Menu

PEMULANGAN 7 ORANG ABK KE INDONESIA

Taoyuan, kdei-taipei.org - Suasana gembira penuh haru menyelimuti ke-tujuh orang  Anak Buah Kapal (ABK) pada hari Jum’at tanggal 3 Desember 2010 sekitar jam 11.00 di penampungan Taoyuan.  Pada saat itu, Kepala KDEI-Bapak Harmen Sembiring, Ibu Elizabeth Harmen Sembiring, pejabat KDEI dan ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan KDEI berkunjung ke penampungan di Taoyuan dalam rangka penutupan kursus peningkatan ketrampilan ‘Chinene Knotting’ dan menyerahan bantuan pemulangan kepada ke-7 orang ABK tersebut.

Sutrisno salah seorang dari ke-7 ABK yang dituduh membunuh Kapten Kapal yang bernama Mr. Chai Yun-seng menangis haru sambil memeluk erat-erat Bapak Kepala KDEI – Bapak Harmen Sembiring seraya berucap ‘terima kasih pak .. terima kasih pak’ berulang-ulang’.  Seluruh hadirin yang hadir dipenampungan tersebut … diam sejenak, seakan terpaku dengan suasana haru dan gembira tersebut bahkan ada beberapa dari hadirin terutama para ibu sempat meneteskan air matanya.  Hari itulah, hari kepastian ke-7 ABK dapat pulang ke Indonesia setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan sejak tanggal 27 April 2007.  Sidang demi sidang telah dilalui sesuai dengan perundangan yang berlaku, langkah-langkah untuk mengupayakan agar ke-7 ABK dapat kembali Indonesia dilakukan maksimal oleh KDEI Taipei.  Hasilnya pada awal September 2010 terbitlah surat dari Pengadilan Pintung yang menyatakan bahwa ke-7 orang ABK tersebut tidak salah dan dapat pulang ke Indonesia.

Sebelum kembali ke Indonesia, KDEI membantu mamfasilitasi ke-7 orang ABK tersebut untuk mendapatkan hak-haknya yaitu Kompensasi terhadap orang yang tidak bersalah tetapi telah menjalani hukuman di detention centre.
Perjalanan panjang usai sudah, pada tanggal 6 Desember 2010 KDEI Taipei memulangkan dan mendampingi : Jenal Arifin, Imam Taufik, Suharto, Sutrisno, Dulcholik, Widiarato dan Agus Setiawan kembali ke Indonesia.  Penyerahan ke 7 orang ABK tersebut dilakukan di Bandara Soekarno Hatta dari Kepala KDEI-Bapak Harmen Sembiring kepada BNP2TKI yang diterima oleh ibu Lisna Poeloengan (Plt. Deputy Perlindungan). KDEI mengucapkan selamat kembali ke Negeri tercinta.

Foto lainnya.

Read more...

Peringatan Natal Akbar 2010 KDEI Bersama Gereja-Gereja Indonesia di Taiwan

Taipei, kdei-taipei.org - Pada hari Minggu tanggal 5 Desember 2010 yang lalu, KDEI menyelenggarakan Natal Akbar bersama seluruh masyarakat Indonesia di Taiwan. Acara tersebut diadakan di Gedung Taipei Main Station, lantai lima. Perayaan Natal ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Taiwan . Sesuai dengan tema Natal kali ini yaitu “Kristus Datang untuk Semua”, perayaan Natal kali ini selain dihadiri oleh seluruh Umat Kristiani yang ada di Taiwan, juga dihadiri oleh alim ulama dan sahabat-sahabat yang bukan beragama Kristen. Jumlah hadirin yang datang pada siang itu diperkirakan mencapai kurang lebih 1000 orang.

Perayaan Natal kali ini terbagi menjadi dua sesi yaitu ibadah dan hiburan. Sesi ibadah dibuka oleh paduan suara Gerereja Katholik yang menyanyikan lagu “O Come All Ye Faithfull” kemudian dilanjutkan oleh doa pembuka oleh Pendeta Max Chandra dan pujian yang dipimpin Ibu Debora dari Gereja Anugerah. Setelah Bapak Luther Palimbong memimpin doa persembahan, acara dilanjutkan oleh pujian dari beberapa gereja antara lain keroncong alternatif “Dunia Gemar “ oleh Gereja Air Hidup; nyanyian Solo “Karena Kita” oleh Joseph Marunduri dari GBI; Keroncong Kemayoran dari OCCC; paduan suara “Thine Be the Glory” dari KDEI Taipei; angklung dari Gereja Anugerah.

Sebelum mendengar firman Tuhan, diadakan penyalaan lima buah lilin terlebih dahulu oleh Kepala KDEI Taipei, Ibu Elisabeth, Pendeta Petrus Agung Purnomo, Romo Hans serta Pendeta Stephen Tjoeng yang kali ini bertindak selaku ketua Panitia.

Firman Tuhan dibawakan oleh Pendeta Petrus Agung yang khusus datang dari Indonesia. Dalam khotbahnya, Pendeta Petrus banyak berbagi tentang kisah para korban bencana disertai dengan pemutaran klip tentang penderitaan korban bencana Gunung Merapi. Setelah khotbah dari Pendeta Petrus, acara dilanjutkan dengan renungan yang dibawakan oleh Romo Hans dari Gereja St. Kristoforus.

Setelah Ibadah selesai acara dilanjutkan dengan hiburan namun sebelumnya Ketua Panitia Pendeta Stephen Tjoeng menyampaikan laporan singkat tentang penyelenggaraan Natal Akbar kali ini. Dalam laporannnya Ketua Panitia melaporkan bahwa perayaan Natal kali ini merupakan kerjasama dan partisipasi semua gereja-gereja Indonesia yang ada di Taiwan antara lain :
1.    Gereja Katholik Indonesia Taiwan
2.    IFGF GISI Taipei
3.    IFGF GISI Taichung
4.    Gereja ANUGERAH
5.    Gereja Bethany Taipei
6.    Gereja Bethany Chung Li
7.    Gereja Bethel Indonesia Taiwan
8.    Gereja Air Hidup
9.    Overseas Chinese Christian Church
10.    Persekutuan Overseas Kristen Indonesia (POKI)
11.    Sing Fong Emmanuel Church
12.    Rock Apostolic International Network

Setelah laporan dari Ketua kemudian Kepala KDEI, Bapak Harmen Sembiring menyampaikan kata sambutannya. Dalam sambutannya, Kepala KDEI menyampaikan bahwa sesuai dengan thema Natal kali ini yaitu Kristus Datang untuk Semua, demikian juga diharapkan bagi semua ”INNI REN” di Taiwan yang telah lebih mengenal atau menyatakan diri lebih mengenal Yesus Kristus agar lebih berbuat baik lagi sesuai talenta dan kemampuan yang diberikan kepada kita untuk membantu dan berbuat baik bagi sesama manusia. Kepala KDEI juga berharap agar Natal kali ini bukan yang pertama dan juga bukan yang terakhir.

Di akhir acara, hadirin dan seluruh Home Staff KDEI yang hadir pada siang hari itu dihibur oleh artis ternama Ronny Sianturi dan pembagian hadiah doorprize hasil sumbangan dari beberapa pihak sponsor.  Keseluruhan acara Natal Akbar siang hari itu berakhir dengan khidmat, tertib dan sukses.

Foto-foto Kegiatan

Read more...

Pembentukan Sister City antara Kota Singkawang dan Kota Yangmei

Taoyuan, kdei-taipei.org - Kerjasama antar kota dalam bentuk Sister City sangat penting mempererat hubungan dan kerjasama yang diharapkan akan meningkatkan perekonomian. Sister City dibentuk berdasarkan kesamaan perbandingan dalam hal populasi, sosial, budaya dan ekonomi. Pembentukan Sister City antara Kota Singkawang Kota Yangmei diawali dengan dengan kunjungan delegasi pemerintah Kota Singkawang ke Kota Yangmei pada tanggal 28 Nopember sampai dengan 2 Desember 2010.

Dalam rangkaian agenda kunjungan delegasi Walikota Singkawang ke Yangmei, pada tanggal pada tanggal 29 Nopember 2010 Sister City antara kota Singkawang dan kota Yangmei telah dibentuk dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Between Singkawang City and Yangmei City on Establishment of Sister City. Lingkup kerjasama Sister City tersebut adalah pertanian, kebudayaan, pendidikan dan ekonomi/perdagangan.

Keempat sektor yang menjadi ruang lingkup kerjasama Sister City tersebut merupakan hasil pertemuan-pertemuan yang difasilitasi oleh KDEI Taipei. Adapun lingkup kerjasama tersebut antara lain:

  1. Pertanian : Mendukung pembangunan pertanian dan peternakan.
  2. Kebudayaan
    • Meningkatkan pertukaran budaya di bidang kesenian, musik, seni pertunjukan dan lain-lain demikian juga kegiatan olahraga.
    • Mendukung dan mendorong untuk saling mengunjungi antar warga kedua kota.
  3. Pendidikan
    • Mendorong kerjasama pendidikan dengan sekolah lokal dan perguruan tinggi atau universitas dalam hal pertukaran siswa, guru dan program beasiswa
    • Mendukung dibentuknya persahabatan antar sekolah dan organisasi pendidikan di kedua kota.
  4. Ekonomi/Perdagangan : Mendorong pembangunan ekonomi dan perdagangan antar kedua belah pihak.

Dalam rangka memantau implementasi Sister City, maka akan dibentuk Komite Pemantau (The Monitoring Committee) yang akan memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan Sister City tersebut. Pihak Walikota Yangmei sangat menyambut baik kedatangan delegasi Kota Singkawang memfasilitasi kunjungan-kunjungan delegasi Singkawang ke sekolah-sekolah, kawasan pertanian-peternakan, tempat-tempat wisata, industri pengolahan hasil pertanian dan makanan. Pihak Walikota Yangmei berjanji akan melakukan kunjungan balasan pada tahun 2011 mendatang ke kota Singkawang sekaligus dalam upaya mengevaluasi pelaksanaan Sister City.

Read more...

KDEI TAIPEI PEDULI TENAGA KERJA INDONESIA : BELAJAR KERAJINAN TANGAN “Chinese Knotting”

Taipei-kdei-taipei.org - Dalam rangka meningkatkan ketrampilan Tenaga Kerja Indonesia yang berada di Taiwan, Dharma Wanita Persatuan KDEI-Taipei mengadakan kursus belajar membuat kerajinan tangan “Chinese Knotting” (simpul tali ala Chinese). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala KDEI-Taipei (Bapak Harmen Sembiring) pada tanggal 9 Oktober 2010 berlokasi di Shelter House TKI Ruiching, Taoyuan. Program peningkatan ketrampilan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan KDEI-Taipei (Ibu Elizabeth Gurusinga). Rencana program serupa akan dilaksanakan di Shelter House TKI Taichung pada akhir Nopember sampai dengan Desember 2010.


Kegiatan belajar “Chinese Knotting” mengundang seorang spesialis / ahli bebatuan dan kerajinan tangan lulusan dari Asian Institute of Gemological Sciences (AIGS) di Bangkok, Thailand (Ibu Kartika Dewi) sebagai pengajar utama dan dibantu oleh ibu-ibu Persatuan Dharma Wanita KDEI-Taipei untuk mengajari tenaga kerja Indonesia membuat aksesoris dengan simpul tali ala Chinese. Dari “Chinese Knotting” tersebut dapat menghasilkan berbagai variasi aksesories berupa kalung, gelang, ikat pinggang dan lain-lain. Adapun manfaat dari kegiatan belajar ini agar mereka dapat mengisi waktu dengan hal-hal yang positif dan memberikan bekal atau nilai tambah bagi tenaga kerja Indonesia di Taiwan.


Belajar kerajinan tangan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan memberikan pelatihan dasar cara dan kreasi membuat simpul tali sehingga kemudian dapat membuat aksesoris kalung, gelang dan pelbagai aksesoris lainnya. Peserta pelatihan adalah tenaga kerja wanita Indonesia dan juga beberapa tenaga kerja laki-laki (Anak Buah Kapal). Bagi ABK bekerja sebagai nelayan telah terbiasa menambal-sulam jala ikan, sehingga kegiatan membuat simpul tali dapat mengembangkan bakat keahlian terpendam mereka yang semula hanya menyulam jala kini dapat membuat simpul tali menjadi kalung.


Kegiatan belajar kerajinan tangan simpul tali ala Chinese merupakan program belajar baru dan sangat diminati oleh tenaga kerja Indonesia. Tahap pertama memberikan pelatihan kerajinan tangan ini untuk tenaga kerja Indonesia yang berdomilisi di daerah Taipei, Taoyuan dan sekitarnya, selanjutnya akan diteruskan kegiatan belajar ini untuk peserta yang berada di daerah Taichung dan sekitarnya.


Link : Foto kegiatan dan hasil kerajinan tangan.

Read more...

Pers Release : Pemulangan Jenazah 6 (Enam) Tenaga Kerja Indonesia Dari Taiwan ke Indonesia

1. Jumlah TKI yang bekerja di Taiwan mencapai angka 151.273. Pada umumnya mereka bekerja di sektor konstruksi, manufaktur, nelayan/ABK dan bekerja di sektor rumah tangga sebagai pengasuh bayi, merawat orang tua/jompo dan sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).


2. Seiring dengan terus meningkatnya angka penempatan TKI ke Taiwan, permasalahan yang dihadapi juga semakin kompleks dan meningkat. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain, permasalahan gaji, "salah job" pemotongan gaji diluar ketentuan, lari dari majikan atau yang dikenal dengan istilah TKI kaburan dll. Menyikapi permasalahan TKI kaburan, KDEI terus menerus melakukan penyuluhan baik melalui mass media maupun radio agar TKI tidak lari dari majikan apabila menghadapi permasalahan ini, karena dengan lari atau kabur dari majikan, maka hak-hak yang seharusnya didapat TKI secara otomatis akan hilang.


3. Berbicara tentang berbagai permasalahan TKI, maka pada hari ini, Minggu, 31 Oktober 2010, kami akan memulangkan 6 (enam) jenazah TKI (sebagaimana daftar terlampir) yang meninggal akibat penyanggah jembatan tol nomor 6 daerah Nantou tempatnya bekerja runtuh. Bencana tersebut terjadi pada tanggal 30 September 2010.


4. Dalam upaya memberikan perlindungan hak dan perlindungan hukum terhadap ke-6 (enam) TKI yang mengalami musibah tersebut, KDEI selama kurang lebih 1 (satu) bulan terus menerus melakukan koordinasi dengan Instansi terkait di Taiwan. Kami bersyukur bahwa penyelesaian permasalahan tidak berlalut-larut karena pihak developer (Kuo Teng Company) sangat cooperative dalam membantu upaya penyelesaian hak-hak TKI tersebut. Sehingga seluruh hak TKI (gaji dan asuransi) akan dapat diterima oleh keluarga di Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.


5. Untuk itu, KDEI menyampaikan terima kasih kepada Council of Labor Affairs (CLA), MOFA, Kejaksaan Nantou, imigrasi Nantou, Disnaker Nantou, pekerja sosial Nantou County Government, Kuo Teng Company, dan pengurus mesjid besar Taipei yang telah membantu dan bekerja sama dengan baik dalam pengurusan seluruh proses hingga TKI dapat dipulangkan ke Indonesia dan mendapatkan hak-haknya.

6. Kepada pihak keluarga, KDEI juga menyampaikan duka cita yang mendalam, dan mohon agar keluarga almarhum dapat menerima kondisi tersebut sebagai musibah yang telah digariskan Tuhan YME.


7. 5 (lima) jenazah akan dipulangkan ke Indonesia dari Taipei menggunakan penerbangan CI 5853, berangkat pada pukul 6:00 waktu Taiwan dan tiba di Jakarta diperkirakan pada pukul 10:45 WIB. Sedangkan 1 (satu) jenazah lainnya akan menggunakan penerbangan CI 751 langsung ke Surabaya yang akan berangkat pada pukul 16:05 waktu Taiwan dan diperkirakan tiba pada pukul 23:00 di Surabaya.

8. Di Jakarta dan Surabaya, jenazah akan diserahkan secara resmi kepada pejabat dari Kemenakertrans dan BNP2TKI, dan untuk selanjutnya akan dilakukan proses pemulangan ke kampung halaman.


KANTOR DAGANG DAN EKONOMI INDONESIA DI TAIPEI
29 OKTOBER 2010

[Foto Terkait]

Read more...

Wakil Kepala KDEI Menerima Kunjungan LPPI

Taipei, kdei-taipei.org – Pada tanggal 20 Oktober 2010, Wakil Kepala KDEI Bapak Yovial menerima kunjungan dari Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Pada kesempatan tersebut Bapak Ignatius Supomo  sebagai Ketua rombongan dari LPPI menjelaskan bahwa tujuan kedatangan mereka ke Taiwan adalah untuk melakukan benchmarking ke berbagai Bank yang ada di Taiwan selain untuk membekali para peserta kursus juga menggalang hubungan dengan bank-bank di Taiwan. Dalam sambutannya Wakil Kepala KDEI menjelaskan tentang hubungan bilateral Indonesia dan Taiwan saat ini. Beliau juga menyambut baik kedatangan delegasi LPPI untuk melakukan benchmarking perbankan di Taiwan.  Pada kesempatan tersebut juga dilakukan tukar menukar cenderamata oleh Wakil Kepala KDEI dan Ketua rombongan Bapak Ignatius Supomo.

[Foto Galeri]

Read more...

Kepala KDEI Taipei Menerima Kunjungan TKI Teladan 2010

Taipei, kdei-taipei.org – pada tanggal 27 September 2010 tujuh orang TKI teladan beserta keluarga mengunjungi Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia yang bertempat di Rui Guang Road, Neihu District, Taipei. Dalam kunjungan tersebut, turut hadir perwakilan media yang berasal dari Indonesia dan Taiwan.


Pada kesempatan tersebut, Kepala KDEI Bapak Harmen Sembiring memberikan informasi-informasi mengenai Tenaga Kerja Indonesia yang berada di Taiwan dan peran KDEI dalam membantu menyelesaikan permasalahn-permasalahan yang dialami oleh TKI selama berada di Taiwan. Dalam acara tersebut juga, Kepala KDEI memberikan piagam penghargaan kepada tujuh orang TKI teladan tahun 2010.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

DMC Firewall is a Joomla Security extension!