Menu

Siaran Pers KDEI (32)

Siaran Pers Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei

Ringkasan Kinerja Tahun 2015

(credit : (pic) costumstoday.com.pk)

Perdagangan Indonesia 2015 tetap tercatat surplus USD 2,69 milyar, ditengah tekanan perdagangan Indonesia-Taiwan yang berkontraksi 17,58 persen.

Indonesia sebagai TOP-10 daerah tujuan investasi Taiwan dengan nilai investasi USD 96,43 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-Oktober 2015 mencapai USD 7,83 milyar (kontraksi 17,58 persen, yoy), dengan nilai ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai USD 5,26 milyar atau turun 16,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan, nilai impor Indonesia mencapai USD 2,57 milyar, atau turun 20,03 persen (yoy). 

Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami tekanan, yang juga diperkuat dengan menurunnya permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar. Selain itu, rendahnya harga komoditas dunia turut memberi andil turunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan.

 

Surplus perdagangan Indonesia selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai USD 2,69 milyar. Surplus tersebut turun sebesar 12,47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor migas, terutama gas alam, berkontribusi 64,11 persen dari total surplus perdagangan Indonesia.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan meliputi batu bara, gas alam, minyak, logam (termasuk emas dan perak), kayu olahan, nikel, komponen elektronik, dan timah. Sementara, produk Taiwan yang diimpor oleh Indonesia antara lain komponen permesinan, plastik, komponen elektronik, produk tekstil, besi lembaran, kimia organik, dan komponen kendaraan bermotor.

 

Dalam upaya meningkatkan promosi produk Indonesia, KDEI-Taipei secara berkelanjutan melakukan partisipasi promosi di sejumlah ekshbisi berskala internasional antara lain pada Taipei Food 2015, Taiwan International Franchise and Chain Exhibition 2015, International Tea, Coffee and Wine Expo 2015 dan Taiwan International Fisheries & Seafood Show 2015, dengan total potensi transaksi sebesar USD 13,76 juta.

Selain itu, KDEI-Taipei juga mendorong pengusaha Taiwan untuk ke Indonesia dalam kegiatan buying mission melalui Tour de Coffee ke Jawa Timur dan Bali dan Trade Expo Indonesia 2015, dengan total potensi transaksi sebesar USD 13,58 juta.

Selain itu, KDEI-Taipei melakukan kolaborasi ekonomi antar sektor dengan melibatkan substansi perdagangan-investasi-industri-tenagakerja dengan penyelenggaraan forum bisnis di sejumlah kota industri di Taiwan antara lain di Changhwa, New Taipei City dan Hsinchu

 

Perkembangan Investasi 

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia hingga triwulan ketiga (Januari-September) 2015, adalah sebesar US$ 96,43 juta yang terdiri atas 171 proyek.

Beberapa perusahaan besar asal Taiwan telah difasilitasi dalam investasinya di Indonesia, diantaranya:

  • Arima Communication Corporation, perusahaan manufaktur komponen telepon seluler telah menandatangani MoU dengan PT Tiphone Mobile Indonesia untuk membentuk perusahaan dan membangun pabrik telepon seluler di Indonesia. Perusahaan joint venture tersebut telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal dari BKPM atas nama PT. Adi Reka Mandiri dengan rencana nilai investasi sebesar USD 36 juta.
  • China Steel Corporation, industri besi-baja, telah menandatangani MoU dengan PT. Artha Metal Sinergi dan sedang dalam proses untuk mendirikan perusahaan Joint Venture. Kerjasama tersebut ditekankan pada produksi plat baja dengan target investasi sebesar USD 500 juta.
  • Fu Chun Shin Machinery Manufacture Co., Ltd, industri pembuatan mesin plastic injection molding, telah memiliki Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM dengan rencana nilai investasi sebesar USD 1,2 juta.
  • San Neng Bakeware, perusahaan penghasil peralatan baking terbesar di Asia, telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM untuk kantor distribusinya sebagai langkah awal sebelum memutuskan untuk mendirikan pabrik di Indonesia.
  • E-United Group yang pada tahun 2014 telah memiliki Izin Prinsip Penanaman Modal untuk bidang usaha industri besi dan baja dasar, mengajukan Izin Prinsip Perubahan, yaitu menambah investasinya dengan rencana membangun kawasan industri, sehingga nilai rencana investasinya menjadi USD 1.096,5 juta.
  • Fuburg Industrial, Co., Ltd, industri kain non-woven dengan produk utama adult diaper telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal dengan bidang usaha perdagangan besar.
  • ControlNet International, Inc., berencana untuk membangun industri pembekuan makanan dengan energi surya. Perusahaan ini telah melakukan survey beberapa lokasi di Indonesia dan telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM.
  • Celxpert Energy Corporation, industri baterai, telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal BKPM dan ditargetkan untuk memulai produksi pada bulan Februari 2016.
  • Taiwan Hon Chuan Enterprise, Co., Ltd., industri kemasan plastik, telah mendapatkan Izin Usaha Industri dari BKPM dengan nilai investasi sebesar USD 53 juta.
  • Topco Technologie Corp., distributor produk silikon, telah memperoleh Izin Usaha Perdagangan dari BKPM.
  • Ching Fu Group, galangan kapal dan penangkapan ikan, telah melakukan penandatanganan MoU dengan PT. Jababeka Morotai dalam rangka pengembangan pulau Morotai.
  • Pou Chen Group, industri alas kaki, yang telah memiliki Badan Hukum Indonesia atas nama PT. Pou Yuen Indonesia telah melakukan peresmian pabriknya di Cianjur, yang dihadiri antara lain oleh Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja, dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Beberapa perusahaan yang telah menunjukkan keseriusannya dan sedang mengumpulkan informasi untuk menginisiasi investasi di Indonesia antara lain: Gogoro Corp, industri skuter elektrik; Joson-Care Enterprise Co, Ltd., industri kerangka tempat tidur dan matras rumah sakit; Sunrise Agarwood Biotech Corporation, perkebunan jarak pagar dan gaharu; Amaxe Protech Co., Ltd, (CIC), industry transformer listrik; Sunyeer Technology Co., Ltd., industry LED; dan Finetek, Co, Ltd., industri sensor.

 

Kerjasama Industri

  • Fasilitasi dalam penjajakan kerjasama industri galangan kapal Indonesia-Taiwan terhadap PT. Dok Kodja Bahari (DKB) dengan Taiwan Shipbuilding Industry Association (TSIA) dan Taiwan Yacht Industry Association (TYIA) yang menawarkan 3 (tiga) skema kerjasama kepada industri perkapalan dalam negeri.
  • Pada sektor energi, terdapat peluang kerja sama antara Indonesia dan Taiwan untuk pengilangan minyak dan penelitian and pengembangan teknologi pengolahan perminyakan.  
  • KDEI-Taipei bekerja sama dengan  Foundation of Taiwan Industry Service (FTIS) menyelenggarakan seminar yang bertema “Green Factory Technology” pada tanggal 20 Mei 2015 di Bandung, serta kunjungan konsultasi ke 2 (dua) perusahaan yaitu PT. Graha Cemerlang Paper Utama dan PT. Trisula International dengan melibatkan ahli dari FTIS dan sejumlah pakar/tim ahli Taiwan.
  • Fasilitasi terhadap penandatanganan Letter of Intent on Cooperation Between CSBC Corporation Taiwan dan Indonesia Shipbuilding and Offshore Industries Association (Ikatan Perusahaan  Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia), pada tanggal 11 Juni 2015 di Surabaya.
  • Penandatanganan MOU Between Innovation & Incubation Center Chung Yuan Cristian University and Center of Industrial Education and Training, Kementerian Perindustrian, 19 Oktober 2015.

 

Perkembangan Pariwisata

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia selama Januari-Nopember 2015 mencapai 165.565 orang, atau naik 4,18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan selama Januari-Nopember 2015 mencapai 159.962 orang, atau turun 2,00 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Berbeda dengan tahun 2013 dan 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia tahun 2015 lebih besar dibanding wisatawan Indonesia ke Taiwan. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh promosi pariwisata yang dilakukan KDEI-Taipei yang didorong dengan adanya fasilitas bebas visa kunjungan wisata ke Indonesia bagi warga Taiwan.

 

Perkembangan Ketenagakerjaan

  • Sampai dengan akhir Nopember 2015, jumlah TKI yang ditempatkan di Taiwan berjumlah 236.440 tenaga kerja, atau naik 4 persen y-o-y, dengan bekerja di sektor :
    oPertanian, perhutanan, perikanan dan peternakan: 7.798 orang
    oManufaktur: 49.852 orang
    oKonstruksi: 1.563 orang
    oKesehatan, pekerja sosial dan jasa lainnya : 177.227 orang
    oLain- lain: 1.554 orang 
  • Gaji TKI sektor domestik (perawat orang sakit dan penata laksana rumah tangga), sejak tanggal 1 September 2015, telah dinaikkan menjadi NTD 17.000 (naik 7,32 persen dari NTD 15.840), setara ±Rp 7,3 juta. Selain itu disepakati juga bahwa pihak Taiwan akan melakukan penyesuaian tehadap gaji tenaga kerja sektor domestik setiap tahun, sebagaimana halnya dengan upah tenaga kerja di sektor industri (manufaktur, konstruksi, perikanan-ABK Nelayan) dan jasa kesehatan lainnya (panti jompo).
  • Pemberlakuan integrasi penuh antara KDEI-Taipei dan BNP2TKI melalui sistem penempatan TKI (endorsement.online) dan BNP2TKI (SiskoTKLN) dan integrasikan sistem penanganan TKI (SIMPATI) dan Crisis Center BNP2TKI. Hal tersebut semakin meningkatkan tata kelola penempatan dan perlindungan TKI di Taiwan.
  • Sebanyak 957 dari total 1.082 kasus permasalahan ketenagakerjaan yang termonitor dapat diselesaikan, atau setara 88,4 persen diselesaikan. Demikian halnya, jumlah aduan kepada KDEI Taipei telah meningkat hampir sebesar 100 persen dibanding tahun 2014 yang mencapai 547 kasus ketenagakerjaan yang termonitor (dengan tingkat penyelesaian kasus sebesar 50,27 persen).
  • Hal tersebut merefleksikan tingkat kepercayaan TKI terhadap kemampuan KDEI di Taipei yang semakin baik dalam penanganan permasalahan, sehingga keberadaan pemerintah dirasakan secara langsung, sekaligus menjadi tantangan dalam perbaikan penyelesaian permasalahan TKI di masa mendatang.
  • KDEI-Taipei telah mengupayakan hak-hak TKI berupa gaji dan asuransi sejumlah NTD 16.522.137, atau meningkat 18 kali lebih tinggi, jika dibandingkan dengan capaian tahun 2014 yang berjumlah NTD 896.074.
  • Guna menyebarluaskan ketersediaan tenaga kerja terampil kepada masyarakat Taiwan, promosi ketenagakerjaan dilakukan melalui media transportasi bus di Taipei, Taichung, dan Kaohsiung.

 

Kegiatan Layanan dan Pembinaan

  • KDEI-Taipei meluncurkan layanan KDEI Sunday Service dalam hal peningkatan kemudahan dan pelayanan keimigrasian dan kekonsuleran dengan memanfaatkan hari Minggu selama 2 kali setiap bulan. Hal tersebut memperkaya layanan khusus KDEI-Taipei, setelah tahun sebelumnya telah meluncurkan KDEI Mobile Service ke sejumlah daerah padat WNI.
  • KDEI-Taipei mendukung peningkatan kualitas SDM TKI melalui jalur pendidikan formal tingkat SMA dan S1, melalui penyelenggaraan program “Kejar Paket C” dan Kuliah Universitas Terbuka di Taiwan. Lebih lanjut, pada tahun 2016, diadakan wisuda kelulusan pertama UT Taiwan pada bulan pertengahan tahun 2016.
  • KDEI-Taipei menyelenggarakan layanan pernikahan massal antar WNI di Taiwan yang beragama Islam pada 18 Oktober 2015, dengan diikuti oleh 5 (lima) pasangan pernikahan dan langsung mendapatkan buku nikah. Layanan pernikahan tersebut, atas kerja sama Kementerian Agama RI, dengan dilatarbelakangi pada upaya untuk melakukan tindak pencegahan hubungan tidak resmi yang tidak tercatat oleh negara, sekaligus sebagai bentuk perlindungan terhadap WNI perempuan.
  • Sementara itu, guna memenuhi aspirasi WNI di Taiwan perihal administrasi kewarganegaraan, KDEI-Taipei bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM RI telah menyelenggarakan sosialisasi administrasi kewarganegaraan yang meliputi perolehan kewarganegaraan RI, kehilangan kewarganegaraan RI, dan perolehan kembali kewarganegaraan RI.
  • KDEI Taipei memberikan bantuan advokasi dan pendampingan hukum, melalui pengacara, terkait permasalahan WNI secara umum, maupun terkait khusus ketenagakerjaan, antara lain pendampingan hukum bagi 8 (delapan) ABK Nelayan yang dituduh melakukan pembunuhan kapten dan juru mesin kapal, tuduhan pembocoran informasi perusahaan, tuduhan pelecehan seksual, dan melakukan pendampingan bagi TKI korban Toko “Hi Indo” di Tainan.
  • Pemberdayaan bagi WNI, khususnya bagi tenaga kerja Indonesia, dilakukan melalui pelatihan keterampilan yang bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah, antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BNP2TKI, dan juga bekerjasama dengan instansi teknis dan Lembaga Swadaya Masyarakat Taiwan, meliputi pelatihan pembuatan “Cencu Naica” (minuman khas Taiwan), pembuatan keramik berbahan tanah liat, pelatihan pemandu wisata berbahasa mandarin, pelatihan pertanian, pertemuan dengan waralaba Indonesia dan pembinaan melalui kegiatan kesenian dan olahraga.

 

 

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesia.gr

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Desember 2015

Total Perdagangan Indonesia bulan September 2015 tumbuh 6,04 persen, memacu kenaikan surplus perdagangan sebesar 54,73 persen (mom).

Investasi Taiwan di Indonesia hingga TW-III/2015 mencapai USD 96,43 juta.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan periode bulan September 2015 mencapai USD 738,44 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Agustus 2015 yang mencapai USD 696,39 juta, naik 6,04 persen. Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya transaksi perdagangan migas sebesar 22,63 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan September 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 17,38 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-September 2015 mencapai USD 7,19 milyar, turun 15,82 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan, yang juga diperkuat dengan menurunnya permintaan sebagai akibat penyesuaian mata uang NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar. Selain itu, rendahnya harga komoditas dunia turut memberi andil turunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan September 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang naik 54,73 persen (mom), mencapai USD 340,66 juta, dan bila dibandingkan bulan September 2014 mengalami peningkatan sebesar 17,11 persen (yoy), yang pada bulan September 2014 mencapai USD 220,17 juta. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh tingginya kenaikan neraca perdagangan migas yang mencapai 88,94 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-September 2015 mencapai surplus sebesar USD 2,50 milyar, turun 8,82 persen (yoy). KDEI-Taipei terus meningkatkan pertemuan bisnis dan promosi produk Indonesia di Taiwan guna, setidaknya, mencapai nilai perdagangan dan surplus yang sama dengan tahun 2014, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan September 2015 mencapai USD 539,55 juta, atau naik 17,73 persen dibanding bulan Agustus 2015 (mom), namun turun 8,91 persen dibanding bulan September 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 72,62 persen terhadap nilai ekspor. Membaiknya performa ekspor Indonesia bulan September 2015 dipengaruhi oleh positifnya kinerja baik ekspor migas (23,71 persen) maupun non migas yang naik 15,63 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-September 2015 mencapai USD 4,84 milyar, terkoreksi 14,12 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan September 2015 mencapai USD 198,88 juta, atau turun 16,47 persen dibanding bulan Agustus 2015. Apabila dibandingkan dengan September 2014, impor Indonesia juga mengalami penurunan sebesar 34,02 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada September 2015 didominasi oleh gas alam, batu bara, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 147,51 juta, USD 137,11 juta, dan USD 84,73 juta.

 

Sementara, tekstil dan produk tekstil, komponen permesinan, plastik dan besi-baja menjadi produk impor terbesar bulan September 2015 dengan nilai masing-masing USD 41,98 juta, USD 39,74 juta, USD 19,23 juta, dan USD 18,69 juta.

 

Perkembangan Investasi 

Perkembangan investasi di Indonesia (PMA dan PMDN) hingga Triwulan-III/2015 mencapai Rp. 400 triliun, meningkat 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun sektor dengan nilai realisasi penanaman modal asing terbesar antara lain: pertambangan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, industri alat angkutan dan transportasi lainnya, dan listrik, gas dan air. Sedangkan berdasarkan lokasi, nilai realisasi penanaman modal asing terbesar ada di Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Banten.

Taiwan merupakan negara asal investasi terbesar ke-14 dengan nilai sebesar USD 96,43 juta. Sedangkan dari sisi Taiwan, hingga Oktober 2015, Indonesia merupakan negara tujuan investasi ke-8. Peningkatan peringkat destinasi investasi Taiwan terus menjadi fokus utama Indonesia, mengingat Vietnam, Thailand, dan Filipina masih berada di atas Indonesia.

Sementara, selama bulan November 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain partisipasi pada “Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo 2015”, partisipasi pada “Taiwan International Fisheries & Seafood Expo 2015”, partisipasi pada “New Taipei City International Sourcing Fair”, kunjungan ke importir produk mainan anak Ryh Chun International Co. Ltd dan Great Sunway Enterprises Ltd, pertemuan dengan importir pinang Sun Union International Corp, pertemuan dengan Industrial Development Bureau, Hsinchu Industrial Park Service Center, Hsinchu Science Park Bureau, dan Kaohsiung Industrial Park Service Center dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai kebijakan investasi pada kawasan-kawasan industri di Taiwan.

 

Perkembangan Pariwisata

Terkait pariwisata, pada bulan Oktober 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 12.820 orang, turun 11,02 persen dibanding September 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Oktober 2015 mencapai 154.078 orang, atau naik 4,94 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Oktober 2015 mencapai 14.966 orang, naik 12,84 persen dibanding bulan September 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Oktober 2015 mencapai 146.531 orang, atau turun 2,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Harso

Pada tanggal 8 November 2015, seorang TKI a.n Harso meninggal dunia akibat tersengat listrik. Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak agensi Taiwan, TKI tersengat listrik saat sedang memangkas pohon di dalam areal pabrik. Musibah ini telah disampaikan kepada istri alm. Harso, yang juga bekerja sebagai TKI di Taipei.

Untuk menyelesaikan kasus tersebut, KDEI Taipei pada tanggal 16 November 2015 telah memanggil agensi, perwakilan perusahaan tempat alm. Harso bekerja, dan istri alm. Harso. Dalam pertemuan tersebut pihak majikan sepakat memberikan uang santunan dan asuransi sebesar NTD2.000.000 kepada ahli waris alm. Harso.

Selanjutnya jenazah alm. Harso telah dipulangkan pada tanggal 2 Desember 2015, dengan didampingi oleh istri alm. Harso dalam pesawat yang sama.

2.TKI a.n. Dedi Mulyono

Pada tanggal 18 November 2015, KDEI Taipei menerima informasi dari pihak agensi Taiwan di Kaohsiung bahwa seorang TKI-ABK Nelayan a.n Dedi Mulyono terjatuh dan hilang dalam pelayaran di perairan Ciayi Putai, Taiwan. 

Berdasarkan kronologi kejadian yang disampaikan agensi, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 5 November 2015 saat kapal memasuki perairan Ciayi Putai. ABK yang tengah berada di bagian belakang kapal terjatuh ke laut. Kru kapal bersama dengan Tim SAR Taiwan, kemudian, melakukan pencarian selama 3x24 jam di lokasi jatuhnya ABK namun tidak membuahkan hasil.

Pada tanggal 23 November 2015, pihak agensi telah mengirimkan uang sebesar NTD170.000 kepada ahli waris ABK Nelayan Dedi Mulyono. Uang tersebut telah diterima oleh istri ABK dalam kurs rupiah sebesar Rp70.720.000. Adapun perincian uang tersebut terdiri atas gaji terakhir ABK (setelah dipotong hutang), tabungan ABK, santunan dari pemilik kapal F/V Shuenn Feng Maan, serta santunan dari agensi Taiwan.

Pihak agensi menjelaskan, pemilik kapal F/V Shuenn Feng Maan telah mengasuransikan ABK dengan nilai pertanggungan sebesar NTD300.000 dan masih dalam proses.

3.TKI a.n. Maryatun

Pada tanggal 28 Oktober 2015, KDEI Taipei menerima laporan dari pihak agensi Taiwan bahwa ada TKI a.n Maryatun mengidap penyakit leukimia.

Pihak dokter telah menginformasikan kepada TKI bahwa pengobatan yang dapat dilakukan adalah melalui kemoterapi, dengan tingkat keberhasilan 50 persen. TKI yang telah berdiskusi dengan pihak keluarga kemudian memutuskan untuk pulang ke Indonesia.

Pada tanggal 6 November 2015, pihak dokter melakukan pemeriksaan kondisi TKI serta melakukan transfusi darah agar kadar leukosit dan eritrosit dalam diri TKI tersebut lebih stabil.

Selanjutnya pada tanggal 12 November 2015, TKI telah pulang ke Indonesia didampingi oleh perwakilan dari pihak agensi Taiwan.

4.Pelatihan Pemandu Wisata untuk TKI

KDEI-Taipei, pada tanggal 29 November 2015, telah menggelar pelatihan pemandu wisata yang diikuti oleh para TKI di Taiwan. Pelatihan pemandu wisata, berlangsung di dua tempat wisata terkemuka di Taipei yaitu Chiang Kai-shek Memorial Hall dan Menara Taipei 101. 

Para peserta pelatihan rata-rata telah menguasai bahasa Mandarin dengan baik, karenanya selama sesi pelatihan para peserta bisa praktek dengan sangat lancar.

Selama pelatihan, para TKI mendapat teori dan praktek langsung dari Adi Carlo, seorang pemandu wisata yang telah mengantongi lisensi sebagai pemandu wisata dari Kementerian Pariwisata Taiwan. Pelatihan lebih dititikberatkan pada praktek, sejak dari dalam bus wisata, di lokasi wisata, hingga melepas atau berpisah dengan rombongan wisatawan.

 

Agenda Bulan Desember 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Desember 2015 adalah sebagai berikut:

1.Penyelenggaraan forum bisnis perdagangan dan investasi, Hsinchu, 8 Desember 2015.

2.Pertemuan dengan Taiwan Telematics Industry Association, Taipei, 10 Desember 2015.

3.Pertemuan dengan Taiwan Rubber and Elastomer Association, M2 Desember.

4.Pertemuan dengan importer batubara dan nikel di Taiwan, M3 Desember.

5.Layanan KDEI Mobile Service, Taoyuan, 13 Desember 2015.

6.Layanan KDEI Sunday Service, KDEI-Taipei, 6 dan 20 Desember 2015.

7.Penyelenggaraan forum bisnis dengan anggota “Taiwan Indonesia Business Council”, M4 Desember.

 

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : indonesia.gr

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan September 2015

Surplus Perdagangan Indonesia semester-1/2015 tetap tumbuh 7,48 persen (yoy), di tengah tekanan terhadap total perdagangan Indonesia-Taiwan.

Investasi Taiwan di Indonesia semester-1/2015 meningkat 6,64 persen (yoy).

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan periode bulan Juni 2015 mencapai USD 774,47 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Mei 2015 yang mencapai USD 895,33 juta, turun 13,50 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya transaksi perdagangan non migas sebesar 17,18 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Juni 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 25,97 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Semester-1/2015 mencapai USD 5,13 milyar, turun 9,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan dan juga diikuti oleh menurunnya permintaan sebagai akibat depresiasi mata uang NTD dan Rupiah. Selain itu, rendahnya harga komoditas dunia turut memberi andil turunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan.

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Juni 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang turun 32,70 persen (mom), mencapai USD 203,17 juta, dan bila dibandingkan bulan Juni 2014 mengalami penurunan sebesar 37,42 persen (yoy), yang pada bulan Juni 2014 mencapai USD 324,66 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh menurunnya neraca perdagangan migas sebesar 54,02 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Semester-1/2015 mencapai surplus sebesar USD 1,68 milyar, naik 7,48 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan melalui sejumlah pertemuan bisnis dan penterasi pasar langsung di Taiwan, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Juni 2015 mencapai USD 488,82 juta, atau turun 18,34 persen dibanding bulan Juni 2015 (mom), dan turun 28,68 persen dibanding bulan Juni 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 70,72 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya ekspor Indonesia bulan Juni 2015 dipengaruhi oleh turunnya baik ekspor migas (24,29 persen) maupun non migas yang turun 15,60 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Semester-1/2015 mencapai USD 3,40 milyar, terkoreksi 5,70 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Juni 2015 mencapai USD 285,65 juta, atau turun 3,73 persen dibanding bulan Mei 2015. Apabila dibandingkan dengan Juni 2014, impor Indonesia turun 15,77 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada periode Semester-1/2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 814,59 juta, USD 643,27 juta, dan USD 611,45 juta.

Sementara, tekstil dan produk tekstil, minyak (non-crude), produk kimia (ethylene), dan komponen elektronik (IC) menjadi produk impor terbesar periode Semester-1/2015 dengan nilai masing-masing USD 176,83 juta, USD 124,41 juta, USD 42,76 juta, dan USD 32,36 juta.

 

Perkembangan Investasi Semester-I/2015

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia pada Semester-1/2015 adalah sebesar USD 85,08 juta, meningkat 6,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2014 yang mencapai USD 79,78 juta. 

Berdasarkan lokasi, realisasi investasi asal Taiwan pada periode Semester-1/2015 hampir seluruhnya berada di Pulau Jawa dengan nilai terbesar pada Provinsi Jawa Barat (USD 66,58 juta), DKI Jakarta (USD 5,51 juta), Jawa Timur (USD 4,41 juta), dan Banten (USD 4,01 juta). 

Sedangkan berdasarkan sektor, sebagian besar realisasi investasi Taiwan di Indonesia periode Semester-1/2015 adalah pada sektor sekunder dengan nilai terbesar pada sektor industri karet, barang dari karet dan plastik (USD 52,17 juta), industri mineral non logam (USD 11,28 juta), dan industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik (USD 5,22 juta). Berdasarkan data dari Ministry of Economic Affairs Taiwan, Indonesia menduduki peringkat ke-8 tujuan investasi asal Taiwan.

Sementara, selama bulan Agustus 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain fasilitasi terhadap pengusaha kopi Taiwan melalui program “Indonesia Tour de Coffee” ke Surabaya dan Bali, peliputan oleh wartawan media cetak Taiwan mengenai Indonesia ke beberapa kawasan industri di Indonesia, pendampingan kunker delegasi Taiwan Telematics Industry Association (TTIA) ke Jakarta, penandatanganan MoU antara PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk dengan Arima Communications Corp. dan PT Artha Metal Sinergi (AMS) dengan China Steel Corporation, kunjungan ke perusahaan San Neng Bakeware Corp dan Depo Autoparts Ind, Co., Ltd, dan pelaksanaan forum bisnis perdagangan dan investasi pada kawasan industri New Taipei City.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Juni 2015

Terkait pariwisata, pada bulan Juli 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 18.707 orang, naik 8,69 persen dibanding Juni 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Juli 2015 mencapai 109.592 orang, atau naik 5,25 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Juli 2015 mencapai 20.922 orang, naik 34,84 persen dibanding bulan Juni 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Juli 2015 mencapai 104.568 orang, atau turun 1,78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya..

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Agung Wibowo

Pada tanggal 7 Agustus 2015, KDEI-Taipei menerima informasi bahwa TKI a.n Agung Wibowo, bekerja sebagai ABK di Yilan, telah meninggal dunia akibat terkena potongan besi papan reklame saat terjadi topan Soudelor di Taiwan. 

Selanjutnya, pada tanggal 8 Agustus 2015 KDEI Taipei menghubungi perwakilan nelayan di Yilan untuk mengetahui identitas korban selengkapnya. Selanjutnya, KDEI Taipei menghubungi agensi di Taiwan untuk mengurus dokumen pemulangan jenazah ke Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus 2015 KDEI Taipei telah menerima surat kematian resmi alm. Agung Wibowo dari Taiwan Yilan District Prosecutors Office. Jenazah alm. Agung Wibowo kemudian dipulangkan pada tanggal 18 Agustus 2015 dengan pesawat China Airlines C10761 nomor kargo 297-51877221 dari Taoyuan International Airport pukul 08.45 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada pukul 13.00 WIB.

KDEI Taipei juga menerima informasi dari agensi Ho Shih Tsao Entrerprise Co,. Ltd bahwa pihaknya telah memberikan santunan kepada istri almarhum Agung Wibowo yaitu Sdri. Wulan Anggraeni, yang bersumber dari majikan, pemilik papan reklame, dan sisa gaji terakhir almarhum. Adapun asuransi yang bersangkutan, masih dalam proses penyelesaian oleh pihak agensi.

2.TKI a.n. Sugiayem

Pada tanggal 11 Agustus 2015, KDEI-Taipei telah menerima konfirmasi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terkait pemulangan sdri. Sugiayem ke Indonesia.

Pada tanggal 14 Agustus 2015, KDEI-Taipei kembali melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengetahui kondisi terakhir Sdri. Sugiayem dan pihak dokter menerangkan bahwa kondisi Sdri. Sugiayem tidak sebaik sebelumnya. Sdri. Sugiayem tidak dapat duduk dan mengalami demam sehingga belum memungkinkan untuk dapat kembali ke Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang. Pihak dokter menerangkan bahwa setidaknya harus menunggu sampai kondisi Sdri. Sugiayem pulih dari demam, sehingga dapat melakukan perjalanan menuju Indonesia.

Pada tanggal 24 Agustus 2015, KDEI-Taipei kembali memantau kondisi Sdri. Sugiayem. Pihak dokter menerangkan bahwa demamnya sudah turun dan dapat melakukan perjalanan menuju Indonesia dengan menggunakan pesawat terbang.

Pada tanggal 27 Agustus 2015, KDEI-Taipei menghubungi pihak Sunrise Airlines terkait prosedur pemulangan Sdri. Sugiayem dengan menggunakan pesawat terbang. Pihak Sunrise Airlines akan membantu melakukan koordinasi dengan pihak penerbangan komersil dalam rangka penyelesaian prosedur pemulangan Sdri. Sugiayem.

3.Kenaikan Gaji Tenaga Kerja Asing (TKA) sektor informal

Berdasarkan pertemuan tanggal 28 Agustus 2015 yang diikuti oleh perwakilian dari Ministry of Labor Taiwan, Ministry of Foreign Affairs Taiwan, KDEI-Taipei, Manila Economic and Culture Office; Vietnam Economic and Culture Office; Thailand Economic and Culture Office, disepakati bahwa Pemerintah Taiwan bersama dengan Pemerintah Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand mulai menyesuaikan gaji TKA sektor informal di Taiwan menjadi NT$ 17,000 bagi TKA yang mulai bekerja di Taiwan sejak tanggal 01 September 2015. Selain itu, demi menjaga hak-hak TKA di Taiwan, telah disepakati untuk diadakan rapat evaluasi rutin pada bulan Juli setiap tahunnya.

 

Agenda Bulan September 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan September 2015 adalah sebagai berikut:

1.Partisipasi pada “2015 Taipei International Chain and Franchise Autumn Exhibition”, Taipei, 18-22 September 2015.

2.Kunjungan ke importir kopi dan minyak sawit, M2 September.

3.Kunjungan ke perusahaan Maxmold Polymer Co., Ltd, M2 September.

4.Kunjungan ke perusahaan Ikatech, Co., Ltd, M2 September.

5.Pelatihan Pembuatan Kerajinan Tanah Liat, Tainan & Taichung, 6 & 13 September.

6.KDEI Sunday Service, Taipei, 6 dan 20 September.

7.KDEI Mobile Service, Taitung, 13 September.

8.Kunjungan ke perusahaan Pou Chen Group, M3 September.

9.Pertemuan dengan Taiwan Rubber and Elastomer Association, M2 September.

10.Pertemuan dengan importer batubara di Taiwan, M3 September.

11.Pertemuan dengan calon buyer Taiwan pra-TEI2015, M4 September.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : portstrategy.com

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Agustus 2015

Ekspor Indonesia bulan Mei 2015 mencapai USD 598,60 juta, atau naik 1,53 persen (mom). Neraca perdagangan Indonesia tetap mencatatkan surplus USD 301,88 juta, atau naik 8,14 persen (yoy). 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Mei 2015 mencapai USD 895,33 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan April 2015 yang mencapai USD 873,60 juta, naik 2,49 persen. Peningkatan tersebut dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan migas sebesar 11,37 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Mei 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 1,50 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Mei 2015 mencapai USD 4,35 milyar, turun 5,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan dan juga diikuti oleh menurunnya permintaan sebagai akibat depresiasi mata uang Taiwan dan Rupiah. Namun, KDEI-Taipei tetap optimis peningkatan akan terjadi pada bulan berikutnya hingga akhir semester 1 seiring dengan sejumlah forum bisnis dan ekshibisi bisnis yang diikuti oleh KDEI-Taipei, Pemerintah Indonesia, dan sejumlah pengusaha Indonesia. 

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Mei 2015 tidak berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang justru sedikit turun 1,20 persen (mom), mencapai USD 301,88 juta, namun bila dibandingkan bulan Mei 2014 mengalami peningkatan sebesar 8,14 persen (yoy), yang pada bulan Mei 2014 mencapai USD 279,16 juta. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan migas sebesar 30,59 persen (mom). Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Mei 2015 mencapai surplus sebesar USD 1,48 milyar, naik 19,24 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan melalui sejumlah pertemuan bisnis dan penterasi pasar langsung di Taiwan.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Mei 2015 mencapai USD 598,60 juta, atau naik 1,53 persen dibanding bulan April 2015 (mom), dan naik 0,76 persen dibanding bulan Mei 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 68,42 persen terhadap nilai ekspor. Meningkatnya ekspor Indonesia bulan Mei 2015 dipengaruhi oleh naiknya ekspor migas (18,90 persen), walaupun ekspor non migas turun 4,88 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-Mei 2015 mencapai USD 2,91 milyar, sedikit terkoreksi 0,31 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Mei 2015 mencapai USD 296,73 juta, atau naik 4,47 persen dibanding bulan April 2015. Apabila dibandingkan dengan Mei 2014, impor Indonesia turun 5,78 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Mei 2015 didominasi oleh gas alam, batu bara, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 133,18 juta, USD 124,74 juta dan USD 109,29 juta. Komoditi seperti nikel, tembaga, dan kimia anorganik mengalami peningkatan sebesar 226,92 persen, 178,14 persen, dan 127,39 persen dibanding bulan April 2015 (mom). Sebaliknya, timah, kertas dan produk kertas, dan logam mulia turun masing-masing 42,16 persen, 18,99 persen, dan 13,71 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan besi-baja menjadi tiga nilai impor terbesar Mei 2015 dengan nilai USD 62,55 juta, USD 40,21 juta, dan USD 30,48 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain besi-baja, komponen kendaraan bermotor, dan komponen permesinan dengan masing-masing naik 26,16 persen, 25,17 persen, dan 22,88 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. kimia anorganik (7,22 persen), plastik dan produk plastik (5,41 persen), dan tekstil dan produk tekstil (3,77 persen).

 

Perkembangan Investasi Semester-I/2015

Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada periode Januari- Juni 2015 tercatat sebesar Rp. 174,2 triliun, meningkat 16,1% dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Lima besar sektor usaha realisasi PMA pada periode Januari-Juni 2015 adalah: Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (US$ 2,4 miliar); Pertambangan (US$ 2,2 miliar); Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (US$ 1,4 miliar); Industri Alat Angkutan dan Transportasi Lainnya (US$ 1,1 miliar); dan Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (US$ 0,9 miliar). Sedangkan berdasarkan lokasi proyek, lima besarnya adalah: Jawa Barat (US$ 3,6 miliar); DKI Jakarta (US$ 1,6 miliar); Kalimantan Timur (US$ 1,2 miliar); Banten (US$ 1,0 miliar); dan Jawa Timur (US$ 0,8 miliar).

Sementara, selama bulan Juli 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain kunjungan ke Gentle Manor Teakwood Casa, Ching Fu Group, dan I Greatest Rubber Co., Ltd, partisipasi pada seminar “the Establishment of the AEC and RCEP: Challenges and Opportunities”.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Juni 2015

Terkait pariwisata, pada bulan Juni 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 17.212 orang, naik 18,46 persen dibanding Mei 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Juni 2015 mencapai 90.885 orang, atau naik 3,27 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Juni 2015 mencapai 15.516 orang, naik 27,59 persen dibanding bulan Mei 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Juni 2015 mencapai 83.646 orang, atau turun 3,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Sugiayem

Pada tanggal 14 Juli 2015, KDEI-Taipei kembali menjenguk TKI di rumah sakit sekaligus menemui pihak dokter dalam rangka memastikan kondisi TKI untuk dipulangkan ke Indonesia. 

Pihak dokter menjelaskan bahwa TKI saat ini sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa dan kondisi TKI untuk saat ini cukup stabil serta dimungkinkan untuk kembali ke Indonesia.

Pada tanggal 23 Juli 2015, pihak dokter memberikan informasi bahwa kondisi TKI semakin membaik dan sudah mulai dapat duduk dan berbicara dengan lebih jelas, bahkan dapat berkomunikasi menggunakan bahasa mandarin. Dengan kondisi saat ini, TKI dimungkinkan dapat kembali ke Indonesia selayaknya penumpang biasa. Namun, jika kondisi TKI kembali memburuk maka kepulangannya ke Indonesia harus dalam kondisi berbaring,  

Sebagaimana keinginan TKI, pemerintah Indonesia dalam waktu dekat akan memulangkan TKI ke Indonesia dan saat ini Instansi terkait di Indonesia masih mempersiapkan pembiayaan perawatan TKI selama di rumah sakit, biaya pemulangan ke Indonesia, penggunaan instrumen BPJS serta kesiapan rumah sakit guna perawatan lanjutan TKI di Indonesia.

2.TKI a.n. Magfiroh

Pada tanggal 6 Juli 2015, KDEI-Taipei menerima kedatangan seorang warga Taiwan yang memberikan informasi bahwa rekan kerjanya, seorang TKI a.n Magfiroh, kerap kali mengalami pemukulan oleh pihak majikan.

Berdasarkan informasi tersebut, pada tanggal yang sama KDEI-Taipei memberikan respon cepat dan berkoordinasi dengan kepolisian Neihu District, yang kemudian pada sore harinya dilanjutkan dengan penjemputan TKI di rumah majikan bersama beberapa anggota kepolisian Wanhua District dan petugas Dinas Tenaga Kerja kota Taipei/BLA Taipei City, serta pihak agency.

Saat tiba di rumah majikan, terlihat orang tua majikan dan TKI yang mengenakan masker sedang mengurus anak-anak dari pihak majikan. Setelah dilihat secara seksama dan meminta agar TKI melepaskan maskernya, terlihat beberapa memar pada wajah TKI.

TKI mengaku bahwa telah mengalami pemukulan oleh pihak majikan laki-laki maupun perempuan dan orang tua laki-laki (kakek) dari majikan. Selanjutnya TKI dapat dikeluarkan dari rumah majikan dengan telah membawa seluruh barang milik pribadinya. 

Pada hari yang sama TKI melakukan visum di He Ping Hospital, yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan BAP di kantor polisi Wanhua District. Dalam proses BAP yang disaksikan oleh KDEI Taipei, BLA dan Dinas Sosial kota Taipei, TKI menjelaskan bahwa yang bersangkutan telah bekerja di Taiwan kurang lebih 2 (dua) tahun. 

Dalam setengah tahun terakhir, keluarga majikan telah memperlakukan TKI secara tidak manusiawi, termasuk diantaranya pihak majikan dan orang tua laki-laki (kakek) dari majikan hampir setiap hari melakukan pemukulan terhadap TKI, dengan menggunakan tangan maupun benda tumpul.

Dalam proses pembuatan BAP, TKI juga menyatakan keinginannya untuk menuntut anggota keluarga majikan yang telah melakukan pemukulan, diantaranya majikan laki-laki, majikan perempuan dan orang tua laki-laki (kakek) dari majikan. Pihak kepolisian Wanhua District menjelaskan bahwa akan melakukan penuntutan kepada pihak majikan atas dasar human trafficking. 

KDEI Taipei bekerjasama dengan BLA Kota Taipei akan memperjuangkan pemenuhan hak-hak TKI, termasuk gaji selama bekerja kurang lebih 2 (dua) tahun sekaligus penjatuhan sanksi bagi majikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, KDEI-Taipei akan mengevaluasi kinerja pihak agency yang telah lalai dalam melakukan monitoring terhadap TKI yang ditempatkan dan lalai dalam mendalami pengaduan TKI. 

 

Agenda Bulan Agustus 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 adalah sebagai berikut:

1.“Indonesia Tour de Coffee”, Surabaya dan Bali, 2-8 Agustus 2015.

2.Journalist Tour on Investment Report, Jakarta dan Surabaya, 2-7 Agustus 2015.

3.3rd Bilateral Meeting on Immigration, Jakarta, 3-5 Agustus 2015.

4.KDEI Sunday Service, Taipei, 2 dan 16 Agustus 2015.

5.Upacara Bendera Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan R.I., Taipei, 17 Agustus 2015.

6.Resepsi Indonesia National Day, Taipei, 17 Agustus 2015.

7.KDEI Mobile Service, Yilan, 23 Agustus 2015.

8.Kunjungan delegasi Taiwan Telematics Industry Association (TTIA), Jakarta, 23-28 Agustus 2015.

9.Pendampingan Sales Mission on Tourism, Taipei dan Taichung, 26 dan 27 Agustus 2015.

10.Kunjungan delegasi World Taiwanese Chambers of Commerce (WTCC), Jakarta, 27-29 Agustus 2015.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : porttechnology.org

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Juli 2015

Ekspor Indonesia April 2015 mencapai USD 589,57 juta, atau sedikit turun 0,39 persen (mom), namun neraca perdagangan Indonesia surplus USD 305,53 juta, atau naik 7,59 persen (yoy).

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan April 2015 mencapai USD 873,60 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Maret 2015 yang mencapai USD 899,80 juta, turun 2,91 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh terkontraksinya transaksi perdagangan non migas sebesar 10,40 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan April 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 12,96 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-April 2015 mencapai USD 3,46 milyar, turun 6,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan, namun KDEI-Taipei optimis akan terjadi peningkatan pada bulan berikutnya hingga akhir semester 1 seiring dengan sejumlah forum bisnis dan ekshibisi bisnis yang diikuti oleh KDEI-Taipei, Pemerintah Indonesia, dan sejumlah pengusaha Indonesia. 

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan April 2015 tidak berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang justru meningkat 7,59 persen (mom), mencapai USD 305,53 juta, dan bila dibandingkan bulan April 2014 juga mengalami peningkatan sebesar 10,33 persen (yoy), yang pada bulan April 2014 mencapai USD 27,92 juta. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan non migas sebesar 22,72 persen (mom). Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-April 2015 mencapai surplus sebesar USD 1,18 milyar, naik 10,33 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan, sehingga diharapkan dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan perdagangan Indonesia pada semester pertama tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan April 2015 mencapai USD 589,57 juta, atau turun 0,39 persen dibanding bulan Maret 2015 (mom), dan turun 7,93 persen dibanding bulan April 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 73,03 persen terhadap nilai ekspor. Sedikit turunnya ekspor Indonesia bulan April 2015 dipengaruhi oleh turunnya ekspor non migas (5,01 persen), walaupun ekspor migas naik 14,69 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai USD 2,32 milyar, sedikit terkoreksi 0,58 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan April 2015 mencapai USD 284,04 juta, atau turun 7,75 persen dibanding bulan Maret 2015. Apabila dibandingkan dengan April 2014, impor Indonesia turun 21,84 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan April 2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 138,72 juta, USD 129,53 juta dan USD 126,65 juta. Komoditi seperti gas alam, logam mulia, dan timah mengalami peningkatan sebesar 41,08 persen, 33,19 persen, dan 17,52 persen dibanding bulan Maret 2015 (mom). Sebaliknya, komponen kendaraan bermotor dan karet dan produk karet turun masing-masing 35,73 persen dan 17,08 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan minyak (non-crude) menjadi tiga nilai impor terbesar April 2015 dengan nilai USD 50,90 juta, USD 50,04 juta, dan USD 34,63 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain kimia anorganik dan tekstil dan produk tekstil dengan masing-masing naik 6,74 persen dan 4,57 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. besi-baja (18,29 persen), plastik dan produk plastik (16,16 persen), dan komponen permesinan (15,94 persen).

 

Perkembangan Investasi Kuartal I - 2015

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia pada triwulan pertama tahun 2015 adalah sebesar USD 15,19 juta dengan 48 proyek. Berdasarkan lokasi, realisasi investasi asal Taiwan pada triwulan pertama tahun 2015 hampir seluruhnya berada di Pulau Jawa dengan nilai terbesar pada Provinsi DKI Jakarta (USD 5,51 juta), Jawa Barat (USD 3,16 juta) dan Jawa Timur (USD 2,70 juta). Sedangkan berdasarkan sektor, sebagian besar realisasi investasi Taiwan di Indonesia untuk triwulan pertama tahun 2015 adalah pada sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (US4 4,63 juta), perdagangan dan reparasi (USD 2,54 juta), dan industri karet, barang dari karet dan plastik (USD 2,10 juta).

Sementara, selama bulan Juni 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain kunjungan ke CTBC Financial Holding Co,. Ltd, importir kertas Right Choice Co,. Ltd., perusahaan kopi dan electrical tape, perusahaan Pan Asia di Kaoshiung, perusahaan galangan kapal China Shipbulding Corp (CSBC), perusahaan Hung Shen Propeller, Taiwan Electrical and Electronic Manufacturers Association (TEEMA), Taiwan Association of Machinery Industry (TAMI), partisipasi pada the 20th Joint Economic Cooperation Conference between Indonesia and Taiwan di Jakarta, penyelenggaraan Indonesia Investment Promotion dengan keterlibatan lebih dari 100 perusahaan berskala menengah-besar, dan partisipasi pada ekshibisi Food Taipei 2015.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Mei 2015

Terkait pariwisata, pada bulan Mei 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 14.530 orang, turun 12,45 persen dibanding April 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Mei 2015 mencapai 73.673 orang, atau naik 3,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Mei 2015 mencapai 12.161 orang, turun 9,62 persen dibanding bulan April 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Mei 2015 mencapai 68.130 orang, atau turun 1,11 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Sugiayem

         Sebelum dirawat di rumah sakit, pada tanggal 29 Mei 2015, TKI telah datang ke KDEI Taipei untuk konsultasi terkait prosedur kepulangan ke Indonesia, mengingat statusnya saat ini. 

Pada tanggal 1 Juni 2015 TKI masuk rumah sakit dan setelah melalui beberapa pemeriksaan, ditemukan adanya penyumbatan pada pembuluh darah di bagian otak yang mengakibatkan TKI mengalami kesulitan dalam berbicara dan melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, di dalam otak TKI terdapat 3 (tiga) gumpalan yang masih belum diketahui apakah gumpalan itu berupa tumor atau lainnya

KDEI Taipei telah menjenguk TKI serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait di Indonesia dalam rangka upaya memfasilitasi pembiayaan perawatan TKI selama di rumah sakit serta kemungkinan pemulangan TKI ke Indonesia sebagaimana keinginan TKI untuk melanjutkan perawatan di Indonesia.

Pada tanggal 26 Juni 2015, Sdr. Nihayatul Wafiroh (anggota DPR-RI FPKB) menjenguk TKI di rumah sakit sekaligus menemui pihak dokter dalam rangka membicarakan kemungkinan TKI untuk dipulangkan ke Indonesia dan melanjutkan perawatan di indonesia. Pihak dokter menjelaskan bahwa masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa TKI dimungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia. 

Pada tanggal 29 Juni 2015, Kemlu RI cq. Direktorat Perlindungan WNI dan BHI menjenguk TKI di rumah sakit sekaligus melakukan evaluasi terkait perkiraan biaya perawatan serta pemulangan TKI ke Indonesia. Pihak dokter telah melakukan pemeriksaan lanjutan dan hasilnya bahwa TKI dimungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia dengan fasilitas penerbangan yang disesuaikan dengan kondisi TKI.

 

2. Jenazah 5 (Lima) ABK Dipulangkan dari Senegal

      Pada tanggal 5 Juni 2015, 5 (lima) jenazah ABK di Senegal telah dipulangkan ke Indonesia. Dari 5 (lima) jenazah, 4 (empat) jenazah a.n Ruhiyatna Nopiansah, Sardi, Roko Bayu Anggoro, dan Rasjo Lamtoro diterbangkan dari Dakar tanggal 5 Juni 2015 pukul 17.30, transit di Dubai, dan tiba di Jakarta pada tanggal 6 Juni 2015 pukul 22.30 WIB. Adapun jenazah a.n Hero Edmond Lusikooy diterbangkan dari Dakar pada tanggal 5 Juni 2015 pukul 17.30, transit di Dubai dan Singapura dan tiba di Surabaya pada tanggal 6 Juni 2015 dengan pesawat GA 850.

Pihak agensi di Taiwan telah memberikan uang santunan kepada masing-masing ahli waris sebesar USD 1.000. 

KDEI -Taipei sampai saat ini masih mengupayakan agar pihak pemilik kapal ikut memberi santunan kepada ahli waris 5 (lima) ABK.

 

Agenda Bulan Juli 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Juli 2015 adalah sebagai berikut:

1.Pertemuan dengan importir kopi Cama Coffee, M2 Juli 2015.

2.Kunjungan kerja ke perusahaan Shi Fuu Ship Building, Kaohsiung, M2 Juli 2015.

3.Pertemuan dengan Asosiasi Kopi Taiwan, M3 Juli 2015.

4.Kunjungan kerja ke perusahaan Ching Fu Group, M3 Juli 2015.

5.Kunjungan kerja ke perusahaan Tasco Group, M4 Juli 2015.

6.Partisipasi pada “International Conference on the Establishment of AEC and RCEP”, Taipei, M4 Juli 2015.

7.Kunjungan kerja ke redaksi majalah kopi Asia, Taipei, M2 Juli 2015.

8.KDEI Sunday Service, Taipei, 5 Juli.

9.KDEI Open House Hari Raya Idul Fitri 1436H, Taipei, 18 Juli 2015.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : citizendaily.net

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Juni 2015

Ekspor Indonesia Triwulan-1/2015 yang mencapai USD 1,73 milyar,  atau tumbuh 2,20 persen (yoy), diperkuat dengan pertumbuhan surplus perdagangan sebesar 27,39 persen (yoy). 
Indonesia peringkat ke-4 tujuan investasi Taiwan pada bulan April 2015.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Maret 2015 mencapai USD 899,80 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Februari 2015 yang mencapai USD 693,61 juta, naik 29,73 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan baik non migas maupun migas secara bersamaan sebesar masing-masing 30,04 persen dan 28,04 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan Maret 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 10,73 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Maret 2015 mencapai USD 2,58 milyar, turun 4,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. KDEI-Taipei akan berupaya untuk terus meningkatkan aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan agar dapat meyakinkan pasar Taiwan dan pengusaha Indonesia untuk meningkatkan interaksi dunia usaha dan mencapai kinerja yang optimal pada semester-1 tahun 2015.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Maret 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 283,97 juta, atau naik 79,75 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Maret 2014 juga mengalami peningkatan sebesar 17,65 persen (yoy), yang pada bulan Maret 2014 mencapai USD 241,37 juta. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan non migas sebesar 116,07 persen (mom). Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Maret 2015 mencapai surplus sebesar USD 870,88 juta, naik 27,39 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan, sehingga dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan ekspor Indonesia pada semester pertama tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Maret 2015 mencapai USD 591,89 juta, atau naik 39,01 persen dibanding bulan Februari 2015 (mom), namun turun 5,25 persen dibanding bulan Maret 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 76,58 persen terhadap nilai ekspor. Meningkatnya ekspor Indonesia bulan Maret 2015 didorong oleh naiknya ekspor non migas (39,06 persen) dan ekspor migas yang juga naik 38,83 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai USD 1,73 milyar, naik 2,20 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Maret 2015 mencapai USD 307,91 juta, atau turun 14,97 persen dibanding bulan Februari 2015. Apabila dibandingkan dengan Maret 2014, impor Indonesia turun 14,91 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Maret 2015 didominasi oleh batu bara, logam mulia, dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 157,71 juta, USD 95,09 juta dan USD 91,81 juta. Komoditi seperti tembaga, kertas dan produk kertas, dan komponen kendaraan bermotor mengalami peningkatan sebesar 93,18 persen, 73,97 persen, dan 58,02 persen dibanding bulan Februari 2015 (mom). Sebaliknya, kimia anorganik dan minyak (bukan mentah) turun masing-masing 52,34 persen dan 44,48 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan besi-baja menjadi tiga nilai impor terbesar Maret 2015 dengan nilai USD 60,55 juta, USD 47,85 juta, dan USD 29,56 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain kimia organik, produk perikanan, dan plastik dan produk plastik dengan masing-masing naik 58,95 persen, 34,90 persen, dan 33,11 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. komponen elektronik (9,34 persen) dan besi-baja (1,38 persen).

 

Perkembangan Investasi 2015

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia pada triwulan pertama tahun 2015 adalah sebesar US$ 15.193,1 ribu dengan 48 proyek. Pada periode Januari-April 2015, Indonesia menempati peringkat keempat negara tujuan investasi Taiwan, setelah Tiongkok, United Kingdom dan Filipina.

Sementara, selama bulan Mei 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi bagi investor Taiwan, antara lain kunjungan ke perusahaan Swanson Plastic Corporation, pertemuan dengan Taiwan Business Club Bandung, serta business forum di Changhwa, Lee Group (importir produk TPT) di Taichung, Changhwa Coastal Industrial Park di Changhwa, China Ship Building Corporation di Kaoshiung, Hunghua Construction Company di Kaoshiung, Ching Fu Shipbuilding di Kaoshiung, dan pertemuan Ketua Asosiasi TWTC Enterpreneurs & Manufacturers Association.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Februari 2015

Terkait pariwisata, pada bulan April 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 14.066 orang, turun 12,45 persen dibanding Maret 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-April 2015 mencapai 59.143 orang, atau naik 2,90 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan April 2015 mencapai 13.456 orang, turun 22,57 persen dibanding bulan Maret 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-April 2015 mencapai 55.969 orang, atau naik 3,05 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Ani Satul Mahmudah

         Berdasarkan informasi Dinas Tenaga Kerja Kota Kaohsiung, pada tanggal 23 April 2015, bahwa TKI a.n Ani Satul Mahmudah mengalami perawatan di Cuoying Haicung Hospital, Kaohsiung karena menderita luka bakar 40 persen saat memasak di tempat teman prianya. 

         Pihak KDEI-Taipei telah menjenguk TKI di rumah serta berkoordinasi dengan pihak agensi dan perwakilan PPTKIS di Taiwan yang menyepakati bahwa biaya rumah sakit akan ditanggung agensi dan PPTKIS.

        Setelah sekitar 1 (satu) bulan dirawat di rumah sakit, TKI telah diijinkan meninggalkan rumah sakit pada tanggal 29 Mei 2015 dan ditampung sementara di Shelter KDEI di Kota Taichung. Pada tanggal 2 Juni 2015, TKI telah kembali ke Indonesia.

2.Lima ABK LG Meninggal di Perairan Senegal

        Berdasarkan informasi Crisis Center BNP2TKI, pada pertengahan bulan Mei, bahwa terdapat 5 (lima) ABK meninggal di perairan Senegal. Kelima ABK tersebut adalah: Rasjo Lamtoro, Ruhiyatna Nopiyansah, Sardi, Roko Bayu Anggoro, dan Hero Edmond Lusikooy.

       Pihak KDEI-Taipei telah melakukan koordinasi dan kunjungan ke pihak agensi King Power International Co, Ltd, yang menyatakan bahwa gaji kelima ABK telah dibayarkan melalui transfer ke rekening ahli waris di Indonesia. Terkait santunan untuk ahli waris, pihak agensi akan membahas dengan pemilik kapal di RRT. Adapun kelima ABK telah diasuransikan di Indonesia dan pengurusannya akan dilakukan oleh pihak P4.  

       Pada tanggal 26 Mei 2015, Crisis Center BNP2TKI dan KBRI Senegal menginformasikan via telepon bahwa pemulangan kelima jenazah mengalami hambatan dikarenakan dana yang dikirimkan pihak agensi tidak mencukupi. Sementara, pada tanggal 31 Mei 2015 pihak agensi menginformasikan bahwa pemilik kapal telah melakukan pengiriman tambahan biaya pemulangan kelima jenazah ABK ke Indonesia. Direncanakan jenazah kelima ABK akan dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 5 Juni 2015.

 

Agenda Bulan Juni 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Juni 2015 adalah sebagai berikut:

1.Pertemuan dengan Senior Advisor of CTBC Financial Holding Co, Ltd, M1 Juni 2015.

2.Pertemuan dengan perusahaan importir kertas, Right Choice Co, Ltd, M2 Juni 2015

3.Pertemuan dengan buyer kopi dan electrical tape Mr. Sultan A Purahoo,

4.Kunjungan kerja ke perusahaan Pan Asia, Kaohsiung, M2 Juni 2015.

5.Kunjungan kerja ke perusahaan propeller, Kaohsiung M2 Juni 2015.

6.Partisipasi pada the 20th Joint Economic Cooperation Conference between Indonesia and Taiwan, Jakarta, 15-17 Juni 2015.

7.Penyelenggaran Indonesia Investment Promotion, M4 Juni 2015.

8.KDEI Safari Ramadhan, M3 Juni 2015.

9.KDEI Sunday Service, Taipei, 7 Juni dan 21 Juni 2015.

10.Partisipasi perusahaan Indonesia pada Taipei Food Expo, Taipei, 24-27 Juni 2015.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Mei 2015

Meskipun neraca perdagangan Ina-Twn bulan Februari 2015 terkoreksi 30,02 persen (mom), surplus perdagangan Januari-Februari tercatat USD 586,91 juta, atau naik 32,71 persen (yoy)

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Februari 2015 mencapai USD 693,61 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Januari 2015 yang mencapai USD 991,23 juta, turun 30,02 persen. Penurunan dipicu oleh menurunnya transaksi perdagangan non migas dan migas secara bersamaan sebesar masing-masing 26,91 persen dan 42,91 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan Februari 2015, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 16,91 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Februari 2015 mencapai USD 1,68 milyar, turun 0,28 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya total perdagangan pada bulan Februari diduga disebabkan oleh menurunnya aktivitas perdagangan internasional Taiwan sebagai akibat banyaknya hari libur nasional di Taiwan yang mencapai 10 hari kalender (Tahun Baru China “Imlek” dan Hari Perdamaian). KDEI-Taipei akan berupaya meningkatkan aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan agar dapat meyakinkan pasar Taiwan dan pengusaha Indonesia untuk meningkatkan interaksi dunia usaha.

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Februari 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 157,98 juta, atau turun 63,17 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Februari 2014 juga mengalami penurunan sebesar 55,06 persen (yoy), yang pada Februari 2014 mencapai USD 351,55 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh turunnya neraca perdagangan non migas sebesar 73,57 persen (mom). Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Februari 2015 mencapai surplus sebesar USD 586,91 juta, naik 32,71 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan, sehingga dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan ekspor Indonesia pada kuartal pertama tahun 2015. 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Februari 2015 mencapai USD 425,80 juta, atau turun 40,04 persen dibanding bulan Januari 2015 (mom), dan turun 28,22 persen dibanding bulan Februari 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 76,55 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya ekspor Indonesia bulan Februari 2015 didorong oleh turunnya ekspor migas (45,01 persen), dan ekspor non migas yang turun 38,33 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai USD 1,13 milyar, naik 6,56 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Februari 2015 mencapai USD 267,82 juta, atau turun 4,74 persen dibanding bulan Januari 2015. Apabila dibandingkan dengan Februari 2014, impor Indonesia naik 10,84 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Februari 2015 didominasi oleh batu bara, logam mulia, dan gas, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 106,04 juta, USD 68,20 juta dan USD 56,65 juta. Komoditi seperti kimia anorganik, kimia organik, dan tembaga mengalami peningkatan sebesar 200,89 persen, 82,01 persen, dan 42,48 persen dibanding bulan Januari 2015 (mom). Sebaliknya, gas, logam mulia, dan nikel turun masing-masing 65,00 persen, 63,43 persen, dan 48,49 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan besi-baja menjadi tiga nilai impor terbesar Februari 2015 dengan nilai USD 50,20 juta, USD 44,25 juta, dan USD 29,98 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain kimia organik dan komponen permesinan dengan masing-masing naik 13,92 persen dan 2,44 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. besi-baja (15,96 persen), komponen kendaraan (10,04 persen), dan produk perikanan (6,86 persen).

 

Perkembangan Investasi Trimester-I 2015

Realisasi investasi proyek penanaman modal pada Triwulan I (Januari - Maret) tahun 2015 adalah sebesar Rp 124,6 triliun, yang kembali mencetak rekor tertinggi. Terlihat peningkatan sebesar 16,9% bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2014 (Rp 106,6 triliun). Jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) adalah sebesar Rp 42,5 triliun, meningkat 22,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya dan jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) adalah sebesar Rp 82,1 triliun, meningkat 14% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada triwulan I Tahun 2015, porsi realisasi investasi di Pulau Jawa adalah sebesar 43,9%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2014 dengan porsi sebesar 41,8%. Adapun nilai realisasi investasi di Pulau Jawa adalah sebesar Rp. 69,9 triliun dan di luar Pulau  Jawa adalah Rp 54,7 triliun.

Sementara, selama bulan April 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi bagi investor Taiwan, antara lain Wan Hai Lines Ltd, Tatung Group, Advantech Corp, Kenmec Mechanical Engineering Co, Ltd, dan Tong Ho Foods Industrial Co., Ltd. Telah dilaksanakan pula kunjungan ke Indonesia untuk melihat lokasi Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, serta pertemuan dengan Taiwan Business Club Jakarta, Bali, dan Surabaya. 

 

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Februari 2015

Terkait pariwisata, pada bulan Maret 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 16.066 orang, turun 6,31 persen dibanding Februari 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Maret 2015 mencapai 45.077 orang, atau naik 1,41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 1,6 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Maret 2015 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (18.437) dan Oseania (24.594). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand (152.347), Vietnam (99.462), Singapura (80.809), dan Malaysia (48.892).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Maret 2015 mencapai 17.378 orang, naik 37,28 persen dibanding bulan Februari 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Maret 2015 mencapai 42.513 orang, atau naik 4,54 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1. TKI a.n. Sahid

         TKI a.n Sahid saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Tri-Service General Hospital, Taipei City karena yang bersangkutan mengalami kecelakaan kerja yang terjadi pada tanggal 24 April 2015. 

        TKI telah menjalani operasi guna melakukan amputasi kaki kiri yang bersangkutan, mengingat beratnya kecelakaan kerja yang dialami. Pasca operasi, tanggal 27 April 2015, TKI sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan biasa.

         Pihak agensi Taiwan dan perusahaan akan bertanggung jawab dalam pembiayaan perawatan sampai dengan kemungkinan penggunaan kaki palsu serta terapi bagi TKI selama di Taiwan.

 

2. Pertemuan Membahas Perkelahian Antar TKI di Taiwan

        Acara panggung hiburan sekaligus pelantikan ketua Organisasi Masyarakat Forum Kerukunan Keluarga Besar Warga Indonesia di Taiwan (FKKBWIT) di Kota Tainan, 12 April 2015 berakhir ricuh. Dua kelompok massa dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pantura terlibat perkelahian. Kedua belah pihak saling melempar batu dan botol-botol minuman. KDEI Taipei yang saat itu ikut menghadiri undangan, langsung meminta panitia untuk menghentikan acara panggung hiburan.

         Untuk menyelesaikan kasus ini, pihak KDEI Taipei pada tanggal 19 April 2015 mengundang panitia dan kedua pihak yang bertikai.

         Berdasarkan keterangan saksi, telah disepakati kronologi oleh pihak Pantura dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang hadir. Namun, karena pihak PSHT tidak hadir, pertemuan dilanjutkan pada 3 Mei 2015.

        Pada 3 Mei 2015 pertemuan lanjutan dihadiri oleh kedua belah pihak, dari PSHT dan Pantura serta panitia penyelenggara. Dalam pertemuan tersebut saksi mengulas kembali kronologis kejadian, dan keduabelah pihak menyepakati kronologis tersebut. 

        Hasil pertemuan, keduabelah pihak akan menghadirkan oknum-oknum yang terlibat dalam perkelahian pada pertemuan selanjutnya, untuk segera diambil tindakan yang diperlukan.

 

3. KDEI Taipei Pidanakan Pelaku Penipuan Jasa Pengiriman Uang

         Sedikitnya 23 (duapuluh tiga) TKI di Taiwan, menjadi korban penipuan bermodus jasa pengiriman uang yang diduga dilakukan Siti Fadila, pemilik “Toko Hi-Indo” di Tainan, Taiwan. Korban awalnya menggunakan jasa pengiriman uang untuk mengirimkan uang ke Indonesia, namun, pada kenyataannya, uang tidak pernah dikirimkan pelaku ke Indonesia.

        Kasus tersebut timbul pada awal Januari 2015, saat beberapa korban mulai mengadukan kasus ini ke kepolisian setempat. Korban penipuan hingga Mei 2015 ini terus bertambah. Rata-rata, korban adalah TKI yang bekerja di Tainan. Total kerugian puluhan korban diduga mencapai NT$2.993.535 (setara Rp 1.197.414.000, dengan nilai tukar Rp 400 per NT$1).

         Untuk mengusut tuntas kasus ini, KDEI Taipei akan membawa kasus penipuan ini ke jalur meja hijau. Pada tanggal 26 April 2015, KDEI Taipei bersama pengacara melakukan pertemuan dengan para korban.

        KDEI Taipei menegaskan, langkah pemidanaan pelaku penipuan ini sebagai bagian dari tanggung jawab Pemerintah Indonesia terhadap para TKI. Mengingat waktu proses peradilan dapat mencapai 6 (enam) bulan hingga 1 (satu) tahun, KDEI Taipei meminta para TKI untuk bersabar dan berharap kasusnya dapat terselesaikan sesuai keinginan bersama.

 

 

Agenda Bulan Mei 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Mei 2015 adalah sebagai berikut:

1.Kunjungan kerja ke perusahaan Swanson Plastic Corporation, M2 Mei 2015.

2.Pertemuan dengan Taiwan Business Club Bandung, M3 Mei 2015.

3.Agenda “Gelar Potensi Investasi Daerah” dan “Regional Investment Forum” di Medan, Manado, dan Mataram, 17-22 Mei 2015.

4.Pendampingan kunker perusahaan tekstil ke Kawasan Industri Karawang, 18-22 Mei 2015.

5.Pelatihan Pembuatan Keramik, Taichung, 10 Mei 2015.

6.Edukasi Keuangan OJK, Taipei, 17 Mei 2015.

7.KDEI Kelas Tari, Taipei, 17 Mei 2015.

8.KDEI Sunday Service, Taipei, 17 Mei 2015.

9.KDEI Mobile Service di Kaohsiung, 31 Mei 2015.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

Pic from : jevuska.com 

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan April 2015

Pertumbuhan ekspor 50,2 % menjadi momentum positif bagi peningkatan perdagangan Indonesia - Taiwan.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Januari 2015 mencapai USD 991,23 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Desember 2014 yang mencapai USD 897,57 juta, naik 10,43 persen. Peningkatan dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan non migas sebesar 14,91 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan Januari 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan naik 15,96 persen (yoy). Meningkatnya total perdagangan pada bulan Januari diharapkan dapat menjadi awal yang baik dan dapat memicu peningkatan perdagangan yang lebih besar lagi sepanjang tahun 2015. KDEI-Taipei akan terus berupaya meningkatkan aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan agar dapat meyakinkan pasar Taiwan dan pengusaha Indonesia dan terus mempertahankan momentum pertumbuhan positif.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Januari 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 428,93 juta, atau naik 66,18 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Januari 2014 juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 372,89 persen (yoy). Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan non migas sebesar 171,44 persen (mom). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia, sehingga dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan ekspor Indonesia pada kuartal pertama tahun 2015. 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Januari 2015 mencapai USD 710,08 juta, atau naik 22,89 persen dibanding bulan Desember 2014 (mom), dan meningkat 50,20 persen dibanding bulan Januari 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 74,43 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia bulan Januari 2015 didorong oleh tumbuhnya ekspor non migas (33,77 persen), walaupun ekspor migas turun 0,65 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan Januari 2014, nilai ekspor non migas Indonesia ke Taiwan yang mencapai USD 528,49 juta, atau naik 54,07 persen. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Januari 2015 mencapai USD 281,15 juta, atau turun 12,07 persen dibanding bulan Desember 2014. Apabila dibandingkan dengan Januari 2014, impor Indonesia turun 26,41 (yoy).

 

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Januari 2015 didominasi oleh logam mulia, gas alam, dan batu bara, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 186,48 juta, USD 161,88 juta dan USD 158,74 juta. Komoditi seperti logam mulia, timah, besi-baja, dan gas alam mengalami peningkatan sebesar 114,87 persen, 67,84 persen, 59,52 persen, dan 21,86 persen dibanding bulan Desember 2014 (mom). Sebaliknya, komponen permesinan, perlengkapan elektronik, dan karet dan produk karet turun masing-masing 26,66 persen, 21,49 persen, dan 11,78 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan besi-baja menjadi tiga nilai impor terbesar Januari 2015 dengan nilai USD 49,01 juta, USD 40,21 juta, dan USD 35,67 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain produk perikanan dan TPT dengan masing-masing naik 27,55 persen dan 4,09 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. minyak non-crude (43,86 persen), kimia organik (37,63 persen), dan plastik dan produk plastik (14,74 persen).

 

Perkembangan Investasi Tahun 2014

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia sepanjang tahun 2014 adalah sebesar US$ 114.669,5 ribu. Adapun nilai realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia sepanjang tahun 2010-2013 berturut-turut adalah: US$ 47.479,7 ribu, US$ 243.174,7 ribu, US$ 646.948,4 ribu, dan US$ 402.636,4 ribu.

Berdasarkan sektor, 91,8% realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia adalah pada sektor sekunder, dengan nilai terbanyak pada sektor industri tekstil (38,8 juta dolar AS), industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik (25,7 juta dolar AS), dan industri mineral non-logam (14,1 juta dolar AS). Sedangkan berdasarkan lokasi, 97,5% realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia berada di Pulau Jawa, dengan nilai terbesar di Jawa Barat (43,7 juta dolar AS), Jawa Timur (26,9 juta dolar AS), dan DKI Jakarta (21,4 juta dolar AS).

Sementara, selama bulan Maret 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi bagi investor Taiwan, antara lain Indonesia Trade, Industry, and Investment Forum dan CEO Business Meeting. 

Selain itu, telah dilaksanakan pula pertemuan dengan perusahaan-perusahaan potensial serta asosiasi-asosiasi pelaku usaha di Taiwan, di antaranya Kenda Rubber Industrial Company, CPC Corporation, E-United Group, Fuburg Industrial Co, Ltd, Shin Kong Group, CTBC Financial Holding, BenQ Corporation, Unison Healthcare Group, Fisheries Research Institute, New Taipei City Computer Association (NTCA), teleconference dengan UKM Binaan Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), dan Chinese International Economic Cooperation Association (CIECA). Juga telah dilakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan potensial serta asosiasi pelaku usaha di Taiwan, yaitu Fu Chun Shin Group, Toong Rong Steel & Iron Enterprise Corporation, Ching Fu Group, dan Taiwan Frozen Seafood Industries Association, serta menerima kunjungan buyer tekstil Mei Chia Lee Int’l Enterprise dari Taichung.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Desember 2014

 

Terkait pariwisata, pada bulan Februari 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 17.148 orang, naik 44,55 persen dibanding Januari 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Februari 2015 mencapai 29.011 orang, atau turun 5,88 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Februari 2015 mencapai 12.659 orang, naik 1,47 persen dibanding bulan Januari 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Februari 2015 mencapai 25.135 orang, atau turun 5,29 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.Hilangnya kapal Hsiang Fu Chuen di perairan Argentina

Kapal penangkap ikan Hsiang Fu Chuen berbobot 700 ton meninggalkan pelabuhan Kaoshiung Taiwan pada bulan Januari 2015 dengan berawakan 21 (dua puluh satu) orang ABK WNI, 11 (sebelas) orang ABK warga negara Republik Rakyat Tiongkok, 13 (tiga belas) orang ABK warga negara Filipina, 2 (dua) orang ABK warga negara Vietnam dan 2 (dua) orang warga Taiwan sebagai teknisi serta Kapten kapal. 
Berdasarkan informasi dari pihak Taiwan Coast Guard dan Taiwan Fisheries Agency, kapal Hsiang Fu Chuen telah kehilangan kontak pada tanggal 26 Februari 2015 pukul 03.00 waktu Taiwan.

Pihak KDEI Taipei telah melakukan pertemuan dengan pihak Coast Guard, Deep Sea Fisheries Agency dan Menteri Luar Negeri Taiwan untuk membahas lebih lanjut terkait permasalah hilangnya kapal Hsiang Fu Chuen. Menteri Luar Negeri Taiwan menyampaikan bahwa pihak Taiwan sangat peduli atas hilangnya kapal ikan Hsiang Fu Chun di perairan selatan Argentina dan telah melakukan upaya dan langkah - langkah penyelamatan dengan melakukan koordinasi dengan perwakilan Taiwan di Argentina.

Pada tanggal 11 Maret 2015 dan 02 April 2015, pihak KDEI Taipei telah mengunjungi pihak agensi guna membahas tanggung jawab dari pemilik kapal apabila kapal Hsiang Fu Chuen telah dinyatakan hilang. Hasil dari pertemuan terakhir adalah pihak agensi menyatakan bahwa apabila kapal telah dinyatakan hilang, pihak agensi bersedia secepatnya memfasilitasi upaya pencairan uang asuransi, hak-hak para ABK selama bekerja diatas kapal dan juga dana bantuan sosial dari pihak pemilik kapal.

Sampai saat ini, keberadaan kapal Hsiang Fu Chuen masih belum diketahui. Pihak pemilik kapal sampai saat ini juga telah mengirim 2 (dua) kapal pencari ikan untuk ikut mencari keberadaan kapal tersebut.

2.TKI sakit a.n Unengsih

TKI a.n Unengsih pada tanggal 23 Maret 2015 dilarikan ke RS Cardinal Tien Hospital, Xiandian, dikarenakan yang bersangkutan tiba-tiba jatuh pingsan. Pihak dokter menjelaskan bahwa pembuluh darah di bagian otak TKI pecah, sehingga yang bersangkutan dalam keadaan kritis serta tingkat kesadaran TKI berada pada skala 3 (tiga), yang mana kesadaran manusia normal adalah 15 (lima belas). Selain itu dijelaskan pula bahwa secara medis, TKI tidak dimungkinkan untuk pulih seperti sedia kala.

Pada tanggal 7 April 2015, perwakilan keluarga TKI yang diwakili Sdr. Ujang, selaku suami TKI serta Sdr. Cecep Sunandar selaku putra dari TKI telah tiba di Taiwan. Telah dilakukan pertemuan antara KDEI Taipei, keluarga TKI, agency dan tim dokter pada tanggal 8 April 2015.

Pihak dokter memberikan beberapa opsi kepada pihak keluarga, diantaranya mencabut alat medis penopang kehidupan TKI, tidak melakukan tindakan medis apabila kondisi TKI secara tiba-tiba drop atau tetap mengupayakan secara medis kepada TKI dalam kondisi apapun. Pihak keluarga memutuskan opsi ketiga dan meminta waktu untuk dapat memantau perkembangan kondisi TKI beberapa hari kedepan. 

Pada tanggal 14 April 205, pukul 24:02, TKI telah meninggal dunia. KDEI Taipei saat ini masih memproses pemulangan jenazah almarhumah ke Indonesia.

3.Gaji 46 TKI Sektor Manufaktur Tertunda

Pada tanggal 4 maret 2015, perwakilan TKI dari 46 orang yang bekerja di sektor manufaktur (Huan Hsin Enterprise Group Co, Ltd) melaporkan ke KDEI bahwa gaji mereka semenjak bulan Januari 2015 belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.

19 Maret 2015, KDEI Taipei melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan di Taichung dan dari hasil pertemuan disepakati bahwa pihak perusahaan akan melunasi gaji para TKI dimaksud. Sementara, pada tanggal 10 April 2015, pihak perusahaan telah melunasi gaji para TKI dengan nominal sejumlah NT$ 559,356.-

4.Promosi "Tenaga Kerja Indonesia Terampil dan Bermartabat" melalui Sarana Transportasi di Taipei, Taichung, dan Kaohsiung

Dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat Taiwan terkait Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, KDEI Taipei telah melakukan promosi “TENAGA KERJA INDONESIA TERAMPIL DAN BERMARTABAT” sejak tanggal 6 Maret 2015 melalui media iklan pada Transportasi Bus di 3 (tiga) kota besar di Taiwan. Upaya promosi ini dilakukan KDEI Taipei, guna menginformasikan kepada masyarakat Taiwan bahwa Tenaga Kerja Indonesia bukan hanya dapat mengisi pekerjaan di sektor pekerjaan Low Skilled, namun mampu juga mengisi di sektor pekerjaan High Skilled. 

Selain itu, upaya promosi ini juga merupakan bentuk pernyataan kepada masyarakat Taiwan bahwa Tenaga Kerja Indonesia memiliki keterampilan yang dapat diandalkan untuk melakukan tugas pekerjaan. Serta memiliki martabat sehingga Tenaga Kerja Indonesia patut untuk dihormati oleh seluruh elemen masyarakat di Taiwan.

Melalui upaya promosi ini, KDEI Taipei juga melakukan perubahan paradigma, bahwa saat ini TKI yang bekerja di Taiwan bukan sebagai objek, tetapi merupakan subjek pelaku untuk mengangkat harkat dan martabat dirinya sebagai Tenaga Kerja Indonesia, sehingga dituntut untuk dapat memperlihatkan kinerja serta sikap yang baik selama bekerja di Taiwan. 

Kegiatan promosi ini dilaksanakan KDEI Taipei bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja R.I dan BNP2TKI. Kegiatan promosi dilakukan selama 3 bulan, sampai dengan bulan Juni 2015, pada 30 buah bus yang beroperasi di Taipei, Taichung dan Kaohsiung dengan nomor Rute 520, 805, 835, 936, 1211, 55, 58, 97, 289, 6533, 62, 69, 214, 29 dan 219

 

Agenda Bulan April 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan April 2015 adalah sebagai berikut:

1.Kunjungan kerja ke perusahaan Wan Hai Lines Ltd, Tatung Group, Advantech Corp, Kenmec Mechanical Engineering Co, Ltd, dan Tong Ho Foods Industrial Co., Ltd.

2.Kunjungan kerja ke Importir produk perikanan dan kelautan Tong Ho Foods Industrial Co. Ltd, Fuyuang Frozen Foods Co. Ltd dan ke Fishermen’s Association Suao District di Yilan

3.Pertemuan dengan Asosiasi Elektrik dan Elektronik Taiwan (TEEMA) membahas rencana misi pembelian dan investasi ke Indonesia pada awal bulan Juli 2015.

4.Kunjungan ke E-United Group, Taiwan Frozen Seafood Industries, Ching Fu Shipbuilding Co. Ltd.

5.Kunjungan kerja ke Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, 23-24 April 2015.

6.KDEI Mobile Service di Tainan, 26 April 2015.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

Pic from : themewah.com 

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Maret 2015

Total perdagangan Indonesia Tahun 2014 sebesar USD 11,23 milyar, dengan surplus mencapai USD 3,56 miliyar, naik 78,02% (yoy).

Indonesia peringkat ke-13 tujuan investasi Taiwan, naik 7 peringkat dibanding tahun 2013.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Desember 2014 mencapai USD 897,57 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan November 2014 yang mencapai USD 837,62 juta, naik 7,16 persen. Peningkatan dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan migas sebesar 13,53 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan tahun 2014 mencapai USD 11,23 milyar, turun 8,67 persen dibanding tahun sebelumnya. Kondisi perekonomian dunia, khususnya Eropa, dan ditambah melemahnya sebagian besar mata uang Asia turut memberi andil melemahnya perdagangan di kawasan Asia sehingga diduga berdampak pada tertekannya perdagangan Indonesia-Taiwan. Namun, dalam pandangan lain, sejumlah kegiatan promosi yang dilakukan kedua pihak telah menjaga perkiraan penurunan yang lebih tinggi lagi. Selain itu, menurunnya total perdagangan Indonesia-Taiwan juga lebih disebabkan pada menurunnya permintaan Indonesia terhadap produk Taiwan.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Desember 2014 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 258,10 juta, atau naik 13,08 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Desember 2013 juga mengalami peningkatan sebesar 30,17persen (yoy). Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan non migas sebesar 61,13 persen (mom). Secara kumulatif tahun 2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 3,56 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 78,02 persen dibanding tahun 2013. KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia, sehingga dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan ekspor Indonesia pada awal tahun 2015. 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Desember 2014 mencapai USD 577,84 juta, atau naik 8,43 persen dibanding bulan Nopember 2014 (mom), namun turun 7,90 persen dibanding bulan Desember 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 68,37 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia bulan Desember 2014 didorong oleh tumbuhnya ekspor migas (5,14 persen) dan ekspor non migas yang juga meningkat 10,01 persen (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan tahun 2014 mencapai USD 7,40 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Desember 2014 mencapai USD 319,73 juta, atau naik 4,94 persen dibanding bulan Nopember 2014. Secara kumulatif tahun 2014, impor Indonesia mencapai USD 3,83 milyar, atau mengalami penurunan 25,52 persen dibanding tahun 2013.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Desember 2014 masih didominasi batu bara dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 132,41 juta dan USD 132,84 juta. Komoditi seperti logam mulia, nikel, besi-baja, dan komponen permesinan mengalami peningkatan sebesar 395,19 persen, 52,03 persen, 21,07 persen, dan 19,08 persen dibanding bulan Nopember 2014 (mom). Sebaliknya, batubara, komponen kendaraan bermotor, dan karet dan produk karet turun masing-masing 18,63 persen, 15,16 persen, dan 13,14 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan besi-baja menjadi tiga nilai impor terbesar Desember 2014 dengan nilai USD 55,70 juta, USD 38,63 juta, dan USD 37,86 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain kimia organik, besi-baja, dan komponen elektronik dengan masing-masing naik 145,36 persen, 34,93 persen, dan 5,40 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. komponen permesinan (20,07 persen) dan plastik dan produk plastik (15,43 persen).

 

Perkembangan Investasi Tahun 2014

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia sepanjang tahun 2014 adalah sebesar US$ 114.669,5 ribu. Adapun nilai realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia sepanjang tahun 2010-2013 berturut-turut adalah: US$ 47.479,7 ribu, US$ 243.174,7 ribu, US$ 646.948,4 ribu, dan US$ 402.636,4 ribu.

Pada periode 2014, Indonesia menempati peringkat ketigabelas negara tujuan investasi Taiwan, meningkat dibandingkan periode 2013 di mana Indonesia menduduki peringkat ke-20.

Sementara, selama bulan Februari 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei, antara lain tanggal 4 Februari 2015 ke Unison Healthcare Group, yaitu perusahaan pada sektor distributor alat kesehatan & jasa kalibrasi dan perbaikan alat kesehatan; dan tanggal 5 Februari 2015 ke Toong Rong Iron & Steel Enterprise Corp, Ltd, yaitu perusahaan besi dan baja untuk konstruksi.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Desember 2014

Terkait pariwisata, pada bulan Desember 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 11.383 orang, turun 5,87 persen dibanding Nopember 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Desember 2014, mencapai 170.301 orang, atau naik 2,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 11,09 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Desember 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (133.677 orang) dan Oseania (116.342 orang). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand (419.133 orang), Vietnam (339.107 orang), Singapura (283.925 orang), Malaysia (198.902 orang).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Desember 2014 mencapai 19.475 orang, naik 49,6 persen dibanding bulan Nopember 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Desember 2014 mencapai 182.704 orang, atau naik 5,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.Penanganan 9 ABK Kapal Teh Hung Hsing No.368

Pada pertengahan tahun 2013, 9 ABK LG Indonesia yang bekerja di Kapal Teh Hung Hsing No.368 diduga telah melakukan pembajakan serta pembunuhan terhadap pemilik kapal serta teknisi mesin warga Taiwan. Kapal Teh Hung Hsing No. 368 meninggalkan pelabuhan Nanfang Aou, Yilan, Taiwan pada 18 Januari 2013 dengan berawakkan 2 orang berkewarganegaraan Taiwan (Kapten dan Teknisi Kapal) dan 9 orang ABK WNI. Kapal tersebut berlayar mengarah ke arah Timur Samudra Pasifik yang kemudian hilang kontak pada tanggal 18 Juli 2013, sekitar 5,910 mil dari Taiwan. 

Semenjak proses penyelidikan sampai proses persidangan KDEI Taipei telah melakukan pendampingan hukum bagi para ABK dengan menyediakan 1 pengacara bagi masing-masing ABK. Dari hasil persidangan, 1 ABK a.n Imam Setiawan yang merupakan salah satu saksi telah dinyatakan bebas dan kembali ke Indonesia pada tanggal 18 Februari. Sedangkan bagi kedelapan ABK lainnya, berdasarkan keputusan pengadilan Negeri Yilan, Taiwan tanggal 10 Februari 2014, adalah sebagai berikut:

1.ABK a.n Mashuri, vonis 14 tahun penjara atas tuntutan melakukan pembunuhan bersama.

2.ABK a.n Jenal Wahidin, vonis 3 bulan penjara atau denda sebesar NT$1,000 per hari atas tuntutan melakukan perusakan.

3.ABK a.n Visa Susanto, Vonis 28 tahun penjara atas tuntutan pembunuhan bersama dan menghasut.

4.ABK a.n Konedi, vonis 17 tahun penjara atas tuntutan pembantu pembunuhan dan pembunuhan bersama.

5.ABK a.n Solehudin, vonis 22 tahun penjara atas tuntutan pembuhunan bersama.

6.ABK a.n Wara Kuswara, vonis 22 tahun penjara atas tuntutan pembuhunan bersama.

7.ABK a.n Waludi, vonis 22 tahun penjara atas tuntutan pembuhunan bersama.

8.ABK a.n Waehidi, vonis tidak bersalah dan saat ini masih ditampung di shelter KDEI kota Taoyuan.

Kedelapan ABK saat ini masih didampingi oleh pengacara atas banding yang diajukan oleh jaksa penuntut.

2.TKI a.n Sulistyah

TKI a.n Sulistiyah adalah korban kecelakaan yang terjadi pada tanggal 17 Oktober 2014 dan dirawat di rumah sakit Chung Shan Medical University. TKI mengalami luka yang sangat serius di bagian kepala. Pihak dokter menyatakan bahwa kondisi TKI sangat sulit dapat kembali sehat.

Berdasarkan permintaan keluarga, KDEI Taipei telah memfasilitasi pemulangan TKI untuk melanjutkan proses perawatannya di Indonesia. Pada tanggal 26 Februari 2015, TKI telah kembali ke Indonesia dengan didampingi oleh Home Staff KDEI Taipei, pihak agensi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

KDEI Taipei masih akan terus memonitor terkait masalah pencairan uang asuransi dan juga proses hukum kepada pihak penabrak.

3.Pertemuan dengan Menteri Tenaga Kerja R.I. dan Kepala BNP2TKI

Pada tanggal 12 Februari 2015, Kepala KDEI-Taipei melakukan pertemuan dengan Menteri Tenaga Kerja dan Kepala BNP2TKI, dengan sejumlah butir hasil diskusi antara lain:

1.Tindaklanjut perpanjangan masa berlaku Memorandum of Understanding antara KDEI-Taipei dan TETO-Jakarta tentang Perekrutan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan.

2.Dukungan Kementerian Tenaga Kerja R.I. dalam hal peningkatan gaji yang diterima oleh TKI di Taiwan, baik di sektor industri maupun domestik.

3.Peningkatan upaya promosi kapabilitas dan ketersediaan TKI yang dapat ditempatkan di sektor industri, meliputi tenaga kerja di industri manufaktur dan konstruksi. Selain itu, kapabilitas TKI yang bekerja sebagai perawat di panti jompo atau yayasan kesehatan juga perlu mendapat pertimbangan khusus untuk juga dipromosikan kepada pengguna di Taiwan.

4.Langkah Pemerintah R.I. dalam merevitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia akan ditindaklanjuti oleh KDEI-Taipei dalam mengembangkan kerjasama antar BLK di Indonesia dan Taiwan.

5.Perlunya evaluasi terhadap penempatan TKI yang dipekerjakan sebagai ABK Pelaut Perikanan dan/atau ABK Nelayan pada kapal berbendera Taiwan, mengingat sejumlah faktor keselamatan dan pola rekrutmen yang perlu diperbaiki di Indonesia.

6.Perlunya perbaikan tata kelola penempatan TKI (pra dan paska), khususnya pada penekanan biaya penempatan (cost structure) dan pengelolaan remitansi.

7.Integrasi antara “Endorsement-online” di KDEI dan “SiskoTKLN” di BNP2TKI efektif berlaku secara penuh pada tanggal 1 Maret 2015, setelah sebelumnya dilakukan masa transisi sejak pertengahan bulan Juni 2014. Integrasi tersebut utamanya dilakukan sebagai langkah perbaikan upaya perlindungan TKI mulai dari tahapan penempatan TKI.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

Pic from : themewah.com 

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Februari 2015

Total perdagangan Indonesia Januari-Nopember 2014 tembus USD 10,0 milyar. Minat investor Taiwan terhadap Indonesia meningkat signifikan.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Nopember 2014 mencapai USD 837,62 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Oktober 2014 yang mencapai USD 959,25 juta, turun 12,68 persen. Penurunan dipicu oleh kontraksi transaksi perdagangan migas sebesar 43,91 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-Nopember/2014 mencapai USD 10,34 milyar, turun 8,07 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspektasi pasar pada akhir tahun transaksi perdagangan diharapkan akan menjadi momentum peningkatan aktivitas perdagangan kedua pihak.

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Nopember 2014 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 228,25 juta, atau turun 32,05 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Nopember 2013 juga mengalami penurunan sebesar 29,74 persen (yoy). Penurunan tersebut utamanya didorong oleh turunnya neraca perdagangan migas sebesar 41,17 persen (mom), meskipun neraca perdagangan non migas naik 22,14 persen (mom). Secara kumulatif selama periode Januari-Nopember/2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 3,31 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 83,28 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Catatan surplus perdagangan Indonesia periode Januari-Nopember/2014 semakin menjauh melampaui catatan surplus tahun 2013. KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia, sehingga dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan ekspor Indonesia pada awal tahun 2015.

 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Nopember 2014 mencapai USD 532,94 juta, atau turun 17,71 persen dibanding bulan Oktober 2014 (mom), dan turun 28,75 persen dibanding bulan Nopember 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 67,38 persen. Menurunnya ekspor Indonesia bulan Nopember 2014 didorong oleh turunnya ekspor migas yang lebih besar (42,61 persen) dibanding ekspor non migas yang justru naik 4,18 persen (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Nopember/2014 mencapai USD 6,82 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Nopember 2014 mencapai USD 304,68 juta, atau turun 2,24 persen dibanding bulan Oktober 2014, dengan impor migas memperkuat penurunan dengan turun sebesar 69,50 persen.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Nopember 2014 masih didominasi batu bara dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 162,71 juta dan USD 152,44 juta. Komoditi seperti besi, amonia, karet, dan kapasitor elektrik mengalami peningkatan sebesar 610,20 persen, 33,80 persen, 23,83 persen, dan 23,76 persen dibanding bulan Oktober 2014 (mom). Sebaliknya, nikel, kayu olahan, dan timah turun masing-masing 30,54 persen, 29,99 persen, dan 16,33 persen.

 

Sementara, tekstil dan produk tekstil, mesin manufaktur, dan besi-baja lembaran menjadi tiga nilai impor terbesar Nopember 2014 dengan nilai USD 25,91 juta, USD 24,70 juta, dan USD 21,95 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain mesin manufaktur, komponen elektronik, dan plastik dengan masing-masing naik 68,01 persen, 10,02 persen, dan 6,72 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. minyak-bukan mentah (79,65 persen), produk ikan (35,44 persen), dan karet sintetis (30,10 persen).

 

Perkembangan Investasi Triwulan IV / 2014

Realisasi investasi proyek penanaman modal pada Triwulan IV (Oktober - Desember) tahun 2014 adalah sebesar Rp 120,4 triliun. Nilai ini merupakan rekor tertinggi serta menunjukkan peningkatan sebesar 14,3persen bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2013 (Rp 105,3 triliun). Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai nilai Rp 41,7 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar 22,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 34,1 triliun). Sedangkan jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) adalah sebesar Rp 78,7 triliun, menunjukkan peningkatan sebanyak 10,5 persen dari Rp 71,2 triliun.

Selama periode Januari-Desember 2014, realisasi investasi mencapai Rp 463,1 triliun, meningkat 16,2% dari periode yang sama tahun lalu. Untuk PMDN mencapai Rp 156,1 triliun meningkat 21,8%. Sedangkan PMA sebesar Rp 307,0 triliun merupakan peningkatan 13,5%.

Lima besar sektor usaha PMDN adalah: Listrik, Gas dan Air (Rp 36,3 triliun); Industri Makanan (Rp 19,6 triliun); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 15,7 triliun);  Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (Rp 13,3 triliun); dan Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 13,1 triliun). Sedangkan lima besar sektor usaha PMA adalah: Pertambangan (USD 4,7 miliar); Industri Makanan (USD 3,1 miliar);  Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (USD. 3,0 miliar); Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (USD 2,5 miliar); dan Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (USD 2,3 miliar).

 

Lima besar lokasi proyek PMDN untuk periode Januari-Desember 2014 adalah: : Jawa Timur (Rp. 38,1 triliun); Jawa Barat (Rp. 18,7 triliun); DKI Jakarta (Rp. 17,8 triliun); Jawa Tengah (Rp. 13,6 triliun) dan Kalimantan Timur (Rp. 12,9 triliun). Sedangkan lima besar lokasi proyek PMA adalah: Jawa Barat (US$. 6,6 miliar); DKI Jakarta (US$. 4,5 miliar); Kalimantan Timur (US$. 2,1 miliar); Banten (US$. 2,0 miliar) dan Jawa Timur (US$. 1,8 miliar).

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia pada periode Januari-Desember 2014 adalah sebesar USD 114,7 juta. Dengan nilai realisasi investasi tersebut, Taiwan menduduki peringkat ke-18 dari negara-negara asal investasi.

Sementara, selama periode Januari-Desember 2014, Indonesia menempati peringkat ke-13 negara tujuan investasi Taiwan, sedangkan untuk periode Januari–Desember 2013 Indonesia menduduki peringkat ke-20. Hal tersebut menunjukkan semakin tingginya minat investor Taiwan untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Sementara, selama bulan Januari 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei, antara lain Partisipasi pada 3rd Tea Expo 2015 di Taichung, Fasilitasi PT. AKR-pengembang Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Courtesy Call kepada kepala BKPM untuk membicarakan beberapa potensi investor asal Taiwan a.l.: Foxconn, Maxxis Tire, Kenda Tire, dan Swanson Plastic, fasilitasi BT Cocoa yang berminat untuk berinvestasi pada sektor pertanian, pertemuan bisnis dengan Cama Coffee, dan pertemuan dengan asosiasi karet Taiwan.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Desember 2014

Terkait pariwisata, pada bulan Desember 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 11.383 orang, turun 5,87 persen dibanding Nopember 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Desember 2014, mencapai 170.301 orang, atau naik 2,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 11,09 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Desember 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (133.677 orang) dan Oseania (116.342 orang). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand (419.133 orang), Vietnam (339.107 orang), Singapura (283.925 orang), Malaysia (198.902 orang).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Desember 2014 mencapai 19.475 orang, naik 49,6 persen dibanding bulan Nopember 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Desember 2014 mencapai 182.704 orang, atau naik 5,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.Penyelesaian permasalahan dan pemulangan TKI

Melakukan penyelesaian 45 permasalahan TKI, dan diantara penyelesaian yang dilakukan, KDEI Taipei melakukan pemulangan bagi 7 (tujuh) TKI a.n : Nuryati, Kristinda Nikowati Yuli Yusigito, Asep Nawawi, Destiawati, Fresi Paint, Ima Wati dan Dariyah.

2.TKI a.n Kristidna Nikowati Yuli

TKI telah menjalani hukuman selama 6 bulan kurungan, sesuai dengan vonis yang ditetapkan oleh pengadilan Taipei atas tuduhan pihak majikan kepada TKI berupa pencurian uang majikan. Pihak majikan keberatan atas vonis tersebut dan mengajukan banding atas vonis yang ditetapkan.

KDEI Taipei bersama pengacara telah mendampingi TKI selama 5 bulan dalam menjalani sidang untuk banding di pengadilan tinggi Taipei dan dalam proses sidang dimaksud, yang bersangkutan ditampung di Shelter KDEI kota Taoyuan. Pengadilan Tinggi Taipei menolak keberatan majikan atas vonis kurungan selama 6 bulan atau membayar ganti rugi sebesar NT970,000.-. Dikarenakan TKI keberatan untuk membayar ganti rugi, maka TKI menalani masa hukuman terhitung tanggal 9 Juli 2014.

Pada tanggal 9 Januari 2015, TKI telah selesai menjalani hukuman kurungan, dan pada tanggal 20 januari 2015 telah difasilitasi kepulangannya ke Indonesia oleh KDEI Taipei.

3.TKI a.n Fresi Paint

TKI dituntut oleh majikan di pengadilan kota New Taipei City dengan tuduhan telah menganiaya pasien (ibu dari pihak majikan) yang dirawatnya sampai meninggal. TKI menyatakan tidak pernah melakukan tindakan penganiayaan ataupun pemukulan terhadap pasien yang dirawatnya. Dalam upaya untuk memberikan perlindungan bagi TKI, KDEI Taipei melakukan pendampingan serta menampung TKI di Shelter KDEI kota Chungli sejak tanggal 17 September 2014.

Pada sidang yang dilakukan pada tanggal 21 November 2014 di pengadilan New Taipei City, majikan tidak memiliki bukti yang cukup terkait tindakan kekerasan yang dilakukan TKI kepada pasien yang dirawatnya. Pada tanggal 15 Desember 2014, pihak pengadilan mengeluarkan keputusan yang menyatakan bahwa TKI tidak bersalah dan apabila pihak majikan tidak menyetujui hasil tersebut, pihak majikan harus mengajukan naik banding sebelum tanggal 29 Desember 2014. 

Sampai batas waktu yang telah ditetapkan, pihak majikan tidak mengajukan permohonan naik banding dan TKI dinyatakan tidak bersalah serta dapat kembali melanjutkan bekerja di Taiwan. Namun demikian, dikarenakan orang tua TKI sedang dalam keadaan sakit, TKI memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan tidak melanjutkan sisa kontrak kerjanya di Taiwan. TKI telah kembali ke Indonesia pada tanggal 31 Januari 2015.

4.Pemulangan jenasah

Di bulan Januari 2015, KDEI Taipei bersama dengan pihak Agency melakukan pemulangan jenasah 2 (dua) ABK Nelayan a.n Ali Murtono dan Jaenudin.

5.Perkembangan kondisi TKI di Rumah Sakit

Dari laporan pengaduan yang disampaikan ke KDEI Taipei, terdapat beberapa pengaduan terkait keberadaan 4 (empat) TKI yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit. 

Adapun 4 (empat) TKI yang termonitor sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit adalah TKI a.n Shinta Danuar, Rokanah, Sulystiah dan Atikah.

Sepanjang bulan Januari 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan ketenagakerjaan dan Exit Program/pelatihan oleh tim tenaga kerja KDEI-Taipei, antara lain: pertemuan dengan Workforce Development Agency Taiwan , Exit Program melalui Pelatihan pembuatan Cenchu Naicha dan fasilitasi pertemuan Kepala BNP2TKI dengan perwakilan TKI di Taiwan.

 

Rencana Bulan Februari 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2014, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Desember 2014 adalah sebagai berikut:

1.Kunjungan kerja ke Toong Rong Iron & Steel Enterprise Corp., Ltd, Tainan, M2 Februari 2015.

2.Kunjungan kerja ke Unison Healthcare Group, Taipei, M2 Februari 2015.

3.Kunjungan kerja dalam rangka Verifikasi dan Monitoring Ketenagakerjaan di beberapa proyek konstruksi serta perusahaan di Taiwan.

4.Layanan KDEI Sunday Service, Taipei, 15 Februari 2015.

5.Fasilitasi kunjungan kerja Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, M2 Februari 2015.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

Pic from : telegraph.co.uk 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

DMC Firewall is a Joomla Security extension!