Menu

Ketenagakerjaan (100)

KDEI Di Taipei Menyelenggarakan Piket Selama Libur Imlek (Part 3)

Yehliu,  Rangkaian piket hari keempat tersebut dilaksanakan di Yehliu, tepatnya di Mushola Nurul Hidayah yang beralamat di 1F., No. 55, Dong'ao, Wanli Dist., New Taipei City 2017, Taiwan.  Pertemuan dihadiri oleh ABK Nelayan diseputar Pelabuhan Yehliu.

Agenda piket hari ini adalah diskusi seputar permasalahan TKI ABK Nelayan. Diharapkan melalui penyampaian dan diskusi ini TKI dapat mengetahui hak dan kewajibannya. Salah satu hak yang perlu perlu diketahui oleh ABK Nelayan adalah tentang gaji tambahan yakni :

  1. bagi TKI Nelayan yang berpengalaman kerja di Taiwan dengan tambahan 25% gaji, contoh jika mengikuti gaji 20.008, maka tambahan gaji 25 % berarti tambahan sebesar kurang lebih NT$ 5,000.
  2. bagi TKI Nelayan yang Non atau tidak berpengalaman kerja di Taiwan dengan tambahan 15 % gaji, contoh jika mengikuti gaji 20.008, maka tambahan gaji 15 % berarti tambahan sebesar kurang lebih NT$ 3,000.

Bonus hasil pancing berbeda lagi, sebagaimana dalam Pasal 4 dalam Perjanjian Kerja berbunyi : Bonus hasil pancingan Long Line Fishing adalah merujuk pada hasil kesepakatan kedua belah pihak. 

Sebagai informasi bahwa gaji tambahan  tersebut telah disepakati oleh majikan (pemilik kapal) dan agensi, sebagai salah satu syarat dalam pengajuan Perjanjian Kerjasama Penempatan (humao) untuk perekrutan ABK Nelayan. Sebagai tambahan informasi bahwa Penempatan TKI Nelayan di Wilayah teritorial Taiwan pernah ditutup pada 16 Maret 2015 karena banyaknya permasalahan pada saat itu yang kemudian dibuka kembali pada tanggal 29 September 2015, yang salah satu ketentuannya adalah perbaikan kesejahteraan bagi ABK Nelayan yang salah satunya adalah disepakatinya agar ada tambahan gaji tersebut.

Gaji tambahan tersebut berlaku untuk penempatan ABK Nelayan yang telah diverifikasi oleh KDEI di Taipei di atas September 2015. Bila tambahan gaji tersebut belum dibayarkan silahkan dipertanyakan kepada agensi masing-masing dan bila tidak direspon dapat disampaikan kepada KDEI di Taipei dengan melampirkan bukti-bukti valid.

Disampaikan juga bahwa gaji ABK Nelayan telah mengalami kenaikan menjadi 21,009 mulai Januari 2017. Diharapkan TKI memahami hak yang paling penting ini.

Dalam pertemuan ini juga TKI ABK Nelayan memohon dukungan kepada KDEI di Taipei agar difasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah setempat untuk operasional Mushola Nurul Hidayah sehingga resmi dan terdaftar sebagai pusat keagamaan di Yehliu. Pada akhir pertemuan ditutup dengan doa bersama, serta ucapan terima kasih dari ABK Nelayan telah dikunjungi oleh Perwakilan Pemerintah.

Read more...

KDEI Di Taipei Menyelenggarakan Piket Selama Libur Imlek (Part 2)

Taipei Aktivitas piket hari ketiga (29/01/17)  di Taipei tepatnya di seputaran Taipei Main Station. Pemantauan diawali di area TMS (Taipei Main Station/Stasion Kereta di Taipei) dilanjutkan dengan kunjungan ke toko Indo dekat TMS. Tampak beberapa kelompok orang berkerumun (didominasi TKI) yang puncaknya pada hari Minggu menjadi pemandangan yang lazim di TMS.

Dalam kunjungan lapangan ini KDEI di Taipei sempat berdiskusi dan menerima pengaduan maupun konsultasi dari beberapa TKI. Umumnya masih mempertanyakan tentang proses kebijakan baru tentang perpanjangan tanpa pulang yang menurut mereka terkesan ribet dan dikeluhkan adanya pembayaran yang tinggi dalam proses perpanjangan kontrak. Dalam kunjungan ini dijelaskan tentang mekanisme  perpanjangan kontrak tanpa pulang yang sudah berlaku sejak 5 November 2016 tersebut. Dalam prosesnya diharapkan TKI dapat mengurus Perjanjian Kerja (PK) pada pada KDEI di Taipei. Dan disampaikan juga bahwa dalam proses perpanjangan PK tersebut tidak dipungut biaya jasa perpindahan.

Bila ada permasalahan lebih lanjut dapat disampaikan ke KDEI di Taipei untuk follow up lanjutan. Selain itu semua WNI/TKI disampaikan agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban khususnya selama liburan.

Read more...

KDEI Di Taipei Menyelenggarakan Piket Selama Libur Imlek (Part 1)

Dalam rangka pengawasan, pembinaan dan sosialisasi kepada TKI, KDEI di Taipei melaksanakan Piket Selama Libur Imlek Tahun 2017.

Aktivitas piket dimulai sejak hari pertama libur, Jumat, 27 Januari 2017. Pemantauan diawali di Taipei Grand Mosque. Dilanjutkan dengan hari kedua, Sabtu 28 Januari 2017, KDEI di Taipei melakukan serangkaian kunjungan pada beberapa titik keramaian yang ada WNI/TKI-nya antara lain pada beberapa toko Indo di Taoyuan, selain itu mengunjungi Shelter KDEI di Chungli serta menghadiri acara pertemuan dan silaturahmi dengan TKI di Yingge. Dalam pertemuan ini disampaikan tentang berbagai hal yang harus dipahami oleh TKI di Taiwan, antara lain seputar informasi peraturan hukum yang harus ditaati, informasi ketenagakerjaan dan lain sebagainya. Dalam petemuan ini juga ada diskusi dan interaksi dengan beberapa TKI yang menanyakan kebijakan baru seputar mekanisme perpanjangan kontrak tanpa pulang yang sudah mulai berlaku. Selain itu semua WNI/TKI dihimbau agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban khususnya selama liburan.

Read more...

Tabligh Akbar di Chiayi

Chiayi, KDEI (15/01) – Tabligh Akbar MTYCIT (Majelis Ta'lim Yaasien Chiayi Indonesia-Taiwan), 15 Januari 2017, berlangsung sukses. Acara religi ini mengusung tema  "Addun Ya Mata'ul Ghurur, Dunia Hanya Sementara".

Ratusan jamaah yang sebagian besar adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) turut hadir dalam kegiatan keagamaan ini yang merupakan hasil kerja sama antara MTYCIT dengan organisasi TKI/WNI di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, KMIT (Keluarga Muslim Indonesia Taiwan), PCINU Taiwan dan pihak terkait lainnya.

Sekitar pukul 11.00, dalam kondisi yang cerah, jamaah mulai berdatangan dari berbagai penjuru Taiwan, mulai memadati lokasi di Gedung Sekolah Chiayi She Chuiyang Kosiau, no. 605, Chuiyang Rd., West District., Chiayi City.

Kepala KDEI di Taipei, Robert J Bintaryo, mengapresiasi kegiatan positif ini sebagai salah satu upaya dalam rangka pembinaan TKI/WNI di Taiwan. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi, memantapkan nilai-nilai iman serta dapat mengingatkan kita agar selalu bertakwa kepada Allah SWT,” ujarnya dalam sambutan di hadapan jamaah. 

Dalam kesempatan ini beliau menegaskan tentang perlunya dukungan dari segenap masyarakat Indonesia di Taiwan dalam peningkatan perlindungan WNI/TKI khususnya di Taiwan. Turut disampaikan terkait  dengan kebijakan perpanjangan kontrak tanpa harus pulang, bahwa saat ini pelayanan endorsement PK telah dilakukan di Kantor KDEI di Taipei, kurang lebih 300 berkas sudah diproses selama sebulan terakhir. Hal ini sangat penting dari segi perlindungan TKI, dengan adanya PK maka hak dan kewajiban TKI akan menjadi jelas. Jadi diharapkan agar TKI dapat menyadari pentingnya PK tersebut.

“Terobosan kami ke depan, bahwa dalam rangka memberikan kemudahan bagi TKI, maka pelayanan Asuransi TKI dan e-KTKLN akan dilakukan di KDEI di Taipei melalui integrasi system antara KDEI di Taipei dan BNP2TKI. Dengan demikian TKI yang akan pulang cuti tidak perlu lagi memikirkan pengurusan Asuransi dan e-KTKLN pada kantor BP3TKI di Indonesia seperti yang dilakukan sekarang ini. Jadi lebih praktis  nantinya”, tambahnya dalam mengakhiri sambutannya.

Dalam acara tabligh akbar, ini menghadirkan tokoh agama populer dari salah satu pondok pesantren di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia, K.H. Sugi Nur Raharja atau biasa dikenal dengan panggilan 'Gus Nur'. Beliau mengajak segenap umat Islam yang hadir  agar dapat memaknai bahwa kehadiran TKI di Taiwan sebagai "Hijrah" untuk merubah nasib keluarga untuk kehidupan yang lebih baik, selamat di dunia maupun di akhirat kelak. Selain itu menghimbau kepada hadirin agar senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah. Tak kalah pentingnya juga agar senantiasa menjaga kehormatan nama bangsa dan negara. Dalam doa bersama yang dibimbing beliau berjalan penuh khidmat, khusyuk, ikhlas dan penuh makna.Tampak dari kejauhan beberapa hadirin yang menangis tersedu-sedu terbawa dalam doa khusyuk yang ditujukan kepada kedua orang tua masing-masing yang melintasi dimensi ruang dan waktu. Dahsyatnya doa membuat hati bergetar untuk selalu mengingat Allah SWT. Beliau juga mengingatkan tentang pentingnya bersedekah.

Setelah sesi doa dilanjutkan dengan ceramah agama. Acara ini, berlangsung tertib, aman dan damai, diakhiri  sekitar pukul 17.30 .

Read more...

KDEI di Taipei Memfasilitasi Pelatihan Usaha Berkelanjutan bagi TKI

TAIPEI – KDEI di Taipei baru-baru ini (08/01/17) memfasilitasi pelatihan usaha berkelanjutan bertempat di Gedung Aula lantai 6 KDEI di Taipei. Tema yang diusung adalah “Pelatihan Usaha Berkelanjutan, Bekerja Sambil Berwirausaha untuk Masa Depan.”Ratusan TKI/WNI datang dari berbagai  penjuru hadir dalam kegiatan ini yang merupakan hasil kerja sama antara KDEI di Taipei dengan PCI Muhammadiyah Taiwan. 

Pelatihan ini dibuka pukul 10.00 oleh Kepala KDEI di Taipei yang diwakili oleh Analis Ketenagakerjaan, Farid Ma’ruf. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengenalan awal tentang konsep pemberdayaan kepada TKI/WNI sehingga diharapkan setelah bekerja di Taiwan dapat melanjutkan usaha berkelanjutan di Indonesia kelak. 

Dalam sambutannya, Analisis Ketenagakerjaan menyampaikan statistik TKI Taiwan seputar data penempatan, trend permasalahan TKI, serta kontribusi TKI di Taiwan dalam menambah devisa negara. “Dengan adanya kegiatan pelatihan guna memperkenalkan wirausaha sebagai bagian dari pemberdayaan TKI ini diharapkan nantinya TKI akan semakin terlindungi,” ujarnya dalam mengakhiri sambutanya. 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Pusat, Bapak Nurul Yamin dan Bachtiar Dwi Kurniawan. Dalam materinya disampaikan beberapa materi penting yang diharapkan dapat memberikan bekal atau pengetahuan kepada TKI tentang pentingnya berwirausaha setelah kembali ke Indonesia. Sekilas dibahas tentang bagaimana merubah mindset untuk berwirausaha, motivasi dan keberanian untuk memulai, tantangan yang dihadapi serta potensi keberhasilan pun diuraikan. Kegiatan ini berlangsung meriah dan peserta tampak antusias dengan materi yang disampaikan. 

 “Marilah kita memulai usaha dengan apa yang kita punya serta apa yang paling dibutuhkan masyarakat”, ujar narasumber dalam membakar semangat para peserta.

Di sesi brainstorming tentang bidang usaha yang akan dilatihkan, KDEI di Taipei memberi masukan, sehubungan dengan polling di media sosial yang telah dilakukan 3 minggu sebelumnya tentang jenis pelatihan yang akan dilakukan nanti. Beberapa jenis pelatihan yang diusulkan sesuai dengan polling tertinggi antara lain pelatihan terkait cara untuk memulai usaha, membuka usaha toko, pertanian, peternakan, dan memasak (kuliner). Artinya sebaiknya pelatihan yang dilakukan adalah berbasis kebutuhan TKI sehingga tepat sasaran. 

Kegiatan pelatihan nantinya akan diprioritaskan terlebih dahulu kepada TKI yang akan pulang dalam waktu dekat ini, minimal di bawah satu tahun. Waktunya akan disampaikan kemudian. Konsepnya bahwa setelah dilatih di Taiwan nantinya akan dilakukan pendampingan di Indonesia sampai berhasil. Dalam sesi diskusi, tampak beberapa TKI sangat antusias dengan adanya kegiatan ini. Seorang TKI dari Yogyakarta menyatakan bahwa konsep ini sangat bagus dan terbukti berhasil. Dicontohkannya kegiatan pemberdayaan sampai pada pendampingan yang dilakukan oleh BP3TKI Yogyakarta tahun lalu telah mengantarkannya mempunyai satu usaha mandiri beserta teman-teman yang lainnya. Saat ini sudah jalan. Diharapkan kegiatan ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh TKI.

Di akhir pertemuan disimpulkan bahwa pemberdayaan TKI melalui pengenalan usaha, pelatihan bidang usaha yang diminati sampai pada pendampingan ini merupakan konsep yang baik dalam meningkatkan perlindungan TKI. Hal ini sejalan dengan kegiatan yang digalakkan oleh pemerintah yakni Pemberdayaan TKI yang terintegrasi.

Sebagai tindak lanjut bahwa akan kegiatan pelatihan akan diumumkan kembali. Diharapkan peserta aktif memantau informasi dari website KDEI di Taipei maupun grup media sosial. PCI Muhammadiyah juga telah melakukan koordinasin dengan Direktorat  Pemberdayaan BNP2TKI tentang kemungkinan tindak kanjut dari kegiatan ini.

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib sampai pukul 13.00, dan disiarkan live pada facebook live dan radio online yang diumumkan pada grup facebook “Pengaduan TKI Taiwan” sehingga TKI yang tidak hadir dapat menyaksikan dan mendengarkan lewat media tersebut (Kdr).

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

Our website is protected by DMC Firewall!