Menu

SIARAN PERS KOMBLIK/18/IX/2018

Pemerintah Pastikan Pemulihan Pariwisata di NTB Sesuai Rencana

 

Gili Trawangan, 16 Sept’18— Proses recovery #NTBBangkit dipastikan berjalan sesuai rencana. Pasalnya dua Menteri Kabinet Kerja, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur NTB TGB Zainul Majdi mengawal langsung program pemulihan pariwisata pasca gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Setibanya di Lombok, Minggu (16/9). Menkomar Luhut Binsar Pandjaitan, Menpar Arief Yahya didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi langsung menuju Gili Trawangan melalui dermaga Teluk Nara.

"Pulau ini luar bisa. Saya tidak bayangkan pulau ini bisa menarik turis dengan sangat hebat. Ada 3 hal yang harus disiapkan agar pulau ini menjadi tourist destination. “Pertama, manajemen pengelolaan sampah harus lebih baik dan terintegrasi;Kedua, penataan jalan lingkungan harus dibenahi; dan Ketiga, Jetty/dermaga sandar kapal agar dibuat lebih bagus dan berstandar internasional. Ketiga program tersebut harus  didukung dengan budaya masyarakat lokal yg baik,” ujar Menkomar Luhut B. Pandjaitan saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Normalisasi Pariwisata Pasca Bencana Gempa Lombok di depan Hotel Villa Ombak Gili Trawangan, Minggu (16/9).

Dalam Rakor yang dihadiri, Bupati Lombok Timur, Bupati Lombok Barat, BNPB, BPBD, BMKG, serta seluruh stakeholder pariwisata di NTB Menkomar Luhut juga menyebut, gempa yang terjadi di NTB tidak melulu berbicara tentang musibah. Menurutnya dari musibah yang terjadi ada pelajaran yang bisa dipetik. Semisal di Gili Trawangan sistem sampah di pulau yang menjadi destinasi wisata andalan NTB mempunyai sistem pengelolaan yang masih buruk.

"Sistem sampah di sini jelek. Ini harus diberesakan. TPA Sampah memang saya lihat sudah ada tapi kurang lebar, 3 hektar kalo bisa dan 10 ton perhari. Benchmarknya yang kita lakukan di Labuan Bajo, sampah 150 ton di sana di bawa kedaratan. Kalau pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, pulau ini akan terus lestari," kata Luhut.

Terkait aksesibilitas di Gili juga perlu diperhatikan. Transportasi Cidomo (andong) harus dipertahankan dan dikelola dengan baik. Kemudian lanjut Luhut, pihaknya sudah menyurati Kementerian PUPR untuk memperbaiki jalan. Yang rencananya bulan November 2018 pengerjaanya akan dilakukan.

"Jalannya apakah aspal atau paving blok biar PUPR yang atur bagaimana baiknya. Lalu saya sudah berbicara dengan Kemenhub. Dermaga (Jetty) di sini tidak memenuhi syarat dan standar internasional. Padahal banyak turis yang datang menghasilkan revenue yang besar bagi negara. Masa Jetty-nya tidak memenuhi standar. Rencananya November sudah jalan," tambah Luhut.

Kesempatan yang sama Menteri Pariwisata Arief Yahya juga memastikan tiga strategi recovery NTB berjalan on the track. Pertama terkait Sumber Daya Manusia (SDM) fokusnya ke pelaku pariwisata di NTB. Kedua, pemulihan destinasi dan ketiga yaitu promosi dan pemasaran tetap dilakukan untuk mempromosikan NTB diberbagai kesempatan.

"Untuk Industri pariwisata, OJK telah memberikan relaksasi jasa keuangan. Relaksasi pemulihan dan keringanan pembayaran listrik dan air, retribusi daerah, modal usaha dan dan hutang di bank melalui koordinasi dengan K/L Terkait," kata Menpar Arief Yahya. 

Terkait 3A (atraksi, amenitas, aksesibilitas) pariwisata. Kemenpar juga sudah melakukan koordinasi dan bersurat ke Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk pembenahan Gili.

"Pertama melakukan rehabilitasi terumbu karang yang rusak di perairan 3 Gili dan penataan kembali jalur, trekking Rinjani. Kemudian melakukan Inventarisasi dampak gempa terhadap atraksi pariwisata. Ini memerlukan waktu lama tapi kami terus mendorong," ujarnya.

Dari sisi aksesibilitas, Menpar Arief Yahya juga sudah bersurat ke Kementerian Perhubungan untuk rehabilitasi kerusakan pelabuhan di destinasi yang terdampak. Yang utama adalah perbaikan Pelabuhan Penyeberangan Teluk Nara. Dermaga Gili Trawangan, Dermaga Publik Senggigi, Pelabuhan Wisata Bangsal, Dermaga Gili Air.

"Amenitasnya juga diperhatikan yaitu perbaikan homestay di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Shelter Sembalun, Senaru, dan Tete Batu. Serta perbaikan prasarana lampu jalan sepanjang jalur strategis pariwisata wilayah Senggigi, Lombok Utara dan pembersihan dan penataan 3 Gili," ujar Menpar Arief Yahya.

Gubernur NTB TGB Zainul Majdi juga menyambut baik langkah cepat pemerintah pusat untuk penanganan pasca gempa di NTB. Menurutnya, perlu adanya promosi masif agar sektor pariwisata di NTB cepat bangkit. Semisal di daerah Mataram masih banyak yang digunakan terutama untuk MICE.

“Pariwisata NTB ditengah musibah tetap bisa survive. Kawasan yang tidak terdampak harus kita promosikan untuk menunjukan bahwa Lombok tetap siap menerima wisatawan," pungkasnya. 

 

Guntur Sakti

08127024856 / 081299097620

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kepala Biro Komunikasi Publik

Kementerian Pariwisata

SIARAN PERS KOMBLIK/19/IX/2018

Hadir di Trauma Healing, Menpar Arief Yahya Pastikan Kawal Pemulihan Pariwisata NTB

Lombok 16 September 2019 — Komitmen Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya untuk membangkitkan kembali pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) kian terasa. Hal itu dibuktikan langsung saat menghadiri kegiatan Trauma Healing ke pelaku Industri Pariwisata di Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB, Minggu (16/09).

“Kalian masyarakat NTB tidak sendiri. Kami pemerintah, terus bersama kalian. Saya berjanji setiap bulan akan berkunjung ke NTB memastikan recovery pariwisata on the track. Saya berharap masyarakat akan segera dapat tersenyum kembali,” kata Menpar Arief Yahya di Gili Trawangan. 

Di depan ratusan pelaku industri pariwisata di Gili Trawangan, Menpar Arief juga mengajak untuk sama-sama menginventarisasi dampak gempa terhadap amenitas pariwisata. Nantinya setelah terdata, Kemenpar akan menginformasikan ke publik jumlah real amenitas di NTB yang tidak terdampak dan siap untuk menerima wisatawan. 

"Saat terjadi bencana, tugas kita memberikan informasi ke publik dengan akurat. Untuk menyatakan aman tidak mudah. Kemenpar mencatat ada 70% amenitas di NTB yang aman untuk dikunjungi dan ditempati," ujar Menpar Arief Yahya. 

Setelah diinformasikan, lanjut Menpar Arief Yahya, Kemenpar sendiri yang berjanji setiap kegiatan di lingkungan Kementerian diprioritaskan untuk diselenggarakan di Lombok. 

"Semua akan diadakan di sini untuk meyakinkan wisatawan jika NTB telah siap. Bantu saya untuk menginventarisasi. Bahwa hotel-hotel ini sudah dan bisa dikunjungi. Serta melakukan pemulihan hidup normal dalam keadaan normal kembali," ujar Menpar Arief Yahya.

Kemenpar dalam hal ini akan sebagai pionir dalam melakukan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Mataram. Setelah itu diikuti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang juga melakukan kegiatan serupa. Goal-nya meyakinkan wisatawan bahwa tidak semua wilayah NTB terdampak bencana. 

Di penghujung kegiatan Trauma Healing, Menpar Arief Yahya menghibur para korban bencana dengan membawakan satu tembang lagu milik Band Amtenar. "Lombok I Love You, manjakan aku dengan alammu. Lombok I Love You semai Rinduku untuk kembali lagi". Semua penonton yang hadir ikut bernyanyi dan berjoget dengan Lantunan musik reggae itu. 

"Saya ingin NTB harus Bangkit. Bali itu recovery 6 bulan. Saya harapkan November selesai dan Januari 100% NTB Bangkit," kata Menpar Arief Yahya.

Gili Terawangan pun sudah mulai bebenah, baik masyarakat setempat dan industri pariwisata sudah mulai membuka tempat wisatanya. Wisatawan pun sudah mulai banyak berdatangan, hal tersebut menunjukkan bahwa geliat wisata di Lombok khususnya Gili Trawangan mulai bangkit dan kembali normal.

Diakhir kunjungan kerjanya, Menpar AY beserta jajaran Kemenpar didampingi Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wiryawan, melakukan peninjauan ke area ITDC Mandalika.

Menpar Arief Yahya meninjau area kios cinderamata untuk UKM, dan fasilitas pantai The Mandalika di ITDC. “Saya sangat mengapresiasi progres ITDC dalam pengembangan Area Kios Cinderamata untuk UMKM, dikerjakan dengan cukup serius, terutama pengembangan area hijau di lingkungan ITDC” ujar Menpar Arief.

Dalam pengembangannya area tersebut ditargetkan bisa diresmikan pada 28 Oktober 2018 bersamaan dengan hari Sumpah Pemuda dan sekaligus menyambut TNI Marathon pada 4 November 2018.

Menpar juga memberikan arahan kepada ITDC agar memberikan keringanan pembayaran bagi UKM penyewa kios selama periode awal sewa. Hal tersebut penting dilakukan untuk pengembangan sektor UKM Pariwisata di Mandalika. Peninjauan Menpar di area Mandalika diakhiri dengan peninjauan fasilitas di pantai The Mandalika.

Guntur Sakti

08127024856 / 081299097620

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kepala Biro Komunikasi Publik

Kementerian Pariwisata

Ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan pada Semester I-2018 capai rekor tertinggi sejak tahun 2016

 

Taipei, 18 September 2018 – Kementerian Keuangan Taiwan dalam data terbarunya mencatat ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan pada Semester I-2018 mencapai USD 1,84 miliar atau meningkat 10,01% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei), Didi Sumedi, dalam periode semesteran, capaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2016. Pada Semester I-2016 ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan sebesar USD 1,60 miliar, Semester II-2016 sebesar USD 1,54 miliar, Semester I-2017 sebesar USD 1,67 milliar dan Semester II-2017 sebesar USD 1,77 miliar.

Kinerja ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Diperkirakan paruh kedua tahun 2018, kinerja ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan akan lebih baik lagi karena ada beberapa festival dan perayaan di Taiwan yang bisa menggenjot permintaan domestik Taiwan” ungkap Didi.

Ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan utamanya adalah batu bara, baja, kapasitor elektrik, dan timah. Untuk timah, Indonesia mendominasi 65% pangsa impor Taiwan, selain kayu dan produk kertas (tisu dan lain-lain) yang juga mendominasi sebe sar 89% dan 79% pangsa impor Taiwan.

Selain itu Didi menambahkan bahwa upaya meningkatkan ekspor ke Taiwan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan promosi dan business forum. Dalam rangka partisipasi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 di BSD City pada bulan Oktober mendatang, KDEI Taipei gencar menginformasikan kepada pelaku usaha Taiwan dalam berbagai kesempatan. Trade Expo Indonesia dinilai sebagai platform yang pas bagi pengusaha Taiwan untuk mencari produk yang diminati masyarakat di Taiwan. Berkaca pada keikutsertaan importir Taiwan di TEI tahun lalu, dua importir Taiwan sukses menjadi distributor produk makanan Indonesia di pasar Taiwan.

Sebetulnya upaya KDEI Taipei tidak terlepas hanya meningkatkan ekspor, tetapi juga menangkap peluang-peluang investasi dan kerja sama industri yang bisa meningkatkan kapasitas industri dalam negeri. Tahun 2017, rencana investasi Taiwan di Indonesia tumbuh 116% dibanding tahun sebelumnya.  

Kenaikan investasi dari perusahaan Taiwan di Indonesia dan kerja sama industri dapat meningkatkan kapasitas ekonomi nasional, dan diharapkan tentunya bisa berkontribusi dalam peningkatan ekspor non-migas Indonesia ke pasar global. Terutama investasi di sektor hilir yang dalam jangka panjang dapat mendorong diversifikasi produk ekspor nasional” ujarnya.

 

---KDEI-TAIPEI---

Kunjungan Kepala KDEI-Taipei ke Kementerian Luar Negeri Taiwan

  • Published in Berita

Taipei (19/9/18) – Courtesy call Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi  dengan Deputy Minister MoFA dan Director General Asian Pacific, dalam pertemuan tersebut dibahas tentang capaian kerjasama antara Indonesia dan Taiwan serta rencana peningkatan kerjasama ekonomi Indonsia dan Taiwan.

Subscribe to this RSS feed

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

Our website is protected by DMC Firewall!