Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Maret 2015: Total Perdagangan Tahun 2014 sebesar USD 11,23 M, dengan Surplus USD 3,56 M, Naik 78,02% (yoy). Indonesia Peringkat ke-13 tujuan Investasi Taiwan, Naik 7 Peringkat (yoy).

Siaran Pers KDEI Bulan Maret 2015: Total Perdagangan Tahun 2014 sebesar USD 11,23 M, dengan Surplus USD 3,56 M, Naik 78,02% (yoy). Indonesia Peringkat ke-13 tujuan Investasi Taiwan, Naik 7 Peringkat (yoy).

Total perdagangan Indonesia Tahun 2014 sebesar USD 11,23 milyar, dengan surplus mencapai USD 3,56 miliyar, naik 78,02% (yoy).

Indonesia peringkat ke-13 tujuan investasi Taiwan, naik 7 peringkat dibanding tahun 2013.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Desember 2014 mencapai USD 897,57 juta, mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan November 2014 yang mencapai USD 837,62 juta, naik 7,16 persen. Peningkatan dipicu oleh meningkatnya transaksi perdagangan migas sebesar 13,53 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan tahun 2014 mencapai USD 11,23 milyar, turun 8,67 persen dibanding tahun sebelumnya. Kondisi perekonomian dunia, khususnya Eropa, dan ditambah melemahnya sebagian besar mata uang Asia turut memberi andil melemahnya perdagangan di kawasan Asia sehingga diduga berdampak pada tertekannya perdagangan Indonesia-Taiwan. Namun, dalam pandangan lain, sejumlah kegiatan promosi yang dilakukan kedua pihak telah menjaga perkiraan penurunan yang lebih tinggi lagi. Selain itu, menurunnya total perdagangan Indonesia-Taiwan juga lebih disebabkan pada menurunnya permintaan Indonesia terhadap produk Taiwan.

Meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Desember 2014 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 258,10 juta, atau naik 13,08 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan Desember 2013 juga mengalami peningkatan sebesar 30,17persen (yoy). Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan non migas sebesar 61,13 persen (mom). Secara kumulatif tahun 2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 3,56 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 78,02 persen dibanding tahun 2013. KDEI-Taipei akan terus menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia, sehingga dapat memberi rangsangan positif pertumbuhan ekspor Indonesia pada awal tahun 2015. 

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Desember 2014 mencapai USD 577,84 juta, atau naik 8,43 persen dibanding bulan Nopember 2014 (mom), namun turun 7,90 persen dibanding bulan Desember 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 68,37 persen. Meningkatnya ekspor Indonesia bulan Desember 2014 didorong oleh tumbuhnya ekspor migas (5,14 persen) dan ekspor non migas yang juga meningkat 10,01 persen (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan tahun 2014 mencapai USD 7,40 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Desember 2014 mencapai USD 319,73 juta, atau naik 4,94 persen dibanding bulan Nopember 2014. Secara kumulatif tahun 2014, impor Indonesia mencapai USD 3,83 milyar, atau mengalami penurunan 25,52 persen dibanding tahun 2013.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan Desember 2014 masih didominasi batu bara dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 132,41 juta dan USD 132,84 juta. Komoditi seperti logam mulia, nikel, besi-baja, dan komponen permesinan mengalami peningkatan sebesar 395,19 persen, 52,03 persen, 21,07 persen, dan 19,08 persen dibanding bulan Nopember 2014 (mom). Sebaliknya, batubara, komponen kendaraan bermotor, dan karet dan produk karet turun masing-masing 18,63 persen, 15,16 persen, dan 13,14 persen.

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, dan besi-baja menjadi tiga nilai impor terbesar Desember 2014 dengan nilai USD 55,70 juta, USD 38,63 juta, dan USD 37,86 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain kimia organik, besi-baja, dan komponen elektronik dengan masing-masing naik 145,36 persen, 34,93 persen, dan 5,40 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. komponen permesinan (20,07 persen) dan plastik dan produk plastik (15,43 persen).

 

Perkembangan Investasi Tahun 2014

Nilai realisasi investasi asal Taiwan di Indonesia sepanjang tahun 2014 adalah sebesar US$ 114.669,5 ribu. Adapun nilai realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia sepanjang tahun 2010-2013 berturut-turut adalah: US$ 47.479,7 ribu, US$ 243.174,7 ribu, US$ 646.948,4 ribu, dan US$ 402.636,4 ribu.

Pada periode 2014, Indonesia menempati peringkat ketigabelas negara tujuan investasi Taiwan, meningkat dibandingkan periode 2013 di mana Indonesia menduduki peringkat ke-20.

Sementara, selama bulan Februari 2015, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei, antara lain tanggal 4 Februari 2015 ke Unison Healthcare Group, yaitu perusahaan pada sektor distributor alat kesehatan & jasa kalibrasi dan perbaikan alat kesehatan; dan tanggal 5 Februari 2015 ke Toong Rong Iron & Steel Enterprise Corp, Ltd, yaitu perusahaan besi dan baja untuk konstruksi.

 

Perkembangan Pariwisata s.d. Desember 2014

Terkait pariwisata, pada bulan Desember 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 11.383 orang, turun 5,87 persen dibanding Nopember 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan Taiwan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-Desember 2014, mencapai 170.301 orang, atau naik 2,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 11,09 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-Desember 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (133.677 orang) dan Oseania (116.342 orang). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand (419.133 orang), Vietnam (339.107 orang), Singapura (283.925 orang), Malaysia (198.902 orang).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Desember 2014 mencapai 19.475 orang, naik 49,6 persen dibanding bulan Nopember 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-Desember 2014 mencapai 182.704 orang, atau naik 5,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.Penanganan 9 ABK Kapal Teh Hung Hsing No.368

Pada pertengahan tahun 2013, 9 ABK LG Indonesia yang bekerja di Kapal Teh Hung Hsing No.368 diduga telah melakukan pembajakan serta pembunuhan terhadap pemilik kapal serta teknisi mesin warga Taiwan. Kapal Teh Hung Hsing No. 368 meninggalkan pelabuhan Nanfang Aou, Yilan, Taiwan pada 18 Januari 2013 dengan berawakkan 2 orang berkewarganegaraan Taiwan (Kapten dan Teknisi Kapal) dan 9 orang ABK WNI. Kapal tersebut berlayar mengarah ke arah Timur Samudra Pasifik yang kemudian hilang kontak pada tanggal 18 Juli 2013, sekitar 5,910 mil dari Taiwan. 

Semenjak proses penyelidikan sampai proses persidangan KDEI Taipei telah melakukan pendampingan hukum bagi para ABK dengan menyediakan 1 pengacara bagi masing-masing ABK. Dari hasil persidangan, 1 ABK a.n Imam Setiawan yang merupakan salah satu saksi telah dinyatakan bebas dan kembali ke Indonesia pada tanggal 18 Februari. Sedangkan bagi kedelapan ABK lainnya, berdasarkan keputusan pengadilan Negeri Yilan, Taiwan tanggal 10 Februari 2014, adalah sebagai berikut:

1.ABK a.n Mashuri, vonis 14 tahun penjara atas tuntutan melakukan pembunuhan bersama.

2.ABK a.n Jenal Wahidin, vonis 3 bulan penjara atau denda sebesar NT$1,000 per hari atas tuntutan melakukan perusakan.

3.ABK a.n Visa Susanto, Vonis 28 tahun penjara atas tuntutan pembunuhan bersama dan menghasut.

4.ABK a.n Konedi, vonis 17 tahun penjara atas tuntutan pembantu pembunuhan dan pembunuhan bersama.

5.ABK a.n Solehudin, vonis 22 tahun penjara atas tuntutan pembuhunan bersama.

6.ABK a.n Wara Kuswara, vonis 22 tahun penjara atas tuntutan pembuhunan bersama.

7.ABK a.n Waludi, vonis 22 tahun penjara atas tuntutan pembuhunan bersama.

8.ABK a.n Waehidi, vonis tidak bersalah dan saat ini masih ditampung di shelter KDEI kota Taoyuan.

Kedelapan ABK saat ini masih didampingi oleh pengacara atas banding yang diajukan oleh jaksa penuntut.

2.TKI a.n Sulistyah

TKI a.n Sulistiyah adalah korban kecelakaan yang terjadi pada tanggal 17 Oktober 2014 dan dirawat di rumah sakit Chung Shan Medical University. TKI mengalami luka yang sangat serius di bagian kepala. Pihak dokter menyatakan bahwa kondisi TKI sangat sulit dapat kembali sehat.

Berdasarkan permintaan keluarga, KDEI Taipei telah memfasilitasi pemulangan TKI untuk melanjutkan proses perawatannya di Indonesia. Pada tanggal 26 Februari 2015, TKI telah kembali ke Indonesia dengan didampingi oleh Home Staff KDEI Taipei, pihak agensi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

KDEI Taipei masih akan terus memonitor terkait masalah pencairan uang asuransi dan juga proses hukum kepada pihak penabrak.

3.Pertemuan dengan Menteri Tenaga Kerja R.I. dan Kepala BNP2TKI

Pada tanggal 12 Februari 2015, Kepala KDEI-Taipei melakukan pertemuan dengan Menteri Tenaga Kerja dan Kepala BNP2TKI, dengan sejumlah butir hasil diskusi antara lain:

1.Tindaklanjut perpanjangan masa berlaku Memorandum of Understanding antara KDEI-Taipei dan TETO-Jakarta tentang Perekrutan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan.

2.Dukungan Kementerian Tenaga Kerja R.I. dalam hal peningkatan gaji yang diterima oleh TKI di Taiwan, baik di sektor industri maupun domestik.

3.Peningkatan upaya promosi kapabilitas dan ketersediaan TKI yang dapat ditempatkan di sektor industri, meliputi tenaga kerja di industri manufaktur dan konstruksi. Selain itu, kapabilitas TKI yang bekerja sebagai perawat di panti jompo atau yayasan kesehatan juga perlu mendapat pertimbangan khusus untuk juga dipromosikan kepada pengguna di Taiwan.

4.Langkah Pemerintah R.I. dalam merevitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia akan ditindaklanjuti oleh KDEI-Taipei dalam mengembangkan kerjasama antar BLK di Indonesia dan Taiwan.

5.Perlunya evaluasi terhadap penempatan TKI yang dipekerjakan sebagai ABK Pelaut Perikanan dan/atau ABK Nelayan pada kapal berbendera Taiwan, mengingat sejumlah faktor keselamatan dan pola rekrutmen yang perlu diperbaiki di Indonesia.

6.Perlunya perbaikan tata kelola penempatan TKI (pra dan paska), khususnya pada penekanan biaya penempatan (cost structure) dan pengelolaan remitansi.

7.Integrasi antara “Endorsement-online” di KDEI dan “SiskoTKLN” di BNP2TKI efektif berlaku secara penuh pada tanggal 1 Maret 2015, setelah sebelumnya dilakukan masa transisi sejak pertengahan bulan Juni 2014. Integrasi tersebut utamanya dilakukan sebagai langkah perbaikan upaya perlindungan TKI mulai dari tahapan penempatan TKI.

 

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

Pic from : themewah.com 

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd