Menu

Investasi (32)

Asia Frozen Food Corp dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk Merealisasikan Rencana Joint Venture

Asia Frozen Food Corp (AFFC) merupakan perusahaan asal Taiwan yang bergerak di bidang industri pengolahan makanan dengan teknologi yang cukup tinggi, dengan kapasitas produksi 90.000 ton produk pertanian, mempekerjakan 3.100 orang dengan 700 diantaranya adalah petani. Produk utama AFFC antara lain sayuran beku, edamame, ikan dan belut. Saat ini perusahaan telah memiliki pabrik di Taiwan, Vietnam, Thailand, Republik Rakyat Tiongkok, dan Indonesia. 

AFFC telah berkomunikasi dengan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) sejak 2015 untuk penjajakan kerjasama investasi di bidang industri pengolahan makanan (edamame) di Jember senilai USD 7 juta.

Rencana kerjasama tersebut telah direalisasikan dalam joint venture (JV) dalam kepemilikan saham di PT Gading Mas Indonesia Teguh, anak perusahaan ANJ yang bergerak di bidang industri makanan yang telah beroperasi di Jember sejak tahun 1992. AFFC telah membeli 20% saham PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT).

Acara Evening Cocktail Party diselenggarakan oleh ANJ pada tanggal 29 November 2017 di Jakarta untuk merayakan kerjasama JV tersebut. 

Direktur Utama GMIT, Jahya Lukas, mengatakan GMIT akan masuk ke industri makanan beku, setelah melewati tiga tahun terakhir bermitra dan bekerja sama dengan para petani edamame di Kabupaten Jember, memberikan pendampingan selama masa tanam dan panen agar bisa menghasilkan edamame yang berkualitas, kemudian membelinya dari petani dan memasarkan produk tersebut ke Bali, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Melalui kerjasama strategis ini, GMIT akan memfokuskan bisnis edamamenya untuk pasar ekspor, terutama ke Jepang.

Pada kesempatan tersebut, Representative of Taipei Economic and Trade Office di Jakarta, Mr. John Chen, menyampaikan bahwa Asia Foods Group memiliki 50% market share edamame di dunia, dan ANJ Group merupakan reputable company di Indonesia yang berkomitmen mengedepankan pengembangan bertanggung jawab. Jadi ini merupakan kerjasama antara dua pihak yang sangat potensial, dan JV layaknya seperti pernikahan, mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Asia Food Group yang telah merespon kebijakan Taiwan New Southbound Policy.

Selanjutnya, Chairman of Asia Foods Group, Mr. Lin, Chang-Chi, mengatakan Asia Foods sudah cukup lama berminat untuk investasi di Indonesia dan akhirnya telah terealisasi dengan adanya JV ini. Saat ini ANJ Group memproduksi sekitar 1600 ton/tahun dan dapat ditingkatkan menjadi 20-30 ribu ton / tahun setelah pendirian unit frozen line dan kerjasama strategis dengan AFCC.

Terakhir President Director of ANJ, Istini Siddharta  menyampaikan bahwa masing-masing pihak memiliki kelebihan, diantaranya ANJ memahami produksi di Indonesia, pasar lokal, dan agroeconomy, sementara Asia Foods Group memiliki akses pasar dan pengalaman yang lebih maju. Diharapkan kerjasama ini akan sukses dan dilanjutkan dengan ekspansi bisnis lainnya.

Read more...

Perwakilan KDEI melakukan kunjungan ke Sanyang Motor (SYM)

Taipei - Perwakilan KDEI melakukan kunjungan ke Sanyang Motor (SYM) di Hsinchu pada 5 Oktober 2017 dan diterima langsung oleh Chairman Sanyang Motor, Mr. Harrison Liu.  SYM merupakan produsen motor pertama di Taiwan sejak 1954. Dalam perkembangan bisnisnya SYM juga telah menjalin kerjasama dengan Honda dan Hyundai. 

Dalam pertemuan tersebut Mr. Liu menyampaikan bahwa pada tahun 1996 SYM telah memasarkan produknya keIndonesia dan di tahun 2005 juga sempat membangun small manufacturing plant di Indonesia, namun proyek investasi tersebut kurang berhasil.

Beliau juga menyampaikan keinginannya dalam jangka panjang untuk kembali berinvestasi di Indonesia. Namun, tantangan yang mereka hadapi antara lain beratnya persaingan dengan motor asal Jepang, adanya miss perception antara produk asal Taiwan dengan produk asal Repubik Rakyat Tiongkok yang kurang baik dan kebutuhan modal yang cukup besar untuk mendukung pembiayaan pembelian produk SYM.

Oleh karena itu, SYM berharap bisa dipertemukan dengan partner di Indonesia yang memiliki kemampuan finansial yang memadai dan trustworthy. (mys)

Read more...

Perwakilan KDEI menghadiri acara The Second World Chinese Leadership Summit 2017 di Chang Yung-fa Foundation Taipei

Taipei - Perwakilan KDEI menghadiri acara The Second World Chinese Leadership Summit 2017 di Chang Yung-fa Foundation Taipei City, Taiwan pada 28 September 2017. Acara dibuka oleh Deputy Mayor of Taipei City. Dilanjutkan dengan penandatangan kerjasama antara Taiwan Creative Economic Development dan Taipei Business Association dengan Malaysia Entrepreneurship Association dan ASEAN Thai Chinese Business Association.  

Acara ini adalah agenda tahunan yang diselenggarakan dengan mengundang Chinese Overseas dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman dan peluang bisnis dan untuk mendukung kebijakan New Southbound Policy ke berbagai negara di ASEAN. (mys)

Read more...

Tim Ekonomi KDEI menghadiri Taiwan International Invention Show and Technomart

Taipei -  Tim  Ekonomi KDEI menghadiri  Taiwan International Invention Show and Technomart (INST)  pada tanggal 28 September 2017. Dalam sesi Business Opportunity with Southeast Asia Countries Forum, Kepala Bidang Investasi, Muhammad Firdaus memberikan paparan / informasi terkait peluang-peluang investasi di Indonesia.

Pada kesempatan kli ini juga seluruh perwakilan negara ASEAN berfoto bersama perwakilan ITRI pada Business Opportunities Conference with  Southeast ASEAN Countries

Selain itu, Indonesia mengirimkan 5 (lima) grup dari anak perusahaan Pertamina untuk  ikut serta dalam kompetisi invention sebagai salah satu rangkaian INST.  Awarding Ceremony akan diselenggarakan pada tanggal 30 September 2017 pada pukul 10.00 di TWTC. (mys)

Read more...

2017 Tainan Biotechnology and Green Energy Exhibition

Tainan City Government bekerja sama dengan media Commercial Times telah mengadakan "2017 Tainan Biotechnology and Green Energy Exhibition" pada tanggal 22-25 September 2017. Dengan keuntungan geografis di mana banyak terdapat industri bioteknologi dan green energy di Tainan, pameran ini merupakan platform pemasaran yang sangat baik untuk menampilkan produk dan teknologi berkualitas tinggi dan mendorong kerjasama para pelaku usaha untuk saling bekerjasama mengembangkan bisnisnya. Acara ini telah diikuti oleh 220 perusahaan (exhibitor) dan dikunjungi sekitar 21.000 pengunjung.

Melalui jaringan di Commercial Times dan menjalin hubungan baik dengan media tersebut, KDEI diberikan 2 buah booth gratis pada acara ini. KDEI Taipei berpartisipasi dalam acara ini dengan mempromosikan peluang investasi di bidang industri makanan, industri kosmetik dan kelistrikan.

 Selama pameran booth KDEI Taipei telah dikunjungi oleh calon investor yang berminat baik untuk berinvestasi di Indonesia maupun untuk mencari peluang untuk mengekspor produk produk dari Indonesia ke Taiwan. 

Read more...

Kepala KDEI bersama Tim Ekonomi menerima kunjungan perwakilan dari Council of Agriculture

Kepala KDEI Taipei, Robert James Bintaryo bersama  Tim Ekonomi menerima kunjungan perwakilan dari Council of Agricultur pada tanggal 7 September 2017. Hadir pada pertemuan Deputy Director General Department of International Affair, Council of Agriculture Executive Yuan, Vincent Lin dan Specialist International Cooperation Section Department of International Affair, Tony Hou. Tujuan dari kedatangan perwakilan  Council of Agriculture adalah  menyampaikan undangan kepada Menteri Pertanian RI, untuk hadir pada Forum Yu Shan (Jade Mountain Forum) in Taipei pada tanggal 10-11 Oktober 2017. Dimana pada acara tersebut akan hadir  banyak partisipan dari seluruh dunia.

Read more...

KDEI Taipei menerima kunjungan General Chamber of Commerce of the Republic of China (ROCCOC)

Taipei (15/9/17) Kepala KDEI Taipei Robert James Bintaryo, bersama Tim Ekonomi menerima kunjungan Deputy Director International Affairs Division, The General Chamber of Commerce of the Republic of China (ROCCOC), Liang Yueh Kuo.

The General Chamber of Commerce of the Republic of China (ROCCOC) merupakan organisasi komersial tertinggi di Taiwan dengan membawahi 7 kategori. Dimana terdapat 123 anggota, 2400-an komunitas bisnis dan 1,4 juta perusahaan. ROCCOC didirikan pada 1 November 1946.

Pada kesempatan ini Deputy Director International Affairs Division, Liang Yueh Kuo menyampaikan undangan kepada Kepala KDEI terkait nominasi yang diberikan kepada KDEI sebagai Outstanding Foreign Commerce Agencies winner of 2017 Golden Merchants Award in the Republic of China. Nominasi ini diberikan atas rekomendasi dari Bureau of Foreign Trade, Taiwan.

Golden Merchants Award initerdiridari 4 (empat) kategori yaitu Outstanding Foreign Commerce Agencies, Outstanding Foreign Firm, Outstanding Foreign Entrepreneur dan Outstanding Foreign Out Shop.

Penyerahan penghargaan akan dilakukan pada 1 November 2017 bertepatan dengan 70 tahun berdirinya The General Chamber of Commerce of the Republic of China. Selain penyerahan penghargaan, para pemenang juga diagendakan untuk bertemu courtesy call dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-Wen yang akan diselenggarakan sebelum hari pelaksanaan penghargaan. 

Seremoni pemberian penghargaan tersebut akan dihadiri oleh 350-400 peserta yang berasal dari anggota-anggota komunitas bisnis dan perwakilan-perwakilan Negara tetangga. Pada kesempatan 1 November tersebut, KDEI Taipei akan menampilkan Tari Bali sebagai salah satu agenda pada acara pembukaan.

Perwakilan ROC COC menyampaikan bahwa tahun ini nominasi dan penentuan pemenang cukup ketat, yang ditentukan oleh dewan yang terdiri antara lain dari Ministry of Foreign Affair (MOFA), Bureau of Foreign Trade (BOFT), Department of Investment Services (DoIS), Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), International Cruise Council Taiwan (ICCT).

Read more...

Misi Investasi SINO Indonesia Dan CNAIC

 

28 Agustus – 1 September 2017 Sino-Indonesia Cultural and Economic Association (SINO) dan Chinese National Association of Industry and Commerce (CNAIC) bekerjasama dengan KDEI Taipei telah memfasilitasi misi investasi ke Indonesia. 

SINO merupakan organisasi nonprofit yang anggotanya terdiri dari berbagai macam profesi (businessmen, cultural people, legislature representatives, overseas Chinese) yang bertujuan meningkatkan hubungan budaya dan ekonomi antara Indonesia dan Taiwan. Sementara CNAIC merupakan organisasi swasta yang independen dan nonprofit bagi commercial and industrial groups, financial institutions, business associations, industrialists, and businessmen di Taiwan.

Kunjungan ini bertujuan mempelajari iklim investasi di Indonesia sekaligus mengetahui secara langsung keterangan dan pendapat dari sudut pandang dan pengalaman perusahaan Taiwan yang telah berinvestasi di Indonesia serta memfasilitasi calon investor yang berminat berinvestasi ke Indonesia.

Delegasi sebanyak 26 orang yang merupakan member dari SINO dan CNAIC di berbagai sektor antara lain industri tas, industri makanan, industri kimia, serta printing & packaging. Delegasi dipimpin oleh Mr. Sheng Chung Lin, selaku Chairman of SINO.

Adapun rangkaian kunjungan terdiri dari pertemuan dengan Taiwan Business Club dan Indonesia Taiwanese Chambers of Commerce, Indonesia Taiwan Bilateral Economic and Trade Opportunities Workshop, pertemuan dengan KADIN Indonesia Komite Taiwan, kunjungan ke perusahaan Taiwan di bidang industri semen, industri tekstil dan perkebunan kopi.

Pertemuan dengan Taiwan Business Club (TBC) dan Indonesia Taiwanese Chambers of Commerce (ITCC) dihadiri sekitar 30 orang dari kalangan dunia usaha Taiwan yang berada di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut para pengurus TBC dan ITCC menyampaikan pengalamannya berinvestasi di Indonesia dan mengundang para pengusaha lainnya untuk juga berinvestasi di Indonesia karena masih banyaknya potensi bisnis yang dapat dikembangkan. 

Dalam pertemuan dengan KADIN Indonesia Komite Taiwan pimpinan delegasi diterima oleh Setyono Djuandi Darmono selaku Chairman of Kadin Indonesia Taiwan Committee. Kedua belah pihak melakukan pertemuan untuk menjajaki peluang investasi yang ada di Indonesia. 

Acara Indonesia Taiwan Bilateral Economic and Trade Opportunities Workshop menghadirkan beberapa pembicara yaitu dari TETO dan Kadin Indonesia Taiwan Committee yang menyampaikan besarnya potensi investasi di Indonesia serta antara Indonesia dan Taiwan dapat saling melengkapi dan bekerjasama dalam memanfaatkan peluang ekonomi yang ada. Selain itu, pembicara lainnya yaitu Jababeka Morotai dan Kawasan Industri Kendal yang mempromosikan kawasannya.

Delegasi juga mengunjungi tiga perusahaan asal Taiwan yang telah beroperasi di Indonesia di bidang industri semen, industri tekstil dan perkebunan kopi. Dalam pertemuan, delegasi diterima oleh pimpinan perusahaan yang berbagi mengenai pengalaman berinvestasi di Indonesia antara lain besarnya potensi pasar di Indonesia, proses pendirian perusahaan dan ekspor impor, ketenagakerjaan (SDM lokal, sistem lembur), budaya kerja, dan isu anti Cina di Indonesia.

Kunjungan misi investasi Taiwan ke Indonesia yang diselenggarakan oleh SINO dan CNAIC menunjukkan keseriusan kalangan dunia usaha Taiwan untuk mendorong pelaku usaha di Taiwan dalam melakukan aktivitas bisnis di Indonesia. Selain itu, keterangan dan pendapat langsung dari sudut pandang dan pengalaman pengusaha asal Taiwan sangat efektif dalam meyakinkan investor Taiwan untuk berinvestasi di Indonesia.

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is a Joomla Security extension!