Menu

Ketenagakerjaan (101)

Pertemuan KDEI di Taipei dengan Ditjen Perikanan, Council of Agriculture (CoA) Taiwan

Pada Hari Kamis tanggal 23 Maret 2017, KDEI di Taipei melakukan pertemuan dengan Ditjen Perikanan, Council of Agriculture (CoA) Taiwan, guna membicarakan hal-hal terkait ABK LG yang bekerja di Kapal Taiwan. KDEI di Taipei dan Ditjen Perikanan sepakat untuk bekerja sama lebih erat dalam rangka tukar menukar informasi dan meningkatkan perlindungan bagi ABK LG.

Pertemuan dilakukan dalam rangka melakukan perlindungan bagi ABK LG yang bekerja di Kapal Ikan berbendera Taiwan. Dalam kesempatan ini, Wakil Kepala KDEI di Taipei, Bpk. Siswadi menyampaikan bahwa sejak tahun 2015 sampai dengan bulan Maret 2017, telah terjadi permasalahan ABK LG sebanyak 162 kasus yang dilaporkan ke KDEI Taipei dengan tiga kategori permasalahan yang dominan yaitu gaji tidak dibayar, meninggal kecelakaan kerja, dan over contract.

Selain itu juga disampaikan kepada Dirjen Perikanan dan staff, dikarenakan mekanisme penempatan yang dilakukan tidak mengacu pada penempatan Tenaga Kerja Asing ke Taiwan, antara lain tidak adanya pengesahan Perjanjian Kerja oleh KDEI di Taipei dan Ministry of Labor Taiwan, maka jika terjadi permasalahan yang timbul, KDEI Taipei mengalami kesulitan untuk melakukan penyelesaian masalah antara ABK LG dan majikan.

Dirjen Perikanan menyampaikan terimakasih atas kunjungan KDEI di Taipei dan menyampaikan bahwa informasi adanya 162 permasalahan ABK LG, merupakan masukan bagi Ditjen Perikanan untuk dapat memperbaiki mekanisme dan proses penempatan ABK LG yang dilakukan. Selain itu permasalahan ABK LG saat ini merupakan salah satu prioritas dari pemerintah Taiwan, saat ini Ditjen Fisheries sedang menyempurnakan mekanisme penempatan serta pengawasan terhadap penempatan ABK LG, dengan harapan dapat meningkatkan perlindungan bagi ABK LG yang bekerja di Kapal Taiwan.

Dirjen Perikanan juga menyampaikan bahwa saat ini lebih kurang sekitar 10.000 ABK LG asal Indonesia bekerja di Kapal Taiwan yang beroperasi di luar wilayah perairan Taiwan. Selain itu Ditjen Perikanan saat ini sedang melakukan penambahan petugas pengawas di negara yang berdekatan dengan wilayah perairan tempat beroperasinya kapal ikan Taiwan, Ditjen Perikanan juga secara intensif melakukan pemeriksaan kepada Agency, Majikan dan Kapal Nelayan sehingga jika terjadi sesuatu hal maka dapat segera dilaporkan ke petugas tersebut untuk diselesaikan permasalahannya.

Permasalahan ABK LG selain disebabkan oleh majikan juga disebabkan oleh ketidaksiapan ABK  yang diperkerjakan, tidak ada pelatihan yang diberikan kepada ABK LG sebelum diberangkatkan sehingga tidak mengetahui pekerjaannya sebagai ABK Pelaut Perikanan. Selain itu ABK LG yang ditempatkan, tidak terbiasa hidup/bekerja dilaut dikarenakan berasal dan tinggal di wilayah pegunungan. Terkait hal tersebut, KDEI Taipei menyampaikan bahwa hal ini terjadi dikarenakan penempatan ABK LG tidak mengikuti peraturan dan persyaratan penempatan Tenaga Kerja ke Taiwan, sehingga tidak diketahui kualifikasi yang harus dipenuhi oleh seorang ABK LG.

KDEI Taipei menyarankan agar penempatan ABK LG dapat dilakukan sesuai mekanisme penempatan Tenaga Kerja ke Taiwan, sehingga sebelum dilakukan penempatan ke Taiwan seorang ABK LG dilakukan pelatihan untuk memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan untuk bekerja sebagai ABK LG. Selain itu kepada Ditjen Perikanan disarankan pula agar dilakukan pertemuan rutin, antara perwakilan KDEI di Taipei dan Ditjen Perikanan sebagai ajang untuk tukar menukar informasi dan membahas serta menyelesaikan permasalahan yang muncul.

Ditjen Perikanan menyambut baik usulan KDEI Taipei dan akan memenuhi permintaan KDEI di Taipei untuk menginformasikan jumlah, nama ABK LG asal Indonesia serta Agency dan Kapal dan wilayah operasi nya. Sebagai langkah awal kedua belah pihak telah menunjuk petugas penghubung untuk mengkomunikasikan kebutuhan informasi dari kedua belah pihak, KDEI Taipei akan terus melakukan koordinasi dengan Ditjen Perikanan. (*)

 

Read more...

KDEI-Taipei Koordinasi dengan Kepolisian Pintung 

KDEI di Taipei berkoordinasi dengan Kepolisian Pintung guna meningkatkan perlindungan TKI di Taiwan. Hal ini untuk menindaklanjuti terkait dengan adanya laporan dari TKI tentang adanya dugaan aksi pemuda Taiwan berupa pemukulan atau pelemparan tempat berkumpulnya TKI. Pihak kepolisian sudah menerima laporan tersebut dan sudah diantisipasi. Saat ini kepolisian kerap mengintensifkan patroli di beberapa titik rawan dan disarankan bagi TKI bila berkumpul agar lebih banyak dan memperketat juga pengamanan, serta agar menghindari minuman keras yang sering menjadi pemicu perkelahian. Kepolisian juga mengharapkan kerjasamanya kepada para TKI agar parkir sepeda dilakukan dengan tertib khususnya di kawasan pelabuhan Tongkang.

Read more...

Pertemuan KDEI-Taipei dengan Pemkot Kaohsiung

 

Kaohsiung, KDEI, (23/03/17), menyelenggarakan pertemuan yang bertempat di Kantor Marine Bureau Kaoshiung guna membahas permasalahan ABK LG (letter of guarantee) a.n Wahyudin Jefri. Turut hadir dalam pertemuan tersebut dari Biro Sosial, BLA, dokter, NGO, asosiasi agensi, Biro Perikanan, pihak agensi, majikan dan ABK. Kondisi kesehatan yang bersangkutan saat ini sudah stabil pasca pengobatan dan perawatan dari rumah sakit.

Read more...

Tabliqh Akbar Bersama Ki Joko Goro Goro

Taicung, KDEI (19/03/2017).  Wakil Kepala KDEI di Taipei, Siswadi bersama Kabid Naker, Devriel Sogia Raflis dan Analis Ketenagakerjaan, Farid Ma’ruf menghadiri acara Tabligh Akbar bertajuk "Menjalin Ukhuwah Islamiyah dalam Aqidah Aswaja". Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh IMIT Taichung menghadirkan pembicara utama Ustadz KH. Abdur Rochim S.Pd.I (Ki Joko Goro Goro) dari Demak. Acara keagamaan ini berlangsung meriah yang dilaksanakan di Taman Taichung yang dihadiri oleh lebih dari 1.000 orang yang umumnya berasal dari TKI sudah mulai memadati tempat kegiatan sekitar pukul 09.00. Wakil Kepala KDEI di Taipei dalam sambutannya kembali menegaskan dan mengingatkan kepada seluruh WNI/TKI yang berada di Taiwan untuk tetap menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan. Dalam sambutannya juga disampaikan tentang kebijakan baru terkait perpanjangan kontrak tanpa pulang, himbauan agar menghindari perkelahian, menghindari narkoba, pergaulan bebas, serta mencegah jangan sampai menjadi TKI kaburan.  Di akhir sambutannya beliau juga mengharapkan kiranya WNI/TKI dapat menjadi duta wisata Indonesia guna memperkenalkan potensi wisata, budaya yang  ada di Indonesia. Acara berlangsung tertib dan damai sampai menjelang sore hari.

Read more...

Sosialisasi Perpanjangan Kontrak Tanpa Pulang

Taipei, KDEI, Minggu (12/3/14), KDEI di Taipei baru-baru ini menyelenggarakan Sosialisasi Perpanjangan Kontrak Tanpa Pulang. Dalam sosialisasi tersebut menghadirkan pembicara utama (narasumber) dari pihak Taiwan, yakni dari WDA dan BLA Taipei City. Tujuan utama sosialisasi ini adalah untuk mensosialisasikan kebijakan baru terkait dengan perpanjangan kontrak di Taiwan yang sudah berjalan sejak 5 November 2016, tata cara perpanjangan kontrak serta penyelesaian permasalahan seputar perpanjangan kontrak serta sosialisasi materi tentang ketenagakerjaan dan keimigrasian.

Para peserta yang berjumlah sekitar 80 orang, yang umumnya berasal dari TKI serta sebagian dari agency mulai berdatangan ke Kantor KDEI di Taipei pada pukul 09.00.  Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Kepala KDEI di Taipei, Siswadi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan kepada hadirin agar dapat memanfaatkan momen ini sehingga bisa mandiri dalam pengurusan perpanjangan kontrak tanpa pulang serta dapat memahami problem dan solusi seputar kebijakan tersebut. Turut hadir dalam acara ini Kabid Naker (Devriel Sogia Raflis), Kabid Imigrasi (Herawan Sukoaji), Analis Bidnaker (Farid Ma’ruf), Asisten Senior Bidnaker (Kadir), beserta lokal staf KDEI di Taipei.  Acara ini berlangsung interaktif yang dimulai dari jam 10.00 dan 15.00. Terlihat para hadirin sangat antusias mendengarkan pemaparan dari narasumber. Materi terkait perpanjangan kontrak tanpa pulang disampaikan langsung dan diterjemahkan langsung oleh penerjemah, sehingga kontennya dapat dipahami oleh semua peserta.

Dalam sesi diskusi TKI sudah menanyakan beberapa hal yang masih menjadi problem utama bagi TKI, antara lain terkait dengan adanya biaya transfer yang dikenakan oleh agensi, bahkan ada juga yang malah disuruh kembali ke Indonesia tanpa diproses.

Semua pertanyaan secara garis besarnya telah dijawab dalam diskusi interaktif tersebut . Berbagai pertanyaan yang penuh semangat dari peserta telah dijawab langsung oleh narasumber. Intinya bahwa bila masih menemukan permasalahan dalam pengurusan perpanjangan kontrak dapat segera melaporkan ke saluran pengaduan 1955 di Taiwan. Terkait dengan pembebanan biaya disadari memang merupakan pertanyaan yang sering dan terkait hal itu, akan terus disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan di Taiwan termasuk agency maupun majikan bahwa hal itu tidak dibenarkan. Pihak yang meminta biaya dari TKI di luar ketentuan dapat dikenakan sanksi hukuman. TKI dapat melaporkan bila ada indikasi pembebanan biaya dengan menyertakan bukti yang valid (bukti rekaman suara/pesan dalam LINE, SMS, dll). Sesi diskusi panel tersebut diakhiri setelah semuanya jelas dan tidak ada lagi pertanyaan dari hadirin.

Pada sesi kedua dilanjutkan setelah makan siang dengan tema seputar informasi ketenagakerjaan di Taiwan serta peraturan terkait keimigrasian. Pada akhir kegiatan dihimbau bagi kawan-kawan TKI yang masih merasa masih ada kendala dalam perpanjangan kontrak tanpa pulang, disarankan agar dapat menyampaikan pengaduannya melalui chanel pengaduan yang sudah ada melalui Satgas TKI, TKS (Tenaga Kerja Sukarela) atau join ke Grup media sosial "Pengaduan TKI Taiwan".

Read more...

KDEI-Taipei Fasilitasi Kepulangan TKI Sakit

Surabaya, Jumat 10 Maret 2017 – KDEI-Taipei telah memfasilitasi kepulangan seorang TKI asal Provinsi Jawa Timur yang mengalami sakit komplikasi paru-paru (pulmonary embolism ). TKI dimaksud adalah Yayuk Rahayu, warga Dusun Kalijinggo, Dewa Birowo, Kecamatan Blitar, Kabupaten Blitar.

Yayuk Rahayu dipulangkan dari Taiwan ke Indonesia pada Jumat kemarin. Tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo sekitar pukul 21.30 WIB, yang diterbangkan dengan pesawat China Airlines CI0751 dari Taoyuan International Airport pukul 14.10 waktu setempat. 

TKI tersebut  telah diserahterimakan kepada pihak keluarga yaitu Sukadi (keponakan) dan disaksikan oleh staf KDEI di Taipei, Gunawan yang mendampingi selama diperjalanan menuju bandara kedatangan, disaksikan juga oleh pihak PT. Surya Pacific Jaya, Kumoro , petugas counter UPT-P3TKI Surabaya, Reza Aulia dan perwakilan BNP2TKI yakni dari LP3TKI Surabaya, Donny dan Pradiptya Adi. Selanjutnya TKI pulang ke daerah asal dengan difasilitasi oleh pihak keluarga sendiri. Pihak keluarga menerima dan memahai kondisi TKI dan memutuskan untuk melanjutkan perawatan di rumah.

Read more...

KDEI-Taipei Menyapa WNI dan TKI di Pingtung

 

Pintung, 19 Februari 2017 – Salah satu perhimpunan TKI/WNI di Pintung yakni FORSIMASPIT (Forum Silaturahim Masyarakat Pintung) menggelar acara tahlilan dan yasinan yang bertempat di Toko Indo Borobudur.

Acara ini terbilang sukses yang dihadiri oleh ratusan jamaah dari WNI yang ada di Taiwan baik TKI maupun mahasiswa di sekitar Pintung. Ratusan jamaah yang sebagian besar adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) turut hadir dalam kegiatan keagamaan ini yang merupakan hasil kerja sama antara FORSIMASPIT dengan organisasi TKI/WNI di Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, FOSPI (Forum Silaturahim Pelaut Indonesia), Laskar Cirebon, IWAMIT Kaohsiung, Majelis Ta’lim Al-Hidayah PCINU Taiwan dan pihak terkait lainnya.

Sekitar pukul 11.00, dalam kondisi yang cerah, jamaah mulai berdatangan sekitar Pintung, mulai memadati lokasi di depan Toko Indo Borobudur, No.93-7, Gong Yong rd., Pingtung City

KDEI di Taipei yang diwakili oleh Farid Ma’ruf mengapresiasi kegiatan positif ini sebagai salah satu upaya dalam rangka pembinaan TKI/WNI di Taiwan. Dalam kesempatan ini beliau menghimbau kepada hadirin agar memahami bahwa bekerja adalah ibadah, agar menghindari perkelahian, perlunya menjalin persaudaraan demi menjaga kerukunan dan menjaga nama baik Indonesia di Taiwan. Turut disampaikan terkait dengan data dan fakta seputar ketenagakerjaan yang diharapkan dapat menjadi pelajaran agar selalu menjadi TKI yang prosedural, bekerja dengan baik dan mentaati peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, bahaya narkoba baik dari segi dampak kesehatan juga sanksi-sanksi hukuman yang dikenakan bagi bagi pengedar maupun pengguna, agar menghindari pergaulan bebas. Solusinya adalah dengan saling mengingatkan antar sesama WNI/TKI atau dengan meningkatkan peran dari organisasi-organisasi TKI yang ada.

Dalam acara tahlil dan yasinan ini juga dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Bapak Ustadz Gus Hendrik dari PCI NU Taiwan. 

Dalam sesi diskusi, WNI/TKI di Pintung menyampaikan apresiasi juga kepada kehadiran KDEI di Taipei dalam acara ini. Selain itu mereka menyampaikan aspirasi bahwa perlunya tempat ibadah khususnya di Pintung, seperti halnya di Dongkang dimana TKI/WNI berhasil membeli tanah dan bangunan yang selanjutnya dijadikan sebagai tempat ibadah. Lebih lanjut disampaikan bahwa diharapkan dengan adanya organisasi-organisasi yang ada dapat menjadi wadah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan selama bekerja di Taiwan.

Turut hadir dalam acara ini Kabag Administrasi, Tri Djuliyanto dan Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja, Kadir beserta lokal staff KDEI di Taipei. Acara ini, berlangsung tertib, aman dan damai, diakhiri sekitar pukul 17.30.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is a Joomla Security extension!