Menu

Pembukaan Kelas Baru Belajar Mandarin untuk Orang Indonesia

Apakah belajar Bahasa Mandarin sulit?

Ingin belajar Bahasa Mandarin?

Taipei City Library membukan kelas baru belajar Bahasa Mandarin bagi orang Indonesia yang membuat kita dapat belajar dan berbicara Mandarin.

  • Organizer       : Taipei City Library

  • Peserta           : Masyarakat Indonesia di Taiwan

  • Pendaftaran  : Gedung Taipei City Library, 9F, Jian Guo South Rd, Sec. 2, No. 125 Taipei (Telp : 02 - 2708 9840)

  • Keterangan Lengkap Lihat Brosur (Taipei City Library)

Read more...

3000 WNI hadiri Tabligh Akbar Bersama Ustad Jefri Al Bukhori

Chungli, kdei-taipei.org – Bertempat di aula serbaguna Longgang Junior High school – Chungli, pada Minggu (16 Mei 2010), Ustad Jefri Al Bukhori yang biasa dikenal dengan sebuta Uje memberikan tausiyah dan siraman rohani kepada seluruh hadirin yang memadati gedung tersebut. Tabligh Akbar yang bertema “Mengais Rezeki, Menjalin Silaturahmi, Mengharap Ridho Illahi” kali ini dilselenggarakan oleh FOSMIT (Forum Silaturahmi Muslim Indonesia Taiwan) dan bekerja sama dengan Yayasan Yatim Piatu BMI.

Seperti kegiatan-kegiatan dakwah sebelumnya, acara tabligh akbar kali ini dimulai dengan acara hiburan Islami sejak pukul 9.30 pagi. Seluruh organisasi Islam yang berada di Taiwan ikut ambil bagian mengisi acara hiburan tersebut. Tim Qasidah Moderen dari Ikatan Pekerja Indonesia di Taiwan (IPIT) menjadi penampil pertama untuk menghibur para jama'ah. Selanjutnya, Tim Al Muqtasida dari FOSMIT Chungli, Tim Rebana Ikatan Muslim Indonesia Taiwan [IMIT] Taichung, Tim Musik Ikatan Warga Muslim Indonesia di Taiwan [IWAMIT], Tim Musik Majelis Yasin dan Taklim Chiayi  Indonesia Taiwan [MTYCIT] Chiayi dan Tim Musik dari Majelis Taklim Yasin Taipei [MTYT] Taipei.

Rangkaian acara dihentikan sejenak untuk memberikan kesempatan kepada seluruh jemaah melakukan sholat Zuhur. Lokasi Longgang Junior High School yang berdekatan dengan Mesjid Longgang – Chungli, sangat memudahkan hadirin untuk sholat berjamaah. Tepat pukul 13.00 rombongan Ustad Jefri Al Bukhori tiba ditempat acara. 3000 lebih pasang mata yang hadir, sontak langsung tertuju pada rombongan yang baru saja tiba. Sebelum acara utama dimulai Agus Idwar, Manager dari Uje membawakan beberapa lagu untuk menyemarakkan suasana. Acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Mbak Shofi dengan sari tilawah oleh Mbak Ratna. Kemudian, sebagaimana kebiasaan FOSMIT, di acara acara semacam ini, FOSMIT, pada saat pidato ketua FOSMIT yang juga Presiden KMIT, Mas Anto Budianto mengadakan inagurasi pengurus FOSMIT. Dihadapan pada jama'ah, Mas Anto Budianto berkali kali menguatkan komitmen para pengurus FOSMIT untuk tetap istiqomah berjuang menjaga Aqidah sesama muslim, menjaga solidaritas dan kesatuan umat muslim di Taiwan.

Read more...

Indonesia raih peringkat 3 pada ajang APHO ke-11 (Asian Physic Olympiad) di Taiwan.

Taipei, kdei-taipei.org - Ajang lomba paling bergengsi dibidang ilmu pengetahuan khususnya bidang fisika tingkat Asia kali ini diselenggarakan di Taiwan, 23 April 2010 hingga 1 Mei 2010. Berhasil meraih 1 emas, 2 perak dan 4 perunggu, serta 4 Honorable Mention Indonesia menduduki peringkat 3 dalam ajang APHO ke-11 di Taiwan. Taiwan dan Thailand menjadi penghuni peringkat pertama dan kedua dalam even kali ini.

Pada APho yang ke 11 di Taiwan ini, Indonesia mengirimkan tim yang dipimpin oleh Hendra Kwee, Ph.D dan Dr. Syamsu Rosid serta delapan siswa, yaitu: Ahmad Ataka Awwalur Rizqi dari SMAN 3 Yogyakarta, Ali Ikhsanul Qauli dari SMAN 1 Pamekasan, Muhammad Sohibul Maromi dari SMAN 1 Pamekasan, Christian George Emor dari SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, David Giovanni dari SMK PENABUR Gading Serpong, Evan Laksono dari SMAK IPEKA Tomang Jakarta, Kevin Soedjatmiko dari SMAN 12 Jakarta dan Podianko Surya dari SMAK PENABUR Jakarta.

Pada kesempatan kunjungannya ke KDEI-Taipei yang berada di Neihu district pada hari Jumat 30 April 2010 lalu, Dr. Syamsu Rosyid bersama Dr. Sulaksono sebagai perwakilan tim disambut oleh Bapak Suhartono, Bapak Yovial, Bapak Zahidiputra dan Bapak Burman Rahman. Dalam pertemuan tersebut Dr. Syamsu Rosyid menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dan bantuan yang diberikan oleh KDEI-Taipei kepada tim olimpiade fisika Indonesia. Meskipun target 2 emas yang dibebankan kepada tim tidak terpenuhi, hal ini akan menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi Indonesia dieven berikutnya.

Kevin Soedjatmiko yang mendapatkan medali emas pada APHO ke-11 akan mendapatkan penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI serta akan diberikan beasiswa pendidikan oleh negara untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang Doktor, di universitas manapun yang diinginkan seperti Harvard University, MIT (Massachusetts Institute of Technology), dll.

Read more...

Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan Terbaik dari Asia

Taipei (ANTARA News) - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan berkinerja lebih bagus dibanding pekerja dari negara-negara Asia lainnya yakni dari Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Mongolia.

"Mereka berkinerja bagus dan sampai sejauh ini relatif tidak ada masalah yang cukup berarti," kata Direktur Jenderal Biro Tenaga Kerja dari Dewan Urusan Pekerja (CLA) Taiwan, Lin San-Quei dalam perbincangan mengenai TKI dengan Dirut ANTARA Ahmad Mukhlis Yusuf di Taipei, Selasa.

Dirut ANTARA yang didampingi Koordinator Staf Ahli ANTARA Aat Surya Safaat berada di Taipei dalam rangka melihat perkembangan informasi teknologi serta keberadaan TKI di Taiwan sambil berkomitmen untuk turut mendorong adanya peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan serta sosial budaya Indonesia-Taiwan.

Lin lebih lanjut menjelaskan, jumlah TKI di Taiwan adalah yang terbanyak dibanding pekerja yang berasal dari negara-negara Asia lainnya.

Urutan selanjutnya adalah pekerja dari Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Mongolia. Mereka bekerja di sektor manufaktur, konstruksi, anak buah kapal (ABK) di kapal perikanan, pengasuh orang-orang lanjut usia, dan pembantu rumah tangga.

"Jumlah mereka setiap tahun selalu meningkat," ujarnya, sambil menambahkan dari 355.136 pekerja asing di Taiwan yang tercatat per Februari 2010, maka TKI mencapai 40,26 persen atau 142.983 orang, sedangkan bulan sebelumnya (Januari) mencapai 128,584 orang atau 36,15 persen.

Lin menyebutkan keberadaan TKI jelas turut memberi andil bagi kemajuan ekonomi Taiwan. Mereka terbanyak bekerja sebagai pengasuh orang lanjut usia. Urutan selanjutnya adalah berkerja di sektor manufaktur, ABK, pembantu rumah tangga, dan konstruksi.

Read more...

Radar Taiwan : Mengintip Pertanian Modern Taiwan

Hamparan sawah seluas satu hektar, hanya memerlukan waktu tiga jam dalam menanam padi, jika menggunakan mesin tanam padi seperti yang ada di Taiwan. Dengan pola tanam tersebut tentu dapat menghemat tenaga kerja, waktu serta yang menggiurkan adalah hasil panen yang memuaskan.Per hektar mampu menghasilkan 12 ton gabah.

Sistem pertanian modern di Taiwan, agaknya menjadi daya tarik bagi Kepala KDEI Taipei.Sehingga walau harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam antara Taipei Changhua, bapak dua putra ini tetap semangat mengikuti arahan dari konsultan teknik Chang Kuo-An saat mengunjungi para petani Taiwan beberapa waktu lalu.

Dalam paparannya Mr. Chang menjelaskan, jika pertanian di Taiwan sistem menanam padi sangat jauh dengan sistem yang ada di Indonesia.Jika petani Indonesia dari bibit di semai dihamparan persemaian. Setelah persemaian tumbuh dengan memakan waktu kira-kira 15 hari barulah bibit padi di cabut(di daut) dari persemaian. Setelah itu padi baru di tanam diatas lahan. Dalam satu hektar cara penanaman ini memerlukan waktu seminggu dan membutuhkan tenaga kerja sekitar empat atau lima orang.

Menurut  Mr. Chang, jika sistem tanam seperti petani di Indonesia yang di jelaskan diatas, tentu ada beberapa kekurangannya. Diantaranya, bibit padi yang telah tumbuh di media semai, lantas di cabut lagi lalu di tanam di lahan sawah, tentu akan kurang bagus hasilnya. Karena padi yang di cabut akan stress dan untuk pulih memerlukan waktu seminggu. Induknya sudah tumbuh, anakannya baru tumbuh seminggu lagi. Selanjutnya bibit yang di cabut akar-akarnya akan tertinggal di lahan persemaian kira-kira bisa 40 persennya. Jadi ada 40 persen bibit yang hilang.Hal ini tentu akan mempengaruhi hasil produksi.

Read more...

National Taiwan University of Science and Technology Indonesian Culture Exhibition 2009

Mahasiswa NTUST – Indonesian Students Association menyelenggarakan Indonesian Culture Exhibition (ICE) 2009. ICE 2009 diadakan selama dua hari yaitu pada tanggal 12 dan 13 Maret 2009 dengan mengambil tema “The Mosaic of Indonesia”. Acara kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana NTUST-ISA pertama kalinya bekerjasama dengan IOCA (Indonesian Overseas Chinese Association) untuk menampilkan Indonesian Culture Performance. Acara berjalan dengan sangat meriah dan dipadati oleh pengunjung.

Pada hari pertama, culture exhibition ini menampilkan pameran benda-benda budaya dan mengadakan beberapa workshop antara lain Cooking Workshop, Angklung Workshop dan Ketupat Workshop. Selain benda-benda budaya, ICE 2009 juga membuat berbagai miniature stupa, danau toba, gunung merapi dan lain sebagainya. Acara juga diselingi dengan permainan tradisional seperti congklak dan pada waktu tertentu juga disediakan makanan dan minuman khas Indonesia.

 

 


Selain itu, lain dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ICE 2009 mengadakan Singing Competition bagi mahasiswa-mahasiwa non Indonesia. Lomba nyanyi ini diikuti lebih dari 20 kontestan dari berbagai negara dengan menyanyikan lagu Rasa Sayange dalam versi bahasa Indonesia maupun Mandarin. Posisi pertama dan kedua ditempati oleh mahasiswi Jepang dan Taiwan.

Pada hari kedua yang merupakan puncak acara, ICE 2009 menampilkan serangkaian culture performance. Acara dimulai dengan memperkenalkan adat pernikahan pengantin Jawa. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Presiden NTUST, Chen.. dan Bapak Kepala KDEI, Bapak Suhartono, wakil dari IOCA Bapak Zhang serta tamu terhormat lainnya.


Beberapa tarian yang dibawakan antara lain Tari Yapong, Tari Cendrawasih, Tari Sahureka dan Tari Kayau. Dalam kesempatan ini, IOCA juga turut mempersembahkan Tari Tempurung, Tari Lilin serta persembahan lagu Bengawan Solo yang dibawakan secara interaktif dengan mengajak pengunjung menari bersama. Selain tarian tradisional, juga ditampilkan musik tradisional Angklung dan Rebana. Permainan musik tradisional Angklung sangat menarik pengunjung karena dapat memainkan lagu pop Mandarin dan pengunjung dapat menyanyi bersama. Dalam acara ini, pengunjung juga mendapat kesempatan mencicipi makanan Indonesia yang membuat acara budaya ini menjadi lengkap.


Secara keseluruhan, acara berlangsung dengan baik dan menarik. Dalam menyelenggarakan acara ini, mahasiwa Indonesia bekerjasama dengan mahasiswa lokal dan mahasiwa asing lainnya seperti dalam pembuatan miniatur-miniatur, penampilan tari dan musik, sehingga mahasiswa asing dapat terlibat secara langsung dan dapat mengenal budaya Indonesia. Total pengunjung selama dua hari mencapai lebih dari 700 orang.


 

 

Read more...

Resesi Ekonomi, Taiwan akan Memotong Jumlah Tenaga Kerja Asing

Resesi ekonomi akhir-akhir ini telah mengakibatkan tingkat pengangguran meningkat. Dalam kaitan ini, Pemerintah Taiwan akan memotong jumlah tenaga kerja asing untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang Taiwan. Dewasa ini, Taipei sedang berusaha menekan jumlah tenaga kerja asing dan menciptakan 70,000 hingga 80,000 kesempatan kerja bagi orang Taiwan. Sebagai contoh sekitar 20-25 persen pekerja bangunan berasal dari tenaga kerja asing, akan dikurangi hingga menjadi 15 persen, untuk mengusahakan lapangan pekerjaan di masa mendatang.

 

Angka pengangguran bulan November 2008 mencapai 4.64 persen atau lebih dari 500,000 orang. Menurut Directorate General of Budget, Accounting and Statistics (DGBAS), ini merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir ini sehingga mengundang kekhawatiran karena tahun 2009 perekonomian diperkirakan memburuk dan angka pengangguran diindikasikan akan naik. Kelompok umur 45-64 tahun biasanya menjadi tulang punggung perekonomian keluarga, namun saat ini diperkirakan tingkat pengangguran pada kelompok ini berjumlah 100,800 sehingga akan memberikan dampak sosial yang besar. Penduduk yang menganggur akibat tutup atau bangkrutnya perusahaan, saat ini berjumlah 202,000 orang. Pekerja yang bekerja sebanyak 35 jam per minggu saat ini berjumlah 741,000 orang. Angka ini tidak termasuk pekerja yang menerima upah dibawah US$300 per bulan.



Read more...

Tenaga Kerja Indonesia Ilegal "dibuang" Majikan

Sabtu, 13 Desember 2008 malam hari di daerah Taichung County terjadi peristiwa mengenaskan yang menimpa seorang Tenaga Kerja Indonesia. Malam itu terlihat seorang Tenaga Kerja Indonesia di tengah jalan yang sedang kebingungan mencari pertolongan dan kesakitan karena jari-jari tangannya putus dan bersimbah darah.

 

Pihak kepolisian setempat menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan bahwa Tenaga Kerja Indonesia nahas bernama Sunarni (24), tersebut merupakan Tenaga Kerja Indonesia kaburan yang bekerja secara ilegal di Taiwan. Ia disebut kurang berkonsentrasi ketika bekerja secara ilegal di sebuah pabrik sehingga mengakibatkan putusnya jari jemari tangannya. Tenaga Kerja Indonesia tersebut meletakkan tangannya pada sebuah mesin dan secara tidak sengaja terpotong oleh mesin tersebut.

 

Majikan yang mengetahui hal ini langsung membawa Sunarni dengan mobil pergi dari pabrik. Mungkin karena takut jika dituntut memperkerjakan Tenaga Kerja Indonesia secara ilegal, maka dia menyuruh Sunarni turun dari mobil dan meninggalkannya begitu saja di tempat yang sepi. Pihak kepolisian setempat segera membawa Sunarni ke Rumah Sakit terdekat untuk di beri pengobatan. Pengacara Huang Y-lin mengatakan, majikan Tenaga Kerja Indonesia tersebut bersalah karena dia dianggap lari dari tanggung jawab.

 

Sunarni datang ke Taiwan tiga tahun lalu dan bekerja secara legal di daerah Taipei sebagai Pembantu Rumah Tangga. Sunarni seharusnya sudah selesai kontrak tahun lalu dan pulang ke Tanah Air. Namun, Sunarni bersama dengan teman-teman Tenaga Kerja Indonesia lainnya kabur dan bekerja secara ilegal di tempat lain. Sunarni mengatakan bahwa seminggu sebelum kejadian, seorang agen gelap memperkenalkan dan membawa dia ke sebuah pabrik di daerah Feng Yuan, dia sendiri tidak mengetahui siapa nama majikan dan dimana pabrik tempat dia bekerja tersebut.

 

Pada malam kejadian itu, majikan perempuan memanggil seorang laki-laki yang dikatakan sebagai anak dari majikan tersebut untuk membawa Sunarni ke daerah sekitar Dan Zi dan menurunkan dia, lalu ditinggalkan begitu saja. Dari kasus ini, kepolisian setempat menduga bahwa majikan Sunarni merasa takut ketahuan memeperkerjakan pekerja ilegal sehingga melakukan tindakan keji tersebut. Polisi berjanji akan berupaya keras menangkap majikan ini dan jika dilihat dari luka yang dialami oleh Sunarni, majikan tersebut akan di kenai hukuman denda sebesar NT$ 150.000,- sampai NT$ 750.000- serta hukuman penjara minimal 3 tahun atau maksimal 10 tahun.

 

Setelah dirawat selama beberapa hari di Rumah Sakit, saat ini Sunarni ditampung sementara di penampungan sambil menunggu proses hukum yang sedang berlangsung. Kasus Sunarni sekiranya bisa menajadi pelajaran bagi rekan Tenaga Kerja Indonesia lainnya bahwa menjadi Tenaga Kerja Indonesia kaburan dan bekerja secara ilegal bukan merupakan suatu pilihan yang baik kaena tidak mempunyai jaminan bekerja yang aman serta tidak ada pihak berwenang yang dapat melindungi kita.

Read more...

Tahun 2008 Tenaga Kerja Indonesia Sumbang Devisa 130 Triliun Rupiah

Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang selama ini dipandang sebelah mata, ternyata menghasilkan devisa yang sangat besar bagi negara. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memperkirakan devisa yang disumbangkan TKI pada tahun 2008 ini sebesar Rp 130 triliun atau 13 miliar dollar AS.

 

Kepala BNP2TKI, Moh. Jumhur Hidayat menyatakan, setiap tahun devisa yang dihasilkan TKI untuk negara selalu meningkat. Pada tahun 2008 ini saja, TKI telah menghasilkan devisa sebesar Rp 130 triliun. Devisa senilai itu sudah tertinggi setelah devisa migas yang sebesar Rp 180 triliun.

 

Selain itu BNP2TKI akan terus mendorong TKI yang bekerja non pembantu rumah tangga (PRT). Apalagi tahun 2009 mendatang akan banyaknya penerimaan TKI non PRT di sektor-sektor baru di negara-negara seperti, Kanada, Eropa Timur, New Zealand dan Afrika Selatan.


Sumber : http://kompas-tv.com

Read more...

Presiden RI : Canangkan 2009 Sebagai Tahun Indonesia Kreatif

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meuthia Hatta Swasono dan Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Ketua Umum PHI ke-80, Nila F. Moeloek melaksanakan Pemukulan Gong (3 dimensi) sebagai tanda pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2009 (TIK 2009).

 



Pada kesempatan tersebut Presiden RI antara lain mengemukakan, pemerintah mendukung penuh program Indonesia kreatif yang dicanangkan bersamaan waktunya dengan Hari Ibu ke 80 diselenggarakan. Mengingat industri kreatif merupakan pengembangan ekonomi gelombang keempat dengan prospek cerah, utamanya pada saat krisis global saat ini, sekaligus diharapkan mampu mendorong kaum perempuan Indonesia, dapat mengambil peran yang lebih besar dalam memajukan industri kreatif di tanah air.

 



Pada bagian lain Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjelaskan, sektor pengembangan program Indonesia kreatif berpeluang menyerap tenaga kerja 5,4 juta, 6,3 persen kontribusi terhadap perekonomian (PDB) dan sekitar 9 persen pada ekspor. Terhadap pasar dalam negeri aspek bisnis kreatif potensinya sangat besar.


Sumber : http://depdag.go.id

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is a Joomla Security extension!