Menu

40 TKI, Alumni Exit Program Kelas Baking & E-Commerce Siap Berwirausaha

Taipei, KDEI (19/11/17) -- Sebanyak 10 (sepuluh) TKI Taiwan terpilih sebagai TKI Terbaik dalam program pelatihan keterampilan (Exit Program) yang digelar oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Global Workers Organization (GWO) di Taipei, Taiwan. Selain mendapat piagam penghargaan, ke-10 TKI ini juga menerima tabungan dari Bank BNI sebagai hadiah.

Program pelatihan ini diikuti 40 peserta yang merupakan TKI dari berbagai wilayah di Taiwanyang dilakukan guna meningkatkan keahlian khusus bagi TKI, sehingga dapat berwirausaha atau mengisi kesempatan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Banyak manfaat dengan program ini antara lain membangkitkan semangat dan menumbuhkan mental berwirausaha, menambah jaringan dan relasi, bergabung dengan komunitas di Indonesia serta fasilitasi Pemberdayaan Terintegrasi.

Ke-10 TKI Terbaik tersebut terbagi dalam 2 (dua) kelompok pelatihan yakni kelas baking (pembuatan kue) yaitu: Astuti, Evi Dwi Puspitasari, Suparni, Rini Yuniati, dan Atin Sunarti, serta kelas e-commerce (bisnis online) yaitu: Rike Septiana, Risa, Muhdirin, Nurkhoiriah, dan Mardianto. Pelatihan diikuti total oleh.

Atin Sunarti, salah satu TKI terbaik menyampaikan, pihak majikan mendukung penuh keputusannya mengikuti pelatihan membuat kue. Pihak majikan berharap, Atin sepulangnya ke Indonesia bisa membuka usaha dan hidup mandiri. “Setiap minggu saya berangkat mengikuti pelatihan dengan membawa nenek yang saya jaga menggunakan kursi roda,” tuturnya.

Perjuangan Atin bukanlah hal yang mudah. Demi mendapat ilmu bekal kemandirian di Indonesia, Atin setiap minggu mesti berangkat dari daerah Beitou menuju Taipei. Dengan mendorong kursi roda yang ditumpangi nenek yang dijaganya, Atin kemudian naik kereta MRT menuju lokasi pelatihan dengan menempuh waktu sekitar 1,5 jam. Perjuangan Atin sepadan dengan predikat TKI Terbaik yang berhasil diraihnya bersama sembilan TKI lainnya.

Pelatihan keterampilan membuat kue (Chinesse/Western Baking) dan bisnis online (internet marketing) ini berlangsung selama 2,5 bulan dalam 10 kali pertemuan (durasi 40 jam). Pelatihan menghadirkan mentor-mentor yang berpengalaman di bidangnya. Butuh kesabaran, keuletan dan komunikasi yang intensif agar TKI bisa mengikuti pelatihan di sela-sela kewajibannya bekerja sebagai TKI.

“Banyak manfaat mengikuti kegiatan seperti ini, karena menumbuhkan mental berwirausaha. Tidak selamanya mereka akan menjadi TKI,” tutur Kepala KDEI Taipei Robert James Bintaryo saat memberi sambutan di Kainan Vocational High School, Taipei, Minggu (19/11).

Beliau juga berharap, hendaknya ilmu yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terlebih lagi lembaga perbankan di Indonesia dapat memfasilitasi untuk kredit usaha. Khususnya bagi TKI kelas e-commerce juga diharapkan dapat menyasar bisnisstartup di Indonesia.

Kepala Sekolah Kainan Vocational High School, Xing-Wen Fei menuturkan, seluruh kue yang dipelajari TKI adalah jenis kue yang sangat terkenal di Taiwan namun sangat praktis dipraktekkan. “Harapannya, jika kue-kue ini dibuat di Indonesia, akan banyak peminat sehingga mudah dipasarkan,” ujar Xing-Wen Fei antusias.

Menjawab Kegelisahan TKI Purna

TKI terbaik lainnya, Rini Yuniati, berharap sekembalinya ke Indonesia dirinya bisa membuka usaha. “Saya sangat berminat dengan bidang makanan dan kue-kuean. Saya mengikuti pelatihan ini agar dapat membuka usaha di Indonesia,” jelas TKI yang bekerja di daerah Xizhi, Taipei. TKI asal Gurah, Kediri, Jawa Timur ini telah sekitar 8 (delapan) tahun bekerja sebagai TKI di Taiwan sehingga memutuskan sekembalinya ke Indonesia akan berwirausaha.

TKI purna dan kembali ke Indonesia akan menghadapi persoalan baru. Mereka yang akan membuka usaha misalnya, masih gamang dengan bidang usaha yang akan dibuka serta persoalan permodalannya.

“Kegiatan ini menjawab kegelisahan TKI, sepulang dari Taiwan mau buat usaha apa? Dengan bekal pelatihan ini, setelah kembali ke Indonesia mereka dapat membuka usaha, terkait dengan permodalan dapat kita arahkan ke perbankan” tandas Senior Asisten Ketenagakerjaan KDEI Taipei, Kadir.

Kadir menambahkan, TKI purna diharapkan dapat mengikuti program pemberdayaan terintegrasi di Indonesia untuk didampingi dari saat memulai usaha hingga akses permodalan dan pemasaran.Diakhir penjelasannya beliau menyimpulkan hendaknya alumni pelatihan sudah dapat menentukan niat, minat dan impian untuk berwirausaha dari sekarang.

“Kami mengimbau kepada para TKI di Taiwan untuk secara rutin menyisihkan gaji mereka di rekening sebagai bekal membuka usaha di Indonesia. Apabila membutuhkan bantuan membuka usaha, BNI bisa membantu melalui kredit usaha purna TKI,” terang Remittance Representative BNI Taiwan, Ersam Richard Parura usai memberikan hadiah Tabungan  secara simbolis kepada 10 TKI Terbaik. 

 

Read more...

KDEI Taipei menghadiri acara Teleconference antara Balai Besar Industri Agro Indonesia (BBIA) dan Food Industry Research and Development Institute (FIRDI) di Hsinchu

Pada hari Senin 22 November 2017 telah diadakan acara teleconference di Food Industry Research and Development Institute (FIRDI) di Hsinchu. FIRDI yang telah berdiri sejak 50 tahun lalu, merupakan pusat penelitian dan pengembangan industri makanan dan minuman di Taiwan. 

Acara ini dihadiri oleh Bpk. Ngakan Timur Antara selaku Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Industri (BPPI) dan Bpk. Umar Habson selaku Kepala Balai Besar Industri Agro (BBIA) di Bogor. Sedangkan dari pihak FIRDI, dihadiri oleh Ms. Yan-Hwa Chu, Director of Product and Process Research Center, dan Mr. Tony J. Fang, Deputy Director General of FIRDI. Sebagai fasilitator, acara ini dihadiri juga oleh KDEI Taipei, yakni Bpk. Syahroni Ahmad, Kepala Bidang Industri, dan Juliana yang dalam hal ini juga berperan sebagai penerjemah.

Pada acara teleconference ini, BBIA dan FIRDI melakukan diskusi lanjutan dalam 3 (tiga) topik bahasan. Pertama, BBIA menyampaikan keinginannya agar FIRDI dapat membantu teknologi dalam memproduksi refined carrageenan dari skala laboratorium menjadi skala industri/mass production. Kedua, pihak BBIA juga ingin menaikkan kualitas produk CBS cocoa butter yang diperoleh dari palm kernel oil. Ketiga, kerjasama penelitian pada minyak dari buah merah Papua yang khasiatnya telah dirasakan masyarakat Papua sejak ratusan tahun yang lalu. Pihak FIRDI menyampaikan kesediaannya untuk bekerjasama dan memberikan bantuan dalam penelitian ketiga topik tersebut dengan menggunakan teknologi yang dimiliki.

Pihak BBIA, FIRDI, dan KDEI Taipei akan terus saling berkomunikasi untuk lebih meningkatkan kerjasama di antara keduanya. BBIA dan FIRDI juga menyampaikan akan merancangkan MOU untuk kerjasama kedua belah pihak. Hasil akhir dari kerjasama penelitian antara BBIA dan FIRDI ini akan bermuara pada kerjasama business-to-business antara industri Indonesia dengan industri Taiwan.

Read more...

Perwakilan KDEI Taipei menghadiri 1st Taiwan Indonesia Steel Dialogue di Jakarta.

 

14-15 November 1st Taiwan Indonesia Steel Dialogue telah digelar di Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah dan private sector dari Taiwan dan Indonesia. Steel Dialogue diadakan dengan maksud menjadi satu mutual platform antara Taiwan dan Indonesia khususnya dalam menjalin diskusi dan mencari jalan kluar untuk hambatan dalam industri besi baja kedua belah pihak.

Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Bpk. Ngakan Timur ; Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Bpk. Doddy Rahadi ; Ketua Umum of Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA), Bpk. Mas Wigrantoro Roes Setiyadi; Executive Director IISIA, Bpk. Hidajat Triseputro ; Wakil Kepala KDEI Taipei, Bpk. Siswadi ; Kepala bidang Industri, Bpk. Syahroni Ahmad dan beberapa perwakilan dari pemerintahan dan private sector lainnya (Krakatau Steel Tbk., PT. Moon Lion, etc) dengan total 26 orang perwakilan dari Indonesia.  

Delegasi dari pihak Taiwan dipimpin oleh Deputy Director General, Mr. GJ Lee; Chairman of Taiwan Steel & Iron Industries Association (TSIIA), Mr. Horng-Nan Lin; Secretary General of TSIIA, Mr. Alex Shen; Kepala Taiwan Economic and Trade Office Jakarta, Mr. John C. Chen dan beberapa perwakilan dari pemerintahan dan private sector lainnya (China Steel Corp., Chung Hung Steel, Yieh Hui Enterprise Co., Ltd., Yieh United Steel Corp., etc) dengan total 25 orang.

Pertemuan Steel Dialogue ini dimulai dengan penjelasan keadaan ekonomi dari pihak Taiwan dan Indonesia, dan juga beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah khususnya di bidang steel industry. Lalu dilanjutkan oleh penjelasan perkembangan dan potensi kerjasama industri besi baja dari kedua belah pihak private sector.

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Bpk. Doddy Rahadi menyampaikan bahwa kebutuhan besi baja di Indonesia sangat tinggi karena Indonesia sedang dalam tahap mendorong pembangunan infrasturktur nasional, sedangkan Taiwan memiliki keunggulan dan pengalaman yang kuat dalam industri besi baja. Pihak Indonesia mengharapkan agar Taiwan juga dapat melakukan investasi yang lebih baja dalam sektor ini.

Deputy Director General, Mr. GJ Lee juga menyampaikan bahwa saat ini produksi besi baja dunia sedang mengalami over-production dan banyak negara mengambil langkah yang konservatif dalam sektor industri ini. Maka beliau juga mengharapkan Steel Dialogue ini dapat menjadi platform yang menguntungkan Taiwan dan juga Indonesia. 

 

Penyerahan cinderamata dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Bpk. Ngakan Timur kepada Deputy Director General Bureau of Foreign Trade (BOFT), Mr. GJ Lee

 

 

Penyerahan cinderamata dari Deputy Director General Bureau of Foreign Trade (BOFT), Mr. GJ Lee kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Bpk. Ngakan Timur

 

 

Read more...

KDEI Taipei Menghadiri Asia University Higher Education Forum

Taichung 20/11/2017. Forum ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta ini merupakan sebuah forum konferensi Internasional yang dihadiri oleh para Rektor, Akademisi dan Mahasiswa dari beberapa negara seperti India, Thailand dan Indonesia. Pada kesempatan kali ini ada 3 Rektor dari Indonesia yang hadir dalam forum tersebut, yaitu Rektor Universitas Diponegoro - Prof.DR. Yos Johan Utama, Rektor Universitas Airlangga - Prof. DR. Moh. Nasih dan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta - DR. Ir. Gunawan Budiyanto.

Tema yang diangkat dari forum ini adalah Challenges and Opportunities for Higher Education in The Age of The Fourth Industrial Revolution.

Ada yang menarik pada acara kali ini, yaitu penampilan para mahasiswa Indonesia yang membawakan Tari Kayak dari Kalimantan Timur sebagai pertunjukan pembuka pada forum tersebut.

Read more...

KDEI Taipei Berpartisipasi dalam 2017 Taiwan International Coffee Show

KDEI Taipei ikut berpartisipasi dalam kegiatan 2017 Taiwan International Coffee Show yang berlangsung di Nangang Exhibition Centre, Taipei, Taiwan mulai dari tanggal 17 sampai dengan tanggal 20 November 2017. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang berlangsung sejak tahun 2014 dan partisipasi KDEI Taipei di kegiatan ini sendiri sudah menginjak tahun kedua.

Dalam kegiatan ini KDEI Taipei mendirikan satu pavilion Indonesia yang menempati lahan seluas 72 meter persegi.

Di pavilion tersebut, terdapat 11 perusahaan ekshibitor yang masing-masing membawa kopi-kopi Indonesia terbaik untuk dipamerkan dan diberikan sebagai sampel kepada pengunjung.


Terlihat antusiasme yang sangat tinggi dari pengunjung di pavilion Indonesia sejak hari pertama pameran ini. Tercatat di pameran ini diikuti oleh 258 perusahaan yang menempati lahan seluas 23,104 meter persegi di lantai 4 Nangang Exhibition Centre. Selain Taiwan International Coffee Show, di tempat yang sama (di lantai 1) berlangsung juga Taiwan International Tea Expo dan Taipei Wine & Spirits Festival.

Kepala KDEI Taipei, Robert James Bintaryo bersama Mr. Liao Guo-dong, salah satu anggota parlemen Taiwan, yang menyempatkan diri berkunjung ke Paviliun Indonesia di Taiwan International Coffee Show.

 

Read more...

Kepala KDEI menghadiri tabligh akbar bersama ust.abdul somad Lc.MA di Taipei Main Station dalam rangka HUT ke-7 Komunitas Pantura di Taiwan

Taipei, KDEI (11/11/2017) -- Kepala KDEI Taipei, bersama jajarannya menghadiri Tabligh Akbar bertajuk "Hidayah Illahi Terpatri dalam Jiwa Pantura Community". Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Forum Kerunakan Pantura Community dengan bekerja sama dengan organisasi di Taiwan menghadirkan Bapak Ustadz Abdul Somad.

Acara pengajian dan pencerahan keagamaan ini berlangsung dengan hikmat dan sukses yang dilaksanakan di Taipei Main Station South 2 Gate yang dihadiri oleh ribuan orang yang umumnya berasal dari TKI sudah mulai memadati tempat kegiatan sekitar pukul 09.00 pagi. 

Kepala KDEI di Taipei dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh hadirin untuk tetap menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan. Acara berlangsung tertib dan damai sampai menjelang sore.

Read more...

Turnamen PPI Taiwan Cup 2017 Di NCU Chungli

Keseruan dan semangat...!! Itulah yang tergambar dari suasana pembukaan Turnamen PPI Taiwan Cup 2017 di hari Sabtu pagi 18/11/2017 di Kampus National Centra University (NCU) tempat penyelenggaraan Turnamen PPI Taiwan Cup 2017.

Turnamen ini diikuti oleh 475 peserta dari 24 Universitas di Taiwan dengan cabang olahraga yang dilombakan yaitu Badminton, Volley, Futsal, dan Tenis Meja.

Turnamen PPI Taiwan Cup 2017 dibuka oleh Kepala KDEI Robert James Bintaryo dan dihadiri oleh Vice President International Affair NCU Mr.Hsieh-Lung Hsu Ph.D yang mewakili kampus NCU serta seluruh Ketua Perwakilan PPI di Taiwan.

Kepala KDEI Taipei menyerahkan Trophy Piala Bergilir PPI Taiwan kepada Ketua PPI Taiwan. Ketua Perwakilan PPI dari seluruh wilayah Taiwan. Kepala KDEI Taipei melakukan servis bola badminton sebagai simbolis dibukanya acara Turnamen PPI Taiwan Cup 2017.

 

Read more...

KDEI Taipei dan IDN Taiwan mengadakan Seminar Kebangsaan Hari Pahlawan

KDEI Taipei bekerjasama dengan Indonesia Diaspora Network Taiwan (perkumpulan Diaspora Indonesia di Taiwan) mengadakan acara Seminar Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tahun 2017. Seminar yang bertema "Pahlawan Doeloe, Sekarang dan Esok" tersebut diselenggarakan di Lt.6 Gedung KDEI Taipei, selain dihadiri oleh anggota Diaspora juga oleh elemen pelajar/mahasiswa dari PPI Taiwan serta perwakilan dari Pekerja Migran Indonesia.

Dalam sambutannya (foto 2) Kepala KDEI, Robert J. Bintaryo menyampaikan bahwa upaya mempertahankan semangat kebangsaan merupakan hal yang mulia. Bila para Pahlawan dulu berkonsentrasi untuk meraih kemerdekaan, maka tantangan bagi kita semua saat ini adalah menjaga persatuan dan kesatuan melalui upaya-upaya pada berbagai bidang baik bidang ekonomi maupun pemanfaatan teknologi. Meski jauh dari negeri tercinta, sumbangsih para diaspora tetap diharapkan.

Salah satu pembicara yang hadir pada acara tersebut adalah Zhang Zhong-Chun (Ketua IOCA 2009-2015), yang menyampaikan agar kita senantiasa untuk tetap berupaya menunjukkan identitas kebangsaan meski melanjutkan sekolah dan kuliah di Taiwan, salah satu caranya adalah melalui pembentukan band amatir yang membawakan lagu-lagu Indonesia, penterjemahan berita-berita RRI kepada media Taiwan, turut berperan dalam pembentukan Voice of Asia (VOA) serta upaya perkenalannya melalui kunjungan ke Indonesia serta negara ASEAN lainnya, juga mengembangkan program Indonesia Overseas Chinese Association (IOCA) yang sebelumnya seremonial 2 kali setahun menjadi adanya pelatihan tari serta kegiatan khas Indonesia lainnya. (foto 3).

Dalam acara seminar ini juga dilakukan Live Teleconference bersama Prof.Dr. Bj Habibie.

Read more...

Keikutsertaan Indonesia dalam Pameran Perikanan dan Pertanian di Kaohsiung Menuai Sukses

 

Produk perikanan dan pertanian Indonesia diminati baik oleh importir Taiwan maupun negara lain. Dalam tiga hari partisipasi Indonesia dalam 2017 Taiwan Fisheries and Seafood Show dan 2017 Taiwan Agriculture Week di Kaohsiung dari tanggal 9 – 11 Nopember 2017, tercatat transaksi sebesar USD 5,0 juta (Rp 67,7 milyar) terdiri dari transaksi sebesar USD 1,3 juta untuk produk perikanan dan USD 3,7 juta untuk produk pertanian. 

Produk perikanan yang paling diminati oleh buyer selama pameran adalah tuna dan mackerel,  sedangkan produk pertanian yang paling diminati adalah buah-buahan dan sayuran seperti salak, mangga, kubis dan lain-lain.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is a Joomla Security extension!