Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Februari 2015

Total perdagangan Indonesia Januari-Nopember 2014 tembus USD 10,0 milyar. Minat investor Taiwan terhadap Indonesia meningkat signifikan.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Nopember 2014 mencapai USD 837,62 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Oktober 2014 yang mencapai USD 959,25 juta, turun 12,68 persen. Penurunan dipicu oleh kontraksi transaksi perdagangan migas sebesar 43,91 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-Nopember/2014 mencapai USD 10,34 milyar, turun 8,07 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspektasi pasar pada akhir tahun transaksi perdagangan diharapkan akan menjadi momentum peningkatan aktivitas perdagangan kedua pihak.

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Nopember 2014 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 228,25 juta, atau turun 32,05 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Nopember 2013 juga mengalami penurunan sebesar 29,74 persen (yoy). Penurunan tersebut utamanya didorong oleh turunnya neraca perdagangan migas sebesar 41,17 persen (mom), meskipun neraca perdagangan non migas naik 22,14 persen (mom). Secara kumulatif selama periode Januari-Nopember/2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 3,31 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 83,28 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Catatan surplus perdagangan Indonesia periode Januari-Nopember/2014 semakin menjauh melampaui catatan surplus tahun 2013. KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia, sehingga dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan ekspor Indonesia pada awal tahun 2015.

 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Nopember 2014 mencapai USD 532,94 juta, atau turun 17,71 persen dibanding bulan Oktober 2014 (mom), dan turun 28,75 persen dibanding bulan Nopember 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 67,38 persen. Menurunnya ekspor Indonesia bulan Nopember 2014 didorong oleh turunnya ekspor migas yang lebih besar (42,61 persen) dibanding ekspor non migas yang justru naik 4,18 persen (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Nopember/2014 mencapai USD 6,82 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Nopember 2014 mencapai USD 304,68 juta, atau turun 2,24 persen dibanding bulan Oktober 2014, dengan impor migas memperkuat penurunan dengan turun sebesar 69,50 persen.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Nopember 2014 masih didominasi batu bara dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 162,71 juta dan USD 152,44 juta. Komoditi seperti besi, amonia, karet, dan kapasitor elektrik mengalami peningkatan sebesar 610,20 persen, 33,80 persen, 23,83 persen, dan 23,76 persen dibanding bulan Oktober 2014 (mom). Sebaliknya, nikel, kayu olahan, dan timah turun masing-masing 30,54 persen, 29,99 persen, dan 16,33 persen.

 

Sementara, tekstil dan produk tekstil, mesin manufaktur, dan besi-baja lembaran menjadi tiga nilai impor terbesar Nopember 2014 dengan nilai USD 25,91 juta, USD 24,70 juta, dan USD 21,95 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain mesin manufaktur, komponen elektronik, dan plastik dengan masing-masing naik 68,01 persen, 10,02 persen, dan 6,72 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. minyak-bukan mentah (79,65 persen), produk ikan (35,44 persen), dan karet sintetis (30,10 persen).

 

Perkembangan Investasi Triwulan IV / 2014

Realisasi investasi proyek penanaman modal pada Triwulan IV (Oktober - Desember) tahun 2014 adalah sebesar Rp 120,4 triliun. Nilai ini merupakan rekor tertinggi serta menunjukkan peningkatan sebesar 14,3persen bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2013 (Rp 105,3 triliun). Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai nilai Rp 41,7 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar 22,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 34,1 triliun). Sedangkan jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) adalah sebesar Rp 78,7 triliun, menunjukkan peningkatan sebanyak 10,5 persen dari Rp 71,2 triliun.

Selama periode Januari-Desember 2014, realisasi investasi mencapai Rp 463,1 triliun, meningkat 16,2% dari periode yang sama tahun lalu. Untuk PMDN mencapai Rp 156,1 triliun meningkat 21,8%. Sedangkan PMA sebesar Rp 307,0 triliun merupakan peningkatan 13,5%.

