Menu

Industrial Outlook

 

Industrial Outlook 2011

Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya diharapkan akan mendorong pertumbuhan sektor industri demikian pula kecenderungan yang semakin membaik pada ekonomi nasional, regional dan global, maka sasaran pertumbuhan sektor industri tahun 2011 ditargetkan sebesar 5,2 - 6,1 persen.

Kebutuhan investasi industri pengolahan non migas pada tahun 2011 diproyeksikan mencapai 124,6 triliun rupiah, sedangkan penyerapan tenaga kerja secara kumulatif pada tahun 2011 adalah 14.905.019 orang. Ekspor industri manufaktur untuk tahun 2011 diproyeksikan sebesar USD 92,26 milyar.

Untuk mencapai target pertumbuhan sebagaimana dijelaskan di atas, pemerintah akan memfokuskan pengembangan 6 (enam) kelompok industri prioritas yaitu (1) Industri Padat Karya, (2) Industri Kecil Menengah, (3) Industri Barang Modal, (4) Industri Berbasis Sumber Daya Alam, (5) Industri Pertumbuhan Tinggi, dan (6) Industri prioritas khusus.

Peningkatan daya saing 6 kelompok industri tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan 4 instrumen yang dimiliki oleh Pemerintah, yaitu APBN, insentif fiskal, penyediaan infrastruktur kawasan industri, dan dukungan administratif, disamping juga mengundang peran swasta dalam pembangunan infrastruktur dengan skema Public Private Patnership (PPP). Upaya-upaya yang akan dilakukan dalam rangka peningkatan daya saing industri tersebut di atas antara lain :

1. Untuk pengembangan industri padat karya, pemerintah akan melaksanakan program restrukturisasi permesinan untuk industri tekstil dan Produk tekstil serta alas kaki, pemberian insentif fiskal, seperti fasilitas tax allowance, BMDTP termasuk pemberlakuan bea keluar untuk pengamanan bahan baku di dalam negeri, serta pemberlakuan tata niaga impor untuk pengamanan industri dalam negeri.

2. Untuk meningkatkan daya saing IKM pemerintah akan menumbuhkan IKM melalui modernisasi peralatan, pendidikan dan pelatihan, promosi serta fasilitasi kredit usaha rakyat (KUR).

3. Untuk mendorong tumbuhnya industri barang modal dalam negeri, pemerintah akan memberikan fasilitas dan insentif berupa tax allowance, pembebasan bea masuk, tax holiday, serta dukungan kemudahan kredit perbankan.

4. Untuk mendorong tumbuhnya industri berbasis Sumber Daya Alam, pemerintah akan mengupayakan memberikan fasilitas dan insentif berupa tax allowance, tax holiday, fasilitasi pembangunan infrastruktur, dan mengenakan bea keluar untuk CPO dan kakao.

5. Untuk meningkatkan daya saing industri pertumbuhan tinggi seperti industri kendaraan bermotor, pemerintah akan mendorong tumbuhnya industri komponen dalam negeri, memfasilitasi pengembangan desain kendaraan bermotor buatan Indonesia, memfasilitasi pengembangan kendaraan dan peralatan yang hemat energi dan ramah lingkungan serta harga terjangkau. Selain itu pemerintah akan memfasilitasi pemberian insentif fiskal, pembebasan PPnBM dan pembebasan bea masuk barang modal, bahan baku dan komponen yang dibutuhkan untuk industri dalam negeri.

6. Dalam pengembangan industri prioritas khusus, pemerintah akan melaksanakan revitalisasi pabrik-pabrik yang sudah ada dan mendorong pembangunan pabrik-pabrik baru serta memfasilitasi jaminan penyediaan gas dan bahan baku yang bersumber dari dalam negeri maupun impor, memberikan subsidi bunga untuk industri-industri yang melakukan modernisasi permesinan.

Kinerja Sektor Industri

KINERJA SEKTOR INDUSTRI 2011

Sesuai Tupoksi terkait Surat Keputusan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 1090/M-DAG/KEP/10/2010 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Bidang Industri pada KDEI di Taipei telah melakukan kegiatan sesuai dengan anggaran yang disediakan oleh Kementerian Perindustrian Sekretariat Jenderal menyesuaikan dengan POK tahun anggaran 2011. Adapun Kepala Bidang Industri di KDEI Taipei antara lain melakukan kegiatan sebagai berikut

I. Kerjasama  Indonesia–Taiwan   di Bidang   Penelitian  dan Pengembangan  Industri Pulp dan Kertas.

Untuk melakukan kerjasama Indonesia-Taiwan di bidang Penelitian dan Pengembangan Industri Pulp dan Kertas telah dilakukan kunjungan ke perusahaan Chung Hwa Pulp dan Paper di 20 Pa Teh Road, Section 3 Taipei 10560 Taiwan. Dari perbincangan dan wawancara di dapat kesimpulan  bahwa kerjasama sulit dilakukan mengingat jenis perusahaan ini di Taiwan bersifat monopoli.

II. Kerjasama Indonesia-Taiwan dibidang Pengembangan  dan Penelitian Industri Agro

Dalam kegiatan kerja sama Indonesia–Taiwan bidang Pengembangan Penelitian Industri Agro salah satu hasil kegiatan adalah bentuk kerjasama antara Perusahaan Indonesia dan Taiwan untuk bidang pengembangan tanaman rami serta tanaman jarak, jatropha. Salah satu perusahaan Taiwan, Yen Sign berniat membeli rami sebagai bahan baku untuk pengembangan industri interior mobil.  Penandatangan  nota pembelian saat ini sedang diusahakan antara Yen Sign dengan CV Idebi salah satu eksportir di Cirebon Jawa Barat.

Yen Sign International Enterprise Co. Ltd. didirikan pada tahun 2005, produk dari perusahaan ini adalah dalam bentuk rajutan dalam bentuk jala-jala. Perusahaan ini mempunyai teknologi tersendiri dalam merajut yang disebut Geosynthetics. Produk perusahaan ini memiliki banyak kekhususan yang antara lain adalah kekuatan tinggi pada persimpangan rajutan, apabila di instalasi kerusakan pada produk akan rendah, faktor pengurangan pada bahan rendah, Koefisien gesekan tinggi, dan kekuatan tarik produk tinggi. Produk yang dihasilkan Yen Sign International Enterprise Co. Ltd memiliki manfaat ekonomi yang besar karena untuk mempunyai daya tahan tinggi dan berbiaya rendah. Selain itu juga memenuhi persyaratan lingkungan spesifikasi, karena menggunakan lapisan resin yang tidak beracun dan tidak mengandung bahan plastik beracun.

PT. Yen Sign International Enterprise Co menyatakan minatnya untuk membeli bahan baku jadi rami dari  Indonesia untuk dijadikan bahan interior mobil dan saat ini sedang berusaha menguji bahan rami agar bisa dijadikan bahan tekstil. Apabila pasar  dalam dan luar negeri Taiwan dapat menerima produk berbahan dasar rami maka kemungkinan besar pihak Taiwan akan memindahkan peralatan pabrik ke Garut sekaligus dekat dengan lahan pohon Rami di Garut, Jawa barat untuk pengembangan dan penelitian Industri Agro lebih lanjut.

Sedangkan untuk tanaman jarak, jatropha untuk   industri Bio Fuel, PT. Sunrice  Agarwood BioTech Corporation direncanakan akan bekerjasama dengan Balai penelitian tanaman rempah dan aneka tanaman industri Kementerian Pertanian. Pihak Taiwan telah mendapat konsesi tanah untuk digarap  tanaman pohon jarak didaerah Mamuju Sulawesi Barat. Semula akan dilakukan MoU tahun 2011, namun ditunda sampai dengan tahun 2012 akibat ketidaksiapan pihak  terkait di Mamuju.

Selain itu hasil dari kegiatan kerjasama pengembangan penelitian Industri Agro Indonesia dan Taiwan adalah adanya seminar mengenai pengembangan dan penelitian Industri Agro di Universitas Asia, Taiwan.

III. Kerjasama Indonesia-Taiwan  di bidang komponen

Dalam kegiatan kerjasama Indonesia-Taiwan dibidang komponen antara lain adalah:

1. Menfasilitasi kedatangan TEEMA (Taiwan Electrical and Electronic Manufacturing Association) ke Indonesia.  TEEMA merupakan assoasi manufaktur  penghasil produk elektronik dan listrik  Taiwan yang terdiri dari 16 kategori antara lain peralatan ICT, telekomunikasi, semikonduktor, komponen elektronik, optoelektronik, mesin listrik dll. Saat ini mempunyai lebih dari 3602 anggota, Nilai produksi dan ekspor anggota TEEMA tercatat sebesar kira kira setengah dari pada total nilai eksport Taiwan. Alamat  kantor pusatnya adalah  6F Min Chuan E. Rd. Neihu District Taipei Sec. 6 No. 109 TEEMA datang ke Indonesia pada bulan Mei tahun 2011 dengan tujuan ingin lebih mengenal pasar di Indonesia serta berencana menanamkan investasi dalam bidang Elektronik di Indonesia.

2. Menfasilitasi kunjungan dibidang komponen delegasi dari industri mesin dan alat pertanian delegasi juga telah mengirimkan beberapa pejabat, staff beserta asosiasi industri terkait ke Taiwan pada tanggal 18-22 Oktober  2011. Dalam kunjungan ini delegasi mendatangi Perusahaan Taiwan yang antara lain Shiruba, El-hwa dan  Shoou Shyng Machinery Co., adapun hasil dari kegiatan kunjungan antara lain adalah komitmen dari perusahaan Taiwan untuk membantu komponen bidang industri mesin tekstil di Indonesia untuk peremajaan mesin produksi  dan training SDM  Indonesia. Selanjutnya perusahaan Taiwan bersedia menginvestasikan modalnya di Indonesia apabila dirasakan diketemukan partner yang tepat

IV.Kegiatan Industrial Intellegence

Anggaran yang disediakan dari digunakan oleh Kepala Bidang Industri melakukan bukan hanya mendalami kegiatan studi literatur akan tetapi juga mendatangi assosiasi industri maupun berbagai manufaktur dalam berbagai skala usaha dari kecil, menengah hingga besar di berbagai lokasi di Taiwan. Studi literatur diperlukan mengingat penting untuk memahami bagaimana Taiwan bisa menjadi salah satu negara industri maju yang produk-produk Industrinya  dikenal berkualitas akan tetapi dapat dengan harga yang ditawarkan bersaing dengan negara-nagara industri lainnya. Pada kegiatan industrial intellegence, Kepala Bidang Industri juga melakukan upaya persuasive kepada para pelaku usaha di sektor Industri Taiwan dalam menerangkan iklim usaha di Indonesia selain memperkenalkan produk hasil industri Indonesia. Upaya ini dilakukan  dengan harapan para pelaku usaha di sektor Industri Taiwan yang berpotensial agar mau menanamkan investasinya di Indonesia baik itu dalam bentuk PMA 100% sekalipun maupun melakukan joint venture dengan partner mereka yaitu kalangan industriawan di Indonesia selain promosi agar pelaku industri Taiwan mau memakai lebih banyak lagi produk hasil Industri Indonesia.  Dalam kegiatan industrial intellegence Kepala bidang Industri melakukan kegiatan bersama rekan KDEI, seperti Kepala Bidang Perdagangan dan Kepala Bidang Investasi KDEI di Taipei maupun dari pejabat Kementerian Perindustrian sendiri untuk melakukan industrial intellegence diberbagai bidang industri dan di berbagai tempat di Taiwan.

Adapun hasil dari kegiatan dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh bidang Industri KDEI di Taipei, terlihat dari angka statistik dapat terlihat perbaikan angka impor Indonesia terhadap Taiwan.  Jika dibandingkan pada tahun 2010 dan 7 bulan tahun 2011 dapat di lihat pada tabel berikut jika pada tahun 2010 impor hasil industri dari Taiwan meningkat sekitar 50% jika dibandingkan pada tahun 2009 maka   angka impor Januari-Juli 2011,  tercatat menurun, yaitu sekitar 30 % jika dibandingkan angka impor Januari-Juli tahun 2011.

Adapun Kegiatan Kunjungan dalam rangka industrial intellegence antara lain adalah:

  1. Export Processing Zone di Kaoshiung, 9 Maret 2011
  2. Pabrik pembuatan lampu, Lighthing Co di Kaoshiung, 9 Maret 2011
  3. Asosiasi mainan anak,  17 Maret 2011
  4. Melakukan kunjungan ke IKM di Taipei, 12 Mei 2011
  5. Kunjungan ke pabrik Tatung
  6. Kunjungan ke pabrik TPT di Chiayi, 28 April 2011
  7. Kunjungan ke perusahaan Formosa Taffeta
  8. Kunjungan ke perusahaan Perfect Medical Industry Co, Ltd. Di Chiayi
  9. Kunjungan ke pabrik Dei-Wu Casting Co. Ltd
  10. Kunjungan ke Fuburg, Taoyuan
  11. Kunjungan ke kawasan industri Hscinchu
  12. Kunjungan ke Chan Ta Kaoshiung
  13. Kunjungan ke Tatung Info Com, Kaoshioung
  14. Kunjungan ke CIG Power

 

KINERJA SEKTOR INDUSTRI 2012 (sampai bulan Maret)

Beberapa hal yang telah dilakukan Bidang Perindustrian KDEI, antara lain :

  1. Memfasilitasi adanya pelatihan Industri di bidang ICT  berupa pelatihan techno enterprenuer kepada 100 Mahasiswa Indonesia yang datang ke Taiwan pada bulan Maret 2012 dengan mengundang Direktur Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian beserta 1 staff di bidang penyedia data, Pusat data dan Informasi.
  2. Tercapainya MOU antara STMI dengan LONGHWA University pada bulan April 2012, dengan mengundang Kepala STMI Jakarta beserta 1 orang staff.
  3. Mengundang pejabat dan staff Kementerian Perindustrian dari Pusat data dan Informasi serta Direktorat Jenderal Kerjasama Industri Internasional  sebanyak 3 orang peserta  mengikuti training tentang ICT di Taiwan yang di selenggarakan pihak kementerian Luar Negeri Taiwan, MOFA. Perwakilan negara lain hanya di berikan kesempatan kepada 1 orang peserta.
  4. Memfasilitasi 2 staff Kementerian Perindustrian yang mengambil pendidikan tinggi di Taiwan yaitu program  S2 di NTU, teknik lingkungan CPNS bernama Ir. Mirina Octavia dan program S3 di NTUST, ilmu material staff pengajar STT Bandung Ir. Hendra Sulaeman, MSc.
  5. Memfasilitasi penyelesaian permasalahan hak paten perusahaan Handphone Taiwan, HTC di Dirjen HAKI
  6. Memfasilitasi  kunjungan Kepala Balai Besar Industri Tekstil di Taiwan untuk studi banding mesin tekstil Non Woven, Needle Punch Textile Machine.
  7. Memfasilitasi pertemuan Direktur Kerjasama Industri Internasional Wilayah II dan Regional, Kementerian Perindustrian dengan beberapa institusi terkait bidang Industri di Taiwan seperti Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan dll.
  8. Memfasilitasi pertemuan summit I Indonesia-Taiwan higher education di Taipei
  9. Memfasilitasi delegasi BKPM yang dipimpin Ketua BKPM dengan mengundang perusahaan-perusahaan terkemuka Taiwan yang ingin berinvestasi di Indonesia
  10. Memfasilitasi delegasi Jawa Timur yang dipimpin Sekda jawa Timur dengan ikut mengundang perusahaan-perusahaan yang tertarik berinvestasi di Indonesia
  11. Pemberian data/informasi kepada perusahaan elektronik seperti compal, winstron, HTC dan AUO , otomotif Taiwan, Luxgen, karet seperti FRG dlsb. tentang potensi Industri di Indonesia
  12. Memfasilitasi pembelian kopi, dan berbagai barang komoditi Indonesia lainnya oleh importer Taiwan karena selama ini pembelian dilakukan lewat trader dari Singapura dan Hongkong

Selanjutnya rencana kedepan antara lain,

  1. Memfasilitasi  rencana MOU kerjasama antara TTRI, Taiwan Textile Research Institute dengan Balai Besar Industri Tekstil dengan ikut mendatangkan 2 orang tenaga ahli TTRI ke Bandung,
  2. Memfasilitasi kedatangan delegasi Taiwan ke Kementerian Perindustrian akhir Juni 2012,
  3. Pengadaan training motion picture yang akan diselenggarakan oleh Universitas Lunghwa bulan Juli 2012 dan diikuti oleh Staff Pengajar dan Mahasiswa STMI, Jakarta,
  4. Menfasilitasi training direktorat elektronika dan telematika Kementerian Perindustrian di ITRI (Industrial of Technological Research Institute) Hscinchu pada bulan September 2012,
  5. Menfasilitasi kerjasama Baby Smile Industry dengan perusahaan Invencteh di Kawasan Industri, Candi Semarang,
  6. Menfasilitasi investasi pabrik Gula yang sekiranya akan dilakukan oleh Taiwan Sugar di Indonesia di daerah NTB atau Garut,
  7. Menfasilitasi investasi perusahaan lampu LED, Everlight di Indonesia,
  8. Menfasilitasi investasi RITI Technology, perusahaan GPS tracker di Indonesia,
  9. Menfasilitasi perluasan pasar, T-Security perusahaan hologram pengaman di Indonesia.

 

Selain itu kunjungan yang telah dilakukan antara lain

  • Mengunjungi pabrik Gula milik Taiwan Sugar di kawasan Bei Gang dan kantor Pusat Taiwan Sugar di Tainan
  • Mengunjungi Taiwan Textile research Institute
  • Mengunjungi RITI Technology
  • Mengunjungi National Chengkhung University Taiwan
  • Mengunjungi balai riset dan pengembangan batu di Hualien
  • Mengunjungi T-Security di New Taipei City
  • Mengunjungi Riti Technology di New Taipei City
  • Mengunjungi perusahaan LED Taiwan, Everlight di New Taipei City
  • Mengunjungi Shou Shying, pabrik pembuat needle punch
  • Mengunjungi kantor Taiwan cement di Hualien

Kasus Dagang

A. SERAT NILON

Bidang Perdagangan KDEI memfasilitasi mediasi sengketa perdagangan antara perusahaan GooDeer di Taiwan dengan CV Global Fortune Perkasa di Indonesia, dimana GooDeer menerima pesanan produk (waste nylon yarn) yang dianggap tidak sesuai dengan jenis produk awal. Setelah mendengar keluhan dari GooDeer, Bidang Perdagangan berupaya untuk menjembatani permasalahan tersebut melalui media surat dan komunikasi langsung. Keputusan akhir yang disepakati oleh kedua belah pihak adalah pengembalian sebagian dari uang pesanan tersebut, dan saat ini kedua belah pihak berada dalam posisi penandatangan surat persetujuan penyelesaian sengketa.

B. PERMEN DAN GULA MERAH

Bidang Perdagangan menerima surat pemberitahuan dari Departemen Kesehatan Taiwan mengenai impor produk gula merah dan permen asal Indonesia yang tidak memenuhi persyaratan Departemen Kesehatan Taiwan karena mengandung bahan pemutih yang melebihi standar yang ditentukan dan pewarna buatan yang tidak diijinkan.

Bidang Perdagangan melakukan kunjungan ke Food & Drug Administration (FDA) – DOH untuk mendapat penjelasan lebih rinci, dan dijelaskan bahwa sejak bulan Januari 2009 sd. Maret 2010 terdapat 5 transaksi gula merah dan 7 transaksi permen asal Indonesia yang tidak memenuhi persyaratan DOH Taiwan.

Untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak lagi terjadi di masa yang akan datang, Departemen Kesehatan Taiwan menghimbau agar pihak terkait di Indonesia dapat menyediakan rencana perbaikan (improvement plan) yang meliputi: sistem investigasi, kontrol dan evaluasi BPOM terhadap produk gula merah dan permen tersebut, hasil pengawasan BPOM terhadap ekspor, quality control dari produk yang bersangkutan, langkah-langkah preventif, informasi tentang lembaga sertifikasi kesehatan (Health Certificate) yang disahkan oleh BPOM termasuk laboratorium nasional/internasional lain di Indonesia, daftar eksportir gula merah dan permen yang telah memperoleh ijin dari pemerintah Indonesia.

BPOM telah memberikan tanggapan mengenai kasus tersebut dan menjelaskan bahwa regulasi dan persyaratan keamanan, mutu dan nilai gizi produk olahan seperti permen mengacu kepada persyaratan internsaional dan Codex Alimentarius. Produk pangan olahan yang diekspor/impor lazimnya dilengkapi dengan sejumlah dokumen pendukung, anatar lain: Helath Certificate / Free Sales Certificate dan sertifikat analis. Saat ini BPOM sedang melakukan investigasi lebih lanjut termasuk pengambilan sample untuk pengujian laboratorium dan koordinasi dengan sektor terkait lainnya.

Promosi Dagang

 

A.    WORLD EXPO 2010 SHANGHAI, CHINA


World Expo 2010 diselenggarakan di Shanghai China dari tanggal 1 Mei – 3 Oktober 2010 dengan mengambil tema “Better City, Better Life”. Expo 2010 Shanghai diharapkan dapat menarik minat sekitar 70 juta pengunjung dari 200 negara.

Indonesia turut mengambil bagian dalam Expo ini dengan mendirikan paviliun yang memadukan materi arsitektur dari bambu dan air terjun. Paviliun Indonesia terletak di Zona B dengan arena seluas 4000 m2.

B.    TAIPEI INTERNATIONAL FLORA EXPO


Taipei International Flora Expo akan diselenggarakan di Taipei dengan soft opening pada tanggal 10 Oktober 2010. Pameran flora dibuka untuk umum dari tanggal 6 November 2010 dampai dengan 25 April 2010. Pameran tersebut diselenggarakan oleh Taiwan Agriculture Development Association dan Taipei City Government yang bekerja sama dengan beberapa instansi pemerintah lainnya. Pameran flora ini diadakan di lahan seluar 91.8 hektar dan mencakup sebanyak 14 exhibitian halls.

Dalam rangka persiapan awal kegiatan 2010 Taipei International Flora Exposition pada bulan Oktober mendatang, Ketua Umum Asosiasi Bunga Indonesia, Ibu Karen Tambayong, melakukan kunjungan kerja ke Taipei dari tanggal 28-31 Maret 2010. Tujuan dari kunjungan Ibu Karen Tambayong adalah melakukan koordinasi dengan beberapa staf ahli (kontraktor booth dan rekan kerja lainnya) dan instansi penyelenggara (Taipei City Government) untuk lebih memahami persiapan awal yang harus dilakukan.

 

C. KTI EXPO & FORUM 2010

[ Klik Gambar Untuk Lebih Detail ]

TAUTAN LAIN

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd