Menu

Pembukaan Pelatihan Kewirausahaan PMI

Taipei, (15/07/18) –   Bentuk tindaklanjut atas Nota Kesepahaman Bersama antara KDEI Taipei dan Bank BNI yang ditandatanganin pada bulan Oktober tahun 2017 lalu tentang Layanan Jasa Perbankan bagi PMI di Taiwan adalah dengan diadakannya Capacity Building, kegiatan Capacity Building dengan tema kewirausahaan  lingkupnya antara lain peningkatan dan pengembangan kemampuan dan keterampilan PMI di Taiwan melalui pelatihan usaha, pengembangan jaringan serta akses pembiayaan atau modal usaha bahkan pendampingan di bidang usaha, pengembangan kreativitas dan pembinaan lainnya kepada PMI di Taiwan. Sebagai pembicara pada kegiatan ini adalah Ambar Pertiwiningrum, M.Si, Ph.D dari UGM Yogyakarta, acara ini juga di hadiri oleh Ahmad Musthofa Perwakilan Bank BNI Pusat , Perwakilan mediaserta para PMI sebagai Peserta Pelatihan.

Pada kegiatan ini juga diperkenalkan program pemerintah yakni pemberdayaan terintegrasi dan desmigratif. Program pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian maupun pengetahuan tambahan bagi PMI dalam pengelolaan keuangan, sehingga mulai sekarang sudah mulai memikirkan uang yang telah dikumpulkan baiknya bagaimana untuk dikelola, agar tidak cepat habis karena konsumtif tetapi dapat dikembangkan sehingga ada nilai tambah dan menghasilkan.

Tak lupa dalam sambutannya Kepala KDEI Taipei menyampaikan agar rekan-rekan selama bekerja di Taiwan, hendaknya menghindari aktivitas jualan baik secara offline maupun online di Taiwan. Hal tersebut bertentangan dengan Perjanjian Kontrak atau Peraturan Ketenagakerjaan di Taiwan. Tentunya ada sanksi dan resiko bila ditemukan dan terbukti melakukan aktivitas pekerjaan di luar kontrak. Kami harapkan tetap bekerja sesuai dengan PK yang telah disepakati.

Sekali lagi disampaikan bahwa KDEI Taipei sangat mengapresiasi kegiatan ini sehingga dapat memberi nilai positif dan nilai tambah kepada seluruh PMI.  Dan semoga kerjasama dengan Bank BNI dalam menghadirkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi PMI dapat terus berkelanjutan.

Read more...

TINGKATKAN PELINDUNGAN WNI/PMI DI TAIWAN, KDEI TAIPEI RESMIKAN SHELTER BARU DI KAOSHIUNG

Kaohsiung, 8 Juli 18 -- KDEI Taipei terus melakukan berbagai inovasi dan terobosan dalam peningkatan pelayanan publik khususnya dalam pelindungan WNI/PMI di Taiwan. Salah satunya adalah pembukaan shelter baru di wilayah Kaohsiung, kota terbesar kedua di Taiwan dengan jumlah PMI sebanyak 22.291 orang (Update Mei 2018, Data MOL Taiwan), dengan rincian sektor formal 6.463, sektor informal 15,828.

Pembukaan shelter baru di Kaohsiung dilaksanakan hari Minggu, tanggal 8 Juli 2018, diresmikan oleh Sekjen Kementerian Perdagangan RI, Bapak Karyanto Suprih, didampingi Kepala KDEI Taipei, Bapak Robert J Bintaryo beserta jajarannya. Turut hadir perwakilan stakeholder terkait antara lain dari Perwakilan Bureau of Labor Affairs Kaohsiung, National Immigration Agency Kaohsiung, Kepolisian Chianzhen District, tokoh masyarakat/warga setempat serta WNI/PMI di sekitar Kaohsiung.

Dalam sambutannya Kepala KDEI Taipei menyampaikan gambaran umum tentang peran existing Shelter KDEI Taipei dalam pelindungan WNI/PMI di Taiwan. Saat ini KDEI Taipei telah memiliki tiga shelter yang berada di Taoyuan, Chungli dan Taichung. 

Peranan Shelter KDEI Taipei sangat membantu dalam proses penanganan permasalahan WNI/PMI di Taiwan. Berbagai permasalahan khusus yang diselesaikan antara lain penanganan permasalahan human trafficking, kekerasan seksual, penganiayaan, pendampingan kasus hukum serta permasalahan lainnya.

“Dengan pembukaan shelter baru ini diharapkan menjadi rumah pelindungan baru yang dapat menjangkau wilayah selatan Taiwan dan sekitarnya. Selain sebagai pusat pelayanan pelindungan, Shelter juga dapat berperan sebagai center untuk kegiatan pemberdayaan WNI/PMI di Taiwan, tempat sosialisasi, pelatihan maupun kegiatan positif lainnya. Eksistensi shelter baru ini kami harapkan nantinya akan memudahkan koordinasi dan sinergitas KDEI Taipei dengan instansi/mitra kerja terkait bidang ketenagakerjaan di Kaohsiung misalnya dengan Pemkot Kaohsiung, BLA Kaohsiung, NIA, Kepolisian, serta pihak lainnya”, ujar Kepala KDEI Taipei dalam mengakhiri sambutannya.

Sekjen Kemendag RI mengapresiasi pemerintah Kaohsiung serta berbagai pihak yang telah mendukung dalam pendirian shelter baru ini, guna untuk melindungi kepentingan Indonesia maupun Taiwan.

Turut berpesan kepada WNI/PMI yang hadir agar tetap menjaga ketertiban, mematuhi peraturan dan tata tertib setempat, menyesuaikan diri dengan peraturan setempat serta jangan melanggar hukum.

“Silahkan berkonsultasi dan datang disini bila ada masalah, tempat ini khusus untuk memberikan perlindungan kepada WNI/PMI”, tegasnya sesaat sebelum meresmikan Shelter KDEI Kaohsiung.

Acara pemotongan tumpeng menandai diresmikannya Shelter KDEI di Kaohsiung, yang diakhiri dengan syukuran serta pembacaan doa bersama.

Shelter keempat KDEI Taipei tersebut memiliki daya tampung maksimal 18 orang, diketuai oleh Andy Immanuel, Staf Bidang Ketenagakerjaan. Lokasinya tergolong strategis di pusat kota Kaoshiung, dengan alamat高雄市前鎮區翠亨北路438號 atau No.438, Cuiheng N.Rd., Qianzhen Dist., Kaohsiung City, No. Telp. 07-8415022, Fax 07-8415422

 

---KDEI-TAIPEI---

 

Read more...

Tingkatkan Perlindungan WNI/PMI Di Taiwan, KDEI Taipei Resmikan Shelter Baru di Kaohsiung

Kaohsiung, KDEI (08/07/18) -- KDEI Taipei terus melakukan berbagai inovasi dan terobosan dalam peningkatan pelayanan publik khususnya dalam pelindungan WNI/PMI di Taiwan. Salah satunya adalah pembukaan shelter baru di wilayah Kaohsiung, kota terbesar kedua di Taiwan dengan jumlah PMI sebanyak 22.291 orang (Update Mei 2018, Data MOL Taiwan), dengan rincian sektor formal 6.463, sektor informal 15,828.

Pembukaan shelter baru di Kaohsiung dilaksanakan hari Minggu, tanggal 8 Juli 2018, diresmikan oleh Sekjen Kementerian Perdagangan RI, Bapak Karyanto Suprih, didampingi Kepala KDEI Taipei, Bapak Robert J Bintaryo beserta jajarannya. Turut hadir perwakilan stakeholder terkait antara lain dari Perwakilan Bureau of Labor Affairs Kaohsiung, National Immigration Agency Kaohsiung, Kepolisian Chianzhen District, tokoh masyarakat/warga setempat serta WNI/PMI di sekitar Kaohsiung.

Dalam sambutannya Kepala KDEI Taipei menyampaikan gambaran umum tentang peran existing Shelter KDEI Taipei dalam pelindungan WNI/PMI di Taiwan. Saat ini KDEI Taipei telah memiliki tiga shelter yang berada di Taoyuan, Chungli dan Taichung. 

Peranan Shelter KDEI Taipei sangat membantu dalam proses penanganan permasalahan WNI/PMI di Taiwan. Berbagai permasalahan khusus yang diselesaikan antara lain penanganan permasalahan human trafficking, kekerasan seksual, penganiayaan, pendampingan kasus hukum serta permasalahan lainnya.

“Dengan pembukaan shelter baru ini diharapkan menjadi rumah pelindungan baru yang dapat menjangkau wilayah selatan Taiwan dan sekitarnya. Selain sebagai pusat pelayanan pelindungan, Shelter juga dapat berperan sebagai center untuk kegiatan pemberdayaan WNI/PMI di Taiwan, tempat sosialisasi, pelatihan maupun kegiatan positif lainnya. Eksistensi shelter baru ini kami harapkan nantinya akan memudahkan koordinasi dan sinergitas KDEI Taipei dengan instansi/mitra kerja terkait bidang ketenagakerjaan di Kaohsiung misalnya dengan Pemkot Kaohsiung, BLA Kaohsiung, NIA, Kepolisian, serta pihak lainnya”, ujar Kepala KDEI Taipei dalam mengakhiri sambutannya.

Sekjen Kemendag RI mengapresiasi pemerintah Kaohsiung serta berbagai pihak yang telah mendukung dalam pendirian shelter baru ini, guna untuk melindungi kepentingan Indonesia maupun Taiwan.

Turut berpesan kepada WNI/PMI yang hadir agar tetap menjaga ketertiban, mematuhi peraturan dan tata tertib setempat, menyesuaikan diri dengan peraturan setempat serta jangan melanggar hukum.

“Silahkan berkonsultasi dan datang disini bila ada masalah, tempat ini khusus untuk memberikan perlindungan kepada WNI/PMI”, tegasnya sesaat sebelum meresmikan Shelter KDEI Kaohsiung.

Acara pemotongan tumpeng menandai diresmikannya Shelter KDEI di Kaohsiung, yang diakhiri dengan syukuran serta pembacaan doa bersama.

Shelter keempat KDEI Taipei tersebut memiliki daya tampung maksimal 18 orang, diketuai oleh Andy Immanuel, Staf Bidang Ketenagakerjaan. Lokasinya tergolong strategis di pusat kota Kaoshiung, dengan alamat高雄市前鎮區翠亨北路438 atau No.438, Cuiheng N.Rd., Qianzhen Dist., Kaohsiung City, No. Telp. 07-8415022, Fax 07-8415422.

Read more...

Pelatihan Tour Guide PMI Taiwan, Persiapan Karir di Bidang Pariwisata Kelak

Taichung, KDEI (01/07/18) – Kegiatan Pemberdayaan PMI kerap dilakukan oleh PMI baik yang diselenggarakan oleh KDEI Taipei (Exit Program) maupun inisiasi para PMI maupun organisasi/komunitas PMI Taiwan. Kegiatan pemberdayaan dilakukan dalam bentuk pelatihan keterampilan maupun upgrading skills yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan yang kelak bermanfaat bagi PMI dalam mendukung pekerjaan di Taiwan maupun setelah kembali ke tanah air kelak.

Adalah pelatihan Traveling Guide (Pemandu Wisata) bagi PMI yang diselenggarakan oleh Forum Diaspora Sumatera Utara Taiwan bekerja sama dengan Formosa Maker School, sebuah lembaga inkubator bisnis di Taiwan dan Ikatan Pekerja Indonesia Taiwan (IPIT). Tujuan utama penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk membantu PMI mempersiapkan kehidupan yang baru setelah mereka kembali ke Indonesia kelak dengan bekal skill baru.

Kelas pelatihan ini diselenggarakan sebanyak 10 kali pertemuan. Pada pertemuan kedua 01/07/18), KDEI Taipei diundang untuk memberikan materi seputar pengetahuan PMI untuk Pemberdayaan Terintegrasi. Hadir dalam kesempatan ini Farid Ma’ruf selaku Analis Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei menyampaikan materi dengan tema Program Pemberdayaan Bagi PMI dan Rencana Strategis Pariwisata Indonesia.

Dalam paparannya Farid memperkenalkan Pemberdayaan PMI dan keluarganya yang dilakukan untuk mewujudkan PMI EMAS yakni : (E) = Ekonomi PMI dan keluarganya meningkat, (M) = Mandiri tanpa perlu bekerja ke luar negeri, (A) = Aman dalam bekerja dan aman dalam berusaha, (S) = Sejahtera bersama keluarga. 

Lebih lanjut beliau juga menyampaikan program pemberdayaan terintegrasi bagi PMI dan keluarganya yang sudah dilakukan saat ini di Indonesia antara lain pada bidang ketahanan pangan (pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan), ekonomi kreatif (kerajinan tangan, usaha kreatif dari limbah), jasa (bengkel, supir, salon) serta yang sesuai dengan tema pelatihan pada saat ini yakni bidang pariwisata (kuliner, travelling guide, spa therapist dan lain-lain). Selain mengembangkan usaha sendiri PMI juga diharapkan nantinya bisa menjadi tenaga kerja produktif di dalam negeri pada bidang produksi maupun jasa. Peran dari pemerintah nantinya adalah pada pendampingan untuk fasilitasi pelatihan, pendampingan maupun fasilitasi pembiayaan melalui perbankan, lembaga kredit mikro).

Sesuai dengan konteks pelatihan terkait dengan Travelling Guide, Farid menjelaskan empat tahapan yang mesti diketahui oleh PMI yakni pertama harus menentukan minat dari sekarang pada Bidang Travelling Guide, kedua adalah mencari pengetahuan keterampilan, informasi, teman, jaringan (melalui pelatihan), ketiga adalah mulai berwirausaha, serta step keempat adalah Promosi.

Turut memotivasi PMI peserta agar semangat untuk menggeluti bidang yang akan dikembangkan nanti setelah kembali ke Indonesia. Khususnya bidang pariwisata, banyak potensi serta sektor tersebut prosespeknya sangat baik ke depan. Apalagi Indonesia terkenal dengan pesona wisata yang terkenal di luar negeri. Hal ini terbukti dengan banyaknya penghargaan terkait Pariwisata yang diraih oleh Indonesia.

Sejalan dengan promosi wisata Indonesia dengan pengembangan destinasi wisata 10 Bali Baru diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara dan tentunya menciptakan lapangan kerja termasuk Travelling Guide. PMI juga diharapkan dapat mengembangkan atau dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk memulai usaha di bidang Travelling Guide.

Beliau juga menyampaikan strategi promosi yang dapat dilakukan antara lain mengikuti bazaar/pameran di dalam negeri, mengikuti bazaar/pameran di luar negeri, serta memanfaatkan social media : Facebook, instagram, Path dan lain-lain. Turut memotivasi dengan mencontohkan beberapa PMI purna yang sudah sukses di tanah air mulai dari bisnis skala kecil sampai skala besar yang sudah go internasional.

KKBM (Komunitas Keluarga Buruh Migran) turut diperkenalkan yakni sebagai komunitas dari, oleh, dan untuk masyarakat setempat lingkungan desa, beberapa desa atau kecamatan sumber TKI. Komunitas ini merupakan suatu kesatuan sosial yang memiliki kesamaan yaitu pernah, sedang, atau akan bekerja di luar negeri sebagai TKI. Beranggotakan TKI, keluarga, paralegal TKI, tokoh masyarakat, penggiat isu migran.

KKBM digerakan oleh orang yang bekerja pada tingkat komunitas/kelompok maupun Community organizer (CO) KKBM merupakan bagian dari komunitas yang mengorganizir anggota lainnya agar dengan sadar mau bergerak melakukan usaha bersama menyelesaikan permasalahan terkait penempatan dan perlindungan TKI yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.

“Guna mendukung kesuksesan usahanya pada saat pulang kelak, diharapkan PMI Purna yang berwirausaha dapat menjadi bagian dari KKBM. Saat ini KKBM tersebar pada 7 Provinsi, 17 Kabupaten/Kota, 19 Kecamatan, 19 Desa. Silahkan hubungan kantor BNP2TKI atau BP3TKI terdekat untuk informasi selanjutnya”, ujarnya dalam mengakhiri sambutannya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kadir selaku Senior Asisten Bidang Tenaga Kerja yang turut memberikan motivasi serta menyampaikan informasi ketenagakerjaan kepada para PMI yang hadir dalam acara tersebut.

Penyelenggara juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan meminta dukungan dari KDEI Taipei dalam kelancarakan penyelenggaraan pelatihan ini dalam bentuk fasilitasi dalam penyebarluasan informasi pelatihan maupun mendatangkan narasumber dan praktisi bidang pariwisata dalam pertemuan selanjutnya.

Read more...

Mencari Solusi Pengelolaan Kerjasama Pendidikan Indonesia-Taiwan

2 Juli 2018, KDEI Taipei bersama PPI Taiwan menyelenggarakan Talkshow dengan tema "Mencari Solusi Pengelolaan Kerjasama Pendidikan Indonesia-Taiwan" yg turut dihadiri Atase Pendidikan dan Atase Imigrasi KBRI Bangkok.

Dalam sambutannya, Kepala KDEI Taipei Robert James Bintaryo menyampaikan "KDEI Taipei masih berkordinasi dengan pusat terkait penempatan atase pendidikan, namun tetap mengupayakan sebaik-baiknya pelayanan dan dukungan kepada masyarakat termasuk pelajar/mahasiwa Indonesia di Taiwan."

"Penempatan/penunjukan Atase Pendidikan memang masih dapat dioptimalkan melalui kordinasi lintas instansi, namun sementara ini dapat terus dilanjutkan upaya-upaya joint seminar, student exchange maupun vocational training", demikian disampaikan Mustari, Atase  Pendidikan KBRI Bangkok. 

"Taiwan sangat potensial untuk menjadi simpul akselerator bagi kemajuan pendidikan Indonesia namun membutuhkan fasilitator eksternal," demikian disampaikan Sutarsis Ketua PPI Taiwan

 

Read more...

Kunjungan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Ke Taipei Second Fruit and Vegetable Wholesale Market dan Pertemuan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia Taiwan (APIT)

Kunjungan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti beserta tim dan Ketua APRINDO ke Taipei Second Fruit and Vegetable Wholesale Market. Taipei Second Fruit and Vegetable Wholesale Market merupakan salah satu pasar buah dan sayuran terbesar di Taiwan. Sebanyak 230.000 ton buah dan sayuran dari seluruh wilayah Taiwan diperdagangkan untuk memenuhi kebutuhan pedagang pengecer, restoran dan lain-lain melalui skema lelang. 


Kunjungan ke Taipei Second Fruit and Vegetable Wholesale Market diterima langsung oleh President Taipei Agricultural Products Marketing Co., Ltd.,Ms. Ming-Wu Ying. Dalam kesempatan diskusi tersebut, pihak Taiwan menyampaikan mengenai proses lelang buah dan sayuran di pasar tersebut dan penentuan standar harga lelang. Pada tingkat harga eceran, pihak otoritas Taiwan melepaskan harga terbentuk dalam mekanisme pasar karena pengeluaran masyarakat Taiwan untuk pangan relatif rendah (15% dari total pengeluaran).


Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti didampingi oleh Kepala KDEI Taipei, Robert J. Bintaryo juga melakukan pertemuan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia Taiwan (APIT). Dalam pertemuan tersebut APRINDO dan APIT memiliki kesepahaman dalam mendukung ekspansi perusahaan ritel Indonesia di luar negeri dan menjadikan Taiwan sebagai embrio bagi ekspansi tersebut. 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

Our website is protected by DMC Firewall!