Menu

Ketenagakerjaan (189)

Sistem Online Perpanjangan Kontrak dan Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan sudah dimulai, Siapakah Pendaftar Pertama !

Sejak 1 Mei 2018, KDEI Taipei telah melaunching Sistem Online Perpanjangan Kontrak dan Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini sosialisasi terkait penggunaan system online tersebut sedang digalakkan.

Penerimaan berkas manual saat ini masih diterima sampai dengan batas waktu dua minggu setelah launching yakni pada tanggal 15 Mei 2018 nanti hanya akan melayani pengajuan perpanjangan Kontrak sekaligus registrasi BPJS Ketenagakerjaan melalui online system.

Manfaat utama dengan penggunaan system online tersebut adalah digitalisasi data, memudahkan pendataan PMI ke dalam system, memangkas waktu, PMI yang berniat cuti nantinya tidak perlu lagi berurusan dengan Kantor BP3TKI / Kantor BPJS Ketenagakerjaan di daerah masing-masing, karena step tersebut telah dilakukan pada KDEI Taipei. 

Sejak sistem online dilaunching sudah beberapa PMI yang mengajukan permohonan perpanjangan dengan menggunakan sistem tersebut. Setelah mengajukan berkas online selanjutnya PMI melakukan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ID Billing yang diperoleh pada saat registrasi. Setelah itu PMI dapat mendownload Kontrak Kerja berdasarkan data yang diisikan pada saat registrasi. Kemudian diprint dan ditandatangani oleh PMI, majikan, agensi (bila menggunakan agensi). Selanjutnya setelah melengkapi berkas PMI datang ke KDEI Taipei untuk verifikasi data, dan endorsement. Setelah tahapan itu selesai, PMI statusnya yakni terdata dan terasuransikan.

Adalah Fitriani (26 tahun), seorang PMI yang melakukan pendaftaran perdana, melakukan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan, melengkapi data dan datang mengurus mandiri pada KDEI Taipei. 

“Dengan adanya sistem online sangat banyak membantu, karena sangat efisien, gak perlu bolak balik, cukup di depan laptop/hp sudah beres”, ucapnya sesaat telah melakukan verifikasi dan pemeriksaan dokumen di KDEI Taipei.

Fitriani juga berpesan kepada PMI lainnya yang akan memperpanjang Kontrak bahwa sebelum registrasi dokumen persyaratan yang diperlukan untuk dipersiapkan dari jauh-jauh hari agar memudahkan proses.

“Bagi PMI yang mau perpanjang kontrak, ayo coba perpanjang kontrak secara mandiri, proses gak seribet yang kita bayangkan, apalagi sekarang prosesnya jauh lebih mudah karena adanya sistem online”, jelasnya.

KDEI Taipei juga telah mensosialisasikan melalui surat Edaran yang diumumkan melalui website KDEI Taipei, maupun melalui media sosial para PMI di Taiwan.

Read more...

Kini, PMI Bisa Perpanjang Kontrak Online Sekaligus Daftar Asuransi BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan

Taipei, (01/05/18) - Dalam menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh tepat 1 Mei 2018, KDEI Taipei meluncurkan Sistem Informasi Perpanjangan Kontrak yang terintegrasi dengan Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan. Sistem KDEI initerintegrasi dengan sistem di Indonesia yaitu Asuransi BPJS Ketenagakerjaan & Perbankan, BNP2TKI.

Sebagai informasi bahwa saat ini total TKI yang bekerja di Taiwan sekitar 259,794 orang. Sebagian dari PMI di Taiwan tersebut kembali bekerja di Taiwan melalui skema perpanjangan kontrak tanpa pulang. Menurut pendataan KDEI Taipei, sekitar ± 25.000 PMI telah melakukan perpanjangan kontrak. 

Manfaat utama system online tersebut diharapkan dapat mempermudah para PMI maupun majikan dan agensi dalam perpanjangan kontrak. 

Soft Launching dilaksanakan di KDEI Taipei Lt. 6 mulai pukul 14.00. Acara dihadiri oleh perwakilan perbankan Indonesia yang ada di Taiwan, perwakilan organisasi PMI, mahasiswa, pers serta homestaff/local staf KDEI Taipei.

Mengawali sambutannya Kepala KDEI Taipei mengucapkan selamat hari buruh di hadapan hadirin yang mayoritas PMI Taiwan tersebut.dihadiri oleh puluhan PMI di sekitar Taipei, Taoyuan, New Taipei City, Keelung dan sekitarnya, 

 “Kebijakan perpanjangan kontrak tanpa pulang di Taiwan harus difasilitasi karena rekan-rekan PMI tersebar di seluruh Taiwan, kita fasilitasi dengan sistem online perpanjangan kontrak. Selain itu, dalam rangka memberikan perlindungan kepada rekan-rekan PMI yg sedang bekerja di sini sebagaimana telah kita bahas malam minggu kemarin (28/04/18) bersama Timwas TKI DPR RI yang mana salah satu tuntutan PMI adalah pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan tanpa pulang”, tegasnya dalam sambutannya.

Beliau juga menegaskan kepada PMI agar dapat memahami pentingnya terdaftar sebagai peserta asuransi BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka sebagai langkah protektif untuk perlindungan selama bekerja di Taiwan. 

Dengan adanya system ini tentunya menjawab kekhawatiran PMI selama ini. Nantinya pada saat cuti tidak perlu lagi mendatangi kantor BP3TKI/LP3TKI/P4TKI untuk pendataan/pengurusan asuransi karena semuanya sudah dilakukan terpadu di Taiwan pada KDEI Taipei. Bagi PMI yang akan pulang cuti nantinya tinggal mengurus re-entry permit saja di Imigrasi Taiwan setelah itu tidak perlu lagi berurusan di kantor pelayanan tersebut di atas. Jadi lebih banyak waktu untuk berkumpul bersama  keluarga di Indonesia atau urusan lainnya.

Intinya bahwa kehadiran system ini dapat mempersingkat waktu dan lebih memudahkan bagi agensi/majikan maupun PMI di Taiwan.

Sehari sebelumnya melalui pengumuman edaran di laman resminya disampaikan bahwa Sistem Online ini hadir dalam rangka peningkatan pelindungan terhadap PMI yang melakukan Perpanjangan Kontrak di Taiwan, yang dipersyaratkan untuk terdaftar dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan amanah Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

KDEI telah menyiapkan mekanisme pendaftaran. Terdapat dua jenis metode pendaftaran yakni bagi PMI yang baru melakukan Perpanjangan Kontrak terhitung sejak 1 Mei 2018, maka pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan dengan mengakses online system. Sedangkan bagi PMI yang telah mengurus perpanjangan Kontrak sebelum 1 Mei 2018, KDEI Taipei akan memfasilitasi penerbitan ID Billing (Kode Iuran) yang diumumkan pada website KDEI Taipei. 

Terkait Pembayaran Program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana dari kedua metode tersebut adalah menginformasikan ID Billing kepada keluarga di Indonesia, untuk dibayarkan melalui layanan  Bank BNI, BRI atau MANDIRI (Teller, ATM, Internet / Mobile Banking).

Terkait dengan membayar langsung di Taiwan saat ini dapat dilakukan dengan menggunakan Aplikasi BNI Mobile Banking serta Aplikasi Internet Banking BNI / BRI. 

Dalam masa transisi (manual ke online), pihak PMI masih bisa dilayani untuk pelayanan manual sampai dengan dua minggu kemudian sejak di launching sistem online dimaksud.

Dalam edarannya PMI yang melakukan perpanjangan Kontrak di Taiwan dihimbau agar segera melakukan pendaftaran Program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam rangkaian Soft Launching tersebut dilakukan penjelasan teknis tata cara pemanfaatan system serta juga demonstrasi. Seorang PMI, Supianto tampak senang dengan adanya aplikasi sistem online tersebut.

“Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan itu sangat mudah dan tidak ruwet, yang terpenting ikuti instruksinya dengan baik, ruwet itu karena belum coba, ujar PMI yang akrab disapa Mandala.

Acara berlangsung dengan lancar selama soft launching. Selanjutnya adalah KDEI Taipei bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Perbankan akan melakukan sosialisasi kebeberapa daerah di Taiwan.

Dengan demikian sistem online sudah dapat digunakan sejak tanggal 1 Mei 2018 yang bertepatan dengan hari buruh internasional.

Read more...

Siapkan Infrastruktur Sistem Online Pendaftaran Asuransi BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan, KDEI Taipei rapat bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BNP2TKI

Jakarta, KDEI (22/04/2018) – Baru-baru ini tepatnya Senin lalu (16 April 2018), KDEI Taipei menghadiri rapat bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BNP2TKI di Jakarta. Agenda rapat adalah pembahasan mekanis dan teknis pembayaran asuransi BPJS Ketenagakerjaan bagi PMI di Taiwan khusnya bagi skema perpanjangan kontrak tanpa pulang.

Dalam rapat ini KDEI Taipei diwakili oleh Bapak Tri Djuliyanto, Kepala Bagian Adminstrasi serta Kadir, Asisten Senior Bidang Ketenagakerjaan. Turut disampaikan seputar kebijakan perpanjangan kontrak yang nantinya akan dilakukan melalui sistem online serta terintegrasi dengan program jaminan sosial atau Asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Kesiapan KDEI Taipei, serta alat pembayaran yang sudah siap serta gambaran pelayanan juga dijelaskan.

Dalam rapat tersebut para pihak yang hadir juga menyampaikan kesiapan dan dukungan dalam menyambut hadirnya sistem online guna memberikan kepastian perlindungan terhadap PMI yang melakukan perpanjangan kontrak di Taiwan. Sebagai informasi bahwa sistem online pada KDEI Taipei dimaksud tersebut terintegrasi dengan SISKOTKLN, BPJS Ketenagakerjaan dan Perbankan (Bank BNI, BRI, dan Mandiri).

Nantinya PMI Cuti tidak perlu lagi ke BP3TKI/LP3TKI/P4TKI untuk pendataan ke dalam Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri maupun pengurusan asuransi lagi karena kedua proses tersebut telah dilakukan pada KDEI Taipei. Sehingga dengan demikian PMI yang cuti mempunyai lebih banyak waktu untuk menjalani cuti bersama keluarga atau untuk urusan lainnya. Selain itu bahwa dengan adanya online system tersebut sebagai alat untuk memastikan PMI terlindungi selama bekerja di Taiwan yakni dengan proteksi Asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

Informasi tentang kepastian launching sistem online tersebut akan disampaikan kembali dalam rilis pengumuman resmi KDEI Taipei. Selanjutnya akan dilakukan juga himbauan, sosialisasi, blasting informasi untuk program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi PMI di Taiwan tersebut. Nantinya akan disiapkan hotline/helpdesk khusus untuk pelayanan pendaftaran Asuransi BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan. 

 

Read more...

Perkuat Perlindungan PMI, KDEI Taipei Kembali Adakan Pertemuan Rutin Satgas

Taipei, KDEI (22/04/2018) -- KDEI Taipei kembali kumpulkan anggota Satgas PMI 2018 dalam pertemuan rutin. Satgas PMI saat ini terdiri dari 15 orang PMI yang diberi amanah oleh KDEI Taipei untuk membantu KDEI Taipei dalam layanan perlindungan PMI di Taiwan. Salah satu tugasnya adalah membantu KDEI Taipei dalam penyelesaian permasalahan PMI dengan uraian tugas antara lain menerima, menjawab dan merespon keluhan dan pertanyaan dari PMI sesuai dengan ketentuan dan arahan dari KDEI Taipei.

Pertemuan berlangsung pukul 12.30 – 15.00 di ruang rapat KDEI di Taipei. Pertemuan rutin dimaksud dilakukan guna memantau kinerja Satgas, sharing informasi dan pengetahuan terbaru seputar ketenagakerjaan, kekonsuleran, keimigrasian, identifikasi kendala-kendala yang ditemukan di lapangan, saran dan masukan untuk perbaikan ke depan serta isu-isu aktual ketenagakerjaan belakangan ini dan antisipasi ke depan.

Dalam pertemuan ini dipimpin oleh Kepala KDEI sekaligus menyampaikan paparan dan arahan bagi anggota Satgas. Beliau juga mengapresiasi Satgas dalam bantuannya dalam penyelesaian permasalahan di Taiwan. Dicontohkannya bahwa selama tahun 2017 tercatat sebanyak 1.529 kasus yang masuk, terselesaikan sebesar 1.397 kasus atau sebesar 91,4 %. Sedangkan pada tahun 2018 (posisi 21 April 2018) total kasus yang ditangani sebesar 332 kasus dan sudah terselesaikan sebesar 220 kasus atau sebesar 66,3 %.

Tentunya sebagian kasus tersebut dibantu penyelesaiannya oleh Satgas PMI. Berdasarkan penyebaran domisili/tempat kerja, sebagian besar wilayah Taiwan telah ter-cover oleh Anggota Satgas.

Dalam pertemuan ini Kepala KDEI Taipei juga menyampaikan statistik PMI di Taiwan yang berisi data penempatan, data trend kasus TKI, perpanjangan perjanjian kerja tanpa harus pulang, pembayaran asuransi BPJS Ketenagakerjaan, serta penguatan koordinasi dan kolaborasi dalam upaya peningkatan perlindungan kepada TKI di Taiwan.

Diharapkan dengan adanya tambahan personil Satgas PMI yang saat ini berjumlah 15 orang dapat memperkuat layanan perlindungan PMI di Taiwan.

 

Read more...

Antusias PMI dalam Memperkenalkan Budaya dan Potensi Wisata Indonesia di Taiwan

 

Taipei, KDEI (1/04/18) -- Festival Kebudayaan Indonesia sukses digelar oleh komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di New Taipei City yang berlangsung meriah, dihadiri ratusan pengunjung yang terdiri dari PMI, WNI, serta warga asing diantaranya dari Taiwan, Jepang, serta Macau.

Festival Kebudayaan Indonesia bertajuk “Saatnya Indonesia Bicara” digagas oleh salah satu komunitas Indonesia Language Meetup yang di dalamnya adalah kumpulan PMI yang mempunyai keinginan untuk mensosialisasikan ragam budaya, bahasa dan panorama wisata Indonesia kepada masyarakat Taiwan khususnya sehingga warga Taiwan dapat mengetahui budaya Indonesia serta tertarik mempelajari Bahasa Indonesia dengan cara pertemuan dan bincang santai dalam bahasa Indonesia.  

Dalam event ini diisi dengan perform ragam budaya Indonesia antara lain seni tari, musik, lakon/drama, Batik fashion show, dan lain sebagainya.

KDEI Taipei hadir dalam even ini dan menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan positif tersebut. Disampaikan dalam sambutan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan upaya dalam pembinaan PMI di Taiwan yakni mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. Lebih jauh, turut mengapresiasi kontribusi PMI dalam memperkenalkan budaya dan potensi wisata Indonesia di Taiwan.

“Acara ini penting dalam memperkenalkan ragam budaya dan potensi wisata Indonesia, sehingga warga Taiwan dapat lebih dekat mengenal Indonesia bukan hanya dari PMI-nya saja. Selama ini yang dikenal hanya Bali saja, diharapkan melalui acara ini warga asing khususnya di Taiwan dapat mengenal tempat menarik lainnya sebagai destinasi wisata”, ujar Kadir dalam penyampaiannya.

Dalam konteks sosialisasi dan penyuluhan informasi dan layanan ketenagakerjaan turut disampaikan dalam momen yang dihadiri oleh ratusan PMI tersebut.

Mila, anggota panitia penyelenggara tampak semangat dan antusias memandu jalannya sesi batik fashion show.

“Sangat berkesan, dan sangat membantu sekali untuk warga Taiwan dalam mengetahui ragam budaya kita di Indonesia, serta pesan untuk kita semua bahwa dimana pun kita berada, pastikan tetap menjunjung dan mencintai budaya kita Indonesia sebagai warisan leluhur”, ujarnya

 

Acara ini berlangsung dengan aman dan tertib menjelang sore hari pukul 16.30 waktu setempat.

 

Read more...

Komunitas Band PMI Unjuk Kebolehan dalam Festival Musik Indonesia di Taiwan

 

Taipei, KDEI (18/02/18) -- Festival Musik Indonesia sukses digelar di Y27, Taipei Main Station yang berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan pengunjung yang terdiri dari PMI, WNI, warga Taiwan dan lainnya. Sekitar pukul 10.00, para penonton mulai berdatangan memadati pojok Y27 TMS.

Festival Musik Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bermain musik, melestarikan budaya indonesia, menyatukan para PMI untuk lebih cinta tanah air dan bangsanya, serta mewujudkan kebersamaan dalam berbagai perbedaan, bergandengan tangan demi terwujudnya PMI yang berkualitas dan bermartabat. 

Even penting yang digagas oleh Persatuan Band PMI Taiwan (PBPT) yang diketuai oleh Mandala Supianto ini berupaya menyelenggarakan acara khusus untuk PMI dalam memperkenalkan budaya Indonesia di Taiwan, serta sosialisasi dan penyuluhan informasi ketenagakerjaan. Merangkai kebersamaan, persatuan dan kesatuan dalam bingkai tema “Aku Indonesia”. Selain perform musik yang dibawakan oleh berbagai band PMI juga diselingi dengan perform seni dan budaya Indonesia. 

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Rumah Kita turut membakar semangat para penonton untuk sejenak mengingat keluarga dan kampung halaman.

KDEI Taipei hadir dalam even ini dan menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan positif tersebut. Disampaikan dalam sambutan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan upaya dalam pembinaan PMI di Taiwan.

Dalam konteks sosialisasi dan penyuluhan informasi ketenagakerjaan turut disampaikan juga bahwa demi kenyamanan dan keamanan PMI selama bekerja di Taiwan kepada PMI hendaknya memperhatikan beberapa hal terkait : (1) waspada berbagai info hoax/penipuan, Penipuan yang sering antara lain undian yang mengatasnamakan lembaga/instansi tertentu, maupun tawaran pindah job; (2) deportasi terhadap PMI yang terlibat dalam kegiatan yang mengancam stabilitas keamanan di Taiwan. Hendaknya agar PMI mencegah tindakan perkelahian/tawuran, serta minum-minuman keras, termasuk mengendarai sepeda listrik atau sepeda motor pun dalam keadaan mabuk bisa berakibat fatal, yakni berujung denda atau kurungan penjara, setelah itu dideportasi, (3) menghindari narkoba, karena jelas-jelas sangat merugikan dari segi kesehatan serta ancaman hukumnya jelas yakni penjara, deportasi dan blacklist.

Dalam kesempatan tersebut turut disampaikan terkait  informasi pelayanan KDEI Taipei kepada WNI/PMI di Taiwan meliputi perpanjang kontrak tanpa pulang,dan  perpanjangan paspor serta saluran pengaduan. Bila ada permasalahan, segera laporkan ke saluran pengaduan KDEI Taipei yang telah ada selama ini baik maupun layanan pengaduan 24 Jam Taiwan 1955.

Ketua penyelenggara mengharapkan ke depannya  agar acara seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan agar para PMI dapat fokus ke hobi mereka dan diharapkan dapat terhindarkan dari kegiatan negatif (narkoba, tawuran dan lain sebagainya).

Acara ini berlangsung dengan aman dan tertib menjelang sore hari pukul 16.30 waktu setempat.

Read more...

Tabligh Akbar Tainan bersama Ustadz Nurul Qomar

 

Taipei, KDEI (18/02/2018) -- Wakil Kepala KDEI Taipei, Siswadi bersama Analis Bidnaker, Farid Ma’ruf menghadiri Tabligh Akbar di Tainan bertajuk "Membangun Generasi Berakhlaqul Karimah di Negeri Formosa". Tabligh Akbar yang digagas oleh salah satu organisasi PMI yakni Forum Kerukunan Keluarga Besar Warga Indonesia di Taiwan (FKKBWIT), menghadirkan Bapak Ustadz DR. KH. Nurul Qomar, S.Sos, MM. 

 

Acara keagamaan ini berlangsung dengan hikmat dan sukses yang dilaksanakan di Tainan yang dihadiri oleh ratusan orang yang umumnya berasal dari PMI sudah mulai memadati tempat kegiatan sekitar pukul 09.00 pagi. 

 

Dalam ceramahnya Bapak Ustadz Nurul Qomar turut memotivasi para PMI serta menyampaikan agar bekerja dengan profesional, serta totalitas.

 

Wakil Kepala KDEI di Taipei dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh WNI/TKI hadir untuk mewaspadai bentuk penipuan, menghindari minuman keras, mencegah perkelahian/tawuran karena sanksinya jelas yakni PMI bisa dideportasi, menahan diri agar tidak menjadi PMI kaburan.

 

Turut juga disampaikan seputar informasi perpanjangan kontrak tanpa pulang, pelayanan paspor, serta himbauan agar melaporkan atau konsultasi bila ada permasalahan ketenagakerjaan ke saluran pengaduan yang telah ada.

 

Di akhir sambutannya beliau menekankan pentingnya peran organisasi untuk bersinergi dalam kebaikan, saling mengingatkan anggota-anggotanya untuk tidak terjerumus dalam perilaku-perilaku yang negatif.

 

Acara berlangsung tertib dan damai sampai menjelang sore hari.

Read more...

Pertemuan Kepala KDEI Taipei dengan Menaker RI

JAKARTA – Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Robert J. Bintaryo didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja Devriel Sogia Raflis melakukan pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan RI, Hanif Dhakiri. Pertemuan dilakukan untuk membahas sejumlah isu penting terkait ketenagakerjaan, khususnya Pekerja Migrant Indonesia (PMI) di Taiwan, Senin (29/01/2018). 

Beberapa topik yang menjadi bahasan utama dalam pertemuan tersebut antara lain: capaian kinerja Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei tahun 2017, kondisi ketenagakerjaan di Taiwan, serta rencana peningkatan kualitas pembinaan dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2017 terdata sebanyak 1.529 kasus telah ditangani oleh Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei dengan prosentase penyelesaian kasus mencapai 93,7%. Adapun secara keseluruhan, hak milik PMI yang berhasil terupayakan mencapai NTD.24.072.963,- (dua puluh empat juta tujuh puluh dua ribu sembilan ratus enam puluh tiga Taiwan Dollar).

Selain itu, dalam pertemuan dimaksud turut dibahas pula hal-hal lain menyangkut  kondisi umum menyangkut hubungan Indonesia dan Taiwan. (*)

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is a Joomla Security extension!