Menu

Ketenagakerjaan (232)

Sending Countries Sikapi Covid-19 dan Upaya Kenaikan Gaji Sektor Informal

TAIPEI - Bidang Tenaga Kerja (Naker) KDEI Taipei baru-baru ini melakukan pertemuan dengan Negara-negara pengirim Tenaga Kerja Asing (sending countries) di Taiwan. Pertemuan dilakukan dilakukan untuk membahas isu aktual yang berkembang saat ini, khususnya mengenai penempatan pekerja migran ke Taiwan selama masa pandemi Covid-19, isu kenaikan gaji PMI sektor domestik, dan sejumlah isu hangat lain.

Pertemuan dilakukan baru-baru ini dengan perwakilan Negara Vietnam, Filipina, dan Thailand. Pembahasan utama adalah mengenai kebijakan masing-masing Negara terkait penempatan pekerja migran selama masa pandemi Corona. Negara Vietnam, misalnya, per Mei 2020 kembali membuka proses penempatan pekerja migran setelah sempat ditutup pada Maret sampai April 2020 lalu. Adapun Filipina masih melakukan penutupan, sedangkan Thailand masih melakukan penempatan namun mereka memberlakukan pembatasan penerbangan ke negaranya, sehingga terkait dengan proses kepulangan pekerja migran, dilakukan dengan menyiapkan penerbangan khusus.

Terkait isu dibukanya sektor peternakan dan agromaritim di Taiwan, Vietnam per Mei 2020 telah mengumumkan secara luas, meski belum ada pelamar. Demikian pula dengan Pemerintah Thailand yang telah melakukan penempatan pekerja migran pada dua sektor tersebut. Perjanjian kerja yang digunakan mengikuti ketentuan yang berlaku pada sektor formal namun yang menjadi pemberi kerja adalah asosiasi petani/peternak sapi.

Dalam pembahasan isu mengenai kenaikan gaji sektor domestik, baik perwakilan Vietnam, Filipina, dan Thailand, bersepakat dengan KDEI Taipei bahwa perlu melakukan pengajuan proposal kenaikan gaji sektor informal yang telah 5 (lima) tahun tidak ada kenaikan (*).

Read more...

KDEI Taipei - Pemerintah Taiwan Bahas Kebijakan bagi PMI Terkait Pandemi

TAIPEI – Bidang Tenaga Kerja (Naker) KDEI Taipei baru-baru ini melakukan pertemuan dengan Workforce Development Agency (WDA) - Kementerian Tenaga Kerja (MoL) Taiwan. Pertemuan dilakukan untuk menggali informasi lebih mendalam terkait kebijakan Pemerintah Taiwan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama masa pandemic.

KDEI Taipei menyampaikan, upaya Pemerintah Taiwan yang berhasil meminimalisir penyebaran Covid-19 telah mendapat pengakuan internasional. Saat ini kehidupan sosial di Taiwan dapat berjalan dengan normal. Kondisi ini menjadi dasar dari National Federation Employment Service Association (NFESA) agar Pemerintah Indonesia dapat membuka kembali penempatan PMI ke Taiwan. Sebagai catatan, sampai saat ini Pemerintah Indonesia masih memberlakukan penutupan sementara penempatan PMI ke seluruh Negara, termasuk Taiwan.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula hal-hal teknis mengenai proses dan fasilitasi karantina bagi PMI, serta hal-hal yang dilakukan apabila PMI yang memasuki wilayah Taiwan terdeteksi positif Covid-19.

Secara prinsip, Pemerintah Taiwan menyampaikan bahwa PMI tetap dapat memasuki wilayah Taiwan dalam masa pandemi saat ini, namun harus menjalani karantina selama 14 (empat belas) hari. Bagi PMI yang bekerja di sektor domestik dan panti jompo, akan menjalani karantina di lokasi yang telah ditentukan dan dibiayai penuh oleh Pemerintah Taiwan. Adapun bagi pekerja sektor formal, lokasi karantina dan biaya ditanggung oleh pengguna. Semua warga yang memasuki wilayah Taiwan, termasuk pekerja migran dan menjalani karantina menerima subsidi sebesar NT$1,000 / hari dari Pemerintah Taiwan (*).

Read more...

Pengajuan Kompensasi Biaya Tiket TKA Yang Menunda/Batal Cuti Pulang Ke Indonesia

PROSEDUR PENGAJUAN KOMPENSASI BIAYA TRANSPORTASI BAGI TKA YANG MENUNDA ATAU MEMBATALKAN CUTI PULANG KE NEGARA ASAL

Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan Taiwan Pasal 46 Ayat 1 Butir 8-11 tentang “Peraturan Pemberian Kompensasi Biaya Transportasi Bagi Pekerja Migran Yang Menunda Atau Membatalkan Cuti Kembali ke Negara Asal”, disampaikan informasi sebagai berikut:

Periode pengajuan kompensasi: 17 Maret 2020 – 30 Juni 2021

Kualifikasi pengajuan:

  1. Memiliki surat izin perekrutan TKA yang dikeluarkan oleh MoL sebelum tanggal 17 Maret 2020 dan surat izin perekrutan masih berlaku pada saat pengajuan kompensasi.
  2. TKA dapat mengajukan sendiri atau dibantu oleh pihak pengguna atau agen pelayanan ketenagakerjaan.

Kriteria penentuan pemberian kompensasi :

  1. Kerugian biaya transportasi yang terjadi akibat penerbangan dari Taiwan ke negara asal ditunda atau dibatalkan (tidak termasuk biaya penerbangan domestik di negara asal atau biaya transportasi lainnya).
  2. TKA dan pengguna telah sepakat untuk cuti kembali ke negara asal dan telah memiliki tiket kepulangan dengan tanggal penerbangannya setelah 17 maret 2020 pukul 16:00. Pemberian kompensasi berdasarkan bukti tiket pesawat.
  3. Nominal kompensasi tidak termasuk biaya pengembalian uang dari pihak penerbangan atau perusahaan tempat pembelian tiket.
  4. Setiap TKA hanya dapat mengajukan kompensasi kerugian biaya transportasi sebanyak 1 (satu) kali. Apabila kepulangan TKA ke negara asal melalui transit di negara lain, maka kerugian biaya transportasi tersebut juga dapat diajukan secara bersamaan.

Dokumen yang perlu disiapkan:

  1. Formulir aplikasi dapat diunduh di: https://reurl.cc/Njbby6.
  2. ARC atau Paspor TKA
  3. Fotokopi buku rekening bank di Taiwan (untuk pencairan dana kompensasi kerugian). Bagi TKA yang tidak memiliki rekening bank, kompensasi akan diberikan berupa cek yang hanya dapat dicairkan oleh TKA yang bersangkutan di bank.
  4. Bukti tiket pesawat atau bukti lainnya yang dikeluarkan sebelum tanggal 17 maret 2020 dan jadwal penerbangan setelah tanggal 17 maret 2020 pukul 16:00.
  5. Bukti pembayaran biaya penundaan atau pengembalian biaya akibat pembatalan tiket pesawat yang dikeluarkan oleh perusahaan penerbangan atau perusahaan yang mengeluarkan tiket.
  6. Jika tidak dapat melampirkan dokumen atau data pada poin sebelumnya, dapat melampirkan dokumen dan data pendukung lainnya (seperti catatan riwayat komunikasi telepon atau catatan email antara TKA dengan pengguna atau agen pelayanan ketenagakerjaan atau pihak maskapai penerbangan, dll.)
Read more...

LARANGAN MEMBAWA SEMUA JENIS PRODUK DAGING BABI, UNGGAS, TERNAK MASUK KE TAIWAN

Terkait dengan wabah flu babi Afrika (African Swine Fever) yang masih berlanjut di Asia dan Eropa, KDEI Taipei mengingatkan kembali kepada semua WNI/PMI yang hendak masuk ke Taiwan untuk:

TIDAK MEMBAWA SEMUA JENIS PRODUK DAGING BABI, UNGGAS, TERNAK

Bagi pihak yang melanggar akan dikenakan sanksi denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Taiwan. Informasi lebih jelas dapat dilihat di:

  1. https://fw.wda.gov.tw/
  2. https://asf.baphiq.gov.tw/ws.php?id=20090

Read more...

Taiwan Enterprise Talent Recruiting Event for ASEAN, South Asia, AU, NZ Market

Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), akan mengadakan kegiatan “Taiwan Enterprise Talent Recruiting Event for ASEAN, South Asia, AU, NZ Market”. Kegiatan rekrutmen ini diikuti oleh 43 perusahaan dengan ±250 lowongan kerja yang ditawarkan. Seluruh kegiatan ini akan dilaksanakan secara online. Bagi WNI atau pelajar Indonesia di Taiwan yang berminat untuk mengikuti kegiatan ini dapat melihat informasi lebih lengkap di https://reurl.cc/oLyQO3 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

DMC Firewall is a Joomla Security extension!