Menu

Layanan KDEI Mobile Service Menjangkau Hualien

KDEI Mobile Service bulan September telah dilakukan pada tanggal 28 September 2014 di Toko Indonesia “YANI”, di Zhi Qiang Rd., No. 454, Hualien County. KDEI Mobile Service merupakan kegiatan KDEI-Taipei dalam memperluas cakupan pelayanan keimigrasian, kekonsuleran, dan ketenagakerjaan ke sejumlah wilayah di Taiwan.

Pada kesempatan kali ini, sejumlah tenaga kerja Indonesia memanfaatkan waktu mereka untuk bertemu dan berdiskusi dengan pihak KDEI-Taipei yang memberikan informasi dan jawaban secara menyeluruh. Pelayanan dokumen keimigrasian dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan pemahaman mengenai prosedur permohonan paspor dan penggantian paspor. Selain itu, juga disampaikan informasi biaya dalam pengurusan paspor sesuai dengan aturan yang berlaku.

Layanan KDEI Mobile Service juga mencakup layanan dokumen kekonsuleran (legalisasi dokumen kanselerai), yang pada saat itu dilakukan legalisasi terhadap ±170 (seratus tujuh puluh) dokumen yang berasal dari agensi di sekitar wilayah Taichung, Nantou, dan Hualien yang tergabung dalam asosiasi Taichung dan Taipei. Pelayanan legalisasi dokumen tersebut meliputi legalisasi terhadap perjanjian kerja antara majikan dan TKI, dan beberapa dokumen perjanjian kerja sama penempatan antara agensi dan PPTKIS.

Disamping pelayanan KDEI Mobile Service, pihak KDEI-Taipei juga melakukan diskusi dengan sejumlah tenaga kerja Indonesia yang berkunjung, antara lain mencakup proses re-entry hiring dan mekanisme pindah majikan.

Read more...

'Round Table Discussion' Kementerian Perindustrian dengan Ministry of Economic Affair

Tanggal 12 September 2014 dengan bertempat di Grand Hyyat Hotel, KDEI di Taipei menyelenggarakan Round Table Discussion Taipei dihadiri oleh Kepala Bidang Industri KDEI, Bapak Ngakan - Kepala Pusat Industri Hijau, perwakilan dari Biro Perencanaan Kemenperin, sedangkan dari pihak Taiwan diwakili oleh Industrial Development Bureau Ministry of Economic Affair, CPC China Production Centre dan Foundation of Taiwan Industry on Service.

Dalam pembahasan diskusi tersebut dibahas mengenai persiapan rencana Seminar dengan Tema “ Green Industry” di Kementerian Perindustrian Jakarta.

Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak menyepakati rencana :

  • Rundown kegiatan seminar green industry di Jakarta
  • Waktu dan tempat pelaksanaan seminar green industry, yaitu akan diadakan pada tanggal 6 - 10 Oktober 2014 bertempat di Gedung Kementerian Perindustrian Ruang Garuda dan akan dibuka oleh Bapak Sekretaris Jenderal Kemenperin.
  • Company visit, yaitu kunjungan ke Perusahaan Tekstil, Baja, dan Semen di daerah Tangerang dan Cilegon dan Bekasi Jawa Barat.
Read more...

Penjajakan Kerjasama Teknologi di Bidang Plant Fiber

Dalam rangka menjajaki kerjasama teknologi di bidang plant fiber mat whole plant equip di Yilan County, pada tanggal 10 September 2014, KDEI di Taipei yang diwakili Kepala Bidang Industri dan Biro Perencanaan Kementerian Perindustrian telah melakukan kunjungan ke Perusahaan SHENG TZZ CO, LTD., dan diterima oleh Ms. Lee (selaku President) dan Mr. Yi-Ji, Chiu (Direktur). Pada pertemuan tersebut, Ms. Lee menjelaskan terkait dengan product line  yaitu (i) Plants Fiber Separation Equipment; (ii) Fiber Mat Whole Plant  Equipment, (iii) Fiber Dryng Machine; (iv) Hydraulic Baling Machine; (v) Dust Blocking Machine (vi) Fiber Mat Laminating Machine; (vii) Coconut Husking; (viii) Organic Material Processing; (ix) Milling Machine (x) Pelleting Machine (xi) Pineapple leaft stripping machine.

Perusahaan tersebut berminat untuk mencari partner di Indonesia dan sekaligus dapat bekerjasama, antara lain dalam pembuatan fiber machine, milling, pineaplle, coconut dan pelleting machine dengan kualitas tinggi. Ms. Lee juga menyampaikan bahwa pada tahun 2007 telah ada pemesanan fiber machine untuk memproses serat kelapa dan pineapple yang akan dijadikan menjadi matras yang dapat digunakan sebagai penyubur tanah, menahan abrasi dari Manado Provinsi Sulawesi Utara dan telah dikirimkan tenaga ahlinya untuk memastikan mesin terpasang dan dan dapat berproduksi.

Delegasi menyampaikan, bahwa di Indonesia khususnya di Propinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi dan Lampung juga sangat membutuhkan peralatan mesinyang seperti itu¸ mengingat mesin-mesin tersebut tidak memerlukan teknologi tinggi dan cocok untuk potensi komoditi di darah tersebut. Untuk itu, pembuatan mesin-mesin tersebut dapat dijadikan program bantuan peralatan permesinan Kemenperin khususnya pada Industri Kecil dan Menengah Kemenperin.

Read more...

Pemberdayaan serta Pembinaan Satgas dan TKS KDEI

Dalam rangka pemberdayaan dan pembinaan Satuan Tugas (Satgas) dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS), pada tanggal 14 September 2014, bertempat di hotel Cosmos Taipei, KDEI Taipei mengadakan kegiatan pembekalan kepada anggota Satgas dan TKS yang terdiri atas unsur TKI/BMI dan mahasiswa yang berasal dari berbagai wilayah di Taiwan.

Acara yang diikuti oleh 25 orang Satgas dan TKS tersebut dibuka oleh Wakil Kepala KDEI di Taipei Bpk. Harsono Aris Yuwono, dan dilanjutkan dengan pembekalan materi oleh para pembicara yang berasal dari instansi teknis terkait di Taiwan, yaitu yang membidangi keimigrasian, kepolisian dan ketenagakerjaan. Adapun materi yang diberikan adalah informasi dan pengetahuan terkait peraturan/perundangan ketenagakerjaan, keimigrasian serta Human Trafficking, dan Reentry Direct Hiring yang secara khusus disampaikan oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei Bapak Devriel Sogia dan Analys Senior Bidang Tenaga Kerja Bapak Dwi Anto.

Setelah pembekalan, diharapkan anggota Satgas dan TKS lebih terbuka wawasannya terkait informasi ketenagakerjaan, keimigrasian, human trafficking, direct hiring dan peraturan lainya yang berlaku di Taiwan, untuk selanjutnya dapat menyebarluaskan serta membagi pengetahuan kepada TKI/Buruh Migran lainnya dan pada akhirnya dapat meminimalisasi permasalahan yang dialami BMI/TKI di Taiwan.

Tim Satgas itu sendiri dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala KDEI Taipei Nomor: 08/KDEI/SK/IV/2014, guna membantu tugas pelayanan, perlindungan dan pembinaan Bidang Tenaga Kerja KDEI di Taipei,  mengingat jumlah TKI/BMI terus meningkat, sedangkan SDM bidang ketenagakerjaan pada KDEI Taipei terbatas dan seiring dengan hal tersebut jumlah BMI/TKI yang meminta perlindungan serta dibantu penyelesaian masalahnya juga mengalami peningkatan tiap tahun.

Read more...

Peninjauan Proyek Pembangunan Terowongan Highway Su Hua - Hualien

Dalam rangka perlindungan pasca penempatan BMI/TKI dan menindaklanjuti rencana penempatan tenaga kerja konstruksi pada pembangunan terowongan Highway Su Hua C1, Pada tanggal 9 September 2014, KDEI Taipei melakukan verifikasi lapangan terkait kelayakan/persyaratan dan ketentuan ketenagakerjaan terhadap sarana akomodasi yang disediakan oleh pihak perusahan, seperti : mes, ruang makan, tempat ibadah, kamar tidur dan kamar mandi, dan fasilitas lainya.

Verifikasi lapangan tersebut dilakukan oleh KDEI Taipei yang diwakili oleh Kabid Tenaga Kerja dan Kabag Administrasi  serta 2 orang Lokal Staf Tenaga Kerja KDEI Taipei, kelayakan/persyaratan dan ketentuan ketenagakerjaandidampingi dengan pihak Perusahaan Chieh Hsing Construction Co.,Ltd, Agensi Ocean Human Resources Co.,Ltd dan PT. Sinar Makmur Jaya meninjau lokasi konstruksi pembangunan Highway Su Hua C1, yang menghubungkan wilayah jembatan Ho Zhong dengan  terowongan Zhong Ren di daerah Hualien, yang berjarak sekitar 250 km dari Taipei.

Dari pemaparan yang dilakukan diinformasikan bahwa proyek yang akan dibangun berupa terowongan yang merupakan bagian dari pembangunan Highway Su Hua dengan nilai keseluruhan proyek mencapai sekitar NT$ 3,848,820,117 dan mulai dibangun dari tanggal 20 November 2012 tersebut, atas persetujuan Ministry of Labor Taiwan, untuk pengerjaan terowongan C1 akan mendatangkan 106 orang tenaga kerja asing yang berasal dari tenaga kerja Indonesia, dikarenakan berdasarkan penilaian hasil pekerjaan pada proyek konstruksi sebelumnya, capaian hasil kerja dari TKI Indonesia di bidang konstruksi termasuk sangat memuaskan.  

Rekruitmen terhadap 106 tersebut akan terbagi dalam 2 tahap, dimana tahap pertama pihak perusahaan Chieh Hsing Construction Co., Ltd merekrut calon BMI/TKI sebanyak 63 orang dengan standar gaji sesuai jabatan atau skill masing-masing.

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan September 2014

Ekspor Indonesia-Taiwan periode Semester-1/2014 mencapai USD 3,61 milyar, neraca perdagangan Indonesia surplus USD 1,56 milyar, naik 89,49 persen (yoy).

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Juni 2014 mencapai USD 1,05 milyar, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Mei 2014 yang mencapai USD 0,91 milyar, naik 15,08 persen. Peningkatan terjadi dipicu meningkatnya transaksi perdagangan non migas sebesar 25,31 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan periode semester 1/2014 mencapai USD 5,66 milyar, turun 6,88 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah pameran dan ekshibisi yang telah dan akan diikuti oleh KDEI dan sejumlah pengusaha diharapkan akan meningkatkan aktivitas perdagangan kedua pihak.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan diikuti pula oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juni 2014 yang mencapai USD 324,66 juta, atau meningkat 16,30 persen (mom), dan bahkan meningkat 276,14 persen dibandingkan Juni 2013 (yoy). Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh peningkatan neraca perdagangan non-migas sebesar 74,40 persen (mom). Secara kumulatif, selama periode semester 1/2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 1,56 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 89,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Juni 2014 mencapai USD 685,39 juta, atau tumbuh 15,37 persen dibanding Mei 2014 (mom), dan naik 33,06 persen apabila dibanding Juni 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 70,08 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia Juni 2014 didorong oleh peningkatan ekspor non migas yang lebih besar (30,40 persen) dibanding ekspor migas yang justru turun 9,15 persen (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Semester 1/2014 mencapai USD 3,61 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Juni 2014 mencapai USD 360,73 juta, atau naik 14,55 persen dibanding bulan Mei 2014, dengan impor komoditi non migas memperkuat peningkatan dengan naik sebesar 18,89 persen.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Juni 2014 adalah batu bara dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 200,91 juta dan USD 112,98 juta. tembaga, logam, dan besi tumbuh masing-masing 3.000%, 180,0%, dan 120% dibanding bulan Mei 2014 (mom). Sebaliknya, kayu olahan dan timah turun masing-masing 6,65% dan 0,20%. Sementara, besi (hote-rolled), Acyclic hidrocarbon, dan besi-baja (setengah jadi) menjadi tiga nilai impor terbesar Juni 2014 dengan nilai USD 22,67 juta, USD 17,46 juta, dan USD 17,40 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), yaitu produk ikan (kemasan), tekstil, dan besi (lembaran) dengan masing-masing naik 34,42%, 28,76%, dan 22,32%. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. minyak mentah (38,01%) dan kain tekstil rajutan (28,18%).

 

Perkembangan Investasi dan Pariwisata Triwulan-I 2014

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia cenderung meningkat sejak tahun 2009, namun mengalami penurunan pada tahun 2013 dengan nilai US$ 402.636,4 ribu. Adapun nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia pada semester pertama tahun 2014 adalah sebesar US$ 79.777,1 ribu.
Berdasarkan lokasi, realisasi investasi asal Taiwan pada semester pertama tahun 2014 hampir seluruhnya berada di Pulau Jawa dengan nilai terbesar pada Provinsi Jawa Barat (US$ 26.675,7 ribu) dan DKI Jakarta (US$ 18.660,3 ribu).

Sedangkan berdasarkan sektor, sebagian besar realisasi investasi Taiwan di Indonesia pada semester pertama 2014 adalah pada sektor industri tekstil, diikuti oleh industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik; industri karet, barang dari karet dan plastik; serta perdagangan dan reparasi.
Terkait pariwisata, pada bulan Juli 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 16.122 orang, turun 3,64 persen dibanding Juni 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Juli 2014, mencapai 104.130 orang, atau naik 3,86 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 6,5 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Juli 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (75.391) dan Oseania (71.882). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Vietnam (209.984), Thailand (222.629), Singapura (174.214), Malaysia (121.505).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Juli 2014 mencapai 19.901 orang, tumbuh 12,65 persen dibanding bulan Juni 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 106.459 orang, atau tumbuh 11,46 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama bulan Juli 2014, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral, antara lain kunjungan kerja ke King Sun Group, kunjungan delegasi Indonesia-Sino Economic and Cultural Association ke Indonesia (diantaranya diterima oleh Wakil Menteri Perdagangan dan Kepala BKPM), berpartisipasi dalam Business Forum on Trade and Investment Opportunities in Indonesia di Taichung, peluncuran iklan promosi Trade, Tourism, Investment, and Services (TTI-S) di bus umum, menylenggarakan Seminar Potential Investment in Remarkable Indonesia, menyelenggarakan Seminar Market Sounding Public Private Partnership (PPP) on Infrastructure Projects, kunjungan kerja ke Cheng Shin Rubber/Maxxis Group (Services), kunjungan kerja ke Taiwan Hon Chuan Group (services), diskusi khusus direct hiring ke MoL-Direct Hiring Service Center, dan pertemuan bisnis bidang jasa.

 

Festival Indonesia di bulan Agustus

KDEI Taipei telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan di Taiwan dalam rangka peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu upacara bendera pada tanggal 17 Agustus, Karnaval Budaya Indonesia 2014 (bekerja sama dengan Pemerintah Kota New Taipei City) pada tanggal 24 Agustus 2014, resepsi non-diplomatik Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2014, dan ekshibisi “Remarkable Indonesia” pada tanggal 31 Agustus 2014.

A. Upacara bendera, 17 Agustus 2014

Upacara bendera dipimpin oleh Kepala KDEI-Taipei dan diikuti oleh seluruh pegawai KDEI-Taipei, serta dihadiri oleh ±200 peserta upacara, meliputi unsur pelaku usaha, pelajar, pekerja ekspatriat, dan tenaga kerja Indonesia.

Dalam rangkaian upacara bendera, juga dilakukan penyerahan penghargaan dan apresiasi kepada Panitia Pemilihan Luar Negeri dan Panitia Pengawas Pemilihan Luar Negeri atas kontribusinya dalam menyelenggarakan pemilihan luar negeri legislatif pada tanggal 6 April 2014 dan pasangan capres-cawapres pada tanggal 6 Juli 2014 dengan sangat baik. KDEI-Taipei juga telah melaksanakan serangkaian kegiatan menyambut 17 Agustus, antara lain pertandingan tenis meja, biliard, dan berbagai lomba lainnya seperti makan kerupuk, memindahkan belut, dan hula-hoop.

B. Karnaval Budaya Indonesia 2014 (bekerja sama dengan Pemerintah Kota New Taipei City), 24 Agustus 2014

Pada tanggal 24 Agustus 2014, Departemen Tenaga Kerja, Pemerintah Daerah New Taipei City bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menggelar acara Karnaval Budaya Indonesia 2014 yang diselenggarakan di pelataran balai kota New Taipei City.

Puncak acara Karnaval Budaya Indonesia menampilkan band ZIVILIA yang personilnya pernah bekerja di Jepang sebagai buruh migran Indonesia dan saat ini tengah merintis karir di dunia musik tanah air. Lagu yang ditampilkan beraliran lagu-lagu rock dan pop alternatif yang sangat dikenal oleh seluruh buruh migran Indonesia yang hadir.

Acara karnaval budaya tersebut selain diisi dengan pertunjukkan kesenian, juga dimeriahkan dengan kios-kios yang memberikan informasi terkait ketenagakerjaan, pariwisata, pengenalan makanan, pembagian baju bekas, pemeriksaan kesehatan serta potong rambut gratis.

C. Resepsi non-diplomatik Indonesia, 28 Agustus 2014

KDEI-Taipei menyelenggarakan resepsi peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2014 di hotel Grand Hyatt Taipei. Untuk pertama kalinya resepsi ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, Mr. David Lin, dan Wakil Menteri Pertahanan, Mr. Andrew Hsia. Selama KDEI berdiri dan berdasarkan pengalaman kami menghadiri resepsi yang sama di Taiwan tidak pernah dihadiri oleh Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Pertahanan, termasuk perwakilan negara-negara penting dunia. Negara yang menyatakan kekaguman termasuk perwakilan negara ASEAN di Taipei, meliputi Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, serta sejumlah perwakilan negara asing di Taipei, dengan total kehadiran tamu mencapai ±300 orang.

Acara resepsi dimulai dengan pemotongan tumpeng hias, sebuah seremonial tradisional Indonesia sebagai simbol kesejahteraan dan kemakmuran, yang kemudian diikuti oleh pertunjukkan menarik tarian Bali, nyanyian, dan permainan interaktif Angklung, instrumen musik tradisional Indonesia.

D. Ekshibisi “Remarkable Indonesia”, 31 Agustus 2014

Untuk pertama kalinya, KDEI-Taipei menyelenggarakan ekshibisi tunggal (solo exhibition) yang disebut dengan “Remarkable Indonesia” pada tanggal 31 Agustus 2014 di Garden 21-Miramar Entertainment Park, salah satu lokasi terkemuka di Distrik Neihu Taipei.

Ekshibisi “Remarkable Indonesia” merupakan ekshibisi budaya dan produk khas Indonesia pertama dan terbesar yang pernah diselenggarakan di Taiwan, yang menampilkan 27 booth, antara lain Sariayu, Marbella, importir produk Indonesia seperti Indofood, Kacang Dua Kelinci, BT Cocoa, dan Helmig, biro perjalanan PT Tjendana Mandrasakti. Ekshibisi dihadiri pula oleh sejumlah instansi pemerintah di Indonesia seperti Kementerian Perdagangan, BNP2TKI, BKPM yang membawa UKM dari Nusa Tenggara Barat, dan Jakarta, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Banten, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Taiwan. Selain itu, ekshibisi juga diikuti oleh Badan Nasional Keimigrasian Taiwan (National Immigration Agency).

Tujuan ekshibisi adalah untuk mempromosikan keragaman budaya, produk dan jasa Indonesia kepada warga Taiwan secara luas dan intensif, sehingga dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman lebih mengenai Indonesia.

Rangkaian kegiatan ekshibisi yang dilaksanakan selama 1 (satu) hari penuh, terbagi atas 3 (tiga) bagian, yaitu peluncuran iklan promosi TTI-plus-S (service for skilled-labour) Indonesia di 10 bus umum pada 10 trayek Taipei, batik fashion show, dan permainan angklung interaktif.

Iklan promosi Indonesia pada bus umum bertujuan untuk semakin memperluas penyebaran informasi mengenai perdagangan, pariwisata, investasi, dan jasa di wilayah Taipei. Sementara, Batik fashion show diikuti oleh 24 peserta yang seluruhnya berasal dari warga negara lain, seperti Taiwan, Filipina, Vietnam, dan Perancis. Keseluruhan peserta tersebut menggunakan batik yang dimiliki masing-masing untuk diperagakan di hadapan juri penilai dan dimenangkan oleh peserta dari Perancis dan Taiwan.

Permainan angklung interaktif yang dipandu oleh Saung Angklung Udjo dilaksanakan selama 3 (tiga) sesi pertunjukkan siang-sore-malam, dan melibatkan ±300 peserta di setiap sesinya. Permainan angklung interaktif menyajikan 4-5 lagu di setiap sesi pertunjukannya, meliputi lagu berbahasa Indonesia, mandarin, dan inggris, dan pengunjung diperkenankan untuk membawa pulang angklung masing-masing sebagai bentuk penghargaan atas partisipasinya dan sekaligus sebagai pengingat bahwa angklung berasal dari Indonesia

 

Layanan “KDEI Mobile Service” di Nantou

“KDEI Mobile Service” bulan Agustus dilaksanakan di Toko Indonesia “INDO CERIA” di Nantou, pada tanggal 10 Agustus 2014. Pelayanan dokumen keimigrasian dilakukan terhadap 5 orang WNI, disertai dengan sosialisasi kemudahan pengurusan dokumen keimigrasian terhadap WNI yang berada di Taiwan, khususnya tenaga kerja Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan pula mekanisme pendaftaran awal melalui mekanisme online, agar lebih mudah dalam proses awal pengurusan dokumen perjalanan.

Untuk layanan kekonsuleran (legalisasi dokumen kanselerai), sebanyak 120 (serratus dua puluh) dokumen dapat terselesaikan. Pelayanan legalisasi dokumen tersebut meliputi legalisasi terhadap perjanjian kerja antara majikan dan TKI, dan beberapa dokumen perjanjian kerja sama penempatan antara agensi dan PPTKIS.

Disamping pelayanan KDEI Mobile Service, pihak KDEI-Taipei juga melakukan diskusi dan konsultasi dengan buruh migran Indonesia yang kebetulan berkunjung ke toko Indonesia tersebut.

Layanan KDEI Mobile Service berikutnya rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2014 di Hualien.

 

Update Penanganan TKI

A. TKI a.n. Egita Savana Martin
TKI mengalami kecelakaan tabrak lari pada tanggal 22 Februari 2014 yang mengakibatkan perlu dilakukan amputasi pada kaki kirinya. KDEI Taipei telah membantu proses pengurusan asuransi dan ybs telah mendapatkan ganti rugi atas kecelakaan yang terjadi. Dengan menggunakan kaki palsu TKI sudah dapat berjalan sendiri dan ybs telah kembali ke Indonesia pada tanggal 25 Juli 2014 dengan didampingi oleh home staff KDEI Taipei.

B. TKI a.n. Tri Handayani (Yani)
TKI ybs menjadi salah satu korban ledakan pipa gas di kota Kaohsiung pada tanggal 31 Juli 2014.
Berdasarkan keterangan dari Sdri. Yani, pada tanggal 31 Juli 2014 sekitar pukul 23.30, Sdri. Yani sedang dalam perjalanan menuju Rumah sakit bersama dengan pasien yang dirawatnya, nenek beserta majikannya dengan menggunakan mobil. Pada saat terjadi ledakan, mobil yang dikendarai terlempar setinggi lebih dari 5 meter.

Tanggal 4 Agustus 2014, telah dilakukan operasi penyambungan tulang belakang terhadap TKI dan memerlukan proses penyembuhan waktu kurang lebih 2 minggu. Pada tanggal 5 Agustus 2014, KDEI Taipei telah melakukan kunjungan untuk melihat kondisi TKI. Selama di rumah sakit, ybs didampingi oleh pihak suami yang juga seorang TKI yang bekerja di kota Taichung. Saat ini TKI telah keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah majikan.

C. TKI a.n. Aningsih
TKI mengalami stroke yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pembuluh darah pada bagian otak sebelah kiri. TKI saat ini masih dirawat di ruang ICU rumah sakit Paochien, kota Pingtung.Tanggal 9 Agustus 2014, pihak rumah sakit telah melakukan operasi otak kepada TKI, namun tingkat kesembuhan ybs sangatlah kecil dan apabila dikemudian hari TKI pulih, yang bersangkutan akan tetap mengalami kerusakan otak.

Difasilitasi oleh PPTKIS dan agency, pihak suami telah berada di Taiwan untuk mendampingi sang istri. Pada tanggal 19 Agustus 2014, KDEI Taipei telah melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk TKI dan menemui pihak suami.

Pihak agency akan bertanggung jawab dalam membiayai perawatan TKI selama di rumah sakit, termasuk kemungkinan membiayai kepulangan TKI ke Indonesia.

 

Pemberian bantuan pendidikan kepada mahasiswa Universitas Terbuka

Kepala KDEI telah menyerahkan Bantuan Pendidikan KDEI kepada dua mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan berprestasi. Dua mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan berprestasi tersebut adalah Yusni (mahasiswa Manajemen semester 6) sebagai peraih Indeks Prestasi Sementara tertinggi (3.68), serta Siti Romelah (mahasiswa Manajemen semester 6) sebagai peraih Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi (3.53).

Pada kesempatan tersebut, Kepala KDEI Arief Fadillah menyampaikan, “apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh mahasiswa UT Taiwan, yang hampir kesemuanya adalah BMI, karena masih bisa meluangkan waktu untuk menuntut ilmu di tengah kesibukannya, demi mengejar masa depan yang jauh lebih baik.”

 

Rencana Bulan September 2014

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2014, sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan September 2014 adalah sebagai berikut:
1. Kunjungan kerja ke Asosiasi kopi, di Zhongli, 11 September 2014
2. Peningkatan kapasitas dan kemampuan Satuan Tugas KDEI dan Satuan Sukarela bidang ketenagakerjaan, Taipei, 14 September 2014
3. Seminar bersama Tim “Penimarka” (Tim Peningkatan Martabat Tenaga Kerja), Taipei, 21 September 2014
4. Pelatihan penterjemah, Taipei&Taichung, 22-23 September 2014
5. Kunjungan kerja ke importer tepung dan minyak ikan, Taichung, 23 September 2014
6. Berpartisipasi pada ekshibisi Taiwan International Chain and Franchise Exhibition, 26-29 September 2014
7. KDEI Mobile Service, Hualien, 28 September 2014.

Read more...

Roadshow Enjoy Jakarta 2014

Pada tanggal 9 September 2014, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi DKI Jakarta didukung KDEI mengadakan Roadshow Enjoy Jakarta 2014, bertempat di Hotel Grand Hyatt, Taipei. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mempromosikan dan mengenalkan pariwisata dan budaya Jakarta serta mengajak masyarakat Taiwan untuk datang dan berwisata ke Jakarta  dengan Enjoy Jakarta.

Delegasi berjumlah 59 orang yang terdiri atas pejabat dan staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, pelaku industri pariwisata, penari, pemain musik tradisional,  chef, artis, serta Abang dan None Jakarta. Acara tersebut dibagi menjadi 3 kegiatan :

  1. Press Conference.
    Press Conference yang dimulai pukul 14.30 dihadiri antara lain oleh Kepala KDEI (Bapak Arief Fadillah), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta (Bapak Arie Budhiman), pengelola lapangan golf Jakarta, perwakilan dari China Airline, serta lebih dari 30 jurnalis yang hadir.   
    Acara didahului dengan tarian Betawi, dilanjutkan paparan masing-masing oleh Kepala KDEI tentang upaya yang telah dan akan dilakukan berkaitan dengan promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Taiwan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang memaparkan tentang fasilitas wisata dan budaya yang dimiliki Jakarta seperti mall, lapangan golf, pertunjukan musik internasional, spa, Kepulauan Seribu, bangunan bersejarah, kuliner dan sebagainya, perwakilan China Airlines yang memberikan paparan dan menyatakan sangat mendukung penyediaan transportasi langsung Taipei- Jakarta, promosi Jakarta oleh Abang dan None Jakarta, serta tanya jawab.

  2. Table Top.
    Setelah press conference, ditempat yang terpisah dilakukan table top bisnis antara 16 pelaku industri pariwisata dan perhotelan Jakarta dengan 40 lebih travel agent yang ada di Taiwan.

  3. Gala Dinner.
    Dihadiri oleh sekitar 200 orang,  gala dinner dibuka dengan tarian khas Betawi, dilanjutkan dengan  sambutan Kepala KDEI, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, selanjutnya hiburan berupa tarian dan lagu-lagu Betawi berbahasa Mandarin yang dinyanyikan oleh Meliana Pancarani (Rany).
    Yang menarik pada acara gala diner ini adalah hampir semua makanan yang disajikan berasal dari Indonesia, seperti gado-gado, sate ayam, lumpia, rendang, nasi goreng, sop buntut, dan sebagainya.
Read more...

Siaran Pers KDEI : Surplus Perdagangan Indonesia - Taiwan Meningkat Tajam di Semester I 2014

Ekspor Indonesia-Taiwan periode Semester-1/2014 mencapai USD 3,61 milyar, neraca perdagangan Indonesia surplus USD 1,56 milyar, naik 89,49 persen (yoy).

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Juni 2014 mencapai USD 1,05 milyar, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan Mei 2014 yang mencapai USD 0,91 milyar, naik 15,08 persen. Peningkatan terjadi dipicu meningkatnya transaksi perdagangan non migas sebesar 25,31 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan periode semester 1/2014 mencapai USD 5,66 milyar, turun 6,88 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah pameran dan ekshibisi yang telah dan akan diikuti oleh KDEI dan sejumlah pengusaha diharapkan akan meningkatkan aktivitas perdagangan kedua pihak.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan diikuti pula oleh meningkatnya surplus neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juni 2014 yang mencapai USD 324,66 juta, atau meningkat 16,30 persen (mom), dan bahkan meningkat 276,14 persen dibandingkan Juni 2013 (yoy). Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh peningkatan neraca perdagangan non-migas sebesar 74,40 persen (mom). Secara kumulatif, selama periode semester 1/2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 1,56 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 89,49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Juni 2014 mencapai USD 685,39 juta, atau tumbuh 15,37 persen dibanding Mei 2014 (mom), dan naik 33,06 persen apabila dibanding Juni 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 70,08 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia Juni 2014 didorong oleh peningkatan ekspor non migas yang lebih besar (30,40 persen) dibanding ekspor migas yang justru turun 9,15 persen (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Semester 1/2014 mencapai USD 3,61 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Juni 2014 mencapai USD 360,73 juta, atau naik 14,55 persen dibanding bulan Mei 2014, dengan impor komoditi non migas memperkuat peningkatan dengan naik sebesar 18,89 persen.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Juni 2014 adalah batu bara dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 200,91 juta dan USD 112,98 juta. tembaga, logam, dan besi tumbuh masing-masing 3.000%, 180,0%, dan 120% dibanding bulan Mei 2014 (mom). Sebaliknya, kayu olahan dan timah turun masing-masing 6,65% dan 0,20%. Sementara, besi (hote-rolled), Acyclic hidrocarbon, dan besi-baja (setengah jadi) menjadi tiga nilai impor terbesar Juni 2014 dengan nilai USD 22,67 juta, USD 17,46 juta, dan USD 17,40 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), yaitu produk ikan (kemasan), tekstil, dan besi (lembaran) dengan masing-masing naik 34,42%, 28,76%, dan 22,32%. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. minyak mentah (38,01%) dan kain tekstil rajutan (28,18%).

 

Perkembangan Investasi dan Pariwisata Triwulan-I 2014

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia cenderung meningkat sejak tahun 2009, namun mengalami penurunan pada tahun 2013 dengan nilai US$ 402.636,4 ribu. Adapun nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia pada semester pertama tahun 2014 adalah sebesar US$ 79.777,1 ribu.
Berdasarkan lokasi, realisasi investasi asal Taiwan pada semester pertama tahun 2014 hampir seluruhnya berada di Pulau Jawa dengan nilai terbesar pada Provinsi Jawa Barat (US$ 26.675,7 ribu) dan DKI Jakarta (US$ 18.660,3 ribu).

Sedangkan berdasarkan sektor, sebagian besar realisasi investasi Taiwan di Indonesia pada semester pertama 2014 adalah pada sektor industri tekstil, diikuti oleh industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik; industri karet, barang dari karet dan plastik; serta perdagangan dan reparasi.
Terkait pariwisata, pada bulan Juli 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 16.122 orang, turun 3,64 persen dibanding Juni 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Juli 2014, mencapai 104.130 orang, atau naik 3,86 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 6,5 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Juli 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (75.391) dan Oseania (71.882). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Vietnam (209.984), Thailand (222.629), Singapura (174.214), Malaysia (121.505).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Juli 2014 mencapai 19.901 orang, tumbuh 12,65 persen dibanding bulan Juni 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 106.459 orang, atau tumbuh 11,46 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama bulan Juli 2014, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral, antara lain kunjungan kerja ke King Sun Group, kunjungan delegasi Indonesia-Sino Economic and Cultural Association ke Indonesia (diantaranya diterima oleh Wakil Menteri Perdagangan dan Kepala BKPM), berpartisipasi dalam Business Forum on Trade and Investment Opportunities in Indonesia di Taichung, peluncuran iklan promosi Trade, Tourism, Investment, and Services (TTI-S) di bus umum, menylenggarakan Seminar Potential Investment in Remarkable Indonesia, menyelenggarakan Seminar Market Sounding Public Private Partnership (PPP) on Infrastructure Projects, kunjungan kerja ke Cheng Shin Rubber/Maxxis Group (Services), kunjungan kerja ke Taiwan Hon Chuan Group (services), diskusi khusus direct hiring ke MoL-Direct Hiring Service Center, dan pertemuan bisnis bidang jasa.

 

Festival Indonesia di bulan Agustus

KDEI Taipei telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan di Taiwan dalam rangka peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu upacara bendera pada tanggal 17 Agustus, Karnaval Budaya Indonesia 2014 (bekerja sama dengan Pemerintah Kota New Taipei City) pada tanggal 24 Agustus 2014, resepsi non-diplomatik Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2014, dan ekshibisi “Remarkable Indonesia” pada tanggal 31 Agustus 2014.

A. Upacara bendera, 17 Agustus 2014

Upacara bendera dipimpin oleh Kepala KDEI-Taipei dan diikuti oleh seluruh pegawai KDEI-Taipei, serta dihadiri oleh ±200 peserta upacara, meliputi unsur pelaku usaha, pelajar, pekerja ekspatriat, dan tenaga kerja Indonesia.

Dalam rangkaian upacara bendera, juga dilakukan penyerahan penghargaan dan apresiasi kepada Panitia Pemilihan Luar Negeri dan Panitia Pengawas Pemilihan Luar Negeri atas kontribusinya dalam menyelenggarakan pemilihan luar negeri legislatif pada tanggal 6 April 2014 dan pasangan capres-cawapres pada tanggal 6 Juli 2014 dengan sangat baik. KDEI-Taipei juga telah melaksanakan serangkaian kegiatan menyambut 17 Agustus, antara lain pertandingan tenis meja, biliard, dan berbagai lomba lainnya seperti makan kerupuk, memindahkan belut, dan hula-hoop.

B. Karnaval Budaya Indonesia 2014 (bekerja sama dengan Pemerintah Kota New Taipei City), 24 Agustus 2014

Pada tanggal 24 Agustus 2014, Departemen Tenaga Kerja, Pemerintah Daerah New Taipei City bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menggelar acara Karnaval Budaya Indonesia 2014  yang diselenggarakan di pelataran balai kota New Taipei City.

Puncak acara Karnaval Budaya Indonesia menampilkan band ZIVILIA yang personilnya pernah bekerja di Jepang sebagai buruh migran Indonesia dan saat ini tengah merintis karir di dunia musik tanah air. Lagu yang ditampilkan beraliran lagu-lagu rock dan pop alternatif yang sangat dikenal oleh seluruh buruh migran Indonesia yang hadir.

Acara karnaval budaya tersebut selain diisi dengan pertunjukkan kesenian, juga dimeriahkan dengan kios-kios yang memberikan informasi terkait ketenagakerjaan, pariwisata, pengenalan makanan, pembagian baju bekas, pemeriksaan kesehatan serta potong rambut gratis.

C. Resepsi non-diplomatik Indonesia, 28 Agustus 2014

KDEI-Taipei menyelenggarakan resepsi peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2014 di hotel Grand Hyatt Taipei. Untuk pertama kalinya resepsi ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, Mr. David Lin, dan Wakil Menteri Pertahanan, Mr. Andrew Hsia. Selama KDEI berdiri dan berdasarkan pengalaman kami menghadiri resepsi yang sama di Taiwan tidak pernah dihadiri oleh Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Pertahanan, termasuk perwakilan negara-negara penting dunia. Negara yang menyatakan kekaguman termasuk perwakilan negara ASEAN di Taipei, meliputi Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, serta sejumlah perwakilan negara asing di Taipei, dengan total kehadiran tamu mencapai ±300 orang.

Acara resepsi dimulai dengan pemotongan tumpeng hias, sebuah seremonial tradisional Indonesia sebagai simbol kesejahteraan dan kemakmuran, yang kemudian diikuti oleh pertunjukkan menarik tarian Bali, nyanyian, dan permainan interaktif Angklung, instrumen musik tradisional Indonesia.

D. Ekshibisi “Remarkable Indonesia”, 31 Agustus 2014

Untuk pertama kalinya, KDEI-Taipei menyelenggarakan ekshibisi tunggal (solo exhibition) yang disebut dengan “Remarkable Indonesia” pada tanggal 31 Agustus 2014 di Garden 21-Miramar Entertainment Park, salah satu lokasi terkemuka di Distrik Neihu Taipei.

Ekshibisi “Remarkable Indonesia” merupakan ekshibisi budaya dan produk khas Indonesia pertama dan terbesar yang pernah diselenggarakan di Taiwan, yang menampilkan 27 booth, antara lain Sariayu, Marbella, importir produk Indonesia seperti Indofood, Kacang Dua Kelinci, BT Cocoa, dan Helmig, biro perjalanan PT Tjendana Mandrasakti. Ekshibisi dihadiri pula oleh sejumlah instansi pemerintah di Indonesia seperti Kementerian Perdagangan, BNP2TKI, BKPM yang membawa UKM dari Nusa Tenggara Barat, dan Jakarta, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Banten, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Taiwan. Selain itu, ekshibisi juga diikuti oleh Badan Nasional Keimigrasian Taiwan (National Immigration Agency).

Tujuan ekshibisi adalah untuk mempromosikan keragaman budaya, produk dan jasa Indonesia kepada warga Taiwan secara luas dan intensif, sehingga dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman lebih mengenai Indonesia.

Rangkaian kegiatan ekshibisi yang dilaksanakan selama 1 (satu) hari penuh, terbagi atas 3 (tiga) bagian, yaitu peluncuran iklan promosi TTI-plus-S (service for skilled-labour) Indonesia di 10 bus umum pada 10 trayek Taipei, batik fashion show, dan permainan angklung interaktif.

Iklan promosi Indonesia pada bus umum bertujuan untuk semakin memperluas penyebaran informasi mengenai perdagangan, pariwisata, investasi, dan jasa di wilayah Taipei. Sementara, Batik fashion show diikuti oleh 24 peserta yang seluruhnya berasal dari warga negara lain, seperti Taiwan, Filipina, Vietnam, dan Perancis. Keseluruhan peserta tersebut menggunakan batik yang dimiliki masing-masing untuk diperagakan di hadapan juri penilai dan dimenangkan oleh peserta dari Perancis dan Taiwan.

Permainan angklung interaktif yang dipandu oleh Saung Angklung Udjo dilaksanakan selama 3 (tiga) sesi pertunjukkan siang-sore-malam, dan melibatkan ±300 peserta di setiap sesinya. Permainan angklung interaktif menyajikan 4-5 lagu di setiap sesi pertunjukannya, meliputi lagu berbahasa Indonesia, mandarin, dan inggris, dan pengunjung diperkenankan untuk membawa pulang angklung masing-masing sebagai bentuk penghargaan atas partisipasinya dan sekaligus sebagai pengingat bahwa angklung berasal dari Indonesia

 

Layanan “KDEI Mobile Service” di Nantou

“KDEI Mobile Service” bulan Agustus dilaksanakan di Toko Indonesia “INDO CERIA” di Nantou, pada tanggal 10 Agustus 2014. Pelayanan dokumen keimigrasian dilakukan terhadap 5 orang WNI, disertai dengan sosialisasi kemudahan pengurusan dokumen keimigrasian terhadap WNI yang berada di Taiwan, khususnya tenaga kerja Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan pula mekanisme pendaftaran awal melalui mekanisme online, agar lebih mudah dalam proses awal pengurusan dokumen perjalanan.

Untuk layanan kekonsuleran (legalisasi dokumen kanselerai), sebanyak 120 (serratus dua puluh) dokumen dapat terselesaikan. Pelayanan legalisasi dokumen tersebut meliputi legalisasi terhadap perjanjian kerja antara majikan dan TKI, dan beberapa dokumen perjanjian kerja sama penempatan antara agensi dan PPTKIS.

Disamping pelayanan KDEI Mobile Service, pihak KDEI-Taipei juga melakukan diskusi dan konsultasi dengan buruh migran Indonesia yang kebetulan berkunjung ke toko Indonesia tersebut.

Layanan KDEI Mobile Service berikutnya rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2014 di Hualien.

 

Update Penanganan TKI

A. TKI a.n. Egita Savana Martin
TKI mengalami kecelakaan tabrak lari pada tanggal 22 Februari 2014 yang mengakibatkan perlu dilakukan amputasi pada kaki kirinya. KDEI Taipei telah membantu proses pengurusan asuransi dan ybs telah mendapatkan ganti rugi atas kecelakaan yang terjadi. Dengan menggunakan kaki palsu TKI sudah dapat berjalan sendiri dan ybs telah kembali ke Indonesia pada tanggal 25 Juli 2014 dengan didampingi oleh home staff KDEI Taipei.

B. TKI a.n. Tri Handayani (Yani)
TKI ybs menjadi salah satu korban ledakan pipa gas di kota Kaohsiung pada tanggal 31 Juli 2014.
Berdasarkan keterangan dari Sdri. Yani, pada tanggal 31 Juli 2014 sekitar pukul 23.30, Sdri. Yani sedang dalam perjalanan menuju Rumah sakit bersama dengan pasien yang dirawatnya, nenek beserta majikannya dengan menggunakan mobil. Pada saat terjadi ledakan, mobil yang dikendarai terlempar setinggi lebih dari 5 meter.

Tanggal 4 Agustus 2014, telah dilakukan operasi penyambungan tulang belakang terhadap TKI dan memerlukan proses penyembuhan waktu kurang lebih 2 minggu. Pada tanggal 5 Agustus 2014, KDEI Taipei telah melakukan kunjungan untuk melihat kondisi TKI. Selama di rumah sakit, ybs didampingi oleh pihak suami yang juga seorang TKI yang bekerja di kota Taichung. Saat ini TKI telah keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah majikan.

C. TKI a.n. Aningsih
TKI mengalami stroke yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pembuluh darah pada bagian otak sebelah kiri.  TKI saat ini masih dirawat di ruang ICU rumah sakit Paochien, kota Pingtung.Tanggal 9 Agustus 2014, pihak rumah sakit telah melakukan operasi otak kepada TKI, namun tingkat kesembuhan ybs sangatlah kecil dan apabila dikemudian hari TKI pulih, yang bersangkutan akan tetap mengalami kerusakan otak.

Difasilitasi oleh PPTKIS dan agency, pihak suami telah berada di Taiwan untuk mendampingi sang istri. Pada tanggal 19 Agustus 2014, KDEI Taipei telah melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk TKI dan menemui pihak suami.

Pihak agency akan bertanggung jawab dalam membiayai perawatan TKI selama di rumah sakit, termasuk kemungkinan membiayai kepulangan TKI ke Indonesia.

 

Pemberian bantuan pendidikan kepada mahasiswa Universitas Terbuka

Kepala KDEI telah menyerahkan Bantuan Pendidikan KDEI kepada dua mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan berprestasi. Dua mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan berprestasi tersebut adalah Yusni (mahasiswa Manajemen semester 6) sebagai peraih Indeks Prestasi Sementara tertinggi (3.68), serta Siti Romelah (mahasiswa Manajemen semester 6) sebagai peraih Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi (3.53).

Pada kesempatan tersebut, Kepala KDEI Arief Fadillah menyampaikan, “apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh mahasiswa UT Taiwan, yang hampir kesemuanya adalah BMI, karena masih bisa meluangkan waktu untuk menuntut ilmu di tengah kesibukannya, demi mengejar masa depan yang jauh lebih baik.”

 

Rencana Bulan September 2014

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2014, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan September 2014 adalah sebagai berikut:
1.    Kunjungan kerja ke Asosiasi kopi, di Zhongli, 11 September 2014
2.    Peningkatan kapasitas dan kemampuan Satuan Tugas KDEI dan Satuan Sukarela bidang ketenagakerjaan, Taipei, 14 September 2014
3.    Seminar bersama Tim “Penimarka” (Tim Peningkatan Martabat Tenaga Kerja), Taipei, 21 September 2014
4.    Pelatihan penterjemah, Taipei&Taichung, 22-23 September 2014
5.    Kunjungan kerja ke importer tepung dan minyak ikan, Taichung, 23 September 2014
6.    Berpartisipasi pada ekshibisi Taiwan International Chain and Franchise Exhibition, 26-29 September 2014
7.    KDEI Mobile Service, Hualien, 28 September 2014.

Read more...

Tari Saman dan Cendrawasih Pukau Publik Taiwan

Indonesia turut berpartisipasi pada acara Asia Pacific Culture Day 2014 bersama dengan 17 negara di kawasan Asia Pacific yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan pada tanggal 6 dan 7 September 2014. Pada acara tersebut, Booth Indonesia juga ramai dikunjungi. Pengunjung berkerumun di beberapa booth, termasuk booth Indonesia yang  memamerkan barang-barang seni budaya dan busana bercorak batik, serta beragam aneka makanan khas indonesia yang dapat dinikmati pengunjung secara gratis, seperti sate lilit Bali, Tahu Isi, Tempe Bacem, Sosis Solo, dll. Di kesempatan tersebut, para pengunjung banyak meminta informasi tentang barang-barang yg dipamerkan, seperti handycraft, batik, kulintang bambu, dan angklung.

Selain pameran budaya di booth, pada hari kedua, Indonesia berkesempatan  untuk tampil di panggung memperkenalkan  kebudayaan Indonesia. Kesempatan ini dimanfaatkan KDEI Taipei untuk mempromosikan tarian khas dari Bali (Cendrawasih) dengan 2 penari wanita, dimana salah satu penarinya adalah warga Taiwan. Selain itu, ditampilkan pula tarian dari Aceh (Saman) dengan 12 penari (6 laki dan 6 perempuan) oleh mahasiswa Indonesia di Taiwan. Pengunjung sangat terhibur dan memberikan sambutan meriah terhadap tampilan 2 tarian tersebut. Sebelum pementasan tari, KDEI memberikan 5 buah lucky draw bagi pengunjung atau penonton yang bisa menjawab pertanyaan, seperti tempat-tempat wisata di Indonesia, makanan Indonesia, dan sebagainya.

Diakhir acara pementasan tari, KDEI Taipei memberikan kejutan dengan membagi-bagikan 75 buah angklung oleh para penari dan ibu Dharma Wanita KDEI kepada penonton, sebagai cinderamata sekaligus memperkenalkan kepada publik Taiwan bahwa angklung adalah budaya asli Indonesia.

Read more...

Bantuan Pendidikan KDEI untuk Mahasiswa Berprestasi UT Taiwan

Bersamaan dengan diadakannya Konferensi Pers KDEI – September 2014 pada tanggal 5 September 2014 di Ruang Serbaguna KDEI, Kepala KDEI telah menyerahkan Bantuan Pendidikan KDEI kepada dua mahasiswa UT Taiwan berprestasi. Dua mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan berprestasi tersebut adalah Yusni (mahasiswa Manajemen semester 6) sebagai peraih IPS tertinggi (3.68), serta Siti Romelah (mahasiswa Manajemen semester 6) sebagai peraih IPK tertinggi (3.53).

Dua mahasiswa UT Taiwan yang berprofesi sebagai BMI (Buruh Migran Indonesia) tersebut hadir untuk menerima bantuan langsung dari Kepala KDEI Taipei berupa uang pendidikan selama satu semester. Dalam kesempatan tersebut, Kepala KDEI Taipei Bapak Arief Fadillah mengungkapkan rasa bangganya terhadap prestasi yang dicapai oleh kedua mahasiswa tersebut. Karena di tengah kesibukannya bekerja, masih menyempatkan untuk belajar dengan tekun dan giat sehingga mencapai IP (indeks prestasi) yang sangat memuaskan.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Arief Fadillah juga mengungkapkan apresiasi dan kebanggaannya kepada seluruh mahasiswa UT Taiwan, yang hampir kesemuanya adalah BMI, karena masih meluangkan waktu untuk menuntut ilmu di tengah kesibukannya, demi mengejar masa depan yang jauh lebih baik.

Sebagai informasi, Universitas Terbuka Taiwan yang berdiri sejak tahun 2011, saat ini telah memasuki semester ke-7. Hingga saat ini, Universitas yang terselenggara atas kerjasama Universitas Terbuka pusat, KDEI Taipei, dan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Taiwan, tercatat memiliki 165 mahasiswa aktif yang terbagi di Jurusan Manajemen, Sastra Inggris, dan Ilmu Komunikasi.  Perkuliahan UT Taiwan sendiri diadakan melalui dua cara, yaitu Tatap Muka Kelas dan Tatap Muka Online, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia di Taiwan, khususnya BMI, dengan jadwal bekerja yang sangat padat.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is a Joomla Security extension!