Menu

Ketenagakerjaan (93)

KDEI-Taipei Menyapa WNI dan TKI di Pingtung

 

Pintung, 19 Februari 2017 – Salah satu perhimpunan TKI/WNI di Pintung yakni FORSIMASPIT (Forum Silaturahim Masyarakat Pintung) menggelar acara tahlilan dan yasinan yang bertempat di Toko Indo Borobudur.

Acara ini terbilang sukses yang dihadiri oleh ratusan jamaah dari WNI yang ada di Taiwan baik TKI maupun mahasiswa di sekitar Pintung. Ratusan jamaah yang sebagian besar adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) turut hadir dalam kegiatan keagamaan ini yang merupakan hasil kerja sama antara FORSIMASPIT dengan organisasi TKI/WNI di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, FOSPI (Forum Silaturahim Pelaut Indonesia), Laskar Cirebon, IWAMIT Kaohsiung, Majelis Ta’lim Al-Hidayah PCINU Taiwan dan pihak terkait lainnya.

Sekitar pukul 11.00, dalam kondisi yang cerah, jamaah mulai berdatangan sekitar Pintung, mulai memadati lokasi di depan Toko Indo Borobudur, No.93-7, Gong Yong rd., Pingtung City

KDEI di Taipei yang diwakili oleh Farid Ma’ruf mengapresiasi kegiatan positif ini sebagai salah satu upaya dalam rangka pembinaan TKI/WNI di Taiwan. Dalam kesempatan ini beliau menghimbau kepada hadirin agar memahami bahwa bekerja adalah ibadah, agar menghindari perkelahian, perlunya menjalin persaudaraan demi menjaga kerukunan dan menjaga nama baik Indonesia di Taiwan. Turut disampaikan terkait dengan data dan fakta seputar ketenagakerjaan yang diharapkan dapat menjadi pelajaran agar selalu menjadi TKI yang prosedural, bekerja dengan baik dan mentaati peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, bahaya narkoba baik dari segi dampak kesehatan juga sanksi-sanksi hukuman yang dikenakan bagi bagi pengedar maupun pengguna, agar menghindari pergaulan bebas. Solusinya adalah dengan saling mengingatkan antar sesama WNI/TKI atau dengan meningkatkan peran dari organisasi-organisasi TKI yang ada.

Dalam acara tahlil dan yasinan ini juga dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Bapak Ustadz Gus Hendrik dari PCI NU Taiwan. 

Dalam sesi diskusi, WNI/TKI di Pintung menyampaikan apresiasi juga kepada kehadiran KDEI di Taipei dalam acara ini. Selain itu mereka menyampaikan aspirasi bahwa perlunya tempat ibadah khususnya di Pintung, seperti halnya di Dongkang dimana TKI/WNI berhasil membeli tanah dan bangunan yang selanjutnya dijadikan sebagai tempat ibadah. Lebih lanjut disampaikan bahwa diharapkan dengan adanya organisasi-organisasi yang ada dapat menjadi wadah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan selama bekerja di Taiwan.

Turut hadir dalam acara ini Kabag Administrasi, Tri Djuliyanto dan Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja, Kadir beserta lokal staff KDEI di Taipei. Acara ini, berlangsung tertib, aman dan damai, diakhiri sekitar pukul 17.30.

Read more...

KDEI di Taipei kembali Adakan Pertemuan Rutin dengan Satgas dan TKS

TAIPEI – KDEI di Taipei kembali mengadakan rapat dengan Satgas (Satuan Tugas) TKI dan TKS (Tenaga Sukarela) pada Minggu, tanggal 12 Februari 2017. Pertemuan berlangsung pukul 11.00 – 16.00 di ruang rapat KDEI di Taipei. 

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala KDEI di Taipei, Robert J Bintaryo, Kepala Bidang Ketenagakerjaan Devriel Sogia Raflis, Analis Ketenagakerjaan Farid Ma’ruf, Senior Asisten Ketenagakerjaan Kadir, staf KDEI, serta tim Satgas dan TKS.

Pertemuan rutin dilakukan untuk memantau kinerja Satgas dan TKS, sharing informasi dan pengetahuan seputar ketenagakerjaan, keimigrasian, identifikasi kendala-kendala yang ditemukan di lapangan, serta saran dan masukan untuk perbaikan ke depan.

Dalam pertemuan ini Kepala KDEI di Taipei Robert J Bintaryo menyampaikan terima kasih atas kinerja Satgas dan TKS. Berdasarkan data, pada 2016 tercatat sebanyak 1.051 kasus pengaduan kasus yang masuk, di mana sebagian kasus berasal dari Satgas dan TKS. Adapun jumlah kasus yang berhasil ditangani pada 2016 mencapai 92.63%.

Berdasarkan persebaran tim Satgas dan TKS, sekitar 70% wilayah Taiwan telah ter-cover oleh Tim Satgas dan TKS, termasuk wilayah yang jauh seperti Penghu. Ke depan, aka nada upaya agar wilayah lain yang belum ter-cover Satgas dan TKS aka nada perwakilannya di sana, misalnya Taitung.

Dalam pertemuan ini disampaikan tentang statistik TKI di Taiwan yang berisi data penempatan, data trend kasus TKI, isu tentang perpanjangan perjanjian kerja tanpa harus pulang, serta penguatan koordinasi dan kolaborasi dalam upaya peningkatan perlindungan kepada TKI di Taiwan. (*)

Read more...

KDEI di Taipei Bertemu dengan Workforce Development Agency Bahas Kebijakan Ketenagakerjaan di Taiwan 

Taipei, KDEI (8/02) – KDEI di Taipei bertemu dengan Pihak Workforce Development Agency (WDA),  guna membahas kebijakan ketenagakerjaan di Taiwan. 

Pertemuan ini merupakan rapat kedua yang diinisiasi KDEI di Taipei dengan agenda seputar ketenagakerjaan pada WDA/MoL Taiwan sejak bergulirnya kebijakan perpanjangan kontrak tanpa pulang pada 5 November 2016 lalu. KDEI di Taipei diwakili oleh Devriel Sogia Raflis, Kabid Ketenagakerjaan yang didampingi oleh lokal staff.

Beberapa isu penting yang dibahas antara lain tentang kebijakan perpanjangan kontrak tanpa pulang, penanganan ABK-LG (letter of guarantee), pelaksanaan Joint Working Group (JWG) IX dan Rencana penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara IETO-TETO, serta hal-hal lain terkait ketenagakerjaan di Taiwan.

Dengan adanya pertemuan ini diharapkan ada sinergitas terkait dengan kebijakan terkait seputar ketenagakerjaan di Taiwan.

 

Read more...

KDEI Di Taipei Menyelenggarakan Piket Selama Libur Imlek (Part 3)

Yehliu,  Rangkaian piket hari keempat tersebut dilaksanakan di Yehliu, tepatnya di Mushola Nurul Hidayah yang beralamat di 1F., No. 55, Dong'ao, Wanli Dist., New Taipei City 2017, Taiwan.  Pertemuan dihadiri oleh ABK Nelayan diseputar Pelabuhan Yehliu.

Agenda piket hari ini adalah diskusi seputar permasalahan TKI ABK Nelayan. Diharapkan melalui penyampaian dan diskusi ini TKI dapat mengetahui hak dan kewajibannya. Salah satu hak yang perlu perlu diketahui oleh ABK Nelayan adalah tentang gaji tambahan yakni :

  1. bagi TKI Nelayan yang berpengalaman kerja di Taiwan dengan tambahan 25% gaji, contoh jika mengikuti gaji 20.008, maka tambahan gaji 25 % berarti tambahan sebesar kurang lebih NT$ 5,000.
  2. bagi TKI Nelayan yang Non atau tidak berpengalaman kerja di Taiwan dengan tambahan 15 % gaji, contoh jika mengikuti gaji 20.008, maka tambahan gaji 15 % berarti tambahan sebesar kurang lebih NT$ 3,000.

Bonus hasil pancing berbeda lagi, sebagaimana dalam Pasal 4 dalam Perjanjian Kerja berbunyi : Bonus hasil pancingan Long Line Fishing adalah merujuk pada hasil kesepakatan kedua belah pihak. 

Sebagai informasi bahwa gaji tambahan  tersebut telah disepakati oleh majikan (pemilik kapal) dan agensi, sebagai salah satu syarat dalam pengajuan Perjanjian Kerjasama Penempatan (humao) untuk perekrutan ABK Nelayan. Sebagai tambahan informasi bahwa Penempatan TKI Nelayan di Wilayah teritorial Taiwan pernah ditutup pada 16 Maret 2015 karena banyaknya permasalahan pada saat itu yang kemudian dibuka kembali pada tanggal 29 September 2015, yang salah satu ketentuannya adalah perbaikan kesejahteraan bagi ABK Nelayan yang salah satunya adalah disepakatinya agar ada tambahan gaji tersebut.

Gaji tambahan tersebut berlaku untuk penempatan ABK Nelayan yang telah diverifikasi oleh KDEI di Taipei di atas September 2015. Bila tambahan gaji tersebut belum dibayarkan silahkan dipertanyakan kepada agensi masing-masing dan bila tidak direspon dapat disampaikan kepada KDEI di Taipei dengan melampirkan bukti-bukti valid.

Disampaikan juga bahwa gaji ABK Nelayan telah mengalami kenaikan menjadi 21,009 mulai Januari 2017. Diharapkan TKI memahami hak yang paling penting ini.

Dalam pertemuan ini juga TKI ABK Nelayan memohon dukungan kepada KDEI di Taipei agar difasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah setempat untuk operasional Mushola Nurul Hidayah sehingga resmi dan terdaftar sebagai pusat keagamaan di Yehliu. Pada akhir pertemuan ditutup dengan doa bersama, serta ucapan terima kasih dari ABK Nelayan telah dikunjungi oleh Perwakilan Pemerintah.

Read more...

KDEI Di Taipei Menyelenggarakan Piket Selama Libur Imlek (Part 2)

Taipei Aktivitas piket hari ketiga (29/01/17)  di Taipei tepatnya di seputaran Taipei Main Station. Pemantauan diawali di area TMS (Taipei Main Station/Stasion Kereta di Taipei) dilanjutkan dengan kunjungan ke toko Indo dekat TMS. Tampak beberapa kelompok orang berkerumun (didominasi TKI) yang puncaknya pada hari Minggu menjadi pemandangan yang lazim di TMS.

Dalam kunjungan lapangan ini KDEI di Taipei sempat berdiskusi dan menerima pengaduan maupun konsultasi dari beberapa TKI. Umumnya masih mempertanyakan tentang proses kebijakan baru tentang perpanjangan tanpa pulang yang menurut mereka terkesan ribet dan dikeluhkan adanya pembayaran yang tinggi dalam proses perpanjangan kontrak. Dalam kunjungan ini dijelaskan tentang mekanisme  perpanjangan kontrak tanpa pulang yang sudah berlaku sejak 5 November 2016 tersebut. Dalam prosesnya diharapkan TKI dapat mengurus Perjanjian Kerja (PK) pada pada KDEI di Taipei. Dan disampaikan juga bahwa dalam proses perpanjangan PK tersebut tidak dipungut biaya jasa perpindahan.

Bila ada permasalahan lebih lanjut dapat disampaikan ke KDEI di Taipei untuk follow up lanjutan. Selain itu semua WNI/TKI disampaikan agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban khususnya selama liburan.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd