Menu

Perdagangan (65)

Transaksi Buyer Taiwan pada TEI 2015 Tercatat Senilai USD 2,049,559

Dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia ke Taiwan, KDEI Taipei berkerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan membawa rombongan delegasi buyer Taiwan untuk mengunjungi Pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2015 yang berlangsung pada tanggal 21 – 25 Oktober 2015. Delegasi buyer yang dipimpin oleh Kepala KDEI Taipei terdiri dari 18 orang dari 16 perusahaan pada kunjungan ke TEI 2015 melakukan transaksi dan kontak bisnis dengan peserta TEI 2015 antara lain untuk produk Frozen Seafood, Essential Oil, Beauty Product, Silver and Gamestone Jewelry, Rattan Manekin & Accessories, Cooffee bean, cocoa powder, Fruit Chip, Agriculture Product, Black Tea, Coconut oil, Sanwich and Chocolate pie crackers, Bakery raw material, wood Furniture, shel furniture,  Palm oil, parquet flooring, Ceramic tile, herbs & turmeric dan seafood snack.

Nilai transaksi dari para buyer sebesar USD. 2.049.559 yang terdiri dari transaksi selama pameran sebesar USD. 227.500, dan transaksi yang perlu ditindaklanjuti dengan nilai USD. 1.822.099.

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan September 2015 : Surplus Perdagangan Indonesia Semester I 2015 Tetap Tumbuh 7,48 persen (yoy)

Surplus Perdagangan Indonesia semester-1/2015 tetap tumbuh 7,48 persen (yoy), di tengah tekanan terhadap total perdagangan Indonesia-Taiwan.

Investasi Taiwan di Indonesia semester-1/2015 meningkat 6,64 persen (yoy).

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan periode bulan Juni 2015 mencapai USD 774,47 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Mei 2015 yang mencapai USD 895,33 juta, turun 13,50 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya transaksi perdagangan non migas sebesar 17,18 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Juni 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 25,97 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Semester-1/2015 mencapai USD 5,13 milyar, turun 9,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan dan juga diikuti oleh menurunnya permintaan sebagai akibat depresiasi mata uang NTD dan Rupiah. Selain itu, rendahnya harga komoditas dunia turut memberi andil turunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan.

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Juni 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang turun 32,70 persen (mom), mencapai USD 203,17 juta, dan bila dibandingkan bulan Juni 2014 mengalami penurunan sebesar 37,42 persen (yoy), yang pada bulan Juni 2014 mencapai USD 324,66 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh menurunnya neraca perdagangan migas sebesar 54,02 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Semester-1/2015 mencapai surplus sebesar USD 1,68 milyar, naik 7,48 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan melalui sejumlah pertemuan bisnis dan penterasi pasar langsung di Taiwan, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Juni 2015 mencapai USD 488,82 juta, atau turun 18,34 persen dibanding bulan Juni 2015 (mom), dan turun 28,68 persen dibanding bulan Juni 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 70,72 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya ekspor Indonesia bulan Juni 2015 dipengaruhi oleh turunnya baik ekspor migas (24,29 persen) maupun non migas yang turun 15,60 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Semester-1/2015 mencapai USD 3,40 milyar, terkoreksi 5,70 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Juni 2015 mencapai USD 285,65 juta, atau turun 3,73 persen dibanding bulan Mei 2015. Apabila dibandingkan dengan Juni 2014, impor Indonesia turun 15,77 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada periode Semester-1/2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 814,59 juta, USD 643,27 juta, dan USD 611,45 juta.

Sementara, tekstil dan produk tekstil, minyak (non-crude), produk kimia (ethylene), dan komponen elektronik (IC) menjadi produk impor terbesar periode Semester-1/2015 dengan nilai masing-masing USD 176,83 juta, USD 124,41 juta, USD 42,76 juta, dan USD 32,36 juta.

 

Perkembangan Investasi Semester-I/2015

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia pada Semester-1/2015 adalah sebesar USD 85,08 juta, meningkat 6,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2014 yang mencapai USD 79,78 juta. 

Berdasarkan lokasi, realisasi investasi asal Taiwan pada periode Semester-1/2015 hampir seluruhnya berada di Pulau Jawa dengan nilai terbesar pada Provinsi Jawa Barat (USD 66,58 juta), DKI Jakarta (USD 5,51 juta), Jawa Timur (USD 4,41 juta), dan Banten (USD 4,01 juta). 

Sedangkan berdasarkan sektor, sebagian besar realisasi investasi Taiwan di Indonesia periode Semester-1/2015 adalah pada sektor sekunder dengan nilai terbesar pada sektor industri karet, barang dari karet dan plastik (USD 52,17 juta), industri mineral non logam (USD 11,28 juta), dan industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik (USD 5,22 juta). Berdasarkan data dari Ministry of Economic Affairs Taiwan, Indonesia menduduki peringkat ke-8 tujuan investasi asal Taiwan.

Sementara, selama bulan Agustus 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain fasilitasi terhadap pengusaha kopi Taiwan melalui program “Indonesia Tour de Coffee” ke Surabaya dan Bali, peliputan oleh wartawan media cetak Taiwan mengenai Indonesia ke beberapa kawasan industri di Indonesia, pendampingan kunker delegasi Taiwan Telematics Industry Association (TTIA) ke Jakarta, penandatanganan MoU antara PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk dengan Arima Communications Corp. dan PT Artha Metal Sinergi (AMS) dengan China Steel Corporation, kunjungan ke perusahaan San Neng Bakeware Corp dan Depo Autoparts Ind, Co., Ltd, dan pelaksanaan forum bisnis perdagangan dan investasi pada kawasan industri New Taipei City.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Juni 2015

Terkait pariwisata, pada bulan Juli 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 18.707 orang, naik 8,69 persen dibanding Juni 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Juli 2015 mencapai 109.592 orang, atau naik 5,25 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Juli 2015 mencapai 20.922 orang, naik 34,84 persen dibanding bulan Juni 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Juli 2015 mencapai 104.568 orang, atau turun 1,78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya..

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Agung Wibowo

Pada tanggal 7 Agustus 2015, KDEI-Taipei menerima informasi bahwa TKI a.n Agung Wibowo, bekerja sebagai ABK di Yilan, telah meninggal dunia akibat terkena potongan besi papan reklame saat terjadi topan Soudelor di Taiwan. 

Selanjutnya, pada tanggal 8 Agustus 2015 KDEI Taipei menghubungi perwakilan nelayan di Yilan untuk mengetahui identitas korban selengkapnya. Selanjutnya, KDEI Taipei menghubungi agensi di Taiwan untuk mengurus dokumen pemulangan jenazah ke Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus 2015 KDEI Taipei telah menerima surat kematian resmi alm. Agung Wibowo dari Taiwan Yilan District Prosecutors Office. Jenazah alm. Agung Wibowo kemudian dipulangkan pada tanggal 18 Agustus 2015 dengan pesawat China Airlines C10761 nomor kargo 297-51877221 dari Taoyuan International Airport pukul 08.45 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada pukul 13.00 WIB.

KDEI Taipei juga menerima informasi dari agensi Ho Shih Tsao Entrerprise Co,. Ltd bahwa pihaknya telah memberikan santunan kepada istri almarhum Agung Wibowo yaitu Sdri. Wulan Anggraeni, yang bersumber dari majikan, pemilik papan reklame, dan sisa gaji terakhir almarhum. Adapun asuransi yang bersangkutan, masih dalam proses penyelesaian oleh pihak agensi.

2.TKI a.n. Sugiayem

Pada tanggal 11 Agustus 2015, KDEI-Taipei telah menerima konfirmasi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terkait pemulangan sdri. Sugiayem ke Indonesia.

Pada tanggal 14 Agustus 2015, KDEI-Taipei kembali melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengetahui kondisi terakhir Sdri. Sugiayem dan pihak dokter menerangkan bahwa kondisi Sdri. Sugiayem tidak sebaik sebelumnya. Sdri. Sugiayem tidak dapat duduk dan mengalami demam sehingga belum memungkinkan untuk dapat kembali ke Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang. Pihak dokter menerangkan bahwa setidaknya harus menunggu sampai kondisi Sdri. Sugiayem pulih dari demam, sehingga dapat melakukan perjalanan menuju Indonesia.

Pada tanggal 24 Agustus 2015, KDEI-Taipei kembali memantau kondisi Sdri. Sugiayem. Pihak dokter menerangkan bahwa demamnya sudah turun dan dapat melakukan perjalanan menuju Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang.

Pada tanggal 27 Agustus 2015, KDEI-Taipei menghubungi pihak Sunrise Airlines terkait prosedur pemulangan Sdri. Sugiayem dengan menggunakan pesawat terbang. Pihak Sunrise Airlines akan membantu melakukan koordinasi dengan pihak penerbangan komersil dalam rangka penyelesaian prosedur pemulangan Sdri. Sugiayem.

3.Kenaikan Gaji Tenaga Kerja Asing (TKA) sektor informal

Berdasarkan pertemuan tanggal 28 Agustus 2015 yang diikuti oleh perwakilian dari Ministry of Labor Taiwan, Ministry of Foreign Affairs Taiwan, KDEI-Taipei, Manila Economic and Culture Office; Vietnam Economic and Culture Office; Thailand Economic and Culture Office, disepakati bahwa Pemerintah Taiwan bersama dengan Pemerintah Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand mulai menyesuaikan gaji TKA sektor informal di Taiwan menjadi NT$ 17,000 bagi TKA yang mulai bekerja di Taiwan sejak tanggal 01 September 2015. Selain itu, demi menjaga hak-hak TKA di Taiwan, telah disepakati untuk diadakan rapat evaluasi rutin pada bulan Juli setiap tahunnya.

 

Agenda Bulan September 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan September 2015 adalah sebagai berikut:

1.Partisipasi pada “2015 Taipei International Chain and Franchise Autumn Exhibition”, Taipei, 18-22 September 2015.

2.Kunjungan ke importir kopi dan minyak sawit, M2 September.

3.Kunjungan ke perusahaan Maxmold Polymer Co., Ltd, M2 September.

4.Kunjungan ke perusahaan Ikatech, Co., Ltd, M2 September.

5.Pelatihan Pembuatan Kerajinan Tanah Liat, Tainan & Taichung, 6 & 13 September.

6.KDEI Sunday Service, Taipei, 6 dan 20 September.

7.KDEI Mobile Service, Taitung, 13 September.

8.Kunjungan ke perusahaan Pou Chen Group, M3 September.

9.Pertemuan dengan Taiwan Rubber and Elastomer Association, M2 September.

10.Pertemuan dengan importer batubara di Taiwan, M3 September.

11.Pertemuan dengan calon buyer Taiwan pra-TEI2015, M4 September.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : portstrategy.com

Read more...

Kegiatan "Tour de Coffee" KDEI Taipei Raih Transaksi USD 11.53 Juta

Dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia ke Taiwan, khusunya produk Kopi, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei berkerjasama dengan Taiwan Coffee Association telah  menyelenggarakan kegiatan “Tour de Coffee Forum”  pada tanggal 2 – 8 Agustus 2015 dengan membawa rombongan buyer kopi Taiwan ke Indonesia. Kegiatan dimulai dengan mengadakan One on one Meeting dengan 11  eksportir kopi Indonesia anggota GAEKI Jawa Timur bertempat di kantor UPT P3E Surabaya pada tanggal 3 Agustus 2015. Kegiatan selanjutnya adalah  mengadakan kunjungan ke Perkebunan kopi milik PTP Nusantara XII di Jampit-Bondowoso Jawa Timur . Pada  kunjungan tersebut para buyer  dibawa mengelilingi perkebunan yang terletak 1.200 meter diatas permukaan laut. Pada kesempatan tersebut para buyer juga diperlihatkan bagaimana proses binatang Luwak memilh kopi yang berkualitas baik untuk dimakan dan dilanjutkan dengan kegiatan cupping yang dipimpin oleh Bpk.Dedi Setiadi selaku Cupper PTPN XII dengan hasil Good Body, Good Acidity, chocolate smell and taste. Diakhir kunjungan para buyer diberikan sampel green bean coffee. Pada kunjungan di perkebunan tersebut delegasi buyer sangat terkesan dengan manajemen perkebunan dan proses pengolahan kopi yang baik dan higienis dan sangat tertarik akan keindahan alam dan udara yang segar yang dirasakan dengan bermalam di guest house milik PTPN XII di Jampit. 

Disamping itu pada tanggal 5 Agustus 2015 kegiatan yang sama juga telah dilakukan di Bali yaitu atas kerjasama dengan Dinas Perkebunan Propinsi Bali, delegasi buyer melakukan kunjungan ke perkebunan kopi di Kintamani-Bali. Pada kunjungan tersebut  diperlihatkan proses panen kopi, proses sortir, pencucian dan penjemuran kopi yang menhgasilkan 3 (tiga) jenis kopi yaitu standar organic, rasa madu (dicuci satu kali proses) dan asam (dijemur bersama kulitnya tanpa dicuci). Kegiatan kunjungan di perkebunan diakhiri dengan kegiatan cupping yang dipimpin oleh Bpk. Ketut Jati yang diikuti oleh para buyer dan menghasilkan Good Body, Good Acidity (medium), Smell Cytrus and Caramel and Chocolate taste. Pada kesempatan tersebut Bpk. Ketut Jati juga memberikan sampel green bean kepada para buyer. Keesokan harinya  dilakukan one on one meeting dengan 6 pengusaha kopi Indonesia di Bali bertempat di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Bali di Denpasar. Setelah kegiatan one on one meeting dilanjutkan dengan kunjungan ke perusahaan eksportir kopi Niraa Bali Coffee di Denpasar dan Seniman Coffee Industries milik pengusaha asal Inggris yang nikah dengan wanita Taiwan berlokasi di Ubud. 

Dari seluruh kegiatan tersebut para buyer telah melakukan pemesanan kopi Indonesia dengan estimasi kontrak sebesar USD. 11.537.000 dengan pengiriman produk secara bertahap.

Adapun perusahaan importir kopi Taiwan dan personil yang ikut serta dalam kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :

1.Yeuan Yeou Enterprises Co. Ltd merupakan importir kopi yang memasok ke outlet City Café yang terdapat di sekitar 5.600 chain store 7-11 diseluruh Taiwan. Diwakili oleh Mr. Chong Cheong Ying selaku Assistant manager.

2.Kopi Trading Company merupakan importir kopi dan memiliki outlet di Taiwan dan New York, diwakili oleh Mr. C.S. Hsia selaku Founder.

3.CAMA Coffee Co, Ltd merupakan importir kopi dan memiliki 80 outlet diseluruh Taiwan, diwakili oleh Mr. Benny Ho selaku President dan Ms. Hsu Chien Chu selaku Purchasing Manager.

4.Lingking Coffee Co Ltd merupakan importir specialty coffee, diwakili oleh Mr. Huang Chung-Shih selaku Purchasing Manager dan dipampingi oleh Mr. Wu Tsu Ching selaku coffee analist.

5.Pebble Coffee co merupakan importir kopi biji Taiwan, diwakili oleh Mr. Lu Yun Yi selaku Purchasing Manager.

6.Zenshi International Co. Ltd merupakan importir kopi dan berminat membeli kopi Indonesia, diwakili oleh Mr. Wu Po-Feng selaku Marketing Manager.

7.Billie Industrial Corporation merupakan importir kopi biji sejak 30 tahun yang lalu, diwakili oleh Mr. Steven Huang Wei-Lun selaku Director dan Ms. Jean Weng Yuan Yu selaku Roasted Analyst.

Kegiatan tersebut juga diliput oleh Asia coffee, tea and ice cream magazine , merupakan majalah kopi dan teh terbesar di Asia dan diwakili oleh Mr. Liu Chen Ya selaku Reporter Coordinator.

 

Read more...

Ekspor Kopi ke Taiwan Naik Tajam 33%, KDEI Siapkan Tour de Coffee di Indonesia

Memasuki awal semester dua tahun 2015, ekspor kopi Indonesia ke Taiwan meningkat tajam hingga mencapai 33% menjadi USD 10 juta. Periode yang sama tahun lalu, ekspor kopi USD 7,6 juta. Melalui peningkatan ekspor kopi ini, perdagangan Indonesia-Taiwan pada periode Januari-Mei mengalami surplus mengejutkan sekitar 19% atau USD 1,5 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan, Arief Fadillah menuturkan peningkatan ekspor kopi Indonesia ke Taiwan karena adanya perubahan gaya hidup (lifestyle) kalangan anak muda Taiwan dan menjamurnya  gerai kopi di seluruh Taiwan. “Coffee franchise berkembang pesat seperti halnya Mr. Brown dengan lebih dari 60 gerai. City Café dengan lebih dari 5.600 chain store, dan CAMA Coffee Co. dengan lebih dari 80 outlet di seluruh Taiwan. Wanginya kopi Indonesia ini juga sangat dipengaruhi oleh tumbuhnya coffee roaster, seperti Billie Industrial Corporation dan Kopi Trading Company,” ujar Arief.  

Kepala Bidang Perdagangan KDEI Taiwan, Ikhwan Aman mengatakan para pebisnis kopi di Taiwan menggemari jenis kopi Mandheling, Toraja dan Java Jampit. “Mereka  selama ini membeli kopi Indonesia dari negara ketiga seperti Jepang. Karena itu, kami ingin melakukan tour de coffee langsung di Indonesia,” tuturnya.

Ikhwan menuturkan KDEI akan menggelar kegiatan Tour de Coffee ke dua daerah yakni Jawa Timur dan Bali. Selain ingin mengenalkan kopi Indonesia, kegiatan yang dilaksanakan tanggal 2 sampai dengan 7 Agustus 2015 ini akan mempertemukan langsung importir kopi Taiwan dengan supplier kopi Indonesia. 

Kegiatan Tour de Coffee ini akan diikuti oleh tujuh perusahaan kopi Taiwan dan diliput secara khusus oleh Asia Coffee Tea and Ice Cream magazine. Rombongan buyer Taiwan ini akan mengadakan one on one meeting dengan para eksportir kopi di Jawa Timur dan Bali. “Para pengusaha Taiwan juga akan kami ajak menikmati suasana alam perkebunan kopi milik PTP Nusantara XII di Jampit Bondowoso, sekaligus melihat proses panen kopi dan cara pengolahan kopi,” ujarnya.

(Credit : picture from tempo.co)

Read more...

Peresmian Kantor Scanteak Taiwan

Furniture Indonesia kembali berkibar di Taiwan. Dengan rata-rata lebih dari 1,000 kontainer setahun, Scanteak, perusahaan furniture berbasis di Singapura ini membuka gedung barunya untuk pengaturan sistim logistik furniturenya di Taiwan. Scanteak yang memiliki lebih dari 120 chain store diseluruh dunia, dengan 94 store berada di Taiwan; 13 di Jepang; sisanya tersebar di Singapura; Brunei; Jerman; Kanada dan US. Sedangkan target tahun 2015 ini, jumlah chain store Scnteak di Taiwan mencapai 100 buah.

Pada acara pembukaan gedung baru Scantek tanggal 6 Agustus 2015, CEO P.C Lim mengatakan bahwa Taiwan merupakan pasar penting bagi produk Scanteak, sejak pertama kali membuka toko di Taiwan pada tahun 1993, sekarang telah memiliki turn over rata-rata per tahun lebih dari US$ 5 juta. Pada sambutannya, CEO Lim menyampaikan terima kasihnya secara khsusus kepada para supplier Indonesia yang hadir, Para pemasok Scanteak asal Indonesia yang hadir ini berasal dari sentra-sentra Industri kayu olahan Indonesia khususnya Solo dan sekitarnya.

Acara pembukaan ini diresmikan dengan penguntingan pita oleh beberapa pejabat publik dan pejabat kantor perwakilan, seperti Mayor Taoyuan; CEO Scanteak; Kepala KDEI, Representative Singapura; Kementerian Ekonomi Taiwan; serta perwakilan partai politik Taiwan.

Selanjutnya, acara dilanjutnya dengan makan malam bersama.

Read more...

Partisipasi KDEI pada Pameran Food Taipei 2015 Raih Transaksi USD. 5.029.530.

Pameran Food Taipei 2015 merupakan salah satu pameran food terbesar di Asia dan tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke 25 kali  yang diikuti oleh 1.642 peserta dalam dan luar negeri yang menempati 3.920 booth. Pameran dibuka pada tanggal 25 Juni 2015 oleh Chairman of Taiwan External Trade Development Council, Mr. Francis Kuo-Hsih Liang, bersama dengan Minister of Ministry of Economic Affairs, Mr. John Chen-Chung Deng , Minister of the Council of Agriculture Executive Yuan Chen Bao-Ji, dan 14 delegasi kehormatan lainnya yang bertempat  di Nangang Exhibition Hall. 

Sementara Paviliun Indonesia dibuka secara resmi dengan pengguntingan pita oleh Kepala KDEI Taipei Bapak Arief Fadillah bersama dengan Kepala Bidang Perdagangan dan peserta pameran  pada tanggal 25 Juni 2014 bertempat di Hall 1 TWTC Exhibition Center.

Paviliun Indonesia yang mengambil tema “Trade with Remarkable Indonesia” berada di Hall 1 TWTC dengan nomor booth A 0622 menempati areal seluas 162 m2 yang diisi oleh 12 perusahaan produk makanan dan minuman. Selama pameran berlangsung pavilion Indonesia menarik minat pengunjung sebanyak 4.000 orang  baik buyer lokal maupun pengunjung yang berasal dari berbagai Negara antara lain Taiwan, Jepang, USA, Brazil, Korea Selatan, Singapore, USA, India, Hong Kong, China, Filiphine, Vietnam, Canada, Egypt dan Saudi Arabia. Paviliun Indonesia selain menampilkan produk makanan dan minuman Indonesia juga dibagikan kepada para pengunjung 3 jenis makanan Indonesia yang sangat popular yaitu rendang pada hari pertama, sate ayam pada hari ke 2 dan nasi goreng pada hari ke 3 pelaksanaan pameran 

Pada partisipasi kali ini KDEI Taipei memfasilitasi  12 pengusaha eksportir produk makanan dan minuman yaitu PT. Aksara Kencana Putra untuk produk fresh honey natural, tea heart, niraren, PT. Bumi Tangerang Mesindotama untuk produk cocoa powder, cocoa butter dan cocoa liquor, PT. Garuda Food Putra Putri Jaya untuk produk peanut coated, peanut roasted, leo nugget, chocolates, malkist, PT. Lautan Natural Krimerindo untuk produk non dairy creamer, PT. Marguerite Nougat untuk produk nougat, spread, energy bar, cookies, PT. Masroom Factory Indonesia untuk produk garlic sauce, broccoli frozen, all of from masyroom food, PT. Pondan Pangan Makmur Indonesia untuk produk coffee mix, cake mix, PT. Rezeki Inthi Artha untuk produk wilmon tuna, mackerel, peanut sauce, PT. Santama Arta Nami untuk produk Sumatera Arabica coffee , Luwak coffee, PT. Sinar Sosro untuk produk teh botol, teh kotak sosro, creso, tebs, PT. Tiga Pilar Sejahtera Food  Tbk untuk produk noodle, snack, vermicelli dan PT. Rex Canning untuk produk canned crabmeat in brine, canned baby clam, snail and shrim in brine. 

Beberapa produk yang menarik perhatian pengunjung antara lain adalah produk Kopi Gunung Lintong dari PT. SantamaArta Nami, Taro Snack, bihun jagung dan permen Gulas  dari PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Frozen Mashroom dari PT. Mashroom Factory Indonesia, Cocoa powder dari PT. Bumi Tangerang Mesindotama, Tuna, crabmeat, Sardines, Mackerel Canned dari PT. Rex Caning Non Dairy Creamer dari PT. Lautan Natural Krimerindo. 

Selama pameran berlangsung, telah tercatat transaksi sebesar USD. 5.092.530. Nilai tersebut  merupakan total transaksi dagang pada saat berlangsung dan inquiry dari pembeli asal Taiwan, Jepang, China, Hong Kong, Nigeria, Brazil dll. Nilai tranksaksi tersebut merupakan potensial order PT. Santama Arta Nami untuk produk Kopi Luwak dan Green bean Arabica sebesar USD. 734.730, PT. Mashroom Factory Indonesia sebesar USD. 2.682.300, PT, Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk untuk produk Taro Snack, bihun jagung, permen gulas sebesar USD. 351.500, PT.Rex Canning untuk produk canned crabmeat, canned sardines, canned tuna sebesar USD. 940.200, PT. Rezeki Inthi Artha untuk produk Tuna & Mackerel dan Peanute sauce sebesar 177.500, PT. Bumi Tangerang Mesindotama untuk produk Cocoa powder and chocolate sebesar USD.76.300 , PT. Lautan Natural Krimerindo untuk produk Non dairy Creamer sebesar USD 197.700 dan PT. Pondan Pangan Makmur untuk produk Pudding and flan sebesar USD. 87.500.

Selain memperoleh transaksi, selama pameran berlangsung pavilion Indonesia juga dikunjungi oleh para buyer yang berminat untuk mengunjungi Trade Expo Indonesia (TEI) 2015 pada bulan oktober 210 antara lain Mr. Chen Cheng Po dari Shanghai King Magpie Food yang ingin mencari produk snack, permen dan kacang-kacang, Mr. Annabel Dong dari Volfram Enterprises untuk produk Indoor Furniture dan Mr. Charles Kong untuk produk makanan halal.

 

Read more...

Partisipasi KDEI Taipei pada Pameran Food Taipei 2015

Kepala KDEI Taipei telah membuka secara resmi Paviliun Indonesia pada Pameran Food Taipei 2015. Partisipasi KDEI pada pameran yang berlangsung pada tanggal 24-27 Juni 2015 di Taiwan World Trade Center  Taipei ini merupakan partisipasi KDEI Taipei yang ketiga kalinya. Food Taipei 2015 sendiri diikuti oleh 1.642 peserta yang menempati 3.920 booth dari 36 negara, antara lain Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, China, Indonesia, USA, Vietnam, Germany, Poland, Paraguay, Netherland, Bosnia dan India. Indonesia berpartisipasi dengan menempati Paviliun Indonesia seluas 150 m2 yang diisi oleh 12 pengusaha eksportir produk makanan dan minuman yaitu PT. Aksara Kencana Putra untuk produk fresh honey natural, tea heart, dan niraren, PT. Bumi Tangerang Mesindotama untuk produk cocoa powder, cocoa butter dan cocoa liquor, PT. Garuda Food Putra Putri Jaya untuk produk peanut coated, peanut roasted, leo nugget, chocolates, malkist, PT. Lautan Natural Krimerindo untuk produk non dairy creamer, PT. Marguerite Nougat untuk produk nougat, spread, energy bar, cookies, PT. Masroom Factory Indonesia untuk produk garlic sauce, broccoli frozen, all mushroom food, PT. Pondan Pangan Makmur Indonesia untuk produk coffee mix, cake mix, PT. Rezeki Inthi Artha untuk produk wilmon tuna, mackerel, peanut sauce, PT. Santama Arta Nami untuk produk sumatera arabica coffee , luwak coffee, PT. Sinar Sosro untuk produk teh botol, teh kotak sosro, creso, tebs, PT. Tiga Pilar Sejahtera Food  Tbk untuk produk noodle, snack, vermicelli dan PT. Rex Canning untuk produk canned crabmeat in brine, canned baby clam, snail and shrimp in brine

Pada tahun sebelumnya, KDEI berpartisipasi pada pameran Food Taipei 2014 yang diikuti oleh 16 perusahaan makanan dan minuman Indonesia dan memperoleh transaksi sebesar USD. 4.172.120 serta dikunjungi oleh lebih dari 12.000 pengunjung. Untuk keikusertaannya di tahun 2015, diharapkan dapat diperoleh transaksi yang lebih besar. Hal ini cukup beralasan, mengingat makin meningkatnya permintaan produk perikanan dan kopi oleh buyer. Untuk lebih mempromosikan, pihak KDEI juga mengundang para buyer mengunjungi pavilun Indonesia, diantaranya asosiasi produk makanan dan minuman Taiwan, asosiasi importer dan eksportir Taipei, asosiasi importer dan eksportir New Taipei City, Taiwan Chambers of Commers (CIECA),Taiwan  Coffee Association, dan TAITRA.

 

Read more...

Produk Tekstil dan Pakaian Jadi Indonesia Semakin Diminati Buyer Taiwan

Salah satu buyer dan pengusaha pakaian jadi Taiwan yaitu Mei Chia Lee International Enterprises Co. Ltd yang berlokasi di Taichung merupakan perusahaan berskala menengah yang bergerak dibidang produksi pakaian jadi dengan merek “JUMAY” antara lain polo shirt dengan kapasitas produksi 350.000/tahun, T-shirt 450.000 pcs/tahun, shirt 25.000/tahun dan berbagai jenis seragam untuk perawat, pegawai restoran, petugas keamanan dan chef sebanyak 35.000 pcs/tahun. Mr. Lee sebagai Direktur menyampaikan kepada Team KDEI yang berkunjung ke kantornya di taichung, saat ini memiliki outlet di  beberapa kota di Taiwan dan di luar negeri yaitu Taichung sebanyak 2 buah, Taipei 1 buah, Tainan 1 buah, Kaoshiung 1 buah dan di Singapore. Produk pakaian jadi selain dijual dipasar local Taiwan juga diekspor ke USA, Korea Selatan dan Hong Kong. 

Selanjutnya Mr. Lee menyampaikan bahwa  selama ini bahan baku tekstil untuk memproduksi pakaian jadinya dibeli dari Vietnam, China dan Korea Utara dan seiring dengan meningkatnya permintaan produknya dari pelanggan baik di dalam negeri dan Luar negeri, maka harus meningkatkan jumlah produksi, untuk itu berminat untuk membeli bahan baku tekstil berupa fabric dengan komposisi cotton 63% dan polyester 37% dari Indonesia dengan kapasitas 1 kontainer 20” HQ guna memproduksi polo shirt sebanyak 120.000 pcs. Selain itu Mr. Lee juga berminat untuk membeli pakaian jadi berupa Shirt untuk pria dewasa dengan komposisi tekstil cotton 60% dan polyster 40% dari Indonesia dengan kapasitas 1 kontainer 20”  atau dengan jumlah 25.000 pcs sebagai trial order. Untuk itu minta kepada pihak KDEI Taipei untuk mencarikan eksportir Indonesia yang dapat mensuplai produk tersebut. Selanjutnya KDEI Taipei memberikan beberapa kontak eksportir Indonesia yang dapat mensuplai produk yang diminat dan Mr. Lee telah melakukan kontak dengan beberapa eksportir Indonesia dan sebagai tindak lanjutnya Mr. Lee akan berkunjung ke Indonesia pada akhir bulan Mei 2015 untuk bertemu dengan beberapa eksportir Indonesia di Jakarta, Bandung dan Tanjung Pinang.

Read more...

Permintaan Produk Hasil Laut Indonesia oleh Taiwan Terus Meningkat

Dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia di Taiwan, menjajaki peluang Investasi dan promosi tenaga kerja terampil Indonesia , Kepala Bidang Perdagangan, Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Asisten Senior Bidang Investasi mengadakan kunjungan ke beberapa perusahaan di Yilan – Taiwan. Dari hasil kunjungan tersebut diperoleh informasi sebagai berikut :

1.Pertemuan dengan  Tong Ho Foods Industrial Co. Ltd berlokasi di Yilan dan diterima oleh Mr. Johnny Tsai selaku Marketing Manager  yang menyampaikan bahwa perusahaannya bergerak dibidang pengolahan produk hasil laurt dalam kaleng  sejak tahun 1965 dan makanan cepat saji dari produk hasil laut yang disuplai ke  convenience store. Perusahaan selama ini membeli bahan baku produk perikanan dari Taiwan dan dari Tiongkok. Selanjutnya Mr. Tsai menyampaikan akhir-akhir ini kesulitan mendapatkan stock yang cukup dan berminat untuk membeli berbagai jenis produk hasil laut dari Indonesia antara lain  Ikan tuna berbagai ukuran dengan kapasitas 150 ton /bulan, ikan Mackerel/ Sarden dengan kapasitas 200 ton/bulan, berbagai jenis cumi-cumi dengan kapasitas 100 ton/bulan. Dalam rangka kunjungan Kepala BKPM, Mr. Tsai menyatakan bersedia untuk menerima delegasi Kepala BKPM mengunjungi perusahaannya dan sangat berminat untuk bertemu karena Mr. Tsai merupakan Ketua Asosiasi makanan kaleng Taiwan yang memiliki rencana membawa rombongan anggota Asosiasi untuk mengunjungi Indonesia pada tahun 2015 ini guna melihat peluang investasi dibidang pengolahan hasil laut dan melakukan pembelian produk hasil laut dari Indonesia. Dibidang tenaga Mr. Tsai menyampaikan bahwa saat ini banyak menggunakan tenaga kerja dari Thailand dan Vietnam dan setelah diberikan informasi tentang peluang menggunakan tenaga kerja terampil dari Indonesia dan berminat untuk merekrut tenaga kerja Indonesia dimasa yang akan dating karena memiliki rencana untuk mengembangkan pabriknya di kawasan Industri Yilan.

2.Pertemuan dengan Fuyuang Frozen Foods Co. Ltd di Yilan dan diterima oleh Mr. Ping-Hung Wu selaku General Manager dan Ms. Amenda Wu selaku Marketing Manager menyampaikan bahwa perusahaannya bergerak dibidang Frozen Seafoods dan makanan olahan dari hasil laut yang selama ini membeli produk perikanan dari Thailand dan Cina. Mr. Wu menyampaikan bahwa perusahaanya memiliki cold storage dengan luas 1,5 ha dengan kapasitas 30.000 ton yang juga disewakan kepada pihak ketiga. Pada kesempatan tersebut Mr. Wu menyampaikan keinginannya untuk membeli produk hasil laut langsung dari Indonesia karena produk yang dibeli melalui pihak ke  3 selama ini sebagian besar berasal dari Indonesia seperti Ikan tenggiri dengan berat 1-15 kg/ekor dengan kapasitas 260 ton/bulan, ikan bawal laut dengan berat 90-200 gram dengan  kapasitas 85 ton/bulan, ikan kakap merah dengan berat 60 - 250 gram dengan kapasitas 50 ton/bulan dan Cumi-cumi berbagai jenis dengan kapasitas 20 kontainer 40"/bulan. Untuk itu perusahaan meminta bantuan untuk  dicarikan eksportir Indonesia yang dapat mensuplai produk yang diinginkan. Mr. Wu menyampaikan bahwa perusahaanya bersedia dimasa mendatang akan menjajaki untuk bekerjasama dengan perusahaan cold storage di Indonesia dan sekaligus melihat peluang investasi. Selanjutnya Mr. Wu menyampaikan bahwa saat ini terdapat 20 orang tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja pada perusahannya dan sangat senang dengan tenaga kerja Indonesia karena rajin dan tekun serta selalu berlaku baik dan akan meningkatkan jumlahnya dimasa mendatang sesuai dengan perkembangan usahanya.

 

Read more...

Kunjungan ke Buyer : Menembus Pasar Beras dan Kelapa Sawit di Taiwan

Dalam rangka meningkatkan pangsa pasar produk Indonesia di Taiwan, Kepala Bidang Perdagangan KDEI Taipei mengadakan pertemuan dengan beberapa buyer diantaranya  dengan importir beras Chi’s Yuan Feng Enterprise Co di Taichung. Pada kunjungan tersebut Team KDEI Taipei didampingi oleh Mr. Kao, Ms. Ami Yang, Ms. Tiffany Lin dan Mr. Peter Liu dan diterima oleh Mr. Tom Chi selaku General Manager dan Mr. Kyle Chi selaku Marketing. Pada kesempatan tersebut Mr. Tom menyampaikan bahwa perusahaannya bergerak dibidang trading beras, selain itu beliau juga menyatakan pembelian padi yang kemudian diolah menjadi beras untuk dijual kembali. Saat ini, perusahaannya memiliki dua pabrik pengolahan padi dan beras di Taichung dimana berasnya adalah hasil pengolahan sendiri serta dibeli dari beberapa negara seperti Jepang, Thailand dan Vietnam, untuk kemudian dipasarkan di Taiwan dan China.  

Selanjutnya Mr. Tom menyampaikan sudah pernah melakukan pembelian beras dari Indonesia yaitu jenis beras putih, beras merah dan beras hitam selama 5 tahun dan berhenti pada tahun 2004 karena pernah mengalami penipuan oleh pedagang perantara. Selanjutnya Team KDEI menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sudah mengalami surplus untuk produksi beras premium, dan dapat diekspor termasuk beras merah dan beras hitam dan sekaligus memperlihatkan contoh beras yang dapat diekspor. Mendengar hal tersebut  Mr. Tom menyampaikan kegembiraannya bila Indonesia sudah dapat menjual beras secara langsung kepada importer tanpa pedagang perantara. Setelah melihat contoh beras yang dibawa, maka saat ini Mr. Tom berminat untuk membeli beras hitam dari UD. Tani Murni sebanyak 20 kontainer ukuran 20 feet. Kemudian, Mr. Tom meminta penawaran dan kondisi pengirimannya.

Selain itu, Team KDEI Taipei juga mengadakan pertemuan dengan Yang Luck International Group yang merupakan perusahaan trading yang bergerak dibidang produk pertanian, perkebunan dan perikanan. Pada kunjungan tersebut Team KDEI diterima oleh Mr. Shau-Tao Kao selaku President, Ms. Amy Wang yang menangani produk beras, Ms. Jill Wu dan Mr. Peter Liu yang menangani masalah produk Perikanan dan Ms. Tiffany Lin yang menangani produk Palm oil dan turunannya. Pada pertemuan tersebut Mr. Kao menyampaikan bahwa saat ini perusahaannya sedang mengadakan kerjasama dengan mantan  pengusaha trading yang telah memiliki jaringan yang sangat luas di Taiwan, China, Hongkong dan beberapa Negara di Afrika Selatan dan Barat. Selanjutnya Mr. Kao menyampaikan keinginannya untuk membeli berbagai jenis produk dari Indonesia antara lain beras berbagai jenis untuk dipasarkan ke China dan Afrika, kelapa sawit, produk perikanan dan hasil laut serta kopi untuk itu mohon dapat diberikan kontak eksportirnya. Mengenai produk beras sedang dipelajari tentang jenis beras yang akan dibeli sesuai permintaan customer di China dan Afrika dan segera disampaikan ke KDEI. Disamping itu Yang Luck International Group berminat juga untuk mengadakan kerjasama dengan pihak Indonesia dibidang pengembangan produk pertanian (khususnya beras), buah-buahan dan produk perikanan. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kiranya Kementerian Pertanian mendukung upaya peningkatan pengembangan produk pertanian melalui dukungan berupa  rekomendasi rekan bisnis di Indonesia yang memiliki lahan pertanian seluas 500 hektar sebagai pilot project.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

Our website is protected by DMC Firewall!