Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Juni 2015

Ekspor Indonesia Triwulan-1/2015 yang mencapai USD 1,73 milyar,  atau tumbuh 2,20 persen (yoy), diperkuat dengan pertumbuhan surplus perdagangan sebesar 27,39 persen (yoy). 
Indonesia peringkat ke-4 tujuan investasi Taiwan pada bulan April 2015.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Maret 2015 mencapai USD 899,80 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Februari 2015 yang mencapai USD 693,61 juta, naik 29,73 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan baik non migas maupun migas secara bersamaan sebesar masing-masing 30,04 persen dan 28,04 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan Maret 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 10,73 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Maret 2015 mencapai USD 2,58 milyar, turun 4,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. KDEI-Taipei akan berupaya untuk terus meningkatkan aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan agar dapat meyakinkan pasar Taiwan dan pengusaha Indonesia untuk meningkatkan interaksi dunia usaha dan mencapai kinerja yang optimal pada semester-1 tahun 2015.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Maret 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 283,97 juta, atau naik 79,75 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Maret 2014 juga mengalami peningkatan sebesar 17,65 persen (yoy), yang pada bulan Maret 2014 mencapai USD 241,37 juta. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan non migas sebesar 116,07 persen (mom). Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Maret 2015 mencapai surplus sebesar USD 870,88 juta, naik 27,39 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan, sehingga dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan ekspor Indonesia pada semester pertama tahun 2015.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Maret 2015 mencapai USD 591,89 juta, atau naik 39,01 persen dibanding bulan Februari 2015 (mom), namun turun 5,25 persen dibanding bulan Maret 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 76,58 persen terhadap nilai ekspor. Meningkatnya ekspor Indonesia bulan Maret 2015 didorong oleh naiknya ekspor non migas (39,06 persen) dan ekspor migas yang juga naik 38,83 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai USD 1,73 milyar, naik 2,20 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Maret 2015 mencapai USD 307,91 juta, atau turun 14,97 persen dibanding bulan Februari 2015. Apabila dibandingkan dengan Maret 2014, impor Indonesia turun 14,91 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Maret 2015 didominasi oleh batu bara, logam mulia, dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 157,71 juta, USD 95,09 juta dan USD 91,81 juta. Komoditi seperti tembaga, kertas dan produk kertas, dan komponen kendaraan bermotor mengalami peningkatan sebesar 93,18 persen, 73,97 persen, dan 58,02 persen dibanding bulan Februari 2015 (mom). Sebaliknya, kimia anorganik dan minyak (bukan mentah) turun masing-masing 52,34 persen dan 44,48 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan besi-baja menjadi tiga nilai impor terbesar Maret 2015 dengan nilai USD 60,55 juta, USD 47,85 juta, dan USD 29,56 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain kimia organik, produk perikanan, dan plastik dan produk plastik dengan masing-masing naik 58,95 persen, 34,90 persen, dan 33,11 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. komponen elektronik (9,34 persen) dan besi-baja (1,38 persen).

 

Perkembangan Investasi 2015

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia pada triwulan pertama tahun 2015 adalah sebesar US$ 15.193,1 ribu dengan 48 proyek. Pada periode Januari-April 2015, Indonesia menempati peringkat keempat negara tujuan investasi Taiwan, setelah Tiongkok, United Kingdom dan Filipina.

Sementara, selama bulan Mei 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi bagi investor Taiwan, antara lain kunjungan ke perusahaan Swanson Plastic Corporation, pertemuan dengan Taiwan Business Club Bandung, serta business forum di Changhwa, Lee Group (importir produk TPT) di Taichung, Changhwa Coastal Industrial Park di Changhwa, China Ship Building Corporation di Kaoshiung, Hunghua Construction Company di Kaoshiung, Ching Fu Shipbuilding di Kaoshiung, dan pertemuan Ketua Asosiasi TWTC Enterpreneurs & Manufacturers Association.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Februari 2015

Terkait pariwisata, pada bulan April 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 14.066 orang, turun 12,45 persen dibanding Maret 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-April 2015 mencapai 59.143 orang, atau naik 2,90 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan April 2015 mencapai 13.456 orang, turun 22,57 persen dibanding bulan Maret 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-April 2015 mencapai 55.969 orang, atau naik 3,05 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Ani Satul Mahmudah

         Berdasarkan informasi Dinas Tenaga Kerja Kota Kaohsiung, pada tanggal 23 April 2015, bahwa TKI a.n Ani Satul Mahmudah mengalami perawatan di Cuoying Haicung Hospital, Kaohsiung karena menderita luka bakar 40 persen saat memasak di tempat teman prianya. 

         Pihak KDEI-Taipei telah menjenguk TKI di rumah serta berkoordinasi dengan pihak agensi dan perwakilan PPTKIS di Taiwan yang menyepakati bahwa biaya rumah sakit akan ditanggung agensi dan PPTKIS.

        Setelah sekitar 1 (satu) bulan dirawat di rumah sakit, TKI telah diijinkan meninggalkan rumah sakit pada tanggal 29 Mei 2015 dan ditampung sementara di Shelter KDEI di Kota Taichung. Pada tanggal 2 Juni 2015, TKI telah kembali ke Indonesia.

2.Lima ABK LG Meninggal di Perairan Senegal

        Berdasarkan informasi Crisis Center BNP2TKI, pada pertengahan bulan Mei, bahwa terdapat 5 (lima) ABK meninggal di perairan Senegal. Kelima ABK tersebut adalah: Rasjo Lamtoro, Ruhiyatna Nopiyansah, Sardi, Roko Bayu Anggoro, dan Hero Edmond Lusikooy.

       Pihak KDEI-Taipei telah melakukan koordinasi dan kunjungan ke pihak agensi King Power International Co, Ltd, yang menyatakan bahwa gaji kelima ABK telah dibayarkan melalui transfer ke rekening ahli waris di Indonesia. Terkait santunan untuk ahli waris, pihak agensi akan membahas dengan pemilik kapal di RRT. Adapun kelima ABK telah diasuransikan di Indonesia dan pengurusannya akan dilakukan oleh pihak P4.  

       Pada tanggal 26 Mei 2015, Crisis Center BNP2TKI dan KBRI Senegal menginformasikan via telepon bahwa pemulangan kelima jenazah mengalami hambatan dikarenakan dana yang dikirimkan pihak agensi tidak mencukupi. Sementara, pada tanggal 31 Mei 2015 pihak agensi menginformasikan bahwa pemilik kapal telah melakukan pengiriman tambahan biaya pemulangan kelima jenazah ABK ke Indonesia. Direncanakan jenazah kelima ABK akan dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 5 Juni 2015.

 

Agenda Bulan Juni 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Juni 2015 adalah sebagai berikut:

1.Pertemuan dengan Senior Advisor of CTBC Financial Holding Co, Ltd, M1 Juni 2015.

2.Pertemuan dengan perusahaan importir kertas, Right Choice Co, Ltd, M2 Juni 2015

3.Pertemuan dengan buyer kopi dan electrical tape Mr. Sultan A Purahoo,

4.Kunjungan kerja ke perusahaan Pan Asia, Kaohsiung, M2 Juni 2015.

5.Kunjungan kerja ke perusahaan propeller, Kaohsiung M2 Juni 2015.

6.Partisipasi pada the 20th Joint Economic Cooperation Conference between Indonesia and Taiwan, Jakarta, 15-17 Juni 2015.

7.Penyelenggaran Indonesia Investment Promotion, M4 Juni 2015.

8.KDEI Safari Ramadhan, M3 Juni 2015.

9.KDEI Sunday Service, Taipei, 7 Juni dan 21 Juni 2015.

10.Partisipasi perusahaan Indonesia pada Taipei Food Expo, Taipei, 24-27 Juni 2015.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

Our website is protected by DMC Firewall!