Menu

Ketenagakerjaan (182)

Meriahnya Festival Budaya Nusantara 2016 di New Taipei City

NEW TAIPEI CITY – Pagelaran Festival Budaya Nusantara 2016 yang dihelat di New Taipei City, Taiwan, 4 September 2016, berlangsung meriah. Ribuan pengunjung yang sebagian besar adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) hadir dalam event hasil kerja sama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei bersama Pemerintah Kota New Taipei City, Workforce Development Agency, Ministry of Labor, Labour Affairs Bureau, dan sponsor.

Sekitar pukul 11.00, di tengah terik matahari dengan suhu di atas 35 derajat Celsius, para TKI mulai berdatangan memadati Alun-alun Balai Kota New Taipei City. Acara yang diadakan rutin setiap tahun ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada para TKI yang bekerja di wilayah New Taipei City.

Kepala KDEI di Taipei, Robert J Bintaryo, menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi sekaligus berterima kasih dengan adanya kegiatan positif Festival Budaya Nusantara 2016 ini. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan hiburan kepada para TKI yang bekerja di Taiwan serta yang paling penting adalah untuk meningkatkan hubungan antara KDEI di Taipei dan Pemerintah New Taipei City,” tandasnya dalam sambutan di hadapan ribuan TKI. 

Menurutnya, jumlah TKI yang bekerja di Taiwan saat ini sekitar 237.085 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun organisasi TKI yang berada di Taiwan tercatat lebih dari 100 organisasi. Hal ini merupakan potensi untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara luas ke masyarakat Taiwan. Dengan mengenal budaya Indonesia, diharapkan majikan semakin memahami tradisi dari tenaga kerja sehingga diharapkan kesalahpahaman terutama menyangkut tradisi dan adat istiadat antara kedua belah pihak tidak akan terjadi. 

“Mari kita sukseskan acara ini dengan tetap menjaga ketertiban, saling mengingatkan, dan tetap bersatu. Marilah kita tunjukkan bahwa kita bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang berbudaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Walikota New Taipei City, Mayor Eric Zhu menyampaikan, hingga saat ini jumlah TKI di wilayah New Taipei City mencapai 40.000 TKI. Jumlah yang tidak sedikit, namun dalam kesehariannya dapat tercipta hubungan yang harmonis antara majikan dan TKI. “Kami menyambut dengan hangat, dengan tangan terbuka, TKI di wilayah kami,” ujarnya disambut gemuruh hadirin.

Pihaknya berharap, hubungan yang telah terjalin dengan baik ini dapat berlangsung seterusnya. Karena, menurutnya, TKI telah menjadi bagian dari keluarga besar New Taipei City.

Perhelatan Festival Budaya Nusantara 2016 dibuka dengan penampilan Morning Fresh Band dan The Relix Band, keduanya adalah band bentukan TKI. Suasana makin meriah dengan penampilan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), rancak tarian Saman dan Sajojo yang dibawakan dengan apik oleh penampil Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan.

Kemeriahan Festival Budaya Nusantara dipungkasi dengan penampilan Band Naff. Band beranggota Arda, Ade, Odeu, dan Hilal ini berhasil membius penonton dengan lagu-lagu andalan seperti Akhirnya Kumenemukanmu, Bila Nanti Kau Milikku, Kau Masih Kekasihku, dan Dosa Apa. (*)

Read more...

KDEI Taipei Lakukan Pertemuan dengan Asosiasi Agensi

TAIPEI - Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei baru-baru ini melakukan pertemuan dengan asosiasi agensi. Pertemuan dilaksanakan untuk membahas permasalahan terkini seputar ketenagakerjaan.

Kedatangan sejumlah perwakilan agensi yang bernaung dalam National Federation of Employment Service Association pada tanggal 24 Agustus 2016 lalu, diterima langsung oleh Kepala KDEI Taipei, Robert J Bintaryo. National Federation of Employment Service Association merupakan asosiasi yang membawahi agensi di wilayah Taipei, Taichung, Kaohsiung, dan Tainan.

Permasalahan pengurusan paspor menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Asosiasi agensi berharap, kendala pengurusan paspor termasuk lamanya proses pengurusan segera dapat ditangani oleh KDEI Taipei.

Kepala KDEI Taipei Robert J Bintaryo yang didampingi Wakil Kepala KDEI Taipei Siswadi, Kepala Bidang Ketenagakerjaan Devriel Sogia Raflis, dan staf, menyampaikan akan terus melakukan upaya peningkatan pelayanan paspor dan endorsement terhadap TKI. Terjadinya siklus 5 (lima) tahunan pengurusan paspor diakui turut memicu durasi pengurusan menjadi lebih lama. Pihaknya berharap, setelah melakukan pembahasan internal, persoalan pengurusan paspor akan tertangani dengan lebih baik.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala KDEI juga berpesan agar asosiasi agensi semakin responsif dalam menangani keluhan dari TKI. Sebagai perimbangan, asosiasi agensi juga berharap agar pemerintah Indonesia dapat memberikan pembekalan dan pelatihan bagi TKI sebelum berangkat ke Taiwan. (*)

Read more...

Menteri Tenaga Kerja Taiwan dan Kepala KDEI membahas isu ketenagakerjaan Indonesia dan Taiwan

Pada tanggal 24 Agustus 2016, Kepala KDEI di Taipei melakukan kunjungan ke kantor MoL Taiwan dalam rangka membicarakan isu-isu ketenagakerjaan di Taiwan yang antara lain rencana penandatangan MoU Ketenagakerjaan antara IETO-TETO dan Annual Meeting IX Tahun 2016. Dalam pertemuan tersebut, Minister of Labor Taiwan, Kuo Fong-yu menyampaikan apresiasi atas kerjasama dan hubungan baik yang telah terjalin selama ini. Beliau juga menyampaikan terima kasih atas kinerja yang sangat baik dari TKI yang bekerja di Taiwan. Beliau juga mengharapkan agar kerjasama dapat lebih ditingkatkan dan menjadi lebih baik di masa mendatang. 

Kepala KDEI di Taipei juga menyampaikan apresiasi atas kerjasama dan dukungan pihak MoL Taiwan kepada KDEI di Taipei sehingga banyak memberikan kemudahan dalam pelayanan penempatan dan perlindungan TKI di Taiwan. Mengingat setiap tahun jumlah TKI yang bekerja di Taiwan trendnya semakin meningkat setiap tahun, Kepala KDEI di Taipei juga mengharapkan peningkatan kerjasama yang lebih baik antara KDEI di Taipei dan MoL Taiwan. Dalam pembicaraan yang dilakukan Minister of Labor Taiwan menyinggung adanya informasi adanya pengurangan penempatan TKI ke Taiwan, Kepala KDEI di Taipei menyatakan bahwa sampai dengan saat ini KDEI di Taipei belum menerima informasi dimaksud, namun pemerintah Indonesia menginginkan penempatan TKI ke Taiwan dapat lebih ditingkatkan bagi TKI terampil yang dapat mengisi sektor-sektor di luar sektor domestik. Terkait dengan MoU dan Annual Meeting IX, Kepala KDEI di Taipei menyampaikan harapan agar penandatangan MoU Ketenagakerjaan antara IETO-TETO dan Annual Meeting IX Tahun 2016 dapat segera dilaksanakan. Hal ini dikarenakan MoU Ketenagakerjaan antara IETO-TETO  merupakan dasar penempatan TKI ke Taiwan. Minister of Labor Taiwan menyatakan bahwa pihak Taiwan akan mengupayakan pelaksanaan penandatanganan MoU dan Annual Meeting IX akan dilaksanakan secara bersamaan di Taipei pada bulan Oktober atau November 2016.

Dalam kesempatan ini, Kepala KDEI di Taipei dan Minister of Labor Taiwan menyepakati untuk membicarakan beberapa isu baru pada Annual Meeting IX, antara lain pemulangan secara paksa bagi TKI yang terlibat perkelahian dan  tingginya biaya penempatan TKI ke Taiwan. Guna menyelesaikan permasalahan ABK-LG (Letter of Guarantee) ke Taiwan, KDEI di Taipei mengharapkan pihak MoL dapat memberikan perlindungan kepada ABK-LG yang bekerja di kapal-kapal berbendera Taiwan. Hal ini dikarenakan adanya hubungan kerja antara ABK dengan pihak majikan Taiwan. KDEI di Taipei juga mendorong pihak MoL Taiwan untuk dapat membicarakan hal tersebut dengan Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Perikanan Taiwan.  

Sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan perlindungan TKI di Taiwan, KDEI di Taipei mengusulkan agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan welcoming program di bandara internasional Taoyuan saat kedatangan TKI. Pihak MoL Taiwan meminta agar pihak KDEI di Taipei dapat memberikan perencanaan teknis keikutsertaan KDEI di Taipei pada kegiatan dimaksud. Dalam pertemuan tersebut Kepala KDEI di Taipei didampingi oleh yang didampingi oleh Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja dan staf.

Read more...

Sekjen Kemendag RI Resmikan Promosi Ketenagakerjaan

TAIPEI – Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Sekjen Kemendag) RI Srie Agustina melakukan peresmian promosi ketenagakerjaan di Taipei, Taiwan. Peresmian yang dilakukan bertepatan dengan momentum Kemerdekaan RI ke 71 ini sekaligus menjadi bukti kerja nyata KDEI Taipei. Dalam sambutannya, Sekjen Kemendag menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KDEI Taipei yang terus berupaya melakukan perlindungan bagi warga Negara Indonesia khususnya terhadap TKI yang bekerja di Taiwan. 

“Satu langkah inovatif yang patut diapresiasi, kegiatan KDEI Taipei melakukan promosi TKI melalui media transportasi. Hal ini merupakan kerja nyata pemerintah dalam meningkatkan perlindungan harkat dan martabat TKI,” tandas Srie Agustina di pelataran Twin Head Building, Taipei, 19 Agustus 2016. Sekjen Kemendag menambahkan, promosi ketenagakerjaan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bagi warga Taiwan khususnya di kalangan pebisnis, bahwa TKI bukan hanya dapat mengisi sektor domestik, namun juga sektor-sektor yang membutuhkan keahlian dan ketrampilan khusus. “Semoga usaha dan upaya promosi yang kita lakukan hari ini dapat meningkatkan penyerapan TKI terampil di pasar kerja Taiwan,” ujarnya.

Kepala KDEI Taipei Robert J Bintaryo menuturkan, promosi ketenagakerjaan tahun ini merupakan periode ketiga, setelah sebelumnya promosi ketenagakerjaan pada transportasi publik di Taiwan dilakukan pada tahun 2014 dan 2015. “Merupakan kerja nyata KDEI Taipei dalam rangkaian kegiatan hari Kemerdekaan RI ke 71. Dengan promosi berkelanjutan diharapkan jumlah penempatan tenaga kerja terampil Indonesia di sektor manufaktur, konstruksi, perawat, serta ABK Nelayan dapat meningkat, sebagaimana telah menjadi rencana kerja pemerintah untuk periode 5 tahun ke depan,” tegasnya saat memberi sambutan. Promosi ketenagakerjaan dilakukan melalui pemasangan iklan pada 20 bus yang tersebar di 3 (tiga) kota yaitu Taipei, Taichung, dan Kaohsiung selama 3 (tiga) bulan dari pertengahan Agustus hingga pertengahan November 2016. (*)

Read more...

KDEI Taipei Dukung Langkah BLA Changhua Luncurkan Program Ketenagakerjaan

KDEI di Taipei mendukung penuh upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Changhua melalui Bureau of Labor Affairs (BLA) Changhua meluncurkan program sosialisasi ketenagakerjaan. Program tersebut disiarkan melalui televisi mulai 01 Agustus 2016 hingga akhir November 2016 mendatang.

Direktur BLA Changhua Wu Lan Mei dalam sambutannya menjelaskan, jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Changhua telah mencapai angka 45.000. Angka ini menunjukkan bahwa ada hubungan simbiosis mutualisme antara majikan dan pekerja. Oleh karena itu, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik. TKA telah menjadi bagian dari keluarga di Changhua.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI di Taipei Devriel Sogia Raflis dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap Pemkot Changhua dan BLA Changhua. Terlebih, sosialisasi melalui media massa dalam bentuk pemutaran video ketenagakerjaan tersebut dalam upaya meningkatkan pelayanan lebih baik kepada para TKA.

Semoga program ini bisa menjadi percontohan wilayah lain di Taiwan. Kami sangat mengapresiasi. Terima kasih kepada pemerintah Changhua,” tuturnya.

Pihaknya menjelaskan, saat ini di wilayah Changhua terdapat sekitar 15.000 TKI yang bekerja di berbagai sektor.

 

Read more...

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 2016 di Taipei Main Station

Idul Fitri 1437 Hijriah yang jatuh pada tanggal 06 Juli 2016 dirayakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Warga Negara Indonesia (WNI) di Taiwan dengan penuh suka cita. Ribuan TKI dan WNI berbaur penuh khusuk melaksanakan sholat Iedul Fitri yang diadakan di Halaman Taipei Main Station (TMS). Sedikitnya 3.500 WNI melaksanakan shalat Iedul Fitri yang diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Taiwan dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.

Sholat yang digelar dalam tiga gelombang itu dimulai pada pukul 06.30 waktu setempat dan masing-masing gelombang berlangsung sekitar satu jam, termasuk persiapan dan pembacaan khutbah. Bertindak sebagai imam dan khotib atau penceramah adalah ustad dari PCI NU Taiwan.  Sebelum jalannya sholat Iedul Fitri, terlebih dahulu jamaah mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil. Gema takbir, tahmid, dan tahlil pun terdengar syahdu mengiringi jalannya rangkaian ibadah Sholat Iedul Fitri.

Gelombang pertama Sholat Iedul Fitri, bertindak sebagai Khotib adalah Ustad Arif Yudi, sedangkan Imam Ustad Alan Maulana. Peserta sholat Iedul Fitri gelombang pertama terlihat meluber hingga mendekati gedung utama TMS di sayap kanan. Selain itu, di sayap kiri, terlihat jamaah juga meluber. Pada pelaksanaan gelombang kedua, bertindak sebagai imam adalah Ustad Mawardi, sedangkan Khotib Ustad Nur Hidayat. Peserta sholat Iedul Fitri gelombang kedua pun terpantau tidak kalah banyaknya dari gelombang pertama.

Adapun gelombang ketiga, sholat Iedul Fitri diimami oleh Ustad Jamaludin dengan Khotib Ustad Mawardi. Peserta sholat Iedul Fitri pada gelombang ketiga ini memang tidak sebanyak dua gelombang sebelumnya, namun, tidak mengurangi kekhusukan jamaah dalam menunaikan ibadah tersebut. Dalam pelaksanaan Sholat Iedul Fitri 1436 Hijriah kali ini, Khotib mengimbau agar jamaah senantiasa menjaga perilaku selama hidup di perantauan, antara lain dengan mengikuti petunjuk dan ajaran Agama Islam.

Wakil Kepala KDEI di Taipei Bpk. Siswadi turut menyampaikan  sambutan. Pihaknya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada para TKI dan WNI yang berada di Taiwan khususnya yang tengah menunaikan ibadah Sholat Iedul Fitri di TMS. Beliau juga berpesan agar para TKI tetap menjaga diri dan perilaku selama menjadi TKI. Menurutnya, tibanya hari nan fitri ini merupakan momentum untuk saling bersilaturahmi dengan sesama.

 

Ratusan TKI dan WNI Sholat Iedul Fitri di Keelung dan Taitung

KDEI di Taipei juga memfasilitasi pelaksanaan sholat Iedul Fitri yang diadakan di Kota Keelung dan Taitung. Di Kota Keelung, sholat Iedul Fitri yang digelar di Halaman Keelung Culture Center dihadiri tak kurang dari 300 jamaah TKI dan WNI. Jamaah khusuk mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh Ustad Nurhidayat Nurdin dari Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) yang juga bertindak sebagai imam. Senior Asisten Ketenagakerjaan KDEI di Taipei, Noerman Adhiguna dan Kadir, tampak hadir dan berbaur bersama jamaah.

Dalam khotbahnya, Ustad Nurhidayat Nurdin menyerukan agar jamaah memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan anugerah nikmat sehingga jamaah masih diberikan kesempatan bertemu dengan Hari Raya Idul Fitri. Idul Fitri adalah hari raya di mana setiap orang beriman yang melaksanakan ibadah puasa kembali kepada kesuciannya seperti bayi baru dilahirkan.

”Momentum Idul Fitri ini kita berkomitmen atau berjanji untuk melaksanakan hal-hal yang membawa kepada kebaikan, sebab perbuatan baik itu dapat menyebabkan ketenangan batin, dan dapat mengarah kepada kebahagiaan. Dan sebaliknya kita harus juga menjauhi dosa karena dosa hanya menyebabkan kegundahan,” tuturnya di depan jamaah.

Sementara itu, di Taitung, pelaksanaan sholat Iedul Fitri diadakan di Halaman Plaza Taitung. Sekitar 70 jamaah hadir dalam sholat dengan imam Ustad Aliwafa dan khotib Ustad Rohman. Imam dan Khotib merupakan ustad dari PCI NU Taiwan. Kegiatan berjalan dengan khidmat hingga paripurna. (*)

Read more...

TKI di Taiwan Belajar Bertani Organik

TAIPEI – Satu lagi kegiatan inspiratif yang digagas Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) di Taipei bagi para TKI di Negeri Formosa, Taiwan. Puluhan TKI dari berbagai wilayah di Taiwan, belajar bagaimana bercocok-tanam secara organik. Tak hanya dipandu cara pembibitan tanaman, para TKI juga terjun langsung bercocok-tanam di Beitou, Taipei, Minggu (29/5).

Sedikitnya 30 TKI sejak pagi hari telah berkumpul di areal perkebunan milik Mr. Chan. Mereka serius menyimak penjelasan dari petani yang merupakan anggota asosiasi petani organik Taipei. Diakui para peserta, secara umum mereka telah mengetahui seluk-beluk pertanian. Namun, teknologi dan modifikasi pertanian secara organik masih cukup awam bagi mereka.

Untuk diketahui, mengkonsumsi makanan organik telah menjadi salah satu kebiasaan warga Taiwan. Pertanian di Taiwan pun bisa dibilang, rata-rata tidak menggunakan pupuk kimia karena berbahaya bagi kesehatan. 

Salah satu peserta pelatihan, Rubiyati, menuturkan, dengan belajar bertani secara organik, dirinya bisa mengambil banyak manfaat. Selain memperoleh ilmu pertanian, dirinya juga bisa belajar bertani dengan lahan yang sempit.

Di kampung, saya selama ini bercocok-tanam pertanian secara umum, bukan teknik organik seperti yang kita pelajari hari ini,” ujar wanita berjilbab asal Pati, Jawa Tengah ini.

Peserta lainnya, Sarmi, mengatakan, ilmu pertanian organik bisa diaplikasikan sepulangnya ke Indonesia. “Saya pernah bercocok-tanam bawang merah. Mudah-mudahan pelajaran bertani organik ini bisa saya terapkan di Indonesia,” tutur TKI asal Demak ini.

Mr. Chan menjelaskan, pertanian secara organik dimulai dari tahap pemilihan bibit, penyemaian, menanam bibit, perawatan, hingga masa panen. “Secara umum, bertani organik, masa panen akan lebih lama dari cocok-tanam pada umumnya. Tapi, kelebihannya, hasil panen lebih sehat dan berkualitas,” terangnya didampingi sang istri.

Salah satu sesi paling menarik dalam pelatihan ini adalah TKI diajak berkeliling ke areal perkebunan jagung dan timun. Mengingat pertanian organik sama sekali tidak menggunakan pupuk pestisida, para peserta dapat langsung memetik sayuran organik tersebut dan mengkonsumsinya di tempat. “Rasanya lebih enak,” cetus Nurkholiq, TKI asal Kendal, mencoba membandingkan kualitas sayur organik yang dicicipinya.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI di Taipei Devriel Sogia Raflis yang didampingi Senior Asisten Ketenagakerjaan Noerman Adhiguna mengajak TKI untuk bijaksana memanfaatkan waktu selama bekerja sebagai TKI. “Dengan mengikuti pelatihan ini, sepulangnya ke Indonesia, saudara-saudara bisa menerapkan ilmunya di kampung halaman masing-masing,” imbaunya.

Dijelaskan, pelatihan pertanian organik menjadi bagian dari exit program KDEI di Taipei. Pihaknya secara intensif menggelar kegiatan pemberdayaan dan pembekalan bagi TKI demi terciptanya TKI purna yang mandiri sekembalinya ke Tanah Air. (*)

 

Read more...

Puluhan TKI Praktek Pemandu Wisata Berbahasa Mandarin

TAIPEI – Puluhan TKI di Taiwan praktek menjadi pemandu wisata berbahasa Mandarin. Pelatihan dilakukan dengan terjun langsung ke sejumlah lokasi wisata kenamaan di Kota Taipei, Minggu (22/5/2016).

Duapuluh lebih TKI, bergabung dalam exit program yang yang gelar Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei. Pada sesi kali ini, para TKI praktek langsung kemampuan mereka sebagai pemandu wisata di tiga lokasi yaitu National Revolutionary Martyrs' Shrine, Chiang Kai-Shek Memorial Hall, dan gedung pencakar langit 101.

Pelatihan pemandu wisata dipandu oleh Adi Carlo, instruktur dari Daily Travel Service yang telah mengantongi lisensi sebagai pemandu wisata dari Departemen Pariwisata Taiwan. Adi Carlo menyampaikan, sebagian peserta telah memiliki kemampuan mumpuni dan dapat diterapkan sebagai pemandu wisata di Indonesia. Sebagian lainnya, ada yang masih kurang percaya diri saat praktek. Menurutnya, hal itu terjadi karena kurangnya “jam terbang” atau pengalaman yang bersangkutan. Karenanya, Adi menyarankan agar para TKI giat berlatih secara otodidak memperdalam ilmunya.

Adi menjelaskan, pelatihan kali ini merupakan kelanjutan dari sesi teori pemandu wisata yang digelar bulan sebelumnya. Jika dalam pertemuan sebelumnya, TKI selama sehari penuh memperoleh teori bagaimana menjadi pemandu wisata, pelatihan kali ini para TKI langsung terjun ke lokasi wisata dan praktek menjadi pemandu wisata.

Antusiasme pelatihan pemandu wisata ini terlihat dari banyaknya peserta yang datang. Tak hanya dari wilayah Kota Taipei, sebagian peserta datang dari New Taipei City, Chungli, Taoyuan, Yilan, bahkan hingga Taichung.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei Devriel Sogia Raflis didampingi Senior Asisten Ketenagakerjaan Noerman Adhiguna berpesan agar TKI terus mengeksplorasi kemampuan yang dimilikinya. Pihaknya berharap, sepulangnya TKI ke Indonesia dapat menciptakan lapaangan pekerjaan sendiri, dan tidak perlu menjadi TKI lagi.

“Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya dari pelatihan kali ini. Indonesia kaya akan potensi, dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga wilayah lainnya. Peluang menjadi pemandu wisata berbahasa Mandarin di Indonesia sangat besar, teruslah belajar,” pesannya. 

Tak hanya memberi pelatihan pemandu wisata, KDEI di Taipei sebelumnya juga telah menggelar pelatihan bubble tea dan kerajinan clay. Dalam waktu dekat, KDEI di Taipei juga akan menggelar pelatihan pertanian organik bagi TKI. (*)

 

Read more...

Latih Kewirausahaan, TKI di Taiwan Belajar Membuat Minuman Chenchu Naicha

TAIPEI – Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei kembali menggelar exit program untuk TKI di Taiwan. Kali ini, TKI dari berbagai daerah diajak berlatih membuat minuman khas chenchu naicha. Para TKI pun dengan antusias menyimak sesi pelatihan yang digelar di Café Yang Dining Academy, Taipei, selama sehari penuh, Minggu (15/5).

TKI yang datang, tak hanya berasal dari Taipei, melainkan juga dari New Taipei City, Taoyuan, Chungli, dan sekitarnya. Umi Sugiharti, salah satu TKI, yang ikut pelatihan menuturkan, ini adalah kali pertama dirinya ikut pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan semacam ini sangat bermanfaat bagi TKI. 

Saya sudah 5 (lima) tahun bekerja di Taiwan. Kedatangan kedua ini saya mulai belajar bagaimana mengelola keuangan. Saya saat ini sudah merintis usaha di kampung dengan beternak kambing, satu bulan satu kambing. Tujuannya, setelah saya kembali ke Indonesia, saya sudah siap mandiri,” urai TKI asal Magetan, Jawa Timur, yang pernah menjuarai lomba puisi di Taipei ini.

TKI lainnya, Eva, menjelaskan, dirinya tergerak untuk membuka usaha chenchu naicha sekembalinya ke Indonesia. “Kalau di daerah saya, Cirebon, belum banyak. Sepertinya bisa dikembangin di sana. Tapi saya belum tahu apa bahan dasar chenchu naicha sudah bisa dibeli di Indonesia,” katanya.

Kepala KDEI di Taipei Arief Fadillah didampingi Kepala Bidang Ketenagakerjaan Devriel Sogia Raflis berpesan kepada duapuluh lebih TKI yang hadir mengikuti pelatihan, agar para TKI terus mengasah jiwa kewirausahaannya. 

Belajar yang tekun. Tanya kepada pengajar apabila ada yang kurang jelas. Jika nanti kembali ke Indonesia, kembangkanlah kewirausahaan, jangan berpikir menjadi TKI lagi,” tandasnya.

Kepala KDEI di Taipei berharap, TKI menjadi sosok yang mandiri sekembalinya ke Tanah Air. Caranya, dengan membuka lapangan usaha sendiri dan sebisa mungkin untuk tidak kembali lagi menjadi TKI.

Selain pelatihan membuat minuman khas Taiwan chenchu naicha, KDEI di Taipei juga menggelar pelatihan pemandu wisata, pelatihan bercocok tanam organik, dan sejumlah pelatihan lain. (*)

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd