Menu

Ketenagakerjaan (158)

Ratusan TKI Hadiri Pelatihan Perencanaan Kewirausahaan dan Keuangan Hasil Kerjasama KDEI dengan OJK

Ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan antusias mengikuti Pelatihan Perencanaan Keuangan dan Kewirausahaan yang digelar oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei di Hotel Cosmos, Taipei, Minggu (17/5). Selain memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan keuangan, TKI juga mendapat ilmu kewirausahaan sebagai bekal selepas mereka kembali ke Tanah Air.

Sampai dengan bulan Februari 2015, jumlah TKI di Taiwan mencapai 233.046 orang. Sebanyak 70% di antaranya bekerja di sektor informal, sisanya 30% bekerja di sektor formal. Merujuk data dari Bank Indonesia, pada tahun 2014 remitansi TKI di Taiwan mencapai USD 668.971.854 atau sekitar Rp8,5 triliun. Namun hingga saat ini masih saja terjadi kasus penipuan dalam transaksi keuangan. Misalnya, kasus penipuan bermodus jasa pengiriman uang melalui salah satu toko Indonesia di Tainan, Taiwan. 

Kejahatan lain yang patut diwaspadai oleh TKI adalah investasi abal-abal. “Sekarang ini banyak investasi abal-abal. TKI harus berhati-hati,” tandas Kepala Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anto Prabowo, didampingi Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei, Devriel Sogia Raflis, kepada ratusan TKI di lokasi pelatihan Perencanaan Keuangan dan Kewirausahaan bagi TKI. Turut mendampingi, Kepala Seksi Dit PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Hannan Hadi.

Sebagai lembaga pengawas industri jasa keuangan terpercaya, OJK berkomitmen melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, serta mewujudkan industri jasa keuangan agar menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global.

OJK, lanjut Anto, juga akan membantu para TKI untuk mendapatkan akses permodalan dari bank. Syaratnya, TKI setidaknya sudah menjalankan usahanya minimal dua tahun. Dengan bantuan permodalan ini, diharapkan kelak setelah TKI kembali ke Indonesia akan ada hasil yang dicapai. 

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Remitansi Bisnis BNI Hari Satriyono dan General Manager BNI Hong Kong Mucharom Hadi Prayitno mengungkapkan, edukasi perbankan yang diberikan oleh BNI meliputi tiga pokok bahasan yaitu pengelolaan keuangan, tabungan, dan remintasi. Edukasi perbankan ini perlu diberikan kepada TKI, karena tidak selamanya mereka menjadi TKI. Selain itu, menghadapi masa tua para TKI harus dapat mengelola penghasilan dengan baik. Pengelolaan keuangan meliputi perencanaan keuangan, penyusunan anggaran, dan pengendalian anggaran.

Dalam merencanakan keuangan, penting untuk memperhatikan sumber pendapatan, membicarakan dan menyepakati tujuan keuangan bersama keluarga. Sedangkan hal utama yang harus dilakukan dalam menyusun anggaran adalah mendahulukan kebutuhan dan tidak konsumtif. Untuk mewujudkan cita-cita dan menyiapkan keuangan masa depan dengan cara menabung. Penting diingat, menabung sebaiknya dengan cara menyisihkan penghasilan sejak awal dan bukan menyisihkan pengeluaran.

Tak hanya mendapatkan ilmu, sebanyak 215 TKI yang hadir dalam pelatihan ini juga larut dalam sesi tanya jawab. Kemeriahan kian terasa dengan pembagian puluhan hadiah dalam sesi tanya jawab hingga acara berakhir pukul 16.00. 

 

Read more...

KDEI Taipei Bekali TKI dengan Seni Kerajinan Clay (Tanah Liat)

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei terus meningkatkan kegiatan pembekalan dan pelatihan untuk para tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan. Baru-baru ini, Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei menggelar pelatihan seni kerajinan clay. Pelatihan ini disambut antusias oleh para TKI.

Clay adalah salah satu kerajinan yang bisa menggambarkan ide-ide dalam bentuk ruang. Meski terkesan rumit, namun sesi pelatihan berjalan dengan santai. Belasan TKI yang hadir dalam pelatihan seni kerajinan clay di Taichung menyimak dengan serius penjelasan pelatih dari Wow Dough Figurines Museum.

Salah satu TKI, Fidati, mengatakan, setelah berlatih tekun selama 6 bulan, dia bisa meraih dua sertifikat clay. “Saya ingin bisa buat usaha boneka clay setelah pulang ke Indonesia nanti,” tutur perempuan berjilbab ini.

TKI asal Banyumas, Jawa Tengah ini menambahkan, selain belajar clay, dia pun tak segan untuk membagi kemampuannya dengan sesama TKI. “Saya sudah setahun terakhir mempelajari seni clay. Tim pengajar dari Wow Dough Figurines Museum sangat membantu,” ujarnya dengan senyum terkembang.

TKI lain, Supiyaningsih, menjelaskan, meski baru sekali ikut pelatihan, dirinya langsung menikmati sesi pelatihan. “Menurut saya, susah tidaknya tergantung niat dan minat. Saya sangat tertarik dengan seni clay,” ujar TKI asal Tulungagung, Jawa Timur.

TKI yang biasa disapa Via ini menambahkan, karena baru bekerja 10 bulan di Taiwan, dia berharap bisa berlatih clay di masa-masa mendatang. “Daripada nongkrong ngga jelas, saya lebih suka mengisi waktu dengan ikut pelatihan clay. Ini jadi bekal di Indonesia nanti agar bisa buka usaha clay. Yang pasti, kumpulkan modal dulu dan tingkatkan keterampilan,” tandasnya otpimis.

Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei Devriel Sogia Raflis menuturkan, pelatihan seni kerajinan clay bertujuan memberi pembekalan para TKI. Ke depannya, pihaknya berharap, TKI memiliki diversifikasi keahlian yang dapat dikembangkannya di Tanah Air.

“Dengan pelatihan ini, kami berharap kelak kemampuan seni clay ini bisa jadi alternatif mata pencaharian mereka. Apalagi di Indonesia bahan dasar kerajinan clay juga mudah didapat,” jelasnya.

Devriel mengungkapkan, pelatihan seni kerajinan clay adalah kerja sama antara KDEI dengan Wow Dough Figurines Museum dan Ministry of Culture, Taiwan. Wow Dough Figurines Museum yang didukung penuh oleh Ministry of Culture berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja asing (TKA), khususnya dari Indonesia.

Sebagai tahap awal, pelatihan seni clay ini memang belum diprogram secara menyeluruh dalam paket pembelajaran dari tahap pemula ke mahir. Karena, diakui Devriel, pihaknya juga masih menjajaki minat dan bakat para TKI.

“Ke depan, kami harapkan pelatihan bisa dilakukan sampai tahap mahir hingga TKI dapat ijazah,” tandasnya. Setelah di Taichung, rencananya pelatihan seni clay akan diselenggarakan di Taipei dan Tainan Agustus mendatang.

 

Read more...

Penyuluhan ABK Indonesia di Pelabuhan Dong Gang

Pada tanggal 17 April 2015 KDEI Taipei menghadiri acara pembinaan dan penyuluhan kepada ABK Indonesia yang berada di sekitar Dong Gang.  Acara diadakan di Kantor Kepolisian kota Dong Gang. Acara ini diadakan dalam rangka untuk meminimalisir terjadinya perkelahian antara sesama TKI maupun dengan TKA lainnya, yang mana beberapa hari sebelumnya telah terjadi perkelahian antara ABK Indonesia dengan ABK Korea Utara.

Section Chief Foreign Affair, Mrs. Vicky Lin terlebih dahulu memberikan pengarahan dan penyuluhan terkait aturan-aturan ketenagakerjaan kepada para ABK Indonesia yang hadir dalam acara tersebut. Selanjutnya, KDEI Taipei memberikan pengarahan dan penyuluhan kepada ABK Indonesia untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketentraman di daerah kota Dong Gang. Selain itu, pengarahan dan penyuluhan juga dilakukan juga untuk mencegah terjadinya perkelahian yang lebih besar antara ABK Indonesia dengan ABK Korea Utara.

Read more...

6 TKI Raih Penghargaan Tenaga Kerja Asing Terbaik dari Pemerintah Kaohsiung

Dalam rangka menyambut hari Buruh sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2015, Pemerintah Daerah Kaoshiung melalui Bureau Labor Administration melakukan penilaian ke seluruh Tenaga Kerja Asing yang bekerja di wilayah Kaoshiung, guna memberikan predikat Tenaga Kerja Asing terbaik tahun 2015. 

Dari 12 (dua belas)  hasil penilaian untuk Tenaga Kerja Asing terbaik tahun 2015, 6 (enam) Tenaga Kerja Indonesia berhasil mendapatkan predikat Tenaga Kerja Asing terbaik sedangkan enam predikat terbaik lainnya diberikan kepada Tenaga Kerja Asing yang berasal dari Thailand (satu orang), Phillipina (empat orang) dan Vietnam (satu orang) . Adapun ke 6 (enam) Tenaga Kerja Indonesia adalah :

1.Purwanto Operator Mesin di Pabrik Taiwan Fu Shin Co. Ltd

2.Wami Rihana Caregiver

3.Sri Yatun Caregiver

4.Siti MasitohkarmanCaregiver

5.SunartiCaregiver di panti jompo

6.Ngatmini NanikCaregiver

Dalam acara penganugerahan Tenaga Kerja Asing terbaik ini, dalam sambutannya Walikota Khaosiung menyatakan bahwa Tenaga Kerja Asing yang saat ini bekerja di Khaosiung sangat besar kontribusinya bagi perkembangan perekonomian di wilayah Khaosiung, selain itu program-program dan kegiatan pembangunan di Khaosiung dapat berjalan dengan baik tidak luput dari peran serta Tenaga Kerja Asing. Untuk itu pemerintah daerah Khaosiung sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh Tenaga Kerja Asing di Khaosiung dan seluruh Negara asal dari Tenaga Kerja Asing.

KDEI Taipei yang diwakili oleh Kabid Ketenagakewrjaan Bpk. Devriel Sogia beserta Staff memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas capaian yang diraih oleh ke 6 (enam) Tenaga Kerja Indonesia. KDEI Taipei menyatakan bahwa capaian ini merupakan pengakuan dan membuktikan bahwa Tenaga Kerja Indonesia merupakan Tenaga Kerja yang Terampil serta memiliki Martabat untuk dapat dihormati oleh seluruh masyarakat baik masyarakat di Taiwan maupun masyarakat di Indonesia.

KDEI Taipei juga meminta agar pencapaian predikat ini dapat menjadi momentum bagi diri TKI maupun TKI lainnya di Khaosiung, untuk dapat bekerja lebih baik dan lebih mengerti akan hak dan kewajibannya sebagai pekerja. 

 

Read more...

Kunjungan Kerja Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei ke Manpower Training Centre Taichung

Dalam rangka melakukan peningkatan keterampilan dan kemampuan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang telah maupun akan di tempatkan di Taiwan, pada hari Rabu 22 April 2015 Kepala Bidang Ketenagakerjaan bersama dengan Kepala Bagian Administrasi KDEI Taipei beserta Staff, melakukan kunjungan kerja ke Manpower Training Center di kota Taichung dan diterima oleh Deputy Training Center .

Dalam kegiatan kunjungan kerja ini, antara lain dibicarakan kemungkinan adanya kerjasama antara pihak Indonesia dan Taiwan terkait dengan pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia melalui peningkatan keterampilan dan kemampuan bagi TKI yang akan/telah ditempatkan di Taiwan maupun bagi Instruktur di Balai-Balai Latihan Kerja milik pemerintah Pusat/Kabupaten/Kota maupun swasta di Indonesia. Selain itu juga dibicarakan kemungkinan saling tukar informasi terkait teknologi pelatihan yang dimiliki kedua belah pihak.

Pihak Manpower Training Center menyambut baik rencana kerjasama pelatihan dimaksud, dikarenakan kerjasama tersebut sesuai dengan program kerjasama International yang dimiliki oleh Manpower Training Center. Pihak Training Center juga menyarankan agar adanya pembicaraan lebih lanjut yang  dilakukan antara KDEI Taipei dengan Ministry of Labor Taiwan, sebagai kementerian yang bertanggung jawab atas Training Center.

Dalam kunjungan dimaksud, KDEI Taipei juga berkesempatan melakukan tatap muka dengan instruktur, peninjauan prasarana serta pelaksanaan pelatihan di beberapa kejuruan pelatihan yang sedang dilakukan. 

 

Read more...

Penyelesaian Disharmoni antara Tenaga Kerja Indonesia dan Huann Hsin Enterprise Co. Ltd.

Dalam rangka melakukan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, atas keterlambatan pembayaran gaji Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Huann Hsin Enterprise Co.Ltd, Ka. Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei Bpk Devriel Sogia beserta Staff pada hari Jumat tanggal 17 April 2015, telah memanggil Agenci Kanglin Global Group sebagai agency yang melakukan penempatan TKI ke Huann Hsin Enterprise Co. Ltd, untuk menyelesaikan permasalahan dimaksud.

Pada pertemuan tersebut, pihak Kanglin Group diwakili oleh ALex Lee yang menjabat sebagai President dari Kanglin Global Group dan John Lin, Manager Foreign Department, hasil dari pembicaraan yang dilakukan terkait keterlambatan pembayaran Gaji, pihak Kanglin Global Group pada hari Rabu tanggal 22 April 2015, Bersedia untuk membayarkan terlebih dahulu sebesar 75 % hak gaji bulan Maret TKI  yang diperkerjakan dengan jumlah uang sebesar 537.500 nt$, sedangkan sisa gaji yang belum diterima akan diserahkan pada akhir bulan April 2015. Untuk pembayaran gaji bulan April 2015, jika pihak perusahaan Huann Hsin Enterprise Co. LTD pada bulan Mei 2015 kembali terlambat membayarkan gaji, maka pihak Kanlin Global Group sebagai Agency yang melakukan penempatan TKI di Huann Hsin Enterprise Co. Ltd, akan mencairkan dari uang jaminan Agency yang saat ini disimpan oleh MOL Taiwan.  

Pada Tanggal 22 April 2015, Ka. Bid Ketenagakerjaan KDEI Taipei Bpk. Devriel Sogia beserta Kabag. Administrasi dan Staff KDEI Taipei, melakukan kunjungan ke Huann Hsin Enterprise Co. Ltd untuk melakukan Monitoring, Tatap Muka serta menyaksikan pembayaran 75% gaji bulan Maret TKI.  Pada kesempatan tersebut KDEI Taipei menyampaikan permasalahan yang dialami oleh perusahaan serta solusi yang telah disepakati dengan pihak Agency. Selain itu juga dijelaskan bahwa jika TKI ingin meminta pindah perusahaan maka pihak Kanlin Global Group siap untuk melakukan proses pindah perusahaan.

Keseluruhan Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di perusahaan, menyatakan masih ingin melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu dan bersedia untuk bertahan selama beberapa bulan, untuk tetap bekerja di perusahaan Huann Hsin Enterprise Co. Ltd dan akan segera menginformasikan kepada KDEI Taipei, Jika mereka ingin melakukan pindah perusahaan. 

Dari 44 orang Tenaga Kerja Indonesia, satu orang TKI tidak ingin menerima pembayaran gaji sebesar 75%, dirinya menyatakan hanya ingin menerima keseluruhan gaji di akhir April 2015.  Untuk sementara gaji TKI yang bersangkutan dititipkan terlebih dahulu ke Agency Kanlin Global Group.

Read more...

Sosialisasi dan Tatap Muka dengan TKI Bidang Konstruksi Proyek Linkou Public Housing dan 2014 World University Sports Competition Village

Dalam rangka melakukan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei pada hari kamis 26 Maret 2015, melakukan monitoring keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang saat ini sedang mengerjakan proyek konstruksi pembangunan Linkou Publik Housing and 2014 World University Sports Competition Village di Linkou, Taiwan. Yang dikerjakan oleh perusahaan Rei Ju Construction, salah satu perusahaan konstruksi ternama di Taiwan. Proyek ini memperkerjakan TKI sebanyak 85 orang, untuk melakukan pekerjaan pengkawatan kerangka besi (Rebar) dan penyusunan/pemasangan papan cetak beton.

Dalam kegiatan monitoring ini dilakukan pembicaraan antara Kabid Ketenagakerjaan KDEI Taipei dengan sejumlah TKI, dari hasil pembicaraan yang dilakukan, perwakilan TKI menyatakan bahwa pihak perusahaan sangat memperhatikan keselamatan kerja dari TKI. Selain itu para TKI juga menyatakan bahwa selama bekerja tidak pernah ada permasalahan terkait gaji, perhitungan lembur serta hak lainnya yang diterima TKI.  Namun demikian TKI mengharapkan agar dapat disediakan jaket plastic yang berkualitas baik dikarenakan jaket yang saat ini disediakan mudah sekali rusak. 

Kepada perwakilan TKI, Kabid Ketenagakerjaan KDEI Taipei juga menyampaikan jika terjadi disharmoni/permasalahan dengan perusahaan, diharapkan dapat diselesaikan secara baik dan KDEI Taipei siap untuk menjembatani penyelesaian permasalahan yang timbul. 

Dari pembicaraan dengan pihak perusahaan, pihak perusahaan menyatakan kepuasannya dengan hasil kerja dari TKI, contoh konkret dari kepuasan perusahaan, sampai dengan saat ini pihak perusahaan selalu dapat selalu memenuhi target capaian pengerjaan proyek.

Kepada Pihak perusahaan, Kabid Ketenagakerjaan KDEI Taipei menyampaikan agar pihak perusahaan memandang TKI sebagai Asset dari perusahaan dan selalu memperhatikan keselamatan serta hak-hak TKI selama mereka bekerja.

Read more...

Sosialisasi dan Tatap Muka dengan Tenaga Kerja Indonesia Bidang Konstruksi Proyek Hushan Reservoir Project

Dalam rangka melakukan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, Ka. Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei, Bpk Devriel Sogia beserta Staff pada hari Kamis tanggal 16 Maret 2015, melakukan tatap muka dengan TKI bidang Konstruksi proyek Tongtou Transbasin Diversion Weir and Ancillary of Hushan Reservoir Project yang berlokasi di Nantou, Taiwan.

Pada kegiatan monitoring ini dilakukan pembicaraan antara Kabid Ketenagakerjaan KDEI Taipei dengan perwakilan TKI, dari hasil pembicaraan yang dilakukan, perwakilan TKI menyatakan bahwa pihak perusahaan sangat memperhatikan keselamatan kerja dari TKI. Selain itu para TKI juga menyatakan bahwa selama bekerja tidak pernah ada permasalahan terkait gaji, perhitungan lembur serta hak lainnya yang diterima TKI.  

Kepada perwakilan TKI, Kabid Ketenagakerjaan KDEI Taipei juga menyampaikan jika terjadi disharmoni/permasalahan dengan perusahaan, diharapkan dapat diselesaikan secara baik dan KDEI Taipei siap untuk menjembatani penyelesaian permasalahan yang timbul. Dari pembicaraan dengan pihak perusahaan, pihak perusahaan menyatakan kepuasannya dengan hasil kerja dari TKI, contoh konkret dari kepuasan perusahaan, sampai dengan saat ini pihak perusahaan selalu dapat selalu memenuhi target capaian pengerjaan proyek. Kepada pihak perusahaan, Kabid Ketenagakerjaan KDEI Taipei menyampaikan agar pihak perusahaan memandang TKI sebagai Asset dari perusahaan dan selalu memperhatikan keselamatan serta hak-hak TKI selama mereka bekerja.

Dalam kesempatan ini dilakukan juga peninjauan asrama serta proyek konstruksi yang telah mencapai 85% tahap penyelesaian.

Read more...

Promosi "Tenaga Kerja Indonesia Terampil dan Bermartabat" melalui Sarana Transportasi di 3 Kota Besar Taiwan

Dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat Taiwan terkait Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei sejak tanggal 6 Maret 2015 telah melakukan promosi “TENAGA KERJA INDONESIA TERAMPIL DAN BERMARTABAT” melalui media iklan pada Transportasi Bus di 3 (tiga) kota besar di Taiwan. Upaya promosi ini dilakukan KDEI Taipei, guna menginformasikan kepada masyarakat Taiwan bahwa Tenaga Kerja Indonesia bukan hanya dapat mengisi pekerjaan di sector pekerjaan Low Skill, namun mampu juga mengisi di sector pekerjaan High Skill. Selain itu upaya promosi ini juga merupakan bentuk pernyataan kepada masyarakat Taiwan bahwa Tenaga Kerja Indonesia memiliki Keterampilan yang dapat diandalkan untuk melakukan tugas pekerjaan. Serta memiliki Martabat sehingga Tenaga Kerja Indonesia patut untuk dihormati oleh seluruh elemen masyarakat di Taiwan.

Melalui upaya promosi ini, Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei juga melakukan perubahan paradigma, bahwa saat ini TKI yang bekerja di Taiwan bukan sebagai objek, tetapi merupakan subjek pelaku untuk mengangkat Harkat dan Martabat dirinya sebagai Tenaga Kerja Indonesia, sehingga dituntut untuk dapat memperlihatkan Kinerja serta sikap yang baik selama bekerja di Taiwan. 

Kegiatan promosi ini dilaksanakan KDEI Taipei bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja R.I dan BNP2TKI. Kegiatan promosi dilakukan selama 3 bulan, sampai dengan bulan Juni 2015, pada 30 buah bus yang beroperasi di Taipei, Taichung dan Khaosiung dengan nomor Rute 520, 805, 835, 936, 1211, 55, 58, 97, 289, 6533, 62, 69, 214, 29 dan 219.

Read more...

Mediasi Disharmoni antara TKI dengan Huan Hsin Enterprise Co. Ltd.

Dalam rangka melakukan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan, Ka. Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei, Bpk Devriel Sogia beserta Staff pada hari Kamis tanggal 19 Maret 2015, melakukan mediasi antara  Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan pihak perusahaan Huan Hsin Enterprise Group Co. LTD. yang berlokasi di Taichung, Taiwan.

Dalam kegiatan mediasi ini dilakukan pembicaraan terkait keterlambatan pembayaran Gaji bulan Januari dan Februari oleh pihak Perusahaan kepada TKI. Keterlambatan pembayaran gaji diperkirakan akan berlangsung dalam waktu enam bulan, hal ini disebabkan adanya permasalahan cash flow dalam keuangan perusahaan. Pihak perusahaan meminta agar TKI dapat memahami kondisi perusahaan dan  menjamin bahwa gaji TKI akan tetap dibayarkan.

Dalam rangka menjamin hak dari Tenaga Kerja Indonesia yang diperkerjakan, kepada pihak Perusahaan, KDEI Taipei tetap meminta agar sedapat mungkin gaji dan seluruh hak dapat dibayarkan tepat waktu. Jikapun hal ini sulit dilakukan, KDEI Taipei meminta agar pihak perusahaan dapat memberikan minimal 25 % dari besaran gaji serta hak TKI lainnya. Pihak KDEI Taipei juga menyampaikan jika sampai dengan waktu yang dijanjikan pihak Perusahaan tidak dapat memenuhi pembayaran gaji, maka perusahaan akan masuk dalam watching list KDEI Taipei yang mengakibatkan perusahaan tidak dapat lagi memperkerjakan Tenaga Kerja Indonesia. 

Selain itu kepada pihak Agensi Kanglin Global Group, pihak KDEI Taipei telah melakukan tunda layan sampai dengan permasalahan tertundanya pembayaran Gaji oleh Perusahaan Hua Hsin Enterprise Group Co.Ltd dapat diselesaikan. Hal ini sebagai pembelajaran kepada pihak Agency agar dapat melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada perusahaan pengguna yang akan memperkerjakan Tenaga Kerja Indonesia.

Seluruh Tenaga Kerja Indonesia dapat memahami serta menyetujui penundaan pembayaran gaji oleh pihak perusahaan sampai dengan akhir bulan, dan akan segera menginformasikan kepada KDEI Taipei ika perusahaan tidak membayarkan gaji pada tanggal yang telah disepakati. Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei juga telah meminta BLA Taichung untuk membantu melakukan pengurusan permasalahan ini, antara lain dengan memindahkan Tenaga Kerja Indonesia yang baru beberapa bulan di tempatkan, untuk segera dilakukan pemindahan perusahaan. Sedangkan bagi perusahan, KDEI Taipei meminta agar BLA Taichung dapat memonitor pemenuhan seluruh hak Tenaga kerja Indonesia serta jika diperlukan segera memberikan sanksi keras kepada perusahaan .

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

Our website is protected by DMC Firewall!