Menu

Pengajuan VISA Untuk Warga Negara Asing

JENIS-JENIS VISA DAN KEGIATANNYA:

A. VISA KUNJUNGAN

NO.

Jenis Visa

Indeks

Kegiatan

1.

Visa Kunjungan 1 (satu) kali Perjalanan

B211A

Kegiatan wisata, keluarga, sosial budaya, tugas pemerintahan, bisnis meliputi antara lain:

  1. Wisata;
  2. Keluarga;
  3. Sosial;
  4. Seni dan budaya;
  5. tugas dan pemerintahan;
  6. olahraga yang tidak bersifat komersial;
  7. studi banding, kursus singkat dan pelatihan singkat;
  8. melakukan pembicaraan bisnis;
  9. melakukan pembelian barang;
  10. memeberikan ceramah atau mengikuti seminar;
  11. mengikuti pameran internasional;
  12. mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia;
  13. meneruskan perjalanan ke negara lain; dan
  14. bergabung dengan alat angkut yang berada di WIlayah Indonesia
  15. Untuk melakukan pekerjaan darurat dan mendesak;

2.

Visa Kunjungan 1 (satu) kali perjalanan (memerlukan persetujuan Direktur Jenderal)

B211B

Kegiatan kunjungan industri meliputi antara lain:

  1. Memberikan bimbingan, penyuluhan dan pelatihan dalam penerapan dan inovasi teknologi industri untuk meningkatkan mutu dan desain produk industri serta kerja sama pemasaran luar negeri bagi Indonesia;
  2. Melakukan audit, kendali mutu produksi atau inspeksi pada cabang perusahaan di Indonesia;
  3. Calon tenaga kerja asing dalam uji coba kemampuan dalam bekerja;
  4. Diatmbah dengan kegiatan sebagaimana tertera dalam indeks B211A

 

 

B211C

Kegiatan jurnalistik dan perfilman non komersial meliputi antara lain:

  1. Jurnalistik yang telah mendapat izin dari instansi yang berwenang;
  2. Pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat izin dari instansi yang berwenang;
  3. Ditambah dengan kegiatan sebagaimana tertera dalam indeks B211A

3.

Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa On Arrival)

B213

  1. Wisata;
  2. Keluarga;
  3. Sosial;
  4. Seni dan budaya;
  5. tugas dan pemerintahan;
  6. olahraga yang tidak bersifat komersial;
  7. studi banding, kursus singkat dan pelatihan singkat;
  8. melakukan pekerjaan darurat dan mendesak;
  9. melakukan pembicaraan bisnis;
  10. melakukan pembelian barang;
  11. memeberikan ceramah atau mengikuti seminar;
  12. mengikuti pameran internasional;
  13. mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia;
  14. meneruskan perjalanan ke negara lain; dan
  15. bergabung dengan alat angkut yang berada di WIlayah Indonesia.

 

4.

Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan

D212

Kegiatan keluarga, bisnis dan tugas pemerintahan bisnis meliputi antara lain:

  1. Keluarga;
  2. Sosial;
  3. Seni dan budaya;
  4. tugas dan pemerintahan;
  5. olahraga yang tidak bersifat komersial;
  6. studi banding, kursus singkat dan pelatihan singkat;
  7. melakukan pekerjaan darurat dan mendesak;
  8. melakukan pembicaraan bisnis;
  9. melakukan pembelian barang;
  10. memeberikan ceramah atau mengikuti seminar;
  11. mengikuti pameran internasional;
  12. mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia;
  13. meneruskan perjalanan ke negara lain;

 

 
B. VISA TINGGAL TERBATAS

NO.

Jenis Visa

Indeks

Kegiatan

1.

Visa Tinggal Terbatas untuk bekerja sebagai Tenaga AHli pada World Trade Organization

C311

Dengan maksud bekerja sebagai Tenaga Ahli pada World Trade Organization.

 

2..

Visa Tinggal Terbatas untuk bekerja

C312

Dengan maksud bekerja meliputi:

  1. sebagai tenaga ahli;
  2. bergabung untuk bekerja diatas kapal, alat apung atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan nusantara, laut teritorial, atau landas kontinen, serta Zona Eksklusif Indonesia;
  3. malaksanakan tugas sebagai rohaniawan
  4. melakukan kegiatan yang berkaitan dengan profesi dengan menerima bayaran
  5.  melakukan kegiatan dalam rangka pembuatan film yang bersifat komersial dan telah mendapat izin dari instansi yang berwenang
  6. melakukan pengawasan kualitas barang atau produksi;
  7. melakukan inspeksi atau audit pada cabang perusahaan di Indonesia;
  8. melayani purna jual;
  9. memasang dan mereparasi mesin;
  10. melakukan pekerjaan nonpermanen dalam rangka konstruksi;
  11. mengadakan pertunjukan kesenian, musik dan olahraga;
  12. mengadakan kegiatan olah raga profesional;
  13. melakukan kegiatan pengobatan;
  14. calon tenaga kerja asing yang akan bekerja dalam rangka ujicoba keahlian

3.

Visa Tinggal Terbatas untuk melakukan penanaman modal asing paling lama 1 (satu) tahun

C313

Dengan maksud tidak bekerja untuk melakukan penanaman modal asing paling lama 1 (satu) tahun

4.

Visa Tinggal Terbatas untuk melakukan penanaman modal asing paling lama 2 (dua) tahun

C314

Dengan maksud tidak bekerja untuk melakukan penanaman modal asing paling lama 2 (dua) tahun

5.

Visa Tinggal Terbatas untuk mengikuti pelatihan dan penelitian ilmiah

C315

Dengan maksud tidak bekerja  untuk mengikuti pelatihan dan penelitian ilmiah meneruskan perjalanan ke negara lain;

 

6.

Visa Tinggal Terbatas untuk mengikuti pendidikan

C316

Dengan maksud tidak bekerja untuk mengikuti pendidikan

7.

Visa Tinggal terbatas untuk penyatuan Keluarga

C317

Dengan maksud tidak bekerja  untuk penyatuan Keluarga

8.

Visa Tinggal Terbatas untuk repatriasi

C318

Dengan maksud tidak bekerja untuk Repatriasi

9.

Visa Tinggal Terbatas untuk wisatawan lanjut usia mancanegara

C319

Dengan maksud tidak bekerja sebagai wisatawan lanjut usia mancaneagra

10.

Visa Tinggal Terbatas kemudahan bekerja sambil berlibur

C320

Kemudahan bekerja sambil berlibur

 
SYARAT PENGAJUAN PERMOHONAN VISA :
1. Mengisi Formulir Perdim 22  Download 
2. Mengisi Riwayat Pribadi Download
3. Melampirkan 2 (dua) buah pas foto berwarna ukuran 4x6 cm.
4. Surat jaminan dari perusahaan Taiwan.
5. Melampirkan ID Card atau ARC (Bagi orang asing yang tinggal di Taiwan).
6. Masa berlaku paspor tidak boleh kurang dari 6 (enam) bulan bagi pemohon
    Visa Kunjungan, dan 1 (satu tahun) bagi pemohon Visa Tinggal Terbatas.
7. Memiliki tiket pesawat yang sudah dikonfirmasi untuk pergi dan pulang.
8. Foto Kopi rekening tabungan dengan saldo minimum 1500 USD.  
9. Telex persetujuan penerbitan Visa dari Direktorat Jenderal Imigrasi di
    Jakarta (Khusus untuk pemohon Visa Tinggal Terbatas, dan bagi Warga
    Negara dari Negara yang memerlukan Calling Visa).
 
 
Waktu Pelayanan:
Penyerahan Permohonan Visa hari Senin - Jum’at pukul 09.00 s.d 12.00
Pengambilan Visa hari senin - Kamis                       pukul 13.00 s.d 15.00
                                        Hari Jumat                       pukul 13.30 s.d 15.00
 

BIAYA VISA :
   1. Visa Kunjungan                                          NT$ 1,700
   2. Visa Kunjungan saat kedatangan               USD 35
       (Dibayar saat kedatangan di Bandara)   
   3. Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan  NT$ 3,600
   4. Visa Tinggal Terbatas                               NT$ 4,900
   
Pembayaran Biaya Visa dilakukan melalui CHANG HWA BANK

FORM PEMBAYARAN (ChangHwa Bank)

 



 
WAKTU PENYELESAIAN:
Permohonan Visa selesai dalam waktu 2 hari kerja terhitung sejak tanggal pengajuan permohonan yang disampaikan pada loket permohonan Visa KDEI Taipei.
Pemohon Visa diwajibkan datang sendiri ke KDEI Taipei untuk menyampaikan permohonannya dan tidak boleh diwakilkan, terkecuali pemegang paspor Diplomatik.

NEGARA-NEGARA YANG DIHARUSKAN MENDAPAT PERSETUJUAN VISA TERLEBIH DAHULU DARI DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI DI JAKARTA SEBELUM DATANG KE INDONESIA

(Berdasarkan KepMenkumham Nomor M.HH-02.GR.01.06 Tahun 2013)

1. AFGHANISTAN
2. GUINEA
3. ISRAEL
4. KOREA UTARA
5. KAMERUN
6. LIBERIA
7. NIGER
8. NIGERIA
9. PAKISTAN
10. SOMALIA


Prosedur untuk Memperoleh Persetujuan Visa dari kantor pusat Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta adalah :

  • Pemohon harus mempunyai sponsor di Indonesia baik perorangan maupun perusahaan
  • Sponsor atau pemohon dapat mengajukan permohonan persetujuan visa terlebih dahulu melalui online dengan mengakses www.imigrasi.go.id dan menentukan pilihan Visa On Line.
  • Sponsor harus melampirkan photokopi paspor pemohon, surat jaminan dan pasfoto pemohon ataupun persyaratan lainnya sesesuai dengan petunjuk yang tertera dari visa online tersebut.
  • Setelah mendapat persetujuan dari kantor pusat Direktorat Jenderal Imigrasi pemohon akan mendapat surat persetujuan, dan selanjutnya surat persetujuan tersebut dibawa ke kantor perwakilan R.I dimana pemohon akan mengajukan visa.
 
Alamat Kantor Pusat Direktorat Jenderal Imigrasi :
     Direktorat Jenderal Imigrasi
     Departemen Hukum dan HAM R.I
     Jl. HR Rasuna Said Kav 8-9
     Jakarta Selatan Indonesia
     Telp. +62-21-5224658


DAFTAR NEGARA-NEGARA YANG MENDAPATKAN FASILITAS VISA KUNJUNGAN SAAT KEDATANGAN (VISA ON ARRIVAL):
1.Afrika Selatan
2.Algeria
3.USA
4.Argentina
5.Australia
6.Austria
7.Bahrain
8.Belgia
9.Netherlands
10.Brazil
11.Bulgary
12.Czech
13.Cyprus
14.Denmark
15.UAE
16.Estonia
17.Fiji
18.Finland
19.Hungary
20.India
21.England
22.Ireland
23.Italy
24.Japan
25.Germany
26.Canada
27.Kuwait
28.Latvia
29.Libya
30.Lietchtenstein
31.Lithuania
32.Luxemburg
33.Maldives
34.Malta
35.Mexico
36.Egypt
37.Monaco
38.Norwegia
39.Oman
40.Panama
41.France
42.Poland
43.Portugal
44.China
45.Romania
46.Russia
47.Saudi Arabia
48.New Zealand
49.Slovakia
50.Slovenia
51.Spain
52.Suriname
53.Sweden
54.Switzerland
55.Taiwan
56.Timor Leste
57.Tunisia
58.Turki
59.Greece
60.Andorra
61.Belarusia
62.Croatia
63.Seychelles
64.Papua New Guinea
65.Armenia

BEBAS VISA KUNJUNGAN
Dalam rangka meningkatkan hubungan negara Republik Indonesia dengan negara lain, perlu diberikan kemudahan bagi orang asing dari warganegara tertentu untuk masuk dan keluar wilayah republik indonesia yang dilaksanakan dalam bentuk pembebasan dari kewajiban memiliki visa kunjungan dengan memperhatikan asas timbal balik dan manfaat serta dapat memberikan manfaat yang lebih dalam meningkatkan perekonomian melalui kunjungan wisatawan mancanegara.
(Perpres  R.I No.21 Tahun 2016  Tentang Bebas Visa Kunjungan)
 
1.Afrika selatan
2.Albania
3.Aljazair
4.Amerika serikat
5.Andorra
6.Angola
7.Antigua dan barbuda
8.Arab saudi
9.Argentina
10.Armenia
11.Australia
12.Austria
13.Azerbaijan
14.Bahama
15.Bahrain
16.Bangladesh
17.Barbados
18.Belanda
19.Belarusia
20.Belgia
21.Belize
22.Benin
23.Bhutan
24.Bolivia
25.Bosnia dan herzegovina
26.Botswana
27.Brasil
28.Brunei darussalam
29.Bulgaria
30.Burkina faso
31.Burundi
32.Ceko
33.Chad
34.Chili
35.Denmark
36.Dominika (persemakmuran)
37.Ekuador
38.El savador
39.Estonia
40.Fiji
41.Filipina
42.Finlandia
43.Gabon
44.Gambia
45.Georgia
46.Ghana
47.Grenada
48.Guetamala
49.Guyana
50.Haiti
51.Honduras
52.Hongaria
53.Hongkong (SAR)
54.India
55.Inggris
56.Irlandia
57.Islandia
58.Italia
59.Jamaika
60.Jepang
61.Jerman
62.Kamboja
63.Kanada
64.Kazakhstan
65.Kenya
66.Kepulauan marshall
67.Kepulauan solomon
68.Kiribati
69.Komoro
70.Korea selatan
71.Kosta rika
72.Kroasia
73.Kuba
74.Kuwait
75.Kyrgyzstan
76.Laos
77.Latvia
78.Lebanon
79.Lesotho
80.Liecthienstein
81.Lithuania
82.Luksemburg
83.Macao (SAR)
84.Madagaskar
85.Makedonia
86.Maladewa
87.Malawi
88.Malaysia
89.Mali
90.Malta
91.Maroko
92.Mauritania
93.Mauritius
94.Meksiko
95.Mesir
96.Moldova
97.Monako
98.Mongolia
99.Mozambik
100.Myanmar
101.Namibia
102.Nauru
103.Nepal
104.Nikaragua
105.Norwegia
106.Oman
107.Palu
108.Palestina
109.Panama
110.Pantai gading
111.Papua nugini
112.Paraguay
113.Perancis
114.Peru
115.Polandia
116.Portugal
117.Puerto rico
118.Qatar
119.Republik dominika
120.Romania
121.Rusia
122.Rwanda
123.Saint kitts dan navis
124.Saint lucia
125.Saint vincent dan grenadis
126.Samon
127.San marino
128.Sao tome dan principe
129.Selandia baru
130.Senegal
131.Serbia
132.Scychelles
133.Singapura
134.Siprus
135.Slovakia
136.Slovenia
137.Spanyol
138.Sri lanka
139.Suriname
140.Swaziland
141.Swedia
142.Swiss
143.Taiwan (Chinese Taipei)
144.Tajikistan
145.Tahta suci vatikan
146.Tanjung verde
147.Tanzania
148.Thailand
149.Timor leste
150.Togo
151.Tonga
152.Trinidad dan tobago
153.Tunisia
154.Turki
155.Turkmenistan
156.Tuvalu
157.Uganda
158.Ukraina
159.Uni emirate arab
160.Uruguay
161.Tiongkok
162.Uzbekistan
163.Vanuatu
164.Venezuela
165.Vietnam
166.Yordania
167.Yunani
168.Zambia
169.Zimbabwe
Bebas Visa Kunjungan Singkat ini diberikan kepada Warganegara dari Negara-Negara tersebut diatas untuk tinggal di Indonesia selama 30 (tiga puluh) hari, 
 
Tempat Pemeriksaan yang Bisa dilintasi untuk subjek Bebas Visa Kunjungan
 
A.TPI di Bandar Udara
    1.Adi Soemarmo, Surakarta
    2.Adi Sucipto, Yogyakarta
    3.Ahmad Yani, Semarang
    4.Bandara International Lombok, Mataram
    5.Belitung, Tanjung Pandan
    6.Binaka, Sibolga
    7.El Tari, Kupang
    8.Frans Kaisiepo, Biak
    9.Halim Perdana Kusuma, DKI Jakarta
    10.Hang Nadim, Batam
    11.Husein Sastranegara, Bandung
    12.I Gusti Ngurah Rai, Bali
    13.Juanda, Surabaya
    14.Kuala Namu, Medan
    15.Maimun Saleh, Sabang
    16.Minangkabau, Padang
    17.Mopah, Merauke
    18.Mozes Kilangi, Tembaga Pura
    19.Pattimura, Ambon
    20.Polonia, medan
    21.Sam ratulangi, manado
    22.Sepinggan, balikpapan
    23.Soekarno Hatta, Banten
    24.Sultan Hassanudin, Makassar
    25.Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh
    26.Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang
    27.Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru
    28.Supadio, Pontianak
    29.Tarakan, Tarakan
 
B.TPI di Pos Lintas Batas
    1.Aruk, Sambas
    2.Entikong, entikong
    3.Metamauk, Atambua
    4.Mota’ain, Atambua
    5.Nanga Badaum Sanggau
    6.Napan, Atambua
    7.Skouw, Jayapura
 
C.TPI di Pelabuhan Laut
    1.Achmad Yani,  Ternate
    2.Amamapare, Tembaga Pura
    3.Anggrek, Gorontalo
    4.Bagan Siapi-api, Bagan Siapi-api
    5.Badar Bentan Telani Lagoi, Tanjung Uban
    6.Bandar Seri Udana Lobam, Tanjung Uban
    7.Bandar Seri Setia Raja, Bengkalis
    8.Batam Center, Batam
    9.Batu Ampar, Batam
    10.Belakang Padang, Belakang Padang
    11.Belawan, Belawan
    12.Benete, Sumbawa Besar
    13.Biak, Biak
    14.Boom Baru, Palembang
    15.Celukan Bawang, Singaraja
    16.Citra Tri Tunas, Batam
    17.Ciwandan, Cilegon
    18.Dumai, Dumai
    19.Dwi Kora, Pontianak
    20.Gunung Sitoli, Sibolga
    21.Jambi, Jambi
    22.Jayapura, Jayapura
    23.Kabil, Batam
    24.Kendari, Kendari
    25.Kota Baru, Kota Baru
    26.Kuala Enok, Tembilahan
    27.Kuala Langsa, Aceh
    28.Kuala Tanjung, Tanjung Balai Asahan
    29.Kuala Tungkal, Jambi
    30.Lauren Say, Maumere
    31.Lembar, Mataram
    32.Lhokseumawe, Lhokseumawe
    33.Malahayati, Aceh
    34.Malundung, Tarakan
    35.Manado, Manado
    36.Marina Teluk Senimba, Batam
    37.Marore, Tahuna
    38.Merauke, Merauke
    39.Miangas, Tahuna
    40.Nongsa Terminal Bahari, Batam
    41.Nusantara, Pare-pare
    42.Nusantara, tahuna
    43.Padang Bai, Singaraja
    44.Panarukan, Panarukan
    45.Pangkal Balam, Pangkal Pinang
    46.Panjang, Bandar Lampung
    47.Pantoloan, Palu
    48.Pasuruan, Pasuruan
    49.Pemangkat, Sambas
    50.Probolinggo, Probolinggo
    51.Pulau Baai, Bengkulu
    52.Sabang, Aceh
    53.Samarinda, samarinda
    54.Sampit, Sampit
    55.Samudera, Bitung
    56.Sekupang, batam
    57.Selat lampa, Ranai
    58.Semayang, Balikpapan
    59.Siak Sri Indrapura, Siak
    60.Sibolga, Sibolga
    61.Sintete, Sambas
    62.Soekarno Hatta, Makassar
    63.Sorong-Sorong
    64.Sri Bayintan, Tanjung Pinang
    65.Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang
    66.Sungai Guntung, Tembilahan
    67.Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Karimun
    68.Tanjung Benoa, Denpasar
    69.Tanjung Emas, Semarang
    70.Tanjung Gudang, Pangkal Pinang
    71.Tanjung Harapan, Selat Panjang
    72.Tanjung Intan, Cilacap
    73.Tanjung Kelian, Pangkal Pinang
    74.Tanjung Lontar, Kupang
    75.Tanjung Pandan, Bangka Belitung
    76.Tanjung Perak, Surabaya
    77.Tanjung Priok, DKI Jakarta
    78.Tanjung Uban, Tanjung Uban
    79.Tanjung Wangi, Jember
    80.Tarempa, Tarempa
    81.Teluk Bayur, Padang
    82.Teluk Nibung, Tanjung Balai Asahan
    83.Tembilaha, Tembilahan
    84.Tri Sakti, Banjarmasin
    85.Tual, Tual
    86.Tunon Taka, Nunukan
    87.Yos Sudarso, Ambon 

 

 update per: 17 Juli 2019

Read more...

National Taiwan University of Science and Technology Indonesian Culture Exhibition 2009

Mahasiswa NTUST – Indonesian Students Association menyelenggarakan Indonesian Culture Exhibition (ICE) 2009. ICE 2009 diadakan selama dua hari yaitu pada tanggal 12 dan 13 Maret 2009 dengan mengambil tema “The Mosaic of Indonesia”. Acara kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana NTUST-ISA pertama kalinya bekerjasama dengan IOCA (Indonesian Overseas Chinese Association) untuk menampilkan Indonesian Culture Performance. Acara berjalan dengan sangat meriah dan dipadati oleh pengunjung.

Pada hari pertama, culture exhibition ini menampilkan pameran benda-benda budaya dan mengadakan beberapa workshop antara lain Cooking Workshop, Angklung Workshop dan Ketupat Workshop. Selain benda-benda budaya, ICE 2009 juga membuat berbagai miniature stupa, danau toba, gunung merapi dan lain sebagainya. Acara juga diselingi dengan permainan tradisional seperti congklak dan pada waktu tertentu juga disediakan makanan dan minuman khas Indonesia.

 

 


Selain itu, lain dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ICE 2009 mengadakan Singing Competition bagi mahasiswa-mahasiwa non Indonesia. Lomba nyanyi ini diikuti lebih dari 20 kontestan dari berbagai negara dengan menyanyikan lagu Rasa Sayange dalam versi bahasa Indonesia maupun Mandarin. Posisi pertama dan kedua ditempati oleh mahasiswi Jepang dan Taiwan.

Pada hari kedua yang merupakan puncak acara, ICE 2009 menampilkan serangkaian culture performance. Acara dimulai dengan memperkenalkan adat pernikahan pengantin Jawa. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Presiden NTUST, Chen.. dan Bapak Kepala KDEI, Bapak Suhartono, wakil dari IOCA Bapak Zhang serta tamu terhormat lainnya.


Beberapa tarian yang dibawakan antara lain Tari Yapong, Tari Cendrawasih, Tari Sahureka dan Tari Kayau. Dalam kesempatan ini, IOCA juga turut mempersembahkan Tari Tempurung, Tari Lilin serta persembahan lagu Bengawan Solo yang dibawakan secara interaktif dengan mengajak pengunjung menari bersama. Selain tarian tradisional, juga ditampilkan musik tradisional Angklung dan Rebana. Permainan musik tradisional Angklung sangat menarik pengunjung karena dapat memainkan lagu pop Mandarin dan pengunjung dapat menyanyi bersama. Dalam acara ini, pengunjung juga mendapat kesempatan mencicipi makanan Indonesia yang membuat acara budaya ini menjadi lengkap.


Secara keseluruhan, acara berlangsung dengan baik dan menarik. Dalam menyelenggarakan acara ini, mahasiwa Indonesia bekerjasama dengan mahasiswa lokal dan mahasiwa asing lainnya seperti dalam pembuatan miniatur-miniatur, penampilan tari dan musik, sehingga mahasiswa asing dapat terlibat secara langsung dan dapat mengenal budaya Indonesia. Total pengunjung selama dua hari mencapai lebih dari 700 orang.


 

 

Read more...

Resesi Ekonomi, Taiwan akan Memotong Jumlah Tenaga Kerja Asing

Resesi ekonomi akhir-akhir ini telah mengakibatkan tingkat pengangguran meningkat. Dalam kaitan ini, Pemerintah Taiwan akan memotong jumlah tenaga kerja asing untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang Taiwan. Dewasa ini, Taipei sedang berusaha menekan jumlah tenaga kerja asing dan menciptakan 70,000 hingga 80,000 kesempatan kerja bagi orang Taiwan. Sebagai contoh sekitar 20-25 persen pekerja bangunan berasal dari tenaga kerja asing, akan dikurangi hingga menjadi 15 persen, untuk mengusahakan lapangan pekerjaan di masa mendatang.

 

Angka pengangguran bulan November 2008 mencapai 4.64 persen atau lebih dari 500,000 orang. Menurut Directorate General of Budget, Accounting and Statistics (DGBAS), ini merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir ini sehingga mengundang kekhawatiran karena tahun 2009 perekonomian diperkirakan memburuk dan angka pengangguran diindikasikan akan naik. Kelompok umur 45-64 tahun biasanya menjadi tulang punggung perekonomian keluarga, namun saat ini diperkirakan tingkat pengangguran pada kelompok ini berjumlah 100,800 sehingga akan memberikan dampak sosial yang besar. Penduduk yang menganggur akibat tutup atau bangkrutnya perusahaan, saat ini berjumlah 202,000 orang. Pekerja yang bekerja sebanyak 35 jam per minggu saat ini berjumlah 741,000 orang. Angka ini tidak termasuk pekerja yang menerima upah dibawah US$300 per bulan.



Read more...

Tenaga Kerja Indonesia Ilegal "dibuang" Majikan

Sabtu, 13 Desember 2008 malam hari di daerah Taichung County terjadi peristiwa mengenaskan yang menimpa seorang Tenaga Kerja Indonesia. Malam itu terlihat seorang Tenaga Kerja Indonesia di tengah jalan yang sedang kebingungan mencari pertolongan dan kesakitan karena jari-jari tangannya putus dan bersimbah darah.

 

Pihak kepolisian setempat menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan bahwa Tenaga Kerja Indonesia nahas bernama Sunarni (24), tersebut merupakan Tenaga Kerja Indonesia kaburan yang bekerja secara ilegal di Taiwan. Ia disebut kurang berkonsentrasi ketika bekerja secara ilegal di sebuah pabrik sehingga mengakibatkan putusnya jari jemari tangannya. Tenaga Kerja Indonesia tersebut meletakkan tangannya pada sebuah mesin dan secara tidak sengaja terpotong oleh mesin tersebut.

 

Majikan yang mengetahui hal ini langsung membawa Sunarni dengan mobil pergi dari pabrik. Mungkin karena takut jika dituntut memperkerjakan Tenaga Kerja Indonesia secara ilegal, maka dia menyuruh Sunarni turun dari mobil dan meninggalkannya begitu saja di tempat yang sepi. Pihak kepolisian setempat segera membawa Sunarni ke Rumah Sakit terdekat untuk di beri pengobatan. Pengacara Huang Y-lin mengatakan, majikan Tenaga Kerja Indonesia tersebut bersalah karena dia dianggap lari dari tanggung jawab.

 

Sunarni datang ke Taiwan tiga tahun lalu dan bekerja secara legal di daerah Taipei sebagai Pembantu Rumah Tangga. Sunarni seharusnya sudah selesai kontrak tahun lalu dan pulang ke Tanah Air. Namun, Sunarni bersama dengan teman-teman Tenaga Kerja Indonesia lainnya kabur dan bekerja secara ilegal di tempat lain. Sunarni mengatakan bahwa seminggu sebelum kejadian, seorang agen gelap memperkenalkan dan membawa dia ke sebuah pabrik di daerah Feng Yuan, dia sendiri tidak mengetahui siapa nama majikan dan dimana pabrik tempat dia bekerja tersebut.

 

Pada malam kejadian itu, majikan perempuan memanggil seorang laki-laki yang dikatakan sebagai anak dari majikan tersebut untuk membawa Sunarni ke daerah sekitar Dan Zi dan menurunkan dia, lalu ditinggalkan begitu saja. Dari kasus ini, kepolisian setempat menduga bahwa majikan Sunarni merasa takut ketahuan memeperkerjakan pekerja ilegal sehingga melakukan tindakan keji tersebut. Polisi berjanji akan berupaya keras menangkap majikan ini dan jika dilihat dari luka yang dialami oleh Sunarni, majikan tersebut akan di kenai hukuman denda sebesar NT$ 150.000,- sampai NT$ 750.000- serta hukuman penjara minimal 3 tahun atau maksimal 10 tahun.

 

Setelah dirawat selama beberapa hari di Rumah Sakit, saat ini Sunarni ditampung sementara di penampungan sambil menunggu proses hukum yang sedang berlangsung. Kasus Sunarni sekiranya bisa menajadi pelajaran bagi rekan Tenaga Kerja Indonesia lainnya bahwa menjadi Tenaga Kerja Indonesia kaburan dan bekerja secara ilegal bukan merupakan suatu pilihan yang baik kaena tidak mempunyai jaminan bekerja yang aman serta tidak ada pihak berwenang yang dapat melindungi kita.

Read more...

Tahun 2008 Tenaga Kerja Indonesia Sumbang Devisa 130 Triliun Rupiah

Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang selama ini dipandang sebelah mata, ternyata menghasilkan devisa yang sangat besar bagi negara. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memperkirakan devisa yang disumbangkan TKI pada tahun 2008 ini sebesar Rp 130 triliun atau 13 miliar dollar AS.

 

Kepala BNP2TKI, Moh. Jumhur Hidayat menyatakan, setiap tahun devisa yang dihasilkan TKI untuk negara selalu meningkat. Pada tahun 2008 ini saja, TKI telah menghasilkan devisa sebesar Rp 130 triliun. Devisa senilai itu sudah tertinggi setelah devisa migas yang sebesar Rp 180 triliun.

 

Selain itu BNP2TKI akan terus mendorong TKI yang bekerja non pembantu rumah tangga (PRT). Apalagi tahun 2009 mendatang akan banyaknya penerimaan TKI non PRT di sektor-sektor baru di negara-negara seperti, Kanada, Eropa Timur, New Zealand dan Afrika Selatan.


Sumber : http://kompas-tv.com

Read more...

Presiden RI : Canangkan 2009 Sebagai Tahun Indonesia Kreatif

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meuthia Hatta Swasono dan Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Ketua Umum PHI ke-80, Nila F. Moeloek melaksanakan Pemukulan Gong (3 dimensi) sebagai tanda pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2009 (TIK 2009).

 



Pada kesempatan tersebut Presiden RI antara lain mengemukakan, pemerintah mendukung penuh program Indonesia kreatif yang dicanangkan bersamaan waktunya dengan Hari Ibu ke 80 diselenggarakan. Mengingat industri kreatif merupakan pengembangan ekonomi gelombang keempat dengan prospek cerah, utamanya pada saat krisis global saat ini, sekaligus diharapkan mampu mendorong kaum perempuan Indonesia, dapat mengambil peran yang lebih besar dalam memajukan industri kreatif di tanah air.

 



Pada bagian lain Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjelaskan, sektor pengembangan program Indonesia kreatif berpeluang menyerap tenaga kerja 5,4 juta, 6,3 persen kontribusi terhadap perekonomian (PDB) dan sekitar 9 persen pada ekspor. Terhadap pasar dalam negeri aspek bisnis kreatif potensinya sangat besar.


Sumber : http://depdag.go.id

Read more...

Trade Expo Indonesia Ke-23 Dibuka Presiden RI

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto membuka secara resmi Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-23 di Jakarta International Expo Kemayoran , 21 Oktober 2008.

 



Trade Expo Indonesia Ke-23 akan berlangsung tanggal 21-25 Oktober mengusung tema Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia? Atau What Would the World Do without Indonesia?. Tema tersebut dipilih dalam rangka momentum peringatan 100 tahun kebangkitan nasional, yang bermakna bahwa kita harus bangga dengan kekayaan sumber daya alam serta karya dan produk Indonesia di sektor manufaktur, dimana Indonesia sudah menjadi produsen terbesar dan juga sudah memiliki merek-merek yang sudah go international.

 



Presiden RI Susilo Bambang Yodhoyono dalam sambutan pembukaan antara lain mengatakan bahwa TEI 2008 diharapkan dapat meningkatkan perdagangan Indonesia dan dapat meningkatkan kerjasama ekonomi baik secara domestik maupun Internasional. Tema khusus TEI menurut Presiden memiliki makna yang penting artinya bahwa di luar negeri ada pasar yang memerlukan produk Indonesia dan merupakan peluang yang tidak boleh disia-siakan.

 



Sementara itu Mendag dalam laporannya antara lain mengatakan bahwa TEI 2008 diikuti 850 peserta dari UKM, koperasi, industri menengah hingga industri besar dan BUMN dan mencakup berbagai sektor yang mewakili 10 produk eskpor utama dan 10 produk unggulan. Menurut Mendag pada TEI tahun ini ada peningkatan kunjungan misi dagang dari 12 pada tahun 2007 menjadi 33 negara dengan jumlah buyers yang melalui misi dagang sebesar 1011 orang.

 



Pada kesempatan Trade Expo 2008 ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menganugerahkan Penghargaan Primaniyarta 2008 kepada 27 perusahaan Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang masuk empat katagori yaitu Eskportir Berkinerja (10 perusahaan), Pembangun Merek Global (7 perusahaan), UKM Ekspor (8 perusahaan) dan Pelaku Ekspor Ekonomi Kreatif (2 perusahaan).(sumber : http://depdag.go.id)

Read more...

Kalau Langit Masih Kurang Tinggi

Meski saya bukan ekonom, banyak pembaca tetap minta saya "menceritakan" secara awam mengenai hebatnya krisis keuangan di AS saat ini. Seperti juga, banyak pembaca tetap bertanya tentang sakit liver, meski mereka tahu saya bukan dokter. Saya coba: Semua perusahaan yang sudah go public lebih dituntut untuk terus berkembang di semua sektor. Terutama labanya. Kalau bisa, laba sebuah perusahaan publik terus meningkat sampai 20 persen setiap tahun. Soal caranya bagaimana, itu urusan kiat para CEO dan direkturnya.Pemilik perusahaan itu (para pemilik saham) biasanya sudah tidak mau tahu lagi apa dan bagaimana perusahaan tersebut dijalankan. Yang mereka mau tahu adalah dua hal yang terpenting saja: harga sahamnya harus terus naik dan labanya harus terus meningkat. Perusahaan publik di AS biasanya dimiliki ribuan atau ratusan ribu orang, sehingga mereka tidak peduli lagi dengan tetek-bengek perusahaan mereka. Mengapa mereka menginginkan harga saham harus terus naik? Agar kalau para pemilik saham itu ingin menjual saham, bisa dapat harga lebih tinggi dibanding waktu mereka beli dulu: untung.

Mengapa laba juga harus terus naik? Agar, kalau mereka tidak ingin jual saham, setiap tahun mereka bisa dapat pembagian laba (dividen) yang kian banyak. Soal cara bagaimana agar keinginan dua hal itu bisa terlaksana dengan baik, terserah pada CEO-nya. Mau pakai cara kucing hitam atau cara kucing putih, terserah saja. Sudah ada hukum yang mengawasi cara kerja para CEO tersebut: hukum perusahaan, hukum pasar modal, hukum pajak, hukum perburuhan, dan seterusnya. Apakah para CEO yang harus selalu memikirkan dua hal itu merasa tertekan dan stres setiap hari? Bukankah sebuah perusahaan kadang bisa untung, tapi kadang bisa rugi?

Anehnya, para CEO belum tentu merasa terus-menerus diuber target. Tanpa disuruh pun para CEO sendiri memang juga menginginkannya. Mengapa? Pertama, agar dia tidak terancam kehilangan jabatan CEO. Kedua, agar dia mendapat bonus superbesar yang biasanya dihitung sekian persen dari laba dan pertumbuhan yang dicapai. Gaji dan bonus yang diterima para CEO perusahaan besar di AS bisa 100 kali lebih besar dari gaji Presiden George Bush. Mana bisa dengan gaji sebesar itu masih stres? Keinginan pemegang saham dan keinginan para CEO dengan demikian seperti tumbu ketemu tutup: klop. Maka, semua perusahaan dipaksa untuk terus-menerus berkembang dan membesar. Kalau tidak ada jalan, harus dicarikan jalan lain. Kalau jalan lain tidak ditemukan, bikin jalan baru. Kalau bikin jalan baru ternyata sulit, ambil saja jalannya orang lain. Kalau tidak boleh diambil? Beli! Kalau tidak dijual? Beli dengan cara yang licik -dan kasar! Istilah populernya hostile take over. Kalau masih tidak bisa juga, masih ada jalan aneh: minta politisi untuk bikinkan berbagai peraturan yang memungkinkan perusahaan bisa mendapat jalan.

Kalau perusahaan terus berkembang, semua orang happy. CEO dan para direkturnya happy karena dapat bonus yang mencapai Rp 500 miliar setahun. Para pemilik saham juga happy karena kekayaannya terus naik. Pemerintah happy karena penerimaan pajak yang terus membesar. Politisi happy karena dapat dukungan atau sumber dana. Dengan gambaran seperti itulah ekonomi AS berkembang pesat dan kesejahteraan rakyatnya meningkat. Semua orang lantas mampu membeli kebutuhan hidupnya. Kulkas, TV, mobil, dan rumah laku dengan kerasnya. Semakin banyak yang bisa membeli barang, ekonomi semakin maju lagi. Karena itu, AS perlu banyak sekali barang. Barang apa saja. Kalau tidak bisa bikin sendiri, datangkan saja dari Tiongkok atau Indonesia atau negara lainnya. Itulah yang membuat Tiongkok bisa menjual barang apa saja ke AS yang bisa membuat Tiongkok punya cadangan devisa terbesar di dunia: USD 2 triliun!

Sudah lebih dari 60 tahun cara "membesarkan" perusahaan seperti itu dilakukan di AS dengan suksesnya. Itulah bagian dari ekonomi kapitalis. AS dengan kemakmuran dan kekuatan ekonominya lalu menjadi penguasa dunia. Tapi, itu belum cukup. Yang makmur harus terus lebih makmur. Punya toilet otomatis dianggap tidak cukup lagi: harus computerized! Bonus yang sudah amat besar masih kurang besar. Laba yang terus meningkat harus terus mengejar langit. Ukuran perusahaan yang sudah sebesar gajah harus dibikin lebih jumbo. Langit, gajah, jumbo juga belum cukup. Ketika semua orang sudah mampu beli rumah, mestinya tidak ada lagi perusahaan yang jual rumah. Tapi, karena perusahaan harus terus meningkat, dicarilah jalan agar penjualan rumah tetap bisa dilakukan dalam jumlah yang kian banyak. Kalau orangnya sudah punya rumah, harus diciptakan agar kucing atau anjingnya juga punya rumah. Demikian juga mobilnya. Tapi, ketika anjingnya pun sudah punya rumah, siapa pula yang akan beli rumah? Kalau tidak ada lagi yang beli rumah, bagaimana perusahaan bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjamin bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan alat-alat bangunan bisa lebih besar? Bagaimana bank bisa lebih besar? Bagaimana notaris bisa lebih besar? Bagaimana perusahaan penjual kloset bisa lebih besar? Padahal, doktrinnya, semua perusahaan harus semakin besar?

Ada jalan baru. Pemerintah AS-lah yang membuat jalan baru itu. Pada 1980, pemerintah bikin keputusan yang disebut "Deregulasi Kontrol Moneter". Intinya, dalam hal kredit rumah, perusahaan realestat diperbolehkan menggunakan variabel bunga. Maksudnya: boleh mengenakan bunga tambahan dari bunga yang sudah ditetapkan secara pasti. Peraturan baru itu berlaku dua tahun kemudian. Inilah peluang besar bagi banyak sektor usaha: realestat, perbankan, asuransi, broker, underwriter, dan seterusnya. Peluang itulah yang dimanfaatkan perbankan secara nyata.

Begini ceritanya: Sejak sebelum 1925, di AS sudah ada UU Mortgage. Yakni, semacam undang-undang kredit pemilikan rumah (KPR). Semua warga AS, asalkan memenuhi syarat tertentu, bisa mendapat mortgage (anggap saja seperti KPR, meski tidak sama). Misalnya, kalau gaji seseorang sudah Rp 100 juta setahun, boleh ambil mortgage untuk beli rumah seharga Rp 250 juta. Cicilan bulanannya ringan karena mortgage itu berjangka 30 tahun dengan bunga 6 persen setahun. Negara-negara maju, termasuk Singapura, umumnya punya UU Mortgage. Yang terbaru adalah UU Mortgage di Dubai. Sejak itu, penjualan properti di Dubai naik 55 persen. UU Mortgage tersebut sangat ketat dalam menetapkan syarat orang yang bisa mendapat mortgage. Dengan keluarnya "jalan baru" pada 1980 itu, terbuka peluang untuk menaikkan bunga. Bisnis yang terkait dengan perumahan kembali hidup. Bank bisa dapat peluang bunga tambahan. Bank menjadi lebih agresif. Juga para broker dan bisnis lain yang terkait. Tapi, karena semua orang sudah punya rumah, tetap saja ada hambatan. Maka, ada lagi "jalan baru" yang dibuat pemerintah enam tahun kemudian. Yakni, tahun 1986.

Pada 1986 itu, pemerintah menetapkan reformasi pajak. Salah satu isinya: pembeli rumah diberi keringanan pajak. Keringanan itu juga berlaku bagi pembelian rumah satu lagi. Artinya, meski sudah punya rumah, kalau mau beli rumah satu lagi, masih bisa dimasukkan dalam fasilitas itu. Di negara-negara maju, sebuah keringanan pajak mendapat sambutan yang luar biasa. Di sana pajak memang sangat tinggi. Bahkan, seperti di Swedia atau Denmark, gaji seseorang dipajaki sampai 50 persen. Imbalannya, semua keperluan hidup seperti sekolah dan pengobatan gratis. Hari tua juga terjamin.

Dengan adanya fasilitas pajak itu, gairah bisnis rumah meningkat drastis menjelang 1990. Dan terus melejit selama 12 tahun berikutnya. Kredit yang disebut mortgage yang biasanya hanya USD 150 miliar setahun langsung menjadi dua kali lipat pada tahun berikutnya. Tahun-tahun berikutnya terus meningkat lagi. Pada 2004 mencapai hampir USD 700 miliar setahun. Kata "mortgage" berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis. Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah. Dalam mortgage, Anda mendapat kredit. Lalu, Anda memiliki rumah. Rumah itu Anda serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anda boleh menempatinya selama cicilan Anda belum lunas. Karena rumah itu bukan milik Anda, begitu pembayaran mortgage macet, rumah itu otomatis tidak bisa Anda tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukan rumah Anda. Atau belum. Maka, ketika Anda tidak membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, Anda harus langsung pergi dari rumah tersebut. Lalu, apa hubungannya dengan bangkrutnya investment banking seperti Lehman Brothers? Gairah bisnis rumah yang luar biasa pada 1990-2004 itu bukan hanya karena fasilitas pajak tersebut. Fasilitas itu telah dilihat oleh "para pelaku bisnis keuangan" sebagai peluang untuk membesarkan perusahaan dan meningkatkan laba. Warga terus dirangsang dengan berbagai iklan dan berbagai fasilitas mortgage. Jor-joran memberi kredit bertemu dengan jor-joran membeli rumah. Harga rumah dan tanah naik terus melebihi bunga bank. Akibatnya, yang pintar bukan hanya orang-orang bank, tapi juga para pemilik rumah. Yang rumahnya sudah lunas, di-mortgage- kan lagi untuk membeli rumah berikutnya. Yang belum memenuhi syarat beli rumah pun bisa mendapatkan kredit dengan harapan toh harga rumahnya terus naik. Kalau toh suatu saat ada yang tidak bisa bayar, bank masih untung. Jadi, tidak ada kata takut dalam memberi kredit rumah.

Tapi, bank tentu punya batasan yang ketat sebagaimana diatur dalam undang-undang perbankan yang keras. Sekali lagi, bagi orang bisnis, selalu ada jalan. Jalan baru itu adalah ini: bank bisa bekerja sama dengan "bank jenis lain" yang disebut investment banking. Apakah investment banking itu bank? Bukan. Ia perusahaan keuangan yang "hanya mirip" bank. Ia lebih bebas daripada bank. Ia tidak terikat peraturan bank. Bisa berbuat banyak hal: menerima macam-macam "deposito" dari para pemilik uang, meminjamkan uang, meminjam uang, membeli perusahaan, membeli saham, menjadi penjamin, membeli rumah, menjual rumah, private placeman, dan apa pun yang orang bisa lakukan. Bahkan, bisa melakukan apa yang orang tidak pernah memikirkan! Lehman Brothers, Bear Stern, dan banyak lagi adalah jenis investment banking itu. Dengan kebebasannya tersebut, ia bisa lebih agresif. Bisa memberi pinjaman tanpa ketentuan pembatasan apa pun. Bisa membeli perusahaan dan menjualnya kapan saja. Kalau uangnya tidak cukup, ia bisa pinjam kepada siapa saja: kepada bank lain atau kepada sesama investment banking. Atau, juga kepada orang-orang kaya yang punya banyak uang dengan istilah "personal banking". Saya sering kedatangan orang dari investment banking seperti itu yang menawarkan banyak fasilitas. Kalau saya mau menempatkan dana di sana, saya dapat bunga lebih baik dengan hitungan yang rumit. Biasanya saya tidak sanggup mengikuti hitung-hitungan yang canggih itu. Saya orang yang berpikiran sederhana. Biasanya tamu-tamu seperti itu saya serahkan ke Dirut Jawa Pos Wenny Ratna Dewi. Yang kalau menghitung angka lebih cepat dari kalkulator. Kini saya tahu, pada dasarnya dia tidak menawarkan fasilitas, tapi cari pinjaman untuk memutar cash-flow.

Begitu agresifnya para investment banking itu, sehingga kalau dulu hanya orang yang memenuhi syarat (prime) yang bisa dapat mortgage, yang kurang memenuhi syarat pun (sub-prime) dirangsang untuk minta mortgage. Di AS, setiap orang punya rating. Tinggi rendahnya rating ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan dan boros-tidaknya gaya hidup seseorang. Orang yang disebut prime adalah yang ratingnya 600 ke atas. Setiap tahun orang bisa memperkirakan sendiri, ratingnya naik atau turun. Kalau sudah mencapai 600, dia sudah boleh bercita-cita punya rumah lewat mortgage. Kalau belum 600, dia harus berusaha mencapai 600. Bisa dengan terus bekerja keras agar gajinya naik atau terus melakukan penghematan pengeluaran.

Tapi, karena perusahaan harus semakin besar dan laba harus kian tinggi, pasar pun digelembungkan. Orang yang ratingnya baru 500 sudah ditawari mortgage. Toh kalau gagal bayar, rumah itu bisa disita. Setelah disita, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pinjaman. Tidak pernah dipikirkan jangka panjangnya. Jangka panjang itu ternyata tidak terlalu panjang. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, kegagalan bayar mortgage langsung melejit. Rumah yang disita sangat banyak. Rumah yang dijual kian bertambah. Kian banyak orang yang jual rumah, kian turun harganya. Kian turun harga, berarti nilai jaminan rumah itu kian tidak cocok dengan nilai pinjaman. Itu berarti kian banyak yang gagal bayar.

Bank atau investment banking yang memberi pinjaman telah pula menjaminkan rumah-rumah itu kepada bank atau investment banking yang lain. Yang lain itu menjaminkan ke yang lain lagi. Yang lain lagi itu menjaminkan ke yang beriktunya lagi. Satu ambruk, membuat yang lain ambruk. Seperti kartu domino yang didirikan berjajar. Satu roboh menimpa kartu lain. Roboh semua. Berapa ratus ribu atau juta rumah yang termasuk dalam mortgage itu? Belum ada data. Yang ada baru nilai uangnya. Kira-kira mencapai 5 triliun dolar. Jadi, kalau Presiden Bush merencanakan menyuntik dana APBN USD 700 miliar, memang perlu dipertanyakan: kalau ternyata dana itu tidak menyelesaikan masalah, apa harus menambah USD 700 miliar lagi? Lalu, USD 700 miliar lagi? Itulah yang ditanyakan anggota DPR AS sekarang, sehingga belum mau menyetujui rencana pemerintah tersebut. Padahal, jumlah suntikan sebanyak USD 700 miliar itu sudah sama dengan pendapatan seluruh bangsa dan negara Indonesia dijadikan satu.

Jadi, kita masih harus menunggu apa yang akan dilakukan pemerintah dan rakyat AS. Kita juga masih menunggu data berapa banyak perusahaan dan orang Indonesia yang "menabung"-kan uangnya di lembaga-lembaga investment banking yang kini lagi pada kesulitan itu. Sebesar tabungan itulah Indonesia akan terseret ke dalamnya. Rasanya tidak banyak, sehingga pengaruhnya tidak akan sebesar pengaruhnya pada Singapura, Hongkong, atau Tiongkok. Singapura dan Hongkong terpengaruh besar karena dua negara itu menjadi salah satu pusat beroperasinya raksasa-raksasa keuangan dunia. Sedangkan Tiongkok akan terpengaruh karena daya beli rakyat AS akan sangat menurun, yang berarti banyak barang buatan Tiongkok yang tidak bisa dikirim secara besar-besaran ke sana. Kita, setidaknya, masih bisa menanam jagung.(*)

Read more...

Indonesia Raih Dua Gelar di Taiwan Terbuka

Para pebulutangkis Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa. Pemain tunggal pertama Simon Santoso dan ganda campuran Devin Lahardi/Lita Nurlita menang di final turnamen grand prix Taiwan Terbuka yang berhadiah total US$ 170 ribu.

Unggulan pertama tunggal putra Simon Santoso meraih gelar pertama dalam tiga tahun terakhir. Ia memenangi pertandingan final melawan pemain Malaysia M. Rosloin Hashim. Dalam pertandingan yang digelar di Taipei County Shinjuang Stadium, Ahad (14/9), Simon menang tiga game 21-18, 13-21, 21-10 atas unggulan tujuh asal Malaysia itu.

Pasangan Devin Lahardi/Lita Nurlita meraih gelar ganda campuran. Keduanya mengalahkan pasangan Taiwan Fang Chieh Min/Cheng Wen Hsing 14-21, 21-11, 21-19.(ANS/ANTARA)

Read more...

Kepala KDEI menerima pelukis dari Indonesia

Pada tanggal 15 Agustus 2008 Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia menerima kunjungan pelukis Indonesia yang terdiri Kartika Affandi, Maria Chui dan Ganden Witono sedangkan Ella Wijt, pelukis muda usia berhalangan hadir. Kedatangan ke Taipei kali ini adalah dalam rangka untuk memamerkan lukisan mereka pada gelaran yang bertajuk Thousands of Island 's Flavor 2008 Indonesian Folk Painter's Painting Exhibition, yang rencananya akan digelas di un Yat Sen Memorial Hall tanggal 16 Agustus sampai 24 Agustus 2008.

Rombongan pelukis ini di sambut langsung Kepala KDEI Taipei Suhartono, Wakil Kepala KDEI Taipei Suwarno Budisusetyo dan Kepala Bidang Perdagangan KDEI Taipei Bambang Khaeroni. Bapak Suhartono berterimakasih dan mengucapkan selamat datang atas kehadiran Kartika Affandi, Maria Chui dan Ganden Witono di KDEI Taipei.

 

Bp. Suhartono juga sangat senang sekali pada penyelenggaraan pameran ini karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun RI yang ke-63, sehingga dapat menjadikan dapat dijadikan momen yang tepat untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Taiwan.

Bp. Suhartono berharap dengan kehadiran para pelukis ini bisa semakin mempererat hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Taiwan. Selama ini Indonesia banyak dikenal sebagai negara yang banyak memperkerjakan warganya di Taiwan (Tenaga Kerja Indonesia), sehingga dengan adanya pameran ini diharapkan pandangan masyarakat Taiwan akan berubah terhadap Indonesia.

Sedangkan Maria Chui salah satu anggota rombongan pelukis Indonesia, mengatakan bahwa saat ini Taiwan sudah sangat maju sekali, beliu yang beberapa tahun lalu sempat tinggal di Taipei bercerita bahwa Taiwan adalah negara yang berangkat dari serba keterbatasan dan kekurangan. Tetapi dengan kerja keras dan semangat mencintai produk dalam negerinya sendiri Taiwan bisa bangkit dan menjadi salah satu negara yang disegani di Asia dalam bidang ekonomi.Beliau juga berharap masyarakat Indonesia di Taiwan bisa belajar banyak selama berada disini dan ilmunya bisa di aplikasikan untuk kemajuan bangsa Indonesia.


Pada kesempatan ini pula Bp. Suhartono mengundang rombongan untuk menghadiri upacara bendera yang akan dilaksanakan di KDEI Taipei. Pertemuan ini akhirnya diakhiri dengan pemberian cindera mata oleh Kepala KDEI Bp. Suhartono.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

DMC Firewall is a Joomla Security extension!