Menu

Pariwisata (82)

Penutupan Pelatihan Pemandu Wisata (Tour Guide)

Pada tanggal 14  Desember 2014, telah dilaksanakan pelatihan hari kedua Pemandu Wisata (Tour Guide) berbahasa Mandarin bagi TKI, bertempat di Kantor KDEI di Taipei yang diikuti oleh 32 orang. Pada hari kedua, beberapa peserta diminta seolah-olah menjadi pemandu wisata dengan mempresentasikan salah satu obyek wisata di Taiwan atau Indonesia dengan bahasa mandarin.

Berdasarkan hasil evaluasi dari pengajar (Bapak Adi Carlo), dari ke-13 orang peserta yang melakukan presentasi mengenai obyek wisata tersebut, ternyata penguasaan dan pengucapan bahasa mandarin, penjelasan obyek wisata, dan penampilan para peserta dinilai sangat baik.

Kedepan yang akan dilakukan oleh KDEI dalam upaya meningkatkan kemampuan peserta pelatihan  adalah memberikan kesempatan dan fasilitasi bagi peserta untuk praktek langsung menjadi seorang pemandu wisata dengan cara mengajak mereka mengunjungi beberapa obyek wisata  (di Taiwan) dan para peserta secara bergantian  bertindak sebagai pemandu wisata, didampingi oleh pengajar.

Di akhir acara,  para peserta diberikan sertifikat pelatihan, ditandatangani oleh Kepala KDEI, yang menerangkan bahwa yang bersangkutan telah mengikuti Pelatihan Pemandu Wisata (Tour Guide).

 

Read more...

Pelatihan Pemandu Wisata (Tour Guide) berbahasa Mandarin bagi TKI di Taiwan

Dalam rangka menunjang kegiatan “EXIT PROGRAM” bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, Bidang Pariwisata dan Perhubungan KDEI di Taipei telah menyelenggarakan pelatihan Pemandu Wisata (Tour Guide) berbahasa Mandarin tahap Pertama bagi TKI. Pelatihan ini diadakan selama 2 hari, tanggal 7 dan 14 Desember 2014, bertempat di Kantor KDEI di Taipei dan diikuti oleh 40 orang peserta (melebihi target yang ditetapkan semula sebanyak 25 orang).

Untuk mengajar pada pelatihan ini, KDEI mengundang  seorang Tour Guide ( Sdr. Adi Carlo) yang telah berpengalaman dan telah memiliki lisensi sebagai pemandu wisata yang dikeluarkan oleh Pemerintah Taiwan. Hampir semua peserta telah paham berbahasa mandarin, sehingga pengajar lebih banyak menggunakan bahasa mandarin dalam penyampaian materi, dengan sesekali diselingi bahasa Indonesia.

Materi pelatihan yang diberikan pada tanggal 7 Desember 2014  adalah materi dasar seperti kiat menjadi tour guide, hal yang perlu diketahui tentang obyek yang dituju, pelayanan yang harus diberikan, dan hal yang dihindari oleh seorang tour guide.

Untuk pelatihan tanggal 14 Desember 2014,  para peserta akan diminta untuk menjadi seorang tour guide dengan mempresentasikan salah satu obyek wisata di Taiwan atau Indonesia dengan menggunakan bahasa mandarin. Diakhir presentasi, pengajar akan mengevaluasi serta memberikan masukan kepada peserta hal-hal yang masih perlu menjadi perhatian dan perbaikan.

Pelatihan seperti ini akan dilaksanakan secara berlanjut dan akan menjadi agenda tahunan kegiatan KDEI di Taipei.

Read more...

Kegiatan Angklung Goes to School di Binjiang Elementary School

Dalam rangka promosi budaya Indonesia di Taiwan, pada tanggal 21 November 2014, Bidang Pariwisata dan Perhubungan KDEI melakukan kegiatan Angklung Goes to School  dengan mengunjungi  sekolah Binjiang Elementery School untuk memperkenalkan dan mengajak murid-murid bermain angklung secara interaktif.

Acara diselenggarakan di ruangan kelas bahasa Inggris dengan  melibatkan 25 murid SD kelas 2, dipandu oleh staf KDEI sebagai instruktur dan pengiring musik (gitar) serta didampingi oleh 3 orang guru sekolah tersebut.

Dalam waktu satu jam pelajaran yang disediakan (40 menit), kegiatan ini dimulai dengan perkenalan singkat tentang angklung, cara memainkannya kemudian dilanjutkan dengan interaksi angklung bersama dengan memainkan lagu anak-anak  yang populer seperti Twinkle twinkle little star, Two tigers dan lagu mandarin Shi shang zhi you mama hao (There is only a good mother).

Para murid dan guru sangat senang dan menikmati interaksi angklung yang ditampilkan, sambil sesekali mengucapkan bahasa Indonesia sederhana seperti “apa kabar” dan “terima kasih”.

Pihak sekolah mengharapkan agar kegiatan "Angklung Goes to School" dapat diadakan lagi tahun depan di akhir bulan Juni dalam skala yang lebih besar. Untuk itu sebagai ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Binjiang Elementery School, KDEI menyerahkan satu set (8 buah) Angklung sebagai kenang-kenangan.  

 

Read more...

Partisipasi Indonesia dalam Taipei International Travel Fair 2014

Pada tanggal 7 November 2014, Indonesia yang diwakili oleh KDEI Taipei dan delegasi dari Kementerian Pariwisata turut berpartisipasi pada pembukaan Taipei International Travel Fair ke-22 yang diselenggarakan selama 4 hari dari tanggal 7 s/d 10 November 2014  di gedung Taipei World Trade Center. Pameran ini melibatkan 60 negara (termasuk Indonesia) dan 950 instansi dengan total booth sebanyak 1.450, meningkat 100 buah dibandingkan dengan jumlah booth tahun lalu. Acara dibuka dengan pertunjukan dari Jepang, Korea dan Taiwan.

Pada gelaran Taipei International Travel Fair 2014 ini, delegasi dari Kementerian Pariwisata dipimpin oleh Ibu Masruroh Arifin Nurdin dengan membawa serta beberapa pelaku industri pariwisata sebagai berikut: PT. Taman Citra Bali International, Quicksilver Cruise, Viceroy Bali, Nira Travel, Komaneka Resorts, Peppers Sentosa, Bali Kami Tours & Wedding, TWC Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Tjendana Mandra Sakti dan Gajah Bali, serta Malang Carnival.

Disamping sebagai peserta, Indonesia juga berpartisipasi menampilkan tari-tarian di panggung utama selama 2 hari, tanggal 9 dan 10 November 2014. KDEI Taipei bekerjasama dengan mahasiswa Indonesia di Taipei memfasilitasi pertunjukan tersebut dengan menampilkan tarian Puspanjali (Bali) dan Papua.

Di penutupan acara Taipei International Travel Fair ini, tarian yang ditampilkan Indonesia berhasil mendapatkan penghargaan "The Best Folklore Performing Group Award" yang dipersembahkan oleh Taiwan Visitors Association  dan tim pelaksana TITF.

Read more...

Ogoh-Ogoh : Partisipasi Indonesia dalam Dream Festival 2014 di Taipei

Indonesia telah berpartisipasi dalam Dream Festival 2014, yang berlangsung di Chiang Kai-Shek Memorial Hall, Taiwan, Sabtu (18 Oktober 2014). Dalam festival ini, Indonesia menampilkan budaya yang berasal dari Bali, yaitu Ogoh-Ogoh.

Ogoh-Ogoh dalam kebudayaan Bali merupakan karya seni yang menggambarkan Butha Kala, dan sampai saat ini parade ogoh-ogoh di Bali sudah menjadi agenda tahunan yg diadakan untuk merayakan hari Raya Nyepi di Bali. Parade kali ini di Taipei merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan budaya Indonesia khususnya Bali kepada masyarakat atau orang asing di Taiwan, sehingga Indonesia menjadi lebih dikenal dan diharapkan setelah menyaksikan parade ini, dapat menarik wisatawan Taiwan untuk berkunjung ke Indonesia.

Pada festival ini, para penonton juga terkagum dengan pementasan pembuka berupa tari kecak dan para penari Bali yang dibawakan oleh para mahasiswa yang sedang studi S2 dan S3 si Taiwan.

Read more...

Upacara Penutupan Nan Ying International Folklore Festival

Nan Ying International Folklore Festival, sebuah festival budaya internasional, telah diselenggarakan selama 9 hari (mulai 4 Oktober 2014 hingga 12 Oktober 2014) dan resmi ditutup oleh Wakil Pemerintah Tainan City.

Sebelum sambutan penutupan, 20 negara yang mengirimkan kontingen kebudayaannya (Jepang, Korea, Nepal, Filipina, Singapura, Malaysia, Rusia, New Zealand, Tuvalu, Turki, Israel, Mongolia, Panama, Mexico, Mesir, Republik Ceko, Serbia, Italy, Indonesia dan Taiwan)  secara bergantian tampil di panggung dengan membawakan tarian masing-masing.

Dalam sambutan penutupannya, Pemerintah Tainan menyampaikan ucapan terima kasih kepada negara-negara peserta yang telah hadir dan berpartisipasi, dan mengharapkan agar ke 20 negara tersebut nantinya dapat berpartisipasi kembali pada even serupa di tahun 2016 mendatang.

Di akhir acara, semua kontingen kebudayaan dari negara peserta didaulat naik ke panggung untuk menerima ucapan terima kasih dan kenang-kenangan dari Pemerintah Tainan. Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta mendapat sambutan dan tepuk tangan yang sangat meriah dari pengunjung.

 

Read more...

Partisipasi Indonesia dalam "The 2014 Nan Ying Int'l Folklore Festival"

Pada tanggal 4 hingga 12 Oktober 2014, Tainan City Govenment menyelenggarakan "The 2014 Nan Ying International Folklore Festival". Event dua tahunan ini sudah dimulai sejak tahun 1996 dan telah mengundang lebih dari 50 negara. Festival kali ini diikuti oleh 20 negara dari 5 benua  yakni Jepang, Korea, Nepal, Filipina, Singapura, Malaysia, Rusia, New Zealand, Tuvalu, Turki, Israel, Mongolia, Panama, Mexico, Mesir, Republik Ceko, Serbia, Italia, Indonesia dan Taiwan. Indonesia mengirimkan kurang lebih 40 orang yang terbagi dalam 2 tim, yaitu Universitas Yarsi Jakarta dan Universitas Pajajaran Jatinangor Bandung.

Festival kali ini didahului dengan karnaval dari berbagai negara peserta yang dimulai pada pukul 16.30 dengan mengelilingi jalanan di kota Tainan, sambil berhenti di satu lokasi yang sudah ditentukan untuk menampilkan beberapa tarian atau atraksi lainnya. Pada kesempatan ini, tim dari  Indonesia menampilkan tari Saman.

Acara yang dilaksanakan di lapangan terbuka dengan tata panggung yang sangat megah dan artistik ini dihadiri kurang lebih 750 orang dan dimulai pukul 19.30. Acara dibuka dengan sambutan oleh Mayor of Tainan City, Mr. Lai Ching Te. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Tainan sebagai kota budaya dan kota pertama di Taiwan yang menyatukan budaya tradisional dan modern. Disampaikan pula bahwa banyaknya partisipasi dalam festival ini menunjukkan adanya persahabatan antara Taiwan dan negara-negara di luar negeri serta menunjukkan bahwa seni tidak memiliki batasan lagi di abad 21 ini.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pementasan dari masing negara-negara peserta. Pada kesempatan ini, Indonesia menampilkan tari Kipas khas Melayu. Acara berakhir sekitar pukul 10 malam.

Selama 9 hari masing-masing negara peserta akan melakukan pertunjukan di sembilan area di wilayah Tainan dan pada tanggal 12 Oktober 2014 penutupan akan dilakukan di Nan Ying City Park tempat dimana pembukaan dilaksanakan.

Read more...

Roadshow Enjoy Jakarta 2014

Pada tanggal 9 September 2014, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi DKI Jakarta didukung KDEI mengadakan Roadshow Enjoy Jakarta 2014, bertempat di Hotel Grand Hyatt, Taipei. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mempromosikan dan mengenalkan pariwisata dan budaya Jakarta serta mengajak masyarakat Taiwan untuk datang dan berwisata ke Jakarta  dengan Enjoy Jakarta.

Delegasi berjumlah 59 orang yang terdiri atas pejabat dan staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, pelaku industri pariwisata, penari, pemain musik tradisional,  chef, artis, serta Abang dan None Jakarta. Acara tersebut dibagi menjadi 3 kegiatan :

  1. Press Conference.
    Press Conference yang dimulai pukul 14.30 dihadiri antara lain oleh Kepala KDEI (Bapak Arief Fadillah), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta (Bapak Arie Budhiman), pengelola lapangan golf Jakarta, perwakilan dari China Airline, serta lebih dari 30 jurnalis yang hadir.   
    Acara didahului dengan tarian Betawi, dilanjutkan paparan masing-masing oleh Kepala KDEI tentang upaya yang telah dan akan dilakukan berkaitan dengan promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Taiwan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang memaparkan tentang fasilitas wisata dan budaya yang dimiliki Jakarta seperti mall, lapangan golf, pertunjukan musik internasional, spa, Kepulauan Seribu, bangunan bersejarah, kuliner dan sebagainya, perwakilan China Airlines yang memberikan paparan dan menyatakan sangat mendukung penyediaan transportasi langsung Taipei- Jakarta, promosi Jakarta oleh Abang dan None Jakarta, serta tanya jawab.

  2. Table Top.
    Setelah press conference, ditempat yang terpisah dilakukan table top bisnis antara 16 pelaku industri pariwisata dan perhotelan Jakarta dengan 40 lebih travel agent yang ada di Taiwan.

  3. Gala Dinner.
    Dihadiri oleh sekitar 200 orang,  gala dinner dibuka dengan tarian khas Betawi, dilanjutkan dengan  sambutan Kepala KDEI, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, selanjutnya hiburan berupa tarian dan lagu-lagu Betawi berbahasa Mandarin yang dinyanyikan oleh Meliana Pancarani (Rany).
    Yang menarik pada acara gala diner ini adalah hampir semua makanan yang disajikan berasal dari Indonesia, seperti gado-gado, sate ayam, lumpia, rendang, nasi goreng, sop buntut, dan sebagainya.
Read more...

Tari Saman dan Cendrawasih Pukau Publik Taiwan

Indonesia turut berpartisipasi pada acara Asia Pacific Culture Day 2014 bersama dengan 17 negara di kawasan Asia Pacific yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Taiwan pada tanggal 6 dan 7 September 2014. Pada acara tersebut, Booth Indonesia juga ramai dikunjungi. Pengunjung berkerumun di beberapa booth, termasuk booth Indonesia yang  memamerkan barang-barang seni budaya dan busana bercorak batik, serta beragam aneka makanan khas indonesia yang dapat dinikmati pengunjung secara gratis, seperti sate lilit Bali, Tahu Isi, Tempe Bacem, Sosis Solo, dll. Di kesempatan tersebut, para pengunjung banyak meminta informasi tentang barang-barang yg dipamerkan, seperti handycraft, batik, kulintang bambu, dan angklung.

Selain pameran budaya di booth, pada hari kedua, Indonesia berkesempatan  untuk tampil di panggung memperkenalkan  kebudayaan Indonesia. Kesempatan ini dimanfaatkan KDEI Taipei untuk mempromosikan tarian khas dari Bali (Cendrawasih) dengan 2 penari wanita, dimana salah satu penarinya adalah warga Taiwan. Selain itu, ditampilkan pula tarian dari Aceh (Saman) dengan 12 penari (6 laki dan 6 perempuan) oleh mahasiswa Indonesia di Taiwan. Pengunjung sangat terhibur dan memberikan sambutan meriah terhadap tampilan 2 tarian tersebut. Sebelum pementasan tari, KDEI memberikan 5 buah lucky draw bagi pengunjung atau penonton yang bisa menjawab pertanyaan, seperti tempat-tempat wisata di Indonesia, makanan Indonesia, dan sebagainya.

Diakhir acara pementasan tari, KDEI Taipei memberikan kejutan dengan membagi-bagikan 75 buah angklung oleh para penari dan ibu Dharma Wanita KDEI kepada penonton, sebagai cinderamata sekaligus memperkenalkan kepada publik Taiwan bahwa angklung adalah budaya asli Indonesia.

Read more...

Ekshibisi "Remarkable Indonesia" di Taipei

Untuk pertama kalinya, KDEI-Taipei menyelenggarakan ekshibisi tunggal (solo exhibition) yang disebut dengan “Remarkable Indonesia” pada tanggal 31 Agustus 2014 di Garden 21-Miramar Entertainment Park, salah satu lokasi terkemuka di Distrik Neihu Taipei, yang juga merupakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taipei.

Ekshibisi “Remarkable Indonesia” merupakan ekshibisi budaya dan produk khas Indonesia pertama dan terbesar yang pernah diselenggarakan di Taiwan, yang menampilkan 27 booth, antara lain Sariayu, Marbella, importir produk Indonesia seperti Indofood, Dua Kelinci, BT Cocoa, dan Helmig, biro perjalanan PT Tjendana Mandrasakti. Ekshibisi dihadiri pula oleh sejumlah instansi pemerintah di Indonesia seperti Kementerian Perdagangan, BNP2TKI, BKPM yang membawa UKM dari Nusa Tenggara Barat, Yogyakarta, dan Jakarta, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, ekshibisi juga diikuti Badan Nasional Keimigrasian Taiwan (National Imigration Agency).

Tujuan ekshibisi adalah untuk mempromosikan keragaman budaya, produk dan jasa Indonesia kepada warga Taiwan secara luas dan intensif, sehingga dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman lebih mengenai Indonesia.

Rangkaian kegiatan ekshibisi yang dilaksanakan selama 1 (satu) hari penuh, terbagi atas 3 (tiga) bagian, yaitu peluncuran iklan promosi TTI-plus-S (service for Skill Labour) Indonesia di 10 bus umum pada 10 trayek Taipei, batik fashion show, dan permainan angklung interaktif.
Iklan promosi Indonesia pada bus umum bertujuan untuk semakin memperluas penyebaran informasi mengenai perdagangan, pariwisata, investasi, dan jasa di wilayah Taipei. Nantinya kegiatan ini akan dikembangkan tidak hanya pada kota Taipei, namun juga di kota besar lainnya seperti Taichung dan Kaoshiung. Peluncuran iklan promosi Indonesia tersebut dilakukan oleh Dirjen Perdagangan Kerja Sama Perdagangan Internasional Kemendag, Deputi Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Luar Negeri BNP2TKI, dan Kepala KDEI dengan disaksikan oleh Inspektur Jenderal Kemendag, Staf Ahli Bidang Kebijakan Perdagangan Luar Negeri dan Pengembangan KEK Kemendag, Staf Ahli Bidang Manajemen Kemendag, dan lainnya.

Batik fashion show diikuti oleh 24 peserta yang seluruhnya berasal dari negara lain, seperti Taiwan, Filipina, Vietnam, dan Perancis. Keseluruhan peserta tersebut menggunakan batik yang dimiliki masing-masing untuk diperagakan di hadapan juri penilai dan dimenangkan oleh peserta dari Perancis dan Taiwan. Para juri Batik Fashion Show ini meliputi Gusti Srihastuti, Tria Gunawan (pemilik Rumah Busana Tria, pemenang Upakarti 20006, ASEAN 2009, dan 2010), wakil pemerintah New Taipei City, dan Indosuara.

Permainan angklung interaktif yang dipandu oleh “Saung Angklung Udjo” dilaksanakan selama 3 (tiga) sesi pertunjukkan siang-sore-malam, dan melibatkan ± 300 peserta di setiap sesinya. Permainan angklung interaktif menyajikan 4-5 lagu di setiap sesi pertunjukannya, meliputi lagu berbahasa Indonesia, Mandarin, dan Inggris, dan pengunjung diperkenankan untuk membawa pulang angklung masing-masing sebagai bentuk penghargaan atas partisipasinya dan sekaligus sebagai pengingat bahwa angklung berasal dari Indonesia.
Selama ekshibisi berlangsung, dilakukan pula pembagian doorprize guna menambah semarak ekshibisi, dengan doorprize utama berupa tiket pesawat jurusan Taipei-Jakarta-Taipei, yang dipersembahkan oleh maskapai penerbangan Taiwan.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

Our website is protected by DMC Firewall!