Menu

Siaran Pers KDEI Bulan Desember 2016

Perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Oktober 2016 naik 28,34% (mom), dengan ekspor tercatat USD 441,12 juta, naik 29,17% (mom) dan surplus USD 184,13 juta, naik 32,40% (mom).

 

Kinerja Perdagangan Taiwan - Dunia

Selama periode Januari-Oktober 2016, total perdagangan Taiwan dengan Dunia mencapai USD 418,39 milyar, turun 2,15 persen (yoy), dengan mencapai surplus sebesar USD 40,33 milyar. Kontribusi terbesar total perdagangan Taiwan Tersebut berasal dari perdagangan dengan negara-negara di kawasan Asia, dengan kontribusi 66,63 persen. Sementara, total perdagangan Taiwan dengan ASEAN mencapai USD 56,77 milyar, atau naik 2,18 persen (yoy).

Total ekspor Taiwan ke Dunia selama periode Januari-Oktober 2016 mencapai USD 229,36 milyar, atau turun 2,90 persen (yoy), dengan negara utama tujuan ekspor Taiwan meliputi Rep. Rakyat Tiongkok, Hongkong, dan Amerika Serikat yang berkontribusi sebesar 51,65 persen. Sementara, total impor Taiwan dari Dunia mencapai USD 189,03 milyar, atau turun 1,21 persen (yoy), dengan negara utama asal impor Taiwan meliputi Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat dengan kontribusi sebesar 49,33 persen.

Produk ekspor utama Taiwan ke Dunia selama periode Januari-Oktober 2016 meliputi komponen elektrikal, memori, minyak, motor listrik dan generator, dan komponen optik&fotografi. Sementara, produk impor utama Taiwan dari Dunia meliputi komponen elektrikal, minyak mentah mengandung bitumen, komponen permesinan&mekanikal, dan memori.

 

Kinerja Perdagangan Taiwan - Indonesia

Aktivitas total perdagangan Indonesia-Taiwan pada bulan Oktober 2016 mencapai USD 698,11 juta, naik 28,34 persen (mom), dengan surplus sebesar USD 184,13 juta. Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan (periode Jan-Okt) mencapai USD 5,88 milyar, atau turun 24,92 persen (yoy), dengan surplus sebesar USD 1,35 milyar.

Nilai Ekspor Indonesia ke Taiwan pada bulan Oktober 2016 mencapai USD 441,12 juta, atau naik 29,17 persen (mom), sedangkan nilai impor Indonesia dari Taiwan mencapai USD 256,99 juta, atau naik 26,95 persen (mom). Secara kumulatif (Jan-Okt), nilai ekspor Indonesia mencapai USD 3,61 milyar, atau turun 31,30 persen (yoy), sedangkan nilai impor tercatat USD 2,26 milyar.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada periode Januari-Oktober 2016 didominasi oleh batu bara USD 851,80 juta, gas alam USD 701,06 juta, minyak mentah USD 286,57 juta, nikel USD 116,81 juta, logam termasuk emas USD 112,93 juta. Sementara, produk impor utama dari Taiwan didominasi oleh kain rajutan (dicelup) USD 86,12 juta, sirkuit elektronik USD 47,19 juta, minyak (bukan mentah) USD 50,88 juta, ikan tuna USD 30,94 juta, dan serat buatan USD 26,65 juta.

Sepanjang tahun 2016, ekspor Indonesia ke Taiwan terus mengalami tekanan terutama juga dipengaruhi oleh turunnya permintaan industri Taiwan dari pasar Dunia terhadap sejumlah produk seperti pada impor logam termasuk emas (turun 27,80 persen), minyak (turun 19,70 persen), besi-baja (turun 17,18 persen), dan kimia organik (turun 12,15 persen).

 

Perkembangan Investasi

Berdasarkan FDI Markets, the Financial Times, investasi Taiwan ke Dunia selama tahun 2016 (s.d. Q3) sebesar USD 5,6 milyar, atau turun 41,01 persen (yoy). Sementara, nilai investasi Taiwan ke ASEAN mengalami peningkatan sebesar 250 persen (yoy), dengan nilai sebesar USD 3,5 milyar. Secara khusus, total realisasi investasi Taiwan ke Indonesia (s.d. Q3/2016) mencapai USD 118,0 juta, atau tumbuh 23 persen (yoy) dengan sektor utama pada industri kertas, industri mineral non logam, industri karet, dan industri plastik.

 

Perkembangan Pariwisata Tahun 2016

Wisatawan Taiwan yang berkunjung ke luar negeri (Asia, Amerika, Eropa Oceania dan Afrika) hingga bulan November 2016 mencapai 13.515.583 orang (12.549.722 orang berkunjung ke Asia), atau naik 10,79 persen (yoy), dan naik 9,83 persen (yoy) bagi wisatawan Taiwan ke Asia.

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia selama Januari-Nopember 2016 mencapai 163.350 orang, atau turun  1,33  persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan selama Januari-Nopember 2016 mencapai 167.905 orang, atau naik 4,96 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Pelayanan WNI

Sepanjang tahun 2016, KDEI-Taipei telah memberikan layanan keimigrasian kepada WNI berupa penggantian paspor sebanyak 25.991 buah (naik 204,3 persen, yoy), permohonan SPLP sebanyak 4.858 buah (20,4 persen, yoy), dan surat keterangan (affidavit) sebanyak 40 buah (turun 32,2 persen, yoy). Sementara, layanan pengesahan dokumen kekonsuleran dan ketenagakerjaan telah diberikan sebanyak 101.572 dokumen, atau naik 8,55 persen, meliputi pengesahan dokumen perjanjian kerja, surat kuasa, dan dokumen konsuler lainnya.

 

Penanganan Ketenagakerjaan

Menurut data The Ministry of Labor (MoL) Taiwan hingga November 2016, total TKI di Taiwan sebanyak 243.136 orang (24,94 persen pada Lembaga Berbadan Hukum, 75,06 persen pada sektor domestik), atau naik 2,83 persen (yoy). Sementara, total pengaduan TKI selama tahun 2016 mencapai 1.051 kasus (950 kasus selesai). Jika dibandingkan dengan tahun 2015, total pengaduan TKI tercatat turun sebesar 2,87 persen dibanding tahun 2015. Beberapa kasus yang telah dilaksanakan pada bulan Desember 2016 antara lain (i) fasilitasi pemulangan jenazah TKI a.n Trias Tomi (sakit koma infeksi usus dan paru-paru), Sutrisno (ABK LG jatuh di laut), dan Maikhel Sembiring (hilang di laut), (ii) fasilitasi pemulangan TKI bermasalah a.n Sunarmi (TKI Sakit), Intan Rosdiana (kaburan membawa anak), Maikhel Sembiring (Hilang di laut), Nurul Hidayati (ingin pulang), Supiyati (kecelakaan lalu lintas), Veronika (sakit Leukimia) dan Sutersih (sakit TBC), (iii) fasilitasi klaim asuransi TKI korban kekerasan seksual a.n. Siti Zulaiyanah Bt Buyono, dan (iv) penanganan TKI Sakit a.n Titin Maryati (sakit ginjal) dan Ismoro (sakit karena pengeroyokan).

---KDEI-TAIPEI---

Read more...

Promosi Angklung Pada Acara TIWC Di Taipei

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei diundang sekaligus diminta untuk mengenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia pada acara Taiwan International Women Club (TIWC) yang diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 17 Januari 2017 di Taipei.

Acara TIWC yang mengambil tema “Meet Indonesia” dihadiri oleh Kepala KDEI Taipei beserta Ibu Robert J. Bintaryo, Pejabat dan Staf KDEI, President (Ms Jennifer Liu) dan para anggota TIWC.

Dalam sambutannya, Kepala KDEI Taipei berterima kasih kepada TIWC karena telah memberikan kesempatan untuk mengenalkan budaya Indonesia khususnya Angklung, juga mempromosikan makanan Indonesia yang disajikan sebagai hidangan makan siang. Selain itu Kepala KDEI juga mengundang TIWC untuk berkunjung dan menikmati wisata dan budaya Indonesia yang sangat beragam. 

Pada kesempatan ini KDEI mengajak peserta yang hadir (lebih dari 90 orang) untuk  bermain angklung secara interaktif mengiringi 2 lagu mandari (yue liang dai biao wo de xin dan tian mi mi) sekaligus nyanyi bersama. 

 

Read more...

DBS, Indonesia Day, Business Meeting

 

KDEI Taipei bekerjasama dengan DBS Bank Taiwan dan DBS Bank Indonesia pada tanggal 16 Januari 2017 telah mengadakan Indonesia Day : Business Meeting yang dihadiri sekitar 50 pengusaha dari berbagai perusahaan di Taiwan.

Kegiatan ini bertujuan untuk merespon Taiwan New Southbound Policy yang mendorong pengusaha untuk ekspansi ke arah selatan termasuk Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi investor Taiwan yang berminat investasi ke Indonesia.

Acara dibuka oleh CEO of DBS Bank Taiwan yang menyampaikan bahwa sangat banyak peluang bisnis yang dapat dilakukan di Indonesia. Kepala KDEI yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi antara Taiwan dan bisnis di Indonesia akan membawa hubungan perdagangan dan investasi ke tahap yang lebih tinggi. Usaha-usaha yang dilakukan untuk memajukan hubungan Indonesia-Taiwan akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kedua pihak yang pada akhirnya menuju kesejahteraan bagi rakyat.

Kemudian dilanjutkan parapan dari Kepala Bidang Investasi menyampaikan potensi investasi, paket kebijakan ekonomi, insentif perpajakan dan deregulasi yang terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Pembicara terakhir yaitu dari CEO EZtable yang menjelaskan alasannya memutuskan berinvestasi di Indonesia, yaitu karena besarnya pasar domestic di Indonesia. Dalam paparannya juga disampaikan bahwa Jakarta merupakan Shanghai of Southeast Asia yang berkembang sangat pesat, dinamis dan modern.

Read more...

Orientasi Siswa Baru Program Kesetaraan di Taiwan

KDEI di Taipei bekerjasama dengan Yayasan Bhakti Jaya Indonesia menyelenggarakan Orientasi Siswa Baru dan Pembagian Raport bagi siswa program kesetaraan KPC, KPB, dan KPA pada hari Minggu, 15 Januari 2017 bertempat di KDEI.  Acara dihadiri oleh Wakil Kepala KDEI, Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan (dan Pendidikan), Ketua Yayasan, Koordinator dan para Tutor, siswa dan siswa baru (sebanyak 63 orang). 

Dalam arahannya Wakil Kepala KDEI menyampaikan kepada siswa untuk terus mengejar pendidikan sampai ke jenjang Sarjana, mengingat di Taiwan ada Universitas Terbuka, namun jangan melupakan tugas utama sebagai TKI. Pada acara ini juga disampaikan beberapa penghargaan dan apresiasi kepada siswa yang berprestasi dibidang akademik, kreatif dan inovatif serta tutor terbaik. Selain itu penghargaan diberikan kepada 6 orang siswa yang telah menerbitkan Buku/Novel dan telah dicetak serta diterbitkan oleh Yayasan.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

Our website is protected by DMC Firewall!