Menu

Batik Air Inaugural Flight Press Conference

Taipei, (9/12/19) Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi menghadiri sekaligus memberikan kata sambutan pada acara Inaugural Flight Press Conference Batik Air Indonesia di The Okura Prestige Hotel, Taipei. Kegiatan dilaksanakan bekerjasama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.

Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan dibukanya jalur penerbangan Baru oleh Batik Air memberikan peluang besar bagi Tour Operator atau Travel Agent Taiwan untuk lebih meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia dan juga dari Indonesia ke Taiwan. Selain itu, mempertimbangkan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan cukup besar jumlahnya maka menjadi peluang bagi PMI untuk memanfaatkan jalur penerbangan baru Batik Air tersebut. Selanjutnya sambutan dari Chang, Shi-Chung, Taiwan Tourism Bureau menyampaikan bahwa Pemerintah Taiwan sedang mengembangkan wisata muslim dengan memberikan fasilitasi sertifikat halal sekitar 500 restoran yang tersebar di Taiwan, fasilitas tempat shalat dan hotel bernuansa muslim friendly.

Mike Weng, General Manager of Malindo Air East Asia Region selaku perwakilan Batik Air di Taiwan menyampaikan paparan tentang Batik Air kepada 70 undangan yang terdiri dari perwakilan Taoyuan International Airport, pelaku usaha pariwisata (Tour operator atau Travel Agent), dan media cetak maupun elektronik. Dalam paparannya dijelaskan bahwa Batik Air memiliki total 59 armada pesawat baru, yang terdiri dari 44 Airbus 320-200NEO (12 bisnis + 144 ekonomi); 6 Boeing 737-900ER (12 bisnis + 168 ekonomi); 8 Boeing 737-800 NG (12 bisnis +150 ekonomi); dan 1 Airbus 330-300NEO (18 bisnis + 374 ekonomi). Adapun penerbangan perdana Batik Air Indonesia dari Jakarta ke Taipei dimulai pada tanggal 13 Desember 2019, sementara Jadwal penerbangan Taipei - Jakarta (pukul 00:05 -04.30) dan Jakarta-Taipei (pukul 16:40 - 23:10).

Pada sesi pemotongan pita (cutting ribbon) juga dihadiri oleh Representative TETO Jakarta, Senior General Manager Business Development & Compliances, Malindo Air, Taiwan Tourism Bureau, Chairman of Taipei Association Travel Agency- TATA, dan perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia).

Read more...

2019 TAIWAN - INDONESIA Industrial Collaboration Forum

Taiwan merupakan salah satu mitra potensial yang dimiliki Indonesia dalam hal perdagangan dan investasi. Hal ini dapat dilihat dari nilai perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Taiwan pada beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2017, total perdagangan kedua pihak mencapai USD 7,4 miliar dan Taiwan berada di peringkat ke-11 sebagai mitra impor maupun ekspor perdagangan global Indonesia. Sementara itu, jumlah investasi langsung Indonesia di Taiwan sebesar USD32,2 miliar. Sedangkan, penanaman modal langsung Taiwan di Indonesia sekitar USD397 juta menjadikan Taiwan sebagai investor urutan ke-14 terbesar Indonesia. Dan menurut Bureau of Foreign Trade, Ministry of Economic Affairs, untuk periode Januari-September 2018, Indonesia adalah negara asal impor untuk Taiwan dengan peringkat 10, dengan nilai impor sebesar US$ 4.1 billion, dan merupakan 1.9% nilai total impor yang masuk ke Taiwan.

Tidak hanya pada bidang perdagangan, Indonesia dan Taiwan juga memiliki interaksi dan kerjasama yang baik dalam bidang industri. Untuk memelihara hubungan baik dan mempromosikan kerja sama baru antara Taiwan dan Indonesia dalam bidang Industri, telah diadakan kegiatan 2019 Indonesia-Taiwan Industrial Collaboration Forum (ITICF) yang merupakan pertemuan ITICF yang ketiga. Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari platform yang telah dibentuk untuk meningkatkan kerjasama industri diantara keduanya, berupa forum diskusi panel, MoU signing, high level meeting, business matching, promotion booth, serta kunjungan industri yang keseluruhannya dirangkai dalam suatu acara bernama Indonesia-Taiwan Industrial Collaboration Forum (ITICF). Sebelumnya telah diadakan ITICF 1 diadakan di Kaohsiung, Taiwan pada tahun 2017 dan ITICF 2 di Jakarta, Indonesia pada tahun 2018.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 9-10 Desember 2019. Acara pada hari pertama dilaksanakan di Hotel Le Meridien Taipei yang berisi kegiatan ceremonial, penandatanganan MoU dan diskusi strategis antara bagian yang berkaitan. Acara ini dibuka dengan sambutan dari perwakilan dari kedua belah pihak oleh Minister of Economic Affair Mr. Shen Jong-chin, Chairman CNFI Mr. Wang, Chairman of Indonesia KADIN Ms. Rini Lestari, Dirjen ILMATE Bapak Harjanto, Kepala TETO Mr Chen dan Kepala KDEI Bapak Didi Sumedi. Setelah sambutan acara diikuti dengan penandatangan 4 MoU yaitu: 1) Think tank cooperation antara Industry, Science and Technology International Strategy Center (ISTI), ITRI dengan Paramadina Public Policy Institute (PPPI); 2) Cooperation of Design Development antara Taiwan Design Center dan Ditjen IKMA yang diwakili oleh KDEI Taipei; 3) Advanced Molding Technology and education cooperation antara Association of CAE Mold Technology, Taiwan( ACMT) dengan Atma Jaya Catholic University (AJCUI); dan 4) Implementation of Industry 4.0 Technology in The Virtual And Augmented Reality antara Taiwan Association for Virtual And Augmented Reality (TAVAR) dengan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Kemenperin. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 80 orang peserta dari Indonesia sedangkan dari pihak Taiwan sendiri berjumlah sekitar 282 delegasi, baik dari perwakilan pemerintah, industri maupun asosiasi. Kegiatan diperdalam dengan sesi sub-forum yang dibagi dalam beberapa ruangan yang berbeda. Diskusi sub-forum mencakup topik: (1) Metal manufacturing, (2) Shipbuilding, (3) Food and Biotechnology, (4) Internet of Things. Acara sub-forum ini berisikan pemaparan materi, diskusi dan industri matching yang membahas mekanisme kerjasama yang menguntungkan industri kedua belah pihak secara substansial.

Untuk melihat gambaran lebih jelas mengenai kemajuan perkembangan industri di Taiwan, pada hari kedua acara tepatnya tanggal 10 Desember 2019 peserta diajak untuk melihat secara langsung beberapa industri yang menjadi titik focus kerjasama. Adapun industri yang dikunjungi adalah: (1) CSBC Corporation di Kelung, yang bergerak dibidang perkapalan, (2) Grape King Bio, perusahaan berbasis Taiwan yang bergerak di healthcare product, dan (3) Taipei City Traffic Information Center (Taipei Station).

Read more...

KDEI Taipei bekerja sama dengan Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Menyelenggarakan Business Forum

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Arlinda Jazid memberikan sambutan kunci pada forum bisnis, dan menyampaikan gambaran perekonomian Indonesia saat ini, kebijakan perdagangan, informasi peluang investasi, serta memperkenalkan pelaku usaha usaha Indonesia yang hadir pada kegiatan tsb.

Forum Bisnis Indonesia-Taiwan yang merupakan kegiatan utama dari rangkaian kegiatan Misi Dagang Indonesia ke Taiwan diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, pada Rabu (11/12) di Le Meridien Hotel. Forum Bisnis dihadiri sekitar 150 orang terdiri dari delegasi pemerintah, asosiasi, pelaku usaha Taiwan dan pelaku usaha Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Kepala KDEI dan Deputy Director General of the Bureau Foreign of Trade, Ministry of Economic Affairs Taiwan, menyampaikan sambutan dimana keduanya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan hubungan bisnis Indonesia dengan Taiwan dan dapat dilaksanakan kembali di tahun mendatang.

Read more...

Kunjungan Delegasi Misi Dagang RI ke RoC of Chamber of Commerce

Melanjutkan rangkaian kegiatan Misi Dagang ke Taiwan hari ini (10/12), delegasi Indonesia dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Arlinda Jazid mengunjungi Kamar Dagang dan Industri Taiwan (ROCCOC). ROCCOC memiliki anggota sebanyak 141 organisasi, 2.427 business organisation, dan 1,5 juta pengusaha tergabung di dalamnya. Pertemuan tersebut dihadiri 13 pelaku usaha Indonesia, wakil ketua ROCCOC, beberapa pelaku usaha Taiwan dan perwakilan Asosiasi Taiwan dari berbagai sektor diantaranya furniture, teh, frozen seafood, plywood, roaster. Dengan mempertemukan langsung pelaku usaha Indonesia dengan asosiasi terkait, diharapkan pelaku usaha Indonesia dapat secara langsung mendapatkan peluang pasar dan menambah jejaring bisnis di Taiwan.

Read more...

Business Matching antara Pengusaha Indonesia dan Buyers Taiwan

Masih dalam rangkaian kegiatan Misi Dagang Indonesia ke Taiwan, dilaksanakan one on one business matching yang mempertemukan 13 pelaku usaha Indonesia dengan pelaku usaha Taiwan. Pelaku usaha Indonesia yang ikut dalam kegiatan ini bergerak di sektor minyak kelapa sawit dan turunannya, kopi, teh, coklat bubuk, bumbu, furnitur, building material, tekstil dan jasa keuangan.

Read more...

Kunjungan Delegasi Misi Dagang RI ke ELOM Group

Staf Ahli Mendag Bidang Hubungan Internasional Arlinda Jazid mengawali kegiatan misi dagang ke Taiwan dengan kunjungan ke Elom Group. Elom Group merupakan salah satu importir produk dari negara Asia seperti Vietnam, Filipina, dan termasuk Indonesia di Taiwan untuk produk makanan, minuman dan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Kunjungan Staf Ahli didampingi Kepala KDEI Taipei, Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan dan sejumlah pelaku usaha Indonesia dari sektor kopi, teh, minyak kelapa sawit, dan home decor. Diharapkan pertemuan ini dapat meningkatkan hubungan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dengan Taiwan ke depan.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

Our website is protected by DMC Firewall!