Menu

Ketenagakerjaan (188)

KDEI Taipei Bekerjasama dengan Pemerintah Kota Taichung melalui Radio di Taichung

(18/12/2017) KDEI Taipei selalu berupaya untuk memberikan wawasan yang luas terkait informasi ketenagakerjaan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat di Taiwan.

KDEI Taipei bekerjasama dengan Pemerintah Kota Taichung melakukan penyebarluasan informasi ketenagakerjaan melalui Radio di Taichung. Pada acara tersebut KDEI Taipei diwakili oleh Devriel Sogia Raflis selaku Kepala Bidang Ketenagakerjaan, dan Ibu Rita Kepala Shelter KDEI Taipei wilayah Taichung.

Radio Taichung yang mendukung penuh acara tersebut yaitu Happy Radio di gelombang FM89.5 Taichung. Penyiaran telah dilakukan pada hari Kamis, 14 Desember 2017. Adapun materi penyiaran berupa informasi ketenagakerjaan yang meliputi himbauan, pelayanan ketenagakerjaan serta informasi pelayanan KDEI Taipei di Taman Piramid setiap minggu pertama tiap bulannya.

Tujuan utama kerjasama ini salah satunya adalah memberikan perlindungan dan informasi yang terbaru dan terpercaya terkait ketenagakerjaan kepada PMI di Taiwan.

“Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat lebih meningkatkan dan memberikan wawasan yang luas kepada PMI di Taiwan pada khususnya, selain itu dapat lebih meningkatkan kerjasama antara Taiwan dan Indonesia”, sepatah kata dari Bapak Devriel yang disampaikan dalam acara tersebut.

Read more...

KDEI Taipei hadir dalam Konser Kemanusiaan yang digagas TKI

Taipei, KDEI (12/10/17) KDEI di Taipei hadir dalam acara konser kemanusiaan yang digagas oleh salah satu organisasi TKI yakni SaveBMI yang dimotori oleh Tari Sasha. Acara ini terbilang sukses menghadirkan beberapa musisi dari kalangan TKI yang tersebar di seluruh penjuru Taiwan. Live music perform dari band-band TKI tidak kalah serunya bila dibandingkan dengan band nasional terkenal di Indonesia. Mereka tampak antusias dan menghayati setiap lirik dan alunan lagu yang mereka bawakan.

Tujuan utama pelaksaan acara ini salah satunya adalah kebersamaan dan wujud solidaritas sesama TKI guna membantu rekan-rekan TKI yang kurang beruntung selama bekerja di Taiwan.

Melalui acara ini, KDEI Taipei yang diwakili oleh Bapak Farid Ma’ruf selaku Analis Bidang Tenaga Kerja menyampaikan himbauan dan informasi seputar ketenagakerjaan serta ditambahkan oleh Kadir selaku Asisten Senior Bidang Tenagakerja terkait mekanisme pelaporan bila ada masalah serta cara mendapatkan informasi ketenagakerjaan melalui website KDEI Taipei, maupun portal pusat informasi dan pengaduan TKI Taiwan baik melalui blog maupun media sosial.  

Melalui acara ini diharapkan terbangunnya kebersamaan dan solidaritas yang kuat dari sesama TKI di Taiwan sehingga dapat meringankan beban rekan-rekan TKI yang kurang beruntung. 

Acara ini juga turut disaksikan ratusan TKI yang datang dari seluruh penjuru Taiwan, berlangsung dengan sukses sampai dengan selesai menjelang sore hari.

Read more...

Pembinaan PMI Taiwan dalam Even Kompetisi Sepakbola, TISL 2017

Taipei, KDEI (18/12/17) -- KDEI Taipei terus berupaya meningkatkan pembinaan terhadap PMI di Taiwan. Salah satunya adalah melalui event kegiatan olahraga, yakni melalui dukungan dalam even sepakbola bergengsi di kalangan PMI Taiwan yakni TISL (Taiwan Indonesia Soccer League).

Dalam kompetisi tersebut, Cailiao FC keluar sebagai juara TISL (Taiwan Indonesia Soccer League) Musim 2017. Adalah kemenangan dengan skor 2-1 atas Laforsa FC yang mengantarkan Cailiao FC ke tangga juara. 

Dalam laga yang dilangsungkan di Stadion NTSU (National Taiwan Sport University), Minggu (17/11/2017), yang kick off pukul 13.00 siang waktu setempat. Seluruh gol Cailiao FC dilesakkan oleh Khayat Ibramin, pemain bernomor punggung 23. Dari sisi Laforsa FC, sempat memperkecil kekalahan berkat tendangan indah dari Galih Dito Deniswara, pemain bernomor punggung 13. 

Pada babak pertama unggul sementara Cailio FC yang kemudian ada perubahan intensitas dan penyerangan di babak kedua. Berbagai upaya serangan balik dan mengejar ketertinggalan Laforsa FC berhasil diredam oleh Cailiao FC. 

Wasit akhirnya meniupkan peluit tanda akhir pertandingan. Cailiao FC pun menuntaskan laga dengan kemenangan 2-1, kembali sebagai juara bertahan TISL.

Pertandingan berlangsung dengan kondisi cuaca dingin berkisar 12⁰C disertai hujan rintik tidak menyurutkan semangat dari kedua kesebelasan memperjuangkan trofi bergengsi di ajang kompetisi tersebut. 

Sebagai informasi bahwa Liga TISL tersebut merupakan liga bergensi di kalangan PMI yang diadakan setiap tahunnya, dengan mempertemukan berbagai klub-klub sepakbola bentukan PMI yang ada di seluruh Taiwan. Dalam liga TISL 2017 ini diikuti oleh oleh 30 klub dari berbagai penjuru di Taiwan.

Dalam event tersebut KDEI Taipei yang diwakili oleh Farid Ma’ruf selaku analis bidang tenaga kerja hadir dalam rangka pembinaan terhadap Pekerja Migrant Indonesia di bidang olahraga.

“Dengan adanya kegiatan kompetisi seperti ini diharapkan dapat membangkitkan semangat persaudaraan yang tinggi sesama PMI, dalam mengisi waktu libur dengan kegiatan positif sehingga mencegah hal-hal negatif, menjunjung tinggi sportifitas, serta memperkenalkan kepada Taiwan pada banyak talenta-talenta dari PMI di bidang sepakbola”, ujarnya dalam memberikan sambutan sebelum penyerahan trofi dan medali kepada para pemain.

Dalam kesempatan tersebut, dilangsungkan dengan penyerahan medali dan trofi kepada Juara 1, 2, 3, dan 4 serta beberapa kategori. 

Adapun susunan juara dalam kompetisi TISL tersebut adalah : 

Juara 1 Cailiao FC (Status Juara Bertahan)

Juara 2 Laforsa FC

Juara 3 Puyan FC

Juara 4 Liong FC

Sedangkan kategori best player  adalah Galih Dito Deniswara dari Laforsa FC, top score Nazam dari Cailiao FC, best goal keeper Heri Kuswanto dari Cailiao FC

Ketua Penyelenggara Kompetisi TISL Furqon Ali sekaligus anggota kesebelasan Cailiao FC, menyampaikan kegembiraannya karena berhasil mempertahankan Juara 1 dalam kejuaraan ini, sebelumnya tahun 2016 lalu juga keluar sebagai juara.

“Liga ini baik khususnya buat perkembangan sepak bola di Taiwan bisa terus maju, banyak pula tim2 baru yang muncul, sekarang saja hampir 30 tim yang ikut berpartisipasi dan tidak ada kericuhan atau hal yg tidak kita inginkan”, ujarnya.

Pertandingan final tersebut turut dihadiri oleh sekitar ratusan PMI pecinta sebakbola serta pendukung masing-masing kesebelasan. Acara berlangsung dengan sukses, aman tanpa ada kericuhan, berakhir pukul 15.30 waktu setempat.

Read more...

KDEI Taipei menerima kunjungan Organisasi TKI, Herox Ngawi

Taipei (03/12/17), Kepala KDEI di Taipei menerima kunjungan dari organisasi TKI yang ada di Taichung. Dalam pertemuan singkat tersebut dibahas beberapa hal seputar isu ketenagakerjaan khususnya yang dialami oleh rekan-rekan TKI di Taiwan, serta usulan-usulan kegiatan positif yang bermanfaat bagi TKI. Menyikapi berbagai permasalahan tersebut dengan pemberitaan-pemberitaan di media social diharapkan TKI dapat lebih bersikap dewasa, agar tidak langsung mempercayai kabar yang beredar melalui media social.

Dalam kunjunganya Herox Ngawi sebagai salah satu organisasi TKI yang bergerak di bidang social yang resmi berdiri pada tahun 2010 tersebut, menyampaikan maksud kedatangannya yakni perihal rencana pelaksanaan kegiatan perkumpulan anggota organisasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2018 di Taichung. Organisasi meminta masukan dan kehadiran KDEI Taipei dalam kegiatan tersebut. 

Organisasi yang berbasis di Taichung dengan anggota ratusan orang TKI tersebut meminta waktu dalam acara tersebut terkait dengan beberapa hal yang belum dipahami secara utuh oleh TKI antara lain seputar kebijakan perpanjangan kontrak tanpa pulang, asuransi TKI, tata cara menikah resmi di Taiwan, legalisasi dokumen serta hal-hal terkait lainnya.

Menanggapi permintaan dari pihak organisasi TKI tersebut, Kepala KDEI Taipei menyambut baik rencana pelaksanaan kegiatan tersebut. Disampaikannya bahwa nantinya acara tersebut akan didukung oleh Full Team Pelayanan WNI/TKI oleh KDEI Taipei khususnya dalam sosialisasi ketenagakerjaan, hukum, keimigrasian, kekonsuleran serta peraturan terkait lainnya sebagaimana biasanya yang dilakukan oleh KDEI Taipei selama ini dalam acara Mobile Service KDEI.

Diharapkan nantinya WNI/TKI yang berada di sekitar Taichung dapat memanfaatkan momen yang baik tersebut.

Read more...

40 TKI, Alumni Exit Program Kelas Baking & E-Commerce Siap Berwirausaha

Taipei, KDEI (19/11/17) -- Sebanyak 10 (sepuluh) TKI Taiwan terpilih sebagai TKI Terbaik dalam program pelatihan keterampilan (Exit Program) yang digelar oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Global Workers Organization (GWO) di Taipei, Taiwan. Selain mendapat piagam penghargaan, ke-10 TKI ini juga menerima tabungan dari Bank BNI sebagai hadiah.

Program pelatihan ini diikuti 40 peserta yang merupakan TKI dari berbagai wilayah di Taiwanyang dilakukan guna meningkatkan keahlian khusus bagi TKI, sehingga dapat berwirausaha atau mengisi kesempatan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Banyak manfaat dengan program ini antara lain membangkitkan semangat dan menumbuhkan mental berwirausaha, menambah jaringan dan relasi, bergabung dengan komunitas di Indonesia serta fasilitasi Pemberdayaan Terintegrasi.

Ke-10 TKI Terbaik tersebut terbagi dalam 2 (dua) kelompok pelatihan yakni kelas baking (pembuatan kue) yaitu: Astuti, Evi Dwi Puspitasari, Suparni, Rini Yuniati, dan Atin Sunarti, serta kelas e-commerce (bisnis online) yaitu: Rike Septiana, Risa, Muhdirin, Nurkhoiriah, dan Mardianto. Pelatihan diikuti total oleh.

Atin Sunarti, salah satu TKI terbaik menyampaikan, pihak majikan mendukung penuh keputusannya mengikuti pelatihan membuat kue. Pihak majikan berharap, Atin sepulangnya ke Indonesia bisa membuka usaha dan hidup mandiri. “Setiap minggu saya berangkat mengikuti pelatihan dengan membawa nenek yang saya jaga menggunakan kursi roda,” tuturnya.

Perjuangan Atin bukanlah hal yang mudah. Demi mendapat ilmu bekal kemandirian di Indonesia, Atin setiap minggu mesti berangkat dari daerah Beitou menuju Taipei. Dengan mendorong kursi roda yang ditumpangi nenek yang dijaganya, Atin kemudian naik kereta MRT menuju lokasi pelatihan dengan menempuh waktu sekitar 1,5 jam. Perjuangan Atin sepadan dengan predikat TKI Terbaik yang berhasil diraihnya bersama sembilan TKI lainnya.

Pelatihan keterampilan membuat kue (Chinesse/Western Baking) dan bisnis online (internet marketing) ini berlangsung selama 2,5 bulan dalam 10 kali pertemuan (durasi 40 jam). Pelatihan menghadirkan mentor-mentor yang berpengalaman di bidangnya. Butuh kesabaran, keuletan dan komunikasi yang intensif agar TKI bisa mengikuti pelatihan di sela-sela kewajibannya bekerja sebagai TKI.

“Banyak manfaat mengikuti kegiatan seperti ini, karena menumbuhkan mental berwirausaha. Tidak selamanya mereka akan menjadi TKI,” tutur Kepala KDEI Taipei Robert James Bintaryo saat memberi sambutan di Kainan Vocational High School, Taipei, Minggu (19/11).

Beliau juga berharap, hendaknya ilmu yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terlebih lagi lembaga perbankan di Indonesia dapat memfasilitasi untuk kredit usaha. Khususnya bagi TKI kelas e-commerce juga diharapkan dapat menyasar bisnisstartup di Indonesia.

Kepala Sekolah Kainan Vocational High School, Xing-Wen Fei menuturkan, seluruh kue yang dipelajari TKI adalah jenis kue yang sangat terkenal di Taiwan namun sangat praktis dipraktekkan. “Harapannya, jika kue-kue ini dibuat di Indonesia, akan banyak peminat sehingga mudah dipasarkan,” ujar Xing-Wen Fei antusias.

Menjawab Kegelisahan TKI Purna

TKI terbaik lainnya, Rini Yuniati, berharap sekembalinya ke Indonesia dirinya bisa membuka usaha. “Saya sangat berminat dengan bidang makanan dan kue-kuean. Saya mengikuti pelatihan ini agar dapat membuka usaha di Indonesia,” jelas TKI yang bekerja di daerah Xizhi, Taipei. TKI asal Gurah, Kediri, Jawa Timur ini telah sekitar 8 (delapan) tahun bekerja sebagai TKI di Taiwan sehingga memutuskan sekembalinya ke Indonesia akan berwirausaha.

TKI purna dan kembali ke Indonesia akan menghadapi persoalan baru. Mereka yang akan membuka usaha misalnya, masih gamang dengan bidang usaha yang akan dibuka serta persoalan permodalannya.

“Kegiatan ini menjawab kegelisahan TKI, sepulang dari Taiwan mau buat usaha apa? Dengan bekal pelatihan ini, setelah kembali ke Indonesia mereka dapat membuka usaha, terkait dengan permodalan dapat kita arahkan ke perbankan” tandas Senior Asisten Ketenagakerjaan KDEI Taipei, Kadir.

Kadir menambahkan, TKI purna diharapkan dapat mengikuti program pemberdayaan terintegrasi di Indonesia untuk didampingi dari saat memulai usaha hingga akses permodalan dan pemasaran.Diakhir penjelasannya beliau menyimpulkan hendaknya alumni pelatihan sudah dapat menentukan niat, minat dan impian untuk berwirausaha dari sekarang.

“Kami mengimbau kepada para TKI di Taiwan untuk secara rutin menyisihkan gaji mereka di rekening sebagai bekal membuka usaha di Indonesia. Apabila membutuhkan bantuan membuka usaha, BNI bisa membantu melalui kredit usaha purna TKI,” terang Remittance Representative BNI Taiwan, Ersam Richard Parura usai memberikan hadiah Tabungan  secara simbolis kepada 10 TKI Terbaik. 

 

Read more...

Kepala KDEI menghadiri tabligh akbar bersama ust.abdul somad Lc.MA di Taipei Main Station dalam rangka HUT ke-7 Komunitas Pantura di Taiwan

Taipei, KDEI (11/11/2017) -- Kepala KDEI Taipei, bersama jajarannya menghadiri Tabligh Akbar bertajuk "Hidayah Illahi Terpatri dalam Jiwa Pantura Community". Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Forum Kerunakan Pantura Community dengan bekerja sama dengan organisasi di Taiwan menghadirkan Bapak Ustadz Abdul Somad.

Acara pengajian dan pencerahan keagamaan ini berlangsung dengan hikmat dan sukses yang dilaksanakan di Taipei Main Station South 2 Gate yang dihadiri oleh ribuan orang yang umumnya berasal dari TKI sudah mulai memadati tempat kegiatan sekitar pukul 09.00 pagi. 

Kepala KDEI di Taipei dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh hadirin untuk tetap menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan. Acara berlangsung tertib dan damai sampai menjelang sore.

Read more...

Lima TKI Terpilih Jadi TKI Teladan di Taipei

TAIPEI – Lima TKI di wilayah Kota Taipei, Taiwan, terpilih sebagai TKI Teladan 2017. Dalam ajang penghargaan bergengsi yang diadakan rutin oleh Depnaker Taipei City ini, tenaga kerja asal Indonesia lainnya juga menyapu bersih seluruh kategori utama berupa lomba puisi dan fotografi.

Kelima TKI yang terpilih sebagai TKI Teladan 2017 di wilayah Taipei adalah: Hemi Yuliani, Risah BT Karta Semita Karya, Munariyah, Sudisem, dan Adisti Anggraeni. Kelima TKI ini, berhasil menyisihkan ribuan tenaga kerja asing lainnya. Dalam prosesi penyerahan hadiah yang digelar di Taipei Main Station, Minggu (5/11) ini, kelima TKI tersebut tidak dapat menutupi rasa bahagia sekaligus haru.

“Saya di sini bekerja merawat kakek dengan ditemani oleh nenek, jadi di rumah hanya bertiga. Selama di sana, nenek sangat pengertian, baik, tidak pernah marah-marah. Kakek yang saya jaga sudah pikun, tapi beliau juga sangat baik,” ucapnya.

Selain prestasi gemilang kelima TKI tersebut, sejumlah TKI juga menorehkan prestasi tak kalah membanggakan. Dalam ajang serupa, untuk kategori lomba puisi dan lomba fotografi, posisi Juara I sampai dengan III bahkan disapu bersih oleh Tenaga Kerja asal Indonesia.

Adapun masing-masing pemenang lomba puisi adalah: Agus Susiyanti (Juara I), Sinta (Juara II), dan Sri Lestari (Juara III). Sedangkan pemenang lomba fotografi adalah: Rachmat Indra Gunawan (Juara I), Yohanes Arif Wibowo (Juara II), dan Yulius Fajar Nugroho (Juara III).

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi TKI lainnya selama bekerja di Taiwan. Prestasi ini sangat membanggakan,” jelas  Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei, Devriel Sogia Raflis. (*)

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd