Menu

Pelantikan Pengurus PPI-Taiwan oleh Wakil Kepala KDEI

Pada tanggal 5 Maret 2011, telah diadakan acara pelantikan pengurus PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) – Taiwan di KDEI-Taipei, yang dipimpin oleh Wakil Kepala KDEI, Bapak Suhirto. PPI Dunia / OISAA (Overseas Indonesian Student Association Alliance), sebuah organisasi yang menaungi para pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di luar negeri.

 

Read more...

Penyerahan Santunan Kepada Ahli Waris Korban Musibah Pembangunan Jalan Tol di Taiwan

Pada tanggal 30 September 2010 telah terjadi musibah runtuhnya pembangunan jalan tol nomor 6 Nantou yang mengakibatkan jatuhnya korban tewas sebanyak 7 (tujuh) orang diantaranya satu orang warga Taiwan dan 6 (enam) orang TKI antara lain

1. SUTARJI ( asal Desa Tunggul Sari Jawa Tengah )

2. SIRMANTO ( asal Desa Tunggul Sari Jawa Tengah )

3. SUNARYO (asal Desa Kedunguter Brebes Jawa Tengah )

4. RIWANTO( asal Desa Rancawiru Tegal Jawa Tengah )

5. ALIMANSUR ( asal Dusun Kalirejo Desa Ngunggahan Tulungagung Jawa Timur )

6. SUPRAPTO ( asal Desa Ngeluk Grobogan Jawa Tengah )

Menghadapi peristiwan tersebut, maka dalam rangka perlindungan terhadap WNI di Taiwan, KDEI di Taiwan telah melakukan beberapa upaya/tindakan antara lain: melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, pengurusan pemulangan jenazah ketanah air, melakukan negoisasi dengan pihak Developer untuk membicarakan hak-hak korban selama bekerja pada perusahaan tersebut.

Setelah melalui proses negosiasi, disepakati bahwa pihak KUOTENG DEVELOPER menyanggupi untuk memberikan uang santunan sebesar NT$ 1.450.000 kepada masing-masing ahli waris.

Read more...

Dialog dan Talkshow 'Masalah Pekerja Indonesia di Taiwan dan Alternatif Solusinya’

Sampai akhir tahun 2010, jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan telah mencapai lebih dari 156.000 orang. Diperkirakan jumlah tersebut akan semakin meningkat pada tahun 2011. Seiring dengan meningkatnya TKI di Taiwan, tentu akan membawa berbagai permasalahan pada diri TKI.

Menyikapi hal tersebut, FORMMIT (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan) dengan difasilitasi oleh KDEI telah mengadakan Dialog & Talkshow “Masalah Pekerja Indonesia di Taiwan dan Alternatif Solusinya” pada tanggal 23 Januari 2011 di kantor KDEI. Acara ini dihadiri oleh perwakilan para pekerja, pelajar & mahasiswa serta para Home Staf KDEI.

Read more...

KDEI di Taipei Memfasilitasi Kunjungan Delegasi Indonesia Yang Dipimpin Dr. Lukman Hakim, Kepala LIPI

Taipei, kdei-taipei.org - Perkembangan agrobisnis bunga hias di Indonesia belum berkembang seperti yang diharapkan. Indonesia yang terletak di garis katulistiwa memiliki iklim tropis, sangat kaya akan perbendaharaan jenis dan jumlah tanaman bunga termasuk anggrek. Jumlah spesies anggrek Indonesia sangat bervariasi.  Ini merupakan salah satu produk potensial yang bisa dikembangkan.  Dalam upaya mengembangkan agroindustri tanaman hias khususnya anggrek, KDEI di Taipei telah memfasilitasi kunjungan delegasi LIPI dalam rangka menjajaki kemungkinan kerjasama dalam hal research and development (R&D).  Delegasi LIPI dipimpin oleh Dr. Lukman Hakim, Kepala LIPI beserta Dr. Bambang Prasetya, Dr. Witjaksono dan Dr. Irawati dan Ibu Sofyan Wanandi.  Kepala KDEI, Bapak Harmen Sembiring dan Senior Asisten Bidang Pariwisata Ferry Jacob turut mendampingi delegasi dari LIPI tersebut.
Kunjungan dan diskusi telah dilakukan dengan beberapa institusi terkait di Taiwan, antara lain :

1.    Council of Agriculture (COA), Executive Yuan
Delegasi diterima oleh Su-San Chang, Ph.D, Director General Department of International Affairs dan staf.
COA memiliki kewenangan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Dalam bidang pertanian, anggrek merupakan salah satu industri strategis di Taiwan. Ekspor bunga potong Taiwan mencapai US$ 130 Juta dan anggrek memberikan kontribusi sebesar 60% dari total ekspor bunga potong Taiwan. Taiwan memiliki perhatian khusus dalam pengembangan tanaman hias. Taiwan telah merancang 2 (dua) event berskala internasional pada 2010-2011 yang bertema tanaman hias dan bunga yaitu Taipei Flora Exposition dan International Orchid Expo. Taipei Flora Exposition telah berlangsung sejak bulan Nopember 2010 dan akan berakhir bulan April 2011.  Sementara itu, International Orchid Expo akan dibuka pada tanggal 5 Maret 2011 di Tainan. Peserta International Orchid Expo yang sudah terdaftar antara lain dari Amerika Serikat, Belanda, Thailand, New Zealand dan beberapa negara lainnya.
Kunci keberhasilan pengembangan industri tanaman hias Taiwan termasuk anggrek adalah :
a.    Research and Development (R & D)
Pemerintah Taiwan mendukung penelitian dan pengembangan khususnya dalam hal perkawinan silang dan kultur jaringan. Taiwan sendiri telah menemukan beberapa varietas baru hasil kerjasama dengan lembaga riset Jepang.
b.    Kerjasama Bilateral
Dalam hal market penetration, pemerintah Taiwan telah melakukan kerjasama dengan Amerika Serikat, Australia, New Zealand dan negara-negara Uni Eropa dalam hal Intelectual Property Rights (IPR) khusus untuk penemuan bibit anggrek varietas baru dan juga Sanitary and Phyto-sanitary (SPS) guna pencegahan penyakit dan karantina tanaman.  Dengan demikian, pasar anggrek Taiwan terbuka di negara-negara tersebut.  Kerjasama ini terbukti efektif khususnya pada saat krisis keuangan yang melanda beberapa negara di Asia, justru ekspor anggrek Taiwan ke negara-negara tersebut meningkat sebesar 20%.

c.    Mendorong sektor industry (private sector)
Budidaya anggrek di Taiwan diawali dengan hobby beberapa orang yang berusaha mengembangkan anggrek secara konvensional. Bibit anggrek diperoleh dari beberapa negara.  Dengan meningkatnya animo masyarakat Taiwan akan anggrek dan potensial permintaan pasar dunia meningkat, anggrek yang awalnya hanya hobby bergeser menjadi agroindustri yang didukung penuh oleh pemerintah Taiwan baik dari sisi penelitian dan pengembangan anggrek (research and development), pembibitan (breeding) sampai pemasaran (market penetration).  Penelitian dan pengembangan anggrek saat ini difokuskan pada genetic biodiversity research dengan perkawinan silang anggrek yang menghasilkan kualitas bibit anggrek lebih baik.  Taiwan mengeluarkan dana sebesar US$ 4 miliar untuk R&D sektor pertanian termasuk penelitian anggrek selain joint research dengan pihak swasta.

Read more...

PEMULANGAN 7 ORANG ABK KE INDONESIA

Taoyuan, kdei-taipei.org - Suasana gembira penuh haru menyelimuti ke-tujuh orang  Anak Buah Kapal (ABK) pada hari Jum’at tanggal 3 Desember 2010 sekitar jam 11.00 di penampungan Taoyuan.  Pada saat itu, Kepala KDEI-Bapak Harmen Sembiring, Ibu Elizabeth Harmen Sembiring, pejabat KDEI dan ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan KDEI berkunjung ke penampungan di Taoyuan dalam rangka penutupan kursus peningkatan ketrampilan ‘Chinene Knotting’ dan menyerahan bantuan pemulangan kepada ke-7 orang ABK tersebut.

Sutrisno salah seorang dari ke-7 ABK yang dituduh membunuh Kapten Kapal yang bernama Mr. Chai Yun-seng menangis haru sambil memeluk erat-erat Bapak Kepala KDEI – Bapak Harmen Sembiring seraya berucap ‘terima kasih pak .. terima kasih pak’ berulang-ulang’.  Seluruh hadirin yang hadir dipenampungan tersebut … diam sejenak, seakan terpaku dengan suasana haru dan gembira tersebut bahkan ada beberapa dari hadirin terutama para ibu sempat meneteskan air matanya.  Hari itulah, hari kepastian ke-7 ABK dapat pulang ke Indonesia setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan sejak tanggal 27 April 2007.  Sidang demi sidang telah dilalui sesuai dengan perundangan yang berlaku, langkah-langkah untuk mengupayakan agar ke-7 ABK dapat kembali Indonesia dilakukan maksimal oleh KDEI Taipei.  Hasilnya pada awal September 2010 terbitlah surat dari Pengadilan Pintung yang menyatakan bahwa ke-7 orang ABK tersebut tidak salah dan dapat pulang ke Indonesia.

Sebelum kembali ke Indonesia, KDEI membantu mamfasilitasi ke-7 orang ABK tersebut untuk mendapatkan hak-haknya yaitu Kompensasi terhadap orang yang tidak bersalah tetapi telah menjalani hukuman di detention centre.
Perjalanan panjang usai sudah, pada tanggal 6 Desember 2010 KDEI Taipei memulangkan dan mendampingi : Jenal Arifin, Imam Taufik, Suharto, Sutrisno, Dulcholik, Widiarato dan Agus Setiawan kembali ke Indonesia.  Penyerahan ke 7 orang ABK tersebut dilakukan di Bandara Soekarno Hatta dari Kepala KDEI-Bapak Harmen Sembiring kepada BNP2TKI yang diterima oleh ibu Lisna Poeloengan (Plt. Deputy Perlindungan). KDEI mengucapkan selamat kembali ke Negeri tercinta.

Foto lainnya.

Read more...

Peringatan Natal Akbar 2010 KDEI Bersama Gereja-Gereja Indonesia di Taiwan

Taipei, kdei-taipei.org - Pada hari Minggu tanggal 5 Desember 2010 yang lalu, KDEI menyelenggarakan Natal Akbar bersama seluruh masyarakat Indonesia di Taiwan. Acara tersebut diadakan di Gedung Taipei Main Station, lantai lima. Perayaan Natal ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Taiwan . Sesuai dengan tema Natal kali ini yaitu “Kristus Datang untuk Semua”, perayaan Natal kali ini selain dihadiri oleh seluruh Umat Kristiani yang ada di Taiwan, juga dihadiri oleh alim ulama dan sahabat-sahabat yang bukan beragama Kristen. Jumlah hadirin yang datang pada siang itu diperkirakan mencapai kurang lebih 1000 orang.

Perayaan Natal kali ini terbagi menjadi dua sesi yaitu ibadah dan hiburan. Sesi ibadah dibuka oleh paduan suara Gerereja Katholik yang menyanyikan lagu “O Come All Ye Faithfull” kemudian dilanjutkan oleh doa pembuka oleh Pendeta Max Chandra dan pujian yang dipimpin Ibu Debora dari Gereja Anugerah. Setelah Bapak Luther Palimbong memimpin doa persembahan, acara dilanjutkan oleh pujian dari beberapa gereja antara lain keroncong alternatif “Dunia Gemar “ oleh Gereja Air Hidup; nyanyian Solo “Karena Kita” oleh Joseph Marunduri dari GBI; Keroncong Kemayoran dari OCCC; paduan suara “Thine Be the Glory” dari KDEI Taipei; angklung dari Gereja Anugerah.

Sebelum mendengar firman Tuhan, diadakan penyalaan lima buah lilin terlebih dahulu oleh Kepala KDEI Taipei, Ibu Elisabeth, Pendeta Petrus Agung Purnomo, Romo Hans serta Pendeta Stephen Tjoeng yang kali ini bertindak selaku ketua Panitia.

Firman Tuhan dibawakan oleh Pendeta Petrus Agung yang khusus datang dari Indonesia. Dalam khotbahnya, Pendeta Petrus banyak berbagi tentang kisah para korban bencana disertai dengan pemutaran klip tentang penderitaan korban bencana Gunung Merapi. Setelah khotbah dari Pendeta Petrus, acara dilanjutkan dengan renungan yang dibawakan oleh Romo Hans dari Gereja St. Kristoforus.

Setelah Ibadah selesai acara dilanjutkan dengan hiburan namun sebelumnya Ketua Panitia Pendeta Stephen Tjoeng menyampaikan laporan singkat tentang penyelenggaraan Natal Akbar kali ini. Dalam laporannnya Ketua Panitia melaporkan bahwa perayaan Natal kali ini merupakan kerjasama dan partisipasi semua gereja-gereja Indonesia yang ada di Taiwan antara lain :
1.    Gereja Katholik Indonesia Taiwan
2.    IFGF GISI Taipei
3.    IFGF GISI Taichung
4.    Gereja ANUGERAH
5.    Gereja Bethany Taipei
6.    Gereja Bethany Chung Li
7.    Gereja Bethel Indonesia Taiwan
8.    Gereja Air Hidup
9.    Overseas Chinese Christian Church
10.    Persekutuan Overseas Kristen Indonesia (POKI)
11.    Sing Fong Emmanuel Church
12.    Rock Apostolic International Network

Setelah laporan dari Ketua kemudian Kepala KDEI, Bapak Harmen Sembiring menyampaikan kata sambutannya. Dalam sambutannya, Kepala KDEI menyampaikan bahwa sesuai dengan thema Natal kali ini yaitu Kristus Datang untuk Semua, demikian juga diharapkan bagi semua ”INNI REN” di Taiwan yang telah lebih mengenal atau menyatakan diri lebih mengenal Yesus Kristus agar lebih berbuat baik lagi sesuai talenta dan kemampuan yang diberikan kepada kita untuk membantu dan berbuat baik bagi sesama manusia. Kepala KDEI juga berharap agar Natal kali ini bukan yang pertama dan juga bukan yang terakhir.

Di akhir acara, hadirin dan seluruh Home Staff KDEI yang hadir pada siang hari itu dihibur oleh artis ternama Ronny Sianturi dan pembagian hadiah doorprize hasil sumbangan dari beberapa pihak sponsor.  Keseluruhan acara Natal Akbar siang hari itu berakhir dengan khidmat, tertib dan sukses.

Foto-foto Kegiatan

Read more...

Pembentukan Sister City antara Kota Singkawang dan Kota Yangmei

Taoyuan, kdei-taipei.org - Kerjasama antar kota dalam bentuk Sister City sangat penting mempererat hubungan dan kerjasama yang diharapkan akan meningkatkan perekonomian. Sister City dibentuk berdasarkan kesamaan perbandingan dalam hal populasi, sosial, budaya dan ekonomi. Pembentukan Sister City antara Kota Singkawang Kota Yangmei diawali dengan dengan kunjungan delegasi pemerintah Kota Singkawang ke Kota Yangmei pada tanggal 28 Nopember sampai dengan 2 Desember 2010.

Dalam rangkaian agenda kunjungan delegasi Walikota Singkawang ke Yangmei, pada tanggal pada tanggal 29 Nopember 2010 Sister City antara kota Singkawang dan kota Yangmei telah dibentuk dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Between Singkawang City and Yangmei City on Establishment of Sister City. Lingkup kerjasama Sister City tersebut adalah pertanian, kebudayaan, pendidikan dan ekonomi/perdagangan.

Keempat sektor yang menjadi ruang lingkup kerjasama Sister City tersebut merupakan hasil pertemuan-pertemuan yang difasilitasi oleh KDEI Taipei. Adapun lingkup kerjasama tersebut antara lain:

  1. Pertanian : Mendukung pembangunan pertanian dan peternakan.
  2. Kebudayaan
    • Meningkatkan pertukaran budaya di bidang kesenian, musik, seni pertunjukan dan lain-lain demikian juga kegiatan olahraga.
    • Mendukung dan mendorong untuk saling mengunjungi antar warga kedua kota.
  3. Pendidikan
    • Mendorong kerjasama pendidikan dengan sekolah lokal dan perguruan tinggi atau universitas dalam hal pertukaran siswa, guru dan program beasiswa
    • Mendukung dibentuknya persahabatan antar sekolah dan organisasi pendidikan di kedua kota.
  4. Ekonomi/Perdagangan : Mendorong pembangunan ekonomi dan perdagangan antar kedua belah pihak.

Dalam rangka memantau implementasi Sister City, maka akan dibentuk Komite Pemantau (The Monitoring Committee) yang akan memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan Sister City tersebut. Pihak Walikota Yangmei sangat menyambut baik kedatangan delegasi Kota Singkawang memfasilitasi kunjungan-kunjungan delegasi Singkawang ke sekolah-sekolah, kawasan pertanian-peternakan, tempat-tempat wisata, industri pengolahan hasil pertanian dan makanan. Pihak Walikota Yangmei berjanji akan melakukan kunjungan balasan pada tahun 2011 mendatang ke kota Singkawang sekaligus dalam upaya mengevaluasi pelaksanaan Sister City.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd