Taipei, kdei-taipei.org - Pada tanggal 24 Februari 2010, delegasi BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Indonesia yang diketuai oleh Wakil Kepala BKPM Bapak Yus'an mengadakan kunjungan ke KDEI Taipei. Delegasi BKPM tersebut disambut oleh Kepala KDEI Bapak Suhartono, Wakil Kepala KDEI Bapak Yovial, dan jajaran staff KDEI lainnya. Turut hadir dalam delegasi tersebut adalah Bapak Erwin Siregar selaku Direktur Fasilitas Promosi Daerah, Bapak Ridwansyah Saidi Ungsi dari Kasi wilayah Sulawesi dan Maluku serta Bapak Eric Yusson dari Ongkona Bone Co., Ltd. Agenda kunjungan delegasi BKPM kali ini adalah untuk menjalin kerjasama antara Indonesia dengan investor Taiwan.
Pada siang harinya, bertepat di Regent Hotel Taipei diadakan jamuan makan siang oleh KDEI. Dalam acara kali ini, turut diundang lima belas orang pengusaha Taiwan yang bergerak dibidang pertambangan dan pariwisata, seperti resort dan golf club. Pada pertemuan tersebut Bapak Yus'an selaku wakil dari BKPM mengajak para investor untuk berinvestasi di Indonesia, karena Indonesia memiliki potensi kekayaan alam khususnya dibidang tambang (batubara, mangan dan pasir besi). dan pariwisata Disamping hal tersebut, Bapak Yus'an menekankan bahwa sektor pariwisata dipulau Lombok boleh dilirik oleh investor asing karena selain memiliki pantai yang tidak kalah dari Pulau Bali, saat ini telah dibangun sebuah lapangan udara Internasional dan harga tanah disana masih relatif terjangkau.
Setelah jamuan makan siang bersama dilanjutkan dengan pertemuan one-on-one, antara lain pertemuan Mr. Lin Zhong Xin dari Hua Tung Group dengan Bapak Eric Yusson dari Ongkona Bone. Pada kesempatan ini Bapak Eric Yusson menawarkan potensi wisata pulau Lombok kepada Mr. Lin, yang memang mempunyai usaha dibidang resort dan hotel dipulau Guam. Mr. Lin juga menayakan tentang kemudahan izin pembangunan hotel, besar tanah serta besar nilai investasi yang diperlukan untuk pembangunan di hotel dipulau Lombok. Mr. Lin mengutarakan bahwa hotel yang dibangun adalah hotel bintang empat dengan brand sendiri. Tindak lanjut dari pembicaraan kali ini adalah rencana kunjungan oleh Mr. Lin ke Indonesia pada akhir Maret 2010, dan KDEI akan menjadi jendela komunikasi kedua belah pihak.(HK)


















