Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Desember 2014: Neraca Perdagangan Indonesia Tumbuh 102.71% (yoy)

Siaran Pers KDEI Bulan Desember 2014: Neraca Perdagangan Indonesia Tumbuh 102.71% (yoy)

Ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan bulan September 2014 mencapai USD 426,28 juta, naik 13,15% (mom), neraca perdagangan Indonesia periode Jan-Sep/2014 semakin meningkat mencapai USD 2,74 milyar, tumbuh 102,71% (yoy).

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan September 2014 mencapai USD 893,73 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Agustus 2014 yang mencapai USD 1,10 milyar, turun 18,89 persen. Penurunan dipicu oleh menurunnya transaksi perdagangan migas sebesar 52,08 persen (mom). Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan periode Januari-September/2014 mencapai USD 8,54 milyar, turun 4,78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertemuan bisnis dengan sejumlah pengusaha dan keikutsertaan buyer Taiwan pada 29th Trade Expo Indonesia (Oktober 2014) diharapkan akan meningkatkan aktivitas perdagangan kedua pihak. 

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan September 2014 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang mencapai USD 290,90 juta, atau turun 27,34 persen (mom), dan bila dibandingkan bulan September 2013 juga mengalami penurunan sebesar 8,88 persen (yoy). Penurunan tersebut utamanya didorong oleh penurunan neraca perdagangan migas sebesar 59,95 persen (mom). Secara kumulatif selama periode Januari-September/2014, surplus perdagangan Indonesia mencapai USD 2,74 milyar. Surplus tersebut meningkat sebesar 102,71 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Catatan surplus perdagangan Indonesia periode Januari-September/2014 semakin menjauh melampaui catatan surplus tahun 2013. KDEI-Taipei akan terus melakukan sejumlah promosi dan pendekatan bisnis terhadap dunia usaha di Taiwan guna menjaga momentum pertumbuhan neraca perdagangan Indonesia, sehingga target surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 3,0 milyar dapat tercapai. 

 

Sumber: Bureau of Foreign Trade, MoEA Taiwan (diolah)

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan September 2014 mencapai USD 592,31 juta, atau turun 21,14 persen dibanding Agustus 2014 (mom), dan turun 15,85 persen apabila dibanding September 2013 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 71,91 persen. Menurunnya ekspor Indonesia bulan September 2014 didorong oleh penurunan ekspor migas yang lebih besar (55,65%) dibanding ekspor non migas yang justru naik 13,15% (mom). Secara kumulatif, ekspor Indonesia ke Taiwan selama periode Januari-September/2014 mencapai USD 5,64 milyar. Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan September 2014 mencapai USD 301,42 juta, atau turun 14,06 persen dibanding bulan Agustus 2014, dengan impor komoditi non-migas memperkuat penurunan dengan turun sebesar 14,08 persen.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada bulan September 2014 adalah batu bara dan gas alam, dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 194,33 juta dan USD 94,30 juta. Komoditi ammonia, tembaga, dan timah mengalami peningkatan sebesar 332,17 persen, 100,69 persen, dan 61,67 persen dibanding bulan Agustus 2014 (mom). Sebaliknya, minyak, nikel, dan kapasitor elektrik turun masing-masing 17,59 persen, 5,83 persen, dan 7,95 persen.

 

Sumber: Bureau of Foreign Trade, MoEA Taiwan (diolah)

Sementara, minyak (bukan mentah), tekstil dan produk tekstil, dan besi lembaran menjadi tiga nilai impor terbesar September 2014 dengan nilai USD 28,09 juta, USD 25,53 juta, dan USD 20,70 juta. Komoditi yang mengalami kenaikan nilai impor (mom), antara lain tekstil dan produk tekstil, dan besi lembaran dengan masing-masing naik 15,85 persen dan 6,62 persen. Komoditi yang mengalami penurunan nilai impor, a.l. mesin manufaktur (41,02 persen), komponen IC (18,64 persen), dan komponen kendaraan bermotor (1,87 persen).

 

Partisipasi pada 2014 Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo

KDEI-Taipei bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan berpartisipasi pada pameran “2014 Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo” yang diselenggarakan pada tanggal 14-17 Nopember 2014, dengan catatan transaksi sebesar USD 6.379.585. 

Peserta pameran dan jenis produk yang ditawarkan adalah PT. Rolas Nusantara Mandiri untuk produk a.l. Luwak Green Bean Coffee dan Green Bean Arabica Coffee; PT. Aim Food Manufacturing Indonesia untuk produk a.l. Powder Coffee Durian dan Manggosteen Flavor; PT. Priangan Alam Lestari untuk produk a.l Green Bean Robusta Coffee dan Arabica Roasted Coffee; PT. Heracipta Sinar Lestari untuk produk Luwak Green Bean Coffee dan Green Bean Arabica Coffee; dan PT. Hap Liong Teknopangan untuk produk Mandheling Green Bean coffee dan Green Bean Robusta Coffee.

Selama 4 (empat) hari pameran, Paviliun Indonesia selain menyajikan produk juga menampilkan teknik memanggang kopi yang baik oleh Billie Coffee, dan interaksi peserta kepada para pengunjung, sehingga para pengunjung sangat antusias datang ke Paviliun Indonesia dengan kunjungan mencapai ± 5.000 pengunjung. 

 

Perkembangan Investasi Triwulan-III 2014

Realisasi investasi asal Taiwan ke Indonesia cenderung meningkat sejak tahun 2009, namun mengalami penurunan pada tahun 2013 dengan nilai US$ 402.636,4 ribu. Tahun 2014, hingga triwulan ketiga, realisasi investasi Taiwan di Indonesia adalah sebesar US$ 107.538,1 ribu.  

Lima besar lokasi realisasi investasi asal Taiwan pada triwulan ketiga tahun 2014 adalah: Jawa Barat (US$ 43.484,9 ribu); Jawa Timur (US$ 23.257,2 ribu); DKI Jakarta (US$ 19.942,8 ribu); Jawa Tengah (US$ 11.118 ribu); dan Banten (US$ 8.077,1 ribu).

  

Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal, Indonesia (diolah)

Sedangkan berdasarkan sektor, lima besarnya adalah: Industri Tekstil (US$ 38.845,6 ribu) Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (US$25.446,7 Ribu); Industri Mineral Non Logam (US$ 14.101,8 ribu); Industri Karet, Barang dari Karet dan plastik (US$ 10.085,4); dan Industri lainnya (US$ 6.919,8 ribu). 

Sementara, selama bulan Nopember 2014, telah dilaksanakan pula sejumlah pertemuan bisnis dan forum bilateral oleh tim ekonomi KDEI-Taipei, antara lain partisipasi pada 2014 Taiwan International Tea, Coffee and Wine Expo, partisipasi pada Standard Chartered's ASEAN and India Corridors Seminar di Taipei, menyelenggarakan Business Forum on Investment and Trade Opportunities in Indonesia di Kaohsiung, dan pertemuan dengan Asosiasi Karet Taiwan.

 

 

Perkembangan Pariwisata s.d. September 2014

Terkait pariwisata, pada bulan September 2014, jumlah wisatawan Taiwan ke Indonesia mencapai 14.327 orang, turun 7,25 persen dibanding Agustus 2014 (mom). Secara kumulatif, total wisatawan yang telah berkunjung ke Indonesia selama Januari-September 2014, mencapai 133.904 orang, atau naik 2,87 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

 

Sumber: Bureau of Tourism, Taiwan (diolah)

Indonesia menempati peringkat 10 destinasi utama Taiwan di Asia, dengan hampir 50% wisatawan Taiwan (total 8,4 juta wisatawan Taiwan ke Asia) memilih berwisata ke RRT dan Jepang. Wisatawan Taiwan ke Indonesia selama Januari-September 2014 lebih banyak dibandingkan ke Eropa (104.720) dan Oseania (91.312). Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah Thailand (303.522), Vietnam (258.468), Singapura (227.050), Malaysia (156.336).

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan September 2014 mencapai 14.952 orang, naik 2,4 persen dibanding bulan Agustus 2014. Secara kumulatif, total wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 136.013 orang, atau tumbuh 7,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Sumber: Bureau of Tourism, Taiwan (diolah)

Selama bulan Nopember 2014, pihak KDEI-Taipei telah mengikuti sejumlah kegiatan seperti Taipei International Travel Fair di Taipei (berkoordinasi bersama Kementerian Pariwisata R.I.) dan menyelenggarakan “Angklung goes to school” di Binjiang Elementary School Taipei.

 

Update Penanganan TKI

TKI a.n. Sutini

Pada tanggal 19 September 2014, Sdr. Sutini mengeluhkan rasa sakit di tubuhnya kepada majikan dan segera mendapatkan penanganan di rumah sakit setempat. Setelah melalui pemeriksaan, didapati bahwa TKI mengalami gagal ginjal dan adanya gumpalan cairan di dalam paru-paru yang mengakibatkan TKI harus menggunakan alat bantu pernafasan untuk dapat bertahan hidup. 

Sdr. Sutini sempat dirawat di rumah sakit Chang Geng Memorial Hospital di Kaohsiung karena memerlukan perawatan cuci darah. Setelah TKI menerima perawatan sampai keadaannya stabil, Sdr. Sutini memutuskan untuk kembali ke Indonesia (tiket ditanggung oleh pihak PT. Pelita Karya Juhari). 

Sementara, biaya pengobatan selama di Taiwan menjadi tanggung jawab pihak majikan, agensi beserta bantuan dari beberapa instansi pemerintah Taiwan serta lembaga sosial lainnya. Pemulangan Sdr. Sutini didampingi pihak KDEI-Taipei pada tanggal 15 November 2014.

TKI a.n. Karyanto

Sdr. Karyanto (sebagai ABK) meninggal pada tanggal 29 Oktober 2014. Alm. Karyanto meninggal akibat terjatuh pada saat melompat pindah kapal pada tanggal 11 Oktober 2014. Keadaan yang sudah gelap, menyulitkan petugas dalam upaya penyelamatan. Korban sempat terselamatkan dan dirawat di rumah sakit setempat. Namun, karena keadaanya yang tidak stabil dan terus memburuk, akhirnya sdr. Karyanto meninggal. Dapat diinformasikan bahwa berdasarkan keterangan yang diperoleh dari teman-teman di pelabuhan tersebut, sejak awal sudah diketahui bahwa Sdr. Karyanto tidak memiliki kemampuan berenang dan permasalahan terebut tidak diketahui oleh pihak majikan dan agency Taiwan. Jenazah sudah dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 14 November 2014. 

 

Rencana Bulan Desember 2014

Dalam rangka meningkatkan kinerja KDEI di Taipei pada tahun 2014, sejumlah kegiatan yang  akan dilaksanakan pada bulan November 2014 adalah sebagai berikut:

1.Pertemuan dengan Swanson Plastic Co., Changhwa, 1 Desember 2014.

2.Kunjungan kerja ke Kenda Rubber Industry Co., Ltd., Changhwa, 2 Desember 2014.

3.Menerima kunjungan Ministry of Education Taiwan, Taipei, 3 Desember 2014.

4.Pertemuan tahunan Annual Meeting on Labor Affairs, Mataram, 5-7 Desember 2014.

5.Layanan perdana KDEI Sunday Service, Taipei, 7 Desember 2014.

6.Pelatihan Tour Guide bagi WNI, Taipei, 7 dan 14 Desember 2014.

7.Kunjungan kerja ke e-Lead Electronic Co., Ltd., Changhwa, 9 Desember 2014.

8.Pertemuan bisnis dengan buyer Trade Expo Indonesia 2014, Taipei, 10 Desember 2014.

9.Kunjungan kerja ke perusahaan pembeli karet Indonesia, Taichung, M2 Desember 2014.

10.    Kunjungan kerja ke perusahaan pembeli cangkang sawit Indonesia, New Taipei City, M3 Desember 2014.

------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

pic from : thejakartapost.com

 

back to top

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is a Joomla Security extension!