Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Mei 2015

Siaran Pers KDEI Bulan Mei 2015

Meskipun neraca perdagangan Ina-Twn bulan Februari 2015 terkoreksi 30,02 persen (mom), surplus perdagangan Januari-Februari tercatat USD 586,91 juta, atau naik 32,71 persen (yoy)

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Februari 2015 mencapai USD 693,61 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Januari 2015 yang mencapai USD 991,23 juta, turun 30,02 persen. Penurunan dipicu oleh menurunnya transaksi perdagangan non migas dan migas secara bersamaan sebesar masing-masing 26,91 persen dan 42,91 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan Februari 2015, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 16,91 persen (yoy). Secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Februari 2015 mencapai USD 1,68 milyar, turun 0,28 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya total perdagangan pada bulan Februari diduga disebabkan oleh menurunnya aktivitas perdagangan internasional Taiwan sebagai akibat banyaknya hari libur nasional di Taiwan yang mencapai 10 hari kalender (Tahun Baru China “Imlek” dan Hari Perdamaian). KDEI-Taipei akan berupaya meningkatkan aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan agar dapat meyakinkan pasar Taiwan dan pengusaha Indonesia untuk meningkatkan interaksi dunia usaha.

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Februari 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 157,98 juta, atau turun 63,17 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Februari 2014 juga mengalami penurunan sebesar 55,06 persen (yoy), yang pada Februari 2014 mencapai USD 351,55 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh turunnya neraca perdagangan non migas sebesar 73,57 persen (mom). Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Februari 2015 mencapai surplus sebesar USD 586,91 juta, naik 32,71 persen (yoy). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum positif neraca perdagangan Indonesia dan terus ditingkatkan, sehingga dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan ekspor Indonesia pada kuartal pertama tahun 2015. 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Februari 2015 mencapai USD 425,80 juta, atau turun 40,04 persen dibanding bulan Januari 2015 (mom), dan turun 28,22 persen dibanding bulan Februari 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 76,55 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya ekspor Indonesia bulan Februari 2015 didorong oleh turunnya ekspor migas (45,01 persen), dan ekspor non migas yang turun 38,33 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai USD 1,13 milyar, naik 6,56 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Februari 2015 mencapai USD 267,82 juta, atau turun 4,74 persen dibanding bulan Januari 2015. Apabila dibandingkan dengan Februari 2014, impor Indonesia naik 10,84 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Februari 2015 didominasi oleh batu bara, logam mulia, dan gas, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 106,04 juta, USD 68,20 juta dan USD 56,65 juta. Komoditi seperti kimia anorganik, kimia organik, dan tembaga mengalami peningkatan sebesar 200,89 persen, 82,01 persen, dan 42,48 persen dibanding bulan Januari 2015 (mom). Sebaliknya, gas, logam mulia, dan nikel turun masing-masing 65,00 persen, 63,43 persen, dan 48,49 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan besi-baja menjadi tiga nilai impor terbesar Februari 2015 dengan nilai USD 50,20 juta, USD 44,25 juta, dan USD 29,98 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain kimia organik dan komponen permesinan dengan masing-masing naik 13,92 persen dan 2,44 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. besi-baja (15,96 persen), komponen kendaraan (10,04 persen), dan produk perikanan (6,86 persen).

 

Perkembangan Investasi Trimester-I 2015

Realisasi investasi proyek penanaman modal pada Triwulan I (Januari - Maret) tahun 2015 adalah sebesar Rp 124,6 triliun, yang kembali mencetak rekor tertinggi. Terlihat peningkatan sebesar 16,9% bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2014 (Rp 106,6 triliun). Jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) adalah sebesar Rp 42,5 triliun, meningkat 22,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya dan jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) adalah sebesar Rp 82,1 triliun, meningkat 14% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada triwulan I Tahun 2015, porsi realisasi investasi di Pulau Jawa adalah sebesar 43,9%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2014 dengan porsi sebesar 41,8%. Adapun nilai realisasi investasi di Pulau Jawa adalah sebesar Rp. 69,9 triliun dan di luar Pulau  Jawa adalah Rp 54,7 triliun.

Sementara, selama bulan April 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi bagi investor Taiwan, antara lain Wan Hai Lines Ltd, Tatung Group, Advantech Corp, Kenmec Mechanical Engineering Co, Ltd, dan Tong Ho Foods Industrial Co., Ltd. Telah dilaksanakan pula kunjungan ke Indonesia untuk melihat lokasi Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, serta pertemuan dengan Taiwan Business Club Jakarta, Bali, dan Surabaya. 

 

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Februari 2015

Terkait pariwisata, pada bulan Maret 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 16.066 orang, turun 6,31 persen dibanding Februari 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Maret 2015 mencapai 45.077 orang, atau naik 1,41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 1,6 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Maret 2015 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (18.437) dan Oseania (24.594). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand (152.347), Vietnam (99.462), Singapura (80.809), dan Malaysia (48.892).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Maret 2015 mencapai 17.378 orang, naik 37,28 persen dibanding bulan Februari 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Maret 2015 mencapai 42.513 orang, atau naik 4,54 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1. TKI a.n. Sahid

         TKI a.n Sahid saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Tri-Service General Hospital, Taipei City karena yang bersangkutan mengalami kecelakaan kerja yang terjadi pada tanggal 24 April 2015. 

        TKI telah menjalani operasi guna melakukan amputasi kaki kiri yang bersangkutan, mengingat beratnya kecelakaan kerja yang dialami. Pasca operasi, tanggal 27 April 2015, TKI sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan biasa.

         Pihak agensi Taiwan dan perusahaan akan bertanggung jawab dalam pembiayaan perawatan sampai dengan kemungkinan penggunaan kaki palsu serta terapi bagi TKI selama di Taiwan.

 

2. Pertemuan Membahas Perkelahian Antar TKI di Taiwan

        Acara panggung hiburan sekaligus pelantikan ketua Organisasi Masyarakat Forum Kerukunan Keluarga Besar Warga Indonesia di Taiwan (FKKBWIT) di Kota Tainan, 12 April 2015 berakhir ricuh. Dua kelompok massa dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pantura terlibat perkelahian. Kedua belah pihak saling melempar batu dan botol-botol minuman. KDEI Taipei yang saat itu ikut menghadiri undangan, langsung meminta panitia untuk menghentikan acara panggung hiburan.

         Untuk menyelesaikan kasus ini, pihak KDEI Taipei pada tanggal 19 April 2015 mengundang panitia dan kedua pihak yang bertikai.

         Berdasarkan keterangan saksi, telah disepakati kronologi oleh pihak Pantura dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang hadir. Namun, karena pihak PSHT tidak hadir, pertemuan dilanjutkan pada 3 Mei 2015.

        Pada 3 Mei 2015 pertemuan lanjutan dihadiri oleh kedua belah pihak, dari PSHT dan Pantura serta panitia penyelenggara. Dalam pertemuan tersebut saksi mengulas kembali kronologis kejadian, dan keduabelah pihak menyepakati kronologis tersebut. 

        Hasil pertemuan, keduabelah pihak akan menghadirkan oknum-oknum yang terlibat dalam perkelahian pada pertemuan selanjutnya, untuk segera diambil tindakan yang diperlukan.

 

3. KDEI Taipei Pidanakan Pelaku Penipuan Jasa Pengiriman Uang

         Sedikitnya 23 (duapuluh tiga) TKI di Taiwan, menjadi korban penipuan bermodus jasa pengiriman uang yang diduga dilakukan Siti Fadila, pemilik “Toko Hi-Indo” di Tainan, Taiwan. Korban awalnya menggunakan jasa pengiriman uang untuk mengirimkan uang ke Indonesia, namun, pada kenyataannya, uang tidak pernah dikirimkan pelaku ke Indonesia.

        Kasus tersebut timbul pada awal Januari 2015, saat beberapa korban mulai mengadukan kasus ini ke kepolisian setempat. Korban penipuan hingga Mei 2015 ini terus bertambah. Rata-rata, korban adalah TKI yang bekerja di Tainan. Total kerugian puluhan korban diduga mencapai NT$2.993.535 (setara Rp 1.197.414.000, dengan nilai tukar Rp 400 per NT$1).

         Untuk mengusut tuntas kasus ini, KDEI Taipei akan membawa kasus penipuan ini ke jalur meja hijau. Pada tanggal 26 April 2015, KDEI Taipei bersama pengacara melakukan pertemuan dengan para korban.

        KDEI Taipei menegaskan, langkah pemidanaan pelaku penipuan ini sebagai bagian dari tanggung jawab Pemerintah Indonesia terhadap para TKI. Mengingat waktu proses peradilan dapat mencapai 6 (enam) bulan hingga 1 (satu) tahun, KDEI Taipei meminta para TKI untuk bersabar dan berharap kasusnya dapat terselesaikan sesuai keinginan bersama.

 

 

Agenda Bulan Mei 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Mei 2015 adalah sebagai berikut:

1.Kunjungan kerja ke perusahaan Swanson Plastic Corporation, M2 Mei 2015.

2.Pertemuan dengan Taiwan Business Club Bandung, M3 Mei 2015.

3.Agenda “Gelar Potensi Investasi Daerah” dan “Regional Investment Forum” di Medan, Manado, dan Mataram, 17-22 Mei 2015.

4.Pendampingan kunker perusahaan tekstil ke Kawasan Industri Karawang, 18-22 Mei 2015.

5.Pelatihan Pembuatan Keramik, Taichung, 10 Mei 2015.

6.Edukasi Keuangan OJK, Taipei, 17 Mei 2015.

7.KDEI Kelas Tari, Taipei, 17 Mei 2015.

8.KDEI Sunday Service, Taipei, 17 Mei 2015.

9.KDEI Mobile Service di Kaohsiung, 31 Mei 2015.

 

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

Pic from : jevuska.com 

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is a Joomla Security extension!