Menu

Siaran Pers KDEI Bulan April 2015

Pertumbuhan ekspor 50,2 % menjadi momentum positif bagi peningkatan perdagangan Indonesia - Taiwan.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Januari 2015 mencapai USD 991,23 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Desember 2014 yang mencapai USD 897,57 juta, naik 10,43 persen. Peningkatan dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan non migas sebesar 14,91 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan Januari 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan naik 15,96 persen (yoy). Meningkatnya total perdagangan pada bulan Januari diharapkan dapat menjadi awal yang baik dan dapat memicu peningkatan perdagangan yang lebih besar lagi sepanjang tahun 2015. KDEI-Taipei akan terus berupaya meningkatkan aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan agar dapat meyakinkan pasar Taiwan dan pengusaha Indonesia dan terus mempertahankan momentum pertumbuhan positif.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Januari 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 428,93 juta, atau naik 66,18 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Januari 2014 juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 372,89 persen (yoy). Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan non migas sebesar 171,44 persen (mom). KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia, sehingga dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan ekspor Indonesia pada kuartal pertama tahun 2015. 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Januari 2015 mencapai USD 710,08 juta, atau naik 22,89 persen dibanding bulan Desember 2014 (mom), dan meningkat 50,20 persen dibanding bulan Januari 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 74,43 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia bulan Januari 2015 didorong oleh tumbuhnya ekspor non migas (33,77 persen), walaupun ekspor migas turun 0,65 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan Januari 2014, nilai ekspor non migas Indonesia ke Taiwan yang mencapai USD 528,49 juta, atau naik 54,07 persen. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Januari 2015 mencapai USD 281,15 juta, atau turun 12,07 persen dibanding bulan Desember 2014. Apabila dibandingkan dengan Januari 2014, impor Indonesia turun 26,41 (yoy).

 

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Januari 2015 didominasi oleh logam mulia, gas alam, dan batu bara, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 186,48 juta, USD 161,88 juta dan USD 158,74 juta. Komoditi seperti logam mulia, timah, besi-baja, dan gas alam mengalami peningkatan sebesar 114,87 persen, 67,84 persen, 59,52 persen, dan 21,86 persen dibanding bulan Desember 2014 (mom). Sebaliknya, komponen permesinan, perlengkapan elektronik, dan karet dan produk karet turun masing-masing 26,66 persen, 21,49 persen, dan 11,78 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan besi-baja menjadi tiga nilai impor terbesar Januari 2015 dengan nilai USD 49,01 juta, USD 40,21 juta, dan USD 35,67 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain produk perikanan dan TPT dengan masing-masing naik 27,55 persen dan 4,09 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. minyak non-crude (43,86 persen), kimia organik (37,63 persen), dan plastik dan produk plastik (14,74 persen).

 

Perkembangan Investasi Tahun 2014

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia sepanjang tahun 2014 adalah sebesar US$ 114.669,5 ribu. Adapun nilai realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia sepanjang tahun 2010-2013 berturut-turut adalah: US$ 47.479,7 ribu, US$ 243.174,7 ribu, US$ 646.948,4 ribu, dan US$ 402.636,4 ribu.

Berdasarkan sektor, 91,8% realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia adalah pada sektor sekunder, dengan nilai terbanyak pada sektor industri tekstil (38,8 juta dolar AS), industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik (25,7 juta dolar AS), dan industri mineral non-logam (14,1 juta dolar AS). Sedangkan berdasarkan lokasi, 97,5% realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia berada di Pulau Jawa, dengan nilai terbesar di Jawa Barat (43,7 juta dolar AS), Jawa Timur (26,9 juta dolar AS), dan DKI Jakarta (21,4 juta dolar AS).

Sementara, selama bulan Maret 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei serta kegiatan lainnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi bagi investor Taiwan, antara lain Indonesia Trade, Industry, and Investment Forum dan CEO Business Meeting. 

Selain itu, telah dilaksanakan pula pertemuan dengan perusahaan-perusahaan potensial serta asosiasi-asosiasi pelaku usaha di Taiwan, di antaranya Kenda Rubber Industrial Company, CPC Corporation, E-United Group, Fuburg Industrial Co, Ltd, Shin Kong Group, CTBC Financial Holding, BenQ Corporation, Unison Healthcare Group, Fisheries Research Institute, New Taipei City Computer Association (NTCA), teleconference dengan UKM Binaan Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), dan Chinese International Economic Cooperation Association (CIECA). Juga telah dilakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan potensial serta asosiasi pelaku usaha di Taiwan, yaitu Fu Chun Shin Group, Toong Rong Steel & Iron Enterprise Corporation, Ching Fu Group, dan Taiwan Frozen Seafood Industries Association, serta menerima kunjungan buyer tekstil Mei Chia Lee Int’l Enterprise dari Taichung.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Desember 2014

 

Terkait pariwisata, pada bulan Februari 2015, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 17.148 orang, naik 44,55 persen dibanding Januari 2015 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Februari 2015 mencapai 29.011 orang, atau turun 5,88 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Februari 2015 mencapai 12.659 orang, naik 1,47 persen dibanding bulan Januari 2015. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Februari 2015 mencapai 25.135 orang, atau turun 5,29 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.Hilangnya kapal Hsiang Fu Chuen di perairan Argentina

Kapal penangkap ikan Hsiang Fu Chuen berbobot 700 ton meninggalkan pelabuhan Kaoshiung Taiwan pada bulan Januari 2015 dengan berawakan 21 (dua puluh satu) orang ABK WNI, 11 (sebelas) orang ABK warga negara Republik Rakyat Tiongkok, 13 (tiga belas) orang ABK warga negara Filipina, 2 (dua) orang ABK warga negara Vietnam dan 2 (dua) orang warga Taiwan sebagai teknisi serta Kapten kapal. 
Berdasarkan informasi dari pihak Taiwan Coast Guard dan Taiwan Fisheries Agency, kapal Hsiang Fu Chuen telah kehilangan kontak pada tanggal 26 Februari 2015 pukul 03.00 waktu Taiwan.

Pihak KDEI Taipei telah melakukan pertemuan dengan pihak Coast Guard, Deep Sea Fisheries Agency dan Menteri Luar Negeri Taiwan untuk membahas lebih lanjut terkait permasalah hilangnya kapal Hsiang Fu Chuen. Menteri Luar Negeri Taiwan menyampaikan bahwa pihak Taiwan sangat peduli atas hilangnya kapal ikan Hsiang Fu Chun di perairan selatan Argentina dan telah melakukan upaya dan langkah - langkah penyelamatan dengan melakukan koordinasi dengan perwakilan Taiwan di Argentina.

Pada tanggal 11 Maret 2015 dan 02 April 2015, pihak KDEI Taipei telah mengunjungi pihak agensi guna membahas tanggung jawab dari pemilik kapal apabila kapal Hsiang Fu Chuen telah dinyatakan hilang. Hasil dari pertemuan terakhir adalah pihak agensi menyatakan bahwa apabila kapal telah dinyatakan hilang, pihak agensi bersedia secepatnya memfasilitasi upaya pencairan uang asuransi, hak-hak para ABK selama bekerja diatas kapal dan juga dana bantuan sosial dari pihak pemilik kapal.

Sampai saat ini, keberadaan kapal Hsiang Fu Chuen masih belum diketahui. Pihak pemilik kapal sampai saat ini juga telah mengirim 2 (dua) kapal pencari ikan untuk ikut mencari keberadaan kapal tersebut.

2.TKI sakit a.n Unengsih

TKI a.n Unengsih pada tanggal 23 Maret 2015 dilarikan ke RS Cardinal Tien Hospital, Xiandian, dikarenakan yang bersangkutan tiba-tiba jatuh pingsan. Pihak dokter menjelaskan bahwa pembuluh darah di bagian otak TKI pecah, sehingga yang bersangkutan dalam keadaan kritis serta tingkat kesadaran TKI berada pada skala 3 (tiga), yang mana kesadaran manusia normal adalah 15 (lima belas). Selain itu dijelaskan pula bahwa secara medis, TKI tidak dimungkinkan untuk pulih seperti sedia kala.

Pada tanggal 7 April 2015, perwakilan keluarga TKI yang diwakili Sdr. Ujang, selaku suami TKI serta Sdr. Cecep Sunandar selaku putra dari TKI telah tiba di Taiwan. Telah dilakukan pertemuan antara KDEI Taipei, keluarga TKI, agency dan tim dokter pada tanggal 8 April 2015.

Pihak dokter memberikan beberapa opsi kepada pihak keluarga, diantaranya mencabut alat medis penopang kehidupan TKI, tidak melakukan tindakan medis apabila kondisi TKI secara tiba-tiba drop atau tetap mengupayakan secara medis kepada TKI dalam kondisi apapun. Pihak keluarga memutuskan opsi ketiga dan meminta waktu untuk dapat memantau perkembangan kondisi TKI beberapa hari kedepan. 

Pada tanggal 14 April 205, pukul 24:02, TKI telah meninggal dunia. KDEI Taipei saat ini masih memproses pemulangan jenazah almarhumah ke Indonesia.

3.Gaji 46 TKI Sektor Manufaktur Tertunda

Pada tanggal 4 maret 2015, perwakilan TKI dari 46 orang yang bekerja di sektor manufaktur (Huan Hsin Enterprise Group Co, Ltd) melaporkan ke KDEI bahwa gaji mereka semenjak bulan Januari 2015 belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.

19 Maret 2015, KDEI Taipei melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan di Taichung dan dari hasil pertemuan disepakati bahwa pihak perusahaan akan melunasi gaji para TKI dimaksud. Sementara, pada tanggal 10 April 2015, pihak perusahaan telah melunasi gaji para TKI dengan nominal sejumlah NT$ 559,356.-

4.Promosi "Tenaga Kerja Indonesia Terampil dan Bermartabat" melalui Sarana Transportasi di Taipei, Taichung, dan Kaohsiung

Dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat Taiwan terkait Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, KDEI Taipei telah melakukan promosi “TENAGA KERJA INDONESIA TERAMPIL DAN BERMARTABAT” sejak tanggal 6 Maret 2015 melalui media iklan pada Transportasi Bus di 3 (tiga) kota besar di Taiwan. Upaya promosi ini dilakukan KDEI Taipei, guna menginformasikan kepada masyarakat Taiwan bahwa Tenaga Kerja Indonesia bukan hanya dapat mengisi pekerjaan di sektor pekerjaan Low Skilled, namun mampu juga mengisi di sektor pekerjaan High Skilled. 

Selain itu, upaya promosi ini juga merupakan bentuk pernyataan kepada masyarakat Taiwan bahwa Tenaga Kerja Indonesia memiliki keterampilan yang dapat diandalkan untuk melakukan tugas pekerjaan. Serta memiliki martabat sehingga Tenaga Kerja Indonesia patut untuk dihormati oleh seluruh elemen masyarakat di Taiwan.

Melalui upaya promosi ini, KDEI Taipei juga melakukan perubahan paradigma, bahwa saat ini TKI yang bekerja di Taiwan bukan sebagai objek, tetapi merupakan subjek pelaku untuk mengangkat harkat dan martabat dirinya sebagai Tenaga Kerja Indonesia, sehingga dituntut untuk dapat memperlihatkan kinerja serta sikap yang baik selama bekerja di Taiwan. 

Kegiatan promosi ini dilaksanakan KDEI Taipei bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja R.I dan BNP2TKI. Kegiatan promosi dilakukan selama 3 bulan, sampai dengan bulan Juni 2015, pada 30 buah bus yang beroperasi di Taipei, Taichung dan Kaohsiung dengan nomor Rute 520, 805, 835, 936, 1211, 55, 58, 97, 289, 6533, 62, 69, 214, 29 dan 219

 

Agenda Bulan April 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2015, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan April 2015 adalah sebagai berikut:

1.Kunjungan kerja ke perusahaan Wan Hai Lines Ltd, Tatung Group, Advantech Corp, Kenmec Mechanical Engineering Co, Ltd, dan Tong Ho Foods Industrial Co., Ltd.

2.Kunjungan kerja ke Importir produk perikanan dan kelautan Tong Ho Foods Industrial Co. Ltd, Fuyuang Frozen Foods Co. Ltd dan ke Fishermen’s Association Suao District di Yilan

3.Pertemuan dengan Asosiasi Elektrik dan Elektronik Taiwan (TEEMA) membahas rencana misi pembelian dan investasi ke Indonesia pada awal bulan Juli 2015.

4.Kunjungan ke E-United Group, Taiwan Frozen Seafood Industries, Ching Fu Shipbuilding Co. Ltd.

5.Kunjungan kerja ke Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, 23-24 April 2015.

6.KDEI Mobile Service di Tainan, 26 April 2015.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

Pic from : themewah.com 

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

Our website is protected by DMC Firewall!