Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Maret 2016

Surplus perdagangan Indonesia-Taiwan tetap tercatat positif USD 2,93 milyar, walaupun aktivitas perdagangan berkontraksi 19,79 persen (yoy).

Indonesia menempati peringkat ke-8 tujuan investasi Taiwan.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 535,68 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Nopember 2015 yang mencapai USD 645,87 juta, turun 17,06 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya transaksi perdagangan migas sebesar 61,38 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Desember 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 40,32 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Desember 2015 mencapai USD 9,01 milyar, turun 19,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan tahun 2015 secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan. Selain itu, melemahnya nilai tukar NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar sepanjang tahun 2015 juga turut memicu menurunnya tingkat permintaan diantara keduanya.

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Desember 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang turun 19,87 persen (mom), mencapai USD 104,61 juta, dan bila dibandingkan bulan Desember 2014 mengalami penurunan sebesar 59,47 persen (yoy), yang pada bulan Desember 2014 mencapai USD 258,10 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh tingginya penurunan neraca perdagangan migas yang mencapai 50,41 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Desember 2015 mencapai surplus sebesar USD 2,93 milyar, turun 17,82 persen (yoy). KDEI-Taipei akan melakukan evaluasi dan re-focusing pada sejumlah sektor pendorong pertumbuhan perdagangan antara Indonesia-Taiwan. Strategi masif untuk terus meningkatkan pertemuan bisnis dan promosi produk Indonesia di Taiwan akan menjadi faktor penggerak guna, setidaknya, mencapai kembali nilai perdagangan dan surplus yang sama dengan tahun 2014, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga pertengahan tahun 2016.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 320,15 juta, atau turun 17,53 persen dibanding bulan Nopember 2015 (mom), dan turun 44,60 persen dibanding bulan Desember 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 86,04 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya performa ekspor Indonesia bulan Desember 2015 dipengaruhi oleh menurunnya kinerja baik ekspor migas (turun 56,72 persen) maupun non migas yang turun 3,33 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-Desember 2015 mencapai USD 5,97 milyar, terkoreksi 19,32 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 215,53 juta, atau turun 16,35 persen dibanding bulan Nopember 2015. Apabila dibandingkan dengan Desember 2014, impor Indonesia turun sebesar 32,59 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada Desember 2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 104,61 juta, USD 28,50 juta, dan USD 23,33 juta.

 

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, kimia organik, dan plastic menjadi produk impor terbesar bulan Desember 2015 dengan nilai masing-masing USD 42,01 juta, USD 37,05 juta, USD 20,70 juta, dan USD 18,92 juta.

 

Perkembangan Investasi 

Realisasi investasi proyek penanaman modal asing di Indonesia pada tahun 2015 mencapai USD 29.275,54 juta. Adapun lima besar sektor realisasi penanaman modal asing adalah pertambangan; transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi; industri metal, mesin, dan elektronik; listrik, gas, dan air; serta real estates, kawasan industri, dan gedung perkantoran. 

Berdasarkan lokasi, lima besar realisasi penanaman modal asing adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Kalimantan Timur. Sementara, menurut Ministry of Economic Affairs Taiwan, pada tahun 2015 Indonesia menduduki peringkat ke-delapan tujuan investasi Taiwan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-13.

Sepanjang bulan Februari 2016, KDEI Taipei telah melaksanakan beberapa aktivitas. Selain kunjungan ke beberapa perusahaan, juga telah dilaksanakan pertemuan bisnis dengan pelaku usaha asal Taiwan, serta pelaku usaha asal Indonesia yang akan bekerjasama dengan perusahaan Taiwan untuk berinvestasi di Indonesia.

 

Perkembangan Pariwisata 

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia pada bulan Januari 2016 mencapai 12.438 orang, atau naik 4,85 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Januari 2016 mencapai 14.193 orang, atau naik 13,76 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Suminah

        Pada tanggal 22 Februari 2016, KDEI-Taipei menerima informasi dari salah satu anggota Satgas TKI terkait adanya TKI yang diduga mengalami gangguan psikis dan berada di penampungan pengurus Masjid Besar Taipei. 

      Pada tanggal 23 Februari 2016, KDEI Taipei membesuk TKI di tempat penampungan pengurus Masjid Besar Taipei City. Dalam pertemuan tersebut, TKI bisa berkomunikasi dengan lancar dan secara fisik dalam kondisi sehat. TKI juga menyampaikan tidak dalam kondisi tertekan. Hanya saja, terkadang TKI menjawab pertanyaan dengan tidak fokus. Berdasarkan pertemuan KDEI Taipei dengan TKI, diperoleh data bahwa nama TKI adalah Suminah.

        Menurut keterangan pengurus Masjid Besar Taipei, bahwa pada tanggal 16 Februari 2015 TKI kabur dari majikan resmi di New Taipei City, namun kemudian bekerja pada majikan ilegal di Kaohsiung.

        Selanjutnya, pada tanggal 17 Februari 2016, TKI yang merasa tidak betah bekerja di majikan ilegal kemudian menyerahkan diri ke Imigrasi Kaohsiung. Saat menyerahkan diri, petugas Imigrasi Kaohsiung memeriksa catatan dan kemudian diketahui TKI telah dilaporkan majikan resmi di New Taipei City dengan tuduhan telah mencuri uang. Mengingat TKI memiliki catatan kriminal, pihak Imigrasi Kaohsiung tidak dapat memproses kepulangan TKI dan kemudian pada tanggal yang sama menyerahkan TKI kepada pihak Imigrasi New Taipei City. 

     Saat ini KDEI Taipei masih terus berkoordinasi dengan pengurus Masjid Besar Taipei untuk memantau kondisi fisik dan mental TKI dimaksud. KDEI Taipei juga masih berkoordinasi dengan Imigrasi New Taipei City untuk memonitor perkembangan kasus pidana yang menjerat TKI.

 

2.TKI a.n Shinta Danuar

        Berdasarkan hasil monitoring KDEI Taipei selama kurang lebih 1 (satu) tahun dan sebagaimana hasil kunjungan terakhir KDEI Taipei bersama pihak agency pada tanggal 23 Februari 2016 ke rumah sakit, diiformasikan bahwa tangan kiri TKI sudah dapat bergerak walaupun secara perlahan-lahan. 

        Adapun perawat dari rumah sakit menjelaskan bahwa TKI sampai saat ini belum dapat bernapas sendiri. Pihak rumah sakit telah beberapa kali mencoba menurunkan volume dari alat pernapasan, namun yang bersangkutan tetap kesulitan untuk bernapas. Pihak rumah sakit menyarankan agar TKI tetap dirawat dan mendapatkan terapi pernapasan sampai yang bersangkutan dapat bernapas sendiri untuk selanjutnya kembali ke Indonesia.

       Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa apabila TKI dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi seperti saat ini, di Indonesia TKI akan membutuhkan alat pernapasan serupa yang harganya berkisar NT$250,000 (dua ratus lima puluh ribu NT$) atau setara dengan Rp.100,000,000.- (seratus juta rupiah) dan membutuhkan perawat khusus untuk merawat TKI baik selama perjalanan ke Indonesia maupun selama di Indonesia. 

       Berdasarkan saran dari pihak rumah sakit, KDEI Taipei telah menanyakan kepada pihak agency terkait kemungkinan kelanjutan perawatan TKI di Taiwan. Pihak agency menjelaskan bahwa pihak majikan tidak keberatan memperpanjang kontrak kerja TKI dan terus membayar premi asuransi kesehatan TKI. Diperkirakan pihak majikan akan memperpanjang kontrak kerja TKI selama setahun kedepan. 

       KDEI Taipei juga telah menanyakan persetujuan kelanjutan perawatan kepada TKI maupun orang tua TKI. Keduanya setuju untuk melanjutkan perawatan di Taiwan. Selanjutnya KDEI Taipei juga telah mengkomunikasikan kepada pihak agency agar dapat kembali memfasilitasi kunjungan keluarga TKI ke Taiwan. Pihak agency telah setuju untuk kembali memfasilitasi hal tersebut dan prosesnya akan dikomunikasikan dengan pihak PPTKIS.

        KDEI Taipei akan terus memonitor perkembangan kondisi TKI selama dirawat di Taiwan.

 

3.Pengembangan Sistem Re-Entry Direct Hiring Sektor Rumah Tangga

Pihak Indonesia dan Taiwan pada tahun 2016 telah sepakat untuk melakukan pengembangan sistem re-entry hiring TKI sektor rumah tangga dari system yang bersifat manual menuju sistem online. 

        Perlu diinformasikan bahwa proses re-entry hiring yang berjalan saat ini masih bersifat manual, sehingga pihak majikan cenderung meminta bantuan agency dalam melakukan proses pengurusan dokumen penempatan TKI ke kantor Direct Hiring Service Center (DHSC) dan biaya pengurusannya kerap kali dibebankan kepada TKI. Dengan penerapan sistem online, pihak majikan tidak perlu datang ke kantor DHSC sehingga dapat meminimalisir keterlibatan agency dalam pengurusan dokumen dimaksud. 

        Proses pengembangan system menuju sistem online adalah dengan melakukan integrasi Sistem Endorsement KDEI dengan Sistem DHSC-WDA-MoL. Proses pengembangan telah mulai berjalan dan target pelaksanaan pengembangan akan berlangsung sampai dengan akhir tahun 2016.

       Diharapkan sistem online dimaksud akan memberikan kemudahan bagi majikan maupun TKI dalam melakukan pengurusan kelengkapan dokumen penempatan TKI re-entry hiring sektor rumah tangga ke Taiwan.

 

 ------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

 

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd