Menu

Siaran Pers KDEI Semester I 2017

Perdagangan Hingga Mei 2017 Meningkat,
Kepala KDEI Optimis Perdagangan Indonesia-Taiwan Makin Maju

 

Taipei, 25 Juli 2017 – Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Robert James Bintaryo mengungkapkan beberapa capaian membanggakan sektor perdagangan dan investasi Indonesia dengan Taiwan. Pada periode Januari-Mei 2017, total perdagangan Taiwan dengan Indonesia mencapai sekitar USD 3,40 miliar, naik 17,28% dibandingkan periode yang sama di 2016. Indonesia mengalami surplus perdagangan USD 678,53 juta, naik 24,77% dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

“Ekspor Indonesia ke Taiwan pada periode Januari-Mei 2017 mengalami peningkatan 18,47% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2016. Saat ini Indonesia menjadi negara asal impor urutan ke-10 dengan total nilai USD 2,04 milyar atau 1,95% dari total impor Taiwan. Capaian positif ini memberikan optimisme bagi peningkatan kinerja perdagangan Indonesia-Taiwan di masa depan. Kami akan bekerja lebih baik lagi,” ujar Robert.

Adapun produk impor nonmigas Taiwan dari Indonesia untuk periode Januari-Mei 2017 adalah batu bara (HS 2701), nikel (HS 7501), dan timah tak ditempa (HS 8001). Robert mengungkapkan bahwa masih banyak produk Indonesia yang mendominasi impor Taiwan, antara lain kayu, produk tisu, dan makanan olahan hewani.

Robert mengungkapkan, guna meningkatkan penetrasi produk Indonesia di pasar Taiwan, KDEI-Taipei berpartisipasi dalam Halal Expo 2017 di Taipei. 

Dari hasil keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut, tercatat estimasi transaksi sebesar USD 615.773,- atau sekitar Rp 8,2 Milyar. Perusahaan yang mencatatkan transaksi terbesar adalah CV. Karya Omega dan PT. Javara dengan masing-masing transaksi sebesar USD 271.000,- (sekitar Rp 3,6 Milyar) dan USD 94.300,- (sekitar Rp 1,3 milyar).

“Salah satu faktor penting yang dimiliki kedua perusahaan sehingga sukses di Halal Expo tersebut adalah keunikan produk dan keselarasan pengemasan yang sesuai dengan preferensi pasar Taiwan” lanjut Robert.

Sebelumnya pada 29 Maret 2017, KDEI juga berpartisipasi dalam Sourcing Taiwan 2017. Sebanyak 32 perusahaan dari sektor industri mesin, elektronik dan telematika, jasa, e-commerce, peralatan olah raga, busana/fesyen, kosmetik, makanan dan pertanian, peralatan otomotif, dan green energy turut berpartisipasi. Tercatat juga adanya inquiries produk karet dan karet olahan, produk logam untuk peralatan industri, kerajinan tangan kayu, kopi bubuk, saus cabe, peralatan fitness, dan makanan organik.

Selain sektor perdagangan, perkembangan sektor investasi dengan Taiwan juga menunjukkan peningkatan positif. Total capaian rencana investasi (Izin Prinsip) langsung dari Taiwan periode Januari - Mei 2017 sebesar USD 161,3 juta. Capaian ini meningkat 113% yoy dan sudah mencapai 56% dari total target di tahun 2017.

 

Investasi Lebih dari USD 220 Juta

Sementara itu, Robert juga menegaskan KDEI akan terus bekerja keras mengawal tumbuhnya realisasi investasi Taiwan di Indonesia yang tercatat lebih dari USD 220 juta. Robert merinci perusahaan yang serius akan berinvestasi di Indonesia. Salah satu di antaranya berminat investasi di bidang usaha industri garam beserta produk turunannya senilai USD 120 juta. 

“Perusahaan sedang mengevaluasi hasil feasibility study (FS) selama 3 bulan dan kemudian akan memutuskan lokasi proyeknya. KDEI akan terus menindaklanjuti rencana tersebut dengan memberikan informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk mempercepat FS-nya,” tegas Robert.

Ada pula perusahaan asal Taiwan yang berminat berinvestasi di bidang industri penggilingan beras senilai USD 13 juta. Dan perusahaan dengan minat investasi di bidang industri komponen sepatu senilai USD 10 juta. 

“Untuk perusahaan tersebut, rencana tindak lanjutnya adalah memfasilitasi pengajuan izin prinsip secara online,” lanjut Robert.

Selanjutnya salah satu perusahaan pupuk asal Taiwan juga berminat melakukan investasi di Indonesia dan sedang menjajaki kerja sama dengan PT. Pupuk Indonesia saat kunjungan Menteri Pertanian Taiwan ke Indonesia pada 5-9 April 2017 lalu.

 

Perkembangan Pariwisata dan Industri

Jumlah kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia (periode Januari-Februari 2017) berjumlah 33.702 orang atau naik 15,3% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Oleh karena itu, KDEI terus berupaya menggenjot peningkatan wisatawan dari Taiwan dengan melaksanakan Pameran Budaya Indonesia bertajuk Memahami Indonesia Melindungi Taiwan di kota Taichung yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Taiwan. KDEI juga melakukan kunjungan ke kantor Biro Pariwisata Taiwan untuk membahas peningkatan aktivitas pariwisata antara Taiwan dan Indonesia. 

“KDEI juga berpartisipasi dalam pagelaran budaya Indonesia bertajuk Indonesia Cultural Day 2017 di National Central University, serta berpartisipasi dalam Indonesia Festival 2017 di National Pingtung Univeristy Science and Technology. KDEI juga mempromosikan destinasi wisata baru di Indonesia yang disebut 10 New Bali di situs resmi KDEI,” jelas Robert.

Di samping itu, kerja sama industri dengan Taiwan juga menunjukkan peluang yang semakin besar. Pada Taiwan-Indonesia Industrial Collaboration Summit (TIICS) di Kaohsiung, 29-31 Maret 2017 telah dilakukan penandatanganan 6 nota kesepahaman (MoU) oleh beberapa industri, asosiasi, dan perusahaan. Bebrapa bidang yang mulai digarap antara lain yaitu transfer teknologi, pelatihan bakat, serta penelitian dan pengembangan untuk energi hidrogen.

“Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi titik awal kerja sama industri antara Taiwan dan Indonesia,” pungkas Robert.

 

--selesai--

Sumber: Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, Taipei, Taiwan

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

Our website is protected by DMC Firewall!