Menu

Ketenagakerjaan (200)

Organisasi PMI di Taiwan: Meminta KDEI untuk Mencegah Perkelahian

Taipei, KDEI (03/03/2019) – Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei kembali menggelar acara Silaturahim dan Dialog yang dilaksanakan pada hari Minggu, 03 Maret 2019. Acara sukses menghadirkan ketua serta perwakilan seluruh organisasi dan komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Forum rutin ini mengusung tema “Mencari Solusi Bersama Permasalahan Masyarakat Indonesia di Taiwan khususnya PMI”, berlangsung interaktif di ruang Aula Lt. 6 KDEI Taipei.

Dalam sambutannya di depan ratusan organisasi PMI, Kepala KDEI Taipei Didi Sumedi mengatakan, bahwa kehadiran organisasi hendaknya dapat dipahami sebagai wadah untuk mencapai tujuan bersama yang bermanfaat bagi anggotanya. Organisasi lahir dengan berbagai latar yakni berdasarkan keagamaan, komunitas, hobi dan lain sebagainya yang saat ini diperkirakan kurang lebih 100 organisasi di Taiwan. Kinerja organisasi dalam solidaritas turut diapresiasi antara lain dalam membantu korban bencana alam. Namun, masih ada beberapa permasalahan yang perlu menjadi perhatian bersama yakni perkelahian, peredaran narkoba maupun pembunuhan.

Lebih lanjut, Kepala KDEI Taipei memaparkan tugas pokok dan fungsi KDEI Taipei serta informasi ketenagakerjaan yakni tentang prospek penempatan PMI ke Taiwan, bahwa Taiwan masih menjadi tujuan penempatan terbesar kedua setelah Malaysia saat ini, pada tahun mendatang kebutuhan Taiwan terhadap PMI tetap terbuka, PMI lebih diminati dibandingkan dengan pekerja migran asing dari negara lainnya. Apalagi diperkirakan pada tahun 2030, Taiwan kekurangan sumber daya manusia. Namun, pada titik tertentu, jika permasalahan PMI tidak disikapi akan menurunkan kepercayaan Taiwan terhadap citra PMI. Tidak menutup kemungkinan suatu saat ada pembatasan kuota maupun moratorium.

“Setiap organisasi masih ada friksi, marilah kita kembali ke persatuan, tunjukan bahwa kita di sini meresapi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, jadikanlah organisasi sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan bersama, mencari solusi bersama, serta harapannya melalui pertemuan ini kita bisa menetapkan komitmen bersama”, tegas Didi.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan PMI di Taiwan KDEI Taipei telah melakukan berbagai cara dan pendekatan antara lain melaksanakan kegiatan pembinaan dan sosialisasi pada beberapa kantong PMI, bahkan pelatihan keterampilan (exit program). Namun permasalahan perkelahian/penganiayaan sesama PMI masih kerap terjadi di beberapa kantong PMI antara lain di Taichung, Taoyuan dan Tainan. Hal ini kerap menimbulkan keresahan baik dari masyarakat Taiwan maupun kalangan PMI.

Dialog interaktif dipandu langsung oleh Wakil Kepala KDEI Taipei Teddy Surachmat. Mengawali sambutannya beliau menyampaikan tujuan pertemuan yakni diharapkan : (1) terwujudnya kerukunan, persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia di Taiwan, (2) menciptakan wadah masyarakat Indonesia di wilayah Taiwan yang dibina KDEI Taipei, serta (3) memunculkan sinergi KDEI Taipei dan masyarakat Indonesia di Taiwan untuk mengatasi permasalahan yang timbul.

Beberapa hal yang menjadi pertanyaan dari PMI antara lain adalah seputar permasalahan ketenagakerjaan antara lain masih adanya overcharging (pembebanan biaya di luar ketentuan), biaya perpanjangan perjanjian kerja, sanksi terhadap pelaku penganiayaan, penipuan bekerja di Taiwan dengan Visa Turis,dan lain sebagainya.

Adapun saran dan masukan PMI antara lain perlunya forum pertemuan rutin setiap tiga bulanan dengan menghadirkan seluruh organisasi di Taiwan, perlunya inovasi dalam pelayanan informasi dan pengaduan kepada PMI antara lain pembuatan chanel/streaming live video, serta mendekatkan pelayanan pada tempat konsentrasi PMI berlibur antara lain di Taipei Main Station (TMS), perlunya kehadiran BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan, perlunya sistem online yang memfasilitasi ketersediaan job (lowongan kerja) yang dapat dimanfaatkan oleh PMI yang membutuhkan informasi lowongan kerja khususnya yang perpanjang kontrak pindah majikan, pemulangan terhadap pihak yang berkelahi, koordinasi dengan pihak Taiwan terkait penyalahgunaan narkoba jika perlu dilakukan test urine dadakan pada tempat kerja.

Menanggapi isu utama terkait perkelahian Taichung (17 Februari 2019 lalu), Wakil Kepala menjelaskan bahwa KDEI Taipei telah berupaya untuk berkoordinasi langsung dengan kepolisian Taiwan, tentunya membutuhkan waktu untuk mengungkap para pelaku.

Disampaikan juga tentang skema penempatan langsung (direct hiring) yang akan diterapkan ke depan. Saat ini KDEI Taipei telah melakukan pembicaraan dengan pihak Ministry of Labor Taiwan. Diharapkan skema baru ini sebagai alternatif penempatan PMI ke Taiwan yang bebas dari biaya (zero cost).

Seluruh pertanyaan lainnya dijelaskan langsung oleh Wakil Kepala KDEI Taipei. Terkait isu teknis maupun saran dan masukan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh bidang terkait antara lain Bidang Ketenagakerjaan, Bidang Perlindungan WNI dan Penerangan Sosial Budaya serta Bidang Imigrasi.

“Mari kita kembali bersahabat, bentuk organisasi di masing-masing wilayah sebagai wadah pemersatu”, tegasnya dalam memotivasi para peserta.

Pada sesi dialog ini sangat menarik, para PMI peserta tampak antusias dan di luar dugaan peserta membludak. Seorang peserta menganalogikan bahwa perkelahian yang kerap terjadi merupakan “kejahiliaan”, seharusnya ditinggalkan, dan masing-masing individu hendaknya mengemban tanggung jawab masing-masing.

“Saya harapkan tidak ada lagi kejadian (perkelahian) seperti itu”, ujar PMI lainnya dengan penuh semangat.

Di akhir acara para peserta silaturahim dan dialog bersepakat untuk menyepakati 9 (sembilan) point komitmen bersama yang dibacakan oleh seorang peserta dan disaksikan bersama.

Adapun komitmen bersama yang disepakati bersama tersebut adalah :
1. Menaati dan menghormati hukum, peraturan dan kebiasaan yang berlaku di Taiwan,
2. Menjaga keamanan dan ketertiban dengan tidak melakukan perbuatan anarkis guna terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah kerja masing-masing,
3. Bertanggungjawab terhadap anggotanya dengan melakukan pembinaan terhadap anggota organisasi/komunitas masing-masing,
4. Membentengi keyakinan diri dengan selalu waspada terhadap provokasi, hasutan dan pola rekruitmen kelompok tertentu untuk menyerang organisasi/komunitas lain,
5. Menghindari perkelahian dengan sesama masyarakat Indonesia di Taiwan khususnya PMI maupun dengan warga Taiwan,
6. Menghindari penyalahgunaan narkoba, minuman keras dan pergaulan bebas,
7. Menyeleksi akses dan komunikasi melalui media sosial serta tidak menyebarkan ujaran kebencian, hoax (berita bohong) yang menimbulkan fitnah serta memicu pergesekan dengan organisasi/komunitas lain,
8. Melaporkan kejadian yang terindikasi perkelahian/penganiayaan, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras serta tindakan kriminal lainnya kepada aparat keamanan setempat, maupun KDEI Taipei,
9. Membentuk suatu organisasi masyarakat Indonesia di masing-masing wilayah Taiwan,

Peserta juga sepakat meminta KDEI Taipei untuk memberikan pembinaan dan atau memulangkan pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam perkelahian, penganiayaan, penyalahgunaan narkoba/minuman keras, penyebaran paham radikal dan bentuk tindak pidana lainnya.

 

Read more...

KDEI Taipei Hadiri Taiwan Bersholawat Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf

Taichung, (24/02/19) -- Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi menghadiri acara Tabligh Akbar di Taman Taichung.
Ribuan jamaah umumnya PMI memadati Taman Taichung, lokasi sangat strategis di pusat kota Taichung. Kegiatan Tabligh Akbar seperti ini sangat dinanti-nanti oleh PMI Taiwan dalam memanfaatkan hari libur dengan kegiatan positif serta kegiatan yang baik dalam membina serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT.
Dalam sambutannya, Kepala KDEI Taipei menyampaikan pesan-pesan penting khususnya bagi PMI antara lain (1) KDEI Taipei selalu hadir dalam setiap agenda khususnya agenda keagamaan untuk memberikan support; (2) Mematuhi peraturan setempat di Taiwan agar hidup nyaman, menghindari perkelahian, dan menjauhi narkoba. Diharapkan dapat saling mengingatkan dengan baik bahwa tujuan merantau ke Taiwan untuk kebahagiaan ke depan, (3) Menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum 14 April 2019 mendatang sebagai wujud tanggung jawab Warga Negara Indonesia.
Dilanjutkan dengan tausiah dari Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf. Beliau menyampaikan tausiah mengajak untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan dan sholawat bersama ribuan PMI yang diikuti dengan penuh hikmat. Diujung tausiah beliau turut mendoakan PMI yang bekerja di Taiwan agar kehadiran PMI di Taiwan dapat bermanfaat, diberikan rezeki yang mengantarkan PMI menuju kesuksesan, diangkat derajatnya, serta motivasi penting lainnya.
Suhu tempat acara sekitar 17 ºC disertai hujan rintik tidak menyurutkan langkah dan semangat para PMI untuk menghadiri tabligh akbar tersebut. Acara berlangsung dengan hikmat, lancar dan tertib menjelang sore hari.

Read more...

Kepala KDEI Taipei Titip Tiga Pesan dalam Tabligh Akbar Bersama Buya Yahya

Taipei, (17/02/19) – KDEI Taipei, Bapak Didi Sumedi hadir dalam dalam Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh salah satu organisasi PMI, SDA (Sobat Dunia Akhirat). Tema yang diusung adalah :
“Merajut Kebersamaan dalam Menggapai Bahagia dengan Al Quran”, sukses menghadirkan KH. Buya Yahya (Pengurus Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah Cirebon).
“Kami selalu mendukung acara yang diadakan untuk kebersamaan kita khususnya terkait dengan pengembangan kepribadian kita dari sisi agama”, ujarnya.
Kepala KDEI Taipei dalam sambutannya menitip tiga pesan kepada seluruh hadirin yaitu :

  1. mematuhi peraturan setempat agar nyaman di hidup di Taiwan,
  2. bagi PMI overstay/kaburan diharapkan dapat memanfaatkan program Amnesti dari National Immigration Agency (NIA) yang akan berakhir pada akhir Juni 2019,
  3. menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Umum nanti sebagai bentuk tanggung jawab PMI di Taiwan sesuai dengan hati nurani, serta agar jangan sampai golput.

Dalam ceramahnya KH. Buya Yahya mengingatkan beberapa hal kepada jamaah antara lain agar selalu mengingat Allah SWT, waktu kosong hendaknya digunakan untuk berdzikir kepada Allah SWT, jangan mengandalkan usaha dhohir saja, lakukan usaha bathin dengan senantiasa meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Beliau juga menyampaikan pentingnya amalan untuk selalu menjaga sholat lima waktu, menjadikan sholat tahajud sebagai suatu kebiasaan, serta pesan-pesan keagamaan penting lainnnya. Acara pengajian dan pencerahan keagamaan ini berlangsung dengan hikmat dan sukses yang dilaksanakan di Taipei Main Station South 2 Gate yang dihadiri oleh ribuan orang yang umumnya berasal dari PMI sudah mulai memadati tempat kegiatan sekitar pukul 09.00 pagi. Acara berlangsung tertib dan damai sampai menjelang sore.

Read more...

PMI Taiwan Belajar “Menjadi Pengusaha” Bersama Baba Rafi Enterprise

Taipei, KDEI (27/01/19) -- Sebanyak 62 (enam puluh dua) PMI tampak antusias dalam menghadiri Kegiatan Exit Program (Pelatihan Kewirausahaan) dengan tema :"Saatnya Menjadi Entrepreneurs melalui Bisnis Franchise". Kegiatan ini diselenggarakan oleh KDEI Taipei, dengan menghadirkan Hendi Setiono, Pengusaha Muda ternama tanah air, Founder dan CEO Baba Rafi Enterprise.

Exit Program melalui pelatihan keterampilan PMI merupakan program rutin KDEI Taipei hampir setiap tahunnya. Diharapkan tumbuh kesadaran PMI untuk berani memulai usaha setelah kembali ke tanah air kelak, karena tidak selamanya menjadi PMI di Taiwan. Saat ini dibatasi hanya 14 tahun bagi PMI sektor informal dan 12 tahun untuk pekerja formal. Pada tahun sebelumnya KDEI Taipei telah melaksanakan pelatihan kewirausahaan antara lain pelatihan pembuatan kue khas Taiwan, knotting, Chen Chu Nai Cha,e-commerce (jualan online), bercocok tanam organik, tour guide, mie halal, ayam goreng khas Taiwan dan Korea, serta pelatihan yang dibutuhkan oleh PMI lainnya.

Para peserta pelatihan sudah mendatangi lantai 6, Aula KDEI Taipei walaupun kondisi dingin sekitar 18°C tidak menyurutkan semangat para PMI untuk menghadiri acara kewirausahaan yang sangat dinantikan para PMI. Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi dalam sambutannya turut memotivasi para PMI. Beliau menyampaikan kunci sukses PMI purna yakni membuat perencanaan yang bijak dari sekarang serta mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. “Buat perencanaan yang harus dilakukan dengan modal yang telah didapatkan”, tegasnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa hendaknya PMI setelah purna selain menjadi bos sendiri di rumah, diharapkan nantinya dapat menciptakan lapangan kerja.
Pelatihan berlangsung santai, padat dengan ilmu serta sesekali diselingi diskusi interaktif dan feedback. Narasumber memulai dengan menceritakan awal mula bisnis Baba Rafi, bahwa saat itu usianya masih tergolong muda yakni 19 tahun sudah berani memulai bisnis di Surabaya, berawal dari mimpi kecil.

Narasumber memotivasi dan membangkitkan semangat para peserta untuk berani memulai berwirausaha. Dijelaskannya bahwa untuk menjadi seorang pengusaha sukses, diperlukan keberanian untuk memulai dari apa yang telah dimiliki saat ini.

“Untuk bisa sukses, pegang kunci 4A, yakni action, action, action dan action”, tegasnya dalam menjawab pertanyaan peserta tentang rahasia sukses pengusaha. Selain memotivasi para PMI dengan pengetahuan bisnis beliau juga mencontohkan apa yang telah dilakukannya dalam merintis dan mengembangkan bisnisnya sampai merambah ke mancanegara. Dicontohkannya bisnis Kebab Turki-nya yang sudah mendunia.

Semua pertanyaan tentang PMI tentang bisnis dijawab tuntas diantaranya tentang strategi bertahan dan bersain dengan kompetitor, cara memulai, strategi marketing dan lain sebagainya. Mindriati menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat memotivasi para PMI untuk nantinya bisa membuka usaha dengan bekal yang telah didapat dan semoga menjadi berkah. Peserta lainnya, Hotimah menambahkan bahwa benar-benar harus di coba, satu langkah saja akan bisa melihat perubahan di banding tidak melangkah sama sekali.

Perjuangan para PMI dalam mengikuti pelatihan bukanlah hal yang mudah. Demi mendapat ilmu bisnis ini, beberapa diantaranya mesti berangkat dari pagi hari sejak shubuh dari Kaohsiung (Taiwan Selatan) menuju Taipei.

Read more...

Indonesia–Taiwan Teken MoU Peningkatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Taipei – KDEI (14/12/18) – Guna meningkatkan kualitas penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Pemerintah Indonesia melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI) kembali melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta (TETO) mengenai perekrutan, penempatan, dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Kepala KDEI, Didi Sumedi, dan Kepala TETO, John C. Chen, dan disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri,  dan Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Hsu Ming Chun,  di Taipei, Taiwan pada Jumat (14/11/2018).

MoU ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama dalam perekrutan, penempatan dan perlindungan PMI dan untuk memberikan kesempatan hubungan lebih lanjut yang saling menguntungkan. Selanjutnya dalam MoU ini, Para Pihak sepakat untuk mempromosikan kolaborasi bilateral dan pertukaran dalam hal pelatihan kejuruan, pengembangan keterampilan, bantuan kerja, start-up untuk wanita, pembangunan kapasitas bagi penyandang disabilitas melalui platform organisasi internasional atau mekanisme kemitraan regional.

Dalam MoU ini juga disebutkan bahwa selain sistem rekrutmen yang ada, Para Pihak sepakat untuk mempersingkat prosedur, menyederhanakan dokumen, untuk memberikan prioritas pada Program Re-Entry Hiring dan untuk memperluas jenis pekerjaan pada Program Direct Hiring ke depan, bila diizinkan oleh peraturan dari Para Pihak.

Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Penandatanganan MoU ini merupakan momen yang monumental karena dengan adanya MoU ini kendala dalam menghandel isu ketenagakerjaan bisa tertangani dengan baik. Pihaknya juga mengapresiasi delegasi kedua belah pihak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan penandatanganan MoU yang didahului dengan pembahasan Joint Working Group (JWG) serta Joint Task Force (JTF).

Menaker Hanif  mengatakan  bahwa penandatangan MoU ini penting dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

“Kami berharap semua materi kesepakatan dapat dijalankan dan bila ada masalah dapat diselesaikan dengan baik dalam forum JWG maupun JTF”, ujar Hanif dalam sambutannya.

Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Hsu Ming Chun, berharap dengan adanya penandatangan MoU ini maka berbagai permasalahan PMI di Taiwan dapat terselesaikan, antara lain solusi bersama terhadap kaburan, pembiayaan rumah sakit, serta perlunya pelatihan Bahasa Mandarin bagi Calon PMI.

Selanjutnya nota kesepahaman ini wajib berlaku untuk jangka waktu 4 (empat) tahun sejak tanggal penandatanganan, dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama dari para pihak. Salah satu pihak dapat mengakhiri nota kesepahaman ini dalam masa berlakunya dengan memberikan pemberitahuan tertulis dan paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum tanggal berakhirnya nota kesepahaman.

Untuk diketahui bahwa menurut SISKOTKLN BNP2TKI, penempatan PMI ke Taiwan saat ini menduduki posisi nomor dua terbesar setelah Malaysia. Sedangkan Menurut Data MOL, Update Oktober 2018, bahwa PMI yang bekerja di Taiwan saat ini sebanyak 265.959 orang, dan trendnya selalu meningkat dengan komposisi sektor formal sebanyak 26 %, dan informal sebanyak 74 %. PMI menjadi urutan nomor satu dari segi jumlah atau mendominasi sekitar 38 % dari komposisi TKA di Taiwan. Keberadaan PMI ini tentunya sangat berkontribusi dalam menggerakan roda perekonomian di Taiwan.

Read more...

FOSPI Donggang Pintung Mendapatkan Penghargaan Tertinggi dari Menlu RI

Jakarta, (07/12/18) – Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia (FOSPI) Donggang Pintung mendapatkan  Penganugerahan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award (HWPA) tahun 2018 yang digelar oleh Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Jum’at malam (07/12/18).

Diwakili oleh Achmad Mudzakir selaku Ketua FOSPI Donggang Pintung tercatat sebagai salah satu dari 19 nama yang berhasil mendapatkan Penghargaan Hassan Wirajuda untuk Perlindungan WNI, Kategori Mitra Kerja Perwakilan RI: Masyarakat Madani di Luar Negeri. Turut disaksikan oleh Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi dan didampingi oleh Kabid Perlindungan WNI dan Pensosbud, Fajar Nuradi.

Dilansir dari website Kemlu RI bahwa penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Menteri Luar Negeri RI kepada berbagai pihak, individu maupun lembaga, yang dipandang telah berperan besar dalam upaya perlindungan WNI di luar negeri. Pemberian penghargaan HWPA bertujuan untuk memberikan motivasi dan penghargaan kepada para pegiat perlindungan dan pemangku kepentingan terkait atas peranan, pengabdian serta kerja keras yang telah dilakukan dalam memberikan perlindungan kepada WNI di luar negeri.

"Selamat kepada Pengurus dan anggota FOSPI. Kami yakin penghargaan pemerintah Indonesia atas kontribusi masyarakat bagi perlindungan WNI ini akan menjadi pemacu semangat bagi FOSPI dan seluruh WNI di Taiwan untuk menjaga kerukunan dan meningkatkan kerja kemanusiaannya bagi sesama WNI lainnya", ujar Kepala KDEI Taipei.

Para penerima penghargaan tersebut memiliki keterlibatan langsung dalam berbagai macam isu perlindungan WNI di luar negeri seperti perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, Anak Buah Kapal Indonesia, serta berperan aktif dalam memberikan layanan, bantuan dan mendorong kesadaran publik sehingga dapat meminimalisir terjadinya permasalahan WNI pada saat berada di luar negeri.

“Sungguh bahagia banget, terima kasih atas semangat doa, dukungannya buat FOSPI”, terangnya dalam pesan singkat ketika dikonfirmasi.

FOSPI Donggang Pintung sebagai salah satu wadah atau perkumpulan para ABK Nelayan dari berbagai daerah di Indonesia yang bermarkas di Pintung, Donggang, sebagai salah satu kantong PMI di daerah Selatan Taiwan.

Posko FOSPI Donggang Pintung merupakan salah satu titik atau Pos Pelayanan Informasi dan Pengaduan PMI yang dibina oleh KDEI Taipei. Posko tersebut menjadi tempat bagi ABK Nelayan yang membutuhkan informasi dan program seputar ketenagakerjaan, perlindungan WNI, keimigrasian, kewarganegaraan maupun sebagai wadah bagi PMI dalam konsultasi maupun menyampaikan pengaduannya.

Selain itu di bawah wadah FOSPI juga berhasil mendirikan masjid An Nur, Donggang yang diresmikan pada 18 Februari 2018 lalu. Masjid tersebut sebagai center of learning bagi para ABK Nelayan. Di masjid  inilah para ABK Nelayan melakukan sholat berjamaah, pengajuan, tahlilan, yasinan, belajar mengaji dan menulis bahasa Arab, serta kegiatan bermanfaat lainnya.

KDEI Taipei selaku perwakilan Indonesia di Taiwan kerap melakukan sosialisasi terhadap ABK Nelayan yang tergabung dalam wadah FOSPI.

“Alhamdulillaah....FOSPI mendapat penghargaan dari Kemlu di Jakarta malam ini, diterima oleh Bapak Ketua Fospi Donggang Pingtung, Achmad Mudzakir. Berkat kerja serta do'a kita semua, dan ridho Allah SWT. Semoga kita tetap rendah hati, dan tegakkan persatuan dan kesatuan di negeri Formosa”, tulis dalam media sosial yang dikelola  Fospi Donggang Pingtung.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

Our website is protected by DMC Firewall!