahan yang muncul.

Ditjen Perikanan menyambut baik usulan KDEI Taipei dan akan memenuhi permintaan KDEI di Taipei untuk menginformasikan jumlah, nama ABK LG asal Indonesia serta Agency dan Kapal dan wilayah operasi nya. Sebagai langkah awal kedua belah pihak telah menunjuk petugas penghubung untuk mengkomunikasikan kebutuhan informasi dari kedua belah pihak, KDEI Taipei akan terus melakukan koordinasi dengan Ditjen Perikanan. (*)

 

Read more...

Pertemuan KDEI-Taipei dengan Pemkot Kaohsiung

 

Kaohsiung, KDEI, (23/03/17), menyelenggarakan pertemuan yang bertempat di Kantor Marine Bureau Kaoshiung guna membahas permasalahan ABK LG (letter of guarantee) a.n Wahyudin Jefri. Turut hadir dalam pertemuan tersebut dari Biro Sosial, BLA, dokter, NGO, asosiasi agensi, Biro Perikanan, pihak agensi, majikan dan ABK. Kondisi kesehatan yang bersangkutan saat ini sudah stabil pasca pengobatan dan perawatan dari rumah sakit.

Read more...

KDEI-Taipei Koordinasi dengan Kepolisian Pintung 

KDEI di Taipei berkoordinasi dengan Kepolisian Pintung guna meningkatkan perlindungan TKI di Taiwan. Hal ini untuk menindaklanjuti terkait dengan adanya laporan dari TKI tentang adanya dugaan aksi pemuda Taiwan berupa pemukulan atau pelemparan tempat berkumpulnya TKI. Pihak kepolisian sudah menerima laporan tersebut dan sudah diantisipasi. Saat ini kepolisian kerap mengintensifkan patroli di beberapa titik rawan dan disarankan bagi TKI bila berkumpul agar lebih banyak dan memperketat juga pengamanan, serta agar menghindari minuman keras yang sering menjadi pemicu perkelahian. Kepolisian juga mengharapkan kerjasamanya kepada para TKI agar parkir sepeda dilakukan dengan tertib khususnya di kawasan pelabuhan Tongkang.

Read more...

Sosialisasi Perpanjangan Kontrak Tanpa Pulang

Taipei, KDEI, Minggu (12/3/14), KDEI di Taipei baru-baru ini menyelenggarakan Sosialisasi Perpanjangan Kontrak Tanpa Pulang. Dalam sosialisasi tersebut menghadirkan pembicara utama (narasumber) dari pihak Taiwan, yakni dari WDA dan BLA Taipei City. Tujuan utama sosialisasi ini adalah untuk mensosialisasikan kebijakan baru terkait dengan perpanjangan kontrak di Taiwan yang sudah berjalan sejak 5 November 2016, tata cara perpanjangan kontrak serta penyelesaian permasalahan seputar perpanjangan kontrak serta sosialisasi materi tentang ketenagakerjaan dan keimigrasian.

Para peserta yang berjumlah sekitar 80 orang, yang umumnya berasal dari TKI serta sebagian dari agency mulai berdatangan ke Kantor KDEI di Taipei pada pukul 09.00.  Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Kepala KDEI di Taipei, Siswadi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan kepada hadirin agar dapat memanfaatkan momen ini sehingga bisa mandiri dalam pengurusan perpanjangan kontrak tanpa pulang serta dapat memahami problem dan solusi seputar kebijakan tersebut. Turut hadir dalam acara ini Kabid Naker (Devriel Sogia Raflis), Kabid Imigrasi (Herawan Sukoaji), Analis Bidnaker (Farid Ma’ruf), Asisten Senior Bidnaker (Kadir), beserta lokal staf KDEI di Taipei.  Acara ini berlangsung interaktif yang dimulai dari jam 10.00 dan 15.00. Terlihat para hadirin sangat antusias mendengarkan pemaparan dari narasumber. Materi terkait perpanjangan kontrak tanpa pulang disampaikan langsung dan diterjemahkan langsung oleh penerjemah, sehingga kontennya dapat dipahami oleh semua peserta.

Dalam sesi diskusi TKI sudah menanyakan beberapa hal yang masih menjadi problem utama bagi TKI, antara lain terkait dengan adanya biaya transfer yang dikenakan oleh agensi, bahkan ada juga yang malah disuruh kembali ke Indonesia tanpa diproses.

Semua pertanyaan secara garis besarnya telah dijawab dalam diskusi interaktif tersebut . Berbagai pertanyaan yang penuh semangat dari peserta telah dijawab langsung oleh narasumber. Intinya bahwa bila masih menemukan permasalahan dalam pengurusan perpanjangan kontrak dapat segera melaporkan ke saluran pengaduan 1955 di Taiwan. Terkait dengan pembebanan biaya disadari memang merupakan pertanyaan yang sering dan terkait hal itu, akan terus disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan di Taiwan termasuk agency maupun majikan bahwa hal itu tidak dibenarkan. Pihak yang meminta biaya dari TKI di luar ketentuan dapat dikenakan sanksi hukuman. TKI dapat melaporkan bila ada indikasi pembebanan biaya dengan menyertakan bukti yang valid (bukti rekaman suara/pesan dalam LINE, SMS, dll). Sesi diskusi panel tersebut diakhiri setelah semuanya jelas dan tidak ada lagi pertanyaan dari hadirin.

Pada sesi kedua dilanjutkan setelah makan siang dengan tema seputar informasi ketenagakerjaan di Taiwan serta peraturan terkait keimigrasian. Pada akhir kegiatan dihimbau bagi kawan-kawan TKI yang masih merasa masih ada kendala dalam perpanjangan kontrak tanpa pulang, disarankan agar dapat menyampaikan pengaduannya melalui chanel pengaduan yang sudah ada melalui Satgas TKI, TKS (Tenaga Kerja Sukarela) atau join ke Grup media sosial "Pengaduan TKI Taiwan".

Read more...

Tabliqh Akbar Bersama Ki Joko Goro Goro

Taicung, KDEI (19/03/2017).  Wakil Kepala KDEI di Taipei, Siswadi bersama Kabid Naker, Devriel Sogia Raflis dan Analis Ketenagakerjaan, Farid Ma’ruf menghadiri acara Tabligh Akbar bertajuk "Menjalin Ukhuwah Islamiyah dalam Aqidah Aswaja". Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh IMIT Taichung menghadirkan pembicara utama Ustadz KH. Abdur Rochim S.Pd.I (Ki Joko Goro Goro) dari Demak. Acara keagamaan ini berlangsung meriah yang dilaksanakan di Taman Taichung yang dihadiri oleh lebih dari 1.000 orang yang umumnya berasal dari TKI sudah mulai memadati tempat kegiatan sekitar pukul 09.00. Wakil Kepala KDEI di Taipei dalam sambutannya kembali menegaskan dan mengingatkan kepada seluruh WNI/TKI yang berada di Taiwan untuk tetap menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan. Dalam sambutannya juga disampaikan tentang kebijakan baru terkait perpanjangan kontrak tanpa pulang, himbauan agar menghindari perkelahian, menghindari narkoba, pergaulan bebas, serta mencegah jangan sampai menjadi TKI kaburan.  Di akhir sambutannya beliau juga mengharapkan kiranya WNI/TKI dapat menjadi duta wisata Indonesia guna memperkenalkan potensi wisata, budaya yang  ada di Indonesia. Acara berlangsung tertib dan damai sampai menjelang sore hari.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

Our website is protected by DMC Firewall!