Menu
Artikel

Artikel (15)

Lowongan Kerja - Wakil Kepala Shelter KDEI - Chungli

Dibutuhkan segera tenaga sebagai Wakil Kepala Shelter KDEI - Chungli Penampungan TKI dengan kualifikasi sebagai berikut:

1.    Usia minimal 20 tahun
2.    Pendidikan minimal SLTA
3.    Lebih diutamakan Pria
4.    Dapat Berbahasa Mandarin, baik lisan maupun tulisan
5.    Bersedia tinggal di dalam Shelter

Pelamar yang berminat dapat mengirimkan Surat lamaran dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia, Curriculum Vitae (CV), dan Fotokopi ijazah ke alamat:
6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei 114 paling lambat tanggal 14 Oktober 2014 Cap pos.

Read more...

Industrial Outlook

 

Industrial Outlook 2011

Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya diharapkan akan mendorong pertumbuhan sektor industri demikian pula kecenderungan yang semakin membaik pada ekonomi nasional, regional dan global, maka sasaran pertumbuhan sektor industri tahun 2011 ditargetkan sebesar 5,2 - 6,1 persen.

Kebutuhan investasi industri pengolahan non migas pada tahun 2011 diproyeksikan mencapai 124,6 triliun rupiah, sedangkan penyerapan tenaga kerja secara kumulatif pada tahun 2011 adalah 14.905.019 orang. Ekspor industri manufaktur untuk tahun 2011 diproyeksikan sebesar USD 92,26 milyar.

Untuk mencapai target pertumbuhan sebagaimana dijelaskan di atas, pemerintah akan memfokuskan pengembangan 6 (enam) kelompok industri prioritas yaitu (1) Industri Padat Karya, (2) Industri Kecil Menengah, (3) Industri Barang Modal, (4) Industri Berbasis Sumber Daya Alam, (5) Industri Pertumbuhan Tinggi, dan (6) Industri prioritas khusus.

Peningkatan daya saing 6 kelompok industri tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan 4 instrumen yang dimiliki oleh Pemerintah, yaitu APBN, insentif fiskal, penyediaan infrastruktur kawasan industri, dan dukungan administratif, disamping juga mengundang peran swasta dalam pembangunan infrastruktur dengan skema Public Private Patnership (PPP). Upaya-upaya yang akan dilakukan dalam rangka peningkatan daya saing industri tersebut di atas antara lain :

1. Untuk pengembangan industri padat karya, pemerintah akan melaksanakan program restrukturisasi permesinan untuk industri tekstil dan Produk tekstil serta alas kaki, pemberian insentif fiskal, seperti fasilitas tax allowance, BMDTP termasuk pemberlakuan bea keluar untuk pengamanan bahan baku di dalam negeri, serta pemberlakuan tata niaga impor untuk pengamanan industri dalam negeri.

2. Untuk meningkatkan daya saing IKM pemerintah akan menumbuhkan IKM melalui modernisasi peralatan, pendidikan dan pelatihan, promosi serta fasilitasi kredit usaha rakyat (KUR).

3. Untuk mendorong tumbuhnya industri barang modal dalam negeri, pemerintah akan memberikan fasilitas dan insentif berupa tax allowance, pembebasan bea masuk, tax holiday, serta dukungan kemudahan kredit perbankan.

4. Untuk mendorong tumbuhnya industri berbasis Sumber Daya Alam, pemerintah akan mengupayakan memberikan fasilitas dan insentif berupa tax allowance, tax holiday, fasilitasi pembangunan infrastruktur, dan mengenakan bea keluar untuk CPO dan kakao.

5. Untuk meningkatkan daya saing industri pertumbuhan tinggi seperti industri kendaraan bermotor, pemerintah akan mendorong tumbuhnya industri komponen dalam negeri, memfasilitasi pengembangan desain kendaraan bermotor buatan Indonesia, memfasilitasi pengembangan kendaraan dan peralatan yang hemat energi dan ramah lingkungan serta harga terjangkau. Selain itu pemerintah akan memfasilitasi pemberian insentif fiskal, pembebasan PPnBM dan pembebasan bea masuk barang modal, bahan baku dan komponen yang dibutuhkan untuk industri dalam negeri.

6. Dalam pengembangan industri prioritas khusus, pemerintah akan melaksanakan revitalisasi pabrik-pabrik yang sudah ada dan mendorong pembangunan pabrik-pabrik baru serta memfasilitasi jaminan penyediaan gas dan bahan baku yang bersumber dari dalam negeri maupun impor, memberikan subsidi bunga untuk industri-industri yang melakukan modernisasi permesinan.

Read more...

Kinerja Sektor Industri

KINERJA SEKTOR INDUSTRI 2011

Sesuai Tupoksi terkait Surat Keputusan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 1090/M-DAG/KEP/10/2010 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Bidang Industri pada KDEI di Taipei telah melakukan kegiatan sesuai dengan anggaran yang disediakan oleh Kementerian Perindustrian Sekretariat Jenderal menyesuaikan dengan POK tahun anggaran 2011. Adapun Kepala Bidang Industri di KDEI Taipei antara lain melakukan kegiatan sebagai berikut

I. Kerjasama  Indonesia–Taiwan   di Bidang   Penelitian  dan Pengembangan  Industri Pulp dan Kertas.

Untuk melakukan kerjasama Indonesia-Taiwan di bidang Penelitian dan Pengembangan Industri Pulp dan Kertas telah dilakukan kunjungan ke perusahaan Chung Hwa Pulp dan Paper di 20 Pa Teh Road, Section 3 Taipei 10560 Taiwan. Dari perbincangan dan wawancara di dapat kesimpulan  bahwa kerjasama sulit dilakukan mengingat jenis perusahaan ini di Taiwan bersifat monopoli.

II. Kerjasama Indonesia-Taiwan dibidang Pengembangan  dan Penelitian Industri Agro

Dalam kegiatan kerja sama Indonesia–Taiwan bidang Pengembangan Penelitian Industri Agro salah satu hasil kegiatan adalah bentuk kerjasama antara Perusahaan Indonesia dan Taiwan untuk bidang pengembangan tanaman rami serta tanaman jarak, jatropha. Salah satu perusahaan Taiwan, Yen Sign berniat membeli rami sebagai bahan baku untuk pengembangan industri interior mobil.  Penandatangan  nota pembelian saat ini sedang diusahakan antara Yen Sign dengan CV Idebi salah satu eksportir di Cirebon Jawa Barat.

Yen Sign International Enterprise Co. Ltd. didirikan pada tahun 2005, produk dari perusahaan ini adalah dalam bentuk rajutan dalam bentuk jala-jala. Perusahaan ini mempunyai teknologi tersendiri dalam merajut yang disebut Geosynthetics. Produk perusahaan ini memiliki banyak kekhususan yang antara lain adalah kekuatan tinggi pada persimpangan rajutan, apabila di instalasi kerusakan pada produk akan rendah, faktor pengurangan pada bahan rendah, Koefisien gesekan tinggi, dan kekuatan tarik produk tinggi. Produk yang dihasilkan Yen Sign International Enterprise Co. Ltd memiliki manfaat ekonomi yang besar karena untuk mempunyai daya tahan tinggi dan berbiaya rendah. Selain itu juga memenuhi persyaratan lingkungan spesifikasi, karena menggunakan lapisan resin yang tidak beracun dan tidak mengandung bahan plastik beracun.

PT. Yen Sign International Enterprise Co menyatakan minatnya untuk membeli bahan baku jadi rami dari  Indonesia untuk dijadikan bahan interior mobil dan saat ini sedang berusaha menguji bahan rami agar bisa dijadikan bahan tekstil. Apabila pasar  dalam dan luar negeri Taiwan dapat menerima produk berbahan dasar rami maka kemungkinan besar pihak Taiwan akan memindahkan peralatan pabrik ke Garut sekaligus dekat dengan lahan pohon Rami di Garut, Jawa barat untuk pengembangan dan penelitian Industri Agro lebih lanjut.

Sedangkan untuk tanaman jarak, jatropha untuk   industri Bio Fuel, PT. Sunrice  Agarwood BioTech Corporation direncanakan akan bekerjasama dengan Balai penelitian tanaman rempah dan aneka tanaman industri Kementerian Pertanian. Pihak Taiwan telah mendapat konsesi tanah untuk digarap  tanaman pohon jarak didaerah Mamuju Sulawesi Barat. Semula akan dilakukan MoU tahun 2011, namun ditunda sampai dengan tahun 2012 akibat ketidaksiapan pihak  terkait di Mamuju.

Selain itu hasil dari kegiatan kerjasama pengembangan penelitian Industri Agro Indonesia dan Taiwan adalah adanya seminar mengenai pengembangan dan penelitian Industri Agro di Universitas Asia, Taiwan.

III. Kerjasama Indonesia-Taiwan  di bidang komponen

Dalam kegiatan kerjasama Indonesia-Taiwan dibidang komponen antara lain adalah:

1. Menfasilitasi kedatangan TEEMA (Taiwan Electrical and Electronic Manufacturing Association) ke Indonesia.  TEEMA merupakan assoasi manufaktur  penghasil produk elektronik dan listrik  Taiwan yang terdiri dari 16 kategori antara lain peralatan ICT, telekomunikasi, semikonduktor, komponen elektronik, optoelektronik, mesin listrik dll. Saat ini mempunyai lebih dari 3602 anggota, Nilai produksi dan ekspor anggota TEEMA tercatat sebesar kira kira setengah dari pada total nilai eksport Taiwan. Alamat  kantor pusatnya adalah  6F Min Chuan E. Rd. Neihu District Taipei Sec. 6 No. 109 TEEMA datang ke Indonesia pada bulan Mei tahun 2011 dengan tujuan ingin lebih mengenal pasar di Indonesia serta berencana menanamkan investasi dalam bidang Elektronik di Indonesia.

2. Menfasilitasi kunjungan dibidang komponen delegasi dari industri mesin dan alat pertanian delegasi juga telah mengirimkan beberapa pejabat, staff beserta asosiasi industri terkait ke Taiwan pada tanggal 18-22 Oktober  2011. Dalam kunjungan ini delegasi mendatangi Perusahaan Taiwan yang antara lain Shiruba, El-hwa dan  Shoou Shyng Machinery Co., adapun hasil dari kegiatan kunjungan antara lain adalah komitmen dari perusahaan Taiwan untuk membantu komponen bidang industri mesin tekstil di Indonesia untuk peremajaan mesin produksi  dan training SDM  Indonesia. Selanjutnya perusahaan Taiwan bersedia menginvestasikan modalnya di Indonesia apabila dirasakan diketemukan partner yang tepat

IV.Kegiatan Industrial Intellegence

Anggaran yang disediakan dari digunakan oleh Kepala Bidang Industri melakukan bukan hanya mendalami kegiatan studi literatur akan tetapi juga mendatangi assosiasi industri maupun berbagai manufaktur dalam berbagai skala usaha dari kecil, menengah hingga besar di berbagai lokasi di Taiwan. Studi literatur diperlukan mengingat penting untuk memahami bagaimana Taiwan bisa menjadi salah satu negara industri maju yang produk-produk Industrinya  dikenal berkualitas akan tetapi dapat dengan harga yang ditawarkan bersaing dengan negara-nagara industri lainnya. Pada kegiatan industrial intellegence, Kepala Bidang Industri juga melakukan upaya persuasive kepada para pelaku usaha di sektor Industri Taiwan dalam menerangkan iklim usaha di Indonesia selain memperkenalkan produk hasil industri Indonesia. Upaya ini dilakukan  dengan harapan para pelaku usaha di sektor Industri Taiwan yang berpotensial agar mau menanamkan investasinya di Indonesia baik itu dalam bentuk PMA 100% sekalipun maupun melakukan joint venture dengan partner mereka yaitu kalangan industriawan di Indonesia selain promosi agar pelaku industri Taiwan mau memakai lebih banyak lagi produk hasil Industri Indonesia.  Dalam kegiatan industrial intellegence Kepala bidang Industri melakukan kegiatan bersama rekan KDEI, seperti Kepala Bidang Perdagangan dan Kepala Bidang Investasi KDEI di Taipei maupun dari pejabat Kementerian Perindustrian sendiri untuk melakukan industrial intellegence diberbagai bidang industri dan di berbagai tempat di Taiwan.

Adapun hasil dari kegiatan dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh bidang Industri KDEI di Taipei, terlihat dari angka statistik dapat terlihat perbaikan angka impor Indonesia terhadap Taiwan.  Jika dibandingkan pada tahun 2010 dan 7 bulan tahun 2011 dapat di lihat pada tabel berikut jika pada tahun 2010 impor hasil industri dari Taiwan meningkat sekitar 50% jika dibandingkan pada tahun 2009 maka   angka impor Januari-Juli 2011,  tercatat menurun, yaitu sekitar 30 % jika dibandingkan angka impor Januari-Juli tahun 2011.

Adapun Kegiatan Kunjungan dalam rangka industrial intellegence antara lain adalah:

  1. Export Processing Zone di Kaoshiung, 9 Maret 2011
  2. Pabrik pembuatan lampu, Lighthing Co di Kaoshiung, 9 Maret 2011
  3. Asosiasi mainan anak,  17 Maret 2011
  4. Melakukan kunjungan ke IKM di Taipei, 12 Mei 2011
  5. Kunjungan ke pabrik Tatung
  6. Kunjungan ke pabrik TPT di Chiayi, 28 April 2011
  7. Kunjungan ke perusahaan Formosa Taffeta
  8. Kunjungan ke perusahaan Perfect Medical Industry Co, Ltd. Di Chiayi
  9. Kunjungan ke pabrik Dei-Wu Casting Co. Ltd
  10. Kunjungan ke Fuburg, Taoyuan
  11. Kunjungan ke kawasan industri Hscinchu
  12. Kunjungan ke Chan Ta Kaoshiung
  13. Kunjungan ke Tatung Info Com, Kaoshioung
  14. Kunjungan ke CIG Power

 

KINERJA SEKTOR INDUSTRI 2012 (sampai bulan Maret)

Beberapa hal yang telah dilakukan Bidang Perindustrian KDEI, antara lain :

  1. Memfasilitasi adanya pelatihan Industri di bidang ICT  berupa pelatihan techno enterprenuer kepada 100 Mahasiswa Indonesia yang datang ke Taiwan pada bulan Maret 2012 dengan mengundang Direktur Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian beserta 1 staff di bidang penyedia data, Pusat data dan Informasi.
  2. Tercapainya MOU antara STMI dengan LONGHWA University pada bulan April 2012, dengan mengundang Kepala STMI Jakarta beserta 1 orang staff.
  3. Mengundang pejabat dan staff Kementerian Perindustrian dari Pusat data dan Informasi serta Direktorat Jenderal Kerjasama Industri Internasional  sebanyak 3 orang peserta  mengikuti training tentang ICT di Taiwan yang di selenggarakan pihak kementerian Luar Negeri Taiwan, MOFA. Perwakilan negara lain hanya di berikan kesempatan kepada 1 orang peserta.
  4. Memfasilitasi 2 staff Kementerian Perindustrian yang mengambil pendidikan tinggi di Taiwan yaitu program  S2 di NTU, teknik lingkungan CPNS bernama Ir. Mirina Octavia dan program S3 di NTUST, ilmu material staff pengajar STT Bandung Ir. Hendra Sulaeman, MSc.
  5. Memfasilitasi penyelesaian permasalahan hak paten perusahaan Handphone Taiwan, HTC di Dirjen HAKI
  6. Memfasilitasi  kunjungan Kepala Balai Besar Industri Tekstil di Taiwan untuk studi banding mesin tekstil Non Woven, Needle Punch Textile Machine.
  7. Memfasilitasi pertemuan Direktur Kerjasama Industri Internasional Wilayah II dan Regional, Kementerian Perindustrian dengan beberapa institusi terkait bidang Industri di Taiwan seperti Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan dll.
  8. Memfasilitasi pertemuan summit I Indonesia-Taiwan higher education di Taipei
  9. Memfasilitasi delegasi BKPM yang dipimpin Ketua BKPM dengan mengundang perusahaan-perusahaan terkemuka Taiwan yang ingin berinvestasi di Indonesia
  10. Memfasilitasi delegasi Jawa Timur yang dipimpin Sekda jawa Timur dengan ikut mengundang perusahaan-perusahaan yang tertarik berinvestasi di Indonesia
  11. Pemberian data/informasi kepada perusahaan elektronik seperti compal, winstron, HTC dan AUO , otomotif Taiwan, Luxgen, karet seperti FRG dlsb. tentang potensi Industri di Indonesia
  12. Memfasilitasi pembelian kopi, dan berbagai barang komoditi Indonesia lainnya oleh importer Taiwan karena selama ini pembelian dilakukan lewat trader dari Singapura dan Hongkong

Selanjutnya rencana kedepan antara lain,

  1. Memfasilitasi  rencana MOU kerjasama antara TTRI, Taiwan Textile Research Institute dengan Balai Besar Industri Tekstil dengan ikut mendatangkan 2 orang tenaga ahli TTRI ke Bandung,
  2. Memfasilitasi kedatangan delegasi Taiwan ke Kementerian Perindustrian akhir Juni 2012,
  3. Pengadaan training motion picture yang akan diselenggarakan oleh Universitas Lunghwa bulan Juli 2012 dan diikuti oleh Staff Pengajar dan Mahasiswa STMI, Jakarta,
  4. Menfasilitasi training direktorat elektronika dan telematika Kementerian Perindustrian di ITRI (Industrial of Technological Research Institute) Hscinchu pada bulan September 2012,
  5. Menfasilitasi kerjasama Baby Smile Industry dengan perusahaan Invencteh di Kawasan Industri, Candi Semarang,
  6. Menfasilitasi investasi pabrik Gula yang sekiranya akan dilakukan oleh Taiwan Sugar di Indonesia di daerah NTB atau Garut,
  7. Menfasilitasi investasi perusahaan lampu LED, Everlight di Indonesia,
  8. Menfasilitasi investasi RITI Technology, perusahaan GPS tracker di Indonesia,
  9. Menfasilitasi perluasan pasar, T-Security perusahaan hologram pengaman di Indonesia.

 

Selain itu kunjungan yang telah dilakukan antara lain

  • Mengunjungi pabrik Gula milik Taiwan Sugar di kawasan Bei Gang dan kantor Pusat Taiwan Sugar di Tainan
  • Mengunjungi Taiwan Textile research Institute
  • Mengunjungi RITI Technology
  • Mengunjungi National Chengkhung University Taiwan
  • Mengunjungi balai riset dan pengembangan batu di Hualien
  • Mengunjungi T-Security di New Taipei City
  • Mengunjungi Riti Technology di New Taipei City
  • Mengunjungi perusahaan LED Taiwan, Everlight di New Taipei City
  • Mengunjungi Shou Shying, pabrik pembuat needle punch
  • Mengunjungi kantor Taiwan cement di Hualien
Read more...

Promosi Dagang

 

A.    WORLD EXPO 2010 SHANGHAI, CHINA


World Expo 2010 diselenggarakan di Shanghai China dari tanggal 1 Mei – 3 Oktober 2010 dengan mengambil tema “Better City, Better Life”. Expo 2010 Shanghai diharapkan dapat menarik minat sekitar 70 juta pengunjung dari 200 negara.

Indonesia turut mengambil bagian dalam Expo ini dengan mendirikan paviliun yang memadukan materi arsitektur dari bambu dan air terjun. Paviliun Indonesia terletak di Zona B dengan arena seluas 4000 m2.

B.    TAIPEI INTERNATIONAL FLORA EXPO


Taipei International Flora Expo akan diselenggarakan di Taipei dengan soft opening pada tanggal 10 Oktober 2010. Pameran flora dibuka untuk umum dari tanggal 6 November 2010 dampai dengan 25 April 2010. Pameran tersebut diselenggarakan oleh Taiwan Agriculture Development Association dan Taipei City Government yang bekerja sama dengan beberapa instansi pemerintah lainnya. Pameran flora ini diadakan di lahan seluar 91.8 hektar dan mencakup sebanyak 14 exhibitian halls.

Dalam rangka persiapan awal kegiatan 2010 Taipei International Flora Exposition pada bulan Oktober mendatang, Ketua Umum Asosiasi Bunga Indonesia, Ibu Karen Tambayong, melakukan kunjungan kerja ke Taipei dari tanggal 28-31 Maret 2010. Tujuan dari kunjungan Ibu Karen Tambayong adalah melakukan koordinasi dengan beberapa staf ahli (kontraktor booth dan rekan kerja lainnya) dan instansi penyelenggara (Taipei City Government) untuk lebih memahami persiapan awal yang harus dilakukan.

 

C. KTI EXPO & FORUM 2010

[ Klik Gambar Untuk Lebih Detail ]

Read more...

Kasus Dagang

A. SERAT NILON

Bidang Perdagangan KDEI memfasilitasi mediasi sengketa perdagangan antara perusahaan GooDeer di Taiwan dengan CV Global Fortune Perkasa di Indonesia, dimana GooDeer menerima pesanan produk (waste nylon yarn) yang dianggap tidak sesuai dengan jenis produk awal. Setelah mendengar keluhan dari GooDeer, Bidang Perdagangan berupaya untuk menjembatani permasalahan tersebut melalui media surat dan komunikasi langsung. Keputusan akhir yang disepakati oleh kedua belah pihak adalah pengembalian sebagian dari uang pesanan tersebut, dan saat ini kedua belah pihak berada dalam posisi penandatangan surat persetujuan penyelesaian sengketa.

B. PERMEN DAN GULA MERAH

Bidang Perdagangan menerima surat pemberitahuan dari Departemen Kesehatan Taiwan mengenai impor produk gula merah dan permen asal Indonesia yang tidak memenuhi persyaratan Departemen Kesehatan Taiwan karena mengandung bahan pemutih yang melebihi standar yang ditentukan dan pewarna buatan yang tidak diijinkan.

Bidang Perdagangan melakukan kunjungan ke Food & Drug Administration (FDA) – DOH untuk mendapat penjelasan lebih rinci, dan dijelaskan bahwa sejak bulan Januari 2009 sd. Maret 2010 terdapat 5 transaksi gula merah dan 7 transaksi permen asal Indonesia yang tidak memenuhi persyaratan DOH Taiwan.

Untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak lagi terjadi di masa yang akan datang, Departemen Kesehatan Taiwan menghimbau agar pihak terkait di Indonesia dapat menyediakan rencana perbaikan (improvement plan) yang meliputi: sistem investigasi, kontrol dan evaluasi BPOM terhadap produk gula merah dan permen tersebut, hasil pengawasan BPOM terhadap ekspor, quality control dari produk yang bersangkutan, langkah-langkah preventif, informasi tentang lembaga sertifikasi kesehatan (Health Certificate) yang disahkan oleh BPOM termasuk laboratorium nasional/internasional lain di Indonesia, daftar eksportir gula merah dan permen yang telah memperoleh ijin dari pemerintah Indonesia.

BPOM telah memberikan tanggapan mengenai kasus tersebut dan menjelaskan bahwa regulasi dan persyaratan keamanan, mutu dan nilai gizi produk olahan seperti permen mengacu kepada persyaratan internsaional dan Codex Alimentarius. Produk pangan olahan yang diekspor/impor lazimnya dilengkapi dengan sejumlah dokumen pendukung, anatar lain: Helath Certificate / Free Sales Certificate dan sertifikat analis. Saat ini BPOM sedang melakukan investigasi lebih lanjut termasuk pengambilan sample untuk pengujian laboratorium dan koordinasi dengan sektor terkait lainnya.

Read more...

Kebijakan Dagang Taiwan

1. Impor

Informasi Penyelesaian Impor Umum (Bea Cukai)

Proses penyelesaian dengan sistim elektronik Bea Cukai

  • Untuk mengurangi langkah-langkah penanganan dengan dokumen yang banyak dan mempercepat pergerakan pengapalan internasional.
  • Untuk menyimpan database dari informasi; nomer importir; penunjukan broker; nama perusahaan; dan nomor telepon, dokumen pengapalan air way bill data; pajak dan  pungutan pengapalan.
  • Menentukan kemasan untuk ditulis "cleared”, dikirim ke truk pengiriman dengan cepat.
  • Terdapat 6 pelabuhan masuk Taiwan, namun hanya satu pelaguhan untuk pengiriman cepat. Semua kapal masuk Taiwan harus diperlakukan berdasarkan ISPM 15. (http://members.wto.org/crnattachments/2008/sps/TPKM/08_1572_00_e.pdf)

Dokumen impor

a.  Commercial invoice (F.O.B., C&F, or C.I.F. value; insurance; freight).
b.  Bill of lading atau Airway Bill, Packing list, dan Certificate of Origin, sertifikat karantina.
c.  Semua nomor peti kemas dan tanda pengapalan pada setiap kemasan harus diperlihatkan.
d.  Nomor pada peti kemas atau sekelompok tanda pada sebuah pengapalan untuk produk beragam tidak diijinkan.

Ketentuan Bea Cukai

Barang yang dikapalkan harus memiliki nilai dan deskripsi. Kewajiban Bea Cukai ditentukan berdasarkan pada ongkos pengiriman dan asuransi (CIF).

Bea Import

Ad valorem, specific, or selective basis (Department of Customs Administration of the Ministry of Finance) dengan standar Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tarif Impor the Republic of China (Taiwan) telah diubah bbrp kali sejak 1985: 75% menjadi 30% in 1985. Tingkat tarif nominal rata-rata 8.25 %; tingkat efektif rata-rata 3.25% saat ini.

Antidumping

Diterapkan pada sepatu dan handuk impor dari "Made in China".


 

Bea Cukai

Ongkos impor lainnya

Pajak impor dikenakan bagi dua puluh satu kelompok komoditi. Pajak berkisar dari 1% sd. 30% ad valorem, 2% sd 50% ad valorem untuk negara yang tidak memiliki perlakuan sama (reciprocal). Pajak tembakau dan alkohol serta pungutan kesehateraan kesehatan pada subtitusi tembakau. Pungutan Promosi Perdagangan tidak lebih dari 0.04% of the CIF value. 5% PPn (VAT). Pungutan pembangunan Pelabuhan per pengapalan.

Additional Duties

Additional Tariff Information

Bahan iklan/promosi yang tidak memiliki nilai perdagangan, hadiah yang dikirim pos dan barang-barang pribadi yang tidak dikenakan biaya impor apabila tidak melebihi nilai NT$3,000. Peralatan profesional dan barang contoh, dari negara yang memiliki perjanjian dengan ROC juga bebas bea apabila barang-barang tersebut dikeluarkan lagi dari taiwan setelah display, pameran, pemakaian dll.

FIA Exemptions and Benefits

Impor mesin dan barang modal lain bebas bea masuk apabila Penanaman Modal Asing disetujui. Bahan baku, peralatan, bahan bakar dan bahan setengah jadi bebas masuk apabila dipakai untuk diekspor kembalidi pabrik yang berlokasi di export-processing zone (the Hsinchu Science-based Industrial Park). Agen Taiwan atau perusahaan Hukum merupakan informasi terbaik dan juga Valuation Department of the Directorate General of Customs dalam waktu 30 hari setelah rujukan dari kantor Bea Cukai.

Pajak Impor Bea Cukai

Pengawasan pertukaran Valuta Asing

Tidak ada pengawasan Valuta Asing kecuali Chinese Yuan (CNY), dikenal juga Ren Min Bi (RMB).

Non Tariff Barrier (NTB) / Technical Barriers to Trade (TBT's)

Hambatan ini berupa ketentuan, standar, pengujian dan sertifikasi prosedur. Perjanjian World Trade Organization (WTO) pada TBT mengupayakan ini tidak menghasilkan hambatan yang tidak perlu (http://www.wto.org/english/tratop_e/tbt_e/tbt_e.htm).

Proses Penyelesaian Impor

Berdagang dengan Taiwan menjadi lebih mudah, terima kasih kepada usaha yang baik dan kerja keras yang berkesinambungan dari pemerintah, perusahaan  swasta, organisasi terkait perdagangan. Ketentuan disederhanakan, infrastruktur ditingkatkan dan pelayanan diperbaiki. Sistim Tarif di Taiwan, berdasarkan Harmonized System, mencakup 10,936 komoditi yang 10,873 atau lebih 99 persen dapat diimpor. Sedangkan 9,801 atau lebih dari 90 persen dapat diiompor tanpa ijin tertentu.

Impor

Importir dan eksportir Taiwan harus terdaftar di Bureau of Foreign Trade.

Komoditi impor harus berdasarkan:

  • Foreign Trade Act,
  • Enforcement Rules of the Foreign Trade Act,
  • Regulations Governing Import of Commodities,
  • Regulations Governing Export and Import of High-tech Commodities,
  • Consolidated List of Commodities Subject to Import Restriction and the List of Commodities Entrusted to Customs for Import Examination.

Komoditi diimpor dari Mainland China, diatur dengan:

  • Rules Governing Permission of Trade Between Taiwan Area and Mainland Area
  • Consolidated List of conditional Imports of Mainland China Origin and
  • Regulations Governing Import of Mainland China Origin Commodities.

Sistem perijinan Impor

Sistem Taiwan mengelompokkan impor yang diawasi, dan diatur serta dibebaskan sesuai aturan Bureau of Foreign Trade (BOFT) (www.trade.gov.tw).


 

I.    Larangan Impor di Taiwan

a.    Regulations Governing Permission Of Trade Between Taiwan and Mainland China

Perdagangan antara Taiwan and Mainland China harus melalui negara ketiga (Hongkong). Produk China dilarang diimpor di Taiwan kecuali produk/komoditi berikut:

  • Termasuk barang yang diperbolehkan menurut aturan berlaku umum.
  • Barang antik, budaya, pendidikan dalam jumlah sedikit.
  • Produk contoh untuk RD.
  • Barang yang diperbolehkan menurut Regulations Governing Permission for Importation of Industrial Technology of Mainland Area.
  • Binatang untuk sekolah, lembaga studi dan kebun binatang.
  • Bahan baku, komponen untuk keperluann ekspor oleh Duty-Bonded Factories/Export Processing Zone.
  • Obat China untuk kesehatan.
  • Publikasi, gambar bergerak/video dan program TV yang diijinkan oleh Government Information Office.
  • Barang bawaan penumpang/awak penerbangan dalam jumlah tertentu oleh kantor Bea Cukai.
  • Ikan hasil panen sebagai kompensasi sengketa kelautan antara Taiwan dan Mainland China.

b.    Larangan Impor di Taiwan

Barang selundupan dilarang dari impor kecuali diluar yang diatur pada Chapter IV, Article 45 of the Republic of China on Taiwan Customs Law:

  1. Uang Logam palsu, obligasi, surat berharga, alat cetakan uang palsu;
  2. Peralatan judi, tiket letere dicetak di LN;
  3. Buku, majalah, gambar menunjukkan kekerasan dan porno;
  4. Publikasi yang mempromosikan komunis;
  5. Produk melanggar hak paten, trademarks, dan hak intelektual;
  6. Amunisi
  7. Obat dan resep obat terlarang
  8. Benih tanaman terlarang
  9. Tanah
  10. Perangko

II.    Larangan Taiwan

Beberapa pengambil kebijakan dan ketentuan impor di Taiwan dapat dilihat pada website berikut:

 

III.    Larangan Impor khusus


Barang pribadi kecuali yang dibawa penumpang dan barang yang diimpor sebagai kiriman pribadi yang diatur peraturan Bea Cukai dikenakan pajak 10% ad valorem.

Samples

Contoh minuman beer dan liquor Harus mengikuti persyaratan apabila melebihi 5 liter. Contact Ministry of Finance for Import Business License. Barang contoh kosmetik yang membahayakan atau obat memerlukan ijindari Department of Health.

Hadiah

Diijinkan; bea dan pajak akan diperhitungkan.

IV.    Standar

Taiwan menggunakan sistim metrik. Bureau of Standard Metrology and Inspection of the Ministry of Economic Affairs (BSMI) bertanggung jawab untuk pengujian dan penanganan strandar produk di Taiwan (www.bsmi.gov.tw).

Labeling, Marking
Pelabelan perlu pada makanan, obat, minuman keras, sepatu dan pakaian impor dan menyebutkan negara asal (country of orgin). Pelabelan khusus diperlukan untuk makanan tertentu dan obat China. Makanan diproses dan pharmasi harus diperiksa dan disetujui Department of Health.  Beberapa produk harus diuji oleh Industrial Development Bureau (IDB) seperti produk elektronik, makanan, obat dsb. (http://www.moeaidb.gov.tw/external/view/en/english/about04.html).

 


 

2.    EKSPOR

Informasi Umum tentang Penyelesaian Ekspor

Proses Penyelesaian Impor sementara

Perusahaan dari 39 negara dapat memanfaatkan ATA Carnet dengan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA). Barang diimpor dibawah carnet system Goods tidak boleh dikonsumsi di pasar domestik dan harus di re ekspor dalam periode temporary admission. Untuk barang impor dari negara yang bukan anggota perjanjian ATA Carnet dengan Taiwan, harus membayar dimuka dan dapat dikembalikan kepada kantor Bea Cukai dengan dasar persentase dari bea yang ditentukan. Impor yang diawasi harus dapat ijin dari lembaga pemerintah Taiwan (www.taitra.com.tw.).

Dokumen ekspor

•    Bills of Lading
•    Certificates of Origin - (teh, bawang dan tekstil).
•    Commercial Invoices
•    Packing List.
•    Dangerous Goods Certification – Parfum, minuman keras, bahan kimia dll.
•    Semua dokumen untuk proses penyelesaian Bea Cukai harus dalam bahasa mandarin, untuk menghindari penundaan dan mempercepat proses penyelesaian.

Proses Penyelesaian Ekspor

Expor komoditi harus mengikuti peraturan dari:

1.    Foreign Trade Act,
2.    Enforcement Rules of the Foreign Trade Act,
3.    Regulations Governing Export of Commodities,
4.    Regulations Governing Export and Import of High-tech Commodities,
5.    List of Commodities Subject to Export Restriction
6.    List of Commodities Entrusted to Customs for Export Examination.

Sistem izin ekspor

Ekspor dikategorikan menjadi produk yang diijinkan dan dikontrol. Sebagai bagian dari kebijakan liberalisasi pemerintah, saat ini hanya terdapat 112 produk yang tercakup dalam kategori yang dikontrol. 10,936 produk terdaftar dalam ROC Commodity Classification Code, sampai dengan 27 Juni 2008, terdapat 10,185 jenis produk yang tidak membutuhkan ijin ekspor. Namun ada 751 produk yang membutuhkan ijin ekspor. Ijin yang diberikan langsung dari Board of Foreign Trade ini berlaku selama 30 hari.

Biaya ekspor terkait lainnya

Biaya konstruksi dermaga sebesar 0.3% dari harga produk. 0.05% dari ad volarem kontribusi kepada Trade Promotion Fund.

Asuransi ekspor (FASILITAS SEPERTI LPEI)

Bank Export-Import taiwan melindungi eksportir lokal terhadap resiko politik dan perdagangan dalam transaksi eskpor.
•    Asuransi ekspor D/P dan D/A komprihensif
•    Asuransi keuangan ekspor komprihensif
•    Asuransi ekspor keselamatan UKM
•    Asuransi ekspor L/C
•    Asuransi kredit ekspor O/A komprihensif
•    Asuransi ekspor jangka menengah dan panjang
•    Asuransi ekspor umum komprihensif
•    Asuransi kerja konstruksi luar negeri
•    Asuransi investasi luar negeri

Pembiayaan ekspor (FASILITAS SEPERTI LPEI)

Pinjaman diberikan sebelum produk dikirim. Eksportir menyediakan bank dengan purchase order (PO) yang menerangkan mengenai produk bersangkutan dan juga penjelasan mengenai cara pembayaran. Setelah produk dikirim, eksportir harus memberikan kepada bank promissory note, draft dan bill of exchange yang berjumlah sekian persen dari pinjaman sebagai jaminan bahwa pinjaman akan diselesaikan dalam jangka waktu yang telah disetujui.

Kredit ekspor jangka pendek (181 – 360 hari) untuk membantu para eksportir dalam mengekspor produk mesin dan peralatannya dari 10 industri yang baru muncul, produk industri strategis, industri mobil dan suku cadang. Kredit semacam ini berlaku selama 181 – 360 hari. Ada 3 macam pembiayaan:
•    Pre-shipment financing
•    Post-shipment financing
•    Combined financing for pre- and post-shipments

Kredit ekspor jangka menengah dan panjang

Pinjaman ini disediakan untuk meningkatkan produk ekspor mesin, perlengkapan, pabrik turnkey dan produk kapital lainnya dengan cara pembayaran berangsur lebih dari satu tahun. Pinjaman semacam ini dapat dibagi menjadi program kredit supplier dan buyer. Dalam satu hal, kredit diberikan kepada eksportir dan manufaktur untuk membantu mereka memperpanjang kredit kepada buyer asing. Dibawah peraturan ini, supplier harus mendaftar untuk asuransi kredit ekspor jangka menengah dan panjang. Dalam hal lainnya, pinjaman langsung diberikan kepada importir asing untuk pembelian turnkey plants dari Taiwan. Rincian dapat diperoleh dari Bank Ekspor Impor Taiwan.

Pemilihan purchasing agent

Pada dasarnya ada dua jenis purchasing agent di Taiwan. Perbedaan mereka terletak di tanggung jawab mereka terhadap produk yang akan dieskpor. Penting bagi para buyer untuk memahami perbedaan mereka sehingga buyer dapat mengerti:
1.    Kapan sebutan resmi produk diberikan
2.    Siapa yang bertanggung jawab untuk masalah seperti kualitas produk.
a. Yang pertama adalah agen komisi. Agen ini bertindak atas nama buyer. Buyer – Commission Agent – Manufaturer/exporter

  • pembayaran
  • siapa yang memperoleh tanggung jawab untuk sebutan dan kualitas produk
  • sebuah komisi tetap
  • mencari supplier
  • membantu dalam negosiasi bisnis
  • mengatur inspeksi produk sebelum dikirim

b.  Shipper atau eksportir
Buyer – Agent (Shipper/exporter) – Manufacturer

  • sebuah Letter of Credit dari buyer asing
  • memiliki hak terhadap barang dan tanggung jawab untuk kualitas produk
  • sebagai shipper atau eskportir.
  • hak dan kualitas produk
  • menaikkan harga bagi buyer asing atau mengeluarkan kemisi tetap
  • beberapa kombinasi dari metode remunerasi

Layanan inspeksi independen

Direkomendasikan bahwa produk diinspeksi sebelum diekspor. Agen lokal buyer atau eksportir itu sendiri dapat melakukan hal ini. Bila tidak, agen isnpeksi independen dapat dipakai untuk melakukan tugas ini. Agen-agen ini menerapkan biaya per-jam atau harga tetap, tergantung dari nilai pengiriman produk. Dalam beberapa hal tertentu, pengujian khusus akan dibutuhkan. Hal ini dapat diatur melalui agen independen, universitas maupun agen pengujian pemerintah.

Larangan ekspor Taiwan

Board of Foreign Trade (BOFT) melalui website mereka:  www.trade.gov.tw

Produk yang diijinkan

Produk yang dikontrol
Komoditi yang berada dalam batasan ekspor atau kontrol terbagi menjadi kategori berikut ini:

  1. Agricultural Commodities (Animal, and Plant products or commodities for Human Consumption) – The Agriculture Department, (COA) Council of Agriculture, www.coa.gov.tw
  2. Alcoholic Beverages - National Treasury Agency, www.nta.gov.tw/en/business/index-in5.asp
  3. All items of Chinese origin - The Directorate General of Customs (DGOC), www.pwccustoms.com/home/eng/wms_tw.html
  4. Arms, Ammunitions - National Police Administration (NPA), www.npa.gov.tw
  5. Chemicals that are hazardous to the environment - The Environmental Protection Administration (EPA), http://www.epa.gov.tw/main/index.asp
  6. Foods, Drugs, Cosmetics and Medical Devices - Department of Health (DOH), www.doh.gov.tw
  7. Gold, Silver, Currency, Stamps - The Ministry of Economic Affairs (MOEA), www.moea.gov.tw
  8. High Technology Products - Bureau of Foreign Trade (BOFT), www.trade.gov.tw
  9. Motor Vehicles and Boats - Central Trust of China, http://www.moeaec.gov.tw/
  10. Pesticides, Herbicides, Toxic and Hazardous Materials - The Agriculture Department, Council of Agriculture (COA), www.coa.gov.tw and The Environmental Protection Administration (EPA).
  11. Pharmaceuticals (including for animal use) - Department of Health (DOH), www.doh.gov.tw
  12. Pornographic and Seditious Material - The Government Information Office (GIO) www.gio.gov.tw
  13. Tobacco - Department of National Treasury, Ministry of Finance, http://www.nta.gov.tw/en/about/index-Dierctor.asp
  14. Trademark, Trade Names and Copyrights - The Intellectual Property Office, http://www.tipo.gov.tw/eng/
  15. Wildlife and Pets - Council of Agriculture (COA), www.coa.gov.tw

Batasan ekspor pada umumnya:

•    Alamat APO/FPO.
•    Pengiriman C.O.D.
•    Jenazah manusia, organ dan bagian tubuh manusia, embrio hewan, sisa –sisa hasil penggalian jenazah serta abu hasil kremasi jenazah.
•    Bahan peledak (bahan peledak jenis 1.4 diperbolehkan untuk dikirim ke Kanada, Jerman, Jepang, Swedia, Uni Arab Emirates dan Inggris.  Catatan:  Uni Arab Emirates hanya mengijinkan bahan peledak jenis 1.4 dibawa oleh FedEx Express di Dubai.)
•    Senjata api, senjata dan sebagainya (diperbolehkan antara Amerika Serikat dan Puerto Rico).
•    Makanan yang dapat basi, makanan dan minuman yang membutuhkan pendinginan atau kontrol lingkungan lainnya.
•    Hewan hidup (termasuk serangga) kecuali melalui Live Animal Desk (1.800.405.9052).
•    Tumbuh-tumbuhan dan materi tumbuh-tumbuhan, termasuk kembang potong (kembang potong diperbolehkan dari Amerika Serikat ke beberapa tujuan yang ditunjuk di Kanada dan dari Kolumbia, ekuador dan Belanda ke Amerika Serikat).
•    Tiket lotere dan peralatan judi yang dilarang oleh undang-undang lokal, negara bagian, propinsi dan nasional.
•    Uang (koin, uang tunai, mata uang, uang kertas dan alat sejenis yang setara dengan uang, seperti: saham dan cek).
•    Pornografi dan/atau materi sejenisnya.
•    Sampah berbahaya, termasuk, namun tidak hanya dibatasi kepada, jarum suntik bekas atau sampah medis lainnya.
•    Pengiriman yang dapat menyebabkan kerusakan terhadap, atau penundaan terhadap peralatan, tenaga kerja atau pengiriman lainnya.
•    Pengiriman yang mewajibkan kami untuk memperoleh surat ijin khusus atau ijin untuk pengiriman, importasi atau eksportasi.
•    Pengiriman dimana barang bawaan, importasi dan eksportasinya dilarang oleh hukum, undang-undang dan peraturan.
•    Pengiriman dengan nilai terlapor di bea cukai yang melebihi jumlah yang diperbolehkan ke tujuan spesifik.
•    Barang-barang berbahaya kecuali yang diperbolehkan oleh peraturan, bagian Dangerous Goods section.
•    Hewan mati yang diproses atau tidak, termasuk serangga dan binatang peliharaan. Processed or unprocessed dead animals, including insects and pets. Sample hewan taxidermy dan binatang utuh serta bagian tubuh binatang yang telah dikeringkan diperbolehkan untuk dikirim ke Amerika Serikat.
•    Bingkisan basah, menetes atau yang mengeluarkan bau tidak sedap.
•    Produk satwa liar yang membutuhkan clearance ekspor oleh FedEx sebelum diekspor ke Amerika Serikat.
•    Pengiriman yang diproses di bawah Duty drawback claims, kecuali pengaturan awal telah dibuat.


Read more...

Hubungan Dagang (link penting di Taiwan)

Importers & Exporters Association of Taipei (www.ieatpe.org.tw)
No. 350, Song Jiang Rd., Zhong Shan Disteict, Taipei
Phone: 2-25813521

Taipei County Importers & Exporters Chamber of Commerce (www.ieatc.org.tw)
6F, No. 71, Song Jiang Rd., Zhong Shan District, Taipei
Phone: 2-25000933

Kaohsiung Importers & Exporters Chamber of Commerce (www.kiea.org.tw)
4F, 472, Chung Shan 2 Rd., Kaohsiung
Phone: 7-2411191

Kaohsiung Hsien Importers & Exporters Association (www.khiea.org.tw)
6F-1, No. 15, Chao Kung Rd., Feng-san city, Kaohsiung
Phone: 7-7412188

Taichung Importers & Exporters Association (www.ieat.org.tw)
7F, No. 2-3, Wuchuan Rd., Taichung 403
Phone: 4-22232327

Taichung Hsien Importers & Exporters Association
No. 32-2, Hsining rd., Chinshui, Taichung Hsien 436
Phone: 4-26229874

Taiwan Textile Federation (www.textiles.org.tw)
No 22, Ai Kuo E. Rd. Taipei, Tawain
Phone: 2-23417251

Minsitry of Economic Affairs (www.moea.gov.tw)
15 Fuzhou Street, Taipei 10015
Phone: 2-23212200

Bureau of Foreign Trade (www.trade.gov.tw)
No 1, Hu Ko Rd, Taipei, Tawain
Phone: 2-23510271

Department of Commerce (www.commerce.gov)
No 15, Fu Chou St. Taipei, Taiwan
Phone: 2-232212200

Department of Health (www.doh.gov.tw)
12f, No 100, Ai Kuo E. Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-23210151

Food and Drug Administration (www.fda.gov.tw)
No 161-2, Kuen Yang St, Nan Kang District, Taipei, Tawain
Phone: 2-26531318

Council of Agriculture (www.coa.gov.tw)
No 37, Nan Hai Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-23812991

Taiwan Tobacco and Wine Monopoly Bureau (www.ttl.com.tw)
No 4, Sec 1, Nan Chang Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-23214567

Bureau of Standards, Metrology and Inspection (www.bsmi.gov.tw)
No 4, Sec 1, Chi Nan Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-23543170

The Industrial Development Bureau (www.moeaidb.gov.tw)
No 41-3, Sec 3, Hsin Yi Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-27541255

Directorate General of Customs (www.customs.gov.tw)
No 13, Ta Cheng St. Taipei, Tawain
Phone: 2-25505500

Department of Investment Services (www.dois.moea.gov.tw)
8F, No. 71, Guan Quan Rd., Taipei 10047
Phone: 2-23892111

Directorate General of Budget, Accounting and Statistics (www.dgbas.gov.tw)
No.1, Sec. 1, Zhongxiao East Rd., Zhongzheng District, Taipei 10058
Phone: 2-33566500

The Energy Commission (www.moeaboe.gov.tw)
13F, No 2, Fu Hsin N Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-27721370

Environmental Protection Administration (www.epa.gov.tw)
No 41, Sec 1, Chung Hwa Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-23117722

Government Information Office (www.gio.gov.tw)
No1, Sec 1, Chung Hsiao E. Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-23228888

Atomic Energy Council (www.aec.gov.tw)
No 67,Lane 144, Sec 4, Keelung Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-23634180

Civil Aeronautics Administration (www.caa.gov.tw)
No 340, Tun Hwa N. Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-23496280, 2-23496123 for aircraft transmitter

Copyright Department of Intellectual Property Office (www.tipo.gov.tw)
3F, No 185, Sec 2, Hsin Hai Rd, Ta An District, Taipei, Tawain
Phone: 2-27380007

The Central Bank of China (www.cbc.gov.tw)
5F, No 2, Sec 1, Roosevelt Rd, Taipei, Tawain
Phone: 2-23936161 / 2-23936253

Bureau of Animal and Plant Health, Inspection and Quarantine (www.baphiq.gov.tw)
3F, No 51, Sec 2, Chung Ching S. Rd. Taipei, Tawain
Phone: 2-23431401

Ministry of Transportation and Communications R.O.C. (MOTC)
No 50, Sec 1,  Ren-ai Road, Jhongjheng District, Taipei City 100, Taiwan, ROC
Phone: 886-2-2349-2900 Fax: 886-2-2349-2491

National Police Administration (www.npa.gov.tw)
No 7, Sec 1, Chung Hsiao E. Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-23219011, 2-23514781 for toy's gun , knife, sword

Taiwan Provincial Government (www.tpg.gov.tw)
9f, No 5, Sec 1, Han Chou S. Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-23511592

Ministry of National Defense (www.mnd.gov.tw)
No 340, Tun Hwa N. Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-27713107/2785412

Ministry of Education (www.edu.tw)
No 5, Chung Shan S. Rd. Taipei, Taiwan
Phone: 2-23566051

Ministry of the Interior (www.moi.gov.tw)
No 57, Hsu Chou Rd. Taipei, Tawain
Phone: 2-23565000

Ministry of Finance (www.mof.gov.tw)
No 13, Ta Cheng St. Taipei, Tawain
Phone: 2-25505500

Executive of Yuan (www.ey.gov.tw)
No 41, Sec 1, Chung Hwa Rd, Taipei, Tawain
Phone: 2-23117722

Ministry of Foreign Affairs (www.mofa.gov.tw)
No 2, Kai Ko Lam, Da Dao Taipei, Taiwan
Phone: 2-23482999

Read more...

Informasi Bidang Perdagangan KDEI - Taipei

1. Hubungan Dagang (link penting di Taiwan)

2. Pemantauan Pasar Taiwan

a. Kebijakan Dagang Taiwan

b. Statistik Perdagangan Taiwan

c. Kebijakan Perdagangan Indonesia

3. Fasilitasi Hubungan Dagang

a. Inquiry 2009

b. Inquiry 2010

4. Kasus Dagang

a. Serat Nylon

b. Permen dan Gula Merah

5. Promosi Dagang

a. World Expo 2010 Shanghai

b. Taipei International Flora Expo

c. Jadwal Pameran:

i.  Jadwal Pameran di Taiwan

ii. Jadwal Pameran di Indonesia

6. Link Terkait

 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd