Menu

Ketenagakerjaan (81)

Tabligh Akbar di Chiayi

Chiayi, KDEI (15/01) – Tabligh Akbar MTYCIT (Majelis Ta'lim Yaasien Chiayi Indonesia-Taiwan), 15 Januari 2017, berlangsung sukses. Acara religi ini mengusung tema  "Addun Ya Mata'ul Ghurur, Dunia Hanya Sementara".

Ratusan jamaah yang sebagian besar adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) turut hadir dalam kegiatan keagamaan ini yang merupakan hasil kerja sama antara MTYCIT dengan organisasi TKI/WNI di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, KMIT (Keluarga Muslim Indonesia Taiwan), PCINU Taiwan dan pihak terkait lainnya.

Sekitar pukul 11.00, dalam kondisi yang cerah, jamaah mulai berdatangan dari berbagai penjuru Taiwan, mulai memadati lokasi di Gedung Sekolah Chiayi She Chuiyang Kosiau, no. 605, Chuiyang Rd., West District., Chiayi City.

Kepala KDEI di Taipei, Robert J Bintaryo, mengapresiasi kegiatan positif ini sebagai salah satu upaya dalam rangka pembinaan TKI/WNI di Taiwan. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi, memantapkan nilai-nilai iman serta dapat mengingatkan kita agar selalu bertakwa kepada Allah SWT,” ujarnya dalam sambutan di hadapan jamaah. 

Dalam kesempatan ini beliau menegaskan tentang perlunya dukungan dari segenap masyarakat Indonesia di Taiwan dalam peningkatan perlindungan WNI/TKI khususnya di Taiwan. Turut disampaikan terkait  dengan kebijakan perpanjangan kontrak tanpa harus pulang, bahwa saat ini pelayanan endorsement PK telah dilakukan di Kantor KDEI di Taipei, kurang lebih 300 berkas sudah diproses selama sebulan terakhir. Hal ini sangat penting dari segi perlindungan TKI, dengan adanya PK maka hak dan kewajiban TKI akan menjadi jelas. Jadi diharapkan agar TKI dapat menyadari pentingnya PK tersebut.

“Terobosan kami ke depan, bahwa dalam rangka memberikan kemudahan bagi TKI, maka pelayanan Asuransi TKI dan e-KTKLN akan dilakukan di KDEI di Taipei melalui integrasi system antara KDEI di Taipei dan BNP2TKI. Dengan demikian TKI yang akan pulang cuti tidak perlu lagi memikirkan pengurusan Asuransi dan e-KTKLN pada kantor BP3TKI di Indonesia seperti yang dilakukan sekarang ini. Jadi lebih praktis  nantinya”, tambahnya dalam mengakhiri sambutannya.

Dalam acara tabligh akbar, ini menghadirkan tokoh agama populer dari salah satu pondok pesantren di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia, K.H. Sugi Nur Raharja atau biasa dikenal dengan panggilan 'Gus Nur'. Beliau mengajak segenap umat Islam yang hadir  agar dapat memaknai bahwa kehadiran TKI di Taiwan sebagai "Hijrah" untuk merubah nasib keluarga untuk kehidupan yang lebih baik, selamat di dunia maupun di akhirat kelak. Selain itu menghimbau kepada hadirin agar senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah. Tak kalah pentingnya juga agar senantiasa menjaga kehormatan nama bangsa dan negara. Dalam doa bersama yang dibimbing beliau berjalan penuh khidmat, khusyuk, ikhlas dan penuh makna.Tampak dari kejauhan beberapa hadirin yang menangis tersedu-sedu terbawa dalam doa khusyuk yang ditujukan kepada kedua orang tua masing-masing yang melintasi dimensi ruang dan waktu. Dahsyatnya doa membuat hati bergetar untuk selalu mengingat Allah SWT. Beliau juga mengingatkan tentang pentingnya bersedekah.

Setelah sesi doa dilanjutkan dengan ceramah agama. Acara ini, berlangsung tertib, aman dan damai, diakhiri  sekitar pukul 17.30 .

Read more...

KDEI di Taipei Memfasilitasi Pelatihan Usaha Berkelanjutan bagi TKI

TAIPEI – KDEI di Taipei baru-baru ini (08/01/17) memfasilitasi pelatihan usaha berkelanjutan bertempat di Gedung Aula lantai 6 KDEI di Taipei. Tema yang diusung adalah “Pelatihan Usaha Berkelanjutan, Bekerja Sambil Berwirausaha untuk Masa Depan.”Ratusan TKI/WNI datang dari berbagai  penjuru hadir dalam kegiatan ini yang merupakan hasil kerja sama antara KDEI di Taipei dengan PCI Muhammadiyah Taiwan. 

Pelatihan ini dibuka pukul 10.00 oleh Kepala KDEI di Taipei yang diwakili oleh Analis Ketenagakerjaan, Farid Ma’ruf. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengenalan awal tentang konsep pemberdayaan kepada TKI/WNI sehingga diharapkan setelah bekerja di Taiwan dapat melanjutkan usaha berkelanjutan di Indonesia kelak. 

Dalam sambutannya, Analisis Ketenagakerjaan menyampaikan statistik TKI Taiwan seputar data penempatan, trend permasalahan TKI, serta kontribusi TKI di Taiwan dalam menambah devisa negara. “Dengan adanya kegiatan pelatihan guna memperkenalkan wirausaha sebagai bagian dari pemberdayaan TKI ini diharapkan nantinya TKI akan semakin terlindungi,” ujarnya dalam mengakhiri sambutanya. 

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Pusat, Bapak Nurul Yamin dan Bachtiar Dwi Kurniawan. Dalam materinya disampaikan beberapa materi penting yang diharapkan dapat memberikan bekal atau pengetahuan kepada TKI tentang pentingnya berwirausaha setelah kembali ke Indonesia. Sekilas dibahas tentang bagaimana merubah mindset untuk berwirausaha, motivasi dan keberanian untuk memulai, tantangan yang dihadapi serta potensi keberhasilan pun diuraikan. Kegiatan ini berlangsung meriah dan peserta tampak antusias dengan materi yang disampaikan. 

 “Marilah kita memulai usaha dengan apa yang kita punya serta apa yang paling dibutuhkan masyarakat”, ujar narasumber dalam membakar semangat para peserta.

Di sesi brainstorming tentang bidang usaha yang akan dilatihkan, KDEI di Taipei memberi masukan, sehubungan dengan polling di media sosial yang telah dilakukan 3 minggu sebelumnya tentang jenis pelatihan yang akan dilakukan nanti. Beberapa jenis pelatihan yang diusulkan sesuai dengan polling tertinggi antara lain pelatihan terkait cara untuk memulai usaha, membuka usaha toko, pertanian, peternakan, dan memasak (kuliner). Artinya sebaiknya pelatihan yang dilakukan adalah berbasis kebutuhan TKI sehingga tepat sasaran. 

Kegiatan pelatihan nantinya akan diprioritaskan terlebih dahulu kepada TKI yang akan pulang dalam waktu dekat ini, minimal di bawah satu tahun. Waktunya akan disampaikan kemudian. Konsepnya bahwa setelah dilatih di Taiwan nantinya akan dilakukan pendampingan di Indonesia sampai berhasil. Dalam sesi diskusi, tampak beberapa TKI sangat antusias dengan adanya kegiatan ini. Seorang TKI dari Yogyakarta menyatakan bahwa konsep ini sangat bagus dan terbukti berhasil. Dicontohkannya kegiatan pemberdayaan sampai pada pendampingan yang dilakukan oleh BP3TKI Yogyakarta tahun lalu telah mengantarkannya mempunyai satu usaha mandiri beserta teman-teman yang lainnya. Saat ini sudah jalan. Diharapkan kegiatan ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh TKI.

Di akhir pertemuan disimpulkan bahwa pemberdayaan TKI melalui pengenalan usaha, pelatihan bidang usaha yang diminati sampai pada pendampingan ini merupakan konsep yang baik dalam meningkatkan perlindungan TKI. Hal ini sejalan dengan kegiatan yang digalakkan oleh pemerintah yakni Pemberdayaan TKI yang terintegrasi.

Sebagai tindak lanjut bahwa akan kegiatan pelatihan akan diumumkan kembali. Diharapkan peserta aktif memantau informasi dari website KDEI di Taipei maupun grup media sosial. PCI Muhammadiyah juga telah melakukan koordinasin dengan Direktorat  Pemberdayaan BNP2TKI tentang kemungkinan tindak kanjut dari kegiatan ini.

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib sampai pukul 13.00, dan disiarkan live pada facebook live dan radio online yang diumumkan pada grup facebook “Pengaduan TKI Taiwan” sehingga TKI yang tidak hadir dapat menyaksikan dan mendengarkan lewat media tersebut (Kdr).

Read more...

Salbiyah TKI Asal Wonosobo Jawa Tengah  Selamatkan Ama dari Kebakaran Flat Tetangga

Menyelamatkan pasien bagi Salbiyah yang bekerja hampir dua tahun di majikan tersebut    menjadi tanggung jawabnya. Hal itu yang terpikir oleh TKI penjaga pasien di wilayah Banchiao New Taipei City, pada 27 Desember 2016. Tepat pukul 9 pagi Salbiyah merasakan ada yang tidak beres pada asap yang kian lama-kian menebal dari flat lantai 4 rumah tetangga. Salbiyah sendiri berada di Flat Lantai 5 tepat diatas pusat kebakaran.

Melihat kepulan asap yang kian menelbal, TKI  berusaha mencari tahu, namun sudah terlambat, karena semua area telah menjadi gelap gulita oleh kepulan asap yang menebal. Tanpa berpikir panjang, Salbiyah segera mengajak pasiennya untuk keluar dari rumah.

Dengan merambat anak tangga, tanpa lampu penerangan dan menerobos asap tebal sambil memapah Ama yang sudah tidak dapat berjalan dengan cepat Salbiyah berusaha keras keluar dari Flat tersebut.” Mencari  jalan dengan menuruni tangga dan menuntun Ama dalam kegelapan say amerasa takut sekali. Dada saya sesak, Ama juga batuk-batuk dan tidak ada penerangan. Saya hanya berdoa, semoga kami berdua diberi keselamtan.” Ujar Salbiyah. Akhirnya walau tubuh dan pakian menghitam karena asap, keduanya dapat keluar dengan selamat.

KDEI Taipei,sejak mendapat laporan sehubungan dengan  adanya TKI yang terjebak dilokasi kebakaran terus melakukan pemantauan. Setelah usaha penyelamatan tersebut membuahkan hasil, TKI dan majikan selamat, maka KDEI segera melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan. TKI tidak mengalami hal apapun yang membahayakan. Menurut yang bersangkutan  dirinya hanya mengalami  sedikit batuk dan sesak nafas. Namun majikan sudah memberikan obat dan diminta beristirahat.TKI dan Ama yang di jaga selamat, walau  kabarnya ada satu korban meninggal dunia pada peristiwa tersebut. Yakni pemilik flat dimana pusat  kebakaran terjadi.

Read more...

KDEI Di Taipei Menghadiri Seminar Bertajuk "Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan"

 Taipei City, KDEI (17/12) – Seminar Bertajuk “Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan” sukses diselenggarakan di Auditorium Kampus National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Kegiatan ini diselenggarakan oleh PCI Muhammadiyah Taiwan bekerja sama dengan NTUST-ISA (Indonesian Student Association) dan Formmit (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia Taiwan).

Dalam seminar ini menghadirkan tiga nara sumber utama yaitu :

  1. Dr. Haedar Nashir (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah), dengan topik Mengasah Karakter Berkemajuan Melalui Organisasi dan Dakwah selama di Taiwan.
  2. Prof. Dr Yunahar Ilyas, Lc (Wakil Ketua MUI Pusat), dengan topik Nilai-nilai Islam yang berkemajuan untuk majunya Indonesia.
  3. Wakil dari KDEI di Taipei, Farid Ma’ruf (Analis Bidang Ketenagakerjaan), dengan topik Peran WNI/TKI di Indonesia di Taiwan.

Turut hadir juga dalam seminar ini Kadir, selaku Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja. Sekitar pukul 14.00, para peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Taiwan sudah mulai berdatangan di lokasi penyelenggaran di auditorium kampus terbesar di Taipei tersebut. Acara ini diselenggarakan dengan maksud untuk menjalin silaturahmi, kekeluargaan dan wadah untuk mempersatukan umat melalui seminar dengan tema membangun karakter Indonesia Berkemajuan, kolaborasi nilai Islam dan adat ketimuran Taiwan guna memajukan masyarakat muslim Indonesia. 

KDEI di Taipei yang diwakili oleh Farid Ma’ruf menyampaikan tentang pentingnya peran masyarakat Indonesia (WNI/TKI) di Taiwan serta informasi seputar ketenagakerjaan di Taiwan. Diawali dengan penyampaian seputar data dan fakta seputar ketenagakerjaan, antara lain trend penempatan yang masih didominasi oleh tingkat pendidikan setingkat SMP, disusul SMU dan SD. Trend permasalahan TKI masih didominasi oleh ketidakharmonisan hubungan kerja antara TKI dan pengguna, serta ketidakmampuan bekerja. 

Berdasarkan data yang ada disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia di Taiwan tergolong besar yaknir ± 275.000, dengan komposisi mahasiswa sekitar 4.300 orang, TKI sekitar 241.000 orang, kawin campur sekitar 29.000 orang. Tentunya, hal ini merupakan potensi yang sangat besar untuk dapat mempromosikan Indonesia secara luas ke masyarakat Taiwan maupun memanfaatkan peluang-peluang yang ada di Taiwan untuk kemaslahatan umat.

“Dalam meningkatkan perlindungan kepada TKI diharapkan kepada seluruh masyarakat Indonesia di Taiwan khususnya mahasiswa kiranya dapat mensosialisasikan kepada TKI agar menghindari kaburan maupun pelanggaran hukum lainnya”, tegasnya dalam mengakhiri sambutannya di hadapan peserta seminar.

Usai paparan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta seputar tema Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan.. Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan tertib sampai pukul 17.00. (*kdr).

 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd