Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Juli 2015

Siaran Pers KDEI Bulan Juli 2015

Ekspor Indonesia April 2015 mencapai USD 589,57 juta, atau sedikit turun 0,39 persen (mom), namun neraca perdagangan Indonesia surplus USD 305,53 juta, atau naik 7,59 persen (yoy).

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan April 2015 mencapai USD 873,60 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Maret 2015 yang mencapai USD 899,80 juta, turun 2,91 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh terkontraksinya transaksi perdagangan non migas sebesar 10,40 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan April 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 12,96 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-April 2015 mencapai USD 3,46 milyar, turun 6,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan, namun KDEI-Taipei optimis akan terjadi peningkatan pada bulan berikutnya hingga akhir semester 1 seiring dengan sejumlah forum bisnis dan ekshibisi bisnis yang diikuti oleh KDEI-Taipei, Pemerintah Indonesia, dan sejumlah pengusaha Indonesia. 

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan April 2015 tidak berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang justru meningkat 7,59 persen (mom), mencapai USD 305,53 juta, dan bila dibandingkan bulan April 2014 juga mengalami peningkatan sebesar 10,33 persen (yoy), yang pada bulan April 2014 mencapai USD 27,92 juta. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan non migas sebesar 22,72 persen (mom). Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-April 2015 mencapai surplus sebesar USD 1,18 milyar, naik 10,33 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan, sehingga diharapkan dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan perdagangan Indonesia pada semester pertama tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan April 2015 mencapai USD 589,57 juta, atau turun 0,39 persen dibanding bulan Maret 2015 (mom), dan turun 7,93 persen dibanding bulan April 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 73,03 persen terhadap nilai ekspor. Sedikit turunnya ekspor Indonesia bulan April 2015 dipengaruhi oleh turunnya ekspor non migas (5,01 persen), walaupun ekspor migas naik 14,69 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai USD 2,32 milyar, sedikit terkoreksi 0,58 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan April 2015 mencapai USD 284,04 juta, atau turun 7,75 persen dibanding bulan Maret 2015. Apabila dibandingkan dengan April 2014, impor Indonesia turun 21,84 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan April 2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 138,72 juta, USD 129,53 juta dan USD 126,65 juta. Komoditi seperti gas alam, logam mulia, dan timah mengalami peningkatan sebesar 41,08 persen, 33,19 persen, dan 17,52 persen dibanding bulan Maret 2015 (mom). Sebaliknya, komponen kendaraan bermotor dan karet dan produk karet turun masing-masing 35,73 persen dan 17,08 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan minyak (non-crude) menjadi tiga nilai impor terbesar April 2015 dengan nilai USD 50,90 juta, USD 50,04 juta, dan USD 34,63 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain kimia anorganik dan tekstil dan produk tekstil dengan masing-masing naik 6,74 persen dan 4,57 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. besi-baja (18,29 persen), plastik dan produk plastik (16,16 persen), dan komponen permesinan (15,94 persen).

 

Perkembangan Investasi Kuartal I - 2015

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia pada triwulan pertama tahun 2015 adalah sebesar USD 15,19 juta dengan 48 proyek. Berdasarkan lokasi, realisasi investasi asal Taiwan pada triwulan pertama tahun 2015 hampir seluruhnya berada di Pulau Jawa dengan nilai terbesar pada Provinsi DKI Jakarta (USD 5,51 juta), Jawa Barat (USD 3,16 juta) dan Jawa Timur (USD 2,70 juta). Sedangkan berdasarkan sektor, sebagian besar realisasi investasi Taiwan di Indonesia untuk triwulan pertama tahun 2015 adalah pada sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (US4 4,63 juta), perdagangan dan reparasi (USD 2,54 juta), dan industri karet, barang dari karet dan plastik (USD 2,10 juta).

Sementara, selama bulan Juni 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan perdagangan dan investasi bagi kalangan pengusaha Taiwan, antara lain kunjungan ke CTBC Financial Holding Co,. Ltd, importir kertas Right Choice Co,. Ltd., perusahaan kopi dan electrical tape, perusahaan Pan Asia di Kaoshiung, perusahaan galangan kapal China Shipbulding Corp (CSBC), perusahaan Hung Shen Propeller, Taiwan Electrical and Electronic Manufacturers Association (TEEMA), Taiwan Association of Machinery Industry (TAMI), partisipasi pada the 20th Joint Economic Cooperation Conference between Indonesia and Taiwan di Jakarta, penyelenggaraan Indonesia Investment Promotion dengan keterlibatan lebih dari 100 perusahaan berskala menengah-besar, dan partisipasi pada ekshibisi Food Taipei 2015.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Mei 2015

Terkait pariwisata, pada bulan Mei 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 14.530 orang, turun 12,45 persen dibanding April 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Mei 2015 mencapai 73.673 orang, atau naik 3,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Mei 2015 mencapai 12.161 orang, turun 9,62 persen dibanding bulan April 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Mei 2015 mencapai 68.130 orang, atau turun 1,11 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Sugiayem

         Sebelum dirawat di rumah sakit, pada tanggal 29 Mei 2015, TKI telah datang ke KDEI Taipei untuk konsultasi terkait prosedur kepulangan ke Indonesia, mengingat statusnya saat ini. 

Pada tanggal 1 Juni 2015 TKI masuk rumah sakit dan setelah melalui beberapa pemeriksaan, ditemukan adanya penyumbatan pada pembuluh darah di bagian otak yang mengakibatkan TKI mengalami kesulitan dalam berbicara dan melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, di dalam otak TKI terdapat 3 (tiga) gumpalan yang masih belum diketahui apakah gumpalan itu berupa tumor atau lainnya

KDEI Taipei telah menjenguk TKI serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait di Indonesia dalam rangka upaya memfasilitasi pembiayaan perawatan TKI selama di rumah sakit serta kemungkinan pemulangan TKI ke Indonesia sebagaimana keinginan TKI untuk melanjutkan perawatan di Indonesia.

Pada tanggal 26 Juni 2015, Sdr. Nihayatul Wafiroh (anggota DPR-RI FPKB) menjenguk TKI di rumah sakit sekaligus menemui pihak dokter dalam rangka membicarakan kemungkinan TKI untuk dipulangkan ke Indonesia dan melanjutkan perawatan di indonesia. Pihak dokter menjelaskan bahwa masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa TKI dimungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia. 

Pada tanggal 29 Juni 2015, Kemlu RI cq. Direktorat Perlindungan WNI dan BHI menjenguk TKI di rumah sakit sekaligus melakukan evaluasi terkait perkiraan biaya perawatan serta pemulangan TKI ke Indonesia. Pihak dokter telah melakukan pemeriksaan lanjutan dan hasilnya bahwa TKI dimungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia dengan fasilitas penerbangan yang disesuaikan dengan kondisi TKI.

 

2. Jenazah 5 (Lima) ABK Dipulangkan dari Senegal

      Pada tanggal 5 Juni 2015, 5 (lima) jenazah ABK di Senegal telah dipulangkan ke Indonesia. Dari 5 (lima) jenazah, 4 (empat) jenazah a.n Ruhiyatna Nopiansah, Sardi, Roko Bayu Anggoro, dan Rasjo Lamtoro diterbangkan dari Dakar tanggal 5 Juni 2015 pukul 17.30, transit di Dubai, dan tiba di Jakarta pada tanggal 6 Juni 2015 pukul 22.30 WIB. Adapun jenazah a.n Hero Edmond Lusikooy diterbangkan dari Dakar pada tanggal 5 Juni 2015 pukul 17.30, transit di Dubai dan Singapura dan tiba di Surabaya pada tanggal 6 Juni 2015 dengan pesawat GA 850.

Pihak agensi di Taiwan telah memberikan uang santunan kepada masing-masing ahli waris sebesar USD 1.000. 

KDEI -Taipei sampai saat ini masih mengupayakan agar pihak pemilik kapal ikut memberi santunan kepada ahli waris 5 (lima) ABK.

 

Agenda Bulan Juli 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Juli 2015 adalah sebagai berikut:

1.Pertemuan dengan importir kopi Cama Coffee, M2 Juli 2015.

2.Kunjungan kerja ke perusahaan Shi Fuu Ship Building, Kaohsiung, M2 Juli 2015.

3.Pertemuan dengan Asosiasi Kopi Taiwan, M3 Juli 2015.

4.Kunjungan kerja ke perusahaan Ching Fu Group, M3 Juli 2015.

5.Kunjungan kerja ke perusahaan Tasco Group, M4 Juli 2015.

6.Partisipasi pada “International Conference on the Establishment of AEC and RCEP”, Taipei, M4 Juli 2015.

7.Kunjungan kerja ke redaksi majalah kopi Asia, Taipei, M2 Juli 2015.

8.KDEI Sunday Service, Taipei, 5 Juli.

9.KDEI Open House Hari Raya Idul Fitri 1436H, Taipei, 18 Juli 2015.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : citizendaily.net

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

Our website is protected by DMC Firewall!