Lima besar sektor usaha PMDN adalah: Listrik, Gas dan Air (Rp 36,3 triliun); Industri Makanan (Rp 19,6 triliun); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 15,7 triliun);  Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (Rp 13,3 triliun); dan Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 13,1 triliun). Sedangkan lima besar sektor usaha PMA adalah: Pertambangan (USD 4,7 miliar); Industri Makanan (USD 3,1 miliar);  Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (USD. 3,0 miliar); Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (USD 2,5 miliar); dan Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (USD 2,3 miliar).

 

Lima besar lokasi proyek PMDN untuk periode Januari-Desember 2014 adalah: : Jawa Timur (Rp. 38,1 triliun); Jawa Barat (Rp. 18,7 triliun); DKI Jakarta (Rp. 17,8 triliun); Jawa Tengah (Rp. 13,6 triliun) dan Kalimantan Timur (Rp. 12,9 triliun). Sedangkan lima besar lokasi proyek PMA adalah: Jawa Barat (US$. 6,6 miliar); DKI Jakarta (US$. 4,5 miliar); Kalimantan Timur (US$. 2,1 miliar); Banten (US$. 2,0 miliar) dan Jawa Timur (US$. 1,8 miliar).

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia pada periode Januari-Desember 2014 adalah sebesar USD 114,7 juta. Dengan nilai realisasi investasi tersebut, Taiwan menduduki peringkat ke-18 dari negara-negara asal investasi.

Sementara, selama periode Januari-Desember 2014, Indonesia menempati peringkat ke-13 negara tujuan investasi Taiwan, sedangkan untuk periode Januari–Desember 2013 Indonesia menduduki peringkat ke-20. Hal tersebut menunjukkan semakin tingginya minat investor Taiwan untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Sementara, selama bulan Januari 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei, antara lain Partisipasi pada 3rd Tea Expo 2015 di Taichung, Fasilitasi PT. AKR-pengembang Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Courtesy Call kepada kepala BKPM untuk membicarakan beberapa potensi investor asal Taiwan a.l.: Foxconn, Maxxis Tire, Kenda Tire, dan Swanson Plastic, fasilitasi BT Cocoa yang berminat untuk berinvestasi pada sektor pertanian, pertemuan bisnis dengan Cama Coffee, dan pertemuan dengan asosiasi karet Taiwan.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Desember 2014

Terkait pariwisata, pada bulan Desember 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 11.383 orang, turun 5,87 persen dibanding Nopember 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Desember 2014, mencapai 170.301 orang, atau naik 2,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 11,09 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Desember 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (133.677 orang) dan Oseania (116.342 orang). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand (419.133 orang), Vietnam (339.107 orang), Singapura (283.925 orang), Malaysia (198.902 orang).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Desember 2014 mencapai 19.475 orang, naik 49,6 persen dibanding bulan Nopember 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Desember 2014 mencapai 182.704 orang, atau naik 5,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.Penyelesaian permasalahan dan pemulangan TKI

Melakukan penyelesaian 45 permasalahan TKI, dan diantara penyelesaian yang dilakukan, KDEI Taipei melakukan pemulangan bagi 7 (tujuh) TKI a.n : Nuryati, Kristinda Nikowati Yuli Yusigito, Asep Nawawi, Destiawati, Fresi Paint, Ima Wati dan Dariyah.

2.TKI a.n Kristidna Nikowati Yuli

TKI telah menjalani hukuman selama 6 bulan kurungan, sesuai dengan vonis yang ditetapkan oleh pengadilan Taipei atas tuduhan pihak majikan kepada TKI berupa pencurian uang majikan. Pihak majikan keberatan atas vonis tersebut dan mengajukan banding atas vonis yang ditetapkan.

KDEI Taipei bersama pengacara telah mendampingi TKI selama 5 bulan dalam menjalani sidang untuk banding di pengadilan tinggi Taipei dan dalam proses sidang dimaksud, yang bersangkutan ditampung di Shelter KDEI kota Taoyuan. Pengadilan Tinggi Taipei menolak keberatan majikan atas vonis kurungan selama 6 bulan atau membayar ganti rugi sebesar NT970,000.-. Dikarenakan TKI keberatan untuk membayar ganti rugi, maka TKI menalani masa hukuman terhitung tanggal 9 Juli 2014.

Pada tanggal 9 Januari 2015, TKI telah selesai menjalani hukuman kurungan, dan pada tanggal 20 januari 2015 telah difasilitasi kepulangannya ke Indonesia oleh KDEI Taipei.

3.TKI a.n Fresi Paint

TKI dituntut oleh majikan di pengadilan kota New Taipei City dengan tuduhan telah menganiaya pasien (ibu dari pihak majikan) yang dirawatnya sampai meninggal. TKI menyatakan tidak pernah melakukan tindakan penganiayaan ataupun pemukulan terhadap pasien yang dirawatnya. Dalam upaya untuk memberikan perlindungan bagi TKI, KDEI Taipei melakukan pendampingan serta menampung TKI di Shelter KDEI kota Chungli sejak tanggal 17 September 2014.

Pada sidang yang dilakukan pada tanggal 21 November 2014 di pengadilan New Taipei City, majikan tidak memiliki bukti yang cukup terkait tindakan kekerasan yang dilakukan TKI kepada pasien yang dirawatnya. Pada tanggal 15 Desember 2014, pihak pengadilan mengeluarkan keputusan yang menyatakan bahwa TKI tidak bersalah dan apabila pihak majikan tidak menyetujui hasil tersebut, pihak majikan harus mengajukan naik banding sebelum tanggal 29 Desember 2014. 

Sampai batas waktu yang telah ditetapkan, pihak majikan tidak mengajukan permohonan naik banding dan TKI dinyatakan tidak bersalah serta dapat kembali melanjutkan bekerja di Taiwan. Namun demikian, dikarenakan orang tua TKI sedang dalam keadaan sakit, TKI memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan tidak melanjutkan sisa kontrak kerjanya di Taiwan. TKI telah kembali ke Indonesia pada tanggal 31 Januari 2015.

4.Pemulangan jenasah

Di bulan Januari 2015, KDEI Taipei bersama dengan pihak Agency melakukan pemulangan jenasah 2 (dua) ABK Nelayan a.n Ali Murtono dan Jaenudin.

5.Perkembangan kondisi TKI di Rumah Sakit

Dari laporan pengaduan yang disampaikan ke KDEI Taipei, terdapat beberapa pengaduan terkait keberadaan 4 (empat) TKI yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit. 

Adapun 4 (empat) TKI yang termonitor sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit adalah TKI a.n Shinta Danuar, Rokanah, Sulystiah dan Atikah.

Sepanjang bulan Januari 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan ketenagakerjaan dan Exit Program/pelatihan oleh tim tenaga kerja KDEI-Taipei, antara lain: pertemuan dengan Workforce Development Agency Taiwan , Exit Program melalui Pelatihan pembuatan Cenchu Naicha dan fasilitasi pertemuan Kepala BNP2TKI dengan perwakilan TKI di Taiwan.

 

Rencana Bulan Februari 2015

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2014, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan Desember 2014 adalah sebagai berikut:

1.Kunjungan kerja ke Toong Rong Iron & Steel Enterprise Corp., Ltd, Tainan, M2 Februari 2015.

2.Kunjungan kerja ke Unison Healthcare Group, Taipei, M2 Februari 2015.

3.Kunjungan kerja dalam rangka Verifikasi dan Monitoring Ketenagakerjaan di beberapa proyek konstruksi serta perusahaan di Taiwan.

4.Layanan KDEI Sunday Service, Taipei, 15 Februari 2015.

5.Fasilitasi kunjungan kerja Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, M2 Februari 2015.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

Pic from : telegraph.co.uk 

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